• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Kerja Spektrometer NMR

N/A
N/A
Taufik Rizkiana

Academic year: 2024

Membagikan " Prinsip Kerja Spektrometer NMR"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Taufik Rizkiana NPM : 2021001064 Tugas Elusidasi

1. Prinsip kerja NMR

Prinsip dalam spektrometri NMR yaitu bila sampel yang mengandung 1H atau 13C (bahkan semua senyawa organik) ditempatkan dalam medan magnet, akan timbul interaksi antara medan magnet luar tadi dengan magnet kecil (inti). Karena adanya interaksi ini, magnet kecil akan terbagi atas dua tingkat energi (tingkat yang sedikit agak lebih stabil (+) dan keadaan yang kurang stabil (-)) yang energinya berbeda. Karena inti merupakan materi mikroskopik, maka energi yang berkaitan dengan inti ini terkuantisasi, artinya tidak kontinyu. Perbedaan energi antara dua keadaan diberikan oleh persamaan.

E = γhH/2π

H yaitu kuat medan magnet luar (yakni magnet spektrometer), h yaitu tetapan Planck, γ yaitu tetapan khas bagi jenis inti tertentu, disebut dengan rasio giromagnetik dan untuk proton nilainya 2,6752 x 108 kg-1 s A (A= amper).

Bila sampel disinari dengan gelombang elektromagnetik (ν) yang berkaitan dengan perbedaan energi (E),

E = hν

Inti dalam keadaan (+) mengabsorbsi energi ini dan tereksitasi ke tingkat energi (-). Proses mengeksitasi inti dalam medan magnetik akan mengabsorbsi energi (resonansi) disebut nuclear magnetic resonance (NMR).

Frekuensi gelombang elektromagnetik yang diabsorbsi diungkapkan sebagai fungsi H.

ν = γH/2π

Bila kekuatan medan magnet luar, yakni magnet spektrometer, adalah 2,3490 T(tesla; 1 T

= 23490 Gauss), ν yang diamati sekitar 1 x 108 Hz = 100 MHz. Nilai frekuensi ini di daerah gelombang mikro.

Secara prinsip, frekuensi gelombang elektromagnetik yang diserap ditentukan oleh kekuatan magnet dan jenis inti yang diamati. Namun, perubahan kecil dalam frekuensi diinduksi oleh perbedaan lingkungan kimia tempat inti tersebut berada. Perubahan ini disebut pergeseran kimia. Dalam spektrometri 1H NMR, pergeseran kimia diungkapkan sebagai nilai relatif terhadap frekuensi absorpsi (0 Hz) tetrametilsilan standar (TMS) (CH3)4Si.

Frekuensi resonansi (frekuensi absorpsi) proton (atau inti lain) sebanding dengan kekuatan magnet spektrometer. Perbandingan data spektrum akan sukar bila spektrum yang didapat dengan magnet berbeda kekuatannya. Untuk mencegah kesukaran ini, skala δ, yang tidak bergantung pada kekuatan medan magnet, dikenalkan. Nilai δ didefinisikan sebagai berikut.

(2)

δ = (ν/ν) x 106 (ppm)

ν merupakan perbedaan frekuensi resonansi (dalam Hz) inti yang diselidiki dari frekuensi standar TMS (dalam banyak kasus) dan ν frek uensi (dalam Hz) proton ditentukan oleh spektrometer yang sama. Karena nilai ν/ν sedemikian kecil, nilainya dikalikan dengan 106. Jadi nilai δ diungkapkan dalam satuan ppm.

2. Unit Pokok NMR

Pada pokoknya spektrometer NMR terdiri atas 6 unit dasar, lihat Gambar-7

1. Magnet : magnet biasa atau elektromagnet yang mampu menghasilkan medan magnet kuat, setabil dan homogen untuk memisahkan tingkat energi inti.

2. Kumparan transmiter : untuk menghasilkan energi radiasi RF. Kumparan ini letaknya tegak

lurus pada kumpulan penyapu (sweep coils).

