• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Studi D3 Keperawatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Program Studi D3 Keperawatan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta

2021 ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DEMAM TIFOID DALAM

PEMENUHAN KEBUTUHAN FISIOLOGIS KESEIMBANGAN SUHU TUBUH Riska Ayu Pratiwiˡ, Titis Sensusiana²

ˡMahasiswa Prodi D3 Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta [email protected]

²Dosen Prodi D3 Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta [email protected]

ABSTRAK

Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya bakteri salmonella typhi yang menginfeksi tubuh khususnya pada usus halus pada manusia, Salmonella Thypi ini penyakit yang menyerang organ saluran cerna. Kejadian demam tifoid memang rentan terjadi pada anak usia sekolah karena pada usia tersebut anak-anak masih suka jajan sembarangan di pinggir jalan atau tumpat yang kurang bersih dan kebersihan makanan yang tidak diperhatikan, sehingga makanan yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri Salmonella Thypi. Tanda gejala yang sering muncul pada demam tifoid yaitu peningkatan suhu tubuh, Nyeri kepala, Nyeri otot, Mual dan mutah, Perut terasa tidak enak dan batuk, jika masalah tersebut tidak segera ditangani maka akan menjadi masalah kesehatan yang serius bagi anak-anak.

Pengobatan dengan non famrakologis untuk mengobati demam pada anak tidak harus diberikan dengan kompres hangat, Salah satu metode kompres lainya yaitu menggunakan kompres Aloevera atau yang sering disebut lidah buaya. Kompres dengan menggunakan lidah buaya akan lebih efektif karena mengandung senyawa saponin. Tujuan dari penulisan adalah untuk mengetahui cara pelaksanaan menurunkan demam tifoid pada anak dengan menggunakan kompres Aloevera. Kesimpulan dari karya tulis ilmiah ini adalah terdapat hasil yang signifikan, yaitu setelah dilakukan kompres aloevera suhu tubuh anak yang terkena demam tifoid dapat turun dengan cepat.

Kata Kunci : Demam Tifoid, Kompres Aloevera

(2)

D3 Nursing Study Program Faculty of Health Sciences Kusuma Husada University Surakarta 2021

NURSING CARE OF CHILDHOOD WITH TYFOID FEVER IN FULFILLMENT OF BODY TEMPERATURE BALANCE PHYSIOLOGICAL NEEDS

Riska Ayu Pratiwiˡ, Titis Sensusiana²

ˡStudents of D3 Nursing Study Program at Kusuma Husada University Surakarta [email protected]

²Lecturer of D3 Nursing Study Program at Kusuma Husada University Surakarta [email protected]

ABSTRACT

Typhoid fever is a disease caused by the salmonella typhi bacteria that infects the body, especially in the small intestine in humans, Salmonella typhi is a disease that attacks the gastrointestinal tract. The incidence of typhoid fever is indeed prone to occur in school-age children because at that age children still like to snack randomly on the roadside or unsanitary tumpats and food hygiene is not paid attention to, so that the food consumed is contaminated with Salmonella Typhi bacteria. Symptoms that often appear in typhoid fever are increased body temperature, headache, muscle aches, nausea and vomiting, stomach discomfort and cough, if these problems are not treated immediately it will become a serious health problem for children.

Treatment with non-pharmacologics to treat fever in children does not have to be given with warm compresses. One other method of compressing is using Aloevera compresses or what is often called aloe vera. Compresses using aloe vera will be more effective because they contain saponin compounds. The purpose of writing is to find out how to reduce typhoid fever in children by using Aloevera compresses. The conclusion of this scientific paper is that there are significant results, namely after the aloevera compress the body temperature of children affected by typhoid fever can drop quickly.

Keywords: Typhoid Fever, Aloevera Compress

(3)

PENDAHULUAN

Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya bakteri salmonella typhi yang menginfeksi tubuh khususnya pada usus halus pada manusia, Salmonella Thypi ini penyakit yang menyerang organ saluran cerna.

Bakteri ini di tularkan melalui makanan dan minuman yang kurang bersih dan makanan minuman yang sudah terkontaminasi dengan bakteri salmonella thypi ini. Bakteri Salmonella ditemukan dalam tinja dan air kemih.

Data World Healt Organization(WHO) memperkirakan angka kejadian di seluruh dunia mencapai 11-20 juta kasus per tahun yang mengakibatkan 128.000- 161.000 kematian setiap tahun nya (WHO,2018). Data kejadian kasus demam tifoid yang terjadi pada anak dengan jenis penyakit berbeda-beda mencapai 65 juta kasus dan jumlah penyakit yang

disertai demam adalah 62% pada anak, Dengan tingkat presentasi kematian yang cukup tinggi 33% kasus terbanyak terdapat di asia selatan dan asia tenggara (WHO, 2018).

