• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Studi pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Program Studi pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

0

(2)

1

PERKEMBANGAN AGAMA KATOLIK DI KECAMATAN GUNUNG TALANG STUDI KASUS PTPN VI TAHUN 1983-2004

Oleh Afriyanti

1

Anatona

2

Kaksim

3

Program Studi pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat ________________________________________________________________

ABSTRACT

This study discusses then try ofthe Catholic religion in the PTPN VI. District of Mount Talang simul taneously with the entry of the transmigration program. The development of Catholic Is min District of Mount Talang is inseparablean and wor kactions undertaken by Pastorand people, such as active tiesin the fields of economy, health, and social. The important factorto the development of Catholic is min the district of Mount Talang the mating process which resulted in the displacement of Is min to Catholic is. The purpo se of this study is to explain the history of the earlyarrival of Catholic is min the district of Mount Talang and explain how the development of the Catholic religion. The method in this study is the method of historical research. This method consists of four subjects namely, (1) Heuristics of data collection from primary and secondary sources, which is done with the interview through books and relevant thesis that has to do with the writing. (2) the source of the criticism is done after the data collected to see whether the data is relevant to this paper or not. (3) Interpretation of explaining the data that was obtained to proceed to the stage of writing. (4) Historiography which is the stage of history that shaped the writing of scientific papers or thesis.

Keyword: Catholicity

1 Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat

2 Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat

3 Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat

(3)

2

PENDAHULUAN

Agama Katolik masuk ke Kecamatan Talang Kabupaten Solok tahun 1983 tidak terlepas dari usaha yang dilakukan oleh misionaris terutama di Nagari Air Batumbuk dan Nagari Batang Barus. Merupan tempat pemukiman masyarakat transmigrasi dari Pulau Jawa dan Sumatera Utara.

PTPN VI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) unit dari PTP Nusantara VI (Persero) yang berdiri berdasarkan peraturan pemerintah No. 11 Tanggal 14 Februari 1996 dan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 165/KMK. 016/1996 Tanggal 11 Maret 1996 tentang penggabungan PTPN VI Unit Usaha Danau Kembar dengan PTP VIII sebelum diserahkan ke pada PTP VIII hak guna usaha kebun dimiliki oleh : Tahun 1955 Expirasi hak Erfpacht, Tahun 1965 diberikan kepada PT. Kami Saiyo, Tahun 1975 hak guna usaha PT Kami Saiyo dicabut, Tahun 1976 diberikan kepada PT.

pentarik Utama, Tahun 1979 diserahkan kepada PTP VIII, Tahun 1996 PTP dirubah menjadi PTPN dan dimiliki oleh PTPN VI (Persero) dengan berdiri perusahan tersebut pasti akan membutuhkan atau menyerap tenaga kerja yang tidak hanya dari Sumatera Barat tetapi juga dari Propinsi lain untuk bekerja di perusahaan teh seperti: Pulau Jawa dan Sumatera Utara. 4

Sehubungan dengan itu masyarakat yang berada di Kecamatan Gunung Talang umumnya hidup dengan penuh kedamaian tapi apa yang terjadi dibalik kedamaian tersebut muncul sebuah persoalan yang membuat masyarakat Kecamatan Gunung Talang resah dengan kehadiran agama Katolik di tengah-tengah mayoritas masyarakat muslim. Bersamaan dengan ini misionaris berhasil melakukan pendekatan dan Sosialisasi dengan masyarakat Kecamatan Gunung Talang. Semenjak tahun 1983 jauh sebelum berdirinya PTPN VI masyarakat transmigrasi sudah berada di Kecamatan Gunung Talang untuk bekerja di perkebunan milik orang Belanda.

