TOPI TOPI
Candra Rukmana 213010019 Rifky Fakhrizal A 213010027 Samuel Wendy L S 213010039 Adidan Adithia W 213010041 Candra Rukmana 213010019 Rifky Fakhrizal A 213010027 Samuel Wendy L S 213010039 Adidan Adithia W 213010041
Latar Belakang Latar Belakang
Pada saat ini, topi termasuk fashion sehingga banyak usaha topi bermunculan mulai dari brand terkenal hingga brand local. Melihat banyaknya persaingan tersebut, maka usaha topi saling berlomba-lomba untuk menciptakan topi menggunakan design dari komputer dan berkualitas tinggi. Dengan banyaknya pilihan topi, maka calon pembeli/konsumen topi juga akan lebih banyak pertimbangan. Oleh karena itu, usaha topi CRAS hadir dengan jenis baseball cap/dad hat.
Pada saat ini, topi termasuk fashion sehingga banyak usaha topi bermunculan
mulai dari brand terkenal hingga brand local. Melihat banyaknya persaingan
tersebut, maka usaha topi saling berlomba-lomba untuk menciptakan topi
menggunakan design dari komputer dan berkualitas tinggi. Dengan banyaknya
pilihan topi, maka calon pembeli/konsumen topi juga akan lebih banyak
pertimbangan. Oleh karena itu, usaha topi CRAS hadir dengan jenis baseball
cap/dad hat.
Kerangka Pemikiran Kerangka Pemikiran
Saat ini industri kreatif, khususnya di Dago, Bandung merupakan aset yang cukup besar sebagai penggerak roda perekonomian bagi kota-kota disekitarnya
Disisi lain, banyak konsumen dan distributor di kota-kota sekitar bandung sering kali kesulitan mendapatkan pasokan barang trend yang di produksi di Bandung, sehingga kebanyakan dari mereka datang langsung ke pusat distribusi di kota ini.
Sebagian besar target pasar yang diincar ada di kalangan anak muda di daerah Bandung dan sekitarnya, khususnya daerah-daerah yang masih kesulitan di bidang distribusi produk fashion
Saat ini industri kreatif, khususnya di Dago, Bandung merupakan aset yang cukup besar sebagai penggerak roda perekonomian bagi kota-kota disekitarnya
Disisi lain, banyak konsumen dan distributor di kota-kota sekitar bandung sering kali kesulitan mendapatkan pasokan barang trend yang di produksi di Bandung, sehingga kebanyakan dari mereka datang langsung ke pusat distribusi di kota ini.
Sebagian besar target pasar yang diincar ada di kalangan anak muda di daerah Bandung dan sekitarnya, khususnya daerah-daerah yang masih kesulitan di bidang distribusi produk fashion
Visi & Misi Visi & Misi
Visi:
Menjadikan brand sebuah topi dalam bidang fashion anak muda dan menjual produk terbaik serta berkualitas untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen.
Misi;
Menjadikan usaha yang solid dan mampu memberikan kepuasan terhadap konsumen.
Memasarkan produk-produk dengan kualitas baik sehingga bisa memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen.
Meningkatkan loyalitas konsumen dengan menjalin hubungan yang baik dengan konsumen.
Visi:
Menjadikan brand sebuah topi dalam bidang fashion anak muda dan menjual produk terbaik serta berkualitas untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen.
Misi;
Menjadikan usaha yang solid dan mampu memberikan kepuasan terhadap konsumen.
Memasarkan produk-produk dengan kualitas baik sehingga bisa memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen.
Meningkatkan loyalitas konsumen dengan menjalin hubungan yang baik dengan konsumen.
Produk yang di hasilkan Produk yang di hasilkan
Tampak Samping
Desain yang diinginkan
Tampak Depan
Desain yang diinginkan
Lebel atau merek Tampak Belakang
Target Pasar
Target Pasar
Target pasar usaha topi CRAS ini adalah mahasiswa sekitar Dago, Bandung. Usaha ini diharapkan mudah dijangkau oleh kalangan mahasiswa. Usaha topi CRAS ini berharap tingkat pembelian konsumen cukup tinggi. Toko usaha topi CRAS terletak di daerah Dago, Bandung. Selain itu juga, diharapkan sekitar 60% pesanan melalui order secara online.
Target pasar usaha topi CRAS ini adalah mahasiswa sekitar Dago, Bandung. Usaha ini diharapkan mudah dijangkau oleh kalangan mahasiswa. Usaha topi CRAS ini berharap tingkat pembelian konsumen cukup tinggi. Toko usaha topi CRAS terletak di daerah Dago, Bandung. Selain itu juga, diharapkan sekitar 60% pesanan melalui order secara online.
