• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRODUK MURABAHAH DI BTN SYARIAH PAREPARE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PRODUK MURABAHAH DI BTN SYARIAH PAREPARE "

Copied!
155
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Hasil riset BI menunjukkan 15% responden berpendapat bank syariah tidak ada bedanya dengan bank konvensional, “hanya kemasannya saja yang berbeda”. Banyak kalangan cloud yang juga meyakini bahwa bank syariah menghasilkan keuntungan lebih besar dibandingkan bank konvensional. Dan yang menjadi permasalahan adalah pengetahuan masyarakat masih minim mengenai tata cara pembiayaan murabahah yang diterapkan di BTN Syariah, sehingga banyak masyarakat yang memilih bank syariah lain atau memilih bank konvensional.

Rumusan Masalah

Pada dasarnya konsep pemasaran yang memuat ciri-ciri pemasaran syariah yang membimbing para pemasar, bersifat teistik (rabbaniyah), seorang pemasar syariah harus memantapkan dirinya dengan nilai-nilai spiritual, karena pemasaran akrab dengan penipuan, sumpah palsu, penyuapan dan korupsi. Untuk itu berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut penerapan etika pemasaran syariah untuk meningkatkan minat nasabah menggunakan produk murabahah di BTN Syariah Parepare. Bagaimana penerapan etika pemasaran syariah menggunakan produk murabahah di BTN Syariah Parepare untuk meningkatkan minat nasabah.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

Vervolgens het onderzoek van Lutfiatul Hilmiyah getiteld Analysis of Islamic Marketing Ethics in Taking Savings Product Transactions bij de Muamalah Berkah Sejahtera Surabaya Savings and Loans and Sharia Financing Cooperative (KSPPS). Ten derde, onderzoek door Elga Yulia Delvira getiteld Analysis of Sharia Marketing Strategy for Murabahah Financing on Gold Installment Products in Taking the Number of Customers (Case Study of Bank Syariah Indonesia KCP Moh. 8 Lutfiatul Hilmiyah, "Analysis of Islamic Marketing Ethics in Taking Transactions of Spaarproducten in spaar- en leningcoöperaties Sharia-financiering (KSPPS) Muamalah Berkah Sejahtera Surabaya”, (bachelorscriptie; Sharia-economie, Surabaya 2020), p.

Tinjauan Teori

  • Etika Pemasaran Islam
  • Minat Nasabah
  • Murabahah

Seorang pemasar juga tidak boleh menjadi orang yang tamak, menindas, dan merugikan orang lain.20 Syariat Islam diciptakan untuk manusia berdasarkan kemampuannya, tanpa membeda-bedakan ras, warna kulit, kebangsaan, dan status. Dalam bauran pemasaran suatu perusahaan jasa terdapat unsur-unsur dan unsur-unsur yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan dalam menciptakan strategi komunikasi pemasaran, yaitu: 36. Pembiayaan investasi meliputi pembelian aktiva tetap, mesin dan barang modal lainnya, sedangkan Pembiayaan konsumen mencakup pembelian rumah, mobil, dan lain-lain, yang pembayarannya biasanya dilakukan secara mencicil.42 Salah satu bank syariah yang menggunakan produk Murabahah adalah BTN Syariah.

42Youdhi Prayogo, 'Produk Murabahah Unggulan Bank Syariah Konsep, Prosedur, Penentuan Margin dan Penerapannya dalam Perbankan Syariah', Nalar Fiqh: Jurnal Kajian Ekonomi dan Sosial Islam. Pembiayaan Emasku BTN iB hadir untuk memberikan solusi kepada nasabah yang ingin berinvestasi pada emas batangan (batang) bersertifikat Antam berdasarkan prinsip syariah. 6) Pembiayaan BTN iB Multibenefit.

Gambar 2.1 Skema akad murabahah
Gambar 2.1 Skema akad murabahah

Kerangka Konseptual

Pegawai BTN Syariah Parepare dalam menjalankan tugasnya selalu memperhatikan peraturan hukum (perundang-undangan), peraturan organisasi (aturan yang ada di perusahaan) dan juga peraturan Islam (peraturan berdasarkan prinsip syariah dan fatwa yang dikeluarkan oleh majelis ulama).

Gambar 2.2 Bagan Kerangka Pikir
Gambar 2.2 Bagan Kerangka Pikir

Bagan Kerangka Pikir

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang pendekatannya disesuaikan dengan melihat kenyataan di lapangan melalui observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menganalisis atau menafsirkan sesuatu berdasarkan hal yang terjadi, peristiwa atau kebenaran peristiwa yang tampak. Pendekatan fenomenologi bertujuan untuk mendeskripsikan makna pengalaman hidup yang dialami oleh beberapa individu, ditinjau dari konsep atau fenomena tertentu, dengan mengeksplorasi struktur kesadaran manusia.

