• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Studi Pendidikan Agama Islam - eJurnal UNIKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Program Studi Pendidikan Agama Islam - eJurnal UNIKARTA"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

Rusman (2012:3) mengatakan manajemen kurikulum adalah suatu sistem pengelolaan kurikulum yang bersifat kolaboratif, menyeluruh, sistematis dan sistematik guna mewujudkan tercapainya tujuan kurikulum. Perencanaan, Pengorganisasian dan Evaluasi Pengelolaan Kurikulum Pertimbangkan penerapan Kurikulum 2013 di SMA dan MA sebagai tema.

Hasil yang ingin dicapai dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kurikulum. Pertama, ruang lingkup rangkaian materi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam suatu kurikulum.

Penerapan Kurikulum 2013 di SMA dan MA

Dengan diterapkannya kurikulum 2013 diharapkan faktor-faktor yang merugikan moral dan perilaku siswa internal dan eksternal dapat diminimalisir dengan adanya mata pelajaran pendidikan agama dan karakter. Upaya penerapan Kurikulum 2013 di SMA dan MA merupakan tanggung jawab pengelola pendidikan dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Pembelajaran

Berdasarkan uraian di atas, kita dapat memahami bahwa metode pengajaran merupakan cara yang paling cocok dan tercepat dalam mengajarkan materi pembelajaran kepada siswa (Heri Gunawan, 2012:166). Metode pengajaran bagi siswa berkebutuhan khusus dipilih sesuai dengan jenis dan derajat kecacatannya.

Materi Pendidikan Agama Islam (PAI)

Dan karena sifatnya yang auditori, media ini mengandung kelemahan yang harus diatasi dengan menggunakan media lain. Sesuai dengan namanya, media ini merupakan gabungan antara media audio dan visual, media ini biasa disebut dengan media melihat-mendengar (Heri Gunawan, 2012: 188). Dengan menggunakan media ini, guru tidak selalu berperan sebagai penyampai materi (guru), karena penyampai materi dapat digantikan oleh media tersebut.

Disabilitas Tunagrahita

Muamalah adalah suatu sikap atau tindakan dalam hidup dan kepribadian hidup manusia untuk menyelenggarakan kehidupannya sesuai dengan syariat yang telah ditentukan oleh Islam. Syari'at adalah peraturan Allah, ajaran dan tuntunan syariat untuk memahami syariat Islam, yang berisi perintah-perintah yang harus dilaksanakan dan larangan-larangan yang harus ditinggalkan. Penyelenggaraan pendidikan syariah bertujuan agar norma, nilai, dan sikap hukum menjadi landasan pandangan hidup seorang muslim, serta dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh peserta didik sebagai individu sesuai dengan syariat Islam.

Hasil Penelitian

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SLB Negeri Tenggarong menggunakan strategi dan metode yang efektif dalam proses pembelajaran. Materi Pendidikan Agama Islam (PAI) di SLB Negeri Tenggarong tingkat menengah untuk siswa tunagrahita mengacu pada buku-buku yang disediakan oleh pemerintah. Berdasarkan data dan fakta hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam di SLB Negeri Tenggarong tingkat SMA bagi siswa tunagrahita berjalan sesuai pembelajaran pada umumnya.

Pendidikan Islam

Dasar Pendidikan Islam

Masalah pendidikan, ekonomi, ilmu pengetahuan, politik, teknologi, metafisika dan lain sebagainya dibahas dalam Al-Qur'an. Dari pendapat Hasan Langroll dapat dipahami bahwa Al-Quran dan As-Sunnah merupakan sumber nilai-nilai Islam yang paling utama. Ijtihad di bidang pendidikan terbukti semakin diperlukan mengingat ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan AS-Sunnah sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Obyek Pendidikan Islam

Berdasarkan perkara di atas, Sunnah mempunyai dua fungsi utama dalam dunia pendidikan. Pertama, ia mampu menjelaskan konsep dan kesempurnaan pendidikan Islam sesuai dengan konsep al-Quran. Manakala sumber yang kelima ialah ijmak ulama’ dan pemikir Islam yang bersesuaian dengan sumber asas al-Quran dan Sunnah Rasulullah (1992:40). Dengan demikian, dapat dikatakan 'sumber nilai yang menjadi dasar pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang dapat dikembangkan melalui Ijtihad, Al-Maslakhah Mursalah, Istihsan dan Qiyas' .

Tujuan Pendidikan Islam

Untuk itu sangat diperlukan pendidikan yang mampu melahirkan manusia yang mampu memahami dan menyadari realitas. Dari sini dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan Islam menurut Maududi adalah membentuk pribadi-pribadi manusia (peserta didik) yang mampu dan mampu menjadi pemimpin, menjadi khalifah Tuhan di muka bumi ini. Kriteria manusia yang berhak dan mampu menjadi khalifah bagi Allah adalah manusia yang memahami hukum-hukum Allah, baik yang tertulis dalam Al-Quran dan Hadits maupun yang terpancar dalam Sunnatullah.

