PERENCANAAN KOTA
“Smart Branding”
DOSEN: DR. SYAFRI ST. MSI
Oleh: Kelompok 4
Irwan Rudiyanto (4520042014) Ibnu Alim Nugraha (4520042026)
Jesika Agatha Datu Gayang (4520042042) Srikandi Sangaji (4520042021)
Friscilla A. S. Paliling (4520042061) Putri Iyama A. Marsaoly (4520042019)
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR 2022-2023
A. Smart Mobility
Saat ini, dunia telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan secara besar-besaran untuk dapat mencapai efisiensi yang maksimal. Penggunaan teknologi informasi dan transportasi sangat masif digunakan dalam pengembangan transportasi, salah satunya untuk mengaplikasikan smart mobility.
Dilansir dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Smart mobility merupakan sistem transportasi yang ramah lingkungan dan berteknologi tinggi.
Oleh karena itu, smart mobility dapat didefinisikan sebagai pemanfaatan sistem transportasi dengan menggunakan teknologi tinggi berupa teknologi elektronik, komputer, dan telekomunikasi agar dalam penggunaanya dapat memberikan kemudahan dan efisiensi, baik itu dari segi waktu, biaya, ataupun tenaga serta ramah lingkungan.
Setiap kota pasti memiliki banyak moda transportasi seperti kereta bawah tanah, kereta listrik, bus, taksi, sepeda motor, dan mobil. Seringkali saat melakukan aktivitas, kita akan menggunakan beragam jenis moda transportasi tersebut. Namun apakah semua moda transportasi tersebut terhubung satu sama lain? Bukankah dalam penggunaan berbagai macam moda transportasi tersebut sedikit sulit? Apakah kita membutuhkan alat pembayaran yang berbeda untuk dapat menggunakan tranportasi tersebut? Oleh karena itu, salah satu pemanfaatan smart mobility adalah melakukan integrasi moda transportasi, termasuk integrasi sistem pembayaran.
B. Penerapan Smart Mobility Secara Umum
Secara umum, penerapan smart mobility sangat baik bagi perkembangan dan kemajuan suatu wilayah. Selain dapat mengintegrasikan masyarakat kepada berbagai bentuk layanan umum. Dalam hal ini, transportasi dan infrastruktur penunjangnya, maupun dengan pemerintah setempat, juga dapat menjadi alternatif solusi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan lalu lintas utamanya di kota-kota besar yang seringkali mengalami kemacetan dan polusi. Penerapan smart mobility juga merupakan manifestasi dari perwujudan smart city yang nantinya akan mengarah pada terwujudnya masyarakat madani bagi wilayah yang bersangkutan. Masyarakat madani sendiri merupakan peradaban manusia yang sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik karena saling terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aspek kehidupannya.
C. Dampak Penerapan Smart Mobility
Penerapan integrasi smart mobility antar moda transportasi ini memberikan dampak yang baik bagi lingkungan. Integrasi yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai jenis stasiun dengan terminal menyebabkan masyarakat yang akan melakukan pergantian transportasi hanya perlu berjalan kaki dengan jarak yang dekat sehingga lebih ramah lingkungan. Rencana penerapan integrasi sistem pembayaran yang hanya menggunakan satu kartu saja juga dapat mengurangi timbulnya sampah yang dapat dihasilkan dari penggunaan tiket dan sebagainya.
Penerapan integrasi smart mobility layanan angkutan umum dengan biaya yang terjangkau juga bertujuan menarik minat pengguna kendaraan pribadi agar beralih menggunakan kendaraan umum. Biaya yang terjangkau diharapkan mampu mewadahi kebutuhan
transportasi bagi mobilitas masyarakat. Kemudian sistem yang terintegrasi dan peralihan penggunaan kendaraan umum oleh masyarakat diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar arus lalu lintas. Pengurangan kendaraan yang berdampak pada menurunnya tingkat kemacetan lalu lintas tentunya dapat memberikan dampak pula terhadap penurunan polusi. Baik itu polusi udara akibat asap kendaraan maupun polusi suara karena bunyi klakson kendaraan.
Penerapan Smart Mobility merupakan bagian dari perwujudan kota cerdas atau smart city. Adanya smart mobility memberikan dampak terintegrasinya masyarakat dalam sektor transportasi atau mobilitas sehingga dapat menunjang perpindahan secara efektif dan efisien serta cepat. Penggunaan teknologi dalam sistem transportasi ini juga dapat menjadi bentuk manifestasi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah setempat sebagai upaya keterlibatan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan wilayah yang baik. Sebab, adanya sistem yang terintegrasi secara digital mempermudah bagi masyarakat dalam mengakses berbagai ketersediaan pelayanan publik sekaligus dapat memberikan masukan terkait dengan keluhan atau ketidaknyamanan yang dirasakan.
Contoh Penerapan Smart Mobility
Salah satu contoh penerapan smart mobility dapat dilihat di DKI Jakarta. DKI Jakarta menerapkan integrasi moda transportasi yang dilakukan dengan menghubungkan stasiun MRT, LRT, dan kereta commuter line dengan terminal bus TransJakarta. Penerapan ini dapat memudahkan perpindahan antar moda transportasi.
Selain itu, integrasi moda transportasi juga dapat dilakukan dengan memberikan jalur khusus bagi moda transportasi seperti TransJakarta. Jalur khusus TransJakarta tersebut dapat digunakan oleh jenis transportasi lainnya seperti bus tingkat “Jakarta City Tour” dan bus lokal lainnya yang lebih kecil. Penerapan ini memudahkan untuk menjangkau area-area yang lebih luas dan lebih banyak serta yang sulit diakses oleh bus transjakarta.
Pengembangan integrasi antar moda transportasi ini juga beriringan dengan pengembangan integrasi sistem pembayarannya. Walaupun integrasi sistem pembayaran antar moda transportasi di Jakarta belum resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi sistem pembayarannya sudah cukup mudah dilakukan. Sistem pembayarannya adalah dengan menggunakan kartu elektronik sebagai ganti uang tunai dan dikeluarkan oleh berbagai macam bank yang ada di Indonesia. Kartu elektronik tersebut dapat digunakan untuk menggunakan berbagai jenis moda transportasi seperti MRT, LRT, TransJakarta, kereta commuter line bahkan bisa digunakan untuk pembayaran jalan tol dan pembayaran parkir.