LAPORAN KEGIATAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5)
HUBUNGAN DEMOKRASI SUARA SISWA DAN HAK MPK TERHADAP OSIS SMAN 6 BEKASI
Guru Pembimbing 1 : Budiarty Tri Astuti, S.Pd., M, Pd. Guru Pembimbing 2 : Dede Kurniasih, S. Pd.
Disusun oleh : Kelompok : 2
1. Abdul Jabar (212210001)
2. Belva Felisha Putri Kusuma (212210060) 3. Gebrina Btari P (212210122) 4. Medika Adhyaksa P (212210184) 5. Nadiyah Hanifah (212210227) 6. Rafif Ahmad Taufandri (212210267) 7. Winda Kasih Angelystha (212210337)
KELAS XII-A TAHUN AJARAN 2023-2024
SMA NEGERI 6 BEKASI
Jl. Asri Lestari Raya Perumahan Pondok Mitra Lestari Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi Jawa Barat 17147 Telp. (021) 8216704
i
LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah Projek yang berjudul :
“HUBUNGAN DEMOKRASI SUARA SISWA DAN HAK MPK TERHADAP OSIS SMAN 6 BEKASI ”
Yang disusun oleh kelompok 2 kelas XII-A sebagai tugas Projek Profil Penguatan Pelajar Pancasila yang dipresentasikan dan disetujui oleh tim
pembimbing
Disetujui oleh Pembimbing
Budiarty Tri Astuti, S.Pd., M,Pd. Dede Kurniasih, S. Pd.
NIP. 19780918200502010 NIP.-
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Dra, Hj. Sumartini, M.M.
NIP. 196601131990022001
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim, Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Projek Profil Penguatan Pelajar Pancasila dengan hasil yang sebaik mungkin.
Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan Projek Profil Pancasila tidak terlepas dari bantuan para pembimbing yang dengan tulus memberikan saran dan kritik sehingga projek ini dapat terselesaikan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa projek ini masih jauh dari sempurna dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki,oleh karena itu melalui para pembimbing kami mendapat pengalaman dan pengetahuan yang belum kami ketahui sebelumnya ini.
Kami dari kelompok 2 kelas XII-A ingin mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu Kepala SMA Negeri 6 Bekasi yang terhormat Ibu Dra. Hj. Sumartini, M.M.
2. Ibu Budiarty Tri Astuti, S.Pd., M,Pd. selaku wali kelas sekaligus pembimbing 1 yang telah banyak memberikan motivasi dan menghidupkan kembali semangat penulis ketika menghadapi masalah.
3. Ibu Dede Kurniasih, S. Pd. selaku guru pembimbing 2 yang telah antusias mendukung dan membantu menyelasaikan karya tulis ilmiah ini.
4. Teman-teman kelas XII-A khususnya kelompok 2 yang selalu memberi bantuan, dukungan, dan doa kepada peneliti dalam proses penyelesaian karya tulis ilmiah ini.
5. Semua pihak yang telah ikut membantu dan berpartisipasi dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini baik langsung maupun tidak langsung sehingga peneliti semangat untuk segera menyelesaikan laporan ini.
Kami berharap dengan adanya projek pembuatan karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan dapat memotivasi kita dalam menghargai ras budaya lain. Kami sadar masih banyak kekurangan-kekurangan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini, maka dari itu kritikan dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat kami harapkan.
Bekasi,...Desember 2023
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1Latar Belakang Masalah...1
1.2Identifikasi Masalah ... 2
1.3Rumusan Masalah ... 2
1.4Tujuan Projek...2
1.5Manfaat Projek...3
BAB II LANDASAN TEORI ... 4
2.1Barang Bekas ... 4
1. Pengertian Barang Bekas ... 4
2. Produk dari Barang Bekas ... 4
3. Pemanfaatan Barang Bekas menjadi Barang Berguna ... 5
2.2Teknologi Rekayasa ... 6
1. Pengertian Teknologi dan Rekayasa...6
2. Macam – Macam Teknologi Rekayasa ... 6
3. Pengaruh Teknologi Rekayasa bagi Manusia ... 8
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN...9
3.1 Kipas Mini ... 9
A. Cara Membuat Kipas Mini Elektrik...9
B. Anggaran Biaya...10
BAB IV PENUTUP...11
4.1Kesimpulan ... 11
4.2Saran ... 11
DAFTAR PUSTAKA ... 12
BIODATA PENULIS ... 13
NOTULEN PRESENTASI ... 16
LAMPIRAN...17
1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Demokrasi merupakan sistem yang dianut oleh negara indonesia, terbukti dengan diberikannya kebebasan kepada setiap warga negara untuk bebas menyatakan pendapat dan menyuarakan suara pemilihan. Pernyataan tersebut tercantum dalam UUD 1945 pasal 28 yang berbunyi ”kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”. Demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak yang sama dalam mengambil suatu keputusan guna menentukan masa depannya. Hal ini sejalan dengan pendapat Licoln bahwa “demokrasi merupakan bentuk pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”.
