• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persiapan Rumah Sakit dalam Menghadapi Pariwisata Kesehatan

N/A
N/A
Muhammad Fakhruddin Noor

Academic year: 2024

Membagikan "Persiapan Rumah Sakit dalam Menghadapi Pariwisata Kesehatan"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Bagaimana rumah sakit

mengantisipasi Health Tourism

Untung Sutarjo

(2)

untung suseno sutarjo AKAU

-World's largest archipelago - 17,504 islands

- Beautiful Scenery - Perfect Location

- 6000 islands are inhabited - Wide area half of europe.

- 740 race / ethnicity

- 270 tribes in Papua alone

- 583 languages ​​and dialects of 67 main language in Indonesia

- 18% of the world's coral reefs - 150 species of shark

(3)

5

KONDISI SAAT INI DAN TARGET PARIWISATA PADA TAHUN 2019

Indeks Daya Saing kepariwisataan

Kedatangan Wisatawan Mancanegara

Perjalanan Wisatawan Nusantara

Kontribusi terhadap PDB (WTTC)

Devisa

Kontribusi terhadap Kesempatan Kerja

2014 TARGET 2019

15%

Rp. 280 triliun

13 juta

9 % (Rp. 946,09 triliun)

Rp. 140 triliun

11 juta

#30

20 juta

275 juta

#70

9 juta

250 juta macromicro

Malaysia (million) Singapore (million) Thailand

: 27,4 juta : 15,1 juta : 24,8 juta

(million) *) Source data : UNWTOUnited Nation World Tourism Organization

**) WEF : World Economic Forum

Perbandingan dengan negara ASEAN lainnya (2014):

(4)

Wisata Kesehatan atau Health Tourism

• Parawisata menjadi salah satu bidang ekonomi yang

diprioritaskan, 10 % pendapatan global dari health tourism

Medical travel, health tourism, medical tourism, wellness tourism dll

• Health tourism covers those types of tourism which have as a primary motivation, the contribution to physical, mental and/or spiritual health through medical and wellness-based activities which increase the capacity of individuals to satisfy their own needs and function better as individuals in their environment and society. (UNWTO, 2018)

• Pelayanan Wisata Kesehatan dibagi dalam 1) mendukung parawisata, 2) wisata medis

• Wisata Kesehatan terbagi dalam wisata medik (medical tourism

dan wisata kebugaran (wellness tourism)

(5)

Perpres Nomor 3 Tahun 2016

tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional

❖10 daerah Destinasi Wisata di Indonesia

1) Sumatera Utara (Danau Toba) 2) DKI Jakarta (Kepulauan Seribu) 3) Banten ( Tanjung Lesung)

4) DI Yogyakarta ( Borobudur ) 5) Jawa Timur ( Bromo )

6) NTT ( Pulau Komodo) 7) NTB ( Mandalika )

8) Maluku Utara ( Morotai )

9) Sulawesi Tenggara (Wakatobi )

10) Bangka Belitung ( Tanjung Kelayang )

(6)

Danau Toba Sumatera Utara

LOKASI 10 DESTINASI PARIWISATA PRIORITAS

KSPN/Kawasan Strategis Pariwisata Nasional KEK/Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

Tanjung Kelayang Bangka Belitung

Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Tanjung Lesung Banten

Wakatobi Sulawesi Tenggara

Pulau Morotai Maluku Utara Mandalika

Nusa Tenggara Barat

Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur

Borobudur Jawa Tengah

Bromo Tengger Semeru Jawa Timur

Fokus 2018

(7)

ANALISA INDEKS DAYA SAING PARIWISATA INDONESIA DIBANDINGKAN MALAYSIA DAN THAILAND:

INDIKATOR HEALTH AND HYGIENE

Source :World Economic Forum (WEF), 2015.

7

No. Indicator/sub indicator Indonesia Malaysia Thailand Travel and Tourism Competitiveness Index 2015 50 25 35

Health and Hygiene 109 73 89

1 Physician density per 1,000 population. 113 76 100

2 Access to improved sanitation (% population) 105 51 59

3 Access to improved drinking water (% population) 105 1 69

4 Hospital beds per 10,000 population. 113 85 74

5 HIV prevalence (% pop.) 74 74 108

6 Malaria incidence per 100,000 population 48 26 39

HARUS DIBENAHI !!!!

(8)

RANGKAIAN ANALISIS PENGEMBANGAN PARIWISATA KESEHATAN INDONESIA (1)

Tahun 2018

Output : Analisis Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kesehatan

1. Rapat Persiapan

2. Forum Dialog

3. Assessmen Lapangan

4. Penyusunan DraftAnalisis

5. Finalisasi Analisis Kebijakan

Output : Advokasi Pengembangan Pariwisata Kesehatan 1.

