PERJANJIAN PRA-NIKAH PERJANJIAN PRA-NIKAH
Pada hari
Pada hari ini {*}, tanggal ini {*}, tanggal {*} bulan {*} {*} bulan {*} tahun {*} ({*} - {tahun {*} ({*} - {*} - {*}), di Kot*} - {*}), di Kota {*},a {*}, Provinsi
Provinsi {*}, {*}, PARA PARA PIHAK PIHAK sepakat sepakat untuk untuk membuat membuat Perjanjian Perjanjian Pra-nikahPra-nikah (selanjutnya disebut “
(selanjutnya disebut “PERJANJIANPERJANJIAN”), oleh”), oleh dan antara: dan antara:
Nama :
Nama :
Tempat, Tan
Tempat, Tanggal Lahir ggal Lahir ::
NIK :
NIK :
Agama :
Agama :
Pekerjaan :
Pekerjaan :
Alamat :
Alamat :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama pribadi, untuk selanjutnya Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama pribadi, untuk selanjutnya disebut sebagai
disebut sebagai PIHAK PERTAMAPIHAK PERTAMA..
Nama :
Nama :
Tempat, Tan
Tempat, Tanggal Lahir ggal Lahir ::
NIK :
NIK :
Agama :
Agama :
Pekerjaan :
Pekerjaan :
Alamat :
Alamat :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama pribadi, yang untuk Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama pribadi, yang untuk selanjutnya disebut sebagai
selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUAPIHAK KEDUA.. PARA
PARA PIHAK, PIHAK, berdasarkan berdasarkan adanya adanya itikad itikad baik baik dan dan tanpa tanpa adanya adanya unsurunsur paksaan dari pihak manapun, telah sepakat untuk mengikatkan diri dalam paksaan dari pihak manapun, telah sepakat untuk mengikatkan diri dalam sebuah pernikahan resmi dan untuk itu bersepakat untuk mengikatkan diri sebuah pernikahan resmi dan untuk itu bersepakat untuk mengikatkan diri dan tunduk pada isi surat perjanjian pranikah atau pra kawin ini, dengan dan tunduk pada isi surat perjanjian pranikah atau pra kawin ini, dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:
syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:
PRINSIP DASAR PRINSIP DASAR
PASAL 1 PASAL 1
PARA PIHAK mengaku saling sama hak, saling sama martabat, dan saling PARA PIHAK mengaku saling sama hak, saling sama martabat, dan saling sama kedudukan di depan hukum, serta menjunjung tinggi hak asasi sama kedudukan di depan hukum, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
manusia (HAM).
PASAL 2 PASAL 2 PERJANJIA
PERJANJIAN N ini ini berazaskan berazaskan pada pada prinsip prinsip keadilan, keadilan, kesetaraan kesetaraan gender,gender, kesamaan kedudukan sosial, hukum, dan penghormatan terhadap prinsip- kesamaan kedudukan sosial, hukum, dan penghormatan terhadap prinsip- prinsip hak asasi manusia (HAM).
prinsip hak asasi manusia (HAM).
PERNIKAHAN MONOGAMI PERNIKAHAN MONOGAMI
PASAL 3 PASAL 3
PARA PIHAK sepakat bahwa pada prinsipnya pernikahan ini hanya tunduk PARA PIHAK sepakat bahwa pada prinsipnya pernikahan ini hanya tunduk pada pernikahan monogami dan menentang keras adanya poligami ataupun pada pernikahan monogami dan menentang keras adanya poligami ataupun poliandri.
poliandri.
PASAL 4 PASAL 4 (1)
(1) Dalam keadaan khusus, PARA PIHAK sepakat untuk mengabaikanDalam keadaan khusus, PARA PIHAK sepakat untuk mengabaikan prinsip monogami sebgaimana dimaksud dalam Pasal 3 PERJANJIAN prinsip monogami sebgaimana dimaksud dalam Pasal 3 PERJANJIAN ini.
ini.
(2)
(2) Keadaan khusus yang dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) PERJANJIANKeadaan khusus yang dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) PERJANJIAN ini meliputi apabila dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal ini meliputi apabila dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal pernikahan disahkan oleh pejabat yang berwenang, salah satu PIHAK pernikahan disahkan oleh pejabat yang berwenang, salah satu PIHAK berdasarkan surat keterangan dari Rumah Sakit yang ditunjuk berdasarkan surat keterangan dari Rumah Sakit yang ditunjuk dalam
dalam PERJANJIPERJANJIAN AN ini, ini, dinyatakan dinyatakan tidak tidak mempunyai mempunyai kemampuankemampuan untuk memperoleh keturunan.
untuk memperoleh keturunan.
