• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profit Analysis at Ibu Lina'S Daily Goods Shop

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Profit Analysis at Ibu Lina'S Daily Goods Shop"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RAJ, 2 (2) 2022: 233-240, http://journal.yrpipku.com/index.php/raj |

Copyright © 2019 THE AUTHOR(S). This article is distributed under a a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International license.

PROFIT ANALYSIS AT IBU LINA’S DAILY GOODS SHOP

Analisis Keuntungan Pada Toko Barang Harian Ibu Lina

Eka Yuliana Fitri

*1

Sonia Lorenza Putri

2

Muhammadiyah Riau University [email protected]

ABSTRACT

This UMKM is a trading business managed by a business entity or individual that refers to a productive economic business in accordance with the criteria set by law no. 20 of 2008. This study aims to determine how much profit is earned by Lina's daily goods shop for a year. this, and we can find out how much the price fluctuations of basic household goods for a year are sold by Lina's daily goods shop. Lina's daily goods shop sells various household necessities needed by SMEs such as oil, sugar, rice, flour and others.

The research conducted by this daily goods store uses the profit or loss research method for the price of goods sold by the goods store. this daily for a year and find out the price of goods per unit. The cost of profit earned by Buk Lina's daily goods store this year is Rp. 23.535.000 and the expenses that are borne by Buk Lina's daily goods store this year are Rp. 32.460.000. According to the research conducted, it can be seen that the quality of information has no significant effect on financial performance, Management Accounting, Cost Efficiency and Productivity

Keywords: Management Accounting , Cost Efficiency, productivity

ABSTRAK

UMKM ini adalah usaha perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh undang-undang no 20 tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah keuntungan yang diperoleh oleh toko barang harian ibu Lina ini selama setahun ini, serta kita dapat mengetahui berapakah turun naik nya harga barang pokok keperluan rumah tangga selama setahun yang dijual oleh toko barang harian ibu Lina ini. toko barang harian ibu Lina ini menjual berbagai perlengkapan keperluan rumah tangga yang diperlukan umkm seperti minyak, gula,beras, tepung dan lain-lain.penelitian yang dilakukan oleh toko barang harian ini menggunakan metode penelitian untung atau rugi suatu harga barang yang dijual oleh toko barang harian ini selama setahun dan mengetahui harga barang per unitnya. Biaya keuntungan yang di peroleh oleh toko barang harian Buk Lina di tahun ini sebesar Rp 23.535.000 dan pengeluaran yang di tanggung oleh toko barang harian buk lina ditahun ini sebesar Rp 32.460.000. Menurut penelitian yang dilakukan dapat dilihat bahwa kualitas informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, Akuntansi Manajemen, Efisiensi Biaya dan Produktifitas.

Kata Kunci: Manajemen Akuntansi , Efisiensi Biaya, Produktifitas 1.Pendahuluan

Usaha mikro UMKM adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/badan usaha perorangan yang memenuhi criteria usah mikro sebagaimana diatur dalam UU tersebut. Pada dasarnya suatu perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan tertentu , yaitu untuk mendapatkan keuntungan atau laba demi terjaminnya kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan yang bersangkutan . Sekarang ini sangat banyak perusahaan baru yang muncul yang mengakibatkan persaingan antar perusahaan semakin ketat,perusahaan yang kurang cermat dalam mengendalikan perhitungannya, akan kalah dari persaingan dan hanya bagi

(2)

234

perusahaan yang mengelola usahanya yang baik yang akan bisa bertahan dan akan semakin maju .

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri,dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki,dikuasai ,atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi criteria usaha kecil yang dimaksud dalam UU tersebut. Walaupun memiliki tingkat persaingan dagang yang tinggi,UMKM sering menghadapi kendala dalam omset penjualannya salah satunya akibat dari ppkm saat ini yang mengakibatkan salah satunya sepinya pasar yang ditinjau saat ini . Untuk mencapai tujuan yang dimaksud, maka didalam perusahaan tersebut meliputi beraneka ragam dan banyak faktor faktor yang mempengaruhi nya , Salah satunya adalah Untuk mencapai kinerja perusahaan yang efektif Dan efisien. Untuk itu Pada kesempatan ini akan di Lakukan penelitian tentang” Analisis Kentungan Pada Toko Barang Harian Buk Lina“

2.Tinjauan Pustaka 2.1 Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen (management accounting) adalah proses mengindentifikasi, mengukur mengakumulasi, menyiapkan, menganalisis, menginterpentasikan, dan mengomunikasikan kejadiaan ekonomi yang digunakan oleh manjemen untuk melakukan perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan, dan kinerja dalam organisasi. Ada dua esensi utama dalam pengertian akuntansi manajemen yang diuraikan di atas, yaitu penyediaan informasi dan penghunaan informasi tersebut. Penyediaan informasi dilakukan oleh akuntan manajemen. Penggunaaan informasi dilakukan oleh manjer tingkat bawah sampai tingkat atas (Baldric Siregar& Frasto Biyanto 2017:1-2).