Maka disini peneliti ingin mengetahui makna pengalaman yang dialami nasabah BTN Syariah Parepare mengenai layanan BTN Syariah Parepare melalui kajian fenomenologi ini. Studi lapangan adalah jenis penelitian kualitatif dimana peneliti mengamati dan berpartisipasi secara langsung di lokasi dimana data berada.48. 48 Sugiarti, Eggi Fajar Andalas dan Arif Setiawan, Desain Kualitatif Penelitian Sastra (Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2020), hal.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Fokus Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat pertama kali 49 Data primer dari penelitian ini merupakan hasil wawancara dengan informan, informan dalam penelitian ini adalah karyawan dan nasabah BTN Syariah Parepare. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung yaitu data yang diperoleh peneliti dari lokasi penelitian, jurnal, buku literatur, website dan dokumen lain yang berkaitan dengan masalah penelitian ini 50 Data sekunder penelitian ini berasal dari buku atau website yang berhubungan dengan BTN Syariah Parepare. Sumber data sekunder diharapkan dapat menunjang penulis dalam mengungkap data yang diperlukan dalam penelitian ini sehingga sumber data primer lengkap.

Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data

Observasi adalah suatu kegiatan yang berkaitan dengan suatu proses atau objek dengan tujuan merasakan dan kemudian memahami pengetahuan suatu fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang telah diketahui sebelumnya untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk melanjutkan penelitian. Observasi dilakukan di BTN Syariah Parepare sebagai pengamatan terhadap setiap keadaan yang ada di BTN Syariah Parepare baik dalam pelaksanaan tugas masing-masing pegawai maupun dalam pelayanan yang diberikan kepada nasabah. Wawancara atau wawancara adalah proses memperoleh informasi melalui tanya jawab tatap muka antara orang yang berusaha memperoleh informasi dengan orang yang diwawancarai untuk memperoleh informasi konkrit mengenai masalah yang diteliti.52 Objek yang akan diwawancarai narasumber peneliti dalam metode wawancara adalah karyawan dan nasabah BTN Syariah Parepare dengan menggunakan wawancara terstruktur.

Merupakan suatu cara pengumpulan data yang mana peneliti dapat memperoleh informasi bukan dari orang-orang sebagai sumbernya melainkan peneliti memperoleh informasi dari berbagai sumber tertulis atau dari dokumen-dokumen yang ada pada informan berupa peninggalan budaya, karya seni, dan karya pemikiran. . Dalam hal ini peneliti mengumpulkan dokumen terkait produk murabahah di BTN Syariah dan budaya kerja yang menjadi pedoman perilaku etis yang berasal dari situs resmi Bank Tabungan Negara. 52Bungin, B, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), hal. Hasil yang diperoleh dari suatu survei dapat diperiksa dengan menyelidiki kemungkinan sumber kesalahan dalam penelitian, serta dengan menilai tingkat konsistensi hasil, baik secara teoritis maupun empiris.

Uji Keabsahan Data

Hasil yang diperoleh dari suatu survei dapat diperiksa dengan menyelidiki kemungkinan sumber kesalahan dalam penelitian, serta dengan menilai tingkat konsistensi hasil, baik secara teoritis maupun empiris. keandalan) dan tes konfirmasi. Triangulasi adalah teknik validasi data yang menggunakan sesuatu selain data untuk tujuan pengendalian atau sebagai pembanding terhadap data. Teknik triangulasi yang paling umum digunakan adalah pengecekan sumber lain.54 Triangulasi dalam pengujian reliabilitas diartikan sebagai pengecekan data dari sumber yang berbeda dengan cara yang berbeda dan waktu yang berbeda.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menguji keterandalan data dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Teknik triangulasi sumber boleh saja menggunakan satu jenis sumber data, misalnya informan, namun beberapa informan atau sumber yang digunakan hendaknya ditempatkan pada kelompok atau tingkatan yang berbeda. Teknik triangulasi sumber juga dapat dilakukan dengan cara menggali informasi dari berbagai jenis sumber data, misalnya sumber tertentu, dari kondisi tertentu, dari kegiatan yang menggambarkan perilaku masyarakat, atau dari sumber berupa catatan atau arsip dan dokumen.

Sedangkan triangulasi teknis adalah pengujian yang dilakukan untuk menguji keandalan data dengan cara mengecek data terhadap sumber yang sama, dan perbedaannya terletak pada tekniknya.

Teknik Analisis Data

Reduksi data merupakan proses seleksi yang berfokus pada penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data mentah yang berasal dari catatan lapangan tertulis. Reduksi data dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji seluruh data penelitian yang diperoleh di lapangan, sehingga menjadi objek yang diteliti. Kegiatan yang dilakukan dalam reduksi data adalah mengumpulkan data dan informasi dari catatan wawancara dan menemukan hal-hal yang dirasa penting dari setiap sudut pandang yang diperoleh peneliti.

