• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen aktif BILANGAN

N/A
N/A
Whisnu Whatever

Academic year: 2023

Membagikan " Dokumen aktif BILANGAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BILANGAN

A.

Pengertian Bilangan

Bilangan adalah konsep matematika yang digunakan dalam pencacahan dan pengukuran. Bilangan adalah lambang yang menyatakan suatu ukuran kuantitas (Priatna &

Yuliadri, 2018). Bilangan dapat dinyatakan suatu nilai yang bisa diartikan sebagai jumlah atau banyaknya atau urutan sesuatu atau bagian dari suatu keseluruhan.

B.

Operasi Hitung Bilangan

Menurut Sudihartinih(2014), operasi hitung pada bilangan terdiri dari empat operasi, yaitu:

1. Penjumlahan

Penjumlahan adalah menggabungkan atau menjumlahkan dua atau lebih bilangan sehingga menjadi bilangan baru.

2. Pengurangan

Pengurangan adalah mengambil sejumlah bilangan dari bilangan tertentu.

3. Perkalian

Perkalian adalah penjumlahan yang berulang. Perkalian dapat didefinisikan menjumlahkan bilangan yang sama sebanyak bilangan pengali.

4. Pembagian

Pembagian adalah pengurangan yang berulang. Pembagian dapat didefinisikan membagi suatu bilangan dalam beberapa kelompok dengan jumlah yang sama.

C.

Operasi Hitung Perkalian

Perkalian adalah penjumlahan yang berulang. Perkalian dapat didefinisikan menjumlahkan bilangan yang sama sebanyak bilangan pengali.

Media “Perkalian dengan Stik Es Krim”

1. Bahan, Alat, dan Cara Pembuatan

Media Perkalian Stik Es Krim

(2)

Gambar 2. Media Perkalian Stik Es Krim Bahan yang disiapkan adalah:

a. Stik ice cream (15 buah)

b. Pewarna (boleh memakai cat kayu berwarna hijau dan merah) c. Air

d. Wadah Cara membuat :

a. Siapkan wadah, cat dan air terlebih dahulu.

b. Campur air dengan cat dan aduk rata.

c. Celupkan stik, yang warna hijau 10 batang dan yang warna merah 5 batang, usahakan warna rata di seluruh permukaan stik.

d. Setelah warna merata, tata stik ice cream dengan posisi vertikal atau disandarkan agar bagian depan dan belakang cepat kering.

e. Jemur dibawah sinar matahari.

f.

2. Pengaaplikasian Media “Perkalian dengan Stik Es Krim” di Kelas a. Kegiatan awal

1) Guru memberikan salam dan mengajak berdoa menurut agama dan keyakinan masing- masing.

2) Guru melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa.

3) Guru menyiapakan fisik dan psikis siswa dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

4) Guru meninjau kembali sejauh mana materi yang sudah dipelajari oleh siswa dengan cara mengajukan pertanyaan.

5) Guru memberilan motivasi belajar kepada siswa.

b. Kegiatan Inti

1) Guru bertanya kepada siswa, pada hari itu membawa media stick ice cream yang sudah ditugaskan.

2) Guru memberikan aturan dengan stick yang berwarna b) Stick yang berwarna coklat itu artinya satuan c) Stick yang berwarna kuning itu artinya puluhan d) Stick yang berwarna merah itu artinya ratusan

3) Guru menerangkan soal tentang perkalian satuan dengan satuan contoh 3x2

Cara penyelesaian soal tersebut :

(3)

a) Siapkan 3 stick ice cream yang berwarna coklat, lalu jejerkan stick secara vertikal b) Siapkan juga 2 stick ice crem dengan warna yang sama lalu posisikan secara

horizontal diatas 3 stick yang vertikal

c) Yang menjadi hasil yaitu perpotongan antara 2 stick ice crem yang vertikal dan horizontal

d) Hasil dari perkalian 3 x 2 memakai stick ice cream yaitu 6

4) Guru menerangkan soal tentang perkalian puluhan dengan satuan contoh soal : 12 x 3 Cara penyelesaian :

a) Siapkan stick ice cream yang berwarna kuning sebanyak 1 simpan secara vertical b) Karena angkanya 12, lalu siapkan stick ice cream yang berwarna coklat

sebanyak 2 simpan secara vertikal juga.