(3)
(3) Rumah Rumah Sakit Sakit yang yang ditunjuk ditunjuk dalam dalam PERJANJIAPERJANJIAN N ini ini adalah adalah RumahRumah Sakit
Sakit {*}. {*}. .. (4)
(4) PARA PIHAK sepakat untuk tidak melakukan pengangkatan anakPARA PIHAK sepakat untuk tidak melakukan pengangkatan anak (adopsi).
(adopsi).
PASAL 5 PASAL 5
Pengabaian prinsip monogami ini, selain harus memenuhi ketentuan Pengabaian prinsip monogami ini, selain harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 PERJANJIAN ini, harus pula sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 PERJANJIAN ini, harus pula dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
HARTA KEKAYAAN DAN PENGELOLAAN KEKAYAAN HARTA KEKAYAAN DAN PENGELOLAAN KEKAYAAN
PASAL 6 PASAL 6 (1)
(1) Pada saat PERJANJIAN ini ditandatangani, PIHAK PERTAMA memilikiPada saat PERJANJIAN ini ditandatangani, PIHAK PERTAMA memiliki harta kekayaan sebagai berikut:
harta kekayaan sebagai berikut:
-
- {*} ;{*} ; -
- {*} ;{*} ; -
- {*} .{*} . (2)
(2) Pengelolaan harta kekayaan PIHAK PERTAMA pada Pasal 6 ayat (1)Pengelolaan harta kekayaan PIHAK PERTAMA pada Pasal 6 ayat (1) PERJANJIAN ini merupakan hak sepenuhnya dari PIHAK
PERJANJIAN ini merupakan hak sepenuhnya dari PIHAK PERTAMA.PERTAMA.
(3)
(3) PIHAK PERTAMA berhak untuk melakukan tindakan hukum yang patutPIHAK PERTAMA berhak untuk melakukan tindakan hukum yang patut terhadap harta kekayaannya sebagaimana disebutkan dalam Pasal 6 terhadap harta kekayaannya sebagaimana disebutkan dalam Pasal 6 ayat (1) PERJANJIAN ini.
ayat (1) PERJANJIAN ini.
(4)
(4) Tindakan Tindakan hukum hukum yang yang dimaksud dimaksud dalam dalam Pasal Pasal 6 6 ayat ayat (3) (3) PERJANJIANPERJANJIAN ini termasuk namun tidak terbatas pada menjual, ini termasuk namun tidak terbatas pada menjual, menggadaikan, hibah, dan menjaminkan kepada pihak ketiga.
menggadaikan, hibah, dan menjaminkan kepada pihak ketiga.
PASAL 7 PASAL 7 (1)
(1) Pada saat PERJANJIAN ini ditandatangani, PIHAK KEDUA memilikiPada saat PERJANJIAN ini ditandatangani, PIHAK KEDUA memiliki harta kekayaan sebagai berikut:
harta kekayaan sebagai berikut:
-
- {*} ;{*} ; -
- {*} ;{*} ; -
- {*} .{*} . (2)
(2) Pengelolaan harta kekayaan PIHAK KEDUA pada Pasal 7 ayat (1)Pengelolaan harta kekayaan PIHAK KEDUA pada Pasal 7 ayat (1) PERJANJIAN ini merupakan hak sepenuhnya dari PIHAK
PERJANJIAN ini merupakan hak sepenuhnya dari PIHAK KEDUA.KEDUA.
(3)
(3) PIHAK KEDUA berhak untuk melakukan tindakan hukum yang patutPIHAK KEDUA berhak untuk melakukan tindakan hukum yang patut terhadap harta kekayaannya sebagaimana disebutkan dalam Pasal 7 terhadap harta kekayaannya sebagaimana disebutkan dalam Pasal 7 ayat (1) PERJANJIAN ini.
ayat (1) PERJANJIAN ini.
(4)
(4) Tindakan Tindakan hukum hukum yang yang dimaksud dimaksud dalam dalam Pasal Pasal 7 7 ayat ayat (1) (1) PERJANJIANPERJANJIAN ini termasuk namun tidak terbatas pada menjual, ini termasuk namun tidak terbatas pada menjual, menggadaikan, hibah, dan menjaminkan kepada pihak ketiga.
menggadaikan, hibah, dan menjaminkan kepada pihak ketiga.
