PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL TERHADAP PEMAHAMAN SISWA KELAS X PADA MATERI STRUKTUR ATOM
Oleh:
NAMA : APRILIANA MARANATHA MAU NIM : 2201060079
PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG 2024
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui proses pendidikan tersebut manusia akan dituntut untuk belajar. Untuk meningkatkan mutu pendidikan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satuya yaitu mengelola proses pembelajaran dikelas untuk menciptakan kondisi yang efektif dan berguna untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Namun, dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tersebut nyatanya masih terdapat masalah atau penghambat dalam proses pembelajaran yang dihadapai oleh pendidik sehingga akan menyebabkan hasil belajar siswa menurun. Masalah utama yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran saat ini yaitu guru yang kurang inovatif dan kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran. Rata-rata guru sekarang masih menggunakan metode.ceramah dalam mesnyampaikan materi pembelajaran. Metode tersebut memang salah satu metode termudah dalam menyampaikan materi pembelajaran, dimana guru tidak memerlukan alat dan bahan praktek. Namun, kelemahan dari metode ini yaitu peserta didik tidak diajarkan srategi pembelajaran yang dapat menjadi alat bantu peserta didik dalam memahami bagaimana belajar, berpikir, dan memotivasi diri sendiri, yang mana hal tersebut merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam suatu pembelajaran (Surahmawan et al., 2021)
Peran media pembelajaran dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu faktor terpenting dalam dunia pendidikan. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai pernatara peyampai pesan dari pengirim kepada penerima yang mana dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Pengertian tersebut sesuai dengan penelitian Ruth Lautfer yang dikutip oleh Talizaro Tafonao yang menyatakan bahwa, media pembelajaran merupakan suatu alat bantu yang digunaan oleh guru dalam proses pembelajaran guna menarik perhatian peserta didik, meningkatkan kreativitas peserta didik, dan sebagai penyampai materi pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran ini, diharapkan peserta didik dapat termotivasi untuk belajar.
(Surahmawan et al., 2021)
Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan di Indonesia berkembang pesat yang membawa banyak dampak dalam peradaban manusia. Menurut Triyani, pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan mendorong semua pihak, termasuk Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (kemendikbudristek) sebagai pemangku peran penting dalam pendidikan untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam hal positif.
Pengoptimalan pemanfaatan teknologi dalam hal positif juga melibatkan pendidik untuk kemajuan teknologi dalam pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, semua pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan harus mampu memanfaatkan perkembngan teknologi sebagai salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan(Tanthowi et al., 2023) Media pembelajaran ialah alat peraga yang dapat menjadi alat bantuan bagi pendidik agar dapat mengutarakan bahan ajar, memperbanyak kreativitas peserta didik, dan menambahkan perhatian peserta didik dalam proses pembelajaran. Dimana media menambah motivasi belajar peserta didik. Peserta didik didorong untuk menulis, berbicara, dan mendapatkan lebih banyak rangsangan. Seperti yang kita ketahui, banyak permasalahan yang dialami oleh peserta didik.
Salah satunya karena minat dan motivasi pada diri peserta didik rendah sehingga akan sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Oleh sebab itu, perlu adanya inovasi yang dilakukan guru dalam pembuatan media pembelajaran, sehingga masalah dan kesulitan yang dialami saat ini dapat segera diatasi(Tanthowi et al., 2023)
Salah satu media yang dapat digunakan untuk menunjang proses belajar yang inovatif dan lebih bervariasi adalah Wordwall .(Mutaqi et al., 2023)Media ini merupakan media yang berbentuk Platform yang memiliki banyak variasi permainan diantaranya, kuis, kartu acak, crossword dan lain sebagainya. Media Wordwall bisa berupa tulisan konsep inti pembelajaran dengan tambahan gambar, diagram, atau obyek nyata dengan ukuran yang bisa dibaca siswa dengan jelas dari seluruh jarak dan posisi siswa di dalam kelas (Mutaqi et al., 2023)
Wordwall adalah salah satu media pembelajaran yang bisa di akses secara gratis. Media ini bisa didesain untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran baik secara kelompok, ataupun individual yang akhirnya dapat melibatkan siswa untuk lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Media Wordwall diharapkan dapat meningkatkan pemahaman materi siswa tanpa harus selalu tergantung pada buku atau penjelasan yang diberikan oleh guru (Mutaqi et al., 2023) dan Wordwall dapat digunakan untuk melihat perkembangan kemampuan peserta didik.
Sehingga akan sangat membantu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang nantinya akan mempengaruhi hasil belajar siswa.
Wordwall sebagai alat kreatif yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Dalam konteks ini, Wordwall memberikan cara yang inovatif untuk menyajikan informasi dan merangsang pemikiran kritis siswa. Menurut
Azizah dalam (Ipas & Sd, 2024)aspek visual dari Wordwall, di mana platform ini memungkinkan penyajian informasi dalam format visual yang menarik. Penggunaan gambar, warna, dan elemen visual lainnya dalam Wordwall bertujuan untuk memfasilitasi pemahaman siswa dengan cara yang lebih dinamis.(Ipas & Sd, 2024)
Selain itu, menurut Akbar & Hadi dalam (Ipas & Sd, 2024) Wordwall sebagai alat yang dapat menjadi pendorong keterlibatan dan motivasi siswa. Dengan menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk permainan dan tantangan, Wordwall dianggap dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar secara aktif. Selanjutnya, menurut Agusti & Aslam, dalam (Ipas &
Sd, 2024)Wordwall sebagai sumber beragam aktivitas pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum dan keberagaman gaya belajar siswa. Platform ini menyediakan pilihan berbagai jenis permainan dan lyang memungkinkan guru untuk merancang pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kelas mereka.
