NATIONAL BUSINESS PLAN
Pembuatan Aplikasi dan Website Sebagai Sarana Pemasaran dan Penjualan Produk UMKM
Tim Dapur Rancabungur
Nama Ketua Siti Nuraisah
Nama Anggota I Sela Simanjuntak Nama Anggota II Aura Syifa Putri
i
LEMBAR ORISINALITAS KARYA BUSINESS PLAN COMPETITION TYC 2025
“Empowering Youthpreneurs: Digital Innovations for Sustainable Growth.”
Sub Tema : Bisnis Digital
Judul Ide Bisnis : Pembuatan Aplikasi dan Website Sebagai Sarana Pemasaran dan Penjualan Produk UMKM
Nama Ketua : Siti Nuraisah Nama Anggota 1 : Sela Simanjuntak Nama Anggota 2 : Aura Syifa Putri Asal Universitas : Universitas Pakuan
Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa Business Model Canvas dengan judul diatas yang diikutsertakan dalam benar merupakan karya orisinal yang kami buat dan belum pernah meraih juara pada ajang lomba manapun.
Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Apabila terbukti melakukan kecurangan, maka kami siap didiskualifikasi dan menerima konsekuensi sebagai bentuk pertanggung jawaban kami.
Bogor, 2 Februari 2025 Ketua Tim
(Siti Nuraisah) NIM. 022122041
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga proposal business plan ini dapat disusun dengan baik. Proposal ini berjudul "Pembuatan Aplikasi dan Website Sebagai Sarana Pemasaran dan Penjualan Produk UMKM", yang bertujuan untuk menciptakan solusi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar mereka.
UMKM merupakan salah satu pilar utama dalam perekonomian Indonesia.
Namun, banyak pelaku usaha yang masih menghadapi kendala dalam pemasaran dan penjualan produk secara digital. Oleh karena itu, melalui pengembangan aplikasi dan website ini, kami berupaya menyediakan platform yang inovatif dan mudah digunakan, sehingga UMKM dapat lebih mudah menjangkau pelanggan serta meningkatkan penjualan secara efektif.
Proposal ini disusun dengan harapan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai konsep bisnis, strategi, serta rencana operasional dan finansial dalam mewujudkan platform ini. Kami juga berharap proposal ini dapat menjadi referensi bagi investor, mitra, maupun pihak terkait yang tertarik untuk berkontribusi dalam pengembangan solusi digital bagi UMKM.
Kami menyadari bahwa proposal ini masih memiliki keterbatasan, sehingga kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun. Semoga proposal ini dapat memberikan manfaat serta menjadi langkah awal dalam mendukung perkembangan UMKM di era digital.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini. Semoga upaya ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM dan perekonomian secara keseluruhan.
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR GAMBAR ... v
EXECUTIVE SUMMARY ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Usaha ... 1
1.2 Visi dan Misi Usaha ... 4
1.3 Struktur Organisasi ... 4
1.4 Tujuan Usaha ... 5
BAB II PEMBAHASAN ... 6
2.1 Deskripsi Produk ... 6
2.2 Mekanisme Produk ... 7
2.3 Analisis SWOT ... 7
2.4 Target Pasar ... 8
2.5 Strategi Bisnis ... 9
2.6 Strategi Pemasaran ... 9
BAB III RENCANA KEUANGAN ... 10
3.1 Permodalan ... 10
3.2 Biaya Operasional (Bulanan) ... 10
3.3 Analisis Titik Impas (BEP) ... 10
3.4 Perhitungan Kelayakan Usaha ... 11
BAB IV BUSINESS MODEL CANVAS ... 12
4.1 Customer Segments ... 12
4.2 Customer Relationship ... 12
4.3 Channels ... 12
4.4 Value Proposition... 13
4.5 Key Activities ... 13
4.6 Key Resources ... 13
4.7 Key Partners ... 14
4.8 Revenue Streams ... 14
4.9 Cost Structure... 14
BAB V PENUTUP ... 16
5.1 Kesimpulan ... 16
5.2 Saran ... 16
DAFTAR PUSTAKA ... 17
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Fitur Produk 1 ... 7
Tabel 2.2 Target Pasar 1 ... 9
Tabel 3.1 Estimasi Kebutuhan Awal 1 ... 10
Tabel 3.2 Biaya Operasional (Bulanan) 1 ... 10
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Global Digital Headlines 1 ... 2
Gambar 4.1 BMC 1 ... 15
vi
EXECUTIVE SUMMARY 1. Permasalahan yang Dihadapi
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam pemasaran dan penjualan produk mereka, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital. Tantangan utama yang dihadapi UMKM meliputi:
1) Keterbatasan akses ke platform digital yang efektif untuk menjual produk.
