• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM DOKTOR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PROGRAM DOKTOR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI "

Copied!
385
0
0

Teks penuh

Menciptakan lingkungan sekolah yang religius merupakan salah satu strategi untuk membimbing siswa menuju pengembangan karakter. SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang merupakan lembaga yang sangat serius dalam mendorong siswanya untuk mempunyai akhlak yang baik.

Tabel 4.2 Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 2 Pasirian  .......   138  Tabel 4.3 Data siswa  SMP AL Ikhlash Lumajang ....................................
Tabel 4.2 Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 2 Pasirian ....... 138 Tabel 4.3 Data siswa SMP AL Ikhlash Lumajang ....................................

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Dengan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji dan meneliti pertumbuhan penanaman karakter di kedua sekolah tersebut dalam konteks dan peristiwa masa lalu, namun peneliti ini lebih fokus pada nilai-nilai karakter religius. Mendeskripsikan dan menganalisis pentingnya penanaman karakter religius melalui budaya sekolah di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan untuk menambah pengetahuan dan wawasan penelitian serta penulisan artikel ilmiah yang baik sebagai landasan penulisan artikel ilmiah selanjutnya, serta memberikan wawasan khusus dalam penanaman nilai-nilai karakter religius melalui budaya sekolah di SMP Negeri 2. Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang. Bagi SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang, penelitian ini dapat menjadi acuan dan pedoman bagi lembaga pendidikan untuk meningkatkan nilai-nilai karakter religius siswa melalui penerapan budaya di sekolah.

Definisi Istilah

Budaya sekolah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perilaku atau kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan berpedoman pada nilai-nilai agama. Termasuk dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan tetap menjaga nilai-nilai Islam, seperti jujur ​​dalam berkata dan bersikap.

Sistematika Pembahasan

Kesamaan penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan adalah sama-sama merupakan penelitian pengenalan nilai-nilai karakter keagamaan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah internalisasi nilai-nilai karakter keagamaan melalui budaya sekolah.

Kajian Teori

Oleh karena itu, pendidikan karakter hendaknya mencakup proses pembentukan kebiasaan yang baik dan pemberian nasihat yang tepat untuk membentuk akhlak yang baik.49. Di sisi lain Imam Al-Ghazali memandang pendidikan karakter sebagai suatu proses yang dilakukan melalui pembiasaan yang terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengajarkan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dengan niat yang baik dan tulus serta dilaksanakan dengan konsistensi dan keikhlasan.

Pendidikan karakter harus mencakup seluruh aspek kehidupan individu, baik dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.51. Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah sebagai berikut: pertama, mempersiapkan peserta didik sebagai generasi emas. Untuk mencapai kriteria yang telah dijelaskan selama ini, pendidikan karakter harus memiliki seorang pemimpin (kepala sekolah, pengurus lain atau guru pemimpin).

81 Panduan pendidikan karakter. . memberikan saran, masukan dan arahan dalam teknik tersebut serta mendorong siswa untuk berpindah pada nilai-nilai yang mapan dan dapat diterima oleh semua kalangan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai “pemanfaatan secara sadar seluruh aspek kehidupan sekolah untuk mendukung pengembangan karakter secara optimal”.

Kerangka Konseptual

Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini memberikan pengetahuan mendalam tentang penanaman nilai-nilai karakter religius melalui budaya sekolah di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang. Studi kasus yang dimaksud adalah penelaahan terhadap suatu sistem atau situasi terbatas yang melibatkan pengumpulan data-data penting dan pemanfaatan sumber-sumber informasi yang kaya.129 Karena tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan, mengkarakterisasi dan menjelaskan bagaimana penanaman nilai-nilai karakter keagamaan. ​​melalui sekolah budaya di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMA Al-Ikhlas Lumajang. Studi kasus di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: (1) kasus di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang untuk penelitian;

(3) Studi kasus di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang menggunakan berbagai sumber data untuk memberikan pandangan menyeluruh dan mendalam mengenai respon terhadap suatu peristiwa. Studi multi kasus di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang ini bertujuan untuk menggali bentuk dan strategi penanaman nilai-nilai karakter melalui budaya sekolah SMP Al-Ikhlas Lumajang dan SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang. Karena ini adalah studi multi-kasus, tugas-tugas berikut harus diselesaikan: Di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang, langkah pertama pengumpulan data sedang dilakukan.

Lokasi Penelitian

Studi multi-kasus dirancang untuk menjelaskan secara ilmiah hubungan logis antara topik penelitian, pengumpulan data, dan analisis data. SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang merupakan sekolah negeri yang dikelola pemerintah, sedangkan SMP Al-Ikhlas Lumajang merupakan lembaga swasta yang beroperasi secara mandiri namun diatur oleh Departemen Pendidikan.