Perkembangan baru menunjukan bahwa demokrasi tidak hanya dipahami sebagai bentuk pemerintahan dan sistem politik, tetapi demokrasi dipahami sebagai sikap hidup atau pandangan hidup demokratis, (Winarno, 2013:108). Sikap yang demokratis sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, karena dengan dimilikinya sikap demokratis segala kepentingan yang berbeda, keinginan dan pendapat yang berbeda akan dapat dipersatukan. Pengembangan sikap demokratis tersebut melibatkan peran serta pendidikan sebagai cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Salah satunya melalui kegiatan yang ada di sekolah yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Melalui kegiatan OSIS tentunya akan berpengaruh terhadap internalisasi sikap demokratis dilihat dari kegiatan-kegiatan organisasi seperti kegiatan rapat dengan bentuk musyawarah mufakat, melaksanakan gotong royong dan kerja bakti, mengadakan kegiatan lomba, melaksanakan kegiatan kelompok belajar, diskusi, debat, pidato dan partisipasi dalam kegiatan lainya. Sehingga membantu pembentukan sikap siswa yang bercirikan nilai demokratis yaitu menghargai satu sama lain, mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam penentuan keputusan, berani mengemukakan pendapat, jujur, serta bertanggung jawab.
Kegiatan Pemilihan Ketua Umum OSIS merupakan salah satu bentuk demokrasi terbesar yang terlihat di lingkup sekolah. Pemilihan Ketua OSIS mampu mengembangkan nilai-nilai demokrasi yang dimiliki oleh siswa siswi, karena masing- masing siswa siswi dapat menyalurkan suaranya dan ikut berpartisipasi secara langsung untuk memilih pemimpinnya. Seperti SMAN 6 Bekasi yang melakukan kegiatan
2 pemilihan umum ketua osis dengan mengadakan kampanye calon ketua umum osis dan pencoblosan untuk memungut suara terbanyak. Namun ternyata, ada beberapa sekolah lain yang hanya menggunakan demokrasi pemungutan suara MPK (Majelis Perwakilan Kelas) untuk pemilihan ketua umum osis, hal ini dapat memicu pengaruh demokrasi terhadap pemilihan suatu organisasi. Oleh karena itu, kami mengangkat judul "Hubungan Demokrasi Suara Siswa dan Hak MPK terhadap OSIS SMAN 6 BEKASI".
1.2 Identifikasi Masalah
Didasari atas latar belakang dan uraian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah Pemilihan umum Ketua OSIS merupakan bentuk demokrasi yang harus bersumber dari suara seluruh siswa siswi bahkan guru sekalipun, bukan hanya MPK. Namun hak MPK juga dapat menentukan ketua umum OSIS, sehingga diperlukan menelaah lebih lanjut untuk mendapatkan demokrasi yang adil.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan sebelumnya, adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh suara siswa dan hak MPK terhadap pemilihan ketua umum OSIS SMAN 6 BEKASI?
2. Apa hak dan kewajiban MPK terhadap OSIS SMAN 6 BEKASI?
3. Bagaimana implementasi nilai demokrasi dari suara siswa atau hak MPK terhadap OSIS SMAN 6 BEKASI?
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Memberikan pengetahuan mengenai demokrasi dalam lingkungan sekolah
2. Untuk mengetahui hubungan demokrasi suara siswa dan hak MPK di SMAN 6 BEKASI
3. Untuk mengetahui pengaruh dan dampak demokrasi pemilihan ketua umum OSIS SMAN 6 BEKASI
1.5 Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang sudah kami buat di atas, maka manfaatnya adalah sebagai berikut :
1. Hubungan demokrasi suara siswa dan hak MPK terhadap OSIS SMAN 6 Bekasi memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan di sekolah. Dengan adanya mekanisme demokratis, siswa memiliki kesempatan untuk menyuarakan pendapat dan memengaruhi kebijakan yang memengaruhi mereka secara langsung.
