MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Oleh
PUTRI KARUNIA MARISE NALLE
NIKSON MIDELSON BISSILISIN
MITALIA DIAN FLORESTI MALELAK
DARMA PUTRI MATA HINE
Definisi Pembelajaran Kontekstual
• Pengajaran dan pembelajaran kontekstual atau contextual teaching
learning (CTL) merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat
hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja (US. Departement of Education the National School-to-Work Office yang dikutip oleh
Blanchard,2001 dalam Trianto, 2011).
• Menurut Zahorik (1995) dalam Usman (2008) bahwa pembelajaran kontekstual merupakan rancangan pembelajaran yang dibangun atas dasar bahwa Knowledge is constructed by human maka dikembangkan model
pembelajaran konstruktivisme yang membuka peluang seluas-luasnya kepada siswa untuk memberdayakan diri dalam mencari sebuah konsep dasar atas pengetahuan yang ingin diketahui.
Model pembelajaran kontekstual menjadikan siswa akan lebih dibuka jalan pikiran mereka untuk menemukan ide-ide mereka melalui kehidupan nyata. Siswa akan diberikan kesempatan untuk mengonstruksikan sendiri pengetahuan mereka untuk dihubungkan dengan dunia nyata sehingga apa yang mereka pelajari dapat
dipahami dengan baik (Rahayu, 2013)
Strategi Pembelajaran Kontekstual
Lima (5) strategi pembelajaran kontekstual yang dapat diterapkan saat melaksanakan pembelajaran adalah sebagai berikut:
• Menghubungkan
Proses pembelajaran dalam suatu konteks merupakan pengalaman hidup yang nyata atau awal sebelum pengetahuan diperoleh siswa.
• Mencoba
Strategi mencoba dapat dilakukan jika siswa belum pernah atau tidak mempunyai pengalaman yang dapat dihubungkan dengan konsep baru yang terdapat pada pelajaran.
• Mengaplikasikan
Strategi ini digunakan siswa dengan menerapkan/ mengaplikasikan konsep-konsep pelajaran dengan beberapa pengalaman atau kegiatan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
• Bekerja sama
Bekerja sama secara kelompok juga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan dapat mengerjakan segala sesuatu dengan nyaman dan segera terselesaikan
• Transfer ilmu
Strategi mengajar dengan memberikan suatu konteks atau bentuk permasalahan baru tentang materi pelajaran yang belum pernah dialami siswa dan belum teratasi atau terselesaikan dalam kelas.
Penerapan Pembelajaran Kontekstual
1. Konstruktivisme
Prinsip dari pembelajaran kontekstual adalah membimbing siswa untuk mengonstruk atau membangun sendiri pemikiran dan perasaannya yang bersumber dari pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki siswa.
2. Menemukan (Inquiry)
Melalui proses menemukan seperti itu, diharapkan pengetahuan dan pengalaman siswa dipahami sebagai pengetahuan dan pengalaman yang dari, oleh, dan untuk mereka.
3. Bertanya (Questioning)
Bertanya juga merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran penyelidikan, yaitu menggali informasi mengonfirmasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui.
4. Masyarakat/Kelompok Belajar (Learning Community)
Dalam pembelajaran kontekstual, learning community dapat dilakukan dengan cara:
(a) membentuk kelompok kecil, (b) mendatangkan ahli ke kelas, (c) bekera dengan kelas sebaya,
(d) bekera dengan kelas di atasnya, dan (e) bekerja dengan masyarakat.
5. Pemodelan (Modeling)
Bagian penting lainnya dalam pembelajaran kontekstual adalah pemodelan. Pemodelan adalah proses belajar dengan memberikan contoh berupa tindakan dan perilaku yang ditampilkan kepada siswa.
6. Refleksi
Refleksi adalah cara berpikir kebelakang (flashback) tentang apa yang sudah dilakukan pada masa lampau. Fungsi berpikir reflektif adalah untuk mengevaluasi pengetahuan atau pengalaman lama dengan pengetahuan atau pengalaman yang baru.
7. Penilaian Autentik (Autentication Assessment)
Penilaian autentik menekankan pada proses pembelajaran,
dimana assessment tidak diberikan di akhir periode pembelajaran
seperti pada kegiatan evaluasi hasil belajar melainkan dilakukan
bersama-sama secara terintegrasi dari awal hingga akhir
pembelajaran.
Model Pembelajaran Kontekstual
Terdapat 3 model pembelajaran kontekstual diantaranya adalah:
1. Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)
Inti dari model pembelajaran langsung adalah guru mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan tertentu, selanjutnya melatihkan keterampilan tersebut selangkah demi selangkah kepada siswa Tujuan yang dapat dicapai melalui model pembelajaran ini terutama adalah Penguasaan pengetahuan prosedural, pengetahuan bagaimana melakukan
sesuatu misalnya mengukur panjang dengan jangka sorong, mengerjakan soal-soal yang terkait dengan hukum kekekalan energi, dan menimbang benda dengan neraca Ohauss.
2. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Base Learning)
Inti dari pembelajaran berbasis masalah adalah guru menghadapkan siswa pada situasi masalah kehidupan nyata (autentik) dan bermakna, memfasilitasi siswa untuk memecahkannya melalui penyelidikan/inkuiri dan kerjasama, memfasilitasi dialog dari berbagai segi, merangsang siswa untuk menghasilkan karya pemecahan dan peragaan hasil.
Tujuan yang dapat dikembangkan melalui model pembelajaran ini adalah keterampilan berfikir dan pemecahan masalah, kinerja dalam menghadapi situasi kehidupan nyata, membentuk pembelajar yang otonom dan mandiri.
3. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Inti model pembelajaran koperatif adalah siswa belajar dalam kelompok- kelompok kecil, yang anggota-anggotanya memeliki tingkat kemampuan yang berbeda (heterogen). Dalam memahami suatu bahan pelajaran dan menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerjasama sampai seluruh anggota menguasai bahan pelajaran tersebut.
Tujuan yang dapat dicapai melalui model pembelajaran ini adalah hasil belajar akademik yakni penguasaan konsep-konsep yang sulit, yang melalui kelompok koperatif lebih mudah dipahami karena adanya tutor teman sebaya, yang mempunyai orientasi dan bahasa yang sama.
Disamping itu hasil belajar keterampilan sosial yang berupa keterampilan koperatif(kerjasama dan kolaborasi) juga dapat dikembangkan melalui model pembelajaran ini.