• Tidak ada hasil yang ditemukan

persepsi orang tua selama masa belajar di rumah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "persepsi orang tua selama masa belajar di rumah"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Ayat-ayat tentang tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan tidak dilihat langsung dari Al-Qur’an terjemahan DEPAG. Penelitian ini berjudul Persepsi Orang Tua Selama Masa Belajar di Rumah Terhadap Perkembangan Aspek Kognitif Anak di MI Nurul Huda Kota Bengkulu.

Rumusan Masalah

Oleh karena itu, disini peneliti ingin mengkaji lebih mendalam persepsi orang tua tentang aspek kognitif anak selama home schooling. Berdasarkan uraian di atas, penulis akan melakukan suatu penelitian yang akan mengungkap berbagai permasalahan yang muncul terkait persepsi orang tua terhadap anak.

Tujuan Penelitian

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada bulan Januari hingga April 2021, ternyata terdapat beberapa pengaruh terhadap perkembangan aspek kognitif anak selama masa belajar dari rumah, yang diantaranya adalah observasi atau persepsi orang tua terhadap perkembangan anaknya. berasal dari. , khususnya mengenai aspek kognitif.

Manfaat Penelitian

Dalam praktiknya, hasil penelitian ini akan berguna bagi orang tua untuk memantau perkembangan aspek kognitif pada anak. Selain itu hasil penelitian ini juga dapat menjadi sumber bagi orang tua untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengembangkan aspek kognitif anaknya.

PEMBAHASAN

Kajian Teori

  • Persepsi Orang Tua Terhadap Perkembangan Aspek Kognitif
  • Perkembangan Kognitif Anak

Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak (perhatian dan kasih sayang penuh dari orang tua) akan mendorong perkembangan kognitif anak. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif pada anak.

Kajian Pustaka

Penelitian yang dilakukan oleh Amrullah, mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar tahun 2017, menyelidiki persepsi orang tua terhadap dana BOS untuk pendidikan di SDN No. Sedangkan peneliti sendiri akan melakukan penelitian mengenai persepsi orang tua selama masa home study mengenai perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda Kota Bengkulu dengan menggunakan metode kualitatif. Sedangkan peneliti sendiri akan melakukan penelitian mengenai persepsi orang tua selama masa home study mengenai perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda Kota Bengkulu dengan menggunakan metode kualitatif.

Kemudian perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah sebagai berikut : Penelitian yang dilakukan oleh Indeng Kurniati pada tahun 2018 membahas tentang “Persepsi Orang Tua Terhadap Pentingnya Pendidikan PAUD di Kecamatan Siulak”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, adapun peneliti sendiri akan melakukan survei mengenai persepsi orang tua selama masa home study terhadap perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda di Bengkulu dengan menggunakan metode kualitatif. Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan PAUD di Desa Suak Putat Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Maka perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: Penelitian yang dilakukan oleh Wal Asri dengan judul “Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Suak Putat Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi”.

Penelitian yang dilakukan oleh Ridho Isnar Asaris pada tahun 2020 berjudul : “Persepsi Orang Tua Tentang Pentingnya Pendidikan Akhlak Bagi Anak Usia Sekolah Dasar Dalam Keluarga Di Desa Hargobinangun Kecamatan Ulu Talo Kabupaten Seluma.” Tujuan penelitian ini. Kemudian perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah : Penelitian yang dilakukan oleh Rokhana Nur Solikhah membahas tentang “Persepsi Orang Tua Terhadap.

Kerangka Berfikir

Suparyanto mengartikan orang tua sebagai dua individu yang dihubungkan oleh darah, perkawinan dan pengangkatan anak dalam satu rumah tangga, yang saling berinteraksi dalam peranan menciptakan dan memelihara kebudayaan.39 Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan orang tua adalah ayah adalah dan ibu bertugas memberikan kasih sayang, mengasuh, membimbing dan melindungi serta membimbing keturunannya. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan hasil pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. Lingkup pendidikan : Pendidikan dalam keluarga (informal). Peran orang tua dalam membesarkan anak tersirat dalam Q.S. At-Tahrim:6.

Kebiasaan menyapa orang tua saat memasuki rumah merupakan salah satu contoh langkah bijak dalam upaya menanamkan landasan keagamaan pada diri anak. Diharapkan setelah mengetahui persepsi orang tua akan pentingnya aspek kognitif anak sekolah dasar dalam keluarga, maka orang tua akan lebih mengetahui aspek tersebut. Untuk memudahkan kerangka berpikir, dapat disusun tabel yang menjelaskan bagaimana hubungan persepsi orang tua dengan perkembangan aspek kognitif anak pada masa home learning di MI Nurul Huda Bengkulu.