c) Siapkan 3 stick ice cream yang berwarna coklat simpan secara horizontal diatas yang vertikal.

d) Setiap stick warna kuning berhimpit dengan warna coklat itu artinya 10 karna ada 3 stick yang berhimpit jadi 30. Di tambah 6 perpotongan antara stick warna coklat jadi hasilnya 36

5) Guru menerangkan soal tentang perkalian puluhandengan puluhan contoh soal : 23 x 25 Cara penyelesaian :

a) Siapkan 2 stick ice crem yang berwarna kuning dan 3 stick berwarna coklat , lalu jejerkan stick secara vertikal

b) Siapkan juga 2 stick ice crem berwarna kuning dan 5 stik berwarna coklat, posisikan secara horizontal diatas stick yang vertikal

c) Yang menjadi hasil yaitu perpotongan antara 2 stick ice crem yang vertikal dan horizontal

d) Hasil dari perkalian 3 x 2 memakai stick icrem yaitu 575.

6) Guru menerangkan soal tentang perkalian puluhan dengan ratusancontoh soal : 21 x 112

Cara penyelesaian :

a) Siapkan 2 stick ice cream yang berwarna kuning dan stik berwarna coklat, lalu jejerkan stick secara vertikal

b) Siapkan juga 1 stick ice cream berwarna merah, 1 stik berwarna kuning dan 2 stik berwarna coklat, posisikan secara horizontal diatas stick yang vertikal

c) Yang menjadi hasil yaitu perpotongan antara 2 stick ice cream yang vertikal dan horizontal

d) Hasil dari perkalian 21 x 112 memakai stick ice cream yaitu 2.352.

7) Guru menerangkan soal tentang perkalian ratusan dengan ratusan contoh soal : 121 x 211

(4)

Cara penyelesaian :

a) Siapkan 1 stick ice cream yang berwarna merah, 2 stik berwarna kuning dan 1 stick berwarna coklat , lalu jejerkan stick secara vertikal

b) Siapkan juga 2 stick ice cream berwarna merah, 1 stik berwarna kuning dan 1 stik berwarna coklat, posisikan secara horizontal diatas stick yang vertikal

c) Yang menjadi hasil yaitu perpotongan antara 2 stick ice cream yang vertikal dan horizontal

d) Hasil dari perkalian 121 x 221 adalah 25.531

c. Kegiatan Penutup

1) Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan inti dari proses pembelajaran yang telah berlangsung, merupakan tahapan untuk meyamalan konsep yang diperoleh semua siswa.

2) Guru memberikan motivasi dan ucapan penghargaan terhadap kinerja siswa.

3) Guru dapat memberikan pengayaaan.

4) Guru dan siswa saling mengucapkan salam penutup.

Media “Perkalian dengan Tutup Botol”

1. Alat, Bahan dan Cara Pembuatan

Adapun alat yang digunakan media perkalian dengan tutup botol adalah sebagai berikut:

a. Gunting

b. Double Tip c. Spidol

d. Penggaris e. Pensil f. Selotip

Adapun bahan yang digunakan pada media perkalian dengan tutup botol adalah sebagai berikut:

a. Kardus b. Koran

c. Kertas origami d. Tali pita

e. Sedotan f. Botol aqua

(5)

g. Kain Perca h. Tutup botol

Cara pembuatan:

a. Persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

b. Ambil kardus dan gunakan penggaris untuk mengukur tinggi kardus c. Setelah itu, ukur setinggi ±32 cm, lalu Gunting dan rapihkan sesuai pola d. Lalu rekatkan kardus mengikuti pola menggunakan selotip

e. Jika sudah, maka lapisi kardus menggunakan koran. Rapihkan mengikuti bentuk kardus yang sudah dibuat. Gunakan selotip dan double tip untuk merekatkan koran pada kardus f. Gunakan kertas origami untuk menghias kardus sekreatif mungkin.