Tingkat interaktivitas Wordwall tidak hanya menciptakan pengalaman pembelajaran yang menarik, tetapi juga dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi lebih aktif. Dengan memecahkan puzzle kata atau menjawab kuis secara interaktif, siswa dapat merasakan pencapaian pribadi, meningkatkan rasa percaya diri, dan membangun koneksi emosional dengan materi pelajaran. Selain itu, interaktivitas dapat memberikan pengalaman belajar yang bersifat adaptif. Artinya, Wordwall dapat menyesuaikan tingkat kesulitan atau fokus materi berdasarkan respons siswa, memastikan bahwa setiap siswa dapat mengatasi tantangan pembelajaran sesuai dengan kemampuannya. Hal ini dapat memiliki dampak positif pada pemahaman siswa.(Ipas &
Sd, 2024)
Pemahaman adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Pemahaman konsep merupakan kemampuan seseorang dalam mengetahui atau memahami, menganalisis, membedakan, memberikan contoh, menerapkan, menuliskan kembali, dan menyimpulkan suatu konsep yang telah dipelajari sebelumnya. Tingkat pemahaman siswa adalah seberapa mampukah seorang siswa untuk menguasai atau memahami arti atau konsep, situasi serta fakta yang diketahuinya serta menyajikan kembali ke dalam bentuk lain secara sistematis.
Pembelajaran kimia adalah pelajaran dengan banyak materi bersifat abstrak. Materi kimia yang abstrak cenderung membuat siswa sulit memahami pelajaran sehingga siswa tidak bisa belajar aktif. Proses pembelajaran yang dapat memperbaiki hasil belajar harus menggunakan
metode serta strategi untuk membuat siswa lebih aktif. Memvisualisasikan materi abstrak lebih tepatnya dapat menggunakan media pembelajaran (Fernanda et al., 2020).
Salah satu materi kimia yang bersifat abstrak adalah materi struktur atom. Struktur atom terdiri dari beberapa sub pokok bahasan yaitu: perkembangan teori atom menurut para ahli, partikel-partikel dasar penyusun atom, massa atom dan massa atom relatif, konfigurasi elektron, bilangan kuantum dan bentuk orbital. Pemahaman konsep-konsep dalam pokok bahasan struktur atom perlu dipahami dengan baik karena menjadi dasar untuk penguasaan konsep pada pokok bahasan selanjutnya seperti sistem periodik unsur, ikatan kimia, stoikiometri dan pokok bahasan lainnya. Kesalahan siswa dalam memahami konsep-konsep pada pokok bahasan struktur atom dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman konsep-konsep kimia yang lebih lanjut, karena atom dapat dikatakan sebagai pintu gerbang menuju pemahaman ilmu kimia selanjutnya.
Tujuan yang harus dicapai dalam proses pembelajaran kimia adalah siswa dapat menguasai konsep-konsep kimia yang dipelajarinya dan mampu mengaitkannya dengan konsep-konsep yang telah dipelajari. Konsep dalam ilmu kimia saling berkaitan. Pemahaman salah satu konsep berpengaruh terhadap konsep yang lain. Proses pembelajarannya menjadi rumit karena setiap konsep harus dikuasai dengan benar sebelum menguasai konsep lainnya. Pelajaran kimia sering dianggap membosankan, sulit, serta abstrak. Sehingga banyak siswa yang kurang tertarik untuk mempelajarinya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Sri Adelia Sari yaitu, untuk materi struktur atom sulit dijelaskan secara nyata karena materinya yang bersifat abstrak, maka guru menggunakan metode ceramah serta menyuruh peserta didik untuk mencatat inti sari dari materi tersebut. Kurangnya pemahaman konsep siswa timbul karena kebanyakan siswa hanya menghafal namun tidak memahami dengan benar maksud dari konsep materi itu sendiri.
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “pengaruh penggunaan media pembelajaran wordwall terhadap pemahaman siswa kelas x pada materi struktur atom”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah tingkat pemahaman siswa pada materi struktur atom di kelas X menggunakan media wordwall.
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada materi struktur atom di kelas X menggunakan media wordwall.
1.4 Mamfaat
Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagi Sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat abagi sekolah sebagai masukkan agar dapat lebih bervariatif dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai berdasarkan kebutuhan siswa
2. Bagi guru
Sebagai bahan koreksi terhadap proses belajar mengajar yang telah berlangsung, agar nantinya guru dapat memperbaiki metode mengajarnya sehingga dapat membuat pelajaran kimia yang selama ini dianggap susah menjadi lebih mudah dan juga mudah dipahami oleh siswa.
3. Bagi Siswa
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi siswa agar para siswa nantinya dapat lebih giat lagi dalam belajar memahami materi struktur atom khususnya yang dianggap mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi.
4. Bagi Peneliti
Sebagai bahan acuan dan wawasan yang dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan ketika menjadi seorang tenaga pendidik
1.5 Batasan Penelitian
1. Penelitian ini akan dilakukan di SMA …….pada
2. Data yang dicari terbatas pada pengaruh penggunaan media pemedia pembelajaran wordwall terhadap pemahaman siswa pada materi struktur atom kelas x.
1.6 Definisi istilah
1. Media Pembelajaran.
Alat atau sumber yang digunakan untuk membantu proses belajar mengajar, dalam hal ini merujuk pada aplikasi Wordwall.
2. Wordwall
Platform digital yang memungkinkan guru untuk membuat aktivitas pembelajaran interaktif, seperti kuis, permainan, dan soal yang dapat membantu siswa memahami materi.
3. Pemahaman
Tingkat penguasaan dan kemampuan siswa dalam mengerti dan menerapkan konsep atau materi yang diajarkan.