Kehadiran Peneliti

Aspek terpenting dari efektivitas pengumpulan data adalah kuatnya ikatan yang terjalin antara peneliti dan informan di lapangan. Tingkat kepercayaan yang tinggi akan membantu proses penelitian dengan memungkinkan pengumpulan data relevan secara langsung dan menyeluruh.

Data dan Sumber Data

Data primer pada penelitian ini berasal dari wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari sumber selain wawancara. Data penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu sebagai berikut: Data primer merupakan informasi yang diperoleh langsung dari sumbernya oleh peneliti. Data primer penelitian ini berasal dari wawancara dengan pengurus lembaga, ustadz/guru dari masing-masing dua sekolah tersebut.

34; Sumber data” adalah “subyek yang darinya data dapat diperoleh.” Individu yang memberikan data dan informasi tentang apa yang diteliti merupakan sumber data dalam penelitian ini. 132 2. Selanjutnya penulis menerapkan teknik yang bertujuan untuk memilih informan dan Informan untuk penelitian ini melibatkan Kepala Sekolah, Koordinator Penjaminan Mutu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang.

Tabel 3.1 Daftar Informan
Tabel 3.1 Daftar Informan

Teknik Pengumpulan Data

Bagaimana bentuk penanaman karakter religius melalui budaya sekolah di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang. Bagaimana strategi penanaman karakter religius melalui budaya sekolah di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang. Apa makna penanaman karakter religius melalui budaya sekolah di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang dan SMP Al-Ikhlas Lumajang.

Strategi ini peneliti gunakan karena fokus penelitian ini adalah pada pendekatan penanaman nilai-nilai karakter religius melalui budaya sekolah, tidak ada satupun yang bisa berupa perilaku maupun tindakan. Peneliti tidak bisa langsung mengakses keputusan subjektif tentang penanaman nilai-nilai agama melalui budaya sekolah, sehingga harus mengandalkan observasi non partisipan. Metode observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung, yaitu observasi langsung (tanpa menggunakan instrumen) terhadap gejala-gejala orang yang diteliti, baik dalam kehidupan nyata maupun dalam skenario yang dibuat khusus.

Analisis Data

Menurut Arikunto, pendekatan dokumentasi memerlukan data tentang sesuatu yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda, dan lain-lain.134 Data dokumentasi ini digunakan untuk melengkapi dan membandingkan data yang diperoleh dari wawancara dan observasi partisipan. Kegiatan pengumpulan data sebagai sumber data yang diperlukan sebagai bahan untuk menciptakan informasi yang diinginkan, dalam hal ini menggunakan wawancara kepada kepala sekolah, wakil bidang kurikulum, penjaminan mutu, guru pendidikan agama Islam, observasi dan dokumentasi dalam hal ini berdasarkan penelitian. tema. Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan data, pemfokusan, penyederhanaan, abstraksi dan modifikasi data yang muncul dalam catatan lapangan atau transkripsi.136 dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut.

Pada tahap ini yang merupakan kelanjutan dari tahap pemilihan data, peneliti memusatkan perhatian pada data-data yang berkaitan dengan fokus penelitian, dan peneliti ini hanya membatasi data berdasarkan fokus penelitian yang telah ditentukan di atas. Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap data yang terkumpul, terutama kualitas dan kecukupan data; Apabila data yang menunjukkan penanaman karakter religius melalui budaya sekolah dinilai baik dan jumlah data yang dikumpulkan mencukupi, maka data tersebut digunakan untuk menjawab permasalahan yang diteliti. Sedangkan proses yang dilakukan dalam analisis cross-sectional penelitian ini meliputi teknis: di SMP Negeri 2 Pasirian.

Keabsahan Data

Validitas data adalah sesuatu yang dilakukan peneliti untuk mengkonfirmasi data yang dikumpulkan dengan skenario kehidupan nyata; Kredibilitas data itu sendiri berupaya untuk menunjukkan dengan pernyataan yang benar apa yang diamati peneliti. Pada triangulasi sumber, peneliti membandingkan banyak orang secara acak dari data SMP 2 Pasirian dan SMP Al-Ikhlas hingga datanya valid, sedangkan pada triangulasi teknis, peneliti juga membandingkan data wawancara dan observasi dengan dokumentasi hingga data valid. Proses mengevaluasi dan memverifikasi tingkat keandalan informasi yang dikumpulkan dengan menggunakan berbagai alat dan metodologi dikenal sebagai triangulasi sumber.

