PERPUTARAN MODAL KERJA DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN SEBAGAI FAKTOR DETERMINAN PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN
OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2019
Modesta Astriani Sari1 ,Harry Yulianto2 ,Syarief Dienan Yahya3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
This research aims to know the relationship between working capital and inventory turnover on profitability in automotive companies and how much influence the turnover of working capital and inventory turnover has on the company's profitability. The purpose of this study was to determine the effect of the relationship between working capital turnover and inventory on company profitability (ROI).
The sampling technique used was purposive sampling technique. The data analysis used was multiple linear regression. This research was tested with the classical assumption test, multiple regression analysis and hypothesis testing. The type of data used in this research was secondary data by using financial reports on the Indonesia Stock Exchange from 6 samples of automotive companies in 2017- 2019. From the results of this research, it can be concluded that working capital management with working capital turnover indicators has a negative effect on profitability while inventory turnover has a positive effect on the profitability of automotive companies for the 2017-2019 period.
Keywords: Working Capital Turnover, Inventory Turnover, and Profitability (ROI).
PENDAHULUAN
Pada umumnya tujuan dari setiap perusahaan baik itu perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur memiliki tujuan yang sama yaitu untuk meperoleh laba dan menjaga kesinambungan perusahaan dimasa yang akan datang. Seiring dengan era-globalisasi yang membuat dunia bisnis berkembang dengan dinamisnya, maka persaingan perusahaan, khususnya perusahaan yang sejenis akan semakin ketat. Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan menghasilkan laba yang besar, maka pihak manajemen harus menangani dan mengelolah sumber dayanya dengan baik. Keuntungan atau laba adalah selisi antara jumlah yang diterima dari pelanggan atas barang dan jasa yang dihasilkan dan biaya yang dikeluarkan untuk input yang digunakan guna menghasilkan barang atau jasa.
Dalam mencapai laba yang diharapkan
perusahaan perlu melakukan
penjualan.Penjualan barang atau jasa adalah merupakan sumber pendapatan perusahaan.Agar penjualan bisa dilaksanakan
maka perusahaan harus melakukan modal kerja untuk kegiatan operasionalnya. Misalnya untuk membayar gaji, pembelian bahan baku, dan melunasi pinjaman-pinjaman jangka pendeknya. Modal kerja yang dikeluarkan diharapkan akan kembali keperusahaan dalam jangka pendek melalui hasil penjualan produksinya dengan jumlahnya yang lebih besar. Modal kerja adalah harta yang dimiliki perusahaan yang dipergunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai opersional perusahaan tanpa mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memproleh laba yang optimal.
Menurut Yuningsih (2018) “Modal kerja atau working capital adalah investasi perusahaan jangka pendek yang terdapat pada aktiva lancar.Investasi jangka pendek diharapkan dalam waktu singkat atau kurang lebih satu tahun bisa dikonvetasi menjadi kas”.Modal kerja diartikan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau jangka pendek seperti kas, piutang, persediaan, dan aktiva lancar lainnya.Kas, piutang persediaan, memiliki pengaruh yang tinggi terhadap profitabilitas sehingga perlu
penanganan yang efektif dan efesien, agar dapat memberikan dampak positif terhadap profitabilitas.
Menurut Desliana (2018), perputaran persediaan merupakan aktivitas perusahaan yang jeles diperlukan di perhitungkan, karena dapat mengetahui efisiensi biaya, juga berguna untuk memperoleh laba yang besar.Inventory turnover menunjukan kemampuan dana yang tertanam dalam investasi berputar dalam suatu periode tertentu, atau likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya overstock.
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan. Kasmir (2016), menyatakan bahwa rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam mencari keuntungan.Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.Hal ini di tunjukan oleh laba yang dihasikan dari penjualan dan pendapatan investasi. Bagi perusahaan go public, tingkat profitabilitas sangat perlu di perhatikan karena profitabilitas mencerminkan kondisi perusahaan. Jika perusahaan mempunyai tingkat profitabilitas yang tinggi, maka semakin besar pula laba yang tersedia bagi pemegang saham, sehingga para investor akan akan tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.
Rasio profitabilitas dalam penelitian ini menggunakan rasio Return On Asset (ROA).
