A. Proses Pembelahan Meiosis I
Pada pembelahan meiosis I, nukleus membesar dan menyebabkan penyerapan air dari sitoplasma oleh inti sel meningkat sampai tiga kali lipat. Meiosis I terdiri dari tahapan atau fase-fase, yaitu interfase I, profase I, metafase I, anafase I, telofase I, dan interkinesis (tahap di antara meiosis I).
● Profase I
Tahap profase I terbagi lagi menjadi beberapa subfase nih, berdasarkan struktur dan apa yang dilakukan oleh kromosom di dalamnya. Tahapan-tahapan tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Leptoten, pada tahap ini, kromatin mengalami kondensasi atau memadat membentuk kromosom. Setelah fase leptoten selesai, fase zigoten dimulai.
2. Zigoten, pada fase ini, kromosom-kromosom akan saling berpasangan dengan homolognya membentuk sinapsis, yaitu titik temu antara dua kromosom homolog.
3. Pakiten, pada tahap ini, terjadi penggandaan lengan-lengan kromosom menjadi tetrad. Kemudian, mulai terbentuk chiasma (daerah pindah silang pasangan kromosom homolog pada pembelahan meiosis pertama).
4. Diploten, di tahap ini, kromatid mengalami pindah silang pada kiasma, sehingga terbentuk rekombinasi kromosom.
5. Diakinesis, pada fase diakinesis ini, membran inti menghilang dan sentrosom membelah menjadi dua sentriol yang bergerak ke
masing-masing kutub. Sentriol merupakan organel/komponen pada sel yang fungsi menarik kromosom ke masing-masing kutub.
● Metafase I
Pada tahap metafase I, kromosom bergerak di bidang ekuator dan sentriol mulai membentuk benang-benang spindel yang berikatan pada sentromer kromosom.
● Anafase I
Kemudian di tahap anafase I, kromosom homolog berpisah dan bergerak ke kutub yang berseberangan. Setiap kutub sel memperoleh setengah jumlah kromosom sel induk. Pada tahap ini, terjadi pengurangan atau reduksi jumlah kromosom akibat dari pemisahan kromosom homolog.
● Telofase I
Pada tahap telofase I, terjadi pembentukan anak inti pada setiap kutub dan terjadi juga sitokinesis. Sitokinesis adalah fase pembelahan atau pemisahan sitoplasma, organel, dan membran selular, sehingga akan menghasilkan dua sel yang disebut sel anak.
Masing-masing kromosom homolog terdiri dari dua kromatid (salah satu dari dua lengan hasil replikasi kromosom) yang sentromernya masih bergabung. Oh iya, pada telofase I, selnya membelah 2 dengan kromosom haploid (n). Ingat ya, haploid!
● Profase II
Tahap profase II dimulai dengan pembelahan dua sentriol menjadi sentriol baru.
Setiap pasang sentriol akan bergerak ke kutub yang berlawanan. Kemudian, nukleolus akan lenyap. Kromatin yang ada di tahap ini masih memadat menjadi kromosom.
● Metafase II
Kemudian di tahap metafase II, kromosom bergerak menuju bidang ekuator.
Sentromer terikat oleh benang spindel yang berasal dari sentriol.
● Anafase II
Pada tahap anafase II, benang spindel mulai menarik salinan kromosom.
Kromosom berpisah dan bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Kromosom tetap berupa haploid.
● Telofase II
Selanjutnya di tahap telofase II, masing-masing kutub memiliki sebuah kromosom yang haploid. Benang spindel pada akhirnya akan menghilang. Pada tahap ini, akan membentuk empat inti. Setiap inti memiliki setengah pasang kromosom (haploid) atau satu salinan DNA. Terakhir, terjadi tahap sitokinesis yang menghasilkan empat sel baru.
Nah, dari proses meiosis II, kamu bisa tahu ya bahwa hasil akhirnya adalah empat sel baru. Tidak ada pengurangan jumlah sel induk ke anaknya. Itulah yang membuat tahapan meiosis II bisa disebut juga dengan proses pembelahan mitosis atau pembelahan non reduksi.
-