Sub Gugus Tugas

Dukungan Pemenuhan Fasilitas yankes di Daerah Pariwisata Prioritas

2. Wisata Olahraga 3. Wisata Medis 4. Wisata Ilmiah

5. Wisata Kebugaran dan Herbal/Jamu-jamuan 6. Dukungan Regulasi

7. Assessmen Lapangan

Tahun 2018

DOKUMEN YANG DIHASILKAN

(9)

Health Tourism/Wisata Kesehatan

• Kebijakan Wisata Kesehatan dibagi dalam 4 (empat) klaster

pengembangan wisata kesehatan yaitu : (a) Wisata Medis; (b) Wisata Kebugaran dan Herbal/Jamu; (c) Wisata Olahraga yang mendukung Kesehatan; dan (d) Wisata Ilmiah Kesehatan.

• Peran Rumah Sakit tidak saja di wisata medis, tetapi juga klaster yang lain

• Keadaan wisata Kesehatan pada saat pandemi dan juga post pandemi, apa yang dapat dilakukan

• Pasar Wisata Medik didunia cukup besar yaitu di tahun 2018 sebesar, Rp 855 T dan akan meningkat menjadi Rp 2000 T di tahun 2026.

• Indonesia walaupun melakukan health tourism, tetapi belum tergolong unggul

(10)

SEGMENTASI WISATAWAN

Other

Tourism Health

Tourism Day Trips

Illness

prevention tourism

Convalescence tourism

Tourist

Specific Illness

Prevention Wellness

Tourism

Ind. Health

Services Wellness

Services Medical Services

(11)

Kenapa Wisata Medik dan Wisata Kebugaran laku ?

• Wisata medik umumnya karena akses pelayanan kurang memadai, bisa disebabkan karena teknologinya tidak tersedia atau mutunya kurang sesuai

• Saran dari asuransi

• Regulasi yang membolehkan cross border health care

• Persamaan budaya

• Relasi atau hubungan keluarga

• Kemampuan finansial yang tinggi, mencari yang terbaik

• Kemajuan e-health atau iklan lintas batas tentang pelayanan di laur negeri

(12)
(13)
(14)

RS yg menyelenggarakan Pelayanan Wisata Medis harus ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yg didelegasikan kpd

Dirjen. (PMK 76/2015 Pasal 5)

Penetapan RS dengan Pelayanan Wisata medis berlaku 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi persyaratan

sbg RS wisata medis

PELAYANAN WISATA MEDIS (MEDICAL TOURISM)

PELAYANAN WISATA MEDIS

(MEDICAL TOURISM)

(15)

PERSYARATAN TEKNIS

1. SDM

a. Meliputi nakes dan tenaga non kesehatan yg kompeten dlm bidangnya sesuai dg layanan unggulan yg dimiliki oleh RS

b. Harus mampu berkomunikasi dlm bhs inggris dg lancar

c. Tenaga non kesehatan: administrasi, pemasaran, PR, penerjemah, bantuan hukum, dan customer service

2. Sarana pelayanan

a.Ruang tunggu khusus

b.Ruang pendaftran administrasi khusus c.Ruang perawatan

d.Sarana yg mendukung layanan unggulan e.Ambulans kegawatdaruratan

f.Teknologi informasi dan komunikasi

3. Peralatan : disesuaikan dg layanan unggulannyauntung suseno sutarjo AKAU

(16)

❖Perpanjangan penetapan dilakukan

Kepala/Direktur RS paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum masa berlaku penetapan berakhir

❖Dlm melakukan perpanjangan penetapan, Kepala/Direktur RS harus melampirkan :

a. Persyaratan administratif dan persyaratan teknis

b. fotokopi surat keputusan penetapan yang lama; dan

c. laporan penyelenggaraan pelayanan wisata medis (medical tourism) yang telah dilakukan.

SYARAT PENETAPAN RS PELAYANAN

WISATA KESEHATAN

(17)

Keadaan Pre Pandemik

• Wisata Kesehatan sudah sejak tahun 2012, dengan dibentuk Pokja lintas sector

• Identifikasi kebutuhan :

• Akreditasi internasional, diakui oleh asuransi

• Pemasar yang handal, bisa sendiri atau dikelola badan

• Pelayanan yang murah dan bermutu serta holistic

• Pengurusan mudah, tidak ruwet,mulai dari pemesan tempat, kepastian pelayanan,biaya jelas dan post rawat.

• Visa dan transportasi mudah. Ada korting transportasi : Turkish Air 50%, Air Asia 40%, dari bandara mudah, dst

• Informasi yang user friendly dan lengkap

• Komitmen pemberi pelayanan

(18)

Beberapa kriteria rumah sakit health tourism

#1: Invest in technology. Adopting state-of-the-art

technologies, medical facilities, diagnostics, and procedures can help you attract more patients.

