• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan dan Ruang Lingkup Perikanan

N/A
N/A
Udaimatunur

Academic year: 2023

Membagikan "Perkembangan dan Ruang Lingkup Perikanan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Udaimatunur_L1A021042 Tugas PIP Merangkum Materi Topik 2-5

Perkembangan dan Ruang Lingkup Perikanan

Perikanan adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan (sumberdaya ikan). Ilmu Perikanan adalah suatu ilmu yang mempelajari kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan dan merupakan ilmu multidisiplin yang terdiri dari limnologi, oseanografi, biologi air tawar, biologi kelautan, biologi konservasi, ekologi perairan, dinamika populasi juga mempelajari penangkapan ikan, teknik pengelolaan perikanan, pengolahan produk perikanan, hingga manajemen bisnis.

Manajemen Sumberdaya Perairan fokus mempelajari bagaimana menjaga kelestarian sumber daya perairan, mengembangkan pengelolaan perairan dan perikanan, teknik kelautan, cara merakit alat tangkap, pemanfaatan sumber daya hayati perairan secara rasional, mempelajari bisnis perikanan dan kesejahteraan nelayan. Pemanfaatan sumberdaya perikanan mengkaji potensi sumber daya perikanan dan berbagai masalah yang ada di dalamnya, pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan, belajar mencari dan menemukan sumberdaya perikanan untuk kemudian dilestarikan agar tetap terjaga. Teknologi hasil perikanan membahas berbagai macam teknologi untuk mengelola hasil perikanan, cara mengolah makanan dari berbagai jenis komoditas perikanan, dan bagaimana cara mengekstraksi hasil perikanan jadi semacam antibakteri, antioksidan, antikanker, dan sebagainya.

Tujuan perikanan tidak hanya untuk kepentingan penyediaan pangan bagi manusia tetapi juga olahraga, rekreasi, membuat perhiasan atau mengambil minyak ikan. Kegiatan perikanan dimulai dari praproduksi, produksi, pengolahan, sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Usaha perikanan adalah semua usaha perorangan atau badan hukum untuk menangkap atau membudidayakan ikan, termasuk kegiatan menyimpan, mendinginkan, pengeringan, atau mengawetkan ikan dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

Penangkapan ikan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh ikan diperairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal penangkapan ikan untuk memuat, mengangkut, dan menyimpan. Alat yang boleh dipergunakan untuk menangkap ikan di laut, adalah jaring bermata besar agar dapat melindungi kelestarian ikan-ikan kecil serta dengan pancing. Sebaliknya, alat yang tidak boleh dipergunakan adalah jaring bermata kecil karena ikan besar maupun kecil dapat tertangkap, selain itu tidak diperbolehkan menggunakan racun (potasium) dan bahan peledak.

Daerah penangkapan ikan nelayan tradisional disepanjang pantai tidak jauh ketengah laut, berbeda dengan cara modern, yaitu menggunakan perahu ber-motor (kapal besar) dilengkapi alat pendingin ikan sehingga daerah penangkapannya pun dapat mencapai laut yang jauh dari pantai.

Pembudidayaan diair tawar meliputi perikanan di sawah, kolam, kolam air deras, danau, sungai, kerambah. Ada pun pembudidayaan diair payau meliputi tambak atau empang, dan rawa pasang-surut.

(2)

Ruang Lingkup Perikanan Tangkap

Perikanan tidak hanya menangkap ikan akan tetapi ruang lingkup perikanan itu sangat luas dan menjanjikan. Perikanan tangkap juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena pada kegiatan ini ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, salah satunya adalah menjaga kelestarian alam agar bisa memanfaatkan potensi perikanan secara berkelanjutan.

Perikanan budidaya ialah kegiatan yang dilakukan untuk memperbanyak dan membesarkan biota perikanan dengan proses-proses tertentu, hal ini sangat berpotensi besar bila dikembangkan secara maksimal dan terorganisir dengan baik. Kegiatan ini bertujuan mendapatkan profit atau keuntungan. Pengolahan hasil perikanan dilakukan untuk memanfaatkan hasil perikanan menjadi produk baru yang bernilai jual tinggi.

Perikanan tangkap adalah perikanan yang basis usahanya berupa penangkapan ikan di laut maupun di perairan umum. Kegiatan menangkap atau mengumpulkan ikan, kerang, dan lainnya yang hidup bebas bukan milik perseorangan dan atau badan hukum sebelum ikan tersebut ditangkap. Penangkapan ikan yang dilakukan hanya untuk konsumsi keluarga dan dalam rangka penelitian dan pelatihan, tidak termasuk dalam penangkapan ikan sebagai kegiatan ekonomi.