2. Melalui hubungan ini, siswa dapat belajar tentang nilai-nilai demokrasi, termasuk penghargaan terhadap perbedaan pendapat, tanggung jawab kolektif, dan proses pengambilan keputusan yang inklusif. Hal ini dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang demokratis dan mengajarkan siswa pentingnya partisipasi dalam proses demokratis.
3. Melalui mekanisme demokratis ini, keputusan-keputusan yang diambil oleh OSIS dapat mencerminkan aspirasi dan kebutuhan sebagian besar siswa. Hal ini dapat meningkatkan kualitas keputusan karena melibatkan berbagai perspektif dan meminimalkan risiko ketidakpuasan dari pihak-pihak yang terlibat.
4. Hubungan antara demokrasi suara siswa, hak MPK, dan OSIS juga dapat mendorong keterlibatan sosial di antara siswa. Mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, dan membangun hubungan yang positif dalam upaya menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolah.
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Demokrasi
1. Pengertian Demokrasi
Istilah Demokrasi berasal dari bahasa Yunani Demos yang artinya rakyat, dan Cratos yang artinya kekuasaan. Sehingga secara harfiah pengertian Demokrasi adalah kekuasaan di tangan rakyat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), demokrasi adalah bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya yang terpilih. Sedangkan menurut H.L Menchken Demokrasi adalah sebuah teori yang mana rakyat tahu apa yang mereka butuhkan dan pantas dapatkan sangatlah berat. Dan menurut Abraham Lincoln Demokrasi adalah pemerintahan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
2. Bentuk-bentuk Demokrasi
Berikut ini merupakan bentuk-bentuk dari demokrasi : a. Demokrasi langsung
Gambar 2.a Demokrasi Langsung
Demokrasi langsung artinya rakyat berpartisipasi secara langsung dalam menyalurkan kekuasaan rakyat, sebagai kekuasaan tertinggi di dalam sistem demokrasi. Dalam demokrasi langsung bisa dilakukan dengan musyawarah langsung dengan rakyat mengenai kebijakan dan hukum yang akan diberlakukan dalam komunitas.
b. Demokrasi tidak langsung
Gambar 2.b Demokrasi Tidak Langsung
Demokrasi tidak langsung berarti penyaluran kekuasaan rakyat dalam sebuah pemerintahan secara tidak langsung, yang berarti rakyat memilih perwakilan baginya yang bisa melaksanakan kebijakan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan rakyat tersebut. Salah satu contoh paling umum dari demokrasi tidak langsung adalah bagaimana masyarakat memilih anggota DPR/DPRD di daerah dan Indonesia sebagai perwakilan bagi suara dan aspirasi yang tidak bisa disampaikan secara langsung.
2.2 OSIS dan MPK
1. Pengertian OSIS dan MPK
Dalam pendidikan di Indonesia, Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang biasa disebut dengan OSIS adalah sebuah organisasi resmi tunggal di sekolah yang diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sejak 21 Maret 1970. Dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1992 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS. Organisasi ini memiliki peran sebagai penggerak siswa untuk aktif berkontribusi di sekolah. Sebagai wadah kegiatan para siswa siswi, sebagai motivator dalam mencapai tujuan, dan sebagai preverentif mengamankan sekolah dari segala ancaman external internal.
OSIS terdiri dari struktur umum dengan Ketua OSIS, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Ketua Seksi Bidang, dan Anggota. Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) pada SMAN 6 BEKASI adalah suatu bentuk demokrasi langsung. Dimana para OSIS SMAN 6 BEKASI mengambil suara terbanyak dari pemungutan suara pemilihan Ketua OSIS. Proses demokrasi dalam pemilihan ini tidak hanya melibatkan para kandidat yang berlomba untuk jabatan, tetapi juga melibatkan seluruh anggota sekolah yang berhak memberikan
suara. Suara demokrasi ini merupakan representasi dari kehendak dan aspirasi para siswa.