Keresahan yang dialami masyarakat Kecamatan Gunung Talang

4 Gambaran Profil data PTPN VI Unit Usaha Danau Kembar Dalam Angka Tahun 2008

terjadi pula beralih fungsi gudang teh menjadi tempat kebaktian seperti gereja pada tahun 1996. Awalnya masyarakat mengetahui gudang itu hanyalah tempat penyimpan teh setelah dipetik tetapi apa yang terjadi masyarakat tidak mengetahui semua kejadian itu dengan sangat halusnya cara misi Katolik untuk merayu masyarakat Minang. Kronologis berdirinya Gereja dilingkungan PTPN VI tidak diketahui oleh masyarakat Kecamatan Gunung Talang. 5

Seiring waktu gudang berangsur- angsur dirubah fungsi menjadi tempat perkumpulan biasa namun dalam perkembangannya pada tahun 1996 ternyata telah dilaksanakanya rehab dengan menambah ruangan WC dan perkantoran tahun itu juga umat Katolik melakukan kebaktian disana yang telah dijadikan tempat sembahyang. Itu ditolak oleh semua masyarakat Kecamatan Gunung Talang karena berada ditengah-tengah pemungkiman umat Islam.

Tahun itu juga terjadi protes dari mana-mana akhirnya pemerintah daerah Kabupaten Solok ikut turun tangan pada Tanggal 20 Juli 2004 Gamawan Fauzi, SH,MM karena atas desakan dari berbagai pihak maka Bupati Solok langsung turun meninjau tempat sembahyang umat Katolik tersebut ternyata hasil kunjungannya bahwa di komplek PTPN VI telah ada tempat sembahyang umat Katolik yang dilengkapi dengan fasilitas seperti mimbar bersalib dan tulisan selamat natal bukti itu kemudian dijadikan dasar pelarangan mengfungsikan gudang tersebut sebagai tempat kebaktian. 6

Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini dalam bentuk penelitian yang berjudul “Perkembangan Agama Katolik di Kecamatan Gunung Talang Studi Kasus PTPN VI Tahun 1983-2004”

Berdasarkan batasan masalah agar proses penelitian yang dilakukan dapat mengarah pada inti pokok permasalahan yang akan diteliti yaitunya: Perkembangan Agama Katolik di Kecamatan Gunung

5 Bukhtiar, Ranag Minang di Tengah Cengkraman Kristenisasi. (Jakarta:

PT Bumi Aksara. 2005), hlm. 147-152

6 Wawancara dengan Sapardi SH, Umur 40 Tahun, Tanggal 15 Mai 2015 jam 17.30 Wib

(4)

3

Talang Studi Kasus PTPN VI Tahun 1983- 2004 , maka dalam penelitian ini sangat diperlukan batasan masalah penulisan yang terdiri dari:

a. Batas Spasial (batas wilayah), batasan Spasial dari penelitian ini adalah di PTPN VI Kecamatan Gunung Talang dengan fokus penelitian adalah masyarakat transmigrasi.

b. Batasan Temporal (batas waktu penelitian), adalah dari tahun 1983 yang merupakan awal kedatangan masyarakat transmigrasi sampai tahun 2004 pertama kalinya Bupati Solok Gamawan Fauzi,SH,MM meninjau lokasi berdirinya gereja di Air Batumbuk.

Berdasarkan pada rumusan masalah maka penulis akan merumuskan ruang lingkup permasalahan dengan dua pokok pertanyaan, antara lain:

a. Bagaimana sejarah awal masuknya Agama Katolik di PTPN VI Kecamatan Gunung Talang?

b. Bagaimana perkembangan Agama Katolik di PTPN VI Kecamatan Gunung Talang?

Adapun beberapa tujuan pokok yang ingin dicapai penulis dalam penelitian masalah ini adalah antara lain:

a. Menjelaskan tentang sejarah awal masuknya Agama Katolik di PTPN VI Kecamatan Gunung Talang.

b. Menjelaskan tentang perkembangan Agama Katolik di PTPN VI Kecamatan Gunung Talang.