Semakin besar ROA, bararti semakin efesien penggunaan aktiva perusahaan atau dengan kata lain dengan jumlah aktiva yang sama bisa dihasilkan laba yang lebih besar, dan sebaliknya. Ada beberapa alat ukur yang dapat digunakan dalam mengukur tingkat profitabilitas, yaitu: Net Profit Margin (NPM), Return On Investment (ROI), Return On Asset (ROA), Dan Return On Equity (ROE). Harahap (2018), menyatakan bahwa ROA (Return On Asset) adalah menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan, semakin besar rasio ini semakin baik. Hal ini berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba. Sedangkan menurut Fahmi (2015) adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk menilai sejauh mana modal investasi yang ditanam mampu menghasilkan laba yang sesuai dengan harapan investasi.
Penelitian menggunakan data dari perusahaan otomotif di Bursa Efek Indonesia sebagai obyek penelitian karena perusahaan otomotif di Indonesia saat ini sedang
berkembang pesat, sehingga banyak para investor yang ingin melakukan investasi.
Dengan melakukan penelitian mengenai pengaruh perputaran modal kerja dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas pada perusahaan otomotif, maka akan ketahui apakah penggunaan modal kerja sudah tepat atau justru akan menjadi beban bunga, memperbesar kemungkinan kerugian.
Efektifitas penggunaan modal kerja dan persediaan akan dapat menghindar perusahaan dari masalah dalam memenuhi kewajiban.Selain tingkat perputaran modal kerja, efisiensi modal kerja dapat dinilai melalui Perputaran Persediaan (inventory).
Perputaran persediaan adalah bahan atau barang-barang yang pada saat akan dijual kembali oleh perusahaan, tanpa atau setelah mengalami pengelolaan. Persediaan adalah bagian yang penting dari hampir seluruh operasi bisnis, seperti halnya piutang, tingkat persediaan akan sangat bergantung pada penjualan. Menyimpan persediaan membutuhkan biaya yang mahal, namun persediaan yang kurang dapat menimbulkan biaya yang tidak sedikit dan menyebabkan kehilangan penjualan.Jadi, perusahaan perlu mengendalikan persediaan pada tingkat tertentu sebagai salah satu bagian dari pembatasan biaya perusahaan secara keseluruhan. Sedangkan periode persediaan merupakan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengkonversi bahan baku menjadi barang jadi dan kemudian menjual barang tersebut. Alasan melakukan penelitian di perusahaan otomotif adalah untuk mengetahui perusahaan tersebut telah beroperasi dengan baik, sehingga dapat menghasilkan laba yang tinggi pula.Tingginya laba tersebut dapat meyakinkan investor bahwa perusahaan tersebut dapat melakukan pelunasan kewajibannya dengan baik.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penelitian mengambil judul “ Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Persediaan Sebagai Fektor Determinan Profitabilitas Pada Perusahaan Otomotif Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2019”.
Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu: 1) Apakah perputaran modal kerja berpengaruh terhadap profitabilitaspada perusahaan Otomotif Di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019?, 2) Apakah perputaran persediaan berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan otomotif di bursa efek
indonesa periode 2017-2019?, 3) Apakah perputaran modal kerja dan perputaran persediaan secara simultan berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan Otomotif di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019?
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:1) Untuk menganalisis pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilita perusahaan Otomotif di Bursa Efek Indonesia, 2) Untuk menganalisis pengaruh perputaran persediaan terhadap profitabilitas pada perusahaan Otomotif di Bursa Efek Indonesia, 3) Untuk menganalisis pengaruh simultan perputaran modal kerja dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas pada perusahaan Otomotif di Bursa Efek Indonesia.
TINJAUAN LITERATUR
Pada setiap akhir usaha, setiap perusahaan atau lembaga menyusun laporan keuangan yang selanjutnya dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.Pencatatan aktivitas keuangan adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh mereka yang mempunyai usaha. Bukan hanya perusahaan besar saja, usaha besekala kecil juga harus mempunyai catatan keuangan karena ini sangat penting terhadap masa depan usahanya. Bayangkan saja jika sebuah usaha tidak mempunyai informasi atau catatan tentang arus kas, pengeluaran, hutang dan lain-lain. Sudah pasti akan terjadi ketidakpastian terhadap pemasukan dan pengeluaran.
