UPT
PUSKESMAS BALAI RIAM
PENEMUAN SASPEK TB
KEPALA UPT PUSKESMAS
BALAI RIAM
dr. FAIZAL RAHMADANIASYAH NIP : 19830622 201410 1 002
S O P
No.DOKUMEN : 1.1.2.2a / 123 / SOP/ PKM-BR / 2023
No. REVISI :
TANGGAL TERBIT : 2 Januari 2023 HALAMAN :
1. Pengertian Cara / metode menemukan secara cepat dan tepat kasus TB Paru dengan serangkaian kegiatan terdiri dari penjaringan suspek, diagnosa, penentuan klasifikasi penyakit dan tipe pasien.
2. Tujuan Mendapatkan/menemukan kasus TB melalui serangkaian kegiatan sehingga segera dapat dilakukan pengobatan agar sembuh dan tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
3. Kebijakan -
4. Referensi 1. Kementerian Kesehatan RI (2012). Penemuan dan Pengobatan Pasien Tubeckulosis . Jakarta : Penerbit Buku Kementerian RI Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan.
2. Kementerian Kesehatan RI (2012). Panduan Pengelolaan Logistik Program Pengendalian Tuberkulosis . Jakarta
5. Langkah- langkah
a. Persiapan alat
Ruang Pengelola.
Pengelola P2 TB.
Meja, kursi dan kipas angin.
ATK dan buku register.
Buku penderita TB.05 dan TB.06
Pot dahak b. Persiapan pasien
Pasien diberi penjelasan tentang tujuan dan cara pengobatan pasien c. Pelaksanaan
1) Penemuan pasien TB secara pasif, dengan penyuluhan aktif dengan melibatkan semua layanan dengan maksud untuk mempercepat penemuan dan mengurangi keterlambatan pengobatan.
2) Penemuan secara aktif dapat dilakukan terhadap :
Kelompok khusus tang rentan atau resiko tinggi sakit TB seperti pasien dengan HIV AIDS.
Kelompok yang rentan tertular TB (rumah tahanan), daerah kumuh, keluarga atau kontak pasien TB, terutama mereka yang dengan TB BTA positif.
Pemeriksaan anak < 5 tahun pada keluarga TB untuk menentukan tindak lanjut apakah perlu pengobatan TB / pengobatan pencegahan.
Kontak dengan pasien TB resistan obat.
3) Tahap awal penemuan dilakukan dengan menjaring mereka yang memiliki gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan.
4) Pengelola melalukan anamese dan mencatat mengenai
Berapa lama batuk ?
Berdahak/tidak ?
Dahak bercampur darah/tidak ?
Sesak nafas /tidak ?
Nyeri dada / tidak ?
Kurang nafsu makan/tidak ?
Berat badan menurun / tidak ?
Riwayat kontak dengan penderita TBC ?
Apakah pernah minum obat paru-paru selama kurang dari 1 bulan lebih dari 1 bulan ?
5) Mengisi buku daftar suspek form. TB.06
6) Pengelola memberi penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan dan cara batuk yang benar untuk mendapatkan dahak yang kental purulen.
7) Memberikan pot dahak sewaktu kunjungan pertama dan pengambilan dilakukan disamping Puskesmas.
8) Memeriksa kekentalan, warna dan volume dahak. Dahak yang baik pemeriksaan adalah berwarna kuning kehijau-hijauan (mukopurulen), kental, dengan volume 3-5ml. Bila volumennya kurang, pengelola meminta agar penderita batuk lagi sampai volumenya mencukupi. Jika tidak ada dahak keluar, pot dahak dianggap sudah terpakai dan dimusnahkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya kontaminasi kuman TBC.
9) Memberikan label pada dinding pot yang memuat nomor identitas dahak sesuai dengan TB.06
10) Memberikan pot dahak pagi yang sudah diberi label untuk diisi di rumah penderita dan disuruh datang besok pagi membawa dahak paginya kemudian petugas mengambil dahak sewaktu kunjungan kedua.
11) Mengisi form. TB.05, mengirim sediaan ke laboratorium.
12) Menerima jawaban dengan form TB 05, kemudian memasukkan
pemeriksaan ke TB 06.
13) Bila hasil pemeriksaan BTA positif, memberikan pengobatan sesuai pengobatan TB.
14) Bila hasil pemeriksaan negative, dilakukan pemeriksaan dahak ulang, hasilnya tetap negative diberikan pengobatan dengan antibiotic selama minggu.
15) Bila masih tetap batuk dilakukan pemeriksaan rongsen thorax.
16) Bila hasil positif diobati sesuai dengan protap TB.
17) Pasien mendaftar di loket pendaftaran.
18) Buku rawat jalan pasien dibawa ke ruang BP berdasarkan nomor pendaftaran.
19) Pasien disilahkan duduk sambil menunggu namanya di panggil.
20) Penderita masuk di ruang BP.
6. Unit terkait 1. Poli Umum 2. Laboratorium 3. Rawat Inap 4. UGD 7.Rekaman Historis perubahan
No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
diberlakukan