Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berbasis android untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi metabolisme. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menemukan pengembangan bahan ajar berbasis android dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi metabolisme, (2) bahan ajar berbasis android efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi metabolisme.
5 HASIL PENELITIAN DAN
Hasil Pengumpulan Informasi dan Perencanaan
Penyusunan dan Pengembangan Produk (Desain
6 Bahan ajar sebagai sumber belajar
7 mengetahui apakah bahan ajar android
Keefektifan Model Produk Pengujian efektivitas bahan ajar
Berdasarkan tabel di atas, pemahaman siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.Dari data yang dihitung dapat dilihat rata-rata skor peningkatan hasil dari pre-test ke post-test. -test pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada kelompok kontrol.
9 Berdasarkan gambar 2
10 berbasis android efektif dalam
Kesimpulan dan Saran 1. Kesimpulan
- Saran
11 and Assesing. New York
The effect of mobile learning on student achievement and conversational skills, International Journal of Higher Education.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DAN GAYA BELAJAR “VAK” TERHADAP
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA MATERI EKOSISTEM
Gaya belajar VAK (visual, auditori dan kinestetik) tidak berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem. Interaksi model pembelajaran (PBL dan STAD) dengan gaya belajar VAK tidak berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem.
HUBUNGAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN DENGAN PARTISIPASI PELESTARIAN ORANGUTAN (Pongo
TANJUNG HARAPAN, KALIMANTAN TENGAH
- Pendahuluan
- Kajian Literatur
- Metode
- Hasil dan Pembahasan
- Kesimpulan
Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana kepedulian masyarakat desa Tanjung Harapan terkait dengan partisipasi dalam konservasi orangutan. Ada hubungan positif antara kepedulian lingkungan masyarakat Desa Tanjung Harapan dengan partisipasi dalam konservasi orangutan (Pongo pygmaeus Linnaeus, 1760).
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENERAPAN TEKNIK JIGSAW PADA KELAS XII IPA 4
CIKARANG PUSAT
- Metode apakah yang efektif dan efisien dalam meningkatkan hasil
- Bagaimana menciptakan pembelajaran siswa aktif yaitu
- Untuk mengetahui penerapan teknik Jigsaw dalam upaya
- Untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan atau efektivitas
- terjadinya saling ketergantungan secara positif (positive
- Metode Penelitian
- Perencanan (planing)
- Pelaksanaan tindakan (acting) Dalam tahap pelaksanaan
- Pengamatan (observing)
- Refleksi (reflecting)
- Hasil dan Pembahasan a. Deskripsi Pratindakan
Data hasil belajar dan persentase ketercapaian siswa kelas KKM kelas XII IPA 4 pada mata pelajaran pewarisan siklus I. Data hasil posttest sebagai hasil belajar siswa pada siklus II disajikan pada tabel 4 berikut.
Pembelajaran materi Substansi Hereditas pada kelas XII IPA 4
Terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA MATERI EKOSISTEM
- Kajian Literatur a. Hakikat Hasil Belajar Biologi
- Metode Metode penelitian yang digunakan
- Variabel Terikat
- Hasil dan Pembahasan a. Analisis Data
- Uji Homogenitas
- Uji Hipotesis (Uji-t)
- Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan telah
Berdasarkan distribusi nilai pretest siswa sebelum diajar dengan model pembelajaran PQ4R diperoleh nilai rata-rata 57,56 dan standar deviasi 7,56. Berdasarkan distribusi nilai posttest siswa setelah diajar dengan model pembelajaran PQ4R diperoleh nilai rata-rata 79,38 dan standar deviasi 7,62. Tabel.4 Gambaran hasil analisis uji normalitas pre dan post test dengan menggunakan model pembelajaran PQ4R.
Tabel.5 Rangkuman hasil analisis uji homogenitas pre dan post test dengan menggunakan model pembelajaran PQ4R. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran PQ4R terhadap hasil belajar siswa kelas X pada pokok bahasan ekosistem.
Pengaruh Media Pembelajaran dan Minat Belajar Siswa terhadap Penguasaan Konsep Ilmu Pengetahuan Alam
MinatBelajar
Dari sini dapat disimpulkan bahwa penguasaan konsep IPA dipengaruhi oleh salah satu minat belajar siswa. Ada pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap penguasaan konsep IPA di SMA Negeri Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur dibuktikan dengan tanda 0,004 < 0,05 dan angka F = 8,980. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang sangat penting pengaruh minat belajar terhadap penguasaan konsep IPA.
Terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara media pembelajaran dan minat belajar siswa terhadap penguasaan konsep IPA di SMP Negeri Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh interaktif yang tidak signifikan pada media pembelajaran dan minat belajar penguasaan konsep IPA.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL
DELITUA T.P.2015/2016
- Subjek Penelitian
- Jenis Penelitian
- Alat Pengumpul Data 1. Data Hasil Belajar
- Teknik Analisis Data
- Merekapitulasi nilai pretes sebelum tindakan dan nilai
- Merekapitulasi data observasi aktivitas belajar siswa
- Untuk hasil belajar, Secara klasikal 85% siswa
- Untuk aktivitas belajar siswa, 75% siswa aktif
- Data Siklus I I. Tahap Pelaksanaan
Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlu dicari solusi alternatif yang dapat meningkatkan hasil belajar dan mengaktifkan serta menciptakan siswa dalam proses belajar mengajar, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif. Jika konsep belajar mendapat perhatian yang tepat dalam proses belajar mengajar, maka akan tercapai suatu hasil belajar yang disebut prestasi. Dalam pendidikan formal yaitu sekolah, hasil belajar yang dimaksud dapat dilihat melalui tes yang dilakukan oleh guru.
Dengan penerapan model ini diharapkan akan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, karena dengan penerapan metode ini siswa akan terlibat aktif dan mampu menguasai materi pelajaran. Penerapan model dalam penelitian ini ditinjau dari aspek tingkat penguasaan materi pembelajaran siswa, ketuntasan belajar individu, ketuntasan belajar klasikal, indikator ketuntasan kinerja dengan membandingkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa setelah tindakan.
Nilai
Refleksi
- Kurangnya persiapan siswa mengenai materi yang
- Siswa tidak memperhatikan penjelasan dari kelompok
- Pada pengerjaan pretest dan posttest siswa masih kurang
- Siswa belum sepenuhnya aktif bertanya dan menjawab
- Guru memotivasi siswa agar lebih mempersiapkan diri di
- Guru harus lebih baik mengawasi siswa dalam
- Guru memberikan kartu pertanyaan dan dibagikan
Siswa belum sepenuhnya aktif bertanya dan aktif menjawab dengan tenang serta menjawab pertanyaan yang baik dari guru. Guru memotivasi siswa untuk lebih mempersiapkan diri di rumah untuk mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya 2. Guru harus lebih membimbing siswa dalam membimbing siswa dalam pengerjaan dengan pre test dan post test.
Guru memberikan kartu soal dan membagikan soal serta membagikannya kepada siswa agar siswa yang masih malu bertanya dapat menuliskan soalnya pada kartu tersebut, kemudian guru membacakan dan melempar soal kepada siswa yang telah menjawab soal tersebut.
Tahap Pelaksanaan
Nilai
- Dalam pengerjaan post test dan pre test masih ada siswa yang belum fokus dan masih mencontek dengan temannya
- Siswa masih ada yang belum berani mengajukan pendapat
- Guru lebih fokus mengawasi siswa saat mengerjakan soal-soal dan tempat duduk siswa diberi jarak antar temannya
- Setiap perwakilan kelompok membuat pertanyaan di kartu jawaban dan nantinya guru akan memilih dan melempar pertanyaan kepada siswa
Data diperoleh aktivitas siswa per kategori juga belum mencapai indikator ketuntasan yaitu <75%, perlu dilakukan tindakan perbaikan setelah siklus III. Pada pelaksanaan post test dan pre test masih terdapat siswa yang tidak fokus dan masih mencontek dengan temannya dan masih mencontek dengan temannya. Berdasarkan refleksi pada siklus II dilakukan upaya untuk mengatasi hambatan tersebut agar tidak muncul kembali pada siklus III termasuk tindakan tersebut.
Pada pertemuan kelima dan keenam pada siklus ketiga dengan materi sistem pertahanan tubuh manusia, dalam kegiatan pembelajaran pada siklus ini, setelah melakukan refleksi pada siklus kedua, guru lebih banyak meminta siswa untuk bertanya dan secara bergiliran memberikan pendapatnya memberi, penyampaian materi dalam bentuk ceramah sudah sangat sedikit oleh guru. Hasil rata-rata postes pada siklus III adalah 85,50, sehingga perbaikan pembelajaran dihentikan sampai siklus III.
Nilai
Penerapan model pembelajaran kooperatif Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI IPA SMA
Tahun Pembelajaran Yayasan Pendidikan Islam Delitua dengan persentase aktivitas belajar pada siklus I sebesar 62,05% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 72,26% dan pada siklus III menjadi 91,79%.
Penerapan model pembelajaran kooperatif Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan hasil belajar siswa. yakni pada siklus I
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING DAN MEDIA CD INTERAKTIF SISTEM GERAK MANUSIA
TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
SISWA SMP
Berdasarkan uraian di atas, hal ini menarik untuk dikaji guna mengetahui penggunaan metode pembelajaran Mind Mapping dengan media CD interaktif terhadap penguasaan konsep dan berpikir kritis siswa SMA. Hasil perhitungan statistik pada Tabel 3 dan 5 menunjukkan bahwa Metode Mind Mapping berpengaruh baik terhadap penguasaan konsep dan berpikir kritis siswa. Penggunaan metode Mind Mapping diketahui memberikan penguasaan konseptual dan kemampuan berpikir kritis siswa lebih baik dibandingkan dengan menggunakan metode diskusi.