Persepsi orang tua terhadap perkembangan aspek kognitif anak selama masa home learning di Mi Nurul Huda Kota Bengkulu.

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Sumber Data
  • Fokus Penelitian
  • Tekhnik Pengumpulan Data
  • Uji Keabsahan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Sejarah dan Profil MI Nurul Huda Kota Bengkulu

Dengan memusatkan fokus pada intisari penelitian yang akan dilakukan agar penelitian ini mudah dipahami maka peneliti akan membatasi : Apa persepsi orang tua selama masa home learning terhadap perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda Kota Bengkulu yang sasaran utamanya adalah siswa kelas 5 B. Observasi dilakukan untuk memperoleh data mengenai perkembangan aspek kognitif anak dan persepsi orang tua terhadap perkembangan aspek kognitif anak selama masa pembelajaran dari rumah, untuk memperoleh data dasar melalui observasi langsung siswa MI Nurul Huda Kota Bengkulu untuk melaksanakan . Persepsi orang tua selama masa home learning terhadap perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda Kota Bengkulu.

Persepsi orang tua selama masa home learning terhadap perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda Kota Bengkulu. Persepsi orang tua selama masa belajar di rumah terhadap perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda Kota Perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda Kota Bengkulu. Persepsi orang tua selama masa belajar di rumah terhadap perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda Kota Bengkulu.

Orang tua harus dapat memantau pembelajaran siswa di rumah, karena siswa biasanya berada pada tingkat kelas yang lebih tinggi. Dalam pengumpulan data di MI Nurul Huda Kota Bengkulu untuk menulis skripsi yang berjudul “Persepsi Orang Tua Selama Masa Belajar di Rumah Dalam Perkembangan Aspek Kognitif Anak di MI Nurul Huda Kota Bengkulu”.

Tabel 3.1 Informan Berdasarkan jumlah
Tabel 3.1 Informan Berdasarkan jumlah

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Perkembangan Aspek Kognitif Anak Selama Masa Belajar

Menurut analisis peneliti, proses belajar mengajar yang dilakukan di rumah dapat berjalan dengan baik jika orang tua dan siswa dapat bekerja sama menyelesaikan tugas selama belajar dari rumah. Dari beberapa informan yang peneliti temukan di masyarakat, mayoritas orang tua mengatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring merupakan beban tambahan di rumah. Menurut analisis peneliti, orang tua harus bisa mengontrol dan lebih kreatif dalam perannya sebagai guru bagi anaknya di rumah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak yang perlu dipahami dengan baik agar orang tua dan guru dapat mengantisipasi jika timbul hambatan dalam perkembangan kognitifnya. Guru lebih aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua serta menginformasikan kepada orang tua mengenai kekurangan anak ketika belajar, begitu pula orang tua dengan guru. Diharapkan juga kepada orang tua yang selalu siap mendampingi anaknya dan memberikan motivasi kepada anaknya dengan berbagai cara agar siswa tetap semangat belajar walaupun siswa belajar di rumah.

Jadi harapannya orang tua dapat memotivasi siswa dengan cara mengajak siswa belajar dan memberikan pujian, kurang lebih seperti yang dilakukan guru terhadap siswa, padahal hasil karya siswa biasanya kurang baik. Persepsi orang tua selama masa belajar di rumah terhadap perkembangan aspek kognitif anak di MI Nurul Huda Kota.

Persepsi Orang Tua Selama Masa Belajar Di Rumah Dalam

Pertama, sekolah tatap muka wajib dilakukan pada masa sebelum pandemi, namun tidak wajib pada masa pandemi Covid-19, karena siswa dapat berkomunikasi melalui media pembelajaran daring. Pembelajaran daring menjadi hal yang perlu dipikirkan oleh para guru, bahkan guru sudah memikirkan cara mengkoordinasikan sekolah siswa di rumah. Ketika guru memberikan tugas, siswa selalu menyelesaikan tugasnya, meskipun jarang ada siswa yang gagal menyelesaikan tugas dengan benar.

