PENDAHULUAN
FokusPenelitian
Apa saja permasalahan pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Bagaimana permasalahan lingkungan hidup membentuk kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.
TujuanPenelitian
Apa permasalahan kurikulum pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.
ManfaatPenelitian
DefinisiIstilah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia11, kata kepribadian berasal dari kata personal yang berarti perseorangan dari seseorang, diberi awalan 'an' sehingga menjadi kata sifat yang mempunyai arti cara berperilaku yang mempunyai ciri khusus. keberadaan seseorang dan hubungannya dengan orang lain di lingkungannya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian muslim adalah permasalahan yang ada pada pemberian materi pembelajaran oleh guru untuk mendidik siswa dalam upaya sadar dan terencana untuk mempersiapkan siswa mengenal, memahami dan menghayati keislaman. agama. dan mengimani ajaran agama Islam serta memberikannya pandangan hidup, berperilaku yang merupakan ciri khusus seseorang dan hubungannya dengan orang lain disekitarnya, sesuai dengan ajaran agama Islam agar untuk mewujudkan kesatuan bangsa.
SistematikaPembahasan
Bab ini merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, fokus masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, sistematika pembahasan. Bagian ini merupakan penyajian data-data yang diperoleh di lapangan dan juga untuk menarik kesimpulan guna menjawab permasalahan yang terfokus pada Bab lima: Menjelaskan cara menguraikan kesimpulan.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
- PengertianPendidikan Agama Jslam
- ProblematikaPendidikan Agama Jslam
- KepribadianSiswa
Pendidikan agama Islam merupakan upaya yang disengaja dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik mengetahui, memahami, menghayati, dan mengimani ajaran Islam yang disertai dengan bimbingan. Menurut Sukarno14, pendidikan agama Islam adalah usaha yang disengaja dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik agar mengetahui, memahami, menghayati, dan mengimani ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pedoman hidup. 13 Kementerian Agama Republik Indonesia, Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 211 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam di Sekolah.
17 Kementerian Agama Republik Indonesia, Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 211 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Menurut Sukarno24, pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik mengetahui, memahami, menghayati dan mengimani ajaran agama Islam dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Dan apapun yang menyebabkan siswa lambat belajar merupakan permasalahan bagi proses belajar mengajar pendidikan agama Islam itu sendiri.
Tujuan akhir pendidikan agama Islam adalah menumbuhkan dan meningkatkan keimanan dengan cara menanamkan dan membina peserta didik tentang agama. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan akhir pembelajaran pendidikan agama Islam. Tujuan kelembagaan pendidikan agama Islam di SDN Rowoidah 01 Ajung Kabupaten Jember didasarkan pada tujuan kurikulum pendidikan.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada pada lokasi tersebut sehingga peneliti dapat benar-benar memahami kondisi objek penelitian. Sebab di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember terdapat permasalahan dalam pembentukan kepribadian siswa. Karena penulis di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember berpendapat bahwa penelitiannya mudah.
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan observasi, peneliti mengamati objek penelitian untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi proses belajar mengajar di SDN Rowo Indah 01 Ajung Kabupaten Jember. Wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. 62 Wawancara juga dapat diartikan sebagai percakapan dengan tujuan tertentu. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan melalui tanya jawab lisan antara pencari informasi (interviewer) dan sumber informasi (interviewee).
Analisis Data
Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisis deskriptif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka. Ketika data mining telah selesai dan semua data telah terkumpul, maka sekarang saatnya peneliti menganalisis data tersebut. Mereduksi data berarti merangkum, memilih pokok-pokok, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola.
Data yang direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mencari data selanjutnya jika diperlukan. Temuan dapat berupa deskripsi/gambaran terhadap objek yang sebelumnya tidak jelas, sehingga menjadi jelas setelah dilakukan penelitian.
Keabsahan Data
Jumlah siswa menurut kelas dan jenis kelamin di SDN Rowo Indah 01 Ajung Jember tahun pelajaran 2013/2014. Permasalahan kurikulum pendidikan agama Islam di SDN Rowo Indah 01 Ajung erat kaitannya dengan permasalahan guru agama Islam dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Permasalahan kurikulum agama Islam untuk membentuk kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Jember antara lain ketidakmampuan guru dalam melaksanakan kurikulum.
“Permasalahan Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Kepribadian Siswa di SDN Rowo Indah 01 Ajung Jember Tahun Pelajaran 2014/2015”. Perhatikan situasi, kondisi dan aktivitas lainnya di SDN Rowo Indah 01 Ajung Jember. Informasi permasalahan pendidikan agama Islam dalam pembentukan kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Ajung Jember.
Informasi betapa problematisnya masukan siswa pendidikan agama Islam dalam pembentukan kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Jember pada tahun ajaran. Informasi betapa problematisnya kurikulum pendidikan agama Islam dalam pembentukan kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Jember pada tahun ajaran. Informasi betapa problematisnya lingkungan pendidikan agama Islam dalam pembentukan kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Jember pada tahun ajaran.
Tahap-tahap Penelitian
KAJIAN DATA DAN ANALISIS
Sejarah Singkat Berdirinya Sekolah
Visi dan Misi
Struktur organisasi
Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.
Keadaan guru
Di lingkungan sekolah, pihak sekolah memberikan motivasi dengan melakukan tindakan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran agama Islam di SDN Rowo Indah 01 Ajung. Lingkungan keluarga seorang siswa mempunyai peranan yang besar dalam berhasil tidaknya proses pembelajaran, dan di SDN Rowo Indah 01 Ajung teridentifikasi permasalahan dalam lingkungan keluarga yaitu tidak adanya dukungan keluarga bagi siswa dalam belajar dan berprestasi. Pengajaran agama Islam di rumah. Permasalahan pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember mendapat perhatian lebih dari kepala sekolah dan tenaga pengajar khususnya guru pendidikan agama Islam.
