KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION DI SHOPEE (Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
IAIN Lhokseumawe )
SKRIPSI
Diajukan oleh:
RIFKI MUBARAK NIM. 202141051
JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) LHOKSEUMAWE TAHUN 2025
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 10
BAB II LANDASAN TEORITIS... 11
A. Kajian Pustaka... 11
1. Keputusan Pembelian ... 11
a. Pengertian Keputusan Pembelian ... 11
b. Indikator Keputusan Pembelian ... 13
2. Harga ... 15
a. Pengertian Harga ... 15
b. Strategi Penetapan Harga ... 16
c. Indikator Harga ... 17
3. Diskon ... 18
a. Pengertian Diskon ... 18
b. Macam-Macam Diskon ... 19
c. Indikator Diskon ... 21
4. Ulasan Produk ... 22
a. Pengertian Ulasan Produk ... 22
b. Indikator Ulasan Produk... 24
5. E-Commerce ... 25
d. Pengertian E-Commerce ... 25
e. Manfaat E-Commerce ... 26
f. Tantangan E-Commerce ... 27
B. Kajian Terdahulu... 27
C. Kerangka Pemikiran... 34
D. Hipotesis Penelitian... 37
BAB III METODE PENELITIAN... 39
A. Desain Penelitian... 39
B. Populasi dan Sampel ... 39
C. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data... 41
D. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 42
E. Metode Analisis dan Rancangan Pengujian Hipotesis ... 43 DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap konsumen dalam melakukan pembelian sering kali adanya sikap yang harus dipertimbangkan sehingga adanya keputusan pembelian terhadap barang atau jasa tersebut. Keputusan pembelian adalah suatu proses penyelesaian masalah yang terdiri dari menganalisa atau pengenalan kebutuhan dan keinginan, pencarian informasi, penilaian sumber-sumber seleksi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian, dan perilaku setelah pembelian.1
Keputusan pembelian penting untuk diperhatikan, agar pelaku usaha dapat menciptakan strategi pemasaran untuk menarik minat beli konsumen. Saat membeli suatu produk, konsumen memiliki banyak alasan mengapa mereka membeli produk tersebut seperti karena harga, pelayanan, dan manfaat dari produk sehingga mereka merasa puas membeli produk tersebut. Tetapi ada juga konsumen yang melakukan pembelian dengan alasan kebutuhan akan suatu produk.
Keputusan pembelian merupakan suatu konsep dalam perilaku pembelian dimana konsumen memutuskan untuk bertindak atau melakukan sesuatu dan dalam hal ini melakukan pembelian ataupun memanfaatkan produk atau jasa tertentu pengambilan keputusan konsumen pada dasarnya merupakan proses pemecahan masalah. Peneliti menggunakan variabel keputusan pembelian ini karena studi tentang keputusan pembelian masih layak untuk diteliti mengingat
1 Kotler dan Armstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran (Jakarta: Erlangga, 2022).
1
semakin banyaknya produk yang beredar mengakibatkan perlunya berbagai pertimbangan bagi masyarakat dalam melakukan keputusan pembelian.2 Kebanyakan konsumen, baik konsumen individu maupun pembeli organisasi melalui proses mental yang hampir sama dalam memutuskan produk dan merek apa yang akan dibeli. Keputusan pembelian konsumen dapat dilakukan apabila produk tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen.
Keputusan pembelian konsumen melalui marketplace untuk saat ini di doreng oleh berbagai faktor pendukung yang ada di dalamnya, karena Sekarang masyarakat Indonesia tidak perlu lagi datang ke marketplace seperti minimarket, mall ataupun pasar, karena semuanya itu dapat dilakukan secara online. Di era sekarang banyak e- commerce yang menjamur di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan masih banyak lagi.
Shopee adalah salah satu dari semua marketplace yang ada di Indonesia dengan tingkat penjualan cukup besar dari marketplace lainnya, sebagaimana terlihat pada tingkat penjualan di gambar berikut ini:
Gambar 1.1 Perbandingan Penjualan Melalui marketplace di Indonesia
Sumber: Databoks (2024)
2 Mega Selvia, Altje L. Tumbel, and Woran Djemly, “The Effect of Price and Product Quality on the Purchase Decision of Scarlett Whitening Products on Students of the Faculty of Economics and Business Sam Ratulangi Manado University,” Emba 10, no. 4 (2022): 320–30.
Berdasarkan gambar di atas, maka terlihat jika marketplace Shopee menjadi terbesar konsumen gunakan untuk mengambil keputusan pembelian dibandingkan dengan marketplace lainnya, sehingga dapat dipahami bahwa banyak faktor yang menyebabkan konsumen untuk mengambil keputusan pembelian melalui marketplace shopee.
Beberapa penelitian terdahulu sudah mengkaji bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian di marketplace Shopee , diantaranya yaitu penelitian Puspita, dkk menyatakan bahwa keputusan pembelian pada marketplace Shopee dipengaruhi oleh faktor harga, promosi, dan fitur game dengan hadiah yang menarik berupa koin yang dikumpulkan dan dapat digunakan untuk berbelanja.3 Sedangkan menurut Pratama, dkk menyatakan bahwa keputusan pembelian pada marketplace Shopee dipengaruhi oleh faktor kualitas pelayanan dan kepercayaan konsumen yang seringkali menjadi ulasan pada produk untuk refrensi dalam pembelian.4 Lebih lanjut dalam penelitian Pinasty dan Habib menyatakan bahwa keputusan pembelian melalui marketplace Shopee dipengaruhi oleh harga, promosi dan ulasan produk.5
3 Ibnu Ria Puspita, Adil Fadillah, and Yudin Taqyudin, “Tinjauan Atas Keputusan Pembelian Pada Marketplace Shopee,” Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan 2, no. 1 (2022): 67–74, https://doi.org/10.37641/jabkes.v2i1.1358.
4 Yoga Endhi Pratama, Sudarwati Sudarwati, and Istiqomah Istiqomah, “Keputusan Pembelian Online Melalui Aplikasi Shopee Di Surakarta Ditinjau Dari Kualitas Layanan, Online Customer Review Dan Kepercayaan,” Jurnal Ilmiah Edunomika 3, no. 02 (2019): 445–53, https://doi.org/10.29040/jie.v3i02.665.
5 Winda Arum Pinasty and Muhammad Alhada Fuadilah Habib, “Pengaruh Harga, Promosi, Dan Ulasan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Marketplace Shopee Pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Angkatan 2019-2022,” TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora 5, no. 1 (2024): 9–19, https://doi.org/10.33650/trilogi.v5i1.7299.
Menurut Nurmawati dalam bukunya menyatakan bahwa faktor-faktor yang mepengaruhi keputusan kosnumen dalam membeli yaitu faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis.6 Budaya merupakan kebiasaan yang dilakukan dilingkungannya, sedangkan sosial adalah hubungan yang dimiliki baik secara langsung maupun media sosial, sedangkan pribadi adalah keinginan dan kebutuhan dari diri seseorang sehingga adanya faktos psikologis dari diri individu.
Lebih lanjut menurut Didik Harjadi dan Dewi Fatmasari menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian online antara lain kemudahan akses, harga dan diskon serta ulasan dan ranting produk.7 Berdasarkan beberapa kajian terdahulu dan teori di atas yang sudah dilakukan sebelumnya, maka dalam penelitian ini peneliti menjadikan faktor harga, diskon dan ulasan menjadi variabel penelitian dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen melalui marketplace shopee.