4. Materi Struktur Atom
Struktur atom merupakan salah satu konsep kimia yang diajarkan di SMA yang mempelajari tentang teori perkembangan atom, partikel penyusun atom, lambang atom, nomor atom dan nomor massa atom (Indah, 2022).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Media Pembelajaran
2.1.1 Pengertian media pembelajaran
Kata media berasal dari bahasal latin yang artinya medium, secara harfiah berarti perantara atau pengirim pesan. Adapun beberapa pengertian media Menurut teknologi dan komunikasi pendidikan (association of education and comunication technology/ AECT) mendefinisikan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
Menurut Ahmad Rohani, Media adalah segala sesuatu yang dapat di indera yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi proses belajar mengajar.
Media pembelajaran adalah alat yang bisa digunakan untuk membantu jalan nya pembelajaran agar lebih efektif dan optimal. Pada saat ini proses pembelajaran tidak hanya terpaku kepada buku dan papan tulis saja, karna saat ini banyak sekali media pembelajaran yang bisa
digunakan oleh para pengajar.
Media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari atas buku, tape recorder, kaset, video camera, video
recorder, film, slide (gambar), foto, gambar, grafik, dan komputer. Media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang bari, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajarna juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.
2.1.2 Manfaat Media dalam Pembelajaran
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: Media pembelajaran dapat
memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
a. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
b. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.
c. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata (Azhar Arsyad, 2007).
2.1.3 Jenis-jenis media pembelajaran
Jenis media pembelajaran saat ini sangat beragam dipengaruhi oleh sifat dan karakteristik yang dimilikinya. Oleh karena itu, media dapat digolongkan secara variatif untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran di kelas. Pemahaman guru yang tepat, cermat dan menyeluruh terhadap penggolongan dan pemilihan jenis media menjadi faktor penentu ketepatan tersampaikannya isi pesan pembelajaran dari sumber pesan kepada siswa sebagai penerima pesan. Jenis-jenis media pembelajaran yang biasa digunakan terdiri atas:
a) Media audio
Media audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran (Sadiman, 1986). Pesan atau informasi yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif yang berupa kata-kata, musik, dan sound effect (Riyana, 2012). Denga kata-kata, musik, dan sound effect (Riyana, 2012). Dengan kata lain, media jenis ini hanya melibatkan indera dengar dan memanipulasi unsur bunyi atau suara. Berdasarkan dari beberapa definisi tersebut kiranya dapat didefinisikan media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk mempelajari isi tema yang disajikan.
b) Media visual
Media visual disebut juga media pandang, karena seseorang dapat menghayati media tersebut melalui penglihatannya. Media ini dibedakan menjadi dua, yaitu:
media visual yang tidak diproyeksikan dan media proyeksi diam. Media visual yang tidak diproyeksikan merupakan media sederhana, yang tidak membutuhkan proyektor dan layar untuk memproyeksikan perangkat lunak. Termasuk dalam jenis ini antara lain: gambar mati atau gamar diam (still picture); media grafis berupa grafik, sketsa, diagram, poster, bagan atau chart, papan flannel dan bulletin board; bahan cetak berupa buku teks, modul, dan bahan pengajaran atau buku panduan; dan media yang praktif dan aplikatif, yang merupakan cakupun dari ketiga media tersebut berupa flipchart, flashcard, flannelgraph, dan buletin board.
c) Media audiovisual
Media audiovisual adalah media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera penglihatan serta gambar yang dihasilkan adalah gambar yang dapat bergerak. Penggunaan media audio visual gerak mampu menjadikan penyampaian pengajaran lebih bermakna dan berkesan.
Gabungan unsur-unsur multimedia yang mantap antara audio, visual, pergerakan, warna, dan kesan tiga dimensi membuat media audio visual gerak mempunyai daya tarik tersendiri sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, kesan, daya tarik pembelajaran, membangkitkan motivasai siswa dalam belajar dan memperjelas materi yang disampaikan sehingga diharapkan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Yang termasuk media audio visual gerak diantaranya: film, televisi, dan video.
2.2 Wordwall
2.2.1 Pengertian wordwall
Wordwall merupakan sebuah website. Wordwall dapat digunakan sebagai sumber belajar, media, dan alat penilaian dengan tamplate yang bervariasi, dan dapat menyenangkan bagi peserta didik. Pada laman pertama wordwall tersedia contoh hasil kreasi guru sehingga sebagai pengguna baru dapat menemukan banyak bentuk variasi tampalte yang dapat dikreasikan (Pamungkas et al., 2021, p. 139).
Wordwall adalah aplikasi yang menarik yang berkaitan dengan program. Website ini dijadikan sebagai aset dalam proses pembelajaran, media, dan perangkat penilaian yang menyenangkan untuk peserta didik. Pada halaman wordwall memberikan contoh
manifestasi instruktur sehingga pengguna baru dapat mengatahui mengenai jenis kreasi apa yang akan dibuat (Azizah et al., 2021, p. 6600).
Aplikasi wordwall adalah website yang dapat digunakan membuat edukasi yang membuat siswa menambah semangat belajar dan menyenangkan siswa, serta menjadikan media pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif. Aplikasi ini cocok untuk merencanakan dan mengeksplorasi evaluasi pembelajaran terhadap pemahaman siswa..
Gambar 2.2.1: tampilan awal platform wordwall
2.2.2 Fitur-fitur media wordwall
Aplikasi web ini memiliki berbagai jenis fitur di dalamnya antara lain quiz, random cards, crossword, dan lain sebagainya. (Sinaga & Soesanto, 2022). Fitur-fitur tersebut dapat dilhat pada gambar 2.2.2.
Gambar 2.2.2 Ftur-fitur wordwall
Beberapa jenis fitur game pada website wordwall tersebut sebagai berikut : a. Match Up.
Permainan ini pengguna memilih jawaban yang sesuai dengan pernyataan, baik itu berbentuk gambar atau pertanyaan, cara menggunakannya menarik garis atau
menyeret kata kunci ke deskripsi yang tepat, sehingga pertanyaan tersebut memiliki jawaban.
b. Quiz.