Permasalahan masukan siswa pendidikan agama Islam dalam membentuk kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember antara lain kurangnya motivasi siswa, lemahnya kemampuan kognitif siswa dan ketidakstabilan emosi siswa.
Kurikulum
Keadaan Siswa
Sarana Dan Prasarana
Penyajian Data dan Analisis Data
- Problem Input siswa Pendidikan Agama Islam dalam
- Problem Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam
- Problem Lingkungan Pendidikan Agama Islam dalam
Dengan pendekatan personal kepada siswa diharapkan siswa mau menceritakan permasalahan yang dihadapinya, sehingga nantinya guru pendidikan agama Islam dapat membantu permasalahan yang dihadapi siswa, dan guru dapat memberikan motivasi agar siswa dapat bertindak dengan baik. sebagai bekal dasar bagi kepribadian siswa. Saya selalu melakukan pendekatan kepada siswa untuk mengetahui permasalahan siswa sehingga saya dapat memberikan motivasi dan arahan kepada siswa tersebut” 81. Lingkungan keluarga siswa di SDN Rowo Indah 01 Ajung kurang baik untuk motivasi belajar siswa, hal ini dikarenakan situasi keluarga di rumah tidak memberikan motivasi kepada siswa untuk dapat belajar dengan baik dan benar. Lingkungan masyarakat siswa di SDN Rowo Indah 01 Ajung kurang baik untuk motivasi belajar siswa, hal ini disebabkan karena situasi masyarakat yang tidak memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar. mau belajar.
“Masih banyak siswa yang belum mampu dalam pendidikan agama Islam, hal ini disebabkan kemampuan siswa yang kurang sehingga guru memerlukan banyak waktu untuk dapat memahami siswa dalam materi pendidikan agama Islam, yang antara lain hal-hal lain, memutarbalikkan hanya mengarah pada terbentuknya kepribadian siswa.”84. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Sekolah SDN Rowo Indah 01 yang menyatakan bahwa: “Banyak faktor emosional siswa. Kurangnya pemahaman guru pendidikan agama Islam mengenai kurikulum 2013 dan pelaksanaannya disebabkan adanya transisi kurikulum.
“Sebenarnya kurikulum yang seharusnya digunakan dalam pengajaran pendidikan agama Islam saat ini adalah kurikulum 2013, namun karena masih dalam proses transisi, banyak metode yang dianggap sulit untuk diterapkan, sehingga kurikulum harus disesuaikan dengan siswa. . kebutuhannya, sehingga siswa tidak memahami pelajaran.”86.
Pembahasan temuan
Dan kurangnya perhatian guru agama Islam terhadap siswa mengakibatkan siswa kurang tertarik mempelajari pendidikan agama Islam, hal ini disebabkan kurangnya motivasi terhadap pendidikan agama Islam. Dan permasalahannya siswa tidak mempunyai buku karena faktor ekonomi. Guru pendidikan agama Islam SDN Rowo Indah 01 Ajung memastikan siswa tetap memiliki panduan yang mengacu pada buku pendidikan agama Islam yang sesuai dengan kurikulum dan buku lain yang dirasa perlu diketahui siswa. . Dan membuat klasifikasi peserta didik yang bisa dan tidak bisa mengikuti pendidikan agama Islam ketika mempelajari pendidikan agama Islam.
Keadaan Guru Agama Islam di SDN Rowo Indah 01 Ajung ada yang belum paham atau belum bisa menggunakan Kurikulum 2013 itu sendiri, sehingga ada sebagian Guru Agama Islam yang tidak menggunakan Kurikulum 2013 pada saat mengajar Pendidikan Agama Islam di SDN Rowo Indah 01 Ajung, Sistem Kurikulum Dalam permasalahan tersebut mempunyai kebijakan yang dilakukan guru agama dalam pembelajaran pendidikan agama Islam yaitu menugaskan guru agama Islam untuk pelatihan dan seminar atau kegiatan eksternal telah memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh kurikulum di SDN Rowo Indah 01 Ajung. Permasalahan dalam lingkungan ini terdapat pada lingkungan keluarga yaitu kurangnya dukungan keluarga terhadap peserta didik dalam mempelajari dan melaksanakan pendidikan agama Islam.
Permasalahan lingkungan pendidikan agama islam dalam pembentukan kepribadian siswa di SDN Rowo Indah 01 Kecamatan Ajung Jember antara lain lingkungan masyarakat yang pada umumnya tidak mendukung proses pembentukan kepribadian siswa, lingkungan keluarga yang sebagian besar kurang menyadarinya. pendidikan dan lingkungan sekolah dengan proses pendidikan agama Islam untuk memperoleh keluaran siswa yang berkepribadian baik.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran-saran
- Tabel perbedaan penelitian
- Data Pendidik dan tenaga kependidikan
- Struktur kurikulum SDN Rowo Indah 01
- Data Siswa SDN Rowo Indah 01
SDN Rowo Indah 01 Ajung Jember sudah melaksanakan proses pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku saat ini, namun masih diperlukan pembaharuan untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan berupa hasil siswa yang mempunyai kepribadian yang baik. Siswa mengikuti pendidikan agama nonformal di Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur'an dan kegiatan pengajian di musala terdekat. Kementerian Agama Republik Indonesia, Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 211 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam di Sekolah.
Melakukan proses penelitian di SDN Rowo Indah 01 Ajung Kabupaten Jember dengan tujuan penulisan karya ilmiah yang diberi judul. Meminta surat keterangan selesai penelitian dan pamit kepada kepala, dewan guru dan staf SDN Rowo Indah 01 Ajung.