Pemilihan Ketua OSIS yang dilakukan melalui proses demokrasi memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pengambilan keputusan. Melalui pemilihan ini, siswa diajak untuk berpikir kritis, mengevaluasi, dan memilih calon pemimpin yang dianggap mampu mewakili aspirasi dan kepentingan siswa secara luas. Suara mereka menjadi manifestasi dari semangat demokrasi yang harus dijunjung tinggi sebagai wujud dari sikap mencintai tanah air dan bangsa.
Selain Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), terdapat Majelis Perwakilan Kelas (MPK) yang berfungsi sebagai perwakilan dari siswa-siswa di kelas. MPK berkewajiban untuk mengawasi dan mendukung kinerja Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam menjalankan tanggung jawab mereka selama masa jabatan sesuai dengan tujuan dan visi sekolah. Memastikan bahwa OSIS melaksanakan tugas-tugas mereka dengan baik.
MPK adalah organisasi yang memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan masukan, aspirasi, dan kebutuhan siswa kepada OSIS. Dengan adanya MPK, siswa-siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan di sekolah dan memberikan kontribusi positif dalam pembentukan iklim dan budaya sekolah yang harmonis. Dengan demikian, MPK adalah salah satu elemen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berdaya saing di sekolah. Oleh karena itu MPK memiliki Hak mengajukan calon pengurus OSIS, memberi saran dan kritik terhadap kinerja OSIS, serta mengajukan usul kegiatan/program untuk OSIS.
Di Beberapa Sekolah Lain, MPK memiliki hak untuk memilih Ketua Umum OSIS. Sehingga tidak dilakukan pemungutan suara oleh seluruh siswa dan siswi sekolah tersebut, membuat hal ini menjadi bentuk demokrasi tidak langsung.
2.3 Hak Suara
1. Pengertian Hak Suara
Hak suara adalah hak setiap warga yang memberikan kesempatan untuk memilih pemimpin mereka. Hak suara berpengaruh menentukan faktor pendukung demokrasi dan penghambat demokrasi. Faktor pendukung budaya demokrasi pada OSIS meliputi sikap saling menghargai perbedaan agama, dukungan guru dengan mengajarkan sikap toleransi pada siswa sikap percaya diri siswa dalam berpendapat, sikap disiplin, sikap loyalitas pada organisasi, sikap mau menerima pendapat orang lain, sikap menyadari akan kepentingan bersama, adanya keterbukaan dan kepercayaan antar pengurus, sikap menyadari akan kepentingan bersama dan tanggungjawab terhadap tugas yang dibebankan.
Beberapa faktor pendukung yang disampaikan diatas menunjukkan bahwa dalam melaksanakan budaya demokrasi pada Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) membutuhkan sikap toleransi, kebebasan berpendapat, keterbukaan, saling menghargai, dan kebersamaan hak suara bebas. hal ini sesuai dengan pendapat Zamroni (2001: 65) menyebutkan kultur atau nilai demokrasi yaitu toleransi, kebebasan mengemukakan pendapat, menghormati perbedaan pendapat, memahami keanekaragaman, terbuka, komunikasi, menjunjung tinggi martabat manusia, percaya diri, saling menghargai, mampu mengekang diri, kebersamaan dan keseimbangan.
Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat Hendry B. Mayo (dalam Winarno 2011:
111) nilai-nilai demokrasi meliputi: damai dan sukarela, adil, menghargai perbedaan, menghormati kebebasan, memahami keanekaragaman, teratur, paksaan yang minimal dan memajukan ilmu.
Pemilihan Ketua Umum OSIS melalui demokrasi langsung merupakan hak suara bebas. Masing-masing siswa dapat menyuarakan pemilihannya secara bebas secara murni tanpa adanya perwakilan, hambatan, dan penghubung. Pemilihan Ketua Umum OSIS secara demokrasi langsung biasanya dilakukan dengan melakukan pencoblosan, dimana setiap siswa dan siswi mencoblos pilihan calon ketuanya di tempat pencoblosan yang sudah disediakan sekolah. Secara teori, Pemilihan Ketua Umum OSIS dengan cara demokrasi langsung lebih terpercaya, jujur, dan efisien terhadap seluruh pandangan. Dengan adanya seleksi Calon Ketua Umum OSIS dan
pemungutan suara terbanyak secara demokrasi langsung, hasil keputusan Ketua Umum OSIS lebih adil dan damai. Dari beberapa faktor penghambat, yang menarik adalah adanya sikap otoriter dari pihak sekolah maupun dari anggota OSIS dan MPK tersebut yang terkadang muncul. Sikap otoriter dari pihak sekolah menunjukkan bahwa sekolah terkadang melakukan pemaksaan kehendak kepada siswa dalam berbagai kegiatan. Sikap seperti ini tentu tidak sesuai dengan nilai- nilai demokrasi.