Perusahaan perikanan adalah perusahaan yang melakukan usaha perikanan dan dilakukan oleh perorangan (rumah tangga) atau badan hukum. Sedangkan yang dimaksud dengan Perusahaan Perikanan (PP) Tangkap adalah unit ekonomi berbadan hukum yang melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual. Rumah Tangga Perikanan (RTP) Tangkap adalah unit ekonomi rumah tangga yang melakukan usaha penangkapan ikan dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual. Rumah Tangga Buruh Perikanan (RTBP) Tangkap adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah tangganya bekerja pada perusahaan atau rumah tangga perikanan tangkap.

Kapal perikanan adalah kapal, perahu, atau alat apung lain yang dipergunakan untuk mendukung kegiatan perikanan. Kapal penangkap ikan adalah kapal perikanan yang secara khusus digunakan untuk menangkap ikan. Kapal pengangkut ikan adalah kapal perikanan yang secara khusus digunakan untuk mengangkut ikan termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan. Alat penangkapan ikan adalah sarana, perlengkapan, atau benda lain yang digunakan untuk menangkap ikan. Alat bantu adalah sarana, perlengkapan, atau benda lain yang digunakan untuk membantu dalam rangka efisiensi dan efektifitas kegiatan perikanan. Alat bantu tersebut tidak dihitung sebagai unit penangkapan ikan. Unit penangkapan ikan adalah kesatuan teknis dalam suatu operasi penangkapan ikan, yang terdiri dari satu atau tanpa kapal penangkap ikan, nelayan, satu jenis alat penangkap ikan yang dapat dilengkapi dengan alat bantu penangkapan ikan. Jumlah unit penangkapan ikan dihitung berdasarkan jenis alat penangkap ikan yang digunakan.

(3)

Sumberdaya Ikan

Menurut UU RI Nomor31 Tahun 2004, sumberdaya ikan adalah potensi semua jenis ikan. Menurut FAO (2002) sumberdaya ikan adalah organism laut yang terdiri dari ikan (finfish), binatang berkulit keras (krustasea) seperti udang dan kepiting, moluska seperti cumi dan gurita, binatang air lainnya seperti penyu dan paus, rumput laut serta lamun laut. Menurut Insidewinme (2008) sumberdaya ikan adalah salah satu sumberdaya kelautan dan perikanan yang tergolong dalam sumberdaya yang dapat diperbaharui (renewable resources), artinya jika sumberdaya ini dimanfaatkan sebagian, sisa ikan yang tertinggal mempunyai kemampuan untuk memperbaharui dirinya dengan berkembang biak. Menurut Depperik (2003) sumberdaya ikan adalah semua jenis ikan termasuk biota perairan lain (pisces, crustacea, mollusca, colenterata, amphibia, reptilian, mamalia).

Ikan termasuk dalam anggota vertebrata atau hewan yang memiliki strukrur tulang belakang. Dalam klasifikasi vertebrata, ikan juga digolongkan dalam jenis hewan berdarah dingin atau poikilotermik. Hewan berdarah dingin merupakan hewan yang suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia berada.

Ikan Tanpa Rahang(Agnatha) memiliki mulut berbentuk lingkaran, gigi dari zat tanduk, dan mempunyai lidah. Kulit agnatha tidak bersisik, rangkanya terbentuk dari tulang rawan dan jantungnya beruang dua. Sebagian besar agnatha hidup di dasar perairan laut atau air tawar. Tubuh agnatha berbentuk silindris memanjang dan berukuran sekitar 76–90 cm.

Agnatha atau Cyclostomata adalah salah satu superkelas dari Craniata (hewan bertengkorak).

Salah satu jenis agnatha adalah semua jenis lamprey (Petromyzodonti) dan remang (Myxini).

Ikan Bertulang Rawan(Chondrichthyes) adalah ikan berahang, mempunyai sirip berpasangan, lubang hidung berpasangan, sisik, jantung beruang dua, dan rangka yang terdiri atas tulang rawan. Kulit tubuhnya tertutup oleh sisik plakoid yang kasar berisi dentin (mesodermal) dan dilapisi dengan email (ektodermal). Chondrichthyes memiliki mulut yang terletak dibagian bawah dengan lidah dan rahang. Ikan Bertulang Keras(Osteichthyes) memiliki sebagian tulang keras, mulut dan lubang hidungnya ventral, celah-celah pharyngeal tertutup (tidak terlihat dari luar) dan jantungnya hanya memiliki satu ventrikel. Ikan ini hidup dilaut, air tawar, dan rawa-rawa.