Membandingkan temuan wawancara dengan dokumen terkait, khususnya bagaimana hasil wawancara dibandingkan dengan dokumentasi yang ada3.

Tahapan-Tahapan Penelitian

Di SMPN 2 Pasirian, data dikumpulkan dari guru (ustadz/ustadzah) yang berasal dari pondok pesantren non sekolah yang terlibat dalam program ini. Di sela-sela tugas dan tanggung jawab kedinasan, peneliti berusaha datang langsung ke tempat penelitian untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Kunjungan ke lokasi penelitian dilakukan sebanyak 6 kali dengan tujuan untuk menggali informasi dan data serta menjalin silaturahmi dengan kedua institusi.

Bahkan pada tahap ini, komunikasi dengan sumber data dari kedua institusi terus dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian terhadap perubahan kondisi atau situasi di akhir penelitian. Pembahasan pada bab ini akan memberikan gambaran mengenai pemaparan data yang dihasilkan dari tiga proses eksplorasi data yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi pada objek penelitian. Dalam temuan penelitian terdapat dua proses temuan penelitian, yaitu temuan kasus tunggal dari masing-masing sekolah sebagai lokasi penelitian dan temuan multi kasus.

Paparan Data

Hal ini menunjukkan banyaknya animo dari calon pelajar muda maupun orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di SMP Negeri 2 Pasirian Lumajang. Kegiatan akademik di SMP Negeri 2 Pasirian dilakukan di masjid untuk memfasilitasi pendidikan karakter religius sesuai dengan kurikulum yang relevan yaitu Kurikulum 13. Shodiqin (Guru Pendidikan Islam dan Karakter, dan Guru Seni dan Budaya), Observasi di SMP 2 Pasirian Lumajang, wawancara Mohamad Taufik, 22 Maret 2022.

143 Ngadiono (Kepala Sekolah dan Guru Bahasa Indonesia), observasi di SMP 2 Pasirian Lumajang, wawancara dengan Mohamad Taufik, 16 Juni 2022. Namun karena lebih berhasil, orang tua pun ikut melakukan penyelamatan di SMP Negeri 2 Pasirian. 177 (Koordinator Penjaminan Mutu, Guru Bahasa Inggris dan Guru Seni Budaya), Observasi SMA Al-Ikhlas Lumajang.

Di SMA Al Ikhlas siswa harus mempunyai cita-cita yang bermutu yang ingin dicapai dan hal ini akan menjadi ketenangan bagi orang tua.” 178. Kegiatan Belajar Mengajar (KLM) di SMA Al-Ikhlas diawali dengan pendidikan karakter yang mula-mula diawali dengan tata krama.

Tabel 4.2 Pendidik dan Tenaga Kependidikan  SMP Negeri 2 Pasirian
Tabel 4.2 Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 2 Pasirian

Gambar

Tabel 4.2 Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 2 Pasirian  .......   138  Tabel 4.3 Data siswa  SMP AL Ikhlash Lumajang ....................................
Gambar 3.2 Desain Analisis Multi Kasus ..................................................
Tabel 3.1 Daftar Informan
Gambar Desain Analisis Multi Kasus
+7

Referensi

Dokumen terkait

Islam memandang pendidikan dalam Keluarga merupakan sebuah lembaga pendidikan yang pertama dan utama, yang menjadi fundamen atau dasar bagi pendidikan anak selanjutnya. Mengenai

CPMK 1: Mahasiswa mampu memahami cara berpikir secara logis sesuai sesuai dengan kerangka pemikiran logika dalam bidang manajemen pendidikan Islam (P9)... CPMK 2: Mahasiswa

Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan mempunyai suatu peranan yang sangat penting (urgen) untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan bangsa yang

Peningkatan Mutu Lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Program Magister Pendidikan Agama Islam, Universitas

Tetapi pada perkembangan selanjutnya, setelah perjenjangan yang ada pada pendidikan di Indonesia melalui SD, SMP, dan seterusnya dibakukan, lembaga-lembaga pendidikan Islam seprti

(Jakarta: Rajawali Press, 2016), hlm.. Mereka diharuskan melakukan praktik berupa pengembangan tata kelola lembaga di beberapa lembaga pendidikan Islam. Berdasarkan uraian

Data itu menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terkait pemahaman teks berbahasa arab bagi mahasiswa kelas B Program Studi Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam ini seharusnya menjadi peran sentral yang tidak bisa untuk ditinggalkan untuk mencetak kualitas dan insan kamil yang baik sesuai dengan tujuan guru Pendidikan