Buku ini sangat bermanfaat sebagai referensi dalam pendampingan dan pengembangan petugas liturgi di jemaat se-Keuskupan Surabaya. Akhir kata saya juga mengucapkan terima kasih kepada Komisi Liturgi yang telah bekerja keras sehingga buku ini dapat diterbitkan dan sampai ke tangan umat beriman di Keuskupan Surabaya. Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya sendiri selalu terbuka terhadap permintaan pertimbangan dan alternatif penyelesaian permasalahan pastoral liturgi yang secara konkrit dihadapi paroki.
Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak, khususnya para penggiat liturgi, para pendamping liturgi, para imam, rekan-rekan Tim Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya (Bpk.
PERAN KAUM AWAM DALAM LITURGI GEREJA
Umat awam diutus menjadi saksi Kristus di tengah kehidupan sehari-hari dan duniawi. Keterlibatan secara sadar dan aktif: Sifat liturgi itu sendiri memerlukan partisipasi kaum awam dalam bidang liturgi. Pentingnya Liturgi sebagai Perayaan Seluruh Gereja: Partisipasi kaum awam dalam bidang liturgi juga menuntut pentingnya liturgi sebagai perayaan seluruh Gereja.
Artinya, perayaan liturgi adalah perayaan seluruh umat beriman dan selalu mengandaikan peran serta kaum awam, yang merupakan bagian umat beriman seluruh Gereja.
PEDOMAN UMUM MUSIK LITURGI
Memang melalui bentuk ini doa diungkapkan dengan lebih menarik, dan misteri liturgi yang sifatnya hierarkis dan komunal diungkapkan dengan lebih jelas; kesatuan hati dicapai lebih dalam berkat perpaduan suara; hati lebih mudah tersadarkan akan hal-hal surgawi karena indahnya upacara sakral; dan keseluruhan perayaan ini lebih jelas melambangkan liturgi surgawi yang dipersembahkan di kota suci Yerusalem baru.
PEDOMAN PELAKSANAAN MUSIK LITURGI
Lagu yang paling best ialah lagu berpantun (bukan satu bait sahaja) yang orang dah tahu dan boleh nyanyi bersama (tak patut kita suruh orang diam). Lagu-lagu pujian yang boleh digunakan ialah lirik lagu-lagu pujian yang telah mendapat kelulusan rasmi daripada Gereja. Mazmur responsif secara semula jadi paling baik dinyanyikan, tetapi ia juga boleh dibacakan (contohnya pada misa harian).
Dari tahun ke tahun, Gereja di Indonesia selalu berusaha menyediakan buku nyanyian kepada jemaatnya, yang dapat digunakan sebagai sarana untuk memudahkan umat beriman dalam memilih lagu yang akan digunakan dalam perayaan Ekaristi. Yang harus dihindari adalah pemilihan lagu hanya berdasarkan selera pribadi atau kelompok (paduan suara) dan melupakan kepentingan liturgi seluruh jemaat. Ada beberapa lagu yang sebaiknya bisa diikuti oleh masyarakat, seperti bagian refrain dari himne responsorial, bait pembuka Injil, himne suci, aklamasi anamnesis, dan Doa Bapa Kami.
Untuk memungkinkan partisipasi jemaat dalam menyanyi, perlu tersedia teks atau buku nyanyian bagi jemaat. Pemilihan lagu-lagu liturgi tentunya harus sesuai dengan tempat dan fungsi lagu-lagu tersebut dalam liturgi. Pertimbangan pastoral terutama berkaitan dengan pemilihan lagu yang paling sesuai dengan pelayanan iman seluruh umat beriman.
Keluhan sering kedengaran daripada ahli koir mengapa lagu-lagu yang telah diamalkan tidak dinyanyikan semasa perayaan Ekaristi. Pilih lagu pembuka, persiapan persembahan, kesyukuran/pujian selepas perjamuan dan lagu penutup yang sesuai dengan kandungan Injil, bacaan pertama dan mazmur responsorial. Jika tidak ada lagu yang sepadan dengan bacaan Injil, bacaan pertama, dan mazmur responsorial, pilih lagu yang sepadan dengan bacaan kedua.
Selepas kita selesai memilih lagu, kita perlu membuat catatan tentang lagu-lagu yang akan digunakan semasa perayaan Ekaristi.