Permainan ini mengambil kuis dalam waktu yang sudah ditetapkan, cara menggunakannya pilihlah jawaban yang benar.
c. Random wheel
Permainan ini menggambarkan sebuah gambar atau dapat memilih jawaban dari pertanyaan yang terdapat pada roda yang berputar. Permainan ini biasanya digunakan agar siswa dapat meningat materi, karena tidak terdapat point yang muncul atau nilai pada permainan ini.
d. Open the box.
Permainan ini cara menggunakannya membuka kotak-kotak yang tersedia satu persatu, pilihlah jawaban yang sesuai dengan pertanyaan bisa berupa gambar sesuai isi kotak tersebut.
e. Find the match.
Permainan ini berupa gambar atau pertanyaan, lalu pilihlah jawaban yang benar dengan sesuai pernyataan dengan mengklik jawaban yang tepat, ulangi eliminasi sampai semua jawaban hilang.
f. Group Sort
Permainan ini mengelompokkan gambar atau pertantaan dengan cara drag and drop ke da`lam kelompok.
g. Matching Pairs
Permainan ini cara memainkannya mencari pasangan baik gambar atau bentuk pertanyaan dengan jawaban yang benar dengan cara membuka satu persatu kartu yang tertutup kemudian dihafalkan lalu dicocokkan pasangannya sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
h. Random cards
Permainan ini menyebutkan keterangan baik gambar ataupun pertanyaan dengan memberikan kartu acak.
i. Unjumble
Permainan ini mengurutkan kalimat dengan menyeret lalu. Menyusun kotakkotak kata ke dalam urutan kalimat atau paragraf yang benar.
j. Hangman
Permainan ini digunakan dimana kata, frasa, atau kalimat diselesaikan dengan memilih huruf yang benar. Jika yang dipilih jawaban salah maka akan mengurangi kesempatan bermain
k. Anagram
Permainan ini Menyusun kata dengan menyeret huruf ke dalam kotak yang telah disediakan
l. Missing world,
Permainan ini cara menggunakannya mengisi kekosongan kalimat atau paragfraf dengan menyeret jawaban yang benar kedalam kotak kosong.
m. Wach a Mole
Permainan ini menjawab pertanyaan dengan memukul mangsa tikus yang akan memberikan jawaban yang benar ketika tikus keluar dari lubang.
n. Gameshow Quiz
Permainan berbentuk kuis dengan batas ketentuan waktu yang telah ditentukan.
o. Wordsearch
Permainan ini menemukan kata dalam alfabet acak yang cocok dengan materi tersembunyi / teka teki.
p. Labeled Diagram
Permainan pelebelan diagram atau gambar. Digunakan untuk mengidentifikasi gambar dengan menyeret lalu menjatuhkan jawaban ke gambar yang benar.
q. True of False
Permainan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan dengan memilih antara dua jawaban benar atau salah.
r. Maze Chase.
Permainan dengan menjawab pertanyaan yang diberikan dengan berkeliling labirin lalu mencari ke area jawaban yang benar dengan menghindari musuh yang
mengejar.
2.2.3 Karakteristik Wordwall
Beberapa karakteristik media pembelajaran Wordwall antara lain sebagai berikut:
a) Tingkat Kesulitan atau level dapat disesuaikan dengan siswa. Pada media pembelajaran Wordwall ada berbagai tingkat kesulitan yang berhubungan
dengan level yang berbeda, semakin tinggi levelnya, semakin tinggi tingkat kesulitan tesnya.
b) Menarik dan menyenangkan, dapat membuat siswa lebih semangat dalam menjawab soal-soal sehingga dapat mengarahkan mereka untuk mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan mereka.
c) Menambah pengalaman siswa, mereka dapat mencoba memainkan permainan yang banyak dan mungkin dapat merasakan kalah atau gagal, tetapi mereka akan terus mengulangi dan mencoba untuk bermain dengan game itu lagi.
d) Bisa dimainkan secara sendirian.
2.1.4 Cara mengakses wordwall
Adapun langkah-langkah yang dapat digunakan untuk dapat menggunakan media Wordwall yaitu :
1) Langkah untuk dapat menggunakan media Wordwall yaitu pertama dengan membuat atau mendaftarkan akun di https://wordwall.net kemudian lengkapilah data yang tertera didalamnya.
Gambar 2.2.4.1 Halaman Sign Up Media Wordwall 2) Kemudian pilih create activity
Gambar2.2.4.2 : Membuat Aktivitas Media Wordwall 3) Lalu pilihlah salah satu template yang tersedia
Gambar 2.2.4.3 Halaman Template Media Wordwall 4) Tuliskan judul dan deskripsi permainan.
Gambar 2.2.4.4 Halaman Membuat Soal Media Wordwall
5) Kemudian pilih done, sebagai langkah akhir jika kita sudah selesai membuatnya.
Gambar 2.2.4.5 Tampilan Awal Media Wordwall
2.1.5 Kelebihan Wordwall
Media pembelajaran memiliki kelemahan dan juga kelebihan. Adapun kelemahan dari aplikasi Wordwall yaitu ada banyak model dari aplikasi Wordwall yang dapat membuat pengguna aplikasi ini kebingungan dan untuk menghindari kebingungan pembuat harus kreatif dan berperan aktif dalam menafsirkan makna dari permainan itu sendiri serta dari segi teknis, aplikasi ini perlu di akses secara online sehingga membutuhkan koneksi internet.
Menurut (Maghfiroh, 2018) beberapa kelebihan dari media pembelajaran Wordwall antara lain sebagai berikut :
a) Gratis untuk pilihan dasar dengan beberapa template.
b) Game ini dapat dikirimkan secara langsung melalui Whatsapp, Google Classroom maupun aplikasi lainnya.
c) Software ini menawarkan banyak jenis permainan seperti, crossword, quiz, random cards (kartu acak) dan masih banyak lainnya.
d) Kelebihan lainnya yaitu, permainan yang telah dibuat bisa dicetak dalam bentuk PDF, jadi akan memudahkan bagi siswa yang mempunyai kendala pa da jaringan.
e) Wordwall dapat memudahkan siswa memahami materi pelajaran melalui daring, serta mudah digunakan guna mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa.
f) Wordwall cocok digunakan untuk mengavaluasi pembelajaran dan memberikan stimulasi kepada siswa.