Nama Kampus Tahun Jumlah Mahasiswa Aktif
UNIKOM 2023 3038
UNPAD 2023 7929
UNPAR 2023 10100
ITB 2023 5669
Total 26736
https://unikom.ac.id/berita/unikom-sambut-mahasiswa-baru-tahun-akademik-20222023
https://sumedang.radarbandung.id/jatinangor/2023/08/24/7-929-maba-unpad-ikuti-masa-pengenalan-kampus/
https://www.itb.ac.id/berita/5669-mahasiswa-baru-itb-ikuti-pelaksanaan-pmb-2023/59703 https://unpar.ac.id/unpar-dalam-angka/
ASPEK PEMASARAN
ASPEK PEMASARAN
PERSAINGAN PERSAINGAN
Usaha topi CRAS bersaing dengan berbagai merk topi di pasaran. Beberapa pesaing utama dalam industri topi termasuk Adidas, Nike & Puma. Persaingan di industri topi terus berkembang seiring dengan perubahan trend mode dan preferensi konsumen.
Usaha topi CRAS bersaing dengan berbagai merk topi di pasaran. Beberapa pesaing utama dalam industri topi termasuk Adidas, Nike & Puma. Persaingan di industri topi terus berkembang seiring dengan perubahan trend mode dan preferensi konsumen.
Pesaing Merk Supply Per Hari Per Bulan Harga Satuan Pemasukan Per Bulan Adidas 300 9000 Rp 160,000 Rp 1,440,000,000 Nike 350 10500 Rp 200,000 Rp 2,100,000,000 Puma 250 7500 Rp 140,000 Rp 1,050,000,000 Total 900 27000 Rp 500,000 Rp 4,590,000,000
Kapasitas Produksi
Item Kapasitas / Hari
Topi Baseball Cap / Dad Hat
CRAS 30
GAP Supply Demand
Demand 1200
Supply 900
GAP 300
Kapasitas 10%
30
SEGMENTASI PASAR SEGMENTASI PASAR
SEGMENTASI GEOGRAFIS
SEGMENTASI GEOGRAFIS
SEGMENTASI DEMOGRAFIS
SEGMENTASI DEMOGRAFIS
SEGMENTASI PSIKOGRAFIS
SEGMENTASI PSIKOGRAFIS SEGMENTASI PERILAKUSEGMENTASI PERILAKU
Penentuan Lokasi Usaha Penentuan Lokasi Usaha
Lokasi Pabrik dan Gudang.
Pertimbangannya:
Jenis usaha yang dijalankan
Dekat dengan pasar dan konsumen
Tersedia tenaga kerja
Tersedia sarana dan pra sarana Lokasi Pabrik dan Gudang.
Pertimbangannya:
Jenis usaha yang dijalankan
Dekat dengan pasar dan konsumen
Tersedia tenaga kerja
Tersedia sarana dan pra sarana
Metode Penilaian Lokasi Metode Penilaian Lokasi
Penilaian hasil:
Pasar
Bahan baku
Tenaga kerja Penilaian hasil:
Pasar
Bahan baku
Tenaga kerja
Perbandingan biaya:
Bahan baku
Biaya operasi Perbandingan biaya:
Bahan baku
Biaya operasi
Analisis ekonomi:
Biaya sewa
Biaya tenaga kerja Analisis ekonomi:
Biaya sewa
Biaya tenaga kerja
Pemilihan Teknologi Pemilihan Teknologi
Ketepatan teknologi dengan bahan bakunya
Pertimbangan teknologi lanjutan
Besarnya biaya investasi dan biaya pemeliharaan
Kemampuan tenaga kerja dan pengembangannya
Ketepatan teknologi dengan bahan bakunya
Pertimbangan teknologi lanjutan
Besarnya biaya investasi dan biaya pemeliharaan
Kemampuan tenaga kerja dan pengembangannya
Tata Letak (layout) Tata Letak (layout)
Memberikan ruang gerak yang memadai untuk beraktivitas
Pemakaian ruangan yang efisien
Mengurangi biaya produksi maupun investasi
Aliran material menjadi lancar
Memberikan kenyamanan, Kesehatan dan keselamatan kerja yang lebih baik
Memberikan ruang gerak yang memadai untuk beraktivitas
Pemakaian ruangan yang efisien
Mengurangi biaya produksi maupun investasi
Aliran material menjadi lancar
Memberikan kenyamanan, Kesehatan dan keselamatan kerja yang lebih baik
OPC
Proyeksi Penjualan Proyeksi Penjualan
Harga pokok ditentukan melalui harga pasar, karena penentuan harga penjual menaikkan harga sebanyak 40% dari harga pokok, jadi apabila harga pokok Rp50.000 ditambah sebanyak 40% maka harga jual barang jual berkisar sekitar Rp70.000 per satuan. Dengan asumsi kenaikan harga ini akan menjanjikan bagi penjual untuk meningkatkan benefit bisnis dari keuntungan laba tersebut.