Crustacea adalah kelompok bagi banyak jenis hewan. Beberapa hewan yang masuk dalam kelas ini adalah shrimp(Cambarus sp.), lobster(Panulirussp.), kepiting(Pagurussp.), rajungan(Cancer sp.), ketam(Uca sp.), barnakel(Mitelasp. dan Balanus sp.), Sow-bug, dan pinjalair (Cyclops sp. dan Daphaniasp.). Moluska merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. Kedalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang. Rumput laut merupakan tumbuhan yang digolongkan kedalam kelompok algae.

Ganggang atau rumput laut digolongkan sebagai tanaman tingkat rendah sebab tidak memiliki struktur lengkap layaknya tumbuhan daratan. Secara morfologis tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun secara jelas. Seluruh tubuh rumput lau tdisebut thallus yang terdiri atas holdfast, stipe, dan blade. Holdfast mirip dengan akar pada tumbuhan tingkat tinggi, tetapi struktur dan fungsinya berbeda. Reptilia adalah kelompok hewan "berdarah dingin" dan atau bersisik. Mereka dalam filum yang sama dengan manusia, anjing, kucing, ikan, dan banyak hewan lainnya. Mereka juga ditemukan dilaut, dan disebut sebagai reptile laut. Mamalia laut adalah mamalia yang bergantung pada samudra untuk bertahan hidup. Tingkat kebergantungan pada lingkungan laut berbeda pada masing-masing spesies.

(4)

Sifat Fisik Sumberdaya Perairan

Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan dibumi. Oleh karena itu, pengolahan sumberdaya air sebaiknya dilakukan secara terpadu baik dalam pemanfaatan maupun dalam pengelolaan kualitas. Parameter fisika yang diukur mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Penurunan kualitas air dapat diindikasikan dengan adanya peningkatan kadar parameter fisika terukur. Karakteristik fisika air meliputi kekeruhan, suhu, warna, zat padat terlarut, bau dan rasa.

Air sangat penting bagi makhluk hidup terutama ikan yang berhabitat didalam air.

Ikan membutuhkan habitat yang sesuai agar dapat hidup sehat dan tumbuh secara optimal.

Faktor fisika yang dapat mempengaruhi kualitas air terutama adalah cahaya, suhu, densitas air (beratjenisair = BJ), kekeruhan, kecerahan, dan wama air, salinitas dan daya hantar listrik(DHL). Parameter fisika dalam kualitas air merupakan parameter yang bersifat fisik, dalam arti dapat dideteksi oleh panca indera manusia yaitu melalui visual, penciuman, perabadan perasa, perubahan warna dan peningkatan kekeruhan air dapat diketahui secara visual. Hasil indekasi dari panca indera ini hanya dapat dijadikan indikasi awal karena bersifat subyektif, bila diperlukan untuk menentukan kondisi tertentu, misalnya kualitas air tersebut telah menurun atau tidak, harus dilakukan analisis pemeriksaan air dilaboratorium dengan metode analisis yang telah ditentukan.

Perkembangan dan ruang lingkup perikanan

Ruang lingkup perikanan tangkap

(5)

Sumberdaya ikan

Sifat fisik sumberdaya perairan

Referensi

Dokumen terkait

Trawl adalah alat penangkap ikan dengan cara di tarik oleh satu bahkan dua kapal. Berdasarkan letak jaring dalam air selama melakukan operasi penangkapan ikan, trawl dapat dibedakan

(5) Bentuk dan format hasil pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan, alat penangkapan ikan, dan alat bantu penangkapan ikan sebagaimana dimaksud pada ayat

Industri manufaktur armada kapal angkutan Industri manufaktur kapal penangkap ikan Industri manufaktur peralatan penangkapan ikan.

Peningkatan dan penurunan jumlah unit kapal penangkapan ikan tersebut pada dasarnya sejalan dengan program motorisasi dan pengadaan kapal penangkap ikan yang

Ukuran kapal penangkaan ikan, Alat Penangkapan Ikan (API) dan Alat Bantu Penangkap Ikan (ABPI) yang digunakan dalam kegiatan penangkapan ikan sesuai dengan

(5) Bentuk dan format hasil pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan, alat penangkapan ikan, dan alat bantu penangkapan ikan sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) SLO untuk kapal penangkap ikan, pengangkut ikan, kapal pendukung operasi penangkapan ikan dan/atau pembudidayaan ikan diterbitkan oleh Pengawas Perikanan di

Salah satu unit penangkapan ikan di PPS Kendari yang dapat memenuhi kebutuhan produksi perikanan tangkap yaitu menggunakan alat penangkap purse seine atau pukat cincin.. Nelayan di PPS