3. “Sweep generator” : untuk menyapu medan magnet melalui daerah resonansi untuk menghasilkan spektrum.

4. Kumparan penerima : mengelilingi tempat sampel untuk merangkaikan sampel dengan

penerima RF.

5. Detektor : untuk memproses signal-signal NMR.

6. Rekorder : untuk menggambar spektrum, baik mode absorbsi maupun integrasi.

Tempat sampel, lihat gambar : berikut,

(3)

3. Bilangan Kuantum

Bilangan kuantum adalah serangkaian angka yang digunakan untuk menggambarkan karakteristik dan distribusi elektron di sekitar inti atom. Konsep bilangan kuantum merupakan hasil dari perkembangan mekanika kuantum dan merupakan alat penting dalam menjelaskan struktur atom secara lebih akurat.

Bilangan kuantum adalah serangkaian angka yang digunakan untuk menggambarkan karakteristik dan distribusi elektron di sekitar inti atom. Konsep bilangan kuantum merupakan hasil dari perkembangan mekanika kuantum dan merupakan alat penting dalam menjelaskan struktur atom secara lebih akurat.

Bilangan Kuantum Utama (n): Bilangan ini menunjukkan tingkat energi utama dari suatu elektron dalam atom. Semakin tinggi nilai n, semakin tinggi pula energi elektron.

Bilangan Kuantum Azimut (l): Bilangan ini menggambarkan bentuk orbital dari suatu elektron.

Nilai l berkisar antara 0 hingga n-1, dengan setiap nilai l menggambarkan bentuk orbital yang berbeda.

Bilangan Kuantum Magnetik (m): Bilangan ini mengindikasikan orientasi orbital dalam ruang.

Nilai m berkisar antara -l hingga +l.

Bilangan Kuantum Spin (s): Bilangan ini menggambarkan arah spin dari suatu elektron. Nilai s dapat berupa +1/2 atau -1/2.

Referensi

Dokumen terkait

Minyak atsiri yang berasal dari bunga pada awalnya dikenal dari penentuan struktur secara sederhana, yaitu dengan perbandingan aton hidrogen dan atom karbon dari suatu

* Struktur dan sifat-sifat inti atom: susunan inti, ukuran dan bentuk inti atom, momentum sudut dan momen magnet inti, gaya nuklir (interaksi antar nukleon dalam inti

Hidrokarbon aromatik adalah suatu senyawa yang memiliki cincin benzene yang terdiri atas enam atom karbon dengan satu atom hidrogen pada setiap karbon.. Kondisi

Spektrum 13 C NMR senyawa 2 juga memperlihatkan adanya resonansi yang terpisah untuk tujuh atom karbon, termasuk di antaranya satu atom karbon karbonil gugus aldehid, dua atom

berbagai senyawa yang mengandung atom-atom karbon, sehingga kimia organik sering juga disebut dengan kimia karbon.. Kimia anorganik mempelajari selain dari

Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hydrogen (H) dan atom karbon (C). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom – atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap dua karbon disebut alkena. Sedangkan yang memiliki ikatan rangkap tiga karbon disebut alkuna. Kedua golongan hidrokarbon ini termasuk dalam hidrokarbon tak jenuh, sebab mengandung hidrogen per karbon lebih sedikit daripada alkana padanannya (CnH2n+2). Alkana dapat diperoleh dari alkena atau alkuna dengan menambah 1 atau 2 mol

NMR Spektra Spektra Dekopling Dekopling 1 1 H H Pada metode ini inti hidrogen “dijenuhkan”, inti 1H berotasi secara cepat antara dua keadaan spin-nya +1/2 dan -1/2 dan inti C

Minyak atsiri yang berasal dari bunga pada awalnya dikenal dari penentuan struktur secara sederhana, yaitu dengan perbandingan aton hidrogen dan atom karbon dari suatu senyawa terpenoid