• Tidak ada hasil yang ditemukan

problematika penegakan hukum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "problematika penegakan hukum"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

Satjipto Rahardjo mengartikan penegakan hukum sebagai proses mewujudkan keinginan hukum (yaitu pemikiran pembentuk undang-undang yang dirumuskan dalam peraturan hukum) menjadi kenyataan. Dalam arti yang lebih luas, seluruh badan hukum dalam setiap hubungan hukum dilibatkan dalam proses penuntutan.

BAB II

Dilihat dari segi subjeknya, penegakan hukum dapat dilakukan oleh subjek yang luas dan juga dapat diartikan sebagai upaya penegakan hukum oleh subjek dalam arti yang terbatas atau sempit. Dalam arti sempit, jika dilihat dari sudut pandang subjeknya, penegakan hukum diartikan hanya sebagai upaya aparat penegak hukum tertentu untuk menjamin dan menjamin berfungsinya suatu negara hukum dengan baik.

KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PENEGAKAN HUKUM

Pegawai KPK

Tanpa adanya kepastian dan keadilan hukum serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum (retch penegakan hukum), maka seluruh aspek kehidupan masyarakat akan terganggu. Menurut Achmad Ali, salah satu cara yang baik dan efektif untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum adalah dengan membersihkan 'sapu kotor' yang masih berkeliaran di republik ini, karena mengingat keadaan pemerintahan dalam situasi transisi, yaitu pemerintahan hasil dari suatu negara. kombinasi penguasa baru dan tokoh-tokoh lain yang merupakan bagian dari rezim otoriter lama.

BAB III

Di Indonesia, sebagaimana diamanatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tujuan pembangunan nasional adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan demokrasi ekonomi dengan mengembangkan sistem perekonomian berkeadilan. Untuk menjamin kelangsungan demokrasi ekonomi, maka seluruh potensi, prakarsa, dan daya kreatif rakyat harus dimobilisasi dan dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum, sehingga dengan demikian seluruh kekuatan ekonomi yang ada dapat dikerahkan dalam perekonomian. realitas. kekuasaan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan rakyat.

TANGGUNG JAWAB DIREKSI

BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007

Apabila nasabah tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana diperjanjikan dalam perjanjian dengan angsuran kredit yang telah melebihi 270 hari, maka kualitas kredit dianggap Kredit Macet. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 juga memberikan kewenangan kepada Otoritas Jasa Keuangan untuk mengawasi aspek kehati-hatian bank syariah yang meliputi manajemen risiko, tata kelola, prinsip kenal nasabah dan anti pencucian uang, serta pencegahan pendanaan terorisme dan kejahatan perbankan.

Daftar Pustaka

Undang-undang tidak hanya berperan secara konvensional, namun juga melayani dan mengakomodasi perubahan besar dalam skala yang lebih luas. Dalam perubahan nasional dan internasional menghadapi perubahan besar akibat globalisasi, hukum saja tidak cukup bersifat antisipatif, namun harus mampu merancang masa depan bangsa dalam pembangunan ekonomi.

BAB IV

Oleh karena itu, undang-undang tersebut tidak hanya bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional dari proses globalisasi ekonomi, namun juga harus diupayakan agar Indonesia dapat berperan dalam pengendalian, pengelolaan dan sekaligus pemanfaatan globalisasi melalui berbagai formulasinya.

PRINSIP PIERCING THE

CORPORATE VEIL DALAM HUKUM PERUSAHAAN

Dalam Pasal 50 ayat 1, dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas ditegaskan bahwa sebagai bukti kepemilikan, nama pemegang saham dicatat dalam daftar perseroan. Berdasarkan § 3, ayat 1, dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas disebutkan bahwa pemegang saham perseroan tidak bertanggung jawab secara pribadi atas perjanjian yang dibuat atas nama perseroan dan tidak bertanggung jawab atas kerugian perseroan yang melebihi saham yang dimilikinya. Asas Piercing the Corporate Veil sudah ada di Indonesia sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas yang hadir menggantikan beberapa peraturan tentang perseroan terbatas dalam Hukum Dagang.