PASAL 8 PASAL 8
Harta Kekayaan yang diperoleh oleh kedua belah pihak selama Harta Kekayaan yang diperoleh oleh kedua belah pihak selama berlangsungnya perkawinan adalah menjadi harta milik bersama.
berlangsungnya perkawinan adalah menjadi harta milik bersama.
Pengelolaan harta kekayaan bersama tersebut dijalankan secara bersama- Pengelolaan harta kekayaan bersama tersebut dijalankan secara bersama- sama.
sama.
Salah satu pihak tidak dibenarkan untuk melakukan tindakan hukum Salah satu pihak tidak dibenarkan untuk melakukan tindakan hukum tanpa ijin
tanpa ijin terhadap harta terhadap harta bersama, bersama, namun tidak namun tidak terbatas pada terbatas pada menjual,menjual, membeli, menggadaikan, hibah, dan menjaminkan harta bersama kepada membeli, menggadaikan, hibah, dan menjaminkan harta bersama kepada pihak ketiga
pihak ketiga
PERLINDUNGAN ANAK DAN KEKERASAN TERHADAP RUMAH TANGGA PERLINDUNGAN ANAK DAN KEKERASAN TERHADAP RUMAH TANGGA
Pasal 9 Pasal 9 Kedua
Kedua belah belah pihak pihak sepakat sepakat untuk untuk tidak tidak melakukan melakukan perbuatan perbuatan tindaktindak pidana kekerasan terhadap rumah tangga (KDRT), sebagaimana telah diatur pidana kekerasan terhadap rumah tangga (KDRT), sebagaimana telah diatur dalam UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam dalam UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Rumah Tangga (KDRT).
Kedua belah pihak sepakat segala bentuk kekerasan terhadap rumah Kedua belah pihak sepakat segala bentuk kekerasan terhadap rumah tangga harus ditiadakan baik terhadap anggota keluarga inti maupun tangga harus ditiadakan baik terhadap anggota keluarga inti maupun terhadap orang-orang yang bekerja dalam rumah yang merupakan tempat terhadap orang-orang yang bekerja dalam rumah yang merupakan tempat kediaman bersama dan/atau tempat tinggal dari kedua belah pihak.
kediaman bersama dan/atau tempat tinggal dari kedua belah pihak.
Pasal 10 Pasal 10 Kedua belah
Kedua belah pihak sepakat upihak sepakat untuk memberikan ntuk memberikan perhatian yang perhatian yang baik baik dandan berimbang terhadap pertumbuhan dan perkembangan kejiwaan anak.
berimbang terhadap pertumbuhan dan perkembangan kejiwaan anak.
Kedua belah pihak sepakat untuk memberikan waktu yang seimbang Kedua belah pihak sepakat untuk memberikan waktu yang seimbang terhadap perawatan dan pendidikan anak.
terhadap perawatan dan pendidikan anak.
Kedua belah pihak sepakat untuk menerapkan prinsip-prinsip umum Kedua belah pihak sepakat untuk menerapkan prinsip-prinsip umum sebagaimana diatur dalam Konvensi Hak Anak dan UU RI No 23 Tahun sebagaimana diatur dalam Konvensi Hak Anak dan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak joucto (jo) UU No. 35 Tahun 2014.
2002 tentang Perlindungan Anak joucto (jo) UU No. 35 Tahun 2014.
PERUBAHAN PERJANJIAN PERUBAHAN PERJANJIAN
Pasal 11 Pasal 11
Perubahan perjanjian hanya dapat dilakukan atas persetujuan kedua belah Perubahan perjanjian hanya dapat dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak dan juga tidak merugikan pihak ketiga.
pihak dan juga tidak merugikan pihak ketiga.
Pasal 12 Pasal 12 Perubahan
Perubahan atas atas perjanjian perjanjian pranikah pranikah atau atau kesepakatan kesepakatan prakawin prakawin hanyahanya
dimungkinkan terhadap ketentuan yang belum
dimungkinkan terhadap ketentuan yang belum
diatur
diatur jelas jelas dalam dalam sruatpersruatperjanjian janjian ini ini serta serta tidak tidak bertentangan bertentangan dengandengan hukum, norma-norma kesusilaan serta kepatutan-kepatutan yang hukum, norma-norma kesusilaan serta kepatutan-kepatutan yang berkembang ditengah-tengah masyarakat.
berkembang ditengah-tengah masyarakat.