PETUNJUK PRAKTIS
BAGI DIRIGEN, PADUAN SUARA, DAN ORGANIS
Konduktor mendukung partisipasi aktif umat dalam menyanyi, karena ia mengoordinasikan para musisi dan paduan suara dalam tugas mereka. Di suatu lingkungan, regional, paroki, atau kelompok paduan suara lainnya, seorang konduktor biasanya merangkap sebagai pemilih lagu dan pelatih. Dalam Misa yang tidak terdapat kelompok paduan suara seperti misa harian atau misa stasiun, seringkali peran konduktor dapat digantikan oleh seorang solois dimana seorang solois akan menginisiasi dan memimpin nyanyian dalam memimpin jemaah dalam menyanyi dan mendaraskan doa-doa yang dilantunkan. selama misa.
Kelompok paduan suara boleh menggunakan lagu-lagu baru pada 3 bagian tersebut asalkan mereka berlatih bersama jemaat beberapa saat sebelum Ekaristi dimulai. Seringkali ia juga harus menjadi pembina komunitas yang baik, konduktorlah yang membawa kelompok paduan suara pada spiritualitas yang benar. Spiritualitas kelompok paduan suara liturgi yang sebenarnya berbeda dengan kelompok paduan suara umum lainnya karena fokus utama kelompok paduan suara liturgi adalah meramaikan ibadat suci.
Seorang konduktor yang baik mencoba memasukkan lebih banyak orang ke dalam paduan suara. Oleh karena itu, konduktor tidak boleh menolak orang-orang yang benar-benar pemula dalam menyanyi yang ingin bergabung dalam kelompok paduan suara. Nyanyian paduan suara atau paduan suara jelas terlihat indah karena anggota paduan suara sangat terlatih dan menghabiskan banyak waktu.
Paduan suara dapat menunjang nyanyian jemaat sehingga jemaat dapat bernyanyi dengan semangat, stabil, dinamis, dan lain-lain. Panduan lebih lengkap memimpin paduan suara dapat Anda lihat di VI. LAMPIRAN BAB, Lampiran 4 (halaman 49).
SARAN DAN USULAN
MATERI BINA LANJUT MUSIK LITURGI
TATA KELOLA TEKNIS MUSIK LITURGI Meliputi
Latihan membawakan lagu (tempo/kecepatan, kebijaksanaan dalam lagu modern atau tesis dan arsis dalam lagu Masehi, dinamika/keras-hening dan ekspresi/respek terhadap lagu;
TATA KELOLA NONTEKNIS MUSIK LITURGI Meliputi
ORGANIS
Dan ketika paduan suara atau jemaah bernyanyi, pemain organ dapat terus mendukung nyanyian tersebut dengan iringan yang harmonis dan di sana-sini dapat menghiasinya dengan selingan melodi yang dimainkannya. Apabila seorang organis secara tepat dan indah mengiringi suatu perayaan liturgi, maka ia akan mampu mendorong munculnya suasana liturgi yang benar dan indah. Agar seorang organis dapat mengiringi dengan benar dan indah, ia harus memahami, menguasai dan menghayati kaidah musik dan liturgi baik secara teoritis maupun praktis.
Seorang organis walaupun sangat ahli dalam memainkan dan mengiringi lagu-lagu yang sangat sulit, mempunyai kepribadian yang simpatik, periang, komunikatif, namun tidak mengenal perbedaan antara lagu pembuka dan lagu persekutuan, antara lagu Advent dan lagu Passion, antara lagu syukur dan lagu persekutuan. Bisa juga terjadi sebaliknya: organis, yang benar-benar menguasai dan menaati kaidah-kaidah liturgi, namun tidak mengetahui jenis dan karakter pola pengiring lagu Masehi, lagu inkulturasi, lagu Palestrina, mazmur, dan lain-lain. tidak tahu, tidak bisa diharapkan. menghasilkan musik yang mendukung, apalagi meramaikan, perayaan liturgi. Selain penguasaan musik dan liturgi, masih banyak hal mendasar yang perlu diperhatikan, yaitu kerohanian, moral, dan kerohanian seorang organis liturgi.
Pemain organ harus mampu berkomunikasi dengan pelayan liturgi lainnya, termasuk imam yang memimpin kebaktian, dengan rendah hati dan bijaksana. Seorang organis juga harus menghindari sikap egois: pamer, memainkan atau mengiringi lagu sesuai selera pribadi tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi sebagaimana aturan yang seharusnya. Sang organis tidak sekadar memberikan lembaran musik kepada jemaatnya ketika ia bernyanyi, namun juga harus ikut “bernyanyi” penuh perasaan untuk mengekspresikan isi lagunya.
TIDAK DITAMPILKAN dengan bagian yang disediakan oleh imam atau pelayan liturgi lainnya (MS 64 & RS 53);. Lagu instrumental harus dipilih dengan cermat, harus dilatih dengan baik, pemilihan register organ yang sesuai, harus dimainkan dengan ekspresi hati yang sesuai dengan memperhatikan perubahan tempo dan semangat (dinamika), sehingga lagu instrumental yang dimainkan oleh organis mampu. mengungkapkan isi hati masyarakat.