Penyajian data merupakan kumpulan informasi terstruktur yang memberikan kesempatan untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan. Selama penelitian kesimpulannya juga diverifikasi, makna-makna yang muncul dari data harus selalu diuji keaslian dan kesesuaiannya untuk menjamin keabsahannya. Pada fase ini, peneliti merumuskan proposisi yang berkaitan dengan prinsip-prinsip logis, mengadopsinya sebagai temuan penelitian, kemudian dilanjutkan dengan meninjau data yang ada secara berulang.

Mengelompokkan data yang telah dihasilkan dan proposisi yang telah dirumuskan Langkah selanjutnya adalah melaporkan hasil penelitian secara utuh, dengan “temuan baru” yang berbeda dengan temuan yang sudah ada.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Langkah-langkah BTN Syariah Parepare dalam meningkatkan
  • Faktor pendukung penerapan etika pemasaran Islam di BTN
  • Faktor penghambat penerapan etika pemasaran Islam di BTN
  • Implementasi etika pemasaran Islam pada BTN Syariah Parepare

Pembahasan

Penerapan Etika Pemasaran Islami dengan menggunakan produk murabahah untuk meningkatkan minat nasabah terhadap BTN Syariah Parepare. Bagaimana BTN Syariah Parepare menerapkan etika pemasaran Islami dalam meningkatkan minat nasabah menggunakan produknya. JUDUL : PENERAPAN ETIKA PEMASARAN SYARIAH DALAM MENINGKATKAN MINAT NASABAH MENGGUNAKAN PRODUK MURABAHAH DI BANK BTN SYARIAH SIAP.

Bagaimana penerapan etika pemasaran syariah yang diterapkan BTN Syariah Parepare untuk meningkatkan penggunaan produk murabahah oleh nasabahnya. JUDUL : PENERAPAN ETIKA PEMASARAN SYARIAH DALAM MENINGKATKAN MINAT NASABAH MENGGUNAKAN PRODUK MURABAHAH DI BTN SYARIAH PAREPARE.

PENUTUP

Kesimpulan

Langkah-langkah yang dilakukan BTN Syariah Parepare untuk meningkatkan minat nasabah adalah: Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat nasabah terhadap BTN Syariah Parepare diawali dengan pengenalan produk murabahah dengan melakukan promosi oleh pegawai BTN Syariah dengan menggunakan brosur atau tatap muka dengan harga dan benefit yang disepakati. pada awalnya. dan Pembayaran dapat dilakukan secara tunai atau mencicil dan proses pembiayaan murabahah dijalankan dengan baik sehingga nasabah merasa nyaman dan aman. Faktor pendukung penerapan etika bisnis BTN Syariah Parepare adalah adanya faktor penafsiran hukum yaitu mengenai adanya peraturan terkait peraturan perundang-undangan dan juga peraturan syariah, faktor lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan masyarakat dengan kesadaran penggunaan produk. di BTN Syariah Faktor Pasangan dan Perorangan menjadi faktor utama dalam penerapan etika bisnis syariah karena harus didasari oleh kesadaran diri sendiri. Faktor penghambat penerapan etika bisnis BTN Syariah Parepare adalah masih adanya masyarakat yang belum memahami akad dan produk di BTN Syariah Parepare serta adanya persaingan dalam dunia perbankan.

Penerapan etika pemasaran syariah di BTN Syariah Parepare menggunakan produk murabahah untuk meningkatkan minat nasabah, produk murabahah BTN Syariah untuk meningkatkan minat nasabah, BTN Syariah Parepare dalam pelaksanaan pemasarannya telah menerapkan nilai-nilai etika Islami dan memenuhi empat ciri yaitu sifat teistik. ( Rabbaniyah) dimana pegawai BTN Syariah berkeyakinan bahwa Allah SWT akan selalu hadir dalam segala aktivitasnya, sehingga selalu menyertakan sikap adil dan jujur ​​dalam pemasarannya. Beretika (akhlaqiah), pegawai BTN Syariah dalam pemasarannya selalu ramah dan sopan dalam melayani nasabah. Humanistik (insaniyyah), dalam pemasaran produknya dan khususnya dalam pelayanan, BTN Syariah Parepare tidak membedakan nasabah satu dengan nasabah lainnya.

Saran

Gambar

Gambar 2.1 Skema akad murabahah
Gambar 2.2 Bagan Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

vii NIM :16.2300.010 Tempat/Tgl Lahir : Pinrang, 25 Juli 1998 Program Studi : Perbankan Syariah Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam Judul Skripsi : Pengaruh Keunggulan Produk dan