2) Kurangnya pemahaman tentang strategi pemasaran online.
3) Persaingan dengan produk dari bisnis skala besar yang sudah lebih dahulu menguasai pasar digital.
Dari permasalahan yang dihadapi atas uraian diatas, maka dapat kita identifikasi bahwa tanpa solusi yang tepat, UMKM akan terus mengalami kesulitan dalam meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar mereka.
2. Solusi yang Ditawarkan
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, kami menghadirkan aplikasi dan website sebagai platform digital bagi UMKM untuk menjual dan mempromosikan produk mereka secara lebih luas dan efektif. Platform ini dirancang agar mudah digunakan oleh UMKM dan dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung pertumbuhan bisnis mereka, seperti:
1) Marketplace digital yang memungkinkan UMKM menjual produk secara langsung kepada konsumen.
2) Sistem pembayaran terintegrasi untuk mempermudah transaksi.
3) Fitur pemasaran digital untuk membantu UMKM meningkatkan eksposur produk mereka.
4) Layanan edukasi dan pendampingan dalam pemanfaatan platform digital.
3. Nilai Tambah dari Solusi Ini
Aplikasi dan website ini memberikan beberapa keuntungan utama bagi UMKM, antara lain:
vii
1) Meningkatkan visibilitas produk UMKM dengan menjangkau pasar yang lebih luas.
2) Mempermudah transaksi melalui sistem pembayaran digital yang aman dan efisien.
3) Membantu UMKM meningkatkan pendapatan dengan strategi pemasaran berbasis data.
4) Mendorong transformasi digital bagi UMKM, sehingga mereka dapat lebih kompetitif di pasar digital.
4. Kesimpulan
Pengembangan aplikasi dan website ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan UMKM di era digital. Dengan adanya platform ini, UMKM dapat lebih mudah beradaptasi dengan tren pasar, meningkatkan penjualan, dan mempercepat pertumbuhan bisnis mereka.
Solusi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal dan nasional. Oleh karena itu, implementasi dan pengembangan platform ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha
Sejarah Media Sosial
Dikutip dari laman online maryville.edu, awal mula terciptanya media sosial sendiri terjadi pada 24 Mei 1844. Media sosial awalnya adalah serangkaian titik dan garis elektronik yang diketik pada mesin telegraf. Pada waktu ini juga, Samuel Morse mengirimkan pesan telegraf untuk kali pertama kepada publik.
Akar komunikasi digital bersamaan dengan asal usul internet modern dan pengertian media sosial saat ini dipelopori oleh munculnya Advanced Research Projects Agency Network (Arpanet) yang dilakukan pada tahun 1969. Jaringan digital ini diciptakan oleh Departemen Pertahanan AS untuk menghubungkan para ilmuwan dari empat universitas untuk saling berbagi perangkat lunak, perangkat keras, dan data lainnya.
Kemudian, pada tahun 1987, National Science Foundation meluncurkan jaringan digital nasional yang lebih kuat dengan nama NSFNET. Setelah berjalan selama satu dekade, tepatnya pada tahun 1997, National Science Foundation meluncurkan platform media sosial pertamanya kepada publik.
Namun, menurut The History of Social Networking di situs Digital Trends, tumbuh dan kembangnya internet pada sekitar tahun 1980 hingga 1990 berpotensi untuk memperkenalkan layanan komunikasi online, misalnya seperti CompuServe, America Online, dan Prodigy. Layanan komunikasi ini berhasil menyediakan kepada pengguna untuk berinteraksi melalui email, pesan papan buletin, hingga obrolan online realtime.
Hal tersebut yang menjadi salah satu pendorong lahirnya jaringan media sosial paling awal, yakni Six Degrees yang meluncur pada tahun 1997. Six Degrees sendiri merupakan sebuah platform media sosial pertama yang bisa membuat pengguna untuk saling terhubung dengan kontak dunia nyata, misalnya seperti membuat profil di dalam database.
Setelah kemunculan media sosial Six Degrees yang ternyata hanya berumur pendek.
Pada tahun 2001, dunia teknologi komunikasi kembali membuat inovasi dengan menghadirkan sebuah media sosial baru yang bernama Friendster. Berbeda dengan nasib saudara tuanya, Friendster berhasil menarik jutaan pengguna dengan hanya melakukan pendaftaran alamat email dan jaringan online dasar.
