Kebebasan Untuk Prita : M Irwan
Cerpen NH Dini mengisahkan tentang anak perempuan yang telah lama dinantikan oleh sang bapak. Bapak yang seorang dalang wayang di ujung kampung . Kelahiran Prita menjadi kebahagiaan bagi keluarganya, terlebih sejak kematian si sulung, anak pertama atau kakak kandung Prita, yang wafat, jauh sebelum ia lahir. Sayangnya, Prita mengalami sakit keras dan ia menjadi seorang pendiam yang hanya tinggal di rumah. Prita berangan jadi Djataju, tokoh burung dalam wayang karena ingin terbang. Namun, saat wayang harus dijual, Prita menangis mempertahankan Djatajunya. Bapak mempertahankan Djataju dan angannya kemudian tersampaikan suatu hari.
Dari ringkasan adegan di atas, kita bisa melihat posisi Prita . Prita adalah seorang gadis yang sesungguhnya adalah bintang atau harta dari keluarganya. Ia dinantinantikan dari sejak lama dan ketika ia lahir, semua keinginan Prita dituruti oleh sang bapak. Ibunya pun demikian.
Nama Prita diambil dari nama Prita Ibu Pendawa dalam cerita wayang. Sang bapak mengharapkan anaknya akan semulia Prita dalam wayang tersebut. Namun, ia Prita justru sakit keras dan orang di kampung amat yakin bahwa nama yang digunakan Prita menjadi sebab penyakitnya. Terhubung ke perbincangan di kelas, masyarakat Indonesia amat erat dengan mitos mitos yang diciptakan di daerah mereka. Mereka hidup dengan kepercayaan takhayul akan dewa atau leluhur yang dalam kepala mereka, harus disanjung dan ditakuti. Prita, adalah contoh anak yang jadi objek akan cara cara hidup yang demikian. Akibatnya, Prita mengalami dua situasi sekaligus, ia disanjung sekaligus dikucilkan orang sekampungnya karena dianggap murka.
Keluarga Prita adalah representase keluarga masyarakat Indonesia yang sangat Jawa, yang patuh akan nilai nilai adat, sebagaimana karakter bapak yang dihadirkan sebagai dalang Wayang. Namun, dalam harmonisasi keluargaan tersebut, ternyata juga masih terkait dengan urusan ekonomi sehingga ia harus menjual wayangnya. Tetapi di sinilah juga dilihat lagi kasih sayang sang bapak, karena sebenarnya ia telah berutang demi kenduri kematian anaknya setahun sebelumnya. Sang bapak akhirnya menjual seperangkat wayang dengan kecuali Tjataju yang menjadi satu satunya harapan Prita, teman bermain, karena ia ingin jadi garuda, yang bisa terbang. Untungnya sang bapak, mempertahakankan satu tokoh wayang itu untuk anaknya.
Kasih sayang bapak atau kasih sayang keluarga tersebut, rupanya berimbas celaka. Tokoh Wayang dalam hal ini Djataju memantik imajinasi Prita utnuk terus berangan angan terbang sebagaimana layaknya burung garuda.. Segitu sayangnya sang bapak dan ibu, tidak menyadari bahwa Prita punya penyakit, yang bisa mensugesti pikirannya ke mana mana. Hingga, akhirnya, ketika Prita melihat benda yang bernama skuter, terparkir depan rumahnya, ia langsung membayangkan terbang. Melarikan skuter milik teman bapaknya. Prita memang terbebas dari lingkup keluarga, dari dirinya yang hanya tinggal kesepian seitiap hari, dari gosip warga kampung,namun kebebasan itu justru membunuhnya. Prita celaka dan jatuh dari skuter pada saat senja, saat hari gelap dan hujan deras. Tidak ada siapapun yang menolongnya. Djataju kesayangannya juga tidak, dewa dalam wayang yang dipercaya bapaknya juga tidak.