• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Penelitian Pembelajaran PAI

N/A
N/A
Junaidi Dasuki

Academic year: 2024

Membagikan "Proposal Penelitian Pembelajaran PAI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH PENDIDIKAN AKIDAH AKHLAQ TERHADAP PERILAKU SISWA KELAS II MI DARUL QOLAM GIHAM SUKAMAJU

KEC. SEKINCAU KAB. LAMPUNG BARAT

JUNAIDI DASUKI NIM ; 2281130442

Karya tulis ini dibuat untuk mengikuti perkuliahan Metodologi Penelitian PAI Bersama Toheri, S.Si, M.Pd

PENDIDIKAN JARAK JAUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PJJ-PAI)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS AGAMA ISLAM SYEKH NURJATI CIREBON

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Akhlak sangatlah urgen bagi manusia, urgensi akhlak ini tidak saja dirasakan oleh manusia dalam kehidupan perseorangan, tetapi juga dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, bahkan juga dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kemajuan ilmu pengetahuan tanpa akhlak tidak bisa mempertahankan kehidupan manusia dari kepunahan. Semakin tinggi ilmu pengetahuan semakin tinggi pula peralatan dan teknik untuk membinasakan manusia. Dapat disaksikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa orang-orang yang melakukan kejahatan terutama di bidang ekonomi seperti korupsi, penipuan dan lain- lain, tidak saja dilakukan oleh orang-orang yang bodoh tetapi juga dilakukan oleh orang-orang yang pintar berpendidikan dan berpangkat tinggi.

Dalam kehidupan tingkah laku atau kepribadian merupakan hal yang sangat penting sekali sebab aspek ini menentukan sikap identitas diri seseorang. Baik dan buruknya seseorang akan terlihat dari tingkah laku atau kepribadian yang dimilikinya. Oleh karena itu, perkembangan dari tingkah laku atau kepribadian ini sangat tergantung kepada baik atau tidaknya proses pendidikan yang ditempuh.

Di dalam proses belajar-mengajar, guru sebagai pengajar dan siswa sebagai subjek belajar, dituntut adanya profil kualifikasi tertentu dalam hal pengetahuan, kemampuan, sikap dan tata nilai serta sifat-sifat pribadi, agar proses itu dapat berlangsung dengan efektif dan efisien. Selanjutnya ada, yang mendefinisikan: ”belajar adalah berubah”. Dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar, perubahan tidak hanya dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri. Dengan begitu dalam proses belajar itu perlu niat dan harus menuju ke arah perubahan yang positif, yaitu akhlak karimah. Maka apabila proses belajar tersebut menjadikan peserta didik berubah ke arah negatif, maka proses belajar tersebut dinyatakan gagal.

Peranan dan efektivitas pendidikan agama sebagai landasan bagi pengembangan spiritual terhadap kesejahteraan masyarakat mutlak harus ditingkatkan, karena asumsinya adalah jika pendidikan agama (aqidah akhlak) yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.

Pada kenyataannya di lapangan, usaha-usaha pembinaan akhlak melalui berbagai lembaga pendidikan dan melalui berbagai macam metode terus dikembangkan. Ini menunjukkan bahwa akhlak memang perlu dibina, dan pembinaan ini ternyata membawa hasil berupa terbentuknya pribadi-pribadi muslim yang berakhlak mulia, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, hormat kepada ibu-bapak, sayang kepada makhluk dan seterusnya. Sebaliknya juga menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak dibina akhlaknya atau dibiarkan tanpa bimbingan,

(3)

arahan dan pendidikan, ternyata menjadi anak-anak yang nakal, mengganggu masyarakat, melakukan berbagai perbuatan tercela dan seterusnya, ini menunjukkan bahwa akhlak memang perlu dibina.

Dengan uraian tersebut di atas kita dapat mengatakan bahwa akhlak merupakan hasil usaha dalam mendidik dan melatih dengan sungguh-sungguh terhadap berbagai potensi rohaniah yang terdapat dalam diri manusia. Jika terprogram pendidikan dan pembinaan akhlak itu dirancang dengan baik, sistematik dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, maka akan menghasilkan anak-anak atau orang-orang yang baik akhlaknya. Disinilah letak peran dan fungsi lembaga pendidikan.

Dengan demikian pembentukan akhlak dapat diartikan sebagai usaha sungguh-sungguh dalam rangka membentuk anak, dengan menggunakan sarana pendidikan dan pembinaan yang terprogram dengan baik dan dilaksanakan dengan sungguh- sungguh dan konsisten.

Pembentukan akhlak ini berdasarkan asumsi bahwa akhlak adalah hasil usaha pembinaan, bukan terjadi dengan sendirinya. Potensi rohaniah yang ada dalam diri manusia, termasuk didalamnya akal, nafsu amarah, nafsu syahwat, fitrah, kata hati, hati nurani dan intuisi dibina secara optimal.

