.
UNIVERSITAS WARMADEWA DENPASAR PKM KELOMPOK SUBAK BALANGAN DESA KUWUM DI KABUPATEN BADUNG DALAM PENGELOLAAN POTENSI AIR DAN PENATAAN INFRASTRUKTUR BERBASIS EKOWISATA
Disampaikan dalam LAPORAN KEMAJUAN PkM DARI HIBAH KEMENDIKBUDRISTEK TAHUN 2023
OLEH TIM PkM
DR. IR. I GUSTI AGUNG PUTU ERYANI, M.T. 0808016601 IR. I KADEK MERTA
WIJAYA, S.T.,MSC.
MADE WIDYA JAYANTARI, S.T.,M.T,
IDA AYU MADE ANGGITA WIJAYANTI (MHS)
I GUSTI AGUNG WANA GIRI (MHS)
I PUTU GIANA EKA PERKASA (MHS)
MADE OKA ARJAWA (MHS)
0806108 004
0011099
601
IDENTITAS : Mitra dalam kegiatan PkM adalah bapak Pekaseh Subak Balangan ( I Ketut Matrayasa)
Sumber air untuk pengairan di Subak berasal dari sungai, kemudian dibuat dam (bendungan), air disalurkan melalui saluran semi permanen, air akan mengairi sawah dan ladang di wilayah subak.
PERMASALAHAN TIM
1. Belum maksimalnya anggota subak yang dapat dihadirkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dari 175 anggota, baru terwakili 25 anggota Subak Balangan Kuwum.
2. Luas areal sawah di subak belum semua (52 ha) dapat aliran air terutama di saat musim kemarau, sehingga perlu direncanakan inftrastruktur Embung penampung air.
3. Masih ada anggota subak yang membakar jerami padi setelah pelaksanaan panen padi.
4. Pengembangan kawasan subak menjadi daerah tujuan wisata belum ada konsep dalam bentuk gambar yang lengkap
• DANA YANG SETUJUI Rp. 28.000.000,- (dua puluh delapan juta rupiah)
• SOLUSI TERHADAP PERMASALAHAN
a. Pada kegiatan FGD diwakili oleh ketua pekaseh dan anggota yang terlibat dalam pengurus organisasi subak saja.
b. Konsep masterplan yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian ini sudah digambarkan posisi rencana perencanaan infrastruktur embung sesuai dengan hasil foto drone dan FGD.
c. Melaksanakan pelatihan pengolahan limbah jerami padi menjadi pakan ternak sapi, sehingga berkurang pembakaran jerami di sawah yang dapat menimbulkan polusi.
d. Penyusunan masterplan kawasan Subak Balangan berbasis ekowisata( konservasi, lingkungan, edukasi dan peningkatan perekonomian masyarakat dan kenyamanan pariwisata
Kegiatan yang telah dilakukan dan foto
1. Focus Group Dissusion FGD tentang pengelolaan potensi air
2. Pelatihan limbah jerami menjadi pakan ternak sapi,
3. penyusunan masterplan kawasan subak Balangan
berbasis ekowisata
faktor yang menghambat, kendala dalam pelaksanaan.
Master plan belum dapat dilengkapi gambar kerja infrastruktur embung dan konstruksi saluran irigasi
kehadiran anggota subak tidak bisa diminta semuanya 175, karena factor biaya dibatasi
• Faktor yang mendukung dalam pelaksanaan
A. Mitra ( bapak pekaseh ) dan anggota subak sangat mendukung dan aktif dalam mengikuti kegiatan FGD dan pelatihan/penyuluhan, lokasi subak dapat bebas melaksanakan foto udara dengan drone tanpa menganggu penerbangan.
B. Tim PkM sangat mendukung terkait bidang keilmuannya dengan permasalahan mitra.
C Ibu/ istri dari anggota subak yang bersedia menyiapkan alat upacara untuk kegiatan dan menyajikan konsumsi.
D. Mahasiswa yang ikut dalam pengbadian bisa membantu dalam menetapkan titik koordinat lokasi drone, mengukur dan melancarkan kegiatan FGD
• Solusi dan tindak lanjutnya
• Perlu dilaksanakan pendekatan dengan pemerintah (PU/BWS) dalam perencanaan dan pelaksanaan infrastruktur embung guna dapat, memanen air
• Hasil FGD dan gambar Master plan kawasan subak dapat disumbangkan ke Pemda Kabupaten Badung selain untuk mitra. Agar dapat di lanjutkan dengan gambar perencanaan untuk pelaksanaan dan menghitung rencana biaya pelaksanaan pembangunan embung di kawasan Subak Balangan Desa Kuwum Mengwi, Badung.
YANG DISUMBANGKAN : Nama alat : gentong pengeram jerami dengan tutupnya, dedak,
:membuat produk pakan ternak sapi dari limbah jerami padi dicampur dedak, dengan Fungsi pemberian milase dan AIR
Alat hasil karya tim : gambar masterplan kawasan subak berbasis ekowisata