2
Sementara itu, sebagai salah satu bentuk awal yang lain dari layanan komunikasi media sosial, setelah diluncurkan pada tahun 1999, weblog atau blog yang bernama situs penerbitan Livejournal mulai banyak diminati oleh banyak orang. mendapatkan popularitas yang tinggi. Sementara itu, berselang beberapa tahun, platform penerbitan Blogger yang dibuat oleh perusahaan teknologi Pyra Labs secara resmi dibeli oleh Google pada tahun 2003.
Tren Data Pengguna Internet dan Media sosial Tahun 2024 di Dunia
Gambar 1.1 Global Digital Headlines 1
Dari gambar 1.2, waktu rata-rata setiap hari dalam penggunaan internet: 7 jam, 38 menit. Rata-rata setiap hari waktu melihat televisi (broadcast, streaming dan video tentang permintaan): 2 jam, 41 menit. Rata-rata setiap hari waktu menggunakan media sosial melalui perangkat apa pun: 3 jam, 11 menit. Rata-rata setiap hari waktu menghabiskan mendapatkan musik: 1 jam, 31 menit. Rata-rata setiap hari waktu bermain game: 1 jam, 12 menit.
Alasan Utama Orang di Indonesia Menggunakan Internet (Tahun 2024)
(Gambar 1.2 Alasan Utama Orang di indonesia menggunakan internet)
3
Dari gambar 1.3, sebanyak 83,1% menggunakan internet untuk menemukan informasi. Sedangkan 70,9% menggunakan internet untuk berhubungan dengan teman dan keluarga. Sementara 70,6% menggunakan internet untuk menemukan ide-ide baru dan inspirasi. Sebanyak 62,9% menggunakan internet untuk mengisi waktu luang dan 61,1% menggunakan internet untuk mengikuti berita dan kejadian terkini. Sebanyak 60,6% menggunakan internet untuk menonton video, tv dan film.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usahanya, terutama dalam pemasaran dan distribusi produk. Persaingan dengan produk dari perusahaan besar, keterbatasan akses ke pasar yang lebih luas, serta kurangnya pemahaman dalam pemasaran digital menjadi hambatan utama yang dihadapi oleh UMKM.
Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi menjadi solusi yang efektif untuk membantu UMKM memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing mereka.
Namun, tidak semua pelaku UMKM memiliki kemampuan dan akses untuk memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan sebuah platform yang dapat membantu UMKM dalam memasarkan dan menjual produk mereka secara lebih luas, efisien, dan profesional.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, kami mengembangkan aplikasi dan website sebagai sarana pengembangan penjualan produk UMKM. Platform ini dirancang untuk menjadi marketplace digital yang memungkinkan UMKM menjual produknya dengan mudah, dilengkapi dengan fitur pemasaran digital, sistem pembayaran terintegrasi, serta edukasi bisnis bagi pelaku UMKM. Dengan adanya platform ini, diharapkan UMKM dapat berkembang lebih pesat, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian nasional.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia pada tahun 2024 mencapai lebih dari 65 juta unit. UMKM ini tersebar di berbagai sektor, termasuk kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga teknologi digital. (indonesia.go.id)
UMKM berperan signifikan dalam perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp8.573
4
triliun setiap tahunnya. Selain itu, sektor ini menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja Indonesia, yaitu sekitar 116 juta orang. (ukmindonesia.id)
Meskipun jumlah UMKM terus meningkat, sektor ini masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal akses terhadap pembiayaan. Sekitar 46,6 juta UMKM masih belum memiliki akses permodalan dari lembaga keuangan. (kopkarspv.com)
Untuk mendukung pertumbuhan UMKM, pemerintah telah meluncurkan program "Level Up 2024" yang bertujuan mendorong digitalisasi bisnis UMKM.
Program ini diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan teknologi digital. (indonesia.go.id)
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada pembiayaan UMKM. Salah satunya adalah dengan memberikan kebijakan penghapusan kredit macet bagi UMKM tertentu hingga Mei 2025, untuk mendorong pertumbuhan pinjaman dan ekonomi. (reuters.com)
Secara keseluruhan, UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, dengan kontribusi yang signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Namun, tantangan seperti akses pembiayaan dan kebutuhan akan digitalisasi masih perlu diatasi untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
1.2 Visi dan Misi Usaha Visi
Menjadi platform digital terdepan dalam pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar mereka melalui teknologi yang inovatif.