Agar peserta didik mempunyai perilaku yang baik, peserta didik diharapkan dapat memperhatikan pelajaran aqidah akhlak sebagai kontrol dalam kehidupan sehari- hari. Peneliti juga ingin mengetahui adakah pengaruh aktivitas pembelajaran mapel akidah akhlak terhadap akhlak siswa kelas II di MI Darul Qolam Giham Sukamaju, karena sekolah tersebut sangat memperhatikan serta menekankan aspek akhlak pada seluruh siswa di MI Darul Qolam Giham Sukamaju.

Berdasarkan pemikiran diatas, penulis tertarik untuk mengetahui lebih dekat dan membuktikan secara empiric dalam penlitian ini tentang permasalahan pendidikan akhlak dengan mengambil judul: “Pengaruh Pendidikan Akidah Akhlaq Terhadap Siswa Kelas II MI Darul Qolam Giham Sukamaju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat

B. Pernyataan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka pernyataan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Proses pembelajaran Akidah Akhlaq di MI Darul Qolam Giham Sukamaju.

2. Akhlaq peserta didik MI Darul Qolam Giham Sukamaju.

3. Pengaruh pembelajaran Akidah Akhlaq di MI Darul Qolam Giham Sukamaju.

C. Pertanyaan Masalah

Berdasarkan dari pernyataan masalah diatas, maka muncil pertanyaan, yaitu:

1. Bagaimana proses pembelajaran aqidah akhlak di MI Darul Qolam Giham Sukamaju?

2. Bagaimana Akhlaq peserta didik MI Darul Qolam Giham Sukamaju?

3. Adakah pengaruh Aktivitas pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap Akhlak Siswa di MI Darul Qolam Giham Sukamaju?

(4)

D. Relevansi dan Pentingnya Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah, hal yang paling relevan dalam penelitian ini adalah:

1. Mengetahui bagaimana aktivitas pembelajaran aqidah akhlak di MI Darul Qolam Giham Sukamaju.

2. Mengetahui Akhlak peserta didik di MI Darul Qolam Giham Sukamaju.

3. Mengetahui adakah pengaruh pembelajaran Akidah Akhlak terhadap Akhlak peserta didik di MI Darul Qolam Giham Sukamaju.

Dengan adanya penelitian, ada beberapa manfaat yang paling penting dapat diambil dalam penelitian ini, yaitu:

1. Manfaat bagi peserta didik

a. Peserta didik lebih aktif dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran

b. Memberikan motivasi pada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (Aqidah) dan akhlakul karimah (akhlak) dalam kehidupan sehari- hari.

c. Supaya peserta didik berperilaku baik.

2. Manfaat bagi guru

a. Lebih bersemangat dalam mengajar kepada peserta didik.

b. Guru lebih mengetahui karakter-karakter yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dapat mengoptimalkan proses kegiatan belajar mengajar.

c. Guru dapat memperbaiki, meningkatkan kinerja dan profesionalnya sebagai guru.

3. Manfaat bagi madrasah

Memberikan kontribusi bagi madrasah dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran Aqidah akhlak sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.

4. Manfaat bagi peneliti

Untuk mengetahui pengaruh aktivitas pembelajaran akidah akhlak terhadap akhlak siswa di MI Darul Qolam Giham Sukamaju.

(5)

BAB II

TINJAUAN LITERATUR

A. Konsep dan Teori 1. Konsep Dasar

Pembelajaran Akidah akhlak adalah bagian dari pendidikan Agama Islam, berbicara tentang dasar-dasar Pembelajaran Akidah akhlak adalah sama halnya dengan membicarakan pendidikan Agama Islam pada umumnya. Menurut Atiyah Al Abrasy bahwa dasar-dasar pokok dalam pendidikan agama Islam antara lain:

1) Tidak ada pembatasan umur untuk mulai belajar;

2) Tidak ditentukan lamanya seorang anak disekolah;

3) Berbedanya cara yang digunakan dalam memberikan pelajaran;

4) Memperhatikan pembawaan anak-anak.

Sedangkan dasar pembelajaran Akidah Akhlaq di lembaga pendidikan adalah dasar operasional dan segi agama.

- Dasar Operasional

Dasar operasional mengatur mengenaai pelaksanaan pendidikan Agama terutama bidang studi Akidah akhlak di sekolah/madrasah sesuai dengan unang-undang No.20 tahun 2003 pasal 36 dan 38, kurikulum dikembangkan dengan mengacu kepada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

- Dasar Segi Agama

Pendidikan dalam Agama Islam telah banyak diterangkan dalam Alqur’an dan hadis, Rosulullah juga telah memberikan contoh secara langsung baik akhlak yang terpuji maupun akhlak yang tercela, sebagaimana firman Allah dalam al-qur’an surat Al- Ahzab ayat 21.