Pasal 13 Pasal 13 Perubahan
Perubahan perjanjian perjanjian tersebut tersebut bersifat bersifat penambahan, penambahan, sehingga sehingga akanakan melekat
melekat dan dan merupakan merupakan bahagian bahagian yang yang tidak tidak terpisahkan terpisahkan ((mutatismutatis
mutandis
mutandis ) terhadap isi perjanjian ini.) terhadap isi perjanjian ini.
Pasal 14 Pasal 14
Perubahan perjanjian hanya sah, berlaku, dan mengikat secara hukum bagi Perubahan perjanjian hanya sah, berlaku, dan mengikat secara hukum bagi kedua belah pihak apabila telah mendapatkan pengesahan dari Ketua kedua belah pihak apabila telah mendapatkan pengesahan dari Ketua Pengadilan Negeri dimana perjanjian ini didaftarkan.
Pengadilan Negeri dimana perjanjian ini didaftarkan.
PERSELISIHAN PERSELISIHAN
Pasal 15 Pasal 15
Apabila terjadi perselisihan mengenai isi dan atau penafsiran atasperjanjian Apabila terjadi perselisihan mengenai isi dan atau penafsiran atasperjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara damai
damai dengan dengan terlebih terlebih dahulu dahulu mendahulukan mendahulukan jalan jalan musyarawah musyarawah dandan mufakat.
mufakat.
Apabila penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tersebut gagal, Apabila penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tersebut gagal, maka kedua belah pihak sepakat untuk menunjuk satu atau lebih maka kedua belah pihak sepakat untuk menunjuk satu atau lebih mediator.
mediator.
Mediator berjumlah ganjil yang jumlahnya sekurang-kurangnya satu dan Mediator berjumlah ganjil yang jumlahnya sekurang-kurangnya satu dan sebanyak-banyaknya lima orang mediator.
sebanyak-banyaknya lima orang mediator.
Pengaturan tentang mediasi akan diatur lebih lanjut dalam perjanjian lain Pengaturan tentang mediasi akan diatur lebih lanjut dalam perjanjian lain yang nant
yang nantinya turut meleinya turut melekat pada perjankat pada perjanjian ini.jian ini.
Pengaturan tentang mediasi dan juga tata caranya dapat dilakukan pada Pengaturan tentang mediasi dan juga tata caranya dapat dilakukan pada waktu terjadinya perselisihan.
waktu terjadinya perselisihan.
Pasal 16 Pasal 16
Apabila mediator gagal dalam menjalankan tugasnya dan/atau kedua belah Apabila mediator gagal dalam menjalankan tugasnya dan/atau kedua belah pihak tidak mencapai persetujuan terhadap hasil mediasi, kedua belah pihak tidak mencapai persetujuan terhadap hasil mediasi, kedua belah pihak sepaka
pihak sepakat untuk menut untuk menunjuk Pengadilan njuk Pengadilan Negeri Negeri Jakarta Jakarta PusatsebagaiPusatsebagai tempat penyelesaian perselisihan.
tempat penyelesaian perselisihan.
Pihak
Pihak Pertama, Pertama, Pihak Pihak Kedua,Kedua,
(Pratama Putra Hasibuan, SE, MSAP) (Ani Beatrix Siregar, SE, MM) (Pratama Putra Hasibuan, SE, MSAP) (Ani Beatrix Siregar, SE, MM)
Saksi-Saksi:
Saksi-Saksi:
1.
1.
2.
2.
Catatan:
Catatan: Bahwa Bahwa segala segala sesuatu sesuatu dalam dalam contoh contoh surat surat perjanjian perjanjian pra-pra- nikahatau per
nikahatau perjanjian prapjanjian praperkawinan ini harerkawinan ini harus disesuaikan us disesuaikan dengan data-dengan data- data anda
data anda para calon para calon pasangan suami istri, pasangan suami istri, dan diisi dan diisi dengan selengkap-dengan selengkap- lengkapnya
lengkapnya sesuai sesuai kondisi kondisi dan rdan realitas ealitas apa apa yang ayang akan diperkan diperjanjikan.janjikan.
Bahwa
Bahwa data-data data-data para para pihak pihak yang yang kami kami cantumkan cantumkan diatasdiatas hanyasebagai
hanyasebagai contoh contoh belaka. belaka. Jangan Jangan lupa lupa untuk untuk membaca membaca artikel artikel kamikami tentang
tentang contoh contoh surat surat perjanjian perjanjian perkawinan perkawinan dan dan juga juga contoh contoh suratsurat permohonan cerai talak dari suami (silahkan langsung diklik).
permohonan cerai talak dari suami (silahkan langsung diklik).