Di Indonesia angka kejadian kasus anak yang terjangkit demam tifoid masih bersifat endemik, Penyakit ini tersebar di seluruh wilayah dengan jumlah yang tidak berbeda jauh antar daerah lain.

Penderita demam tifoid di Indonesia menurut WHO cenderung meningkat dengan rata-rata 800 per 100.000 penduduk. Penderita demam tifoid pada 2016 sejumlah 4.081 kasus pada penderita rawat inap dan pasien meninggal dunia sebanyak 276 jiwa (Depkes RI,2016). Demam tifoid mempunyai gejala klinik yang tidak spesifik. Gejala klinik Demam tifoid yang timbul bervariasi, dari ringan sampai berat. Tanda gejala yang sering muncul pada demam tifoid yaitu peningkatan suhu tubuh, Nyeri kepala, Nyeri otot, Mual dan mutah, Perut terasa tidak enak dan batuk, Jika masalah tersebut tidak segera di atasi akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius bagi anak-anak. Pada perkembangan kesehatan sampai saat ini terapi yang dapat diberikan untuk menurunkan demam pada anak yaitu dengan menggunakan terapi yang bersifat non farmakologis dan terapi farmakologi dan dapat juga di kombinasi

(4)

terapi keduanya. Kompres dengan menggunakan tehnik kompres dengan Aloevera akan jauh lebih efektif dalam mempercepat penurunan panas dari tubuh karena terdapat kandungan senyawa saponin. Aloevera juga terdapat kandungan lignin yang dapat menembus kedalam kulit, Serta mencegah hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, Kandungan lignin dari dalam gel Aloevera mampu melindungi kulit dari dehidrasi (Astuti,2017). Terapi kompres Aloevera dipilih untuk menurukan demam karena aloevera mengandung 95% kadar air sehingga dapat menghindari terjadinya reaksi alergi pada kulit. (Rajeswari, 2012). Jadi penulis melakukan studi kasus mengenai kompres Aloevera dalam menurunkan hipertermi pada anak dengan demam tifoid di bangsal Amarillis II RSUD Ungaran.

METODE

Responden dalam studi kasus ini adalah anak dengan demam tifoid di bangsal Amarillis II RSUD Ungaran Metode pengumpulan data yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu dengan observasi hasil pengukuran suhu tubuh sebelum dan sesudah tindakan

terapi komper Aloevera. yang dilakukan selama 15 menit dalam 3 hari berturut- turut. alat dan bahan yang digunakan antara lain : kasa, daging lidah buaya yang sudah dicucui dengan air mengalir dan garan, kassa, thermometer, bengkok.

HASIL

Responden dalam studi kasus ini merupakan pasien anak dengan demam tifoid dan berusia 6 tahun. Berdasarkan hasil observasi kompres Aloevera yang dilakukan selama 3 hari berturut- turut di dapatkan hasil bahwa sebelum dilakukan kompres dengan menggunakan Aloevera suhu tubuh anak yang awalnya 39,5˚C menjadi 38,5˚Cpada hari pertama, dan pada hari ketiga dilakukan kompres Aloevera didapatkan suhu tubuh anak dari 37,5˚C menjadi 36,3˚C.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Hasil studi kasus ini menunjukan bahwa kompres dengan tehnik non farmakologisdengan menggunakan Aloevera cukup efektif dalam menurunkan suhu tubuh anak dengan demam tifoid. Keefektifan ini dibuktikan saat sebelum dan sesudah dilakukan penelitian didapatkan hasil yaitu suhu tubuh anak turun setelah dilakukan kompres.

(5)

Saran

Diharapkan orang tua pasien anak dengan demam tifoid dapat melakukan kompres aloevera untuk menurunkan demam tinggi pada anak.

DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI, 2016. Profil Laporan Tahunan Promkes Depkes RI. Jakarta

Astuti, 2015. Liliciace Aloevera. Jakarta : Erlangga

World Healt Organization. 2018.Typhoid and other invasive salmonellosis : Vaccine- Preventable Diseases Surveillance

Standards. Jenewa:WHO

Referensi

Dokumen terkait

Program Studi Keperawatan Diploma Tiga Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta 2022 ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA BARU Sindy

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA 2022 PENGARUH EDUKASI TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI

xiv Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta Tahun, 2020 ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN MENINGIOMA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN

Program Studi D3 Keperawatan Universitas Kusuma Husada Surakarta 2020 ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN LLA Leukimia Limfoblastik Akut DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN

Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta Tahun 2020 ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA LANSIA Atika

Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Universitas Kusuma Husada Surakarta 2021 ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK KEJANG DEMAM DALAM PENCAPAIAN KEBUTUHAN SELF EFFICACY IBU DALAM

KESIMPULAN Pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan masalah diagnosis ketidakstabilan kadar glukosa darah

Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta Tahun 2021 ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN INFARK MIOKARD ACCUTE IMA DALAM