Pembelian melalui marketplace Shopee sering kali ditemukan dalam kalangan pendidikan salah satunya yaitu para mahasiswa yang ada di IAIN Lhokseumawe tidak terkecuali Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti menemukan bahwa banyak mahasiswa belanja secara online melalui aplikasi shoppe, dan dari ungkapan beberapa mahasiswa belanja itu dilakukan karena beberapa faktor yaitu harga
6 Nurmawati, Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian, (Malang: Media nusa Kreative, 2018), 6.
7 Didik Harjadi dan Dewi Fatmasari, Determinasi Keputusan Pembelian Konsumen Peran Kepercayaan Merek, Kualitas Informasi dan Keragaman Produk. (Cirebon: PT Arr Rad Pratama, 2023), 56.
yang bervariatif bahkan sangat murah dan adanya ulasan yang menarik dan menyakinkan konsumen untuk membelinya kembali.8
Keputusan pembelian biasanya hal pertama yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih produk adalah dengan melihat harga. Inilah mengapa peneliti menggunakan harga sebagai salah satu variabel dalam penelitian ini.
Harga merupakan salah satu aspek dalam sebuah produk, melalui harga sesoerang dapat menilai kualitas produk, namun terkadang adanya kualitas barang dan harga yang rendah mampu menarik keputusan pembeli untuk melakukan pembelian.9 Harga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, karena harga adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk sebuah produk dan jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah sejumlah nilai yang pelanggan tukarkan untuk jumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa, harga juga merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh para pelanggan saat melakukan pembelian. Sebagian pelanggan bahkan mengidentifikasikan harga dengan nilai.10 Harga barang yang diberikan oleh pihak Shopee sering kali berbeda dengan harga setelah pembelian, dimana barang mewah dengan harga rendah hanya dilakukan untuk menarik minat pembeli, dan setelah barang sampai tidak sesuai dengan apa yang dibelinya. Kondisi ini dibenarkan oleh salah satu mahasiswa FEBI IAIN Lhokseumawe, dimana melakukan pembelian sepatu kulit
2025
8 Hasil Observasi Awal di FEBI IAIN Lhoskeumawe pada Tanggal 2 Januari-2 Februari
9 Chintya Ayu Margawati, “Pengaruh Persepsi Harga, Kualitas Produk, Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen Dalam Membeli Produk Franchise Burgerstops,” IQTISHADequity Jurnal MANAJEMEN 2, no. 2 (2020): 103, https://doi.org/10.51804/iej.v2i2.763.
10 Muhamad Subkhan and Rohani Tuharea, “Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Loyalitas Pelanggan Produk Wardah (Studi Kasus Pelanggan Di Wilayah Yogyakarta),”
Jurnal STIE Semarang 15, no. 1 (2023): 89–101.
yang diungkapkannya asli dengan harga pasaran Rp. 1.500.000 namun adanya potongan harga maka pembayaran hanya sebesar Rp. 350.000, akibatnya timbul keputusan pembelian, dan ketika barang sampai sepatu tersebut bukan kulit melainkan karet/sejenis plastik.11
Selain harga yang ditawarkan, maka keberadaan diskon pada harga juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Diskon merupakan salah satu strategi pasar yang berguna sebagai daya tarik bagi konsumen dan memenangkan pangsa pasar.12 Diskon akan menimbulkan sikap konsumen untuk membandingkan harga yang berdiskon dengan harga yang konsumen miliki sebelumnya. Diskon adalah memberikan apresiasi berupa potongan harga kepada pelanggan karena perbuatan tertentu seperti membeli produk dalam jumlah banyak, melakukan pembayaran sesuai ketentuan, melakukan awal pembayaran.13 Pada e-commerce Shopee sering memberikan diskon besar-besaran seperti diskon 50% setiap harinya mulai jam 8 malam hingga jam 12 malam, diskon pada tanggal tertentu seperti 12.12, diskon gratis ongkos kirim, diskon musiman, dan banyak event lainnya yang memberikan diskon. Diskon 50% ini didapatkan dari Shopee Live yang mempromosikan dengan memberikan semua diskon hingga 50% jika melakukan pembelian secara live di Shopee Live. Diskon ini berlaku untuk semua produk dalam kategori apapun yang dibeli di Shopee Live mulai jam 8 hingga 12 malam, hal ini
11 Hasil Wawancara dengan Reza Fahlefi, mahasiswa FEBI IAIN Lhoskeumawe, pada Tanggal 1 Februari 2025.
12 Keller Kotler, Marketing Management (Global Editiion: Pear Son Education, 2023).
13 Qisma Aulia and Alimuddin Rizal Riva’i, “Pengaruh Price Discount, Online Customer Rating, Dan Online Custumer Riview Terhadap Minat Beli Konsumen Pada E-Commerce Shopee,” Management Studies and Entrepreneurship Journal 5, no. 1 (2024): 364–76, http://journal.yrpipku.com/index.php/msej.
didukung dengan pernyataan Kotler dan Keller bahwa diskon dengan beragamnya pilihan produk, tentunya diskon yang diberikan tidak hanya fokus pada satu produk, tetapi banyak pilihan produk yang diberikan harga diskon.14 Berikut contoh gambar discount atau potongan harga di e-commerce Shopee :
Gambar 1.2 Discount
Sumber: Aplikasi Shopee
Berdasarkan gambar 1.2 dapat dilihat bahwa diskon 12.12 yang artinya diskon bisa digunakan pada tanggal 12, bulan Desember. Pada pemberian salah satu diskon ini sangat dinanti oleh konsumen dengan tanggal dan bulan diangka yang sama.
Faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah keberadaan ulasan di plafon marketplace. Ulasan produk didefinisikan sebagai sebuah informasi dalam bentuk evaluasi konsumen atau opini terkait berbagai aspek yang
14 Kotler, Marketing Management.
ada pada suatu produk yang pernah mereka konsumsi.15 Ulasan produk dapat berisi hal-hal positif maupun negatif mengenai suatu produk atau perusahaan atau penjual yang dibuat oleh para konsumen, serta menggambarkan karakteristik misalnya kelebihan dan kekurangan dari suatu produk. Salah satu bentuk dari ulasan produk (review) adalah rating, rating merupakan bentuk simbol bintang yang menggambarkan pendapat konsumen mengenai kualitas sebuah produk.
Rating dapat menjadi penilaian dari konsumen secara langsung terhadap pengalaman mereka akan produk yang dibeli.16 Berdasarkan teori tersebut, maka tidak dipungkiri jika menurut mahasisa FEBI IAIN Lhokseumawe menyatakan bahwa ulasan yang ditemukan dominan bersifat positif sering kali banyak pembelinya namun sebaliknya jika ulasan yang diberikan kurang baik. 17
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Harga, Diskon Dan Ulasan Produk Terhadap Keputusan Produk Fashion di Shopee (Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe).”
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar Belakang masalah pada bagian sebelumnya maka rumusan masalah yang di ajukan adalah:
15 Kuswanto and Resista Vikaliana, “Pengaruh Harga Dan Ulasan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Online,” Jurnal Manajemen Dan Bisnis Equilibrium 6, no. 2 (2020): 195–
210, https://doi.org/10.47329/jurnal_mbe.v6i2.431.
16 Intan Ratu Servanda Servanda, Putri Reno Kemala Sari, and Nova Adhitya Ananda,
“Peran Ulasan Produk Dan Fot Produk Yang Ditampilkan Penjual Pada Marketplace Shopee Terhadap Minat Beli Pria Dan Wanita,” Jurnal Manajemen Dan Bisnis 2, no. 2 (2019): 69–79, https://doi.org/10.37673/jmb.v2i2.526.