Misi
1. Menyediakan marketplace digital yang mudah diakses dan digunakan oleh UMKM.
2. Mengintegrasikan sistem pembayaran yang aman dan efisien untuk memperlancar transaksi.
3. Memberikan edukasi dan pelatihan bagi UMKM dalam pemasaran dan manajemen bisnis digital.
4. Membangun ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan bisnis UMKM secara berkelanjutan.
5. Berkolaborasi dengan komunitas, pemerintah, dan sektor swasta untuk mempercepat transformasi digital UMKM.
1.3 Struktur Organisasi
5
Struktur organisasi dalam pengelolaan aplikasi LocaLoom terdiri dari:
1. CEO (Chief Executive Officer): Bertanggung jawab atas strategi bisnis dan pengembangan usaha.
2. CTO (Chief Technology Officer): Mengelola pengembangan dan pemeliharaan aplikasi serta website.
3. CMO (Chief Marketing Officer): Mengelola strategi pemasaran dan promosi.
4. CFO (Chief Financial Officer): Mengawasi keuangan dan strategi pendanaan.
5. Tim Operasional: Bertugas menangani customer service, onboarding UMKM, serta administrasi umum.
1.4 Tujuan Usaha
1. Membantu UMKM dalam melakukan digitalisasi bisnis mereka agar lebih kompetitif di era modern.
2. Mempermudah akses pemasaran bagi UMKM dengan menyediakan platform yang mudah digunakan.
3. Meningkatkan omzet dan profitabilitas UMKM melalui fitur-fitur pemasaran digital berbasis data.
4. Mendorong literasi digital bagi pelaku UMKM agar mereka dapat mengoptimalkan peluang bisnis secara online.
5. Menjadi ekosistem bisnis digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi UMKM di Indonesia.
6 BAB II PEMBAHASAN Deskripsi Produk
LocaLoom adalah aplikasi berbasis web dan mobile yang dirancang untuk mendukung pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka secara online. Aplikasi ini tidak hanya menjadi platform transaksi tetapi juga mendukung pengelolaan usaha secara menyeluruh. Dengan fitur-fitur modern yang mudah digunakan, LocaLoom membantu UMKM meningkatkan visibilitas, efisiensi operasional, dan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Fitur utama aplikasi meliputi:
a. Etalase Digital: Memungkinkan UMKM menampilkan produk mereka dengan detail lengkap, termasuk deskripsi, foto berkualitas tinggi, dan harga yang kompetitif. Etalase ini dirancang untuk menarik perhatian konsumen dan memberikan pengalaman belanja yang nyaman.
b. Sistem Pembayaran Aman: Mendukung berbagai metode pembayaran, seperti transfer bank, e-wallet, dan kartu kredit, dengan keamanan tinggi melalui enkripsi data.
c. Manajemen Inventaris: Fitur otomatis untuk memantau stok produk secara real-time, memberikan notifikasi ketika stok hampir habis, dan membantu UMKM mengelola inventaris secara efisien.
d. Pelatihan dan Edukasi: LocaLoom menyediakan modul pelatihan untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas produk dan pemasaran mereka.
e. Analitik Penjualan: Memberikan laporan penjualan secara detail, termasuk data performa produk, tren konsumen, dan saran untuk peningkatan strategi pemasaran.
Fitur Produk
Fitur Keuntungan
Etalase Digital
Menampilkan produk secara profesional untuk menarik perhatian konsumen.
Sistem Pembayaran
Mempermudah transaksi dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Analitik Bisnis
Memberikan data yang relevan untuk pengambilan keputusan strategis.
7 Pelatihan dan
Edukasi
Membantu UMKM berkembang melalui pengelolaan usaha yang lebih baik.
Tabel 2.1 Fitur Produk 1
Mekanisme Produk
Aplikasi LocaLoom dirancang dengan alur yang intuitif untuk memudahkan pengguna, baik UMKM maupun konsumen. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam mekanisme kerja aplikasi:
A. Aplikasi LocaLoom:
1. Pendaftaran: UMKM dapat mendaftar melalui aplikasi dengan mengisi informasi dasar, seperti nama usaha, kategori produk, dan kontak.
2. Unggah Produk: Pengguna dapat mengunggah foto produk berkualitas tinggi, menambahkan deskripsi yang informatif, dan menetapkan harga.
3. Pengelolaan Pesanan: Semua pesanan yang masuk akan dicatat secara otomatis di dashboard. UMKM dapat memantau status pesanan, mulai dari pemrosesan hingga pengiriman.
4. Notifikasi Real-Time: Memberikan notifikasi untuk pesanan baru, pembayaran yang berhasil, dan pengiriman yang selesai.