Adapun manfaat yang ingin dicapai penulis dalam proses penelitian ini adalah, antara lain:

a. Penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperkaya sumbangan Historis dan pengetahuan terhadap Ilmu Sosial dalam proses penelitian selanjutnya.

b. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan referensi bagi semua umat beragama bahwa perbedaan kepercayaan bukan merupakan alasan untuk tidak saling menghormati dan menghargai sesama manusia.

c. Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis serta mahasiswa dalam memahami konsep penyebaran agama Kristen Katolik di Nagari Air Batumbuk bagi yang membacanya.

Sesuai dengan judul skripsi yaitu:

Perkembangan Agama Katolik di Kecamatan Gunung Talang Studi Kasus PTPN VI Tahun 1983-2004. Maka pembahasan ini diperjelas dengan melihat tulisan-tulisan mengenai agama Katolik.

Beberapa tulisan yang membahas tentang agama Katolik yaitunya: 7

Ani Samaloisa (2008) mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat dalam bentuk skripsi dengan judul “Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Kristen Dipagai Utara Selatan Kepulauan Mentawai Tahun 1901-1916”. Kajian yang yang dijelaskan dalam peneliian tersebut adalah tentang bagaimana proses awal masuknya agama Kristen yang dibawa oleh misionaris. Serta pendekata yang dilakukan oleh misionaris dalam penyebaran agama Kristen ditengah masyarakat yang masih sangat primitif atau masih percaya pada kepercayaan Arat Sabulungan.

Mariati K.S (2009) mahasiswa UNAND jurusan sejarah yang menulis tentang agama Kristen dalam bentuk Skripsi yang berjudul Gereja Sasra Maria Diangkat Kesyurga: Penyebaran Agama Kristen di Muara Siberut Selatan Kepulauan Mentawai. Dalam kajian tersebut menjelskan mengenai sejarah awal mula kedatangan misionaris pendeta Mgr.

Libertus Cluth dengan cara melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat local khususnya yang berada didaerah pedalaman Muara Siberut.

Selanjutnya karya lain dalam bentuk Skripsi juga ditulis oleh Dorina Klara (2001) Mahasiswa UNAND yang menulis tentang “Kristenisasi Disumatera Barat Masa Colonial” dalam penelitian tersebut bahasan yang dijelaskan adalah mengenai usaha yang dilakukan misionaris dalam melakukan kristenisasi kepada masyarakat pribuni yang masih fanatik dan kental dengan unsur Islam sehingga sulit untuk dijangkau. Usaha tersebut diantaranya dalam bidang pendidikan dengan mendirikan yayasan,sekolah Kristen dan sekolah umum banyak muridnya yang beragama Kristen.

7 Ani Samaloisa. 2008. Proses Masuk Dan Berkembangnya Agama Kristen Dipagai Utara Selatan Kepulauan Mentawai Tahun 1901-1916. STKIP PGRI SUMBAR.

Jurusan Sejarah (Skripsi). Padang

(5)

4

Metode penelitian.8

Proses penelitian ini menggunakan metode penulisan sejarah seperti lazimnya dalam penulisan sejarah lainnya. Dalam proses kerjanya terdiri dari beberapa tahapan pokok yakni, heuristik, kritik sumber, interpretasi data, dan penulisan sejarah (historiografi). Berikut penjelasan dari beberapa metode yang digunakan dalam penelitian di lapangan.

1. Heuristik (pengumpulan data), dalam tahapan ini penulis mengumpulkan sumber yang berkaitan dengan materi penelitian yang diteliti, baik berupa sumber Primer maupun Sekunder.

Sumber Primer di peroleh melalui wawancara. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan yakni mencari sumber buku yang relevan, seperti diperpustakaaan Sejarah Universitas Negeri Padang, Sastra Universitas Andalas dan perpustakaan STKIP PGRI Sumatera Barat.

2. Kritik sumber, merupakan tahapan untuk melakukan pengolahan data terdiri dari dua bagian yakni, kritik eksteren, penulis melakukan pengujian otensitas (keaslian) materi data yang diperoleh dengan cara melakukan pengidenfikasian bahan-bahan yang ada. Selanjutnya kritik intern yaitu peneliti menguji kesahihan (reliabilitas) informasi yang terdapat dalam data dengan melakukan penyelidikan terhadap fakta-fakta dari dokumen penelitian.

