1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kerja merupakan suatu kebutuhan dan merupakan bentuk pengabdian kepada Tuhan. Seseorang merasa bahagia apabila dapat melakukan suatu pekerjaannya dengan hasil memuaskan. Dalam pekerjaannya, pekerja dapat menerima pengaruh dari lingkungan kerjanya. Lingkungan kerja serta bagaimana bekerja yang memenuhi syarat dan standart kesehatan kerja baik fisik maupun mental menciptakan prestasi serta produktivitas kerja secara optimal.
Menurut Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan disebutkan bahwa setiap pekerja mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja guna untuk menciptakan pekerjaan yang lebih optimal. Untuk bekerja yang lebih optimal, pekerja harus diperlakukan dan bekerja pada suatu lingkungan kerja yang memenuhi syarat kesehatan. Selain itu keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu faktor yang sangat penting baik bagi pekerja maupun perusahaan ataupun sebuah instansi.
Persyaratan kesehatan lingkungan kerja diatur dalam Peraturan Mentri Kesehatan Nomor 70 tahun 2016 tentang Standart dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa untuk mencegah timbulnya suatu gangguan kesehatan akibat lingkungan
2
kerja harus memenuhi standart dan persyaratan agar pekerja dapat melakukan pekerjaannya dengan sehat dan optimal.
Penyebab stres kerja sendiri ada dua, yaitu : Diri individu seperti usia, kondisi fisik, dan faktor kepribadian dan faktor diluar individu seperti lingkungan, baik lingkungan kerja maupun lingkungan keluarga dan serta ambisi dari individu. Suatu lingkungan mendorong kondisi kerja penuh dengan stres yang secara langsung mempengaruhi keamanan pekerja dan kesehatan. Stres kerja merupakan reaksi yang negatif dari seseorang akibat tekanan yang berlebihan atau jenis tuntutan lain yang dibebankan terhadap pekerja (Health Safety Executive, 2017).
Berdasarkan data Health Safety Executive, pada tahun 2016 - 2017 diketahui bahwa sebanyak 526.000 pekerja mengalami stres akibat kerja, depresi atau kegelisahan. Serta 12,5 juta hari kerja hilang akibat stres kerja, depresi atau kegelisahan. Ada berbagai pemicu suatu stres yang dapat menyebabkan stres di perusahaan diantaranya adalah faktor pekerjaan dan faktor di luar pekerjaan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh budiyanto dan pratiwi menyatakan dengan masa kerja yang lama (>10 tahun) memiliki peluang risiko terkena stres kerja sedang 1,459 kali dibanding pekerja yang tidak memiliki masa kerja lama (>10 tahun) (Budiyanto dan Pratiwi, 2010). Dan penelitian yang dilakukan oleh Gautama (2008) diketahui ada hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan stres kerja dengan p value 0,000.
3
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti merumuskan masalah “Adakah hubungan Masa Kerja dan Beban Kerja Mental Terhadap Stres Kerja Pada Tenaga Pendidik Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret”.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti merumuskan masalah “Rumusan masalah yang didapat dari latar belakang tersebut adalah adakah hubungan masa kerja dan beban kerja mental terhadpat stres kerja pada tenaga pendidik Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret?”
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui adanya hubungan masa kerja dan beban kerja mental terhadap stres kerja pada tenaga pendidik Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret..
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui hubungan masa kerja terhadap stres kerja pada tenaga pendidik Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret.
b. Untuk mengetahui hubungan beban kerja terhadap stress kerja pada tenaga pendidik Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret.
4 D. Manfaat Penelitia
1. Teoritis
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk memperkuat teori mengenai hubungan masa kerja dan beban kerja mental terhadap stres kerja pada tenaga pendidik Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret..
2. Aplikatif
a. Bagi Responden/Pekerja
Tenaga pendidik mengetahui tentang hubungan masa kerja dan beban kerja mental terhadap stres kerja sehingga mereka dapat menciptakan forum tukar pendapat antar pekerja yang masa kerjanya sebentar dan yang lama agar dapat berbagi pengalaman bekerja sehingga pekerja yang masa kerjanya lama tidak akan tertekan dengan kondisi yang ada dan terhindar dari stres yang lebih tinggi. mengurangi kelelahan yang dapat menjadikan stres kerja yang terjadi karena pekerjaan mereka.
b. Bagi Peneliti
Mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam bidang K3 serta mampu menganalisis faktor hubungan masa kerja, beban kerja dan stres kerja sehingga dapat menerapkannya di lapangan pekerjaan..
5
c. Bagi Program Diploma 4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Diharapkan dapat menambah referensi dan memberi masukan informasi mengenai hubungan hubungan masa kerja dan beban kerja mental terhadap stres kerja pada tenaga pendidik Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret yang diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan program belajar mengajar.
6