Hary (2018) Menyatakan laporan keuangan adalah hasi dari proses akuntasi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentiangan. Sadeli (2015), Laporan keuangan adalah laporan tertulis yang memberikan informasi tentang posisi keuangan dan perubahannya, serta hasil yang dicapai perusahaan.Maksud dan tujuan laporan keuangan menunjukan kondisi keuangan perusahaan.
Setiap perusahaan baik perusahaan yang bergerak dalam bidang industry maupun jasa, selalu membutuhkan modal kerja untuk membiayai kegiatan operasionalnya.Modal kerja harus selalu dalam keadaan berputar selama persediaan melakukan kegiatan usaha.Modal kerja atau working capital adalah investasi perusahaan jangka pendek yang
terdapat pada aktiva lancar.Investasi jangka pendek ini diharapkan dalam waktu singkat atau kurang lebih satu tahun bisa dikonvermasi menjadi kas (Yuningsih, 2018). Pengertian modal kerja menurut (Sujarweni, 2017) adalah bagian dari modal kerja bruto (gross working capital) yang terdiri dari aktiva lancar (current assets) dan modal kerja bersih (net working capital) merupakan modal yang bersar dari aktiva lancar (current assets) setelah kurangi hutang lancar (current liabilities). Menurut Yuniarta (2019) Modal kerja (working capital asset) adalah modal yang menitiberatkan pada jumlah dana yang di perlukan untuk mencukupi kebutuhan dalam menjalankan operasi perusahaan yang bersifat rutin dan untuk jangka pendek. Apabila perusahaan kekurangan modal kerja, maka perusahaan tidak dapat menjalankan kegiatan opersasionalnya secara maksimal, sedangkan bila perusahaan kelebihan modal kerja dapat mengakibatkan banyak dana yang mengangur sehingga dapat memperkecil profitabilitas perusahaan.
Persedian barang baik dalam usaha dagang maupun dalam perusahan manufaktur merupakan jumlah yang akan mempengaruhi neraca maupun laporan laba rugi, oleh karena itu persediaan barang yang dimiliki selama satu periode harus dapat dipisahkan mana yang sudah dapat dibebankan sebagai biaya ( hanya pokok penjualan) yang akan dilaporkan dalam laporan laba rugi dan yang masih belum terjual yang akan menjadi persediaan dalam neraca.
Persediaan merupakan salah satu elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar.
Perputaran persediaan (inventory turn over) digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengelola persediaan, dalam arti beberapa kali persediaan yang ada akan diubah menjadi perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, maka semakin cepat persediaan diubah menjadi penjualan.Resiko yang terlalu tinggi beresiko terjadinya kekurangan persediaan yang mengakibatkan larinya pelanggan, sedangkan rasio yang terlalu rendah menyebabkan bahanyanya persediaan yang menganggur yang mengakibatkan aktiva menganggur terlalu banyak.
Sebelum mengambil keputusan seorang manajer keuangan harus mengetahui terlebih dahulu bagaiman kondiri keuangan perusahaan saat itu.Kondisi keuangan perusahaan yang
disajikan dalam bentuk lapran keuangan dapat dijadikan pertimbangan manajer keuangan dangan melakukan analisis terlebih dahulu terhadap laporan keuangan tersebut. Tingkat profitabilitas yang tinggi pada sebuah perusahaan akan meningkat daya saing antar perusahaan.