3. Analisis dan Interpretasi data, merupakan tahapan dalam melakukan pemilahan dan pembedahan terhadap sumber sejarah sebagai informasi yang dibutuhkan dalam bentuk fakta-fakta lepas. Kemudian fakta tersebut disusun berdasarkan pada tahapan klasifikasi masalah penelitian yang dituju.

4. Penulisan sejarah (historiografi) merupakan tahapan dimana penulis melakukan penulisan sejarah ilmiyah yang berdasarkan pada fakta-fakta yang telah disusun berdasarkan klasifikasi data dan kaedah-kaedah dalam penulisan sejarah.

8 Dorina Klara. 2001, Kristenisasi di Sumatera Barat Masa Kolonial, UNAND Jurusan Sejarah (Skripsi). Padang

PEMBAHASAN

Umat Katolik pertama kali datang ke Kecamatan Gunung Talang pada tahun 1983 yang bersamaan dengan masuknya program transmigrasi dari pulau Jawa dan propinsi Sumatera Utara. Kronologis sejarah kedatangan transmigrasi umat Katolik diawali dengan adanya sistem kontraK dengan orang Belanda.

Misionaris yang pertama kali datang ke Kecamatan Gunung Talang tahun 1985 berasal dari Keuskupan Yogyakarta.

Kedatangan misionaris ke Kecamatan Gunung Talang merupakan salah satu program misi keagamaan yang dilakukkan oleh Keuskupan Yogyakarta untuk menyebarkan pengaruh agama Katolik diseluruh wilayah Sumatera termasuk di Kecamatan Gunung Talang yang merupakan tempat berdirinya PTPN VI. 9

Adanya gereja bagi umat Katolik di lingkungan komplek PTPN VI maka, mempermudah untuk menjadi akses dan tempat untuk memperluas pengaruh agama Katolik serta melakukan aktifitas agama secara terbuka. Secara umum tempat ibadat umat Katolik digunakan sebagai tempat sembahyang pada setiap hari Minggu pagi (09.00 Wib-12.00 Wib), dan hari-hari besar lainnya seperti, Natal, Tahun Baru dan Paskah. 10

Nama stasi adalah pusat kegiatan umat Katolik yang berada dibawah paroki.

Jadi stasi adalah wilayah yang keberadaannya jauh dari paroki yang biasanya stasi ini berada di satu wilayah atau desa seperti yang berada di komplek Afdeling A di jorong Koto Ateh. Satasi yang berda di komplek Afdeling A juga memiliki gereja tempat ibadat umat Katolik setiap Minggunya. Stasi yang berada di wilayah- wilayah kecil seperti Nagari Air Batumbuk stasi yang memiliki umat yang lebih dari 45 kepala keluarga contohnya yang berada di Afdeling A dan Afdeling B, memiliki

9 Wawancara dengan Wanibur Lenggang Bumi, Umur 80 Tahun. Pernah Berjabat Sebagai Wali Nagari Air Batumbuk Tahun 1975-1979. 15 November 2015 Jam 20.00-10.00 Wib

10 Wawancara dengan Darmawan Dt. Rajo Lelo. Tanggal 8 November Jam 20.00 Wib

(6)

5

pengurus yang lengkap, administrasi dan menajemen yang baik.

Pola yang digunakan untuk perkembangan ajaran agama Katolik adalah dengan menggunakan pendekatan multi level marketing.

Pola ini sebenarnya sudah lama diperkenalkan di Indonesia oleh Belanda masa penjajahan. Ini digunakan oleh umat Katolik sekitar tahun 1990 sebagai salah satu istrumen untuk menyebarkan ajaran agama Katolik di wilayah Indonesia oleh karena itu adanya pola ini jadi lebih mudah untuk umat Katolik untuk mengembangkan ajaran agama Katolik di Indonesia tapi ini lebih terfokus ke lingkungan tempat tinggal masyarakat transmigrasi di komplek PTPN VI yang berada di Nagari Air Batumbuk dan Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang yang merupakan tempat berdirinya PTPN VI.