2.1 Pemahaman
Pemahaman konsep adalah kemampuan mengkonstruksi konsep dengan aturan yang spesifik menjadi lebih umum sehingga mudah dimengerti (A. D. Utami et al., 2020, p. 2). Dalam konteks keterampilan siswa, pemahaman konsep mencakup penguasaan suatu konsep atau materi yang tercermin dalam aspek kognitif, di mana siswa benar- benar memahami konsep tersebut. Pemahaman konsep merupakan sebuah pemahaman yang perlu ditingkatkan mengenai faktual atau contoh untuk memahami hubungan antar konsep (N. P. C. P. Dewi, 2022, p. 132).
Dalam pendidikan terdapat faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang hadir dalam diri siswa itu sendiri, seperti keinginan untuk belajar, keterampilan dan pemahaman, baik pemahaman terhadap mata pelajaran atau terhadap guru pengajar. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang hadir dari luar diri siswa itu sendiri, seperti lingkungan belajar yang dialami oleh siswa, lingkungan luar, latar belakang sosial dan ekonomi keluarga, dan juga atensi orang tua dalam membantu mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh anak (Sri Rahayu, 2019, p. 289).
Pemahaman konsep juga dipengaruhi oleh input siswa. Kurangnya pemahaman konseptual terhadap materi yang dipelajari, karena siswa tidak mampu menjawab pertanyaan yang disajikan oleh guru (Tamarli & Akhyar, 2019, p. 140). Siswa memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap guru untuk dibantu dalam menjawab soal yang dirasa sulit, hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa masih terbilang lemah.
2.4 Struktur atom
11 Perkembangan Teori Atom
Kata atom berasal dari bahasa Yunani atomos yang berarti tidak dapat dibagi-bagi.
Istilah atom pertama kali dikemukakan oleh Democritus, seorang ahli filsafat Yunani yang hidup sekitar tahun 460 – 730 SM, ketika dia menjelaskan tentang konsep materi. Menurutnya materi bersifat diskontinu, artinya bila setiap materi didibagi atau dibelah secara terus-menerus, maka pada suatu saat akan didapatkan bagian yang tidak dapat dibagi-bagi lagi yang disebut atom. Berbagai macam model telah dikemukakan untuk menerangkan struktur atom. Pengertian atom berubah dan berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, dimana teori atom yang baru merupakan perbaikan dari teori yang lama.
a. Teori atom Dalton (1808)
Dalton mengemukakan gagasannya tentang atom sebagai berikut : 1) Atom merupakan partikel kecil yang tidak dapat dipecah lagii
2) Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai sifat yang sama dan atom-atom dari unsur yang berbeda sifatnya juga berbeda.
3) Senyawa terbentuk bila bergabung satu dengan yang lainnya.
4) Reaksi kimia merupakan penggabungan atom-atom penguraian senyawa menjadi atom-atom penyusunnya.
Gambar 2.4.1 Model atom Dalton
b. Teori atom J.J. Thomson (1900)
Pada tahun 1900, J.J. Thomson mengajukan model atom yang menyerupai roti kismis. yang ditunjukkan pada Gambar 2.1.4.2.
Menurut Thomson, atom terdiri dari materi bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron bagaikan kismis didalam roti kismis.
Secara keseluruhan, atom bersifat netral.
Gambar 2.4.2 Model Atom J.J. Thomson
c. Teori atom Rutherford (1991)
Gambar 2.4.3 Teori atom Rutherford
Teori atom Rutherford adalah model dimana setiap muatan positif pada atom akan terkonsentrasi di ruang bernama nukleus atau inti atom dan dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif yang melintasinya sehingga menambah besaran volume atom.
d. Teori atom Niels Bohr (1913)
Gambar 2.4.4. Model atom Niels Bohr
Niels Bohr mengemukakan gagasannya tentang atom sebagai berikut : 1. Dalam atom, elektron beredar mengelilingi inti atom pada lintasan
berbentuk lingkaran pada tingkat energi tertentu dalam keadaan stasioner.
2. Energi elektron dalam lintasan berbanding lurus dengan jarak lintasan dari i nti (energi pada kulit K < L < M dan seterusnya).
3. Elektron dapat berpindah dari tingkat energi yang satu ke tingkat energi yang lain disertai penyerapan atau pelepasan energi.
4. Elektron pindah ke tingkat energi yang lebih tinggi (dari K pindah ke L, M dan seterusnya) disertai penyerapan energi.
5. Elektron pindah ke tingkat energi yang lebih rendah (dari M ke L, K) disertai pelepasan energi.
12 Partikel Penyusun Atom
Berdasarkan kesepakatan para ahli sejak awal abad ke-20, telah ditentukan bahwa atom terdiri dari tiga macam partikel, yaitu elektron, proton, dan neutron. Proton bermuatan positif, elektron bermuatan negatif, dan neutron bermuatan netral.
1. Elektron, ditemukan oleh J.J Thomson pada tahun 1897 melalui percobaan sinar katoda. Selain itu Thomson juga menentukan perbandingan muatan elektron Robert milikan pada tahun 1909 melalui tetesan minyak disimpulkan muatan elektron sebesar – 1,60 x 10-19 coulomb. Sehingga massa elektron dapat dihitung sebesar 9,10956 x 10-28 g.
2. Proton, ditemukan oleh Eugene Goldstein pada tahun 1886 melalui percobaan dengan tabung crooks. Dari percobaannya ditemukan sinar positif yang disebut proton yang massanya 1.836 x massa elektron.