2.2 Definisi UMKM

Istilah UMKM merujuk pada aktivitas usaha yang didirikan oleh masyarakat, baik berbentuk usaha perorangan maupun badan usaha. Dalam perekonomian Indonesia, UMKM merupakan kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar dan terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan krisis ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UMKM berdasarkan kwantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 sampai 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20 sampai 99 orang.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, UMKM merupakan usaha yang memiliki kriteria sebagai berikut:

1. Usaha Mikro, yaitu usaha produktif milik perorangan atau badan usaha milik perorangan yang memenuhi kriteria yakni: Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

2. Usaha Kecil, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian. baik langsungmaupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria yakni:

Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai paling banyak Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp

(3)

235

300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah).

3. Usaha Menengah, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian, baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar yang memenuhi kriteria: Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,- (lima ratus juta`rupiah) sampai paling banyak Rp 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai paling banyak sebesar Rp 50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah).

Dari definisi di atas, maka UMKM dapat dilihat dari berbagai aspek, baik dari segi jumlah tenaga kerja yang dimiliki, kekayaan yang dimiliki pelaku usaha, maupun dari penjualan/omset UMKM.

2.3 Perbedaan UMKM Dengan Perusahaan Besar

Berdasarkan pengertian UMKM di atas, kita dapat mengetahui perbedaannya dengan perusahaan besar. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek:

1.Aset

Asset yang dimiliki oleh UMKM menurut UU No. 20 th 2008 maksimal adalah Rp 10.000.000.000,- saja, sedangkan pada perusahaan besar kekayaan lebih dari Rp 10.000.000.000,

2.Omset

Omset yang diperoleh UMKM sesuai UU No. 20 th 2008 maksimal Rp 50.000.000.000,-, sedangkan di atas itu masuk kategori perusahaan besar.

3.Jumlah Karyawan

Dari segi jumlah karyawan, merujuk dari definisi yang dikemukakan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa UMKM memiliki karyawan maksimal 99 orang. Jika karyawan lebih dari 99 orang maka masuk ke dalam kategori perusahaan besar.

Selain itu perbedaan antara UMKM dengan perusahaan besar dapat dilihat dari beberapa hal sebagai berikut:

UMKM Perusahaan Besar

Dikelola/dipimpin sendiri oleh pemiliknya

Dikelola/dipimpin oleh manajer professional

Struktur organisasi sederhana, terjadi perangkapan jabatan

Struktur organisasi jelas, spesialisasi pekerjaan

Belum menerapkan sistem akuntansi yang memadai Sudah menerapkan sistem akuntansi yang memadai.

Sudah menerapkan sistem akuntansi yang memadai

(4)

236

Pada UMKM, pengelolaan/kepemimpinan biasanya dilakukan sendiri oleh pemiliknya sehingga tidak dapat terhindarkan masalah perangkapan jabatan. Pemilik bertindak juga sebagai pengelola utama usaha sekaligus sebagai manajer produksi, sebagai manajer keuangan, sekaligus juga sebagai manajer pemasaran. Hal tersebut membuat pengelolaan usaha pada UMKM juga tidak bisa maksimal. Karena kemampuan orang tidak bisa menguasai berbagai hal dalam waktu yang bersamaan.

Berbeda dengan perusahaan besar di mana pemilik modal terpisah dengan pengelola usaha.

