Proses Bisnis dalam Bidang Desain
Pemodelan dan
Informasi Bangunan
Keberhasilan perencanaan pada sebuah proyek bangunan gedung teergantung dari kesiapan dokumen perencanaan. Semua gedung harus melalui tahapan perencanaan bangunan yang baik, dengan landasan memenuhi persyaratan bangunan yang bagus.
Kecuali persyaratan kekuatan, semua persyaratan lain dari bangunan agar baik,
dilaksanakan pada tahap perencanaan. Persyaratan kekuatan dilakukan selama desain struktur komponen bangunan. Namun dalam perencanaanya tidak berbenturan dengan aturan undang-undang konstruksi dan tata ruang yang berlaku. Perencanaan dari
Bangunan adalah suatu seni yang dikombinasikan dengan ilmu sains.
by Erick Irwansyah Putra Negara
Prinsip Perencanaan Bangunan
1 Orientasi
Orientasi bangunan sangat penting untuk memaksimalkan penggunaan cahaya matahari dan ventilasi alami. Hal ini dapat membantu mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan kenyamanan penghuni.
2 Efisiensi
Efisiensi dalam desain bangunan dapat dicapai dengan memaksimalkan penggunaan ruang, meminimalkan pemborosan material, dan memilih material yang ramah lingkungan.
3 Energi
Desain bangunan yang hemat energi dapat dicapai dengan menggunakan material isolasi yang baik, sistem pencahayaan yang efisien, dan sistem ventilasi yang optimal.
4 Utilitas
Utilitas bangunan meliputi sistem air, listrik, gas, dan
pembuangan limbah. Desain yang baik memastikan bahwa
sistem utilitas berfungsi dengan baik dan mudah diakses.
Integrasi Pengetahuan Konstruksi
Pengetahuan Konstruksi
Pengintegrasian
pengetahuan mengenal
konstruksi yang dimiliki oleh para kontraktor untuk
memastikan desain tersebut dapat dilaksanakan di
lapangan, meningkatkan efiensi dan produktivitas kinerja proyek secara
keseluruhan ke dalam tahap perencanaan sangat penting.
Desain
Desain adalah kerangka bentuk rancangan untuk
membuat obyek baru dalam bentuk sebuah rencana.
Dalam bidang konstruksi, desain menjadi pusat
perhatian karena bertujuan untuk menonjolkan unsur suatu objek, sehingga
mencapai nilai artistik.
Efisiensi dan Produktivitas
Integrasi pengetahuan konstruksi dapat
meningkatkan efisiensi dan produktivitas proyek dengan meminimalkan kesalahan dan pemborosan, serta
memastikan bahwa desain
dapat diimplementasikan
dengan baik di lapangan.
Praktik Desain Arsitektur
Unsur Estetika
Pada praktek desain arsitektur dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika yang pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur yaitu obyek (figure) dan
latarbelakang (background).
Gambar Perencanaan Teknik
Membuat desain, spesifikasi dan gambar-gambar perencanaan teknik sebagai upaya untuk menentukan persyaratan bangunan yang diinginkan agar bangunan dapat berfungsi baik menjamin keselamatan (keamanan/kekuatan termasuk kenyamanan) dan kesehatan masyarakat penggunanya.
Alternatif Desain
Bangunan akan dibuat sesuai persyaratan/kriteria desain bangunan yang telah ditetapkan sesuai alternatif-alternatif desain/rancangan.
Dampak Lingkungan
Pemilihan desain harus mempertimbangkan dampak lingkungan yang muncul akibat dari pelaksanaan pekerjaan nanti.
Hasil Desain
Gambar Teknik/Gambar Perencanaan Berdasarkan hasil perhitungan dan spesifikasi teknis dicantumkan hal-hal penting yang berkenaan dengan mutu prasarana.
Jaminan Manfaat Hasil desain ini harus memberikan jaminan bahwa rencana bangunan
bermanfaat bagi masyarakat, rencana teknis bangunan sesuai standar teknis yaitu bangunan dapat berfungsi optimal, menjamin keselamatan (kekuatan dan keamanan), kesehatan warga pengguna, tidak menimbulkan dampak negatif atas lingkungan dan sosial-budaya setempat serta mudah dan aman diakses oleh warga pengguna bangunan.
Kemudahan Pelaksanaan dan Pemeliharaan Proses desain yang baik mempengaruhi kemudahan pelaksanaan di
lapangan dan mempengaruhi kemudahan dalam pemeliharaan. Jika dalam proses desain sudah memperhatikan proses pemeliharaan kedepannya, maka akan memudahkan proses pemeliharaan saat bangunan tersebut sudah di operasionalkan.
Kesalahan Desainer
Fokus Estetika
Menurut Hanif (2007) dalam Femi (2014) kesalahan yang paling sering dilakukan oleh desainer dalam mendesain bangunan adalah berfokus pada
tampilan elemen estetika terbaik dan tidak
memikirkan pemeliharaan, karena sebagian besar dari desainer beranggapan bahwa proses
pemeliharaan baru setelah bangunan selesai.
Perhatian Terhadap Pemeliharaan
Anggapan tersebut salah karena perhatian
terhadap pemeliharaan harus dimulai pada saat
tahap awal dalam proses desain.
Pemodelan
Model Fisik
Pemodelan merupakan pola atau contoh dari sesuatunyang akan dirancang Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis.
Tujuan Pemodelan
Tujuan pemodelan adalah untuk memberi prediksi, menganalisa yang mendekati kenyataan sebelum sistem di terapkan di lapangan. Model yang dibuat digolongkan menjadi pemodelan dua dimensi (2D). tiga dimensi (3D), empat dimens (4D).
Pemodelan Konstruksi
Pemodelan dalam pekerjaan. konstruksi bangunan merupakan hal utama yang dilakukan ketika merancang suatu struktur konstruksi bangunan. Pemodelan suatu konstruksi bangunan dilakukan pada fase perencanaan sehingga pada fase ini dihasilkan suatu produk perencanaan yaitu DED (Detailed Engineering Design) dan As Built Drawing sebagal shop drawing sebelum melaksanakan konstruksi.
Pemodelan Pasca Konstruksi
Dalam beberapa hal pemodelan dilakukan saat pasca konstruksi yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kelayakan suatu struktur konstruksi bangunan dari segi efisiensi dan efektifitas terhadap pengerjaan, pemilihan material, dan penggunaan.
Peningkatan Mutu Desain Pemodelan
1 Kemampuan Manusia
Untuk menghasilkan mutu desain pemodelan diperlukan upaya
perbaikan berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses, dan lingkungan.
2 Proses
Untuk meningkatkan mutu tidak mudah, diperlukan usaha yang keras dan serius. Banyak perusahaan yang belum memahami bagaimana cara meningkatkan mutu atau tidak puas dengan mutu yang telah dicapai.
3 Lingkungan
Desain dan pengembangan sistem biaya mutu untuk proyek konstruksi sampai saat ini telah dibatası karena kompleksitas yang terkait dengan pengelolaan informasi dari sejumlah perusahaan dengan pendekatan yang berbeda untuk mengelola kualitas (Love P. Irani Z, 2003).