3. Neutron, ditemukan oleh James Chadwick melalui percobaan penembakan atom Be dengan sinar α. Dari pecobaannya ditemukan partikel yang tidak bermuatan yang disebut neutron yang massanya hampir sama dengan massa proton.
13 Struktur atom a) Nomor atom (Z)
Jumlah proton dalam suatu atom disebut nomor atom atau nomor proton. Jumlah proton khas bagi setiap unsure. Artinya, atom-atom dari unsur. yang sama mempunyai proton yang sama tetapi berbeda dari atom yang lain. Oleh karena suatu unsure bersifat netral maka jumlah electron sama dengan jumlah proton. Jadi nomor atom juga menyatakan jumlah electron dalam suatu atom.
Contoh:
Nomor atom karbon adalah 6, berarti setiap atom karbon mempunyai 6 proton dan 6 elektron.
b) Nomor atom (Z)
Massa suatu atom dapat dianggap sama dengan total massa proton dan massa neutronnya.
Massa atom ini dinyatakan sebagai nomor massa (A)
= +
Nomor atom (Z) dan nomor massa (A) adalah karakteristik dari atom suatu unsure. Jika X lambang kimia unsure , maka nomor atom (Z) dan no mor m
X = lambang unsure
Z = nomor atom = jumlah proton (P) = jumlah electron (n)
A = nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron
2.5 Penelitian yang Relevan
Beberapa penelitian yang relavan dengan penelitian yang di lakukan oleh peneliti, yaitu : 1) Penelitian yang dilakukan oleh (Fatma Ramanda , Firman , Desyandri 2024) “
pengaruh penggunaan media wordwall terhadap pemahaman belajar ipas siswa sd.” metode penelitian yang digunakan pada penelitian in i adalah eksperimental dengan penggunaan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
Berdasarkan hasil uji prasyarat analisis yang telah dilakukan, dapat dinyatakan bahwa populasi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki distribusi yang normal dan homogen. Langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian hipotesis menggunakan uji-t, dengan kriteria menerima H0 jika 𝒕𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 < 𝒕𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍, dan sebaliknya, menolak H0 jika 𝒕𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 > 𝒕𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍 . Dengan melakukan perhitungan hipotesis menggunakan uji-t, didapatkan nilai 𝒕𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 sebesar 8,141 dan 𝒕𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍sebesar 1,880 pada taraf signifikan ɑ = 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) = 58. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa 𝒕𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 > 𝒕𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍, yang berarti bahwa hipotesis nol (𝐻0) ditolak dan hipotesis alternatif (𝐻1) diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan media Wordwall terhadap pemahaman belajar IPAS siswa kelas IV SDN 11 Lubuk Buaya, Kota Padang.
2) Penelitian yang dilakukan oleh (Wahyu Siti Juliana 2022) dengan judul “Efektivitas Media Pembelajaran Wordwall Terhadap Hasil Belajar Siswa SD Kelas IV.”
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran wordwall terhadap hasil belajar siswa SD kelas IV. Metode penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen. Desain yang akan digunakan yaitu quasi eksperiment tipe post-test only with nonequivalent group desain. Hasil penelitian dengan pengujian paired t-test menunjukkan bahwa thitung = 4,424 dan ttabel = 2,064 dimana thitung lebih besar dari ttabel (4,424 > 2,064) sehingga HO ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa media wordwall efektif terhadap hasil belajar siswa kelas IV di SDN 01 Taman.
3) Penelitian yang di lakukan oleh (Rany Andriany & Warsiman) dengan judul Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Wordwall di Era Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD. Tujuan penelitian ini adalah
meningkatkan minat belajar siswa melalui media berbasis Wordwall. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitiannya adalah dengan menggunakan media berbasis Wordwall dapat me Ardis Nur Irsyad Surahmawaningkatkan minat belajar siswa.
4) Penelitian yang dilakukan oleh (Ardis Nur Irsyad Surahmawan 2021) dengan judul
“ Penggunaan Media Wordwall sebagai Media Pembelajaran Sistem Pernafasan Manusia. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan media pembelajaran dalam materi sistem pernapasan manusia guna mengukur tingkat pemahaman siswa. ). Hasil dari uji ahli isi mata pelajaran IPA berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 85%; uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik yaitu 80% uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik yaitu 83% uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 84% uji coba kelompok kecil berada pada kualitas sangat baik yaitu 85% dan uji coba lapangan berada pada kualifikasi berada sangat baik yaitu 81%. Sedangkan, hasil penelitian menunjukan bahwa rata - rata penggunaan media pembelajaran Wordwall layak digunakan dalam pembelajaran dimana persentase tingkat pemahaman siswa sebesar 85%. Sehingga media pembelajaran tersebut efektif untuk melatih kemampuan berfikir kreatif siswa dalam memahami materi sistem pernapasan manusia”.
5) Penelitian yang dilakukan oleh (Rudi Salawudin2024) “Pengaruh Pembelajaran Media Wordwall Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas V SD Dharma Karya UT”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pembelajaran media wordwall terhadap pemahaman konsep siswa kelas V SD Dharma Karya UT.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperimen dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dimulai dari rata-rata nilai pre-test (40,583) dan nilai rata-rata post-test (73,667) yang menunjukkan hasil. Selanjutnya dari hasil uji paired sample T-test di atas, diketahui nilai sig. (2- tailed) sebesar 0,000. Sesuai kaidah pengambilan keputusan dalam uji paired sample T-test bahwa nilai sig. (2- tailed) < 0,05 atau sig. 0,000 < 0,05 dapat ditarik kesimpulan bahwa hi potesis H0 ditolak dan H1 diterima karena terdapat perbedaan yang signifikan
antara pemahaman konsep pre-test dan post-test. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran media wordwall terhadap pemahaman konsep siswa kelas V SD Dharma Karya U
2.6 Kerangka Berpikir
Permasalahan
1. Siswa kurang aktif karena sebagian besar pembelajaran didominasi oleh guru
2. Rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia materi struktur atom.
3. Materi struktur atom merupakan salah satu materi yang membutuhkan pemahaman tingkat tinggi.
Hasil Belajar Penggunaan Media
Pembelajaran Wordwall Kelas
Eksperimen
Pelaksanaan Pembelajaran Biasa Di Kelas
Kontrol
Posttest Kelas Eksperimen dan
Kontrol Pretest Kelas
Kontrol dan
2.7 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dijelaskan, maka hipotesis penelitian yang diajukan adalah sebagai berikut:
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan media pembelajaran wordwall terhadap pemahaman siswa pada materi struktur atom kelas x.