Karena pemilik modal belum tentu menguasai sistem pengelolaan suatu usaha sehingga pada perusahaan besar masing-masing bagian/departmen terpisah dan terdapat manajer yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya. Karyawan yang dipekerjakan pada masing-masing bagian pun juga sesuai bidang keahlian masing-masing, sehingga pengelolaan usaha lebih bisa maksimal. Perbedaan selanjutnya yaitu pada kemampuan memperoleh modal usaha, pada UMKM yang sebagian besar dikelola oleh perorangan seringkali mengalami kesulitan dalam memperoleh modal. Kemampuan seseorang dalam mendapatkan modal tentunya berbeda dengan perusahaan besar yang terdiri dari sekumpulan pemodal (pada perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT)). Selain itu pada UMKM juga seringkali mengalami kesulitan dalam mengakses modal pada lembaga perbankan, karena pihak perbankan mensyaratkan laporan keuangan dalam pengajuan kreditnya akan tetapi hal tersebut belum bisa dipenuhi oleh sebagian besar UMKM. Hal tersebut terkait dengan belum diterapkannya sistem akuntansi oleh UMKM, berbeda dengan perusahaan besar yang sudah menerapkan sistem akuntansi yang memadai.

2.4 Ruang Lingkup UMKM

Ruang lingkup UMKM meliputi sektormanufaktur, agroindustri dan industri kreatif.

1.Sektor Manufaktur Manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan peralatan dan suatu medium proses untuk transformasi barang mentah menjadi bahan jadi untuk dijual. Kata manufaktur berasal dari bahasa latin manus factus yang berarti “dibuat dengan tangan”. Kata manufaktur berasal dari bahasa latin manus factus yang berarti “dibuat dengan tangan”. Manufaktur, dalam arti yang paling luas adalah proses mengubah bahan baku menjadiproduk. Prosesnyaa adalah perancanganproduk, pemilihanmaterial,dan tahap- tahapprosesdimana produk tersebut dibuat

Manufaktur pada umumnya adalah suatu aktivitas yang kompleks yang mengakibatkan berbagai variasi sumber daya dan aktivitas sebagai berikut:

a. Perancangan produk – pembelian – pemasaran b. Mesin dan perkakas – manufacturing – penjualan c. Perancangan proses –productioncontrol–pengiriman d. Material – support services – customer service

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia, pernah menyatakan bahwa pada tahun 2010 ini, pemerintah akan melakukan revitalisasi industrimanufaktur.

2. Sektor Agroindustri

Agroindustri berasal dari kata agricultural dan industry yang berarti suatu industri yang menggunakan hasil pertaniansebagaibahanbakuutamanyaatausuatuindustri yang menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai sarana atau input dalam usaha pertanian Pada tahun 2004, ada sekitar tiga juta unit IKM (Industri Kecil Menengah) yang mampu menyerap lebih dari 12 juta tenaga kerja. Sementara itu, industri besar hanya Tujuh Ribu unit usaha.

3.Sektor Industri Kreatif

(5)

237

Didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Sektor industri ekonomi kreatif meliputi 14 sub sektor, yakni; periklanan, arsitektur; pasar barang seni, kerajinan; desain; busana, , video, film, dan fotographi

Gambaran umum UMKM barang harian buk lina adalah usaha kecil yang bergerak dibidang perdagangan dalam skala yang masih terbilang cukup kecil.dan didirikan oleh seorang sepasang suami istri yang bernama bapak yurnalis dan ibu dahlina sejak tahun 1997 dijalan teratai pasar kodim kecamatan senapelan .

Usaha kecil dan Menengah (UMKM) salah satu bagian penting dalam membangun perekonomian suatu Negara.Menurut Rudjito UMKM merupakan usaha kecil yang membantu perekonomian Indonesia. Dikatakan membantu perekonomian Indonesia disebabkan karena dengan melalui UMKM akan membentuk lapangan kerja baru serta juga meningkatkan devisa negara dengan melalui pajak badan usaha..

2.5 Efisiensi Biaya

merupakan yang paling utama untuk dipikirkan serta diperhitungkan. Kesalahan perhitungan mampu berakibat fatal bagi kemajuan serta perkembangan usaha yang dilakukan. Besarnya harga produksi ini akan membuat sebuah perusahaan bisa mengalami kebangkrutan akibat ketidakmampuan perusahaan dalam melakukan manajemen keuangannya.

Terkadang banyak perusahaan/usaha lainya lebih mengurangi mutu kualitas dari produk yang diproduksi hanya untuk mendapatkan biaya produksi yang rendah, namun hal tesebut bukan cara yang tepat untuk membuat biaya produki menjadi lebih rendah, tetapi perusahaan perlu melakukan efisiensi biaya untuk dapat menekan biaya produksi.