17 Hasil Wawancara dengan Syarifah Murkhaliza, mahasiswa FEBI IAIN Lhoskeumawe, pada Tanggal 1 Februari 2025.
1. Adakah pengaruh harga terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe?
2. Adakah pengaruh diskon terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe?
3. Adakah pengaruh ulasan produk terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe?
4. Adakah pengaruh harga, diskon dan ulasan produk secara simultan terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas,maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk menjelaskan pengaruh harga terhadap keputusan pembelian produk
fashion di Shopee pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
2. Untuk menjelaskan pengaruh diskon terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
3. Untuk menjelaskan pengaruh ulasan produk terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi
Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
4. Untuk menjelaskan pengaruh harga, diskon dan ulasan produk secara simultan terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dapat di tinjau dari dua aspek, yaitu manfaat secara teoritis dan secara praktis.
1. Penelitian manfaat teoritis
Penelitian ini di harapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam kajian tentang pengaruh harga dan ulasan produk terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
2. Penelitian manfaat praktis
Dalam kajian ini mampu menjadikan informasi dan masukan bagi para pembeli dalam memilih produk yang berkualitas dan tidak termakan dengan ulasan dan harga yang terkadang tidak sesuai dengan kondisi aslinya.
LANDASAN TEORITIS
A. Kajian Pustaka
1. Keputusan Pembelian
a. Pengertian Keputusan Pembelian
Menurut Sudaryono mendifinisikan keputusan sebagai suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Dengan kata lain, orang yang mengambil keputusan harus mempunyai satu pilihan dari beberapa alternatif yang tersedia. Bila seseorang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli dan tidak membeli, dan kemudian dia memilih, maka dia ada dalam posisi membuat suatu keputusan.1
Menurut Ujang Suwarman pembelian meliputi keputusan konsumen mengenai apa yang dibeli, apakan membeli atau tidak, kapan membeli, dimana membeli, dan bagaimana cara membayarnya.2 Menurut Usman Efendi mengatakan bahwa keputusan pembelian adalah merupakan hasil atau kelanjutan yang dilakukan individu ketika dihadapkan pada situasi dan alternatif tertentu untuk berperilaku dalam memenuhi kebutuhannya.3
Menurut J. Setiadi Nugroho pengambilan keputusan konsumen (cunsumer decision making) adalah proses pengintegrasian yang
1 Sudaryono, Manajemen Pemasaran Teori Dan Implementasi (Yogyakarta: Andi, 2019).
2 Suwarman Ujang, Perilaku Konsumen Teori Dan Penerapan Dalam Pemasaran (Jakarta:
Ghalia Indonesia, 2021).
3 Asep Sarifudin, Ermy Wijaya, and Yanto Effendi, “The Influence Of The Marketing Mix On Customer Satisfaction At Yamaha Thamrin Brothers Panorama In Bengkulu City,” Journal of Management, Economic, and Accounting 2, no. 1 (2023): 1–6, https://doi.org/10.53697/jmea.v2i1.11.
11
mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya. Hasil dari proses pengintegrasian ini ialah suatu pilihan (choice), yang disajikan secara kognitif sebagai keinginan berperilaku.4
Menurut Boyd Walker Larreche pengambilan keputusan konsumen pada dasarnya merupakan proses pemecahan masalah. Kebanyakan konsumen baik konsumen individu maupun pembeli organisasi melalui proses mental yang hampir sama dalam memutuskan produk dan merek apa yang akan dibeli. Walaupun nyata sekali bahwa berbagai konsumen akhirnya memilih untuk membeli barang-barang yang berbeda disebabkan oleh perbedaan karakteristik pribadi (kebutuhan, manfaat yang dicari, sikap, nilai, pengalaman masa lalu, dan gaya hidup) dan pengaruh sosial (perbedaan kelas sosial, kelompok rujukan, atau kondisi keluarga).5
Menurut Nurmawati dalam bukunya menyatakan bahwa faktor- faktor yang mepengaruhi keputusan kosnumen dalam membeli yaitu faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis.6 Budaya merupakan kebiasaan yang dilakukan dilingkungannya, sedangkan sosial adalah hubungan yang dimiliki baik secara langsung maupun media sosial, sedangkan pribadi adalah keinginan dan kebutuhan dari diri seseorang sehingga adanya faktos psikologis dari diri individu. Lebih lanjut menurut Didik Harjadi
4 Setiadi Nugroho, Perilaku Konsumen: Perspektif Kontemporer Pada Motif, Tujuan Dan Keinginan Konsumen (Jakarta: Erlangga, 2023).
5 Boyd Walker, Manajemen Pemasaran Suatu Pendekatan Startegi Dengan Orientasi (Jakarta: Erlangga, 2020).
6 Nurmawati, Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian, (Malang: Media nusa Kreative, 2018), 6.
dan Dewi Fatmasari menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian online antara lain kemudahan akses, harga dan diskon serta ulasan dan ranting produk.7
Jadi dapat di simpulkan dari beberapa pendapat di atas bahwa keputusan pembelian adalah proses pengambilan dua keputusan atau alternatif-alternatif untuk melakukan pembelian produk sesuai apa yang dibutuhkan. Dalam pengambilam keputusan, semua aspek berpengaruh dan kondisi terlibat dalam pengambilan keputusan konsumen, termasuk pengetahuan, arti, kepercayaan yang diaktifkan dari ingatan serta proses perhatian dan pemahaman yang terlibat dalam penerjemahan informasi baru di lingkungan.
b. Indikator Keputusan Pembelian
Konsumen akan memutuskan membeli atau tidaknya suatu barang dengan memperhatikan faktor-faktor yang dianggapnya penting, diantaranya faktor tersebut yaitu indikator keputusan pembelian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:8
1) Pilihan produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-
7 Didik Harjadi dan Dewi Fatmasari, Determinasi Keputusan Pembelian Konsumen Peran Kepercayaan Merek, Kualitas Informasi dan Keragaman Produk. (Cirebon: PT Arr Rad Pratama, 2023), 56.
8 Femi Andriani, “Pengaruh Iklan Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Tokopedia (Studi Kasus Pada Pengguna Tokopedia Di Jabodetabek),” Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen 1, no. 3 (2021): 266–78.
orang yang berminat membeli sebuah produk serta alternatif yang mereka pertimbangkan. Misalnya: kebutuhan suatu produk, keberagaman varian produk dan kualitas produk
2) Pilihan merek
Pembeli harus mengambil keputusan tentang merek mana yang akan dibeli. Setiap merek memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merek. Misalnya: kepercayaan dan popularitas merek.
3) Pilihan penyalur
Pembeli harus mengambil keputusan penyalur mana yang akan dikunjungi. Setiap pembeli mempunyai pertimbangan yang berbeda-beda dalam hal menentukan penyalur bisa dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang murah, persediaan barang yang lengkap dan lain-lain. Misalnya: kemudahan mendapatkan produk dan ketersediaan produk.
2) Waktu Pembelian
Keputusan konsumen dalam pemilihan waktu pembelian bisa berbeda-beda, misalnya: ada yang membeli sebulan sekali, tiga bulan sekali, enam bulan sekali atau satu tahun sekali.
3) Jumlah pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang
dilakukan mungkin lebih dari satu. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli. Misalnya: kebutuhan akan produk.