5. Pusat Bantuan: Fitur layanan pelanggan untuk membantu UMKM dengan pertanyaan atau masalah teknis.
B. Website LocaLoom:
1. Halaman Depan yang Menarik: Menampilkan produk unggulan, promosi, dan cerita sukses UMKM untuk menarik perhatian pengunjung.
2. Navigasi Mudah: Desain responsif dan ramah pengguna untuk mempermudah konsumen mencari produk yang diinginkan.
3. Fitur Pencarian: Konsumen dapat menggunakan filter kategori, harga, dan popularitas untuk menemukan produk dengan cepat.
4. Integrasi Pembayaran: Website dilengkapi dengan sistem pembayaran yang sama dengan aplikasi, sehingga memberikan fleksibilitas kepada konsumen.
5. Blog Edukasi: Berisi artikel tentang tips pemasaran, inspirasi bisnis, dan panduan penggunaan platform.
Analisis SWOT
8
Analisis SWOT berikut memberikan gambaran mendalam mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh LocaLoom:
A. Strengths (Kekuatan):
1. Platform User-Friendly: Aplikasi dirancang dengan antarmuka yang sederhana, sehingga mudah digunakan oleh semua kalangan.
2. Solusi Menyeluruh: Dari pemasaran hingga pengiriman, LocaLoom menyediakan semua kebutuhan UMKM dalam satu platform.
3. Fokus pada Edukasi: Program pelatihan meningkatkan kemampuan UMKM dalam pengelolaan usaha.
B. Weaknesses (Kelemahan):
1. Ketergantungan Mitra: Keberhasilan pengiriman dan pembayaran tergantung pada mitra eksternal.
2. Biaya Awal yang Tinggi: Pengembangan teknologi membutuhkan investasi besar.
C. Opportunities (Peluang):
1. Dukungan Pemerintah: Banyak inisiatif pemerintah yang mendukung digitalisasi UMKM.
2. Pertumbuhan E-Commerce: Tren belanja online terus meningkat di berbagai segmen masyarakat.
D. Threats (Ancaman):
1. Persaingan Ketat: Banyaknya platform e-commerce lain dapat menjadi tantangan.
2. Keamanan Data: Risiko pelanggaran data dapat merusak reputasi.
3. Keterbatasan infrastruktur: Keterbatasan infrastruktur internet di daerah terpencil.
Target Pasar
Target pasar LocaLoom mencakup UMKM yang ingin memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Berikut adalah segmentasi target pasar:
Kategori Detail
UMKM Makanan
Pengusaha lokal yang menjual makanan khas daerah.
UMKM Kerajinan
Pengrajin yang menghasilkan barang seperti tas, hiasan, dan aksesoris.
UMKM Fashion
Produsen pakaian atau aksesoris yang membutuhkan platform digital.
9 Pemilik Usaha
di Desa
UMKM yang ingin memperluas pasar ke kota besar.
Tabel 2.2 Target Pasar 1
Strategi Bisnis
a. Kemitraan Strategis: Berkolaborasi dengan penyedia teknologi, mitra logistik, dan lembaga keuangan untuk memperkuat ekosistem aplikasi. Menggandeng komunitas lokal dan pemerintah untuk mendukung keberlanjutan program.
b. Pengembangan Teknologi: Menyediakan fitur-fitur inovatif yang relevan dengan kebutuhan pasar dan memastikan keamanan data pengguna dengan sistem keamanan yang canggih.
c. Dukungan UMKM: Menyediakan program pelatihan gratis dan berbayar untuk pelaku UMKM agar lebih memahami pemasaran digital dan pengelolaan bisnis.
Strategi Pemasaran
a. Pemasaran Digital: Menggunakan media sosial dan iklan digital untuk menjangkau target pasar lebih luas dan mengoptimalkan SEO untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari.
b. Kampanye Kesadaran: Mengadakan kampanye "Bangga Produk Lokal" untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap produk UMKM.
c. Kolaborasi Komunitas: Bekerja sama dengan komunitas UMKM untuk memperluas jaringan pengguna dan mengadakan bazar atau pameran untuk memperkenalkan aplikasi.