Botol Aqua

a. Belah Botol Aqua menjadi 2 bagian menggunakan gunting b. Setelah itu, gunakan kain perca untuk menghias botol

c. Kita bisa menggunakan pita dan kain perca untuk menghias botol d. Terakhir, kreasikan sekreatif mungkin.

Tutup Botol

a. Siapkan tutup botol sebanyak-banyaknya b. Kita bisa menggunakan pita sebagai hiasan

(6)

2. Pengaaplikasian Media “Perkalian dengan Tutup Botol” di Kelas a. Kegiatan awal

1) Guru memberikan salam dan mengajak berdoa menurut agama dan keyakinan masing- masing.

2) Guru melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa.

3) Guru menyiapakan fisik dan psikis siswa dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

4) Guru meninjau kembali sejauh mana materi yang sudah dipelajari oleh siswa dengan cara mengajukan pertanyaan.

5) Guru memberilan motivasi belajar kepada siswa.

b. Kegiatan Inti

1) Guru dan siswa meniapkan media Tutup Botol, botol aqua 2) Guru memberi contoh soal, 2x5 dan 3x3

3) Soal pertama, 2x5. Cara pengerjaannya siapkan 2 botol dan tutup botol 4) Masukan tutup botol ke dalam wadah sebanyak 5 buah ke setiap wadah

5) Lalu jumlahkan semua tutup botol yang ada pada setiap wadah. Dan hasilnya adalah 10 tutup botol. Jadi, 2x5=10

6) Pengerjaan contoh soal 3x3. Kita siapkan 3 botol dan tutup botol

7) Masukan tutup botol ke dalam wadah sebanyak 3 buah ke setiap wadah

8) Lalu jumlahkan semua tutup botol yang ada pada setiap wadah. Dan hasilnya 9 tutup botol. Jadi, 3x3=9.

c. Kegiatan Penutup

1) Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan inti dari proses pembelajaran yang telah berlangsung, merupakan tahapan untuk menyamakan konsep yang diperoleh semua siswa.

2) Guru memberikan motifasi dan ucapan penghargaan terhadap kinerja siswa.

3) Guru dapat memberikan pengayaan.

4) Guru dan siswa saling mengucapkan salam penutup.

Media “Perkalian dengan Tabel”

1. Perkalian Puluhan dengan Satuan Contoh:

12 x 3 = …..

a. Buatlah tabel seperti tabel di bawah ini, disesuaikan dengan bilangan yang akan dioperasikan berdasarkan nilai tempat bilangan tersebut.

(7)

X 10 2 3

b. Kemudian isi tabel yang kosong dengan mengoperasikan perkalian dua bilangan tersebut.

c. Jumlahkan bilangan pada tabel yang kalian isi.

d. Jadi, hasil 12 x 3 = (10 x 3) + (3 x 2) = 30 + 6 = 36

2. Perkalian Puluhan dengan Puluhan Contoh:

12 x 23 = …..

a. Buatlah tabel seperti tabel di bawah ini, disesuaikan dengan bilangan yang akan dioperasikan berdasarkan nilai tempat bilangan tersebut.

X 10 2

20 3

b. Kemudian isi tabel yang kosong dengan mengoperasikan perkalian dua bilangan tersebut.

c. Jumlahkan bilangan pada tabel yang kalian isi.

d. Jadi, hasil 12 x 23 = (20 x 10) + (3 x 10) + (20 x 2) + (3 x 2) = 200 + 30 + 40 +6 = 276

3. Perkalian Puluhan dengan Ratusan Contoh:

12 x 231 = …..

a. Buatlah tabel seperti tabel di bawah ini, disesuaikan dengan bilangan yang akan dioperasikan berdasarkan nilai tempat bilangan tersebut.

X 10 2

20 0

30 1

b. Kemudian isi tabel yang kosong dengan mengoperasikan perkalian dua bilangan tersebut.