Asas Piercing the Corporate Veil yang tertuang dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas merupakan pengaruh hukum asing yang diimpor dari negara-negara yang menganut sistem hukum Anglo-Saxon. Tanggung jawab terbatas diatur dalam pasal 3 ayat (1) undang-undang no. 40 Tahun 2007 bagi perseroan terbatas tidak bersifat mutlak. Pengadilan di Indonesia telah menerapkan Prinsip Piercing the Corporate Veil dalam memutus permasalahan hukum mengenai tanggung jawab terbatas pemegang saham suatu perseroan terbatas.

Upaya yang dapat dilakukan untuk melaksanakan tanggung jawab Perseroan Terbatas kepada pemangku kepentingan adalah melalui penerapan Prinsip Piercing the Corporate Veil. Prinsip Piercing the Corporate Veil merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberikan rasa keadilan kepada pemangku kepentingan dengan menuntut tanggung jawab penuh dari pemegang saham, direksi, dan komisaris PT Bank Century terhadap aset pribadinya melalui tanggung jawab terbatas dengan mengabaikan apa yang ada. diatur. dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

BAB V

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa suatu lahan luas yang berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam lingkungan alam yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hutan sebagai anugerah dan amanah Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat Indonesia merupakan sumber daya alam yang tak ternilai harganya.

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENCEGAHAN

KEBAKARAN HUTAN

Pokok-pokok Penyelenggaraan Kehutanan di Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yaitu. Berdasarkan huruf d ayat (3) Pasal 50 Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, ditegaskan bahwa siapapun dilarang membakar hutan. Sanksi bagi pelaku tindak pidana pembakaran hutan diatur dalam Pasal 78 Undang-Undang Republik Indonesia no. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Berdasarkan Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan ditegaskan bahwa siapa pun yang dengan sengaja membakar hutan dapat diancam pidana penjara. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus 2013, Undang-undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penebangan Hutan disahkan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penebangan Hutan lahir sebagai jawaban terhadap sifat penggundulan hutan yang semakin kompleks.

Prinsip-prinsip pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan di Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan yaitu. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan disebutkan bahwa masyarakat wajib ikut serta dalam pemeliharaan dan perlindungan hutan dari gangguan dan perusakan yang dilakukan oleh.

BAB VI

Pembangunan perekonomian nasional di era globalisasi ini dituntut mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha, sehingga mampu menghasilkan berbagai produk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dibukanya perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC), produk pangan dari negara tetangga akan beredar bebas di Indonesia. Terbukanya pasar nasional akibat proses globalisasi perekonomian harus tetap menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kepastian mutu dan keamanan produk yang diperdagangkan di pasar.

Di satu sisi keadaan ini sangat menguntungkan masyarakat, karena kebutuhan masyarakat akan produk yang berkualitas juga dapat terpenuhi.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MAKANAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang dijelaskan bahwa rahasia dagang adalah informasi yang tidak diketahui umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, serta mempunyai nilai ekonomi karena bermanfaat. Perlindungan Hukum Terhadap Pangan Khas Daerah Rahasia dagang mendapat perlindungan hukum apabila informasi tersebut benar-benar bersifat rahasia, mempunyai nilai ekonomi dan dijaga kerahasiaannya melalui upaya-upaya yang tepat. Pelaku usaha di Kota Pekanbaru yang menjual makanan khas Provinsi Riau, meskipun tidak mengetahui adanya perlindungan hukum rahasia dagang berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang, tetap harus mendapat perlindungan hukum dari negara untuk menjamin masyarakat. kreativitas dan inovasi pengembangan produk pangan dan ciri khas daerah dapat terlindungi.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Dinas Penerangan dan Hukum Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru, perbuatan tersebut dikatakan merupakan pelanggaran rahasia dagang jika. Kendala dalam perlindungan hukum rahasia dagang produk pangan khusus daerah di Kota Pekanbaru adalah: Faktor pengetahuan dan pemahaman hukum badan usaha Perlindungan hukum rahasia dagang diatur dalam Undang-Undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.

Namun banyak perusahaan makanan khas daerah di kota Pekanbaru yang belum mengetahui dan memahami hukum khususnya mengenai rahasia dagang. Kami berharap kepada pemerintah kota Pekanbaru terkait dengan undang-undang no. 30 tahun 2000 secara berkala menginformasikan kepada para pengusaha yang memproduksi makanan khas daerah dan variasinya mengenai rahasia dagang.