Sekolah harus dapat menekan dan menghilangkan sikap otoriter, hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan keterbukaan dan menjalin komunikasi yang baik antara siswa dan sekolah. Sedangkan sikap otoriter dari pihak anggota OSIS dan MPK dengan menetapkan keputusan atau mengadakan kegiatan tanpa persetujuan dari seluruh anggota OSIS dan MPK, yang dimana seharusnya seluruh suara anggota OSIS dan MPK dapat mengemukakan pendapat serta pemikirannya secara bebas.
Pemilihan Ketua Umum OSIS secara demokrasi tidak langsung bisa menjadi salah satu penghambat budaya atau nilai demokrasi. Contohnya seperti melalui MPK untuk menetapkan Ketua Umum OSIS tersebut. Dengan adanya MPK yang mewakilkan seluruh siswa siswi, belum tentu suara dari seluruh siswa siswi tersebut didengar, dicatat, maupun ditampung oleh MPK. Pemilihan yang hanya berdasarkan hak MPK tersebut bersifat subjektif. Hal ini bisa memicu hambatan seperti perselisihan, kesalahpahaman, ketidakpuasan, serta ketidakadilan.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMAN 6 Bekasi dari kelas X hingga XII.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang sudah sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Adapun kriteria yaitu 5% dari seluruh siswa-siswi kelas X hingga XII.
B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMAN 6 Bekasir, lokasi tersebut dipilih sebagai tempat untuk penelitian karena didasarkan atas beberapa pertimbangan diantaranya sebagai berikut :
a. Terdapat sampel yang sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh peneliti.
b. Sampel merupakan siwa-siswi yang akan ikut serta dalam penerapan nilai- nilai demokrasi di SMAN 6 Bekasi pariwisata di Bali sehingga mendukung terwujudnya tujuan projek ini.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 6 Bekasi pada bulan Desember 2023.
C. Metode danTeknik Pengumpulan Data 1. Metode
Metode yang digunakan dalam penlitian adalah metode deskriptif. Penulis langsung melihat sumber data dan melaporkan apa adanya. Semua dilaporkan tanpa adanya rekayasa.
2. Teknik
Teknik pengambilan sampel dilaukan secara acak menggunakan teknik proposional random sampling (teknik pengambilan sampel secara
proposional), dengan populasi yaitu siswa-siswi SMAN 6 Bekasi dan sampel 5% dari populasi yang ada.
D. Metode Analisis Data
Metode dalam penelitian yaitu dengan menyebar angket dan kuisioner dalam bentuk google form. Angket dan kuisioner disebar melalui media sosial. Media sosial tersebut adalah whatsapp dan instagram.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Langkah-Langkah Kegiatan Survei
Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan meotde penelitian kuantitatif. Metode tersebut digunakan karena pengumpulan sampel berupa angket dan kuisioner tentang “Hubungan Demokrasi Suara Suara Siswa dan Hak MPK Terhadap OSIS SMAN 6 Bekasi.” Tujuannya untuk mengetahui penerapan nilai-nilai demokrasi, serta manakah penerapannya yang diharapkan siswa-siswi di SMAN 6 Bekasi.
Dalam penyusunan penelitian, kami menggunakan metode pengumpulan yaitu angket dan kuisioner. Angket dan kuisioner berupa sejumlah pertanyaan tertulis dari google form yang ditanyakan kepada responden. Fungsinya untuk memperoleh informasi dari para responden mengenai hal yang mereka ketahui.