(8)

c. Jumlahkan bilangan pada tabel yang kalian isi.

d. Jadi, hasil 12 x 231 = (200 x 10) + (200 x 2) + (30 x 10) + (30 x 2) + (1 x 10) + (1 x 2) = 2000 + 400 + 300 + 60 + 10 + 2 = 2772

4. Perkalian Ratusan dengan Ratusan Contoh:

121 x 231 = …..

a. Buatlah tabel seperti tabel di bawah ini, disesuaikan dengan bilangan yang akan dioperasikan berdasarkan nilai tempat bilangan tersebut.

X 10 0

2 0 1 20

0 30

1

b. Kemudian isi tabel yang kosong dengan mengoperasikan perkalian dua bilangan tersebut.

c. Jumlahkan bilangan pada tabel yang kalian isi.

d. Jadi, hasil 121 x 231 = (200 x 100) + (200 x 20) + (200 x 1)+ (30 x 100) + (30 x 20) + (30 x 1) +(1 x 100) + (1 x 20) + (1 x 1) = 20000 + 4000 + 200 + 3000 + 600 + 30 + 100 + 20 +1 = 27951

D.

Operasi Hitung Pembagian

Pembagian adalah pengurangan yang berulang. Pembagian dapat didefinisikan membagi suatu bilangan dalam beberapa kelompok dengan jumlah yang sama.

Media “Pembagian dengan Tutup Botol”

Media ini sama seperti pada media perkalian dengan tutup botol, bahan dan alat serta cara pembuatannya.

2. Pengaaplikasian Media “Perkalian dengan Tutup Botol” di Kelas a. Kegiatan awal

(9)

1) Guru memberikan salam dan mengajak berdoa menurut agama dan keyakinan masing- masing.

2) Guru melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa.

3) Guru menyiapakan fisik dan psikis siswa dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

4) Guru meninjau kembali sejauh mana materi yang sudah dipelajari oleh siswa dengan cara mengajukan pertanyaan.

5) Guru memberilan motivasi belajar kepada siswa.

b. Kegiatan Inti

1) Guru dan siswa menyiapkan media Tutup Botol, botol aqua 2) Guru memberi contoh soal, 12 : 3

3) Soal, 12 : 3. Cara pengerjaannya siapkan 3 botol dan 12 tutup botol

4) Masukan tutup botol ke dalam wadah secara rata sehingga tidak ada tutup botol yang tersisa.

5) Lalu hitung banyak tutup botol di setiap wadah. Itulah hasil atau jawaban operasi dua bilangan.

6) Jadi, 12 : 3 = 4.

c. Kegiatan Penutup

1) Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan inti dari proses pembelajaran yang telah berlangsung, merupakan tahapan untuk menyamakan konsep yang diperoleh semua siswa.

2) Guru memberikan motifasi dan ucapan penghargaan terhadap kinerja siswa.

3) Guru dapat memberikan pengayaan.

4) Guru dan siswa saling mengucapkan salam penutup.

Referensi

Dokumen terkait

Pengujian orientasi agregat benda uji dipotong secara horizontal menjadi 3 bagian dan vertikal menjadi 2 bagian dengan penanda batu aquarium dan kaca koordinat untuk mempermudah

Pengujian orientasi agregat benda uji dipotong secara horizontal menjadi 3 bagian dan vertikal menjadi 2 bagian dengan penanda batu aquarium dan kaca koordinat

3) pada sudut kiri depan peci dikenakan tanda topi warna kuning emas. Baju Seragam Khusus Upacara untuk anggota dewasa putra/kemeja: 1) dibuat dari bahan berwarna coklat muda.

Gambaran hepatosit mencit yang diinfeksi virus dengue-3 secara intra vena dengan perbesaran 400x, memperlihatkan sitoplasma berwarna coklat (positif antigen dengue) pada

Pada pusat film dengan warna coklat gelap (ditunjukkan pada daerah 3, daerah 4 dan daerah 5) terlihat sebagai puncak baru yanang secara tipikal seperti puncak D dan G yang secara

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Setelah ditambahkan 3 ml H2SO4 secara perlahan didapatkan hasil yang didapatkan dari uji molisch yaitu larutan yang berisi tepung pati berubah warna menjadi berwarna keunguan pada batas