2.6 Produktifitas

Produktivitas adalah suatu nilai yang menyatakan bagaimana sebaiknya suatu sumber daya diatur dan juga digunakan guna mencapai sesuatu secara maksimal (Eddy Herjanto, 2007).

Sedangkan menurut Husein Umar (2003:9), Produktivitas adalah suatu perbandingan antara output yang diraih dengan memanfaat sumber daya input. Arti kata produktivitas sendiri masih memiliki kandungan yang sama dengan daya produksi dan keproduktifan. Kata tersebut biasa digunakan untuk menilai tingkat efisiensi suatu pabrik, mesin, perusahaan, sistem atau seseorang dalam mengubah input menjadi output yang diinginkan.

3. Metode Penelitian Jenis Penelitian

Metode penelitian ini merupakan penelitian dekstriptif kuantitatif,yaitu penelitian yang dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan dilihat dari persaingan,kelemahan,ancaman dan peluang di UMKM berbasis ekonomi kreatif disektor perdagangan di kota pekanbaru dan bagaimana penentuan strategi dan strategi utama untuk pengembangan UMKM berbasis industri kreatif disektor perdagangan dikota pekanbaru.jenis penelitian ini adalah jenis penelitian yang menggunakan pendekatan desktriptif kuantitatif.Subyek penelitian dalam penelitian ini yaitu informan yang memberika data penelitian melalui wawancara.

(6)

238 Tempat penelitian

Tempat yang menjadi penelitian adalah Barang Harian dan Santan Buk lina bertempat dijalan teratai ujung pasar kodim kecamatan senapelan,pekanbaru riau.

4. Hasil Dan Pembahasan

Perhitungan Metode Keuntungan Dan Kerugian

Keuntungan adalah kenaikkan ekuitas atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi insidental yang terjadi pada perusahaan dan semua transaksi atau kejadian yang mempengaruhi perusahaan dalam suatu periode akuntansi selain yang berasal dari pendapatan investasi pemilik.

Untuk mengetahui besarnya keuntungan pada suatu penjualan, kita dapat menghitungnya dengan cara:

Keuntungan = Harga Penjualan – Harga Pembelian

Sedangkan Kerugian pada dasarnya adalah berkurang atau rusaknya nilai suatu benda atau suatu hal yang disebabkan oleh suatu peristiwa yang langsung ataupun tidak langsung.

Kerugian = Harga Penjualan < Harga Pembelian Tabel.1 Nama Barang dan Harga Barang

NO NAMA BARANG HARGA BARANG

1 Minyak 1kg Rp16.000

2 Gula pasir Rp12.500

3 Beras anak daro 1kg Rp13.000

4 Tepung Terigu Rp7.500

5 Susu kaleng Rp11.000

6 Gula merah Rp20.000

7 Kacang tanah Rp27.000

8 Tepung terigu Rp7.500

9 Kopi hitam Rp9.000

10 Teh kotak Rp5.500

11 Kacang hijau Rp24.000

12 Sarden mili Rp34.000

13 Tepung beras Rp7.000

14 Tepung ketan Rp12.000

TOTAL Rp206.000

Berdasarkan tabel 1 dapat di liat rincian nama barang dan harga barang dari umkm Buk Lina ini

(7)

239

Tabel.2 Data Penjualan Atau Pemasukan Usaha Barang Harian Buk Lina NO NAMA BARANG HARGA BARANG JUMLAH BARANG DI

JUAL 1 HARI

TOTAL

1 Minyak 1 kg Rp16.000 50 Rp800.000

2 Beras anak daro1kg Rp13.000 20 Rp60.000

3 Gula merah 1kg Rp20.000 10 Rp200.000

4 Gula pasir 1kg Rp12.500 10 Rp125.000

5 Bihun cap betul 1ball

Rp68.000 5 Rp340.000

TOTAL Rp 8.925.000 Berdasarkan tabel ke 2 Total dalam 1 hari yang di hasilkan Buk lina sebesar Rp 8.925.000 perharinya,kenapa bisa menghasilkan yang begitu banyak dalam perharinya,karena data yang diatas termasuk barang barang langganan toko toko kecil yang selalu mengambil barang ke usaha Buk Lina ini.