2. Harga
a. Pengertian Harga
Harga memegang peranan penting dalam pemasaran baik itu bagi penjual maupun pembeli. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang seringkali dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi konsumen dalam melakukan pembelian dan tidak boleh dikesampingkan oleh perusahaan.
Menurut Muhammad Amri Nasution harga suatu barang atau jasa merupakan sejumlah uang yang dibayarkan oleh konsumen dengan harapan mendapatkan imbalan berupa manfaat dari barang atau jasa tersebut, meningat harga suatu produk akan memberikan nilai tersendiri bagi konsumen.9 Menurut Basu Swasta mendefinisikan harga sebagai sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang beserta pelayanannya.10
Dari definisi diatas dapat diketahui bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan penjualan. Banyak perusahaan mengadakan pendekatan terhadap penentuan harga berdasarkan tujuan yang hendak dicapainya. Adapun tujuan tersebut dapat berupa meningkatkan penjualan, mempertahankan market share dan mencapai laba maksimum. Pada tingkat
9 M. Amri Nasution, “Pengaruh Harga Dan Kualitas Produk Alat Kesehatan Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Pt. Dyza Sejahtera Medan,” Jurnal Warta Edisi : 59, no. 59 (2019): 290572, http://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php.
10 Akdom, Strategic Manajemen For Education Manajemen (Bandung: Alfabeta, 2007).
yang lebih spesifik lagi, perusahaan dapat menetapkan harga untuk menarik pelanggan baru atau mempertahankan pelanggan yang sudah ada.
Perusahaan dapat menetapkan harga rendah untuk mencegah persaingan masuk ke dalam pasar, atau menetapkan harga setingkat dengan pesaing untuk menstabilkan pasar. Perusahaan dapat menetapkan harga untuk menjaga loyalitas dan dukungan para penyalurnya atau untuk menghindari intervensi dari pemerintah. Harga dapat diturunkan sementara untuk menciptakan ketertarikan pada suatu merek. Produk dapat ditetapkan harganya untuk menolong penjualan produk lain dalam lini perusahaan, sehingga penetapan harga dapat memainkan peran penting dalam mencapai tujuan perusahaan pada banyak tingkatan.
b. Strategi Penetapan Harga
Beberapa strategi harga dalam marketing antara lain:11 1) Market Skimming
Dalam market skimming, produk baru pada awalnya ditawarkan dengan harga premium.Tujuannya adalah untuk menutup biaya secepatnya.
2) Penetration Princing
Penentuan harga produk baru yang relatife murah dengan tujuan memperluas pangsa pasar.Pendekatan ini sesuai jika pasar bersifat elastis.
3) Prestige and Economy Princing
11 Kotler dan Armstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran (Jakarta: Erlangga, 2022).
Prestige princing adalah strategi yang menaikkan harga barang dan jasa diatas harga rata-rata economy princing dengan menurunkan harga barang dan jasa dibawah rata-rata.
4) Multiple Princing
Strategi ini merupakan diskon kuantitas. Harga yang lebih murah dikenakan jika kuantitas produk atau service yang dibeli semakin banyak.
c. Indikator Harga
Banyak hal yang berkaitan dengan harga yang melatar belakangi mengapa konsumen memilih suatu produk untuk dimilikinya. Konsumen memilih suatu produk tersebut karena benar-benar ingin merasakan nilai dan manfaat dari produk tersebut, karena melihat kesempatan memiliki produk tersebut dengan harga yang lebih murah dari biasanya sehingga lebih ekonomis, karena adanya kesempatan untuk mendapatkan hadiah dari pembelian produk tersebut dan ingin dianggap loyal.
Adapun indikator harga yaitu:
1) Keterjangkauan harga
2) Kesesuaian harga dengan kualitas produk 3) Daya saing harga
4) Kesesuaian harga dengan manfaat.12
12 Mario Fushsilat Dwi Kurniawan Suhermin, “Pengaruh Harga, Kualitas Produk, Promosi Dan Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian,” Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen 13, no. 2 (2024).
3. Diskon
a. Pengertian Diskon
Diskon adalah pengurangan dari daftar yang diberikan oleh penjual kepada pembeli yang juga mengorbankan fungsi pemasaran atau menyediakan fungsi tersebut untuk dirinya sendiri dengan tujuan untuk meningkatan penjualan produk serta menarik minat beli konsumen.
Potongan harga dapat menjadi alat yang bermanfaat dalam perencanaan strategi pemasaran.13
Diskon merupakan salah satu jenis promosi penjualan. Price Discount menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti potongan harga. Pengusaha sering menggunakan diskon sebagai metode penurunan harga untuk meningkatkan volume penjualan dan keuntungan dengan menawarkan potongan harga kepada pelanggan yang membeli secara grosir atau membayar secara tunai.14
Diskon adalah rencana jangka Panjang yang dilakukan oleh pemasar untuk menurunkan harga tinggi atau dari harga resmi terhadap pembelian selama periode waktu tertentu. Diskon merupakan sesuatu yang umum digunakan, diskon dapat berguna sebagai daya tarik bagi pembeli untuk membeli dalam jumlah besar. Manfaat yang diperoleh bagi penjual adalah penjualan dalam jumlah banyak, yang akan mengurangi biaya. Manfaat
13 Erry Fitrya, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sistem Diskon, (Malang: Ntp Press, 2022), 89.
14 Rizky Fitra Ananda, Erwin Saputra Siregar, and Ogi Saputra, “Pengaruh Diskon Harga Dan Endorsment Keputusan Pembelian Di Tiktok(Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam STS Jambi),” Jurnal Sains Student Research 1, no. 2 (2023): 144–58, https://doi.org/10.61722/jssr.v1i2.122.
diskon bagi pembeli adalah mengurangi biaya pesan dan pembayaran harga satuan lebih rendah.15
Discount merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli sebagai penghargaan atas aktivitas tertentu dari pembeli yang menyenangkan bagi penjual. Belanja dengan harga yang di discount sangat mudah dijumpai di Indonesia karena discount merupakan salah satu strategi promosi suatu bisnis. Discount seakan menjadi daya tarik utama untuk menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsi suatu barang.16
Berdasarkan kutipan di atas maka dapat disimpulkan bahwa diskon merupakan nilai potongan suatu harga yang diberikan kepada konsumen dari harga seharusnya atau resmi produk. Diskon merupakan bagian menarik bagi konsumen. Keberagaman penawaran diskon merupakan cara penjual menantikan perhatian Konsumen
b. Macam-Macam Diskon
Jenis diskon terbagi menjadi tiga yaitu : diskon tunai, diskon musim, dan potongan harga. Diskon bentuk tunai sebagai potongan harga yang diterima pembeli yang melakukan pembayaran langsung saat transaksi.
Diskon musim sebagai potongan suatu nilai atau harga bagi konsumen yang melakukan pembelian produk diluar musim atau di hari besar.17
15 Nadia Miranda Effendi Putri and Budi Sudaryanto, “Analisis Pengaruh Price Discount Dan Daya Tarik Iklan Pada Aplikasi E-Wallet Terhadap Pembelian Impulsif Konsumen Generasi Z (Studi Pada Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang),” Diponegoro Journal of Management Vol 11, No, no. 2021 (2022): 1–13, http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dbr.
16 Fandy Tjiptono, Service Management Mewujudkan Layanan Prima (Yogyakarta: Andi, 2019).
17 Denok Wahyudi Setyo Rahayu, “Penerapan Diskon Dalam Menarik Minat Beli Konsumen Di Matahari Departement Store Kediri Town Square,” AKUNTABILITAS: Jurnal
Menurut Agus diskon terdiri atas beberapa macam yaitu:
1) Diskon untuk tujuan fungsional, adalah diskon yang hanya diberikan kepada orang-orang tertentu saja, seperti karyawan, member dan lain-lain.