Pola yang dimaksud disini adalah dengan kegiatan Multi Level Marketing tersebut adalah cukup satu orang yang dipengaruhi dalam sebuah keluarga dan satu orang tersebut yang akan meneruskan pengeruh kepada anggota keluarga yang lain dan nantinya akan terlihat perkembangan agama Katolik dengan cara atau pola yang halus yaitunya Multi Level Marketing. Pola tersebut dapat menambah dan mempermudah pengenalan ajaran agama Katolik yang berada di lingkungan komplek PTPN VI Kecamatan Gunung Talang.

Perkembangan jumlah umat Katolik diKecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok menunjukkan pada perubahan yang pesat dikarenakan ada 195 umat Katolik dan ada sebagian umat Katolik telah pindah ke Negeri asalnya dan masih ada yang menetap di komplek Afdeling A Dan Afdeling B masih menjadi karyawan di PTPN VI sebagian berada di komplek Kayu Aro karena mereka memutuskan untuk menetap di Kabupaten Solok dan membeli rumah atau tanah di komplek tersebut.

Perkembangan agama Katolik yang lebih menonjol dan unik di lingkungan komplek PTPN VI yaitu terjadinya akibat hubungan perkawinan yang banyak terjadi pada masyarakat pendatang atau (transmigrasi). Perkawinan tersebut dilakukan kepada mereka yang sudah mempunyai kepercayaan sebelumnya namun, akibat dari hubungan perkawinan tersebut maka terjadilah perpindahan kepada kepercayaan yang lama kepada kepercayaan yang baru. Perpindahan tersebut terjadi dari agam Islam ke agama Katolik, agama Katolik ke agama Islam.

Perpindahan agama yang terjadi di masyarakat merupakan fenomena yang sangat unik dan langka. Perpindahan tersebut kebanyakan didasarkan pada terjadinya hubungan perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat khususnya masyarakat transmigrasi yang sudah menetap di Kecamatan Gunung Talang terutama di komplek PTPN VI. Ada sebagian masyarakat yang telah berpindah agama yang pindah ke Pulau Jawa atau Jambi dikarenakan kontrak untuk bekerja di PTPN VI sudah habis.

Hubungan keharmonisan antara umat Katolik dan masyarakat Minang adanya faktor pendukung yaitunya faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam yang dilakukan oleh umat Katolik yaitunya adanya kesadaran dari orang itu sendiri untuk melakukan hal-hal yang dapat membawa keharmonisan dan merupakan tanggung jawab bagi umat Katolik terhadap masyarakat Air Batumbuk sehingga nanti terjalin silahturahmi antara umat Katolik dengan masyarakat Air Batumbuk.

Faktor dari luar yang dilakukan yaitunya adanya kegiatan-kegiatan sosial yang di adakan oleh masyarakat seperti gotong royong, pembuatan parit jalan, tolong menolong antar sesama dan ataupun aktivitas yang bersifat spontan semua kegiatan itu dilakukan oleh masyarakat Air Batumbuk dan masyarakat transmigrasi.

Dengan adanya kegiatan tersebut maka hubungan berbeda agama terjalin dengan baik dan harmonis. 11

11 Ir. Hendro,M.M, Dasar-Dasar Kewirausahaan. (Jakarta : Erlangga. 2002), hlm 372-375

(7)

6

KESIMPULAN

Masuknya agama Katolik di PTPN VI Kecamata Gunung Talang tidak terlepas dari adanya program transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat pada tahun 1983. Dalam program tersebut ikut beberapa masyarakat yang beragama Katolik. Pada awalnya jumlah umat Katolik yang datang adalah sebanyak 4 kepala keluarga yang kemudian mengalami perkembangan sampai sekarang. Nagari Air Batumbuk dan Nagari Batang Barus menjadi wilayah agama Katolik sejak tahun 1983 lebih terpusat ke PTPN VI. Kedatangan itu dipelopori oleh Uskup lokal yang berasal dari Keuskupan Yogyakarta.

Perkembangan agama Katolik pada saat kedatangan umat Katolik di PTPN VI di Kecamatan Gunung Talang merupakan suatu hal yang tidak disangka karena dalam setiap kegiatan yang dilakukan mereka selalu mengajarkan pada ajaran cinta kasih dan ketauladanan yang baik. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah seperti dalam bidang kesehatan mereka memberikan pelayanan kesehatan dan obat yang murah kepada masyarakat setempat yang terpusat ke masyarakat transmigrasi, karena pada waktu yang bersamaan banyak terjadi serangan penyakit malaria maka, kesehatan murah tersebut sangat dirasakan membantu dan menolong. Karena pada waktu itu bantuan dari pemerintah sangat minim dan belum mencukupi.

SARAN

Dalam penelitian ini penulis mengkaji tentang sejarah awal masunya agama Katolik dan perkembanganya di PTPN VI di Nagari Air Batumbuk Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa banyak menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan dan tata cara kehidupan beragama terutama dalam kaitannya dengan proses agama Katolik.

Terutama terhadap perkembangan agama Katolik itu sendiri. Diantranya adalah adanya upaya untuk mempengaruhi dan menyebarkan kepercayaan yang baru kepada masyarakat terutama masyarakat transmigrasi yang sudah mempunyai kepercayaan. Baik upaya tersebut yang dilakukan melalui kegiatan sesaat maupun kegiatan yang dilakukan secara

berkelanjutaan. Seperti, kegiatan ekonomi, kesehatan, dan sosial.

Secara batiniah Kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT namun secara lahiriah untuk mencapai kesempurnaan itu manusia mempunyai kemampuan dan usaha yang maksimal untuk mencapainya.

Sehingga, untuk membangun dan lebih menyempurnakan penulisan kedepan yang lebih baik maka, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak.

DAFTAR PUSTAKA Sumber Arsip

Arsip Daftar Isian Monografi Kabupaten Solok Tahun 2008

Arsip Profil Kependudukan Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok Tahun 2003

Arsip Kenagarian Air Batumbuk Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Tahun 1983

Sumber Buku

Ali Anwar. 2005. Rangkuman Ilmu Perbandingan Agama dan Filsafat.

Bandung: CV. Pustaka Setia.

Bakhtiar, Dkk. 2005. Ranah Minang Di Tengah Cengkraman Kristenisasi.

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Daliman. A. 2012. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Gottschalk, Loui, 1985. Mengerti Sejarah.

Jakarta: UI PRESS.

Huston, Smith. 1995. Agama-agama Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Mestika Zed. 1999. Metodologi Penelitian Sejarah. Padang: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP.

Mudjahid Abdul Manaf. 1996. Sejarah Agama-agama. Jakarta: P. Raja Grafindo Persada.

(8)

7

Sumber Skripsi

Ani Samaloisa, 2008.Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Kristen Dipagai Utara Selatan Kepulauan Mentawai (1901-1916) STKIP PGRI Sumatera Barat Jurusan Pendidikan Sejarah (Skripsi). Padang

Dorina Klara. 2001, Kristenisasi di Sumatera Barat Masa Kolonial, UNAND Jurusan Sejarah (Skripsi). Padang Jurnal

Wenti Exlessia, Kharles, Mai 2014 “ Proses Masuk dan Perkembangan Agama Kristen Protestan di Sagitsi- Mentawai” Volume 2, No 3. Http://

Journal. 12 Mai 2014.

Banedekta May Indra Sari, Ali Imbran, November 2015 “ Masuk dan Berkembangnya Agama Katolik di Paroki Metro di Mentawai” Volume 3, No 4. Http:// translation Journal.

Net / 60 htm, 10 November 2015.

Referensi

Dokumen terkait

Helfia Edial** Elvi Zuriyani** *Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat **Dosen Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat Penelitian ini bertujuan untuk