DIRIGEN
Seorang konduktor yang tidak memiliki pengetahuan suara yang baik dan teknik vokal yang berkembang dengan baik akan kesulitan melakukan tugas dengan benar, dan juga berisiko merusak kemampuan vokal anggota paduan suara. Sebagai pemimpin paduan suara, konduktor juga harus mempelajari dinamika kelompok dan komunikasi dengan sesama anggota paduan suara. Selain itu, kemampuan mengatur kecepatan, mengatur waktu dan membagi tugas menjadi elemen penting dalam melakukan pelatihan bersama anggota paduan suara.
Sebagai seorang pelatih, konduktor juga harus mampu mengkomunikasikan ide-ide teoritis dan kesimpulan tentang nada, ritme dan dinamika kepada setiap anggota paduan suara agar dapat dipahami oleh semua orang. Konduktor mempunyai peranan penting sebagai pemimpin paduan suara, karena ialah yang memimpin seluruh pemusik liturgi pada perayaan Ekaristi, baik paduan suara, organis maupun pemain alat musik lainnya. Dalam suatu lingkungan, daerah, paroki, atau kelompok paduan suara lainnya, konduktor biasanya bertindak sebagai pelatih dan pemilih lagu.
Paduan suara atau nyanyian paduan suara jelas bisa menjadi indah, karena anggota paduan suara sudah cukup terlatih dan menghabiskan banyak waktu untuk berlatih. Paduan suara dapat menunjang nyanyian jemaat sehingga jemaat dapat bernyanyi dengan semangat, stabil, dinamis, dan lain-lain. Di sini konduktor memainkan peran kunci dalam menandai mana paduan suara dan mana jemaatnya; kapan paduan suara bernyanyi, kapan jemaat bernyanyi?
PENANGGUNG JAWAB UTAMA
Terkait musik pengiring liturgi, Pastor Paroki dan Dewan Sumber Pastoral Paroki, Bagian Liturgi, Sub Bagian Organis diharapkan dapat menciptakan sistem pengembangan yang baik melalui pelatihan pengembangan lebih lanjut baik pada pertemuan organis rutin, pelatihan satu hari atau kursus langkah demi langkah. dilakukan di tingkat paroki dan lintas paroki, sehingga organis/musisi juga memperoleh tambahan pengetahuan dalam pekerjaannya.
TANYA-JAWAB
Segala bentuk kreativitas dalam liturgi hendaknya bertujuan agar misteri Allah yang dirayakan lebih mudah dipahami dan dialami oleh umat; Dengan cara ini, masyarakat lebih bisa berpartisipasi secara aktif dan sadar dalam perayaan tersebut. Perlu diingat dan benar-benar diperhatikan bahwa setiap perayaan liturgi yang dirayakan tidak hanya bertujuan untuk memuji Tuhan, tetapi juga agar umat yang hadir dapat mengalami Tuhan dan partisipasi umat yang aktif dan sadar dapat ditingkatkan. Adven dan Prapaskah adalah dua musim istimewa dalam tahun liturgi dengan warna liturgi yang sama dan (mungkin) suasana yang relatif sama.
Mengapa pada masa Adven ada Haleluya tetapi tidak ada Kemuliaan, sedangkan pada masa Prapaskah tidak ada Haleluya dan Kemuliaan? Kita dapat memulai dengan pertanyaan mengenai Pedoman Tahun Liturgi Pasca Konsili Vatikan Kedua, “Masa Adven mempunyai dua tujuan: pertama, untuk persiapan menyambut Hari Raya Natal. Tuhan dengan sukacita dan harapan, nyanyian Kidung Agung ditunda.
Joseph Gelineau berhujah bahawa nyanyian liturgi, baik teks dan melodi, berasal dan bertujuan untuk perayaan liturgi dan diterima oleh Gereja. Oleh itu, garis panduan umum untuk memilih lagu persekutuan adalah lagu perarakan yang menyatakan kegembiraan hati sebagai saudara dan saudari yang dipersatukan oleh Kristus. Sebagai bantuan dalam memilih lagu perjamuan, adalah baik untuk terlebih dahulu membaca Antifon Komuni yang terdapat dalam Missal, menyelaraskannya dengan tahun liturgi.
Dari kutipan di atas jelas bahwa lagu persekutuan harus mengikutsertakan umat, lagu harus bersama umat, doa harus dinyanyikan bersama umat. Tidak jarang sebuah paduan suara membawakan sebuah lagu dengan indah namun tidak mempertimbangkan integrasi lagu tersebut ke dalam perayaan.