2) Diskon untuk pesanan besar/kuantitas, adalah diskon yang hanya diberikan kepada pembeli yang membeli barang dalam jumlah besar/banyak.
3) Diskon Musiman, adalah diskon yang ada ketika ada musim atau waktu tertentu contohnya bulan ramadhan/bulan puasa, diskon akhir tahun dan lain sebagainya.18
Menurut Tjiptono dkk sebagaimana dikuti Nainggolan dan Parinduri menyatakan bahwa ada beberapa macam bentuk dari harga diskon yaitu:19 1) Diskon kuantitas
Diskon kuantitas merupakan potongan harga yang diberikan guna mendorong konsumen agar membeli dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga meningkatkan volume penjualan secara keseluruhan. Selain itu, diskon kuantitas juga dapat memberikan manfaat berupa penurunan unit cost sebagai akibat pesanan dan produk dalam jumlah yang besar
Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi 12, no. 2 (2019): 42–51,
https://doi.org/10.35457/akuntabilitas.v12i2.915.
18 Hammam Agus, “Tinjauan Hukum Islam Tentang Jual Beli Dengan Sistem (Studi Kasus Pada Toko Basmalah Cabang Klakah,
Kabupaten Lumajang),” Kaffa 01, no. 4 (2022): 3–5.
19 Novitasari Nainggolan and Taufik Parinduri, “Pengaruh Potongan Harga Dan Bonus Terhadap Pembelian Konsumen Minimarket Indomaret Serbelawan,” Manajemen : Jurnal Ekonomi 2, no. 1 (2020): 54–64, https://doi.org/10.36985/manajemen.v2i1.340.
2) Diskon musiman
Diskon musiman potongan harga yang diberikan kepada konsumen yang membeli produk di luar musim atau periode permintaan puncak. Diskon musiman digunakan untuk mendorong konsumen agar membeli produk atau jasa yang sebenarnya baru akan dibutuhkan beberapa waktu mendatang
3) Diskon kas
Diskon kas merupakan potongan yang diberikan apabila pembeli membayar tunai barang-barang yang dibelinya atau membayarnya dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian transaksi.
4) Trade (functional) discount
Trade diberikan oleh produsen kepada para distributor yang terlibat dalam pendistribusian barang dan pelaksanaan fungsi-fungsi tertentu, seperti penjualan, penyimpanan, dan record keeping.
5) Harga obral
Harga obral yakni diskon sementara dari daftar harga. Tipe diskon ini bertujuan mendorong pembelian segera. Dengan kata lain, untuk menikmati harga obral, pelanggan mengorbankan kenyamanan membeli pada saat mereka memang ingin membeli dan sebagai gantinya malah melakukan pembelian justru pada saat penjual ingin menjual.
c. Indikator Diskon
Adapun indikator diskon yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
1) Tingginya potongan harga, tingginya ukuran potongan harga yang diberi pada saat barang/produk didiskon, karena diskon yang besar akan memberikan keputusna konsumen untuk melakukan pembelian mengingat semua konsumen akan melakukannya.
2) Masa potongan harga, jangka waktu yang diberi ketika terjadinya discount, jika jangka waktu yang panjang sering kali memberikan kemungkinan akan banyak konsumen memiliki kesempatan untuk membelinya.
3) Aneka macam produk yang mendapatkan potongan harga, keanekaragaman pilihan pada produk yang di discount.20
4. Ulasan Produk
a. Pengertian Ulasan
Ulasan produk merupakan fitur dalam sebuah e-commerce yang mendeskripsikan keunggulan atau kelemahan sebuah produk. Ulasan produk dapat dikatakan sebagai timbal balik (feedback) yang diberikan konsumen kepada store online setelah konsumen membeli produknya.
Ulasan produk (review) adalah salah satu bentuk dari Electronic Word of Mouth (eWOM) yang dapat dipahami sebagai salah satu media untuk konsumen yang digunakan untuk melihat review dari konsumen lain terhadap
20 Gita Warnerin and Renny Dwijayanti, “Pengaruh Diskon Dan In-Store Display Terhadap Impulse Buying Konsumen Matahari Department Store Gress Mall Gresik,” Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN) 8, no. 2 (2020): 896–903, www.sentrarak.com.
suatu produk dan pelayanan sebuah perusahaan atau toko. Ulasan produk juga sebagai salah satu cara sederhana dan mudah untuk mencari informasi produk, ulasan dari para ahli dan juga rekomendasi dari para konsumen online terhadap suatu produk dalam situs atau aplikasi jual beli online.21
Ulasan produk didefinisikan sebagai sebuah informasi dalam bentuk evaluasi konsumen atau opini terkait berbagai aspek yang ada pada suatu produk yang pernah mereka konsumsi.22 Ulasan produk dapat berisi hal-hal positif maupun negatif mengenai suatu produk atau perusahaan atau penjual yang dibuat oleh para konsumen, serta menggambarkan karakteristik misalnya kelebihan dan kekurangan dari suatu produk. Salah satu bentuk dari ulasan produk (review) adalah rating, rating merupakan bentuk simbol bintang yang menggambarkan pendapat konsumen mengenai kualitas sebuah produk. Rating dapat menjadi penilaian dari konsumen secara langsung terhadap pengalaman mereka akan produk yang dibeli.23
Dalam sebuah ulasan, rating sebuah produk dapat mempresentasikan bagaimana konsumen mengevaluasi kualitas produk tersebut. Rating biasanya berkisar antara 1-5 simbol bintang, rating 1 mempresentasikan rating terendah yang berarti bahwa kualitas produk tersebut juga rendah dan rating 5 mempresentasikan rating tertinggi dari suatu produk yang berarti bahwa
21 Khafidatul and Indra Krishernawan, “Maker: Jurnal Manajemen Marketplace Shopee Di Mojokerto,” Maker: Jurnal Management 6, no. 1 (2020): 31–42.
22 Kuswanto and Resista Vikaliana, “Pengaruh Harga Dan Ulasan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Online,” Jurnal Manajemen Dan Bisnis Equilibrium 6, no. 2 (2020): 195–
210, https://doi.org/10.47329/jurnal_mbe.v6i2.431.
23 Intan Ratu Servanda Servanda, Putri Reno Kemala Sari, and Nova Adhitya Ananda,
“Peran Ulasan Produk Dan Fot Produk Yang Ditampilkan Penjual Pada Marketplace Shopee Terhadap Minat Beli Pria Dan Wanita,” Jurnal Manajemen Dan Bisnis 2, no. 2 (2019): 69–79, https://doi.org/10.37673/jmb.v2i2.526.
kualitas produk tersebut juga tinggi atau baik. Sedangkan rating 3 dapat dianggap sebagai rating netral, karena konsumen tidak dapat mengerti apakah kualitas produk menurut hasil evaluasi konsumen sebelumnya itu baik atau tidak.
