7 - 1 Prosedur operasi standar
PROSEDUR DAN INSTRUKSI KERJA
PENGEMBANGAN SISDA
No : 007/SOP/SISDA/2011
7 - 2 Prosedur operasi standar
NAMA PEKERJAAN
: PENGEMBANGAN SISDA
TUJUAN : Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengembangan SISDA.
RUANG LINGKUP : Dokumen ini dibuat dan untuk diterapkan di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air guna memberikan acuan teknis dalam pelaksanaan pengembangan SISDA.
DEFINISI : 1. Sumber Daya Air adalah adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung di dalamnya.
2. Pengumpulan Data Sumber Daya Air adalah kegiatan yang bertujuan mengumpulkan data kondisi hidrologis, hidrometeorologis, hidrogeologis, kebijakan sumber daya air, prasarana sumber daya air, teknologi sumber daya air, lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya, serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air, yang bertujuan untuk mendukung pengelolaan SDA di Indonesia.
3. Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA) adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menghasilkan informasi mengenai kondisi hidrologis, hidrometeorologis, hidrogeologis, kebijakan sumber daya air, prasarana sumber daya air, teknologi sumber daya air, lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya, serta kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air, yang bertujuan untuk mendukung pengelolaan SDA di Indonesia.
REFERENSI : 1. UU No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air
2. PP No. 42/2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air 3. Panduan Pengembangan Sistem Informasi
KETENTUAN UMUM : 1. Untuk pengelolaan data SDA, diperlukan dukungan berupa pengembangan sistem informasi SISDA.
2. SISDA ini dibuat oleh direktorat teknis pembina pengelola data dan informasi SDA.
3. Pengembangan sistem aplikasi ini dapat dilaksanakan secara swakelola atau pun di pihak ketigakan.
4. Untuk mengetahui kebutuhan akan sistem informasi ini perlu dilakukan kegiatan rutin setiap tahun untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem bagi pengelola data SDA.
KEGIATAN DAN
TANGGUNG JAWAB
: 1. Prosedur pelaksanaan pengembangan sistem aplikasi SISDA selanjutnya dapat dilihat pada Lampiran 1.
2. Kegiatan sistem aplikasi SISDA dilakukan dengan tahap-tahap berikut ini :
a. Persiapan
-Susun program dan usulan kegiatan pengembangan sistem aplikasi SISDA.
b. Tahapan pengembangan sistem aplikasi SISDA:
- Melakukan koordinasi dengan pengelola data dan informasi
7 - 3 Prosedur operasi standar
SDA lainnya di pusat.;
- Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem aplikasi SISDA;
- Menentukan cara pelaksanaan kegiatan pengembangan sistem apakah swakelola atau dipihak ketigakan;
-Jika swakelola, tentukan tim pengembangan sistem;
-Jika dipihak ketigakan tentukan tim teknis untuk pendampingan pengembangan sistem;
- Memeriksa pelaksanaan pengembangan sistem;
- Menguji sistem aplikasi hasil pengembangan;
- Mengesahkan penggunaan sistem SISDA.
3. Tanggung jawab :
a. Koordinator pelaksana
- menyusun program dan usulan kegiatan pengembangan sistem aplikasi SISDA;
- berkoordinasi dengan pembina pengelolaan SISDA di pusat;
-meyusun personel pendamping untuk pengembangan sistem SISDA;
-menyusun personel pengembangan sistem SISDA;
- memeriksa pelaksanaan pengembangan sistem SISDA;
- menguji sistem aplikasi SISDA.
4. Petugas
-melaksanakan identifikasi kebutuhan sistem;
- melaksanakan pendampingan pengembangan sistem SISDA;
- melaksanakan pengembangan sistem SISDA.
5. Penanggung jawab kegiatan
- mengesahkan usulan kegiatan;
- mengesahkan sistem apikasi SISDA.
KONDISI KHUSUS : - -
REKAMAN : 1. Dokumentasi pengembangan sistem aplikasi SISDA 2. Source code sistem aplikasi SISDA
3. Master sistem aplikasi SISDA 4. Panduan penggunaan sistem
LAMPIRAN : 1. Bagan Alir Pelaksanaan Pengembangan Sistem Aplikasi SISDA
7 - 4 Prosedur operasi standar
L AMPIRAN
7 - 5 Prosedur operasi standar
Lampiran 1. Bagan Alir Pengembangan Sistem Aplikasi SISDA
No. Uraian Kegiatan Penanggung Jawab Kegiatan
Ketua/
Koordinator Kegiatan
Pelaksana
Kegiatan Target
1.
Menyusun program dan usulan kegiatan pengembangan sistem SISDA.
2. Memeriksa usulan program.
3. Mengidentifikasi kebutuhan sistem SISDA.
4. Berkoordinasi dengan pengelola data dan informasi SDA lainnya
5. Pemeriksaan pelaksanaaan uji validasi
6.
Menyusun tim pelaksana pengembangan sistem SISDA.
Pelaksanaan pengembangan sistem SISDA.
7.
Menyusun tim pendamping pengembangan sistem SISDA.
Pelaksanaan pendampingan pengembangan sistem SISDA.
8.
Memeriksa pelaksanaan pengembangan sistem SISDA.
9. Melaksanakan pengujian sistem bersama pengguna.
10. Memeriksa hasil pengujian
11. Mengesahkan SISDA
T
Pengesahan SISDA
SELESAI
Y Sesuai ? Pemeriksaan Pelaksanaan Pengembangan
Sistem
T Menyusun tim
pendamping pengembangan
sistem
Menyusun tim pendamping pengembangan
sistem
Pelaksanaan Pengujian Sistem
Sesuai ? Pemeriksaan Hasil
Pengujian
T Y
Identikasi kebutuhan sistem MULAI
Penyusunan Program dan usulan
petugas pelaksana
Y Memeriksa usulan
program dan petugas pelaksana
Disetujui ?
T
Swakelola ? Y
T Menyusun tim
pelaksana pengembangan
sistem Penentuan Cara
Pengembangan Sistem
Koodinasi dengan pengelola data lain
Pelaksanaan Pengembangan
Sistem
7 - 6 Prosedur operasi standar
Keterangan : - Penanggung jawab kegiatan = Pembina/Ka. Balai/Ka. Dinas
- Ketua/Koordinator Kegiatan = Kepala bagian/seksi yang membidangi OP irigasi atau datin
- Pelaksana Kegiatan = Juru, P3A, Surveyor/Enumerator