Hasil Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Desliana dan Irawan (2018) dengan mengambil judul: “Pengaruh perputaran modal kerja dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013”.Darihasil penelitian ini secara keseluruhan adalah Secara simultan perputaran modal kerja dan perputaran persediaan berpengaruh signifikasi terhadap profitabilitas pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2013. Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Desliana, Irawan (2018) dengan penelitian sekarang adalah: variabel sederhana menggunakan perputaran modal kerja dan perputaran persediaan. Teknik analisis menggunakan Regresi linear berganda. Perbedaan penelitian Desliana, Irawan (2018) dengan penelitian sekarang adalah variabel terikat yang digunakan Desliana, Irawan (2018) adalah Profitabilitas, sedangkan penelitian sekarang adalah return on assets (ROA) alasan penggunaan ROA dalam penelitian ini karena dengan mengetahui ROA akan diketahui apakah perusahaan efesien dalam memanfaatkan aktivanya dalam kegiatan operasional perusahaan. Sampel penelitian Desliana, irawan (2018) adalah perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Alasan penelitian menggunakan data dari perusahaan otomotif diindonesia saat ini sedang berkembang pesat sehingga banyak pera investor yang ingin melakukan investasi saham. Periode penelitian Desliana, Irawan (2018) tahun 2009 sampai 2013, sedangkan sekarang tahun 2017 sampai 2019
Rumusan Hipotesis:
H1: Diduga perputaran modal kerja berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
H2: Diduga perputaran persediaan berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
H3: Diduga secara simultan perputaran modal kerja dan perputaran persediaan berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Gambar 1. Model Penelitian
H1
Sumber: Desliana dan Irwan (2015)
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah desain kuantitatif ,dimana pengumpulan data menggunakan instrument penelitian,dan analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tentukan.
Penelitian ini dilaksanakan pada kantor Bursa Efek Indonesia Kota Makassar di jalan Dr. Sam Ratulangi No 124. 1) Jenis Data.
Jenis data yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka-angka atau bilangan (Yulianto 2016) seperti laporan keuangan yang terdiri dari laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi. Sumber Data.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (i). Sekunder, data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara, dengan cara melakukan melakukan dokumentasi secara tidak langsung dilokasi penelitian. Alasan peneliti menggunakan data sekunder adalah untuk memproleh data actual, dalam hal ini penulis mengambil data tersebut dari media pengentara yang dianggap seberapa besar pengaruh perputaran modal kerja dan perputaran persedian terhadap profitabilitas.Contoh data sekunder adalah data yang diperoleh intansi tempat dilakukannya
Profitabilitas (Y)
Perputaran Modal kerja
(X1)
Perputaran Persediaan
(X2)
penelitian.Sumber informasi lainnya di peroleh dari penelitian terdahulu, literatur dan jurnal yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti.
Teknik Pengumpulan Data: 1) Dokumen tasi data yang dikumpulkan berasal dari laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi yang berbentuk tulisan misalnya, catatan harian sejarah kehidupan. 2) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek, yang mempunyai kualitas dan karakterikstik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini populasi adalah laporan keuangan pada kantor BursaEfek Indonesia (BEI) yang berjumlah ada 14 perusahaan. 3) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi pada kantor Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penelitian ini menggunakan purposive samplingkarena Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Jumlah penelitian ini sama dengan jumlah populasi sebanyak sebanyak 14 perusahaan.
Pada penelitian ini variabel yang dipergunakan untuk menjawab hipotesis penelitian adalah perputaran modal kerja (X1) dan variable (X2) adalah perputaran persediaan. sedangkan sebagai variabel independen adalah (Y) yaitu profitabilitas
1) .Variabel Independen , Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimlus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas.Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terkait). 2) Variabel Dependen Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen.
Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terkait.Variabel terkait merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Asumsi Klasik digunakan untuk menentukan yaitu perputaran modal kerja, perputaran persediaan dan profitabilitas.
HASIL DAN PEMBAHASAN Instrumen penelitian yang digunakan adalah laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan tahun 2017-2019.Variabel independen dalam penelitian ini adalah perputaran modal kerja dan perputaran persediaan.Variabel dependennya adalah profitabilitas yang diukur menggunakan ROI.
Obyek dalam penelitian ini adalah perusahaan Otomotif sebanyak 14 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2019. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, kriterianya antara lain terdaftar di BEI dan menerbitkan laporan keuangan dan tahunan berturut-turut dari tahun 2017-2019. Teknik pengumpulan data adalah teknik pengumpulan data arsip di basis data melalui website www.idx.ac.id
Data dianalisis menggunakan program spss 20 dengan menggunakan data cross section, penelitian ini menggunakan metode persamaan regresi sederhana dengan memerlukan uji asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik yang harus dipenuhi antara lain uji normalitas, multikolinieritas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Model persamaan regresi linear berganda yang digunakan sebagai berikut: ROI = α + X1PM + X2PP + e
Keterangan:
ROI = Return on Invesment α = Konstanta
PM = Perputaran modal kerja PP = Perputaran persediaan
X1, dan X2 = Koefisien regresi berganda variabel PM,
e = Standar Erro
Tabel 1. Uji Regresi Linear Berganda Model Unstandar
dized Coefficien ts
Standar dized Coeffic ients
T Sig.