10 BAB III
RENCANA KEUANGAN Permodalan
Sumber Modal : 1. Modal pribadi
2. Hibah atau bantuan dari komunitas/pemerintah 3. Pendanaan dari crowdfunding
Estimasi Kebutuhan Modal Awal:
Kebutuhan Estimasi Biaya (Rp)
Pengembangan website sederhana
(WordPress/No-Code) Rp 5,000,000.00
Pembuatan aplikasi berbasis web (PWA) Rp 7,000,000.00 Hosting & domain (1 Tahun) Rp 1,500,000.00 Biaya Pemasaran awal (Iklan, Branding, Media
Sosial) Rp 5,000,000.00
Biaya Legalitas & administrasi (izin usaha, dll) Rp 2,000,000.00 Operasional 2-3 bulan awal (tim kecil, internet,
tools, dll) Rp 4,500,000.00
Total Modal Awal Rp 25,000,000.00
Tabel 3.1 Estimasi Kebutuhan Awal 1
Biaya Operasional (Bulanan)
Kebutuhan Estimasi Biaya (Rp)
Hosting & domain (dibagi per bulan) Rp 125,000.00 Biaya Pemasaran (Iklan & konten digital) Rp 1,500,000.00 Operasional dasar (Internet, software, tools) Rp 500,000.00 Customer service & administrasi Rp 1,000,000.00 Total Modal Awal Rp 3,125,000.00
Tabel 3.2 Biaya Operasional (Bulanan) 1
Analisis Titik Impas (BEP) Sumber Pendapatan:
1. Komisi per transaksi dari UMKM (misal 5-10%) 2. Biaya langganan UMKM untuk fitur premium 3. Pendapatan dari iklan mitra
11 Perhitungan BEP:
1. Jika pendapatan rata-rata per transaksi = Rp 5.000 2. Target transaksi per bulan untuk impas = 630 transaksi
3. Jika langganan premium dikenakan Rp 50.000/bulan untuk 50 UMKM, maka tambahan Rp 2.500.000
Dengan strategi ini, BEP bisa dicapai dalam 3-6 bulan dengan skala kecil.
Perhitungan Kelayakan Usaha ROI (Return on Investment)
1. Jika target laba bulanan Rp 5.000.000 setelah BEP
2. ROI per tahun = (5.000.000 x 12) / 25.000.000 x 100% = 240%
Payback Period (PP)
1. Jika laba bersih bulanan Rp 5.000.000 2. PP = 25.000.000 / 5.000.000 = 5 bulan
12 BAB IV
BUSINESS MODEL CANVAS Customer Segments
Target utama dari platform ini adalah:
1. Pelaku UMKM – Usaha kecil dan menengah yang ingin memasarkan produknya secara digital untuk menjangkau pelanggan lebih luas.
2. Konsumen umum – Masyarakat yang tertarik membeli produk lokal berkualitas dengan cara yang mudah dan praktis.
3. Komunitas dan asosiasi UMKM – Organisasi yang mendukung perkembangan UMKM dan membutuhkan platform digital untuk anggotanya.
4. Wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh khas desa.
5. Pemilik usaha kecil yang mencari produk khas untuk dijual kembali.
6. Generasi muda yang peduli pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
7. Pemerintah & Lembaga Pendukung UMKM – Instansi yang berperan dalam pemberdayaan UMKM dan dapat bermitra dalam pengembangan platform.
Customer Relationship
Untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan, strategi yang diterapkan meliputi:
1. Layanan pelanggan responsif – Dukungan pelanggan melalui chatbot, email, dan call center.
2. Sistem ulasan dan rating untuk meningkatkan kepercayaan
3. Edukasi dan pendampingan – Webinar, pelatihan digital marketing, dan panduan penggunaan aplikasi.
4. Loyalty program – Insentif bagi UMKM yang aktif menggunakan platform (contoh:
promosi gratis, diskon layanan premium).
5. Forum komunitas – Tempat berbagi pengalaman dan tips bagi UMKM agar lebih berkembang.
Channels
Platform ini akan digunakan dan dipasarkan melalui:
1. Website dan Aplikasi Mobile – Sebagai kanal utama penjualan dan promosi.
2. Media Sosial (Instagram, Facebook, TikTok, YouTube) – Untuk membangun brand awareness dan pemasaran produk UMKM.
3. Google Ads & Meta Ads – Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan melalui iklan digital.
13
4. Kemitraan dengan komunitas UMKM – Melalui asosiasi atau program pemerintah.
5. Event & bazar UMKM – Sebagai ajang promosi offline yang mendukung ekosistem digital platform ini.
Value Proposition
Platform ini memberikan nilai tambah bagi UMKM dan pelanggan dengan:
1. Membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM
2. Akses mudah ke pasar digital – UMKM dapat menjual produknya secara online tanpa perlu membangun website sendiri.
3. Sistem pembayaran terintegrasi – Mempermudah transaksi dengan berbagai metode pembayaran.
4. Fitur pemasaran digital – Membantu UMKM mempromosikan produknya dengan strategi berbasis data.
5. Dashboard analitik – Menyediakan laporan dan insight penjualan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
6. Dukungan edukasi – Membantu UMKM dalam mempelajari strategi pemasaran dan bisnis digital.
Key Activities
Kegiatan utama dalam bisnis ini meliputi:
1. Pengembangan dan pemeliharaan platform – Pembaruan fitur, perbaikan bug, dan optimalisasi pengalaman pengguna.
2. Onboarding UMKM – Pendampingan dalam proses pendaftaran dan penggunaan platform.
3. Strategi pemasaran & promosi – Kampanye digital untuk menarik lebih banyak pengguna.
4. Manajemen operasional & layanan pelanggan – Memastikan kelancaran transaksi dan kepuasan pengguna.
5. Pengembangan kemitraan – Menjalin kerja sama dengan komunitas, pemerintah, dan institusi terkait.
6. Pelatihan UMKM untuk standar produk dan pemasaran Key Resources
Sumber daya utama yang dibutuhkan dalam bisnis ini antara lain:
1. Teknologi & Infrastruktur – Server, hosting, domain, dan sistem keamanan data.
2. Tim Pengembang & Manajemen – Developer, UI/UX designer, serta tim operasional dan pemasaran.
14
3. Sumber daya keuangan – Untuk pengembangan platform, pemasaran, dan biaya operasional.
4. Jaringan mitra strategis – Komunitas UMKM, lembaga pendukung, serta penyedia layanan pembayaran.
Key Partners
Untuk menjalankan bisnis ini, diperlukan mitra strategis, antara lain:
1. Komunitas dan asosiasi UMKM – Sebagai pengguna utama platform dan mitra promosi.
2. Pemerintah dan lembaga terkait – Untuk dukungan regulasi dan pendanaan.
3. Penyedia layanan pembayaran digital – Integrasi dengan e-wallet, bank, dan payment gateway.
4. Platform pemasaran digital – Mitra seperti Google, Meta, dan influencer untuk meningkatkan jangkauan pasar.
Revenue Streams
Pendapatan bisnis ini diperoleh dari beberapa sumber, yaitu:
1. Komisi transaksi – Persentase dari setiap penjualan yang dilakukan melalui platform.
2. Paket langganan premium – UMKM yang ingin akses fitur eksklusif seperti promosi premium, analisis pasar, dan tools bisnis.
3. Pendapatan dari iklan – Sponsor atau brand yang ingin beriklan di dalam platform.
4. Layanan tambahan – Seperti jasa fotografi produk, pembuatan konten, dan konsultasi pemasaran.
5. Penjualan data dan analitik Kepada UMKM – untuk membantu mereka berkembang.
Cost Structure
Struktur biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis ini meliputi:
1. Pengembangan dan pemeliharaan platform – Biaya hosting, server, dan pembaruan fitur.
2. Biaya pemasaran & iklan – Promosi melalui digital ads dan event pemasaran.
3. Gaji dan operasional tim – Pengembang, customer service, dan tim pemasaran.
4. Biaya legalitas & administrasi – Perizinan usaha, pajak, dan lisensi teknologi.
5. Biaya pelatihan dan pengembangan UMKM
6. Biaya layanan pelanggan – Infrastruktur untuk memastikan kepuasan pengguna.
15
Gambar 4.1 BMC 1
1. Pelaku UMKM 1. Pengembangan dan 1. Membuka akses pasar yang 1. Layanan pelanggan responsif . 1. Pelaku UMKM 2. Konsumen Umum pemeliharaan website & lebih luas bagi UMKM. 2. Sistem ulasan dan rating untuk 2. Konsumen Umum 3. Komunitas dan Asosiasi UMKM aplikasi. 2. Akses mudah ke pasar digital meningkatkan kepercayaan. 3. Komunitas dan Asosiasi 4. Pemerintah & Lembaga 2. Onboarding UMKM 3. Sistem pembayaran 3. Edukasi dan Pendanpingan UMKM.
Pendukung UMKM 3. srategi pemasaran & Promosi terintegrasi. 4. Program loyalitas pelanggan 4. Wisatawan yang ingin 4. Manajemen Operasional 4. Fitur pemasan ddigital (poin belanja, diskon khusus). membawa oleh-oleh dan Layanan Pelanggan. 5. Dashboard Analitik 5. Forum Komunitas khas desa.
5. Pengembangan Kemitraan 6. Dukungan Edukasi 5. Pemilik usaha kecil yang
6. Pelatihan UMKM untuk mencari produk khas
standar produk dan pemasaran. untuk dijual kembali.