Jika siswa diminta kembali mengerjakan tugas yang diberikan di rumah, biasanya siswa tidak mampu melakukannya karena dibantu atau dibimbing oleh orang tua siswa. Berdasarkan temuan penelitian terkait temuan wawancara dengan orang tua siswa yang menjelaskan bahwa pembelajaran daring merupakan hal yang perlu dipikirkan oleh orang tua dan guru, guru juga sedang mempersiapkan cara mengkoordinasikan siswa yang bersekolah di rumah. Berdasarkan hasil data tersebut sudah cukup menjelaskan bahwa orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang tumbuh kembang anak.

65Wal’asri, “Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini”, Skripsi (Jambi: UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2019). Persepsi Orang Tua Terhadap Melanjutkan Pendidikan Anak Ke Perguruan Tinggi Di Desa Ugi Baru Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar orang tua lebih memilih kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah, karena ada beberapa kendala yang dihadapi siswa dan orang tua selama masa home learning yaitu permasalahan dari buruknya sinyalnya, dimana orang tua tidak bisa seluruhnya menguasai materi yang diberikan guru, hingga permasalahannya siswa lebih mementingkan bermain game ketika berada di rumah, sedangkan siswa ketika belajar di sekolah dengan cara yang menyenangkan, belajar dengan terkendali dan aman. cara optimal. Selain itu, dengan sistem pembelajaran yang mengulang langsung materi guru, siswa akan lebih mudah memahami materi dan memperoleh pengetahuan baru dengan lebih mudah setiap harinya. Dengan demikian, menurut persepsi sebagian orang tua, proses pembelajaran lebih efektif jika dilaksanakan di sekolah.

Saran

A Risale, W Ibad, L Maghfiroh, M I Azza, S A Cahyani, Z A Ulfayati, 2020, Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Dasar/MI (Kegiatan Belajar Mengajar Online Guru dan Siswa, JIEES Vol.Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan ini selanjutnya akan mencakup wawancara dengan pihak terkait (orang tua siswa, guru kelas dan kepala sekolah) di MI Nurul Huda Kota Bengkulu. Apakah anak anda sering mengeluh kepada ibunya tentang kendala yang dihadapinya saat belajar? rumah ?

Menurut Anda, pentingkah belajar dari rumah (daring) di masa pandemi Covid-19 saat ini? Persiapan apa saja yang Anda lakukan ketika anak Anda mulai belajar dari rumah (daring). Pernahkah Anda mengeluh tentang metode pembelajaran di rumah (online) yang diterapkan sekolah anak Anda?

Pernahkah Anda meminta bantuan orang lain untuk memantau pembelajaran anak Anda dari rumah (online). Menurut Anda, apakah metode pembelajaran daring cocok di masa pandemi saat ini? Apakah Anda langsung mengeluh kepada ibu atau guru Anda tentang sulitnya belajar dari rumah?

Dokumentasi observasi pertama di Sekolah MI Nurul Huda Kota Bengkulu tempat berlangsungnya pertunjukan (kepala sekolah dan guru kelas 5).

Gambar

Tabel 3.1 Informan Berdasarkan jumlah
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Wawancara
Tabel 3.3 Sarana dan Prasarana
Tabel 3.5 Jumlah Tenaga Pendidik Dan Kependidikan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Hipotesis yang diajukan ada hubungan positif antara persepsi pola asuh demokratis orang tua dengan prestasi belajar. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X

Hasil ini menunjukkan bahwa tidak hanya konsep diri di bidang akademik yang menjadi variabel mediator dari pengaruh persepsi atas keterlibatan orang tua terhadap hasil belajar,

Oleh karena itu Kajian ini menemukan bahwa keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak selama belajar di masa pandemi sangat urgen, karena selama anak belajar di rumah

Secara umum kendala- kendala orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah di masa pandemi Covid-19 adalah kurangnya pemahaman materi oleh orang tua, kesulitan orang tua

Hasil ini menunjukkan bahwa tidak hanya konsep diri di bidang akademik yang menjadi variabel mediator dari pengaruh persepsi atas keterlibatan orang tua terhadap hasil belajar,

Berikut Hasil wawancara dengan orang tua siswa SMA Negeri 1 Sekayu tentang peran orang tua sebagai fasilitator “pada masa pandemi, pembelajaran dilakukan denga cara daring online tanpa

CO 2 di hal 105 Setelah itu langsung masuk pembelajaran yang sesuai tema pada hari ini yang di berikan guru, orang tua selalu ikut serta mengawasi kegiatan belajar anaknya dengan ada

Kendala yang dihadapi orang tua dalam pembinaan akhlak anak yang sekolah di MI Darussalam Kota Bengkulu Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka orang tua untuk membina akhlak anak