B Std.
Error Beta
1
(Constant) .078 .041 1.927 .073
PMK -
.050 .038 -.507 -1.317 .208 PP .006 .003 .823 2.138 .049
Sumber: Data Sekunder diolah (2020) Berdasarkan tabel 1 tersebut, variabel perputaran modal kerja memiliki nilai sig lebih besar dari 0.05 yaitu 0.208 dan perputaran persediaan memiliki nilai sig lebih kecil dari
0.05 yaitu 0.073, maka dapat disimpulkan bahwa perputaran modal kerja tidak berpengaruh dan perputaran persediaan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, sehingga H1 ditolak dan H2 diterima.
Tabel 2. Uji t Model Unstandardize
d Coefficients
Standar dized Coeffici ents
T Sig.
B Std.
Error Beta
1
(Constant) .078 .041 1.927 .073 PMK -.050 .038 -.507 -1.317 .208 PP .006 .003 .823 2.138 .049
Sumber: Data Sekunder diolah (2020) Berdasarkan tabel.2 diatas hasil uji t dikatakan berpengaruh jika niali Thitung lebih besar dari tabel >1.734.Sedangkan apabila nilai thitung kecil dari ttablel<1.734 maka dapat di katakana tidak dapat berpenaruh. Berdasarkan hasil uji t diatas maka dapat di simpulakan bahwa masing-masing variabel perputaran modal kerja (X1) dan perputaran persedian (X2) secara sendiri-sendiri berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan otomotif di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pengaruh variabel perputaran modal kerja (X1) terhadap profitabilitas (Y). Karena berdasarkan tabel 2 Uji T diatas, maka dapat dilihat bahwa thitung untuk variabel perputaran modal kerja (X1) sebesar -1.317 terhadap profitabilitas=1,734 maka berarti thitun - 1.317>ttabel1,734 maka H2 diterima dan H1
ditolak. Maka dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh negatif perputaran modal kerja (X1) terhadap profitabilitas (Y) (b).pengaruh variabel perputaran persediaan (X2) terhadap profitabilitas (Y). Karena berdasarkan tabel 2 Uji t diatas, maka dapat dilihat bahwa t hitung
untuk variabel perputaran persediaan (X2) sebesar 2.138 terhadap profitabilitas =1,734 maka berarti thitung 2.138 > t tabel 1.734 maka H1 ditolak dan H2 diterima. Maka dapat dinyatakan bahwa t ada pengaruh negatif perputaran modal kerja (X1) terhadap profitabilitas(Y).
Tabel 3. Uji F
Model Sum of
Squares
Df Mean Square
F Sig.
1
Regression .017 2 .009 2.555 .111b Residual .051 15 .003
Total .068 17
Sumber: Data Sekunder diolah (2020) Berdasarkan Tabel 3hasil Uji f (Uji simultan) dikatakan berpengaruh jika nilai fHitunglebih besar dari fTabel>1.734 sedangkan apabila apabial nilai fHitunglebih kecil dari FTabel
<1.734 maka uji F dikatakan tidak berpengaruh. Berdasarkan hasil uji F pada tabel 3 diatas maka dapat disimpulkan bahwa nilai FHitung 2.555>fTabel 1.734 maka H2
diterima dan H1 ditolak. Hal ini menujukan bahwa ada pengaruh negatif secara simultan variabel perputaran modal kerja (X1) dan perputaran persediaan (X2) terhadap profitabilitas(Y) pada Perusahan Otomotif Di Bursa Efek Indonesia (BEI).