VII PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN HAK CIPTA

Cakupan perlindungan hak cipta diperluas pada bentuk ciptaan berupa digitalisasi ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Adanya perdagangan barang bajakan inilah yang menyebabkan banyak terjadi pelanggaran hak cipta terhadap produk MP3 di kemudian hari. Banyak pihak yang tidak mengetahui bahwa apa yang dilakukannya sebenarnya merupakan pelanggaran hak cipta.

Penegakan hukum hak cipta hanya merupakan subsistem dan bagian integral dari sistem penegakan hukum di Indonesia. Pemberlakuan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta semakin memperkuat landasan hukum pengaturan hak cipta di Indonesia. Penegakan hak cipta berdasarkan UU no. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dapat diselesaikan melalui penyelesaian sengketa perdata maupun sengketa pidana.

Perlindungan hukum terhadap hak cipta merupakan salah satu bagian terpenting dalam menjamin keamanan hukum bagi pencipta ciptaannya. Dalam undang-undang no. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta mengatur sanksi pidana dan perdata bagi siapa saja yang melanggar hak cipta. Perlindungan hukum terhadap hak cipta produk tenun Songket Melayu berdasarkan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.”

“Perlindungan Hukum Terhadap Pelanggaran Hak Cipta Perangkat Lunak Ditinjau dari Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014.” Majalah Sekretariat, volume 4, nomor 2.

TENTANG PENULIS

Andrew Shandy Utama, S.H., M.H., lahir di Pekanbaru pada tanggal 28 Juni 1990, menjabat sebagai dosen tetap sejak tahun 2015 dengan jabatan fungsional Asisten Ahli pada Program Studi Sarjana Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning. Rizana, S.H. , M.H., lahir di Tanjung Pinang pada tanggal 24 April 1988, merupakan dosen tetap pada Program Studi Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning. Dengan jabatan fungsional dosen, Rizana saat ini mengepalai Tim Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning periode ini.

Ade Pratiwi Susanty, S.H., M.H. yang lahir pada tanggal 26 Februari 1989 di Binjai, merupakan dosen tetap pada Program Studi Sarjana Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning. Dengan jabatan fungsional Lektor, Ade Pratiwi Susanty saat ini dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning untuk periode tersebut. Ade Pratiwi Susanty ditugaskan untuk mengajar mata kuliah Hukum Perdata, Hukum Dagang dan Advokasi pada program studi Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning.

Salah satu dosen senior Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning, dari periode ke periode menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum. Sandra Dewi, S.H., M.H., adalah dosen tetap dengan jabatan fungsional Dosen pada Program Studi Sarjana Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning, lahir pada tanggal 9 Juli 1966 di Tanjung Pinang.

Referensi

Dokumen terkait

Dunia perekonomian saat ini sudah semakin kompleks dengan berbagai persaingan yang ketat diantara perusahaan-perusahaan di tingkat lokal, nasional dan internasional.

Perkembangan perubahan dinamika sosial masyarakat dalam segala aspek kehidupan yang berdampak terhadap keamanan dalam negeri berlangsung dengan cepat, perkembangan

Penegakan kedaulatan dan hukum di laut merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam usaha pelaksanaan ketentuan-ketentuan hukum (nasional dan internasional) yang berlaku, baik

Memperhatikan tindak pidana penyalahgunaan narkotika semakin hari semakin meningkat, menunjukkan aplikasi Undang-undang nomor 9 Tahun 1976 belum dapat secara efektif

Dengan perkembangan dan perluasan kerjasama ekonomi yang semakin meningkat di ASEAN dan juga mengingat perkembangan perdagangan internasional dan investasi di

Perubahan diperlukan di tingkat organisasi sebagai bentuk konsekuensi dari perkembangan teknologi maupun perubahan kehidupan yang berlangsung begitu cepat.. Hal ini

Perkembangan teknologi dewasa ini berlangsung sangat cepat. Perkembangan ini dirasakan oleh semua kalangan. Perkembangan teknologi, manusia semakin dibantu dalam melakukan

Hasil PenilaianPeer Review: Komponen Yang Dinilai Nilai Maksimal Jurnal Ilmiah Isikan di kolom yang sesuai Nilai Akhir DIperolehYang Internasional Bereputasi Internasional Nasional