Konsep Kecerdasan Emosional a. Pengertian Kecerdasan Emosional

Kecerdasan Emosional dengan kata lain adalah kesadaran diri, pengendalian diri, ketekunan, semangat, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial yang pada dasarnya adalah bagaimana mengenali, menguasai dan mengendalikan emosi yang ada dalam diri. bahwa kelebihan dari sikap ini dapat dimatangkan secara emosi (kecerdasan emosional). Di dalam Al-Qur'an banyak sekali uraian rinci tentang berbagai macam emosi yang dirasakan manusia, seperti: Emosi ketakutan (QS. Perhatian manusia terhadap kajian emosi secara terus menerus, seperti pada beberapa bagian emosi yang dituliskan di atas, konsep emosi emosi kecerdasan yang coba diberikan secara komprehensif oleh Solovey dan Mayer dan terus menyempurnakan teorinya, sementara Daniel Goleman telah mengadaptasi model mereka menjadi versi yang menurut Daniel Goleman lebih berguna untuk memahami bagaimana bakat-bakat ini bekerja dalam kehidupan kerja.

Kesadaran diri

Tentu saja pendidikan Islam disini mempunyai kepentingan kolektif bagaimana menjamin masyarakat dapat mewujudkan penanaman nilai-nilai ketakwaan dan akhlak serta menjunjung tinggi kebenaran guna membentuk manusia yang berbudi luhur terhadap ajaran Islam. Konsep kecerdasan emosional ini juga akan membahas tentang pentingnya pengendalian diri serta bagaimana sikap dan reaksi berinteraksi dengan lingkungan sesuai dengan tujuan pendidikan Islam, yaitu mengupayakan terwujudnya manusia yang kaffah.

نوُرُفۡلَ

Mengelola Emosi

Mengendalikan emosi yang menyusahkan adalah kunci kesejahteraan emosional; Emosi berlebihan yang muncul dengan intensitas terlalu tinggi atau dalam waktu terlalu lama akan merusak stabilitas. Memang benar ada sebagian orang yang sering berusaha masuk ke dalam suasana hati yang tidak menyenangkan untuk menghindari reaksi emosional dari orang lain, misalnya: dokter yang harus bersedih saat menyampaikan informasi tentang pasiennya kepada dirinya sendiri atau keluarganya, atau turut berduka cita ketika salah satu anggotanya, teman keluarga atau temannya meninggal. Padahal, diantara semua mood yang paling dihindari orang adalah emosi marah, karena marah merupakan emosi yang terkadang sangat sulit untuk dikompromi.

ينِنِصۡحٍُ ۡ

Memanfaatkan emosi secara produktif

Siswa yang sedang cemas, marah atau depresi akan mengalami kesulitan belajar, orang yang terjebak dalam kondisi tersebut tentunya akan kesulitan dalam menyerapnya secara efisien atau menghadapinya dengan baik. Orang yang optimis menganggap segala sesuatu itu sulit tetapi mungkin, tetapi bagi orang yang pesimis, sesuatu itu mungkin tetapi sulit. Faktanya, orang yang mempunyai harapan tinggi tidak akan mudah diatasi oleh perasaan depresi, sembari tetap berjuang untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih efektif.

Empati: membaca emosi

Pemahaman terhadap perasaan orang lain ini dibangun di atas keterampilan yang lebih mendasar, khususnya kesadaran diri dan pengendalian diri. Maka syarat pertahanan diri yang ditawarkan dalam memupuk perasaan adalah dengan berusaha menghindari perbuatan-perbuatan yang berujung pada hilangnya rasa empati terhadap orang lain, sehingga berujung pada kejahatan. Ada beberapa implementasi dimana hilangnya empati terhadap orang lain dijadikan syarat untuk tidak menghilangkan tanggung jawab kita terhadap orang lain.

Membina Hubungan

Malah, hukuman alasan yang dilemparkan hanya ditujukan kepada mereka apabila mereka melakukan jenayah terhadap mangsanya. Jika manusia telah berusaha menjauhi perkara-perkara yang akan mengakibatkan hilangnya kepekaan terhadap orang lain dengan cuba mengelak dan menjauhi perbuatan yang akan membawa kepada keburukan dan tingkah laku yang menjijikkan, maka usaha tuntutan emosi akan menjadi lebih kecil dan terkawal. . bahawa ia tidak mendatangkan kesan yang lebih buruk kepada kesalahan jenayah. Jika si penghukum itu berasa belas kasihan (rahmat) terhadap orang yang dihukum, dan sehingga hukuman itu dilaksanakan atas dasar belas kasihan oleh si penghukum, maka syariat Islam ini tidak akan pernah tegak di muka bumi Allah kerana ia dimusnahkan oleh subjektiviti. penilaian seseorang terhadap sensitiviti yang dirasakan oleh orang lain.