H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan pada penggunaan media pembelajaran wordwall terhadap pemahaman siswa pada materi struktur atom kelas x
BAB III
METODE PENELIATIAN 3.1 Jenis penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode experimen semu atau quasi experimen. Rancangan penelitian eksperimen semu adalah rancangan yang dipilih apabila peneliti ingin menerapkan suatu tindakan atau perlakuan, berupa model, strategi, metode, atau prosedur kerja baru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan agar hasilnya 3.2 Waktu dan Tempat Penelitianmenjadi lebih optimal.
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di ……pada…
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian 3. 3.1 Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas x A 3.3.2 Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 2006). Sampel yang diambil dalam penelitian menggunakan teknik Total Sampling karena seluruh populasi akan dijadikan sampel. Penelitian ini diambil dua kelas dimana satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Kelas kontrol adalah kelas yang tidak menggunakan wordwall .sedangkan kelas eksperimen adalah kelas yang pembelajarannya menggunakan Wordwall. Dasar dari penentuan sampel ini adalah dilihat dari nilai tes awal yang dilakukan oleh siswa di sekolah.
3. 4 Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini terdiri dari variabel independen, yaitu penggunaan media Wordwall, dan variabel dependen, yaitu pemahaman belajar siswa. Penggunaan Wordwall
diimplementasikan sebagai treatment pada kelompok eksperimen (Kelas X A), sedangkan kelompok kontrol (Kelas X B) mengikuti pembelajaran konvensional tanpa penggunaan Wordwall.
3. 5 Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Control group pretest- posttest (Arikunto, 2009). kedua kelompok diberikan soal pretest kemudian diberi perlakuan dan terakhir diberi posttest. Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diberikan perlakuan berbeda kemudian hasilnya dibandingkan (Rukminingsih dkk., 2020, hlm. 52).
Berikut ini adalah tahapan-tahapan penelitian ini yang digambarkan dalam Tabel 3.1 berikut:
Kelompok Tes Awal (Pretest)
Variabel Terikat
Tes Akhir (Posttest)
E T1 X T2
K T1 Y T2
Tabel 3. 1 Desain Penelitian Keterangan:
E : Kelompok Eksperimen K : Kelompok Kontrol
X : Perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen (menggunakan Wordwall)
Y : Perlakuan yang diberikan kepada kelompok kontrol (tidak menggunakan Wordwall)
T1 : Tes Awal yang diberikan sebelum proses T2 : Tes Akhir yang diberikan setelah proses belajar mengajar selesai.
Kedua kelas inidiberikan soal pretest (T1). Kemudian, kelas eksperimen mendapatkan perlakuan (X) menggunakan media pembelajaran Wordwall dan kelas kontrol mendapatkan perlakukan berbeda (Y) menggunakan metode konvensional Setelah itu, kedua kelas diberikan soal posttest (T2) (Ismail,
2018:59)\
3.6 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional Variabel 3.6.1 Variabel penelitian
Variabel adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi, keadaan, faktor, perlakuan, atau tindakan yang diperkirakan dapat mempengaruhi hasil eksperimen.
1. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel independen atau variabel yang mempengaruhi variabel lain, variabel bebas merupakan penyebab perubahan variabel lain. Maka yang menjadi variabel bebas pada penelitian ini adalah Media Pembelajaran Wordwall dapat dilambangkan dengan (X).
2. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel dependen atau variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas, variabel terikat merupakan akibat dari variabel bebas. Maka yang menjadi variabel terikat pada penelitian ini adalah pemahaman konsep dapat dilambangkan dengan (Y)
3.6.2 Defenisi Oprasional Variabel 1. Media Wordwall
Wordwall yaitu media pembelajaran yang menarik bervariasi, dan tidak monoton, sehingga siswa mampu memahami materi pembelajaran yang disampaikan. Kegiatan belajar mengajar yang efektif dapat membantu mempermudah guru untuk mengajar dan memudahkan siswa dalam menerima pembelajaran.
2. Pemahaman
Pemahaman konsep merupakan kemampuan seseorang dalam mengetahui atau memahami, menganalisis, membedakan, memberikan contoh, menerapkan, menuliskan kembali, dan menyimpulkan suatu konsep yang telah dipelajari sebelumnya. Tingkat pemahaman siswa adalah seberapa mampukah seorang siswa untuk menguasai atau memahami arti atau konsep.
3.7 Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data yang akan di ukur dan akan memberikan informasi tentang apa yang kita teliti (Sukendra dkk., 2020, hlm. 1). Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah instrumen tes.Instrumen tes berupa soal tes objektif tipe pilihan ganda. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Tes hasil belajar ini dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum perlakuan (pretest) dan sesudah perlakuan (posttest) yang diberikan pada kelas eksperimen. Adapun Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini di adopsi dari penelitian (L. U. Dewi dkk., 2021).
Sebelum instrumen digunakan untuk penelitian dilakukan uji coba terlebih dahulu kepada siswa yang telah mendapatkan materi sistem periodik unsur.