PENUTUP
Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa, 1) perputaraan modal kerja berpengaruh signisifikan terhadap profitabilitas pada perusahan Otomotif Di Bursa Efek Indonesia, hal ini dibuktikan secara statistik t hitung > t tabel dan tingkat signifikansinya lebih kecil dari taraf signifikansi yang disyaratkan. berarti perputaran moda kerja oleh perusahaan tidak mempengaruhi profitabilitas karena tidak semua perusahaan dapat mengelola modal kerja dengan baik dan terstruktur dengan begitu modal kerja perusahaan semakin rendah, sehingga semakin rendah perputaran modal kerja itu akan semakin menurun profitabilitas perusahaan. 2) Perputaran persediaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, hal ini dibuktikan secara statistik t hitung > t tabel dan tingkat signifikansinya lebih kecil dari taraf signifikansi yang disyaratkan, berarti setiap perputaran persediaan yang dilakukan perusahaan dapat mempengaruhi profitabilitas karena semakin meningkat persediaan maka semakin meningkat juga profitabilitas perusahaan. 3) Perputaran modal kerja dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap
profitabilitas pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, hal ini dibuktikan secara statistik F hitung > F tabel dan tingkat signifikansinya lebih kecil dari taraf signifikansi yang disyaratkan.
Berdasarkan hasil analaisis yang dilakukan maka penulis memberikan beberapa saran yang dapat di kemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagi Perusahaan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukkan dan pertimbangan agar perusahaan dapat mengambil keputusan yang terkait dengan perputaran modal kerja dan perputaran persediaan dalam meningkatkan profitabilitas.
Saran dari penelitian ini, 1) bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar dapat melakukan penelitian lebih mendalam terkait topic penelitian dengan mengambil indikator yang rata-rata ada terdapat di laporan keuangan seperti kas, persediaan (yang setiap tahunnya ada), penjualan, hpp ataupun aset-aset lainnya dan juga sebaiknya menambah jumlah perusahaan atau menambah jumlah indikator pada penelitian selanjutnya agar dapat memperkuat hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Dodokerang. (2018). Analisis Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas.jounal EMBA. 6 (3). Di Akses Pada Tanggal 17 September 2020 melalui website https://journal.unsrat.ac.id
Deni, I. (2015). Pengaruh Tingkat Perputaran Kas, Perputaran Piutang Dan Perputaran Persediaan Terhadap Profitabilitas . Diakses pada tanggal 28 September 2020 melalui https://journal.umrah.ac.id
Desliana, I. (2018). Pengaruh Perputaran Modal Kerja Dan Perputaran Persediaan Terhadap Profitabilitas. Batam: Politeknik Negeri Batam. Diakses pada tanggal 09 Agustus 2020 melalui website https://journal.polibatam.ac.id
Fahmi. (2015). Pengantar Manajemen Keuangan.Bandung:ALVABETA
Ghozali. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.Semarang:Undip Husnan. (2016). Manajemen Keuangan Teori
Dan Penerapan. Cetakan kelima.
Yogyakarta: BPFE
Harmono. (2015). Manajemen Keuangan.
cetakan keempat. Jakarta: Bumi Aksara
Hery. (2017). Analisis Laporan Keuangan.
Cetakan kedua. Jakarta: PT.Grasindo IKAPI
Hery. (2018). Analisis laporan keuangan.
cetakan ketiga. Jakarta: PT Grasindo Kasmir. (2016). Pengatar Manajemen
Keuangan. edisi kedua. Cetakan kelima.
jakarta: kencana
Mulyawan, S. (2015). Manajemen Keuangan.
cetakan pertama. Bandung: Pustaka Setia Wairooy, M.I. (2015). Pengaruh Perputaran
Modal Kerja Dan Perputaran Persediaan Terhadap Profitabilitas. Diakses pada tanggal 28November 2020 melalui website https//journal.unismuh.ac.id
Rolos, M. S. (2018). Modal Kerja Pengaruhnya Terhadap Net Profit Margin.
Di akses pada tanggal 28 September 2020 melalui website https://skrpsi.unsrat.ac.id Rumianti. (2018). Analisis Pengaruh
Perputaran Modal Kerja, Struktur Modal Dan Skala Perusahaan Terhadap Profitabilitas. Diakses pada tanggal 6 januari 2021 melalui website https://doi.org/10.37476/akmen.v15i1/articl e/view/179
Sujarweni, V.W. (2017). Manajemen Keuangan Teori, Aplikasi Dan Hasil Penelitian .Pustaka Baru Press, Yogyakarta Yulianto, H. (2016). Statistik 1. Cetak pertama. Yogyakarta: Lembaga Ladang Kata