Ulasan (review) menjadi salah satu sumber informasi penting bagi konsumen dan dapat menjadi dasar penilaian konsumen terhadap kualitas produk yang akan dibeli. Informasi dari ulasan produk merupakan informasi yang tidak dapat dikontrol secara langsung oleh pihak penjual atau pemasar karena ulasan produk adalah bentuk dari timbal balik (feedback) yang diberikan oleh konsumen secara langsung melalui fasilitas yang ada di dalam sebuah market place.24 karena ulasan produk adalah bentuk dari timbal balik (feedback) yang diberikan oleh konsumen secara langsung melalui fasilitas yang ada di dalam sebuah market place.
b. Indikator Ulasan Produk
Ulasan produk merupakan sebuah fitur yang terdapat dalam platform market place yang dapat mempresentasikan evaluasi dari konsumen sebelumnya terkait dengan keunggulan dan kelemahan sebuah produk. Adapun indikator ulasan produk meliputi:25
24 Ananda Febriana, Yuswari Nur, and Mariah, “Pengaruh Ulasan Produk, Kemudahan, Dan Keamanan Terhadap Keputusan Pembelian Produk Secara Online Pada Shopee Di Kota Makassar,” Jurnal Malomo: Manajemen Dan Akuntasi 1, no. 3 (2023): 2023, https://e- jurnal.nobel.ac.id/index.php/malomo/article/view/3870%0Ahttps://e-
jurnal.nobel.ac.id/index.php/malomo/article/download/3870/2053.
25 Elizabet Pretty Sitorus, Binsar Tison Gultom, and Injen Pardamean Butarbutar,
“Pengaruh Review Produk Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Scarllet Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar,” Kampus Akademik Publising 1, no. 2 (2023): 1–14.
a. Kesadaran (awareness)
Kesadaran konsumen akan adanya fitur ulasan produk yang ada dan menggunakan informasi tersebut dalam proses seleksi.
b. Frekuensi (Frequency)
Konsumen sering menggunakan fitur ulasan produk sebagai sumber informasi terkait dengan produk yang dicari.
c. Perbandingan (comparison)
Sebelum membeli sebuah produk, konsumen membaca ulasan produk yang akan dibeli yang terdapat dalam market place dan membandingkan ulasan produk satu dengan yang lainnya.
d. Pengaruh (effect)
Fitur ulasan produk di dalam market place memberi pengaruh terhadap seleksi produk oleh konsumen.
5. E-Commerce
a. Definisi E-Commerce
Segala jenis transaksi perdagangan yang dilakukan melalui media elektronik, khususnya internet, disebut dengan perdagangan elektronik atau E-Commerce. E-Commerce mencakup serangkaian perusahaan yang memungkinkan pelanggan membeli barang atau jasa langsung dari vendor melalui saluran internet. Pembelian, penjualan, pemindahan, atau pertukaran barang, jasa, atau informasi dengan menggunakan jaringan komputer, termasuk internet, dikenal sebagai E-Commerce, menurut
Laudon dan Traver.26 E-Commerce memungkinkan pelaku bisnis untuk mengjangkau konsumen di seluruh dunia, memperluas pasar, dan meningkatkan efisien operasional.
b. Manfaat E-Commerce
E-Commerce menawarkan berbagai manfat yang signifikan bagi pelakau bisnis dan kosumen, di antaranya:27
1) Akses pasar yang luas: E-Commerce memungkinkan bisnis untuk menjangkau konsumen di seluruh dunia tanpa batasan geografis.
2) Kemudahan dan kenyamanan: konsumen dapata berbelanja kapan saja dan dimana saja melalui internet, tanpa harus mengunjungi toko fisik.
3) Biaya operasional lebih rendah: dengan E-Commerce, bisnis dapat mengurangi biaya operasional seperti sewa toko fisik dan biaya tenaga kerja.
4) Personalisasi dan targeting: E-Commerce memungkinkan bisnis untuk mengumpulkan data pelanggan dan meberikan pengalaman belanja yang personalissasi serta kampanye pemasaran yang lebih efektif.
5) Kecepatan transasksi: proses transaksi dalam E-comerce dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, mualai dari pemesanan hingga pemabayaran dan perngiriman.
26 Laudon, K. C., & Traver, C. G.: Business, Technology, Society. Pearson. E-Commerce 2020 (2020).
27 Molla, A., & Heeks, R. Exploring E-Commerce. The Information Society, 23(2), 95- 108 (2021).
c. Tantangan E-Commerce
Meskipun memiliki banyak manfat, E-Commerce juga menghadapi beberapa tantangan, antara lain : 28
1) Keamana dan privasi: kekhawatiran tentang keamanan data prdibadi dn traksasi online menjadi tantangan utama dalam E-Commerce.
2) Kepercayaan konsumen: membangun dan mempertahanakan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan layanan adalah hal yang krusial dalam E-Commerce.
3) Logistik dan pengiriman: mengelola proses logistik dan pengiriman produk yang efisien dan tepat waktu dapat menajdi tantangan, terutama dalam E-Commerce yang melayani pasar internasional.
4) Persaingan yang ketat: E-Commerce menghadapi persaingan yang sangat ketat karena kemudahan untuk memulai bisnis online, sehingga perusahaan harus terus berinovasi untuk tetap kompetitif.
B. Kajian Terdahulu
Terdapat beberapa kajian terdahulu yang peneliti temukan melalui internet antara lain yaitu:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Winda Arum Pinasty dan Muhammad Alhada Fuadilah habib pada tahun 2024 dalam penelitian yang berjudul
“Pengaruh Harga, Promosi dan Ulasan produk terhadap Kpeutusan Pembelian Melalui Marketplace Shopee pada Mahaiswa Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Angkatan 2019-2022”. Penelitian ini
28 Molla, A., & Heeks, R. Exploring E-Commerce. The Information Society, 23(2), 95- 108 (2021).
menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga, promosi, dan ulasan produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk melalui marketplace Shopee. Sedangkan secara parsial harga, promosi, dan ulasan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk melalui marketplace Shopee.29
Penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu sama- sama menggunakan variabel harga dan ulasan produk yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada shopee, namun terdapat perbeaan dimana penelitian di atas menggunakan variabel promosi untuk variabel lainnya, sehingga akan memberikan hasil penelitian yang berbeda.
2. Penelitian ini pernah dilakukan oleh Kuswanto dan resista Vikaliana pada tahun 2020 Dalam jurnal yang berjudul “ Pengaruh Harga dan Ulasan produk terhadap Keputusan Pembelian Online (Studi Kasus pada Toko Emershop di Tokopedia,com)”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data. Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah melakukan transaksi pembelian di Toko Emershop daiTokopedia.com selama tiga bulan dengan jumlah 367 orang dengan sampel sebanyak 73 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data yang
29 Winda Arum Pinasty and Muhammad Alhada Fuadilah Habib, “Pengaruh Harga, Promosi, Dan Ulasan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Marketplace Shopee Pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Angkatan 2019-2022,” TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora 5, no. 1 (2024): 9–19, https://doi.org/10.33650/trilogi.v5i1.7299.
digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh model regresi linier berganda Y = 7,269 + 0,510X1+0,522X2. Sedangkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t, harga dan review produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian online.
Hasil uji F menunjukkan bahwa semua variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian online. Nilai R Square sebesar 0,714 yang artinya variabel harga dan ulasan produk mempengaruhi keputusan pembelian online sebesar 71,4%, sedangkan sisanya 28,6% dipengaruhi oleh variabel di luar variabel yang diteliti.30
Penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu sama- sama menggunakan variabel harga dan ulasan produk yang mempengaruhi keputusan pembelian kosnumen pada online shop. namun terdapat perbedaan dimana penelitian di atas mengkaji pada market place tokopedia, sehingga akan memberikan hasil penelitian yang berbeda.