أ ِ َّللَّٱ

Biografi Ibnu Khaldun

Malah, hanya dalam tempoh kurang daripada suku abad Ibn Khaldun dapat menguasai pelbagai ilmu (Juwariyah, 2008: 119). Kehidupan Ibnu Khaldun diwarnai dengan kisah sedih kehilangan orang tersayang. Inilah sebabnya Ibnu Khaldun melepaskan jawatannya sebagai Hakim Tinggi setelah memegangnya selama setahun.

Tujuan Pendidikan

Terdiri dari persepsi dan apersepsi (taṣawwur dan taṣdīq), yang tersusun dalam urutan tertentu menurut kondisi tertentu sehingga membentuk pengetahuan lain yang sejenis, baik perseptual maupun aperseptif. Berdasarkan uraian di atas, menurut Ibnu Khaldun, pendidikan merupakan suatu hal yang wajar dalam peradaban manusia, dimana pendidikan dapat dicapai oleh manusia sebagai subjek dalam pendidikan melalui kebiasaan (malakah) untuk memperoleh ilmu pengetahuan melalui kegiatan terprogram (ta’līm) dan kegiatan ilmiah. (pengalaman). Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan pendidikan menurut Ibnu Khaldun bukan hanya perolehan ilmu saja, tetapi juga perolehan pengetahuan profesional.

Kurikulum dan Materi Pendidikan

Adapun ilmu Nujum, Ibnu Khaldun menganggapnya sebagai ilmu fasid yang beranggapan bahwa ilmu tersebut digunakan untuk meramal kejadian berdasarkan ilmu perbintangan, padahal hal ini bertentangan dengan hakikat tauhid, yaitu Allah SWT yang menciptakan segala sesuatu. Selain itu, mengenai minat peserta didik, Ibnu Khaldun membagi ilmu-ilmu di atas menjadi empat jenis, yang masing-masing bagiannya ditempatkan sesuai dengan kegunaan dan prioritas mempelajarinya. Hal ini menjamin pandangan pendidikan Ibnu Khaldun terhadap materi keilmuan menunjukkan keseimbangan antara ilmu-ilmu syariat (agama) dan ilmu-ilmu 'Aqliyah (filsafat).

Metode Mengajar dan Sifat-sifat Pendidik

Kemudian sejalan dengan metode pengajaran di atas, Ibnu Khaldun juga memberikan pandangan mengenai ciri-ciri guru, yaitu: (1) Guru hendaknya bersikap lemah lembut, menghindari kekerasan dan menghindari hukuman yang merugikan kesehatan fisik dan mental siswa, terutama terhadap anak yang melakukan kesalahan. masih kecil. Jika kita perhatikan satu per satu pandangan-pandangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sebagai seorang ilmuwan Ibnu Khaldun mempunyai pandangan jauh ke depan (visioner) terhadap berbagai persoalan ilmu pengetahuan. Pemikiran pendidikan progresif sosial Ibnu Khaldun masih relevan bahkan jika dibandingkan dengan kerangka pendidikan modern saat ini.

Tinjauan tentang Pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah harapan-harapan yang dapat dicapai selama proses pembelajaran, yaitu perubahan sikap dan perilaku siswa sebagai hasil pembelajaran. Daryanto (2009) berpendapat bahwa tujuan pembelajaran adalah tujuan yang menggambarkan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa yang diperoleh dari hasil belajar, yang dinyatakan dalam bentuk perilaku yang dapat diamati dan diukur. Tujuan pembelajaran harus dirumuskan dengan jelas, sehingga dalam proses pembelajaran dapat diukur apakah pembelajaran berjalan dengan baik atau tidak.

Tinjauan tentang Full Day School

Padahal full day school mempunyai waktu yang lebih lama dari pagi hingga sore hari. Sekolah sepanjang hari dapat menjadi solusi bagi orang tua yang sibuk dan perkembangan anak yang positif. Setiap lembaga pendidikan mempunyai tujuan pembelajaran masing-masing yang hendaknya dicapai dengan menyelenggarakan full day school.

Hasil Penelitian tentang Full day school di SMA Negeri 1 Kota Bangun SMA Negeri 1 Kota Bangun terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu di

Selain itu juga terdapat hasil kesepakatan dan pertemuan seluruh komponen pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Bangun. SMA Negeri 1 Kota Bangun melaksanakan full day school selama 3 semester, mulai tahun 2017. Dari observasi lapangan penulis, ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar pelaksanaan full day school di SMA Negeri 1 Kota Bangun, antara lain sebagai berikut: .

Keunggulan dan kelemahan pelaksanaan full day school a. Keunggulan full day school

Sekolah seharian mengajarkan anak secara langsung bagaimana mengisi waktunya dengan cara yang berguna untuk masa depan. Anak-anak yang lulus full day school pasti memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Harmonisasi sangat penting dalam upaya bersama membantu anak mengembangkan potensinya melalui program sekolah secara menyeluruh.

Referensi

Dokumen terkait

xxxii KEGIATAN MINGGUAN KERJA PRAKTEK KP MINGGU KE : 12 TANGGAL : 4 - 8April 2022 NO URAIAN KEGIATAN PEMBERI TUGAS PARAF 1 Melanjutkan pembuatan tampilan Aplikasi