B. Hasil dan Pembahasan Survei Sebagaimana dipaparkan pada bab
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Indonesia menjunjung tinggi sistem demokrasi, dimana semua masyarakat mendapatkan hak suara. Begitupun juga dalam pendidikan, salah satu bentuk demokrasi terlihat jelas saat pemilihan Ketua Umum OSIS. Setiap siswa dan siswi dapat memilih secara bebas sesuai keinginan masing-masing yang termasuk dengan demokrasi langsung. Dengan adanya pemilihan secara demokrasi langsung ini, pemilihan Ketua Umum OSIS bisa berjalan dengan lebih adil dan damai. Namun, dibeberapa sekolah masih menerapkan demokrasi tidak langsung dengan diwakilkan MPK terhadap pemilihan Ketua Umum OSIS sehingga bisa mempengaruhi hubungan hak suara demokrasi. Hal ini juga dapat memicu adanya perselisihan dan ketidakpahaman antarsesama.
4.2 Saran
Berdasarkan hasil dari penelitian di atas dapat menarik saran sebagai berikut :
1. Bagi siswa-siswi SMAN 6 Bekasi, dapat menyampaikan hak mereka dalam pemungutan suara dan menggunakan secara baik dan benar hal tersebut.
2. Bagi OSIS dan MPK SMAN 6 Bekasi, dapat memberikan ruang untuk menampung saran penerapan nilai-nilai demokrasi pemilihan ketua OSIS di lingkungan sekolah serta mewujudkannya.
DAFTAR PUSTAKA
Hukumonline. 2023. Pengertian Demokrasi, Sejarah, dan Pelaksanaan di Indonesia, https://www.hukumonline.com/berita/a/pengertian-demokrasi--sejarah--dan- pelaksanaan-di-indonesia-lt61b739dbb5bf8/ , Diakses pada 06 Desember 2023 Pukul 09.10
Boby Adrian. 2021. Demokrasi, https://tribratanews.kepri.polri.go.id/2021/11/02/demokrasi /#:~:text=Menurut%20Kamus%20Besar%20Bahasa%20Indonesia,dengan
%20perantaraan%20wakilnya%20yang%20terpilih, Diakses pada 07 Desember 2023 Pukul 07.15
Saleh, Makmun. 2009. Reformasi birokrasi polri di tengah pergeseran paradigma menuju masyarakat sipil, https://perpustakaan.kpk.go.id/index.php?h=show_detail&id=3519#:
~:text=Berdasarkan%20kosa%20kata%2C%20Demokrasi%20berasal,adalah
%20kekuasaan%20di%20tangan%20rakyat, Diakses pada 07 Desember 2023 Pukul 07.45
SMANSATA SMA Negeri 1 Ampel. 2023. Pemilihan Ketua OSIS Sebagai Implemetasi P5 Tema Suara Demokrasi, https://sman1-ampel.sch.id/berita/read/Pemilihan-Ketua- OSIS-Sebagai-Implemetasi-P5-Tema-Suara-Demokrasi, Diakses pada 07 Desember 2023 Pukul 08.30
SMAN 2 Gadingrejo. 2021. Belajar Demokrasi lewat Pemilihan ketua dan wakil ketua osis Di SMA N 2 Gadingrejo, https://sman2-gadingrejo.sch.id/berita/detail/belajar-demokrasi- lewat-pemilihan-ketua-dan-wakil-ketua-osis-di-sma-n-2-gadingrejo, Diakses pada 07 Desember 2023 Pukul 09.10
Cahyono Budi. Dkk. 2014. Budaya Demokrasi pada Osis, https://www.neliti.com/id/publications/40921/budaya-demokrasi-pada-osis, Diakses pada 07 Desember 2023 Pukul 11.10
Harruma Issha. 2022. Bentuk-Bentuk Demokrasi,
https://amp.kompas.com/nasional/read/2022/05/11/04300071/bentuk-bentuk- demokrasi, Diakses pada 07 Desember 2023 Pukul 11.30
Dachi Mesakh Ananta. 2023. Pengertian Demokrasi Serta Bentuk-Bentuknya dan Pentingnya
Demokrasi Bagi Indonesia,
https://m.mediaindonesia.com/humaniora/578481/pengertian-demokrasi-serta-bentuk-
