• Tidak ada hasil yang ditemukan

perilaku konsumtif remaja ditinjau dari need for cognition, self

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "perilaku konsumtif remaja ditinjau dari need for cognition, self"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PERILAKU KONSUMTIF REMAJA DITINJAU DARI NEED FOR COGNITION, SELF MONITORING DAN SPIRITUAL INTELEGENCE

Oleh: Retno Mangestui, M. Si Tahun: 2009

ABSTRAK

Perilaku konsumtif merupakan suatu fenomena yang banyak melanda kehidupan masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan. Terutama, ketika semakin maraknya pembangunan mall atau pusat perbelanjaan beberapa tahun belakangan ini, sedikit banyak telah menuai banyak kekhawatiran akan semakin tingginya perilaku konsumtif terutama di kalangan remaja. Fenomena ini menarik untuk diteliti mengingat perilaku konsumtif juga banyak melanda kehidupan remaja yang sebenarnya belum memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhannya. Remaja memang sering dijadikan target pemasaran berbagai produk industri, antara lain karena karakteristik mereka yang labil spesifik dan mudah dipengaruhi sehingga akhirnya mendorong munculnya berbagai gejala dalam perilaku membeli yang tidak wajar.

Membeli dalam hal ini tidak lagi dilakukan karena produk tersebut memang dibutuhkan, namun membeli dilakukan karena alasan-alasan lain seperti sekedar mengikuti arus mode, hanya ingin mencoba produk baru, ingin memperoleh pengakuan sosial dan sebagainya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Need for Cognition (NFC), Self Monitoring, dan Spiritual Intellegence terhadap perilaku konsumtif remaja.

Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Malang dengan jumlah sample sebanyak 156 orang yang diambil secara proportional random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan empat skala psikologis yaitu skala perilaku konsumtif, skala Need for Cognition, skala Self Monitoring, dan skala Spiritual Intelegence. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda.

Hasil penelitian menunjukkan 1). Tidak ada pengaruh need for cognition terhadap perilaku konsumtif remaja2). Tidak ada pengaruh Self Monitoring terhadap perilaku konsumtif remaja 3). Tidak ada pengaruh Spiritual Intelegence terhadap perilaku konsumtif remaja 4). Ada pengaruh Need for Cognition (NFC), Self Monitoring, dan Spiritual Intellegence (secara bersama-sama) terhadap perilaku konsumtif remaja, namun sangat kecil. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai R square sebesar 0.016 artinya ketiga variabel bebas secara bersama-sama mampu mempengaruhi variabel terikat sebesar 1,6 % artinya masih ada sekitar 98,4 % faktor lain yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada remaja. Faktor tersebut bisa berupa faktor internal yang berasal dari dalam diri individu atau faktor eksternal yang berasal dari luar individu.

Namun bila dilihat per variabel, maka tidak menunjukkan. Temuan tambahan dalam penelitian ini adalah tidak adanya perbedaan tingkat Self Monitoring (pemantauan diri), dan Spiritual

(2)

Intellegence (kecerdasan intelegensi) serta perilaku konsumtif ditinjau dari jenis kelamin, sedang need for cognition terdapat perbedaan antara remaja laki-laki dan perempuan.

Keyword: Perilaku konsumtif, Need for Cognition (NFC), Self Monitoring, dan Spiritual Intellegence

Referensi

Dokumen terkait

Selain perilaku agresi yang marak muncul akibat perubahan-perubahan yang dialami di masa remaja, remaja juga membentuk perilaku-perilaku yang menarik perhatian

Dalam penyusunan karya ilmiah ini, penulis mengambil judul: “Pengaruh Self-Control dan Self-Concept terhadap Perilaku Modeling Remaja Berkaitan dengan Tren

Hal ini ditunjukkan dengan signifikansi perbedaan perilaku konsumtif ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert sebesar 0,030 dengan p < 0,05

Hasil dari penelitian ini Ho diterima dan Ha ditolak yang dapat diartikan bahwa tidak adanya peran self esteem dalam memprediksi perilaku konsumtif pada remaja

Berdasarkan hasil analisa data penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan self esteem remaja panti asuhan di Surabaya ditinjau dari persepsinya terhadap pola

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara citra diri remaja putri yang tinggal di lokalisasi dengan perilaku proaktif yang ditunjukkan

Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan positif antara self-compassion dengan kebahagiaan pada remaja di SOS Children’s Villages Melulaboh, dimana hubungan tersebut menunjukkan bahwa

This study aimed to explore the moderating role of need for cognition NFC and perceived relevance on the processing of physical activity messages designed to persuade via either the