3. Hasil penelitian Rizka Rahayu dan Budiyanto pada tahun 2023 dengan judul “Pengaruh Harga, Ulasan produk dan Metode Pembayaran terhadap Keputusan Pembelian pada Market Place Shopee (Studi Kasus pada Konsumen Shopee di Surabaya)”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh harga, ulasan produk dan metode pembayaran terhadap keputusan pembelian pada E-Commerce Aplikasi Shopee (studi kasus masyarakat Kota Surabaya). Hasil Uji hipotesis menunjukkan bahwa
30 Kuswanto and Vikaliana, “Pengaruh Harga Dan Ulasan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Online.”
Harga, Ulasan Produk dan Metode Pembayaran Berpengaruh signifikan Terhadap Keputusan Pembelian.31
Penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu sama- sama menggunakan variabel harga dan ulasan produk yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada shopee, namun terdapat perbeaan dimana penelitian di atas menggunakan variabel metode pembayaran untuk variabel lainnya, sehingga akan memberikan hasil penelitian yang berbeda.
4. Selanjutnya penelitian dari Deva Yanti Mamusung, dkk tahun 2022 dengan judul “Pengaruh Potongan Harga terhadap Keputusan Pembelian pada Platform E-Commerce Shopee di Desa Ratatotok”. Metodelogi penelitian ini menggunakan purposive sampling Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif komperatif.
Teknik sampling yang digunakan adalah dengan jumlah populasi tidak terhingga dan sampel 50 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi ke lapangan dan menyebarkan kuesioner responden, dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil perhitungan diperoleh nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel. maka HO ditolak dan Ha diterima, yang artinya Potongan harga berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan pembelian.32
31 Rizka Rahayu and Budiyanto, “Pengaruh Harga, Ulasan Produk Dan Metode Pembayaran Terhadap Keputusan Pembelian Pada Market Place Shopee (Studi Kasus Kepada Konsumen Shopee Di Surabaya),” Ilmu Dan Riset Manajemen 1, no. 6 (2023): 1978–1520.
32 Deva Yanti Mamusung, “Pengaruh Potongan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Platform E-Commerce Shopee Di Desa Ratatotok,” Productivity 3, no. 6 (2022): 507–13.
Penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu sama- sama menggunakan variabel potongan harga yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada shopee, namun terdapat perbedaan dimana penelitian di atas hanya menggunakan satu variabel sedangkan penelitimenggunakan variabel harga dan ulasan produk sebagai variabel lainnya, sehingga akan memberikan hasil penelitian yang berbeda.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Nurhayati pada tahun 2022 yang meneliti tentang “Pengaruh harga, Kualitas Produk dan Diskon terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa Yogyakarta di Shopee”. Berdasarkan hasil analisis terdapat pengaruh yang signifikan antara harga, kualitas produk, dan diskon terhadap keputusan pembelian. Selain itu dari penelitian ini juga diketahui bahwa kualitas produk mendominasi dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Diketahui pula bahwa semua variabel bebas berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat dengan presentase sebesar 54,6%. Keputusan pembelian (variabel terikat) dipengaruhi oleh variabel bebas sedangkan sisanya sebesar 45,4%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini.33
Penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu sama- sama menggunakan variabel harga dan diskon yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada shopee, namun terdapat perbedaan
33 SITI NURHAYATI, “Pengaruh Harga, Kualitas Produk, Dan Diskon Terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa Yogyakarta Di Shopee,” Albama: Jurnal Bisnis Administrasi Dan Manajemen 15, no. 2 (2022): 24, https://doi.org/10.56606/albama.v15i2.74.
dimana penelitian di atas menggunakan variabel kualitas produk untuk variabel lainnya, sehingga akan memberikan hasil penelitian yang berbeda.
6. Penelitian yang dilakukan oleh Novitasari Nainggolan dan Taufik Parinduri pada tahun 2020 yang meneliti tentang “Pengaruh Potongan Harga dna Bonus terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Minimarket Indomaret Serbelawan”. Hasil Analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Variabel potongan harga (X1) t hitung lebih besar daripada nilai t tabel yaitu 2.286 > 1.997 dengan tingkat signifikan 0.000 < 0.05. Dan variabel bonus (X2) nilai t hitung lebih besar daripada nilai ttabel yaitu 3.275 > 1.997 dengan tingkat signifikan 0.000 <
0.05 . Secara simultan potongan harga dan bonus berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian konsumen. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 38,147 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05.
Apabila semakin tinggi potongan harga dan bonus yang diberikan kepada calon konsumen, maka semakin tinggi pula calon konsumen memutuskan untuk melakukan pembelian.34
Penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu sama- sama menggunakan variabel diskon yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada shopee, namun terdapat perbeaan dimana penelitian di atas menggunakan variabel bonus untuk variabel lainnya serta bukan sebuah pembelian online, sehingga akan memberikan hasil penelitian yang berbeda.
34 Nainggolan and Taufik Parinduri, “Pengaruh Potongan Harga Dan Bonus Terhadap Pembelian Konsumen Minimarket Indomaret Serbelawan.”
7. Penelitian yang dilakukan oleh Rizky Fitra Ananda, Erwin Saputra Siregar dan Ogi Saputra pada tahun 2023 yang meneliti tentang “Pengaruh Diskon Harga dan Endorrment terhadap Keputusan pembelian di Tiktok (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi)”.
Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variabel Diskon Harga (X1) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian di TikTok. Dengan nilai t hitung > t tabel sebesar 2,650 >1,985 dan nilai signifikansi yang dihasilkan sebesar 0,009 < 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variabel Endorsment (X2) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian di TikTok. Dengan nilai t hitung > t tabel sebesar 4,010 > 1,985 dan nilai signifikansi yang dihasilkan sebesar 0,000 < 0,05, maka H2 diterima dan H0 ditolak.35
Penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu sama- sama menggunakan variabel diskon yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada jual beli online. namun terdapat perbedaan dimana penelitian di atas menggunakan variabel endorsmen untuk variabel lainnya, sehingga akan memberikan hasil penelitian yang berbeda.
8. Penelitian yang dilakukan oleh Harjoni Desky, Rina Murinda dan Razali pada tahun 2022 yang meneliti tentang “pengaruh Persepsi Keamanan,
35 Ananda, Siregar, and Saputra, “Pengaruh Diskon Harga Dan Endorsment Keputusan Pembelian Di Tiktok(Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam STS Jambi).”
Kualitas Informasi dan Kepercayaan terhadap Keputusan Pembelian Online (Studi Kasus pada Konsumen Shopee di Kota Lhokseumawe”.
Penelitian ini berjenis kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persepsi keamanan, kualitas informasi, dan kepercayaan secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian, sedangkan persepsi keamanan secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, sedangkan kualitas informasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian.36
Penelitian di atas memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu sama- sama menggunakan variabel keputusan pembelian konsumen pada jual beli online di apliaksi shopee. namun terdapat perbedaan dimana penelitian di atas menggunakan variabel persepsi keamanan, kualitas informasi dan kepercayaan sebagai variabel independen, sehingga akan memberikan hasil penelitian yang berbeda.