#2: Stay competitive. Saingan banyak, tarif pelayanan penting

#3: Have a strong digital presence. Pemasaran melalui digital, iklan digital dan web harus informatif

#4: Deliver quality care, terakreditasi Internasional. Tersedia banyak

#5: Collaborate, dalam kelompok rumah sakit atau dikelola kosorsium parawisata

(19)

Akreditasi Rumah Sakit Internasional

(20)
(21)

untung suseno sutarjo AKAU

(22)
(23)

Keadaan turisme pada saat ini

Turisme turun selama covid, karena restriksi dan Prokes.

Musim panas liburan akhir tahun yang dianggap aman, ternyata meningkatkan jumlah penderita

(24)

Health tourism during pandemic

• Di ASEAN health tourism berkurang hingga 65 %. RS Bumrungrad pendapatanya turun 93,6%, tetapi rata2 RS yang mengandal

health tourism pendapatannya turun 60 % (Medical Tourism.com)

• Di ASEAN, Singapura dan Thailand sudah maju sekali. Menyusul Filipina dan Vietnam.

• Terjadi kontraksi ekonomi, penerbangan ditiadakan, kegiatan ekonomi turun. Transportasi antar negara sulit. Karantina yang tegas dan sangat keras. Angka pengangguran dunia di atas 12%, Depresi lebih hebat dari 2008.

• Di Amerika sebaliknya, meningkat. Banyak PHK, sehingga

perlindungan Kesehatan hilang. Mencari pelayanan murah di Mexico. Dengan Program #came2MexicanCarabian. Juga di Sisilia.

• Pada awal pandemic, hanya sector Kesehatan yang dapat hidup.

• Telemedisin meningkat… hambatan ijin lintas batas

(25)

Harus apa, pada saat ini? Menuju medical tourism

• Persiapkan rumah sakit sebaik mungkin. Perpanjang akreditasi Internasional, siapkan pelayanan unggulan,

komitmen dokter dan SDM pendukung, siapkan penunjang yang memadai dari mulai dari parkir dan hospitality, logistic yang memadai,

• Kesiapan Pemerintah,membangun infrastruktur, sistem yang holistik di bidang imigrasi, transportasi, pajak dan insentif

untuk rumah sakit

• Membangun kemitraan dalam transportasi, logistic dan pemasaran. Mencari peluang atau membuat peluang

• Mendirikan penggerak HT, konsorsium yang mampu menjual pelayanan Kesehatan keluar negeri, tentukan negara sasaran

• Membuat mitra di negara sasaran dan komunitas

(26)

PERKEMBANGAN WISATA KESEHATAN DI DUNIA

INDONESIA ????????

(27)

Sudah ada medical tourism board swasta

(28)

What to do NOW

Persiapan kalau perbatasan dibuka

Glocalization

Masukan mind set baru pandemic dan GHSA termasuk Declaration Istambul (new norm)

Pelayanan yang holistic antara tradisional dan konvensional

PERSI membangun konsorsium dengan pemerintah

Kebijakan yang pro health tourism

Akreditasi internasional KARS diakui asuransi

Kolaberasi internasional (ITMJ) atau dengan rumah sakit internasional di luar negeri.

Membuat travel “bubble” dengan negara tertentu

(29)

Harapan Akhir

• Komitmen Pemerintah perlu diuji

• Komitmen pemilik dan pengelola tinggi

• Pelayanan yang ditawarkan terbaik dan terjamin baik

• SDM Kesehatan yang menyakinkan dan highly commited

• Siap untuk berkompetisi

• Masuk dalam komunitas HT atau TM

• Kolaberasi erat dengan dunia turisme

• Jangan bandingkan dengan negara tetangga

(30)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Selain peran pemerintah dalam pembangunan infrastruktur pengolahan limbah medis yang belum optimal, peran tenaga kesehatan di Indonesia juga belum dioptimalkan

Tentang infrastruktur, Kementrian Pariwisata RI bahkan memastikan sejumlah anggaran dalam jumlah yang fantastis akan mengalir ke rekening pemerintah daerah, yang

Selanjutnya adanya peningkatan dari pembangunan infrastruktur pada sektor pariwisata, membuktikan bahwa pemerintah mulai mengupayakan dan memanfaatkan destinasi wisata

TENTANG : RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN MILIK PEMERINTAH DAERAH DI LUAR RUMAH SAKIT1.

Dengan adanya kerjasama antara pariwisata Indonesia dan Rusia, pergerakan pemerintah daerah lebih luas untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Manado,

Untuk mencapai program pemerintah Indonesia bebas TB tahun 2050 diperlukan lebih banyak lagi kegiatan alih pengetahuan pada tenaga kesehatan agar dapat berperan aktif sebagai

Pemerintah dan pengelola usaha pariwisata diupayakan harus menyediakan infrastruktur bagi kelompok rentan seperti; tersedianya tempat parkir, loket layanan, ruang tunggu khusus kelompok

berbasis telemedicine, salah satu solusi pelayanan kesehatan yang merata di Indonesia, baik dalam pemantaun status gizi, maupun status kesehatan masyarakat, dan bahkan konsultasi jarak