bentuknya-dan-pentingnya-demokrasi-bagi-indonesia, Diakses pada 07 Desember 2023 Pukul 11.50
Kumparan. 2022. Perbedaan MPK dan OSIS, dari Tugas, Tujuan, hingga Kewajibannya, https://kumparan.com/berita-hari-ini/perbedaan-mpk-dan-osis-dari-tugas-tujuan- hingga-kewajibannya-1zKoNlzUeR4, Diakses pada 07 Desember 2023 Pukul 12.20 Febriani Anisa Rizki. 2022. Apa Itu MPK dan Tugasnya di Sekolah, Siswa Sudah Tahu?,
https://www.detik.com/edu/sekolah/d-6264486/apa-itu-mpk-dan-tugasnya-di-sekolah- siswa-sudah-tahu/amp, Diakses pada 07 Desember 2023 Pukul 12.40
Fofid Hironimus Markus. 2023. Memahami Hak Suara untuk Pemilih Pemula, https://www.kompasiana.com/hironimusmarkusfofid1400/64b1503f4addee4b316688c3 /memahami-hak-suara-untuk-pemilih-pemula, Diakses Pada 08 Desember 2023 Pukul 08.10
BIODATA PENULIS
Nama : Winda Kasih Angelystha
Tempat/ Tgl Lahir : Pematang Siantar, 22 Oktober 2006
NIS : 212210337
NISN : 0066901807
Alamat : Vila Andalusia No. 5
Gmail : [email protected]
Nama : Gebrina Btari P.J
Tempat/ Tgl Lahir : Bekasi, 03 Oktober 2006
NIS : 212210122
NISN : 0064037693
Alamat : Vila Nusa Indah 2 Blok AA9 No. 5 Gmail : [email protected]
Nama : Belva Felisha Putri Kusuma Tempat/ Tgl Lahir : Bekasi, 21 September 2005
NIS : 212210060
NISN : 0058525726
Alamat : Jl. Swatantra V No. 6
Gmail : [email protected]
Nama : Medika Adhyaksa Prabowo Tempat/ Tgl Lahir : Bekasi, 09 Agustus 2006
NIS : 212210184
NISN : 0066291347
Alamat : Jl. Letda Natsri No. 09
Gmail : [email protected]
Nama : Nadiyah Hanifah
Tempat/ Tgl Lahir : Bekasi, 25 Mei 2006
NIS : 212210227
NISN : 0061552204
Alamat : Jl. KH Sanip Cluster Puri AW Smart Asri Gmail : [email protected]
Nama : Rafif Ahmad Taufandri Tempat/ Tgl Lahir : Jakarta, 24 Mei 2006
NIS : 212210267
NISN : 0063414352
Alamat : Pondok Mitra Lestari Blok A12 No. 5 Gmail : [email protected]
Nama : Abdul Jabar
Tempat/ Tgl Lahir : Bekasi, 09 Agustus 2006
NIS : 212210184
NISN : 0066291347
Alamat : Jl. Letda Natsri No. 09
Gmail : [email protected]
NOTULEN PRESENTASI
1. Keuntungan apa yang dapat kalian ambil dari hubungan daur ulang barang bekas dengan produk yang kalian buat
Pertanyaan dari : Alisa Maulidia
Jawab : Keuntungannya kita bisa lebih berinovasi untuk membuat suatu barang bekas menjadi sebuah karya teknologi yang dapat di manfaatkan oleh manusia
2. Bagaimana kalian menginovasi produk yg kalian buat untuk di daerah sekitar sman 6 bekasi?
Pertanyaan dari : Fitria Anugerah R.
Jawaban : kami menginovasi agar siswa/i di SMAN 6 bekasi mendaur ulang barang bekas menjadi sebuah teknologi yg bermanfaat dgn begitu kami memberikan contoh agar para siswa/I bisa mencoba membuat suatu teknologi dr barang bekas.
3. Butuh berapa percobaan sampai jadi seperti itu? Pertanyaan dari : Abdul Jabar
Jawaban : 2x percobaan, karena percobaan pertama baterai nya boros, jadi melakukan percobaan ke 2 mengganti baterai yg lebih besar
4. Apa alasan kalian memilih produk tersebut?
Pertanyaan dari : Callista
Jawaban : karena produk yg kami buat mudah di bawa kemana mana, dan biasanya kita pergi ke tempat yg panas atau membuat gerah, kita bisa memanfaatkan kipas mini yg mudah di bawa kemana saja untuk
LAMPIRAN - LAMPIRAN