Pengujian instrumen pada penelitian ini dibagikan kepada siswa kelas XI-IPA di Mitra Persada yang telah mendalami materi sistem periodik unsur, kemudian instrumen tersebut diuji secara, uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran dan uji daya pembeda.
3.8 Teknik Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
a) Tes
Tes adalah instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan seseorang. Tes pengetahuan dilakukan dalam bentuk tertulis dan lisan. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest dan posttest. Adapun tujuan dari penggunaan test adalah untuk mengetahui pemahaman konsep terhadap materi Struktur atom sebelum dan sesudah soal diberikan treatment. Tes yang digunakan peneliti adalah soal tes pilihan ganda, soal tes disusun berdasarkan kompetensi dasar sesuai dengan kelas dituju dalam penelitian yaitu kelas x
dan memperhatikan berdasarkan ranah kognitif dari taksonomi bloom. Soal tes dibuat dan dikembangkan berdasarkan indikator pemahaman konsep.
b) Dokumentasi
Sugiyono menyatakan bahwa dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi pada penelitian ini berupa gambar selama proses pembelajaran berlangsung.
3.9 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan teknik yang digunakan untuk melakukan proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan.
1. Uji normalitas
dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak (Awawangi dkk., 2022). Pada penelitian ini, teknik pengujian normalitas data dilakukan menggunakan uji liliefors dengan melihat nilai signifikansi pada Kolmogorov-Smirnov. Data dikatakan normal apabila nilai signifikansi ≥ 0,05. Perhitungan uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui beberapa varian populasi data adalah sama atau tidak. Uji homogenitas dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis Independent Samples T Test dan One Way Anova (Priyanto, 2010). Pada penelitian ini uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 16. Data dinyatakan homogen jika nilai signifikansi (Sig) pada Output Test Of Homogeneity Variance ≥ 0,05.
3. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menerapkanmedia pembelajaran wordwall engan siswa yang diajar
dengan pembelajaran Discovery Learning. uji hipotesis meliputi uji t dan uji N-Gain.
a. Uji-t
Data terdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji-t dua sampel independen (independent-samples t test) menggunakan program SPSS versi 16. Bentuk hipotesisnya jika nilai P-value (signifikansi) (2- tailed) ≥ α, dimana α = 0,05; maka H0 diterima dan diinterpretasikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan sosial atau hasil belajar kognitif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
b. Uji ternormalisasi (N-Gain)
Uji gain ternormalisasi (N-Gain) dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif siswa setelah diberikan perlakuan.
Peningkatan ini diambil dari nilai pretest dan posttest yang didapatkan oleh siswa. Gain ternormalisasi atau yang disingkat dengan N-Gain merupakan perbandingan skor gain aktual dengan skor gain maksimum (Hake, 1998). Skor gain aktual yaitu skor gain yang diperoleh siswa sedangkan skor gain maksimum yaitu skor gain tertinggi yang mungkin diperoleh siswa. Perhitungan skor gain ternormalisasi (N-Gain) dapat dinyatakan dalam rumus berikut:
Normalized gain (g) =(Sf)−(Si) (100)−(Si Keterangan :
g : gain ternormalisasi (N-Gain) Sf : Skor Posttest
Si : Skor Pretest
Selanjutnya, perolehan normalitas N-Gain diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu:
Klasifikasi Rentang nilai Nilai Tinggi g > 0,70
Sedang 0,30 ≥ g < 0,70
Rendah g < 0,30
Data N-Gain digunakan untuk uji hipotesis. Uji statistik yang digunakan adalah uji t. Uji t digunakan untuk membandingkan dua kelompok sampel dan menilai apakah perbedaan antara rata-rata mereka signifikan secara statistik atau tidak. Uji t yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t dua sampel independen. Uji t dua sampel independen artinya bahwa kedua kelompok tidak saling berhubungan, misalnya akan membandingkan perbedaaan nilai (Pratisto, 2004).
Uji t digunakan ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar antara dua kelompok sampel yang tidak berhubungan. Pada penelitian ini untuk mengukur t hitung menggunakan program SPSS 16 for windows, adapun rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut:
Ho : Tidak ada pengaruh hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran wordwall terhadap pemahaman siswa pada materistruktur atom kelas x
H1 : Terdapat pengaruh hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran wordwall terhadap pemahaman siswa pada materistruktur atom kelas x
Kriteria pengujian ini sebagai berikut:
Jika nilai signifikan. (2-tailed) < 0,05 = H0 ditolak, Ha diterima Jika nilai signifikan. (2-tailed) > 0,05 = H0 diterima, Ha ditolak.
Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis menggunakan uji Independent Samples Test dengan bantuan program SPSS 16 For Windows. Kriteria pengujiannya, yaitu apabila t tabel > t hitung atau sig. 2-tailed < α maka ditolak dan diterima, begitupun sebaliknya.
DAFTAR PUSTAKA Ipas, B., & Sd, S. (2024). 1 , 2 , 3. 4, 213–226.
Mutaqi, F. M., Idah Jubaedah, H. K., & Setiabudi, D. I. (2023). Jurnal Pendidikan : SEROJA.
Jurnal Pendidikan SEROJA, 2(1), 1–8.
https://jurnal.anfa.co.id/index.php/seroja/article/view/1486
Surahmawan, A. N. I., Arumawati, D. Y., Palupi, L. R., Widyaningrum, R., & Cahyani, V. P.
(2021). Penggunaan Media Wordwall sebagai Media Pembelajaran Sistem Pernafasan Manusia. Pisces, 1, 95–105. https://prosiding.iainponorogo.ac.id/index.php/pisces
Tanthowi, I., Wahyu Utami, L., Salsabilah, N., Iqamah, N., Tias Azizah Awalia, P., Malikah, S.,
& Haer, A. (2023). Efektivitas Penggunaan Media Wordwall Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Sains Dan Teknologi, 6(4), 563.
http://journal.ummat.ac.id/index.php/justek