Tabel .3 Data Pengeluaran Dari Toko Barang Harian Buk lina

NO NAMA BARANG HARGA BARANG

1 Sewaruko 1Tahun Rp.32.000.000 2 Minyak 1jirigen Rp.415.000

3 Royko 10 lusin Rp.45.000

TOTAL Rp.32.460.000

Jadi selisih pengeluaran – penjualan adalah 32.460.000 – 8.925.000=Rp.23.535.000 Keuntungan barang harian ibu lina selama setahun adalah Rp.23.535.000

5. Penutup

Berdasarkan kesimpulan yang kami lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1) Dari seluruh penelitian ini bahwa keuntungan yang dihasilkan oleh barang harian ibu lina ini ada sekitar Rp.23.535.000 pertahun tetapi apabila kemungkinan satu hari itu penjualan menurun maka keuntungan ya berkurang dan kemungkinan keuntungan ya berkurang dari sebelumnya.

2) secara keseluruhan dapat disimpulkan produktivitas barang harian ibu lina ini sangat efisen barang yang mudah dicari dan digunakan untuk keperluan rumah tangga.hal ini dibuktikannya dengan barang-barang yang sangat mudah dicari.

3) Analisa produktivitas efektifitas menunjukkan bahwa toko barang harian ibu lina ini dengan biaya kualitas yang telah dikeluarkan mampu memperoleh keuntungan yang cukup besar.tidak terdampat dampak yang signifikan antara biaya kualitas produk dan produktivitas barang pada toko barang harian ibu lina.karena biaya kualitas barang akan terjadi jika adanya kualitas produk yang rendah.

Biaya kualitas yang tinggi dapat mengakibatkan kerugian suatu barang sebab biaya kualitas yang efisien dan murahlah yang dapat mengambil keuntungan dimana para pembeli itu mencari harga yang murah pada saat ini.sebaiknya pada toko barang hariasan ibu lina ini dapat menjual barang keperluan rumah tangga yang mudah dijangkau harganya oleh pembeli karena

(8)

240

kalau harga barang itu murah jadi para pembeli itu akan berbondong-bondong membeli barang dari toko ibu lina ini.

Daftar Pustaka

Abadi, L. Y. (2016, april). Evaluasi Srategi Penetapan Harga Jual Dalam Bisnis Gourmet Land Cafe. Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis, 1, 112 – 117.

Abubakar, Arif dan Wibowo. 2005. Akuntansi untuk Bisnis Usaha Kecil dan Menengah. PT Grasindo, Jakarta.

Belkaoui, A.R. 2000. Teori Akuntansi. Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta.

Boner, S. E. 1990. Experience Effects in Auditing: The Rule of Task Specific Knowledge. The Accounting Review, 65 (January), 72-90.

Hariyanto, 1999. Kebutuhan Informasi Akuntansi Bagi Usaha Perdagangan Eceran (Retail) Di Kotatip Purwokerto. Universitas Diponegoro Semarang

Holmes, S., and Nicholls, D., 1988, An Analysis of The Use of Accounting Information by Australian Small Business, Journal of Small Business Management, 26 (20), 57-68

Idrus. 2000. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyiapan Dan Penggunaan Informasi Akuntansi Pada UMKM di Jawa Tengah. Thesis UNDIP. Semarang

Martani, Dwi. 2011. SAK-ETAP. Jakarta: Universitas Indonesia.

Munawir, S. 2002. Analisis Informasi Keuangan. Yogyakarta: Liberty

Nadila,Ratih,Linda 2020.analisis perilaku biaya pada percetakan total print pekanbaru.

Nayla, Akifa, P. 2014. Komplet Akuntansi Untuk UKM dan Waralaba. Jakarta: Laksana.

Riwayadi,(2016), akuntansi biaya:Pendekatan tradisional dan kontemporer (edisi 2),J akarta,Indonesia:salemba empat

Setiadi, P. (2014, Mei). Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Penentuan Harga Jual pada CV. Minahasa Mantap Perkasa. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 14, 70 - 81.

Suyanto. (2015, Desember). Entrepreneurial Orientation and Social Capital In Pricing Strategy:

A Case Of Small Enterprises In East Java. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 18, 1 - 22.

Warsono, Dr. Sony, Endra M. Sagoro, M. Arsyadi Ridha, Arif Darmawan. 2010. Akuntansi UMKM Ternyata Mudah Dipahami dan Dipraktikkan. Jogyakarta: Asgard Chapter

Referensi

Dokumen terkait

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang

Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau

 Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang

Usaha Menengah, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang

Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang