• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Utama Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS 2023-2024

N/A
N/A
sirojjuddin El Siroj

Academic year: 2024

Membagikan "Program Utama Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS 2023-2024"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PUSAT STUDI BUDAYA DAN PERUBAHAN SOSIAL

U N I V E R S I T A S M U H A M M A D I Y A H S U R A K A R T A

Bekerjasama dengan:

Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lembaga Bahasa, dan Ilmu

Pengetahuan Umum (LBIPU)

Universitas Muhammadiyah

Surakarta

(2)

Tentang Kami 3

Program Utama 2023-2024 9 Halaman Judul

Daftar Isi 2

Pendahuluan 5

Latar Belakang Persoalan 5

Capaian Kunci pada Periode 2021-2022 7

Ringkasan Eksekutif 4

Daerah Hub Pelatihan Nasional RISP3TI 2024 11

(3)

Sejak pendiriannya pada tahun 2000, Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki misi yang kuat untuk berkomitmen dalam penelitian aksi dan pengembangan masyarakat, serta publikasi ilmiah yang terfokus pada isu-isu budaya dan keagamaan.

Misi ini bertujuan memberikan arah pada perubahan sosial positif, dengan orientasi yang terpandu oleh nilai-nilai Islam moderat-progresif, keadilan, perdamaian, dan kemanusiaan universal.

Dalam konteks ini, sejak tahun 2018, Muhammadiyah telah memimpin wacana tentang konsepsi dan implementasi Islam Wasathiyyah atau Islam Moderat. Tujuan utamanya adalah merawat harmoni sosial dan perdamaian positif, yang didasarkan pada inklusivisme dan keadilan, baik dalam konteks keumatan, kebangsaan, maupun peradaban dunia. Dengan demikian, Muhammadiyah memberikan kontribusi signifikan terhadap visi PSBPS UMS dalam menciptakan perubahan positif dalam organisasi sosial-keagamaan dan lembaga pendidikan, khususnya dalam mengelola pluralisme budaya dan agama.

Pada Muktamar ke-48 di Surakarta tahun 2022, Muhammadiyah memperkuat semangat Risalah Islam Berkemajuan, menjadi titik puncak dari upaya kolektif dalam menanamkan nilai-nilai kebenaran, kebaikan, kedamaian, keadilan, kemaslahatan, kemakmuran, dan keutamaan hidup bagi seluruh umat manusia. Dengan demikian, inisiatif Muhammadiyah ini secara keseluruhan memberikan landasan konseptual yang kohesif dan koheren untuk mengarahkan perubahan sosial positif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan umat manusia secara luas.

(4)

Program Revitalisasi, Institusionalisasi, dan Standardisasi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi berupaya mengatasi lemahnya pengarusutamaan aspek afektif-konatif dalam pembelajaran Pancasila dengan memperbarui modul, memanfaatkan LMS, dan menyelenggarakan pelatihan. Pelatihan akan diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia dengan membentuk hub yang bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran, menciptakan kohesi sosial, dan memastikan konsistensi transmisi nilai-nilai Pancasila.

Langkah-langkah tersebut didukung dengan advokasi kebijakan dengan capaian rekomendasi dari Majelis DIKTI PP Muhammadiyah untuk mendapatkan dukungan formal dan legitimasi. Kerjasama antarperguruan tinggi dikukuhkan dalam MoU dan MoA untuk mengatur kerangka kerja dan tanggung jawab, memastikan keterlibatan aktif, dan meneguhkan komitmen.

Selain itu, diseminasi program dilakukan melalui festival "#PancasilaLahirBatin" untuk memperkuat kesadaran dan komitmen bersama. Dengan langkah-langkah tersebut, program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan komitmen mahasiswa terhadap nilai- nilai Pancasila, pembentukan karakter, dan penguatan identitas nasional.

(5)

Latar Belakang Persoalan

Pembelajaran Pancasila di perguruan tinggi acap kali lemah dalam mengakomodasi aspek afektif-konatif, dan hanya memberikan penekanan yang berlebihan pada aspek kognitif. Hal ini tercermin dalam data riset analisa kebutuhan yang dilakukan oleh Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) yang menunjukkan bahwa sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia lebih berfokus pada transfer pengetahuan, tanpa memberikan perhatian yang memadai pada pembentukan nilai-nilai dan sikap yang sesuai dengan Pancasila.

Keterbatasan dalam pengembangan aspek afektif-konatif ini dapat mengakibatkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki pengetahuan tentang Pancasila, tetapi kurang mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya dapat menghambat terwujudnya masyarakat yang berdasarkan Pancasila.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kelentingan dan kewaspadaan Perguruan Tinggi di Indonesia terhadap intoleransi melalui upaya penguatan jalinan harmoni sosial lintas budaya dan iman. Program ini mengupayakan pengembangan lingkungan kampus yang inklusif, di mana mahasiswa dan civitas akademika lainnya diberdayakan untuk memahami, menghormati, dan merayakan perbedaan satu sama lain, dengan berfokus pemahaman yang mendalam terhadap keragaman budaya dan agama.

Lebih lanjut, temuan utama PSBPS pada tahun 2022 menunjukkan beberapa hal berikut:

Tidak semua perguruan tinggi memiliki lembaga pengelola mata kuliah Pancasila. Perguruan tinggi tidak memiliki materi dan metode yang standar, dan mutakhir;

Linearitas pendidikan pengajar mata kuliah Pancasila menjadi persoalan mendasar karena berhubungan dengan wawasan, dan kompetensi;

Lemahnya kreativitas penyampaian materi, dinamika pembelajaran, proksimitas dosen, dan mahasiswa;

Metode pembelajaran kurang menyasar ranah afektif, dan aplikasi tindakan;

Penerimaan Pancasila sebagai ideologi negara dan komitmen Muhammadiyah darul ‘ahdi wal syahadah belum merata diterima oleh semua kalangan dosen dan mahasiswa

(6)

Berdasar pada temuan-temuan di atas, maka PSBPS UMS bekerjasama dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan LBIPU UMS akan melanjutkan kerja- kerja untuk memitigasi persoalan tersebut melalui serangkaian program aksi, yakni dengan memperluas cakupan program pelatihan yang telah diinisiasi sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2019 di bawah program Harmoni. Perluasan dilakukan di beberapa daerah dengan membentuk hub seperti Jawa Tengah & DIY, Jawa Timur & Indonesia Timur, Jakarta &

Jawa Barat, Sumatera, dan Kalimantan.

Daerah tersebut dikenal sebagai “hot spot

yang rentan terhadap potensi berkembangnya grup ekstremis-kekerasan.

Jawa Tengah dan Yogyakarta dikenal dengan tradisi Islam yang didominasi moderat dan sinkretis, Jawa Barat dan Jakarta, sebagai daerah yang lebih urban dan beragam, kadang-kadang mengalami radikalisasi dan aktivitas ekstremis.

Sumatera, dan Kalimantan, meskipun relatif lebih damai, telah mengalami kerusuhan sporadis yang disebabkan oleh kesenjangan sosial-ekonomi dan ketegangan etnis.

Revitalisasi, institusionalisasi, dan standardisasi pendidikan Pancasila di perguruan tinggi Indonesia sangatlah esensial. Pertama, nilai-nilai Pancasila adalah landasan moral bagi bangsa.

Melalui institusionalisasi yang kuat, perguruan tinggi berperan dalam membentuk karakter mahasiswa melalui mata kuliah wajib Pancasila. Kedua, standar pendidikan yang konsisten meningkatkan kualitas pembelajaran, serta dapat memastikan setiap mahasiswa mendapat pendidikan berkualitas. Ketiga, perluasan pelatihan Pancasila ke berbagai daerah memungkinkan untuk membuka akses yang setara. Keempat, revitalisasi dan standardisasi diperlukan untuk mendorong pemahaman dan aplikasi nilai- nilai dalam kehidupan sehari-hari. Kelima, secara substansial, program ini akan memperkuat identitas nasional dan membangun persatuan dalam keragaman, mendukung stabilitas harmoni sosial dan kemajuan bangsa.

(7)

Penyempurnaan Modul

Modul "Pancasila sebagai Laku" ini ditingkatkan dengan menambahkan konten interaktif dan studi kasus yang aktual dan relevan sehingga dapat memberikan peserta kesempatan lebih besar untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembelajaran reflektif- andragogis dan lebih dinamis juga telah menjadi suatu pendekatan.

Hal ini memungkinkan peserta terlibat lebih aktif dan komprehensif dalam memahami konsep-konsep Pancasila.

Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan (need analysis) telah dilakukan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Analisa kebutuhan ini dimaksudkan sebagai basis data dalam pengembangan model standarisasi pengajar Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi. Data diperoleh melalui rangkaian survei dan FGD terhadap mitra universitas.

Capaian Kunci pada Periode 2021-2022

Pelatihan Standardisasi Dosen Pendidikan Pancasila

Pelatihan ini telah memberikan manfaat kepada setidaknya 77 dosen dari 24 perguruan tinggi di Indonesia, seperti UMS, UDB, UMSurabaya, UMY, UMPurworejo, UNISRI, UMC, UMJ, Univ.

Paramadina, UM Bima, Univ. Muara Bungo, UNIVET, UAD, UPI, UNIMUS, UNNES, dll.

Pengembangan Standardisasi Kompetensi Dosen Pendidikan Pancasila

Pengembangan standarisasi kompetensi pendidikan Pancasila menjadi landasan utama dalam menciptakan pelatihan bersertifikat bagi dosen di perguruan tinggi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dosen pendidikan Pancasila memiliki kompetensi yang seragam dan berkualitas, sehingga mampu memberikan pengajaran yang konsisten dan efektif sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan perguruan tinggi.

(8)

Keluasan Jangkauan Program Program ini berhasil menjangkau lebih dari 60.000 mahasiswa yang tersebar di 24 universitas di Indonesia, sehingga dapat menciptakan dampak positif yang luas pada lingkup pendidikan Pancasila. Program ini telah secara signifikan meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai- nilai Pancasila di kalangan mahasiswa serta memberikan kontribusi berkelanjutan untuk pembentukan karakter.

Advokasi Kebijakan

Melalui advokasi kebijakan, PSBPS berupaya memperkuat pendidikan Pancasila dengan berdialog dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan utama, seperti Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

PSBPS mengajukan inisiatif kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pengajaran Pancasila di perguruan tinggi untuk, memastikan harmonisasi nilai-nilai Pancasila dengan kurikulum pendidikan.

Learning Management System (LMS)

Pembentukan LMS merupakan langkah strategis untuk mendukung pelatihan standardisasi dan pembelajaran Pancasila di perguruan tinggi. Pengelolaan kurikulum, distribusi materi, serta evaluasi dan pemantauan kemajuan peserta pelatihan dapat dilakukan secara efisien melalui akses digital ini.

Pameran #PancasilaLahirBatin Pameran ini merupakan rangkaian diseminasi program yang dimaksudkan untuk sosialisasi program yang telah dilaksanakan.

Karya mahasiswa dari berbagai universitas ditampilkan seperti poster, video, tulisan, dll. Turut hadir sebagai pendukung acara a.l. Eco- Art Class yang akan diikuti oleh anak berkebutuhan khusus siswa- siswi sekolah inklusi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Program Khusus Kartasura.

(9)

Training of Trainer untuk Fasilitator Utama (Lead Facilitator)

Kegiatan ini berfokus pada seleksi dan persiapan sejumlah 17 fasilitator utama di perguruan tinggi mitra untuk memastikan pelatihan standar dosen Pancasila efektif. Dosen peserta dilatih merancang dan melaporkan kegiatan di daerah hub. Lead Facilitator dipilih atas keterlibatan mereka pada program periode sebelumnya.

Advokasi Kebijakan

PSBPS melakukan advokasi kebijakan dengan mencapai surat rekomendasi dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Surat tersebut menyoroti keterlibatan PTMA dalam kegiatan pembelajaran Pancasila, memberikan dukungan formal, dan memperkuat kerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Pancasila di perguruan tinggi mitra.

Peningkatan Modul & LMS

Peningkatan modul "Pancasila sebagai Laku" terkait pembaruan isu, metode, dan tagihan penugasan. Modul juga akan mengintegrasikan contoh kasus aktual untuk mendukung tujuan perguruan tinggi mencetak lulusan yang paham akan nilai kebangsaan, moralitas. LMS ditingkatkan demi penggunaan yang lebih efektif dan ramah terhadap pengguna.

Pelatihan Nasional: Standardisasi Kompetensi Dosen Pendidikan Pancasila (Pancasila sebagai Laku Pelatihan Standardisasi Dosen Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi mitra dilakukan di beberapa hub seperti Jawa Tengah & DIY, Jawa Timur, Jakarta & Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran regional. Selain dosen, program ini akan menjangkau sebanyak 30.000 mahasiswa di 50 universitas.

Kegiatan yang akan dijalankan pada periode pelaksanaan tahun 2023-2024 adalah sebagai berikut:

(10)

Pengukuhan Kerjasama

Kerangka kerjasama aktivitas diwujudkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Action (MoA), yang merinci cakupan dan bentuk kerjasama antara perguruan tinggi mitra sebagai co-host dalam program pelatihan. Mitra universitas yang akan dijangkau adalah sejumlah 50 perguruan tinggi. MoU menetapkan prinsip-prinsip dasar kerjasama, sementara MoA menguraikan tindakan konkret, jangka waktu, target pencapaian, dan indikator keberhasilan program pelatihan. Dokumen ini krusial untuk mengatur kerangka kerja, memastikan keterlibatan aktif, dan meneguhkan komitmen dalam menjalankan program pelatihan secara efektif dan berkelanjutan.

Festival #PancasilaLahirBatin Diseminasi melalui festival

"#PancasilaLahirBatin" adalah merupakan salah satu langkah signifikan dalam mewartakan program ini. Diseminasi ini menciptakan platform untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik di kalangan perguruan tinggi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Festival ini melibatkan komunitas seni dan sosial serta menjadi sarana komunikasi dan alat penguatan kesadaran serta komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Pancasila di Indonesia.

Kegiatan ini akan menjangkau setidaknya 500 peserta.

(11)

PSBPS UMS menetapkan 7 (tujuh) daerah hub sebagai lokus Pelatihan Nasional RISP3TI, sebagai berikut:

Jawa Tengah &

Yogyakarta Kalimantan

Jawa Barat &

Jakarta

Jawa Timur &

Indonesia Timur

Sumatera Sulawesi Papua

(12)

Gedung Induk Siti Walidah

Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani, Tromol Pos 1, Kartasura, Sukoharjo

0271717417 ext. 1521 [email protected] http://psbps.ums.ac.id

Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial

Referensi

Dokumen terkait

PERAN SOSIAL GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK (Studi Situs di SMA Muhammadiyah I Klaten). Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2011. Tujuan penelitian ini adalah

(2) Bahwa budaya keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa FKIP PKn universitas muhammadiyah surakarta variabel 62,2 %.(3)

PERAN SOSIAL SEKOLAH ISLAM : (Studi Situs SMK Muhammadiyah Jatinom Klaten). Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan : 1) peran

Perubahan Sosial Politik di Jawa Barat: Relasi Ménak dan NII Tahun 1946-1951: Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret,

Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, mencakup perubahan budaya yang di dalamnya terdapat perubahan nilai-nilai dan tata cara kehidupan

Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, mencakup perubahan budaya yang didalamnya terdapat perubahan nilai-nilai dan tata

Perubahan yang membawa pengaruh besar adalah perubahan yang membawa pengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat karena perubahan yang terjadi pada unsur-unsur sosial

JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2023/2024 PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FTI UAJY Hari Sesi