ََ ر ك ذ وَ ر ِخٰ ْلْاَ م ْو يْلا وَ هاللَّٰاوُج ْر يَ نا كَ ْن مِِّلٌَة ن س حٌَة وْسُاَِ هاللَِّٰل ْوُس رَْيِفَْمُك لَ نا كَْد ق َ ل

َ اًرْيِث كَ هاللّٰ

َ

َ

۝ ٢

Artinya: Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.

2. Teori Yang Relevan

Teori penelitian yang relevan tentang “Pengaruh Pendidikan Akidah Akhlaq Terhadap Perilaku Siswa Kelas II MI Darul Qolam Giham Sukamaju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat” adalah dengan teknik pengumpulan data, yaitu:

- Kuisioner - Interview, dan - Dokumentasi

(6)

B. Hasil Penelitian

Hasil penelitian yang diambil dari siswa kelas II MI Darul Qolam Giham Sukamaju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara Pembelajaran Akidah Akhlak terhadap akhlak siswa kelas II MI Darul Qolam Giham Sukamaju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat. Contoh yang diambil dalam penelitian ini adalah kegiatan sholat Dluha. Ssecara umum adalah berupaya untuk mewujudkan pendidikan nasional yakni melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memperbaiki akhlak siswa, memperkuat keimanan dan ketakwaan siswa serta memperluas keilmuan siswa. Secara khusus kegiatan sholat Dluha ini bertujuan agar siswa terbiasa mejalankan ibadah secara lebih baik dan benar terbiasa berakhlak mulia.

C. Kerangka Pemikiran

Perhatian terhadap pentingnya kahlak kini muncul kembali, yaitu disaat manusia zaman modern ini dihadapkan pada masalah moral dan akhlak yang cukup serius, yang kalua dibiarkan akan mengahancurkan masa depan bangsa yang bersangkutan. Pada realita kehidupan saat ini, dapat dilihat dan dinilai sendiri bagaimana moral dan perilaku seorang anak terhadap dirinya sendiri dan orang lain.

Pada hakekatnya pendidikan merupakan kebutuhan yang utama bagi manusia, yang dimulai sejak manusia lahir sampai meninggal dunia, bahkan manusia tidak akan menjadi manusia yang berkepribadian utama tanpa melalui pendidikan. Pendidikan merupakan peranan penting dalam kehidupan setiap manusia dalam mencapai hidup yang sesungguhnya.

Begitu pula dengan pendidikan aqidah akhlak di MI Darul Qolam Giham Sukamaju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat memang bukan satu – satunya faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku siswa. Namun disamping itu, pendidikan akhlak juga sangat berpengaruh terhadap perilaku siswa. Pendidikan aqidah dan akhlak merupakan dasar dari setiap pendidikan, juga merupakan pondasi serta benteng dari perkembangan zaman yang tidak lepas dari budaya luar yang menyesatkan.

D. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan teori yang dikemukakan di atas maka penelitian ini melibatkan dua variable yaitu pembelajaran Aqidah Akhlak di sekolah sebagai variable pertama atau variable bebas, dan perilaku siswa sebagai variable kedua atau variable terikat. Bedasarkan pemikiran- pemikiran sebelumnya dapat diidentifikasi secara teoritik dan ditarik asumsi perilaku siswa tidak dapat dilepaskan dari siapa yang memberikan pendidikan. Beranjak dari asumsi dasar tersebut maka hipotetsis penelitian ini adalah:

H0 = Hipotesis nol, tidak Pengaruh antara Pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap Perilaku Siswa Kelas II MI Darul Qolam Giham Sukamaju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat.

(7)

Ha = Hipotesis tandingan, terdapat Pengaruh antara Pembelajaran Aqidah Akhlak terhadap Perilaku Siswa Kelas II MI Darul Qolam Giham Sukamaju Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat.

Referensi

Dokumen terkait

kualitas pembelajaran akidah akhlak di MI RN Pucungsari.. Untuk mendeskripsikan pelaksanaan guru kelas dalam meningkatkan. kualitas pembelajaran akidah akhlak di MI

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas V MI Al Mujahidin desa Setarap Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu pada semester II tahun pelajaran

 Disusun berdasarkan teori dan hasil penelitian yang relevan..  Merupakan pola pikir yang digunakan untuk pedoman

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan mengenai Implementasi Pendekatan Saintifik Pada Pembalajaran Tematik Kelas II C di MI Darul Hikmah Bantarsoka

(fluency) adalah merupakan jumlah pertanyaan yang secara logis dan relevan diajukan guru kepada siswa di dalam kelas. Kelancaran bertanya ini sangat diperlukan bagi guru di

Penggunaan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas II materi berakhlak terpuji di MI NW Salik Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah

ii PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KPK DAN FPB KELAS IV MI DARUL MUTA’ALLIMIN CEPOKO SKRIPSI Diajukan kepada Institut Agama

9 Selain itu, dalam Skripsi Mulyani yang berjudul, “Peran Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak dalam Pembentukkan Karakter Sopan Santun Kelas III Di MI Darul Hikmah Bantarsoka Kecamatan