C. Kerangka Pemikiran
1. Hubungan Harga dengan Keputusan Pembelian
Harga merupakan faktor utama dalam membuat keputusan pembelian. Mengingat nilai produk dan kendala keuangan konsumen, pembeli akan menilai apakah harganya masuk akal atau tidak. Beberapa pembeli mempertimbangkan harga saat memilih produk. Semakin rendah harga yang ditawarkan oleh sebuah Perusahaan maka semakin tinggi minat konsumen untuk membeli sebuah produk. Sebaliknya, jika tinggi harga yang ditawarkan oleh perusahaan maka semakin rendah minat konsumen
36 Harjoni Desky, Rina Murinda, and Razali Razali, “Pengaruh Persepsi Keamanan, Kualitas Informasi Dan Kepercayaan Terhadap Keputusan Pembelian Online,” Owner 6, no. 2 (2022): 1812–29, https://doi.org/10.33395/owner.v6i2.772.
untuk membeli sebuah produk. Namun disamping itu beberapa konsumen beranggapan bahwa tinggi rendahnya harga sebuah produk menentukan kualitas produk yang dijual. Pemahaman tentang nilai yang akan diberikan pelanggan kepada produk adalah kunci untuk menentukan harga produk.
Menurut Winda Arum Pinasty dan Muhammad Alhada Fuadilah habib bahwa harga dapat mempengaruhi sebuah keputusan pembelian, apabila harga yang ditawarkan terjangkau dan sesuai dengan manfaat yang dirasakan oleh calon komsumen maka hal tersebut dapat meningkatkan keputusan pembelian komsumen. 37 Variabel harga terbukti membawa dampak terhadap keputusan pembelian. Hal yang sama dikememukakan oleh Kuswanto dan resista Vikaliana dalam penelitiannya menyatakan bahwa harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian.38 Harga akan membantu konsumen dalam menentukan keputusan pembelian ketika konsumen dihadapkan beberapa produk yang ditawarkan. Itulah sebabnya penetapan harga dalam sebuah produk sangat berperan penting terhadap keputusan pembelian konsumen.
2. Hubungan Diskon dengan Keputusan Pembelian
Hubungan diskon dengan keputusan pembelian memiliki pengaruh yang positif. Diskon merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk menarik konsumen agar melakukan pembelian atas produk atau jasa yang ditawarkan. Semakin menarik penawaran diskon
37 Pinasty and Habib, “Pengaruh Harga, Promosi, Dan Ulasan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Marketplace Shopee Pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Angkatan 2019-2022.”
38 Kuswanto and Vikaliana, “Pengaruh Harga Dan Ulasan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Online.”
yang diberikan oleh perusahaan makan semakin tinggi tingkat ketertarikan sehingga konsumen akan melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk atau jasa yang sedang ada promosi diskon.
Strategi penetapan harga diskon sangat penting untuk menarik perhatian konsumen. Harga yang tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk suatu barang dan harga tersebut dapat memberikan pertimbangan keputusan pembelian. Penelitian yang telah dilakukan Deva Yanti Mamusung yang menyatakan bahwa Potongan harga berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan pembelian.39
3. Hubungan Ulasan Produk dengan Keputusan Pembelian
Hubungan penilaian produk dan keputusan pembelian memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Keputusan pembelian adalah keputusan akhir yang dibuat oleh konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa dengan pertimbangan tertentu. Penilaian produk adalah cakupan dari penilaian atau ulasan dari pembeli yang telah menyelesaikan pembelian. Biasanya pembeli akan melihat informasi produk dari penilaian produk atau ulasan pembeli sebelum mengambil keputusan pembelian.
Teori ini sejalan dengan hasil penelitian Rizka Rahayu dan Budiyanto yang menyatakan ulasan produk memberikan pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. 40
39 Mamusung, “Pengaruh Potongan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Pada Platform E-Commerce Shopee Di Desa Ratatotok.”
40 Rahayu and Budiyanto, “Pengaruh Harga, Ulasan Produk Dan Metode Pembayaran Terhadap Keputusan Pembelian Pada Market Place Shopee (Studi Kasus Kepada Konsumen Shopee Di Surabaya).”
Dari latar belakang landasan teori yang telah dipaparkan makan penulis menyusun kerangka berfikir sebagai berikut:
Gambar 2.1 : Kerangka Pemikiran
D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan penjelasan di atas dapat di ketahui Hipotesis sebagai berikut:
Ha1 : Ada pengaruh harga terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
H01 : Tidak ada pengaruh harga terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
Ha2 : Ada pengaruh diskon terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
Harga (X1)
Diskon (X1)
Ulasan Produk (X3)
Keputusan Pembelian (Y)
Uji F Uji t
Ho2 : Tidak ada pengaruh diskon terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
Ha3 : Ada pengaruh ulasan produk terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
H03 : Tidak ada pengaruh ulasan produk terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
Ha4 : Ada pengaruh harga, diskon dan ulasan produk secara simultan terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
H04 : Tidak ada pengaruh harga, diskon dan ulasan produk secara simultan terhadap keputusan pembelian produk fashion di Shopee pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe.
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada mahasisa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe. Adapun alasan penulis memilih lokasi tersebut karena keterjangkauan lokasi penelitian oleh penulis, baik dilihat dari segi tenaga, dana maupun dari segi efisien waktu. Pelaksanaan studi di lokasi yang telah dipilih tidak menimbulkan masalah dalam kaitannya dengan kemampuan tenaga peneliti. Selain itu, pemilihan lokasi penelitian ini karena merupakan daerah tempat tinggal penulis, sehingga memudahkan penulis dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan nantinya.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian analisis data bersifat kuantitatif yang berbentuk angka atau data yang berbentuk kata, kalimat atau skema gambar yang diangkakan. Analisis kuantitatif bertujuan untuk mengolah data yang ada menjadi informasi dalam bentuk angka sehingga memudahkan peneliti dalam mempresentasikan hasil secara objektif.1
B. Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh kelompok item atau subjek yang dipilih oleh peneliti untuk diselidiki untuk mendapatkan kesimpulan dari sifat dan kualitas
1 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2021). 65.
39
spesifik mereka.2 Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Lhokseumawe yang berjumlah 467 mahasiswa.3
Sampel dalam penelitian ini adalah hal atau subjek penelitian yang dipilih untuk mewakili populasi secara lengkap berdasarkan populasi tersebut di atas.
Menurut Umar pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, yaitu:
𝑛 = N
1 + N (e)2 Keterangan :
n = Jumlah Sampel
N = Jumlah Keseluruhan populasi I = Jumlah Konstatanta
e2 = Margin of Error, tingkat kesalahan maksimun yang dapat ditolerir adalah (10%).
Dari rumus diatas, maka besar sampel yang didapat adalah:
𝑛 = N
1 + N (e)2 n = 467
1 + 467 x 0.12
= 467
1 + 467 x 0.01
= 467
= 82.32 (dibulatkan menjadi 82)5,67
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 82 mahasiswa. Dari jumlah mahasiswa tersebut, maka peneliti menggunakan teknik accidental sampling
2 Sugiyono, “Metode Penelitian Bisnis,” Alfabeta, 2013.
3 Akademik IAIN Lhokseumawe Tahun 2025.
dalam menggunakan responden yang tepat yaitu pengambilan sampel dimana secara kebetulan melakukan pembelian melalui aplikasi shopee.
C. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data a. Sumber Data
1. Sumber data primer
Sumber data primer dalam penelitian ini adalah berdasarkan hasil pembagian angket kepada setiap pengikut yang dipilih, karena penelitian ini bersifat penelitian primer yaitu data yang dibuat oleh peneliti untuk maksud khusus menyelesaikan permasalahan yang sedang ditanganinya.
Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan.
2. Sumber data sekunder
Sumber data sekunder yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jurnal, artikel, buku, dan dokumen-dokumen usaha yang berdasarkan rumusan masalah yang ingin diselesaikan.
b. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yaitu berupa sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dan responden. Adapun alasan