6. Generasi muda yang peduli pada keberlanjutan
dan pemberdayaan
masyarakat.
7. Pemerintah & Lembaga
1. Teknologi dan Infrastruktur 1. Website dan Aplikasi Mobile Pendukung UMKM.
2. Tim manajemen platform 2. Media Sosial
(Developer, UI/UX designer, (Instagram, Facebook, Tiktok,
Tim Operasional dan YouTube)
Pemasaran. 3. Google Ads & Meta Ads
3. Sumber Daya Keuangan 4. kemitraan dengan komunitas
4. Jaringan Mitra Strategis UMKM
5. Event & Bazar UMKM
1. Pengembangan dan pemeliharaan website & aplikasi 1. Komisi penjualan dari produk UMKM
2. Biaya pemasaran digital (iklan, SEO, media sosial) 2. Biaya langganan untuk UMKM yang ingin bergabung
3. Gaji pemasaran & iklan 3. Pendapatan iklan dari mitra atau sponsor
4. Biaya Legalitas & Administrasi 4. Biaya tambahan
5. Biaya Pelatihan dan Pengembangan UMKM (Jasa fotografi produk, pembuatan konten, dan konsultasi pemasaran).
6. Biaya Layanan Pelanggan 5. Penjualan data dan analitik kepada UMKM
(untuk membantu mereka berkembang).
COST STRUCTURE REVENUE STREAMS
DAPUR RANCABUNGUR : PENJUALAN PRODUK-PRODUK UMKM RANCABUNGUR MELALUI WEBSITE DAN APLIKASI ONLINE
KEY RESOURCES CHANNELS
KEY PARTNERS KEY ACTIVITIES VALUE PROPOSITIONS CUSTOMER RELATIONSHIP CUSTOMER SEGMENTS
16 BAB V PENUTUP Kesimpulan
Pengembangan aplikasi dan website LocaLoom menjadi solusi strategis bagi pelaku UMKM untuk menghadapi tantangan pemasaran dan penjualan digital. Dengan adanya platform ini, UMKM dapat lebih mudah menjangkau pelanggan, meningkatkan daya saing, serta mengoptimalkan transaksi dengan sistem pembayaran yang aman dan efisien. Selain sebagai marketplace, LocaLoom juga menawarkan fitur edukasi, analitik bisnis, dan pendampingan bagi UMKM agar lebih siap dalam menghadapi era digital. Dengan strategi bisnis yang tepat, aplikasi ini berpotensi memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM serta mendukung digitalisasi ekonomi di Indonesia.
Implementasi platform ini tidak hanya membantu UMKM, tetapi juga memberikan manfaat bagi konsumen dalam menemukan produk lokal berkualitas dan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi nasional.
Saran
1. Pengembangan Fitur Tambahan
a. Menambahkan fitur live chat antara penjual dan pembeli untuk meningkatkan interaksi.
b. Menyediakan fitur integrasi dengan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran UMKM.
c. Mengembangkan fitur loyalty program agar pelanggan lebih tertarik untuk berbelanja di platform.
2. Strategi Pemasaran yang Lebih Luas
a. Memanfaatkan influencer atau content creator untuk memperkenalkan platform kepada target pasar yang lebih besar.
b. Menjalin kerja sama dengan komunitas UMKM serta pemerintah daerah untuk mempercepat adopsi digital.
c. Mengadakan webinar atau pelatihan rutin bagi UMKM agar mereka lebih memahami strategi pemasaran digital.
3. Optimalisasi Infrastruktur Teknologi
a. Memastikan sistem keamanan data pengguna untuk menghindari kebocoran informasi.
b. Meningkatkan kecepatan dan kenyamanan penggunaan aplikasi agar lebih responsif bagi pengguna di berbagai daerah.
c. Menyediakan layanan customer support yang siap membantu UMKM dalam mengoperasikan aplikasi.
17
DAFTAR PUSTAKA
Indonesia.go.id. (2024). UMKM Indonesia Makin Kuat, Program Level Up 2024 Siap Dorong Digitalisasi Bisnis.
UKMIndonesia.id. (2024). Data UMKM: Jumlah dan Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia.
Kopkarspv.com. (2024). Kondisi Koperasi dan UMKM di Indonesia pada Tahun 2024.
Reuters.com. (2024). Indonesia Gives Small, Medium Businesses Six-Month Window for Loan Forgiveness.
Hootsuite (We are Social): Data Digital Indonesia 2024 - Dosen, Praktisi, Konsultan, Pembicara/Fasilitator Digital Marketing, Internet marketing, SEO, Technopreneur dan Bisnis Digital