Harga pokok ditentukan melalui harga pasar, karena penentuan harga penjual
menaikkan harga sebanyak 40% dari harga pokok, jadi apabila harga pokok
Rp50.000 ditambah sebanyak 40% maka harga jual barang jual berkisar sekitar
Rp70.000 per satuan. Dengan asumsi kenaikan harga ini akan menjanjikan bagi
penjual untuk meningkatkan benefit bisnis dari keuntungan laba tersebut.
Aspek Struktur Organisasi
Aspek Struktur Organisasi
Aspek Hukum Aspek Hukum
1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT): UU ini mengatur berbagai aspek terkait pendirian, pengelolaan, dan pembubaran perseroan, termasuk Perseroan Komanditer. Perseroan Komanditer diatur dalam Pasal 79 hingga Pasal 85 UU PT.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2018 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta): Jika terdapat unsur hak cipta dalam desain atau merek dagang produk topi.
Peraturan ini akan relevan untuk melindungi hak-hak kami sebagai Operasional Perseroan Komanditer (CV).
1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT): UU ini mengatur berbagai aspek terkait pendirian, pengelolaan, dan pembubaran perseroan, termasuk Perseroan Komanditer. Perseroan Komanditer diatur dalam Pasal 79 hingga Pasal 85 UU PT.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2018 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta): Jika terdapat unsur hak cipta dalam desain atau merek dagang produk topi.
Peraturan ini akan relevan untuk melindungi hak-hak kami sebagai Operasional Perseroan Komanditer (CV).
USAHA TOPI ini didirikan dengan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku dan memiliki lisensi usaha yang sah sebagai landasan hukum bagi operasional Perseroan Komanditer (CV) dalam
industri pembuatan dan perdagangan topi, dengan dilandaskan:
USAHA TOPI ini didirikan dengan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku dan memiliki lisensi usaha yang sah sebagai landasan hukum bagi operasional Perseroan Komanditer (CV) dalam
industri pembuatan dan perdagangan topi, dengan dilandaskan:
LOGO
LOGO
Jenis – Jenis Mesin Jenis – Jenis Mesin
Mesin jahit
Mesin sablon
Aspek Finansial Aspek Finansial
Jenis Modal Usaha
Modal Sendiri yang diperoleh dari pemilik Perusahaan Jenis Modal Usaha
Modal Sendiri yang diperoleh dari pemilik Perusahaan
Finansial I
Finansial I
Finansial II Finansial II
KPT : 30/hari
Bahan baku : Rp50.000
TK langsung : Rp100.000
Biaya tetap bulanan : Rp50.000.000
Jika produksi 30 topi, maka biaya variabelnya:
• Biaya Bahan baku : Rp50.000/topi x 30 topi/hari = Rp1.500.000/hari
• Biaya TK : Rp200.000 x 30 = Rp3.000.000
Total biaya variable 30 topi : Rp1.500.000 + Rp3.000.000 = Rp4.500.000
Margin 10%
AMDAL AMDAL
Yang dimana sisa – sisa dari produksi kami terlebih dahulu di sortir. Untuk kain – kain yang sekiranya masih bisa digunakan, akan dijual kepada pengrajin. Selain itu, kain – kain yang kecil juga akan diberikan kepada pengrajin untuk bisa di buat menjadi lap/keset, dengan cara memanfaatkan pengrajin limbah produksi limbah yang kita hasilkan tidak banyak mencemari lingkungan.
Yang dimana sisa – sisa dari produksi kami terlebih dahulu di sortir. Untuk kain
– kain yang sekiranya masih bisa digunakan, akan dijual kepada pengrajin. Selain
itu, kain – kain yang kecil juga akan diberikan kepada pengrajin untuk bisa di buat
menjadi lap/keset, dengan cara memanfaatkan pengrajin limbah produksi limbah
yang kita hasilkan tidak banyak mencemari lingkungan.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
SEKIAN DAN TERIMA KASIH