Penggunaan media CD interaktif diketahui memberikan pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir kritis siswa lebih baik dibandingkan dengan penggunaan media fisik. Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan media pembelajaran dalam mempengaruhi penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa.
POTENSI PULAU BIRA BESAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR ANIMALIA SUBMATERI INVERTEBRATA
UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
- KAJIAN LITERATUR
- METODE
- HASIL DAN PEMBAHASAN
- KESIMPULAN DAN SARAN
Pemanfaatan dalam bidang pendidikan dapat dilakukan dengan menjadikan Pulau Bira Besar sebagai sumber belajar siswa. Potensi Pulau Bira Besar sebagai sumber belajar tentunya tergantung pada kemampuan guru dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan Pulau Bira Besar sebagai sumber belajar cenderung mendorong siswa untuk belajar mandiri.
Selain itu, dapat dilakukan uji minat dan hasil belajar siswa yang menggunakan Pulau Bira Besar sebagai sumber belajar. Pengembangan Sumber Belajar Berbasis Karakter Siswa (Upaya Optimalisasi Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (IRA).
HUBUNGAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DENGAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS GURU BIOLOGI
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang
Skor responden dari penelitian yang mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan sains dapat dilihat pada Tabel 1. Hal ini menunjukkan bahwa data skor keterampilan berpikir tingkat tinggi dan literasi sains berdistribusi normal. Nilai korelasi (0,362) yang kurang dari 0,5 menunjukkan bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi berkorelasi kurang kuat dengan literasi sains.
Hasil uji korelasi sederhana menunjukkan bahwa nilai signifikansi koefisien korelasi (p=0,117) lebih besar dari taraf signifikansi 0,05, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan literasi sains. Analisis Literasi Sains dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS Higher Order Thinking Skills) Siswa Kelas X SMA di Kota Soloks pada Muatan Biologi.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA PADA MATERI SISTEM
KOORDINASI
Tidak hanya untuk menunjang pembelajaran di kelas dan di rumah, tetapi juga untuk kebutuhan modul yang dilengkapi dengan pedoman praktikum yang dapat membantu mahasiswa untuk secara mandiri melakukan praktikum sederhana pada materi sistem koordinasi. Kemajuan teknologi saat ini dan tuntutan akan sumber belajar yang dapat mendukung siswa dalam belajar mandiri menuntut pengembangan modul berbasis multimedia yang dapat mendukung siswa dalam belajar mandiri. Siswa terlibat tatap muka dan online dan berpikir melalui diskusi akan membentuk komunitas belajar.
Hasil belajar dalam pembelajaran biologi meliputi hasil belajar kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan). Modul jenis ini akan lebih efektif dalam pembelajaran dan mampu meningkatkan minat belajar siswa (Alias, 2015).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS RISET DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF TERHADAP
HASIL BELAJAR PADA SISWA SMK
Oleh karena itu, perlu diterapkan model pembelajaran berbasis penelitian dan keterampilan berpikir kreatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebas berdasarkan model pembelajaran berbasis inkuiri dan keterampilan berpikir kreatif, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa. Untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis inkuiri dan model inkuiri kelompok, dilihat dari siswa dengan kemampuan berpikir kreatif tinggi dan siswa dengan kemampuan berpikir kreatif rendah.
Hasil belajar siswa yang memiliki keterampilan berpikir kreatif tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki keterampilan berpikir kreatif rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan berpikir kreatif untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal.
PENGARUH KETERAMPILAN PROSES SAINS TERINTEGRASI DAN PRESTASI BELAJAR TERHADAP
LITERASI SAINS PADA MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI
Rendahnya nilai rata-rata literasi sains calon guru biologi terkait dengan pekerjaan rumah LPTK. Pengaruh Keterampilan Proses Sains Terpadu (KPST) dan Prestasi Akademik (IPK) terhadap Literasi Sains pada Mahasiswa Calon Guru Biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan keterampilan proses sains yang baik meningkatkan literasi sains.
Literasi sains menuntut lebih dari sekedar memahami konsep-konsep utama, tetapi juga dipengaruhi oleh penguasaan keterampilan proses sains (Özgelen, 2012). Hal ini sejalan dengan pendapat Yilmaz (2012) bahwa individu yang memiliki keterampilan literasi sains menggunakan keterampilan proses sains untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN PENALARAN ILMIAH DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA
Pengelolaan pembelajaran model pembelajaran berbasis masalah dengan media audio visual bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Biologi dan semangat belajar siswa. Pengelolaan pembelajaran model pembelajaran berbasis masalah dengan media audio visual dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Berdasarkan nilai tersebut dapat diketahui bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan media audio visual dapat meningkatkan kompetensi Biologi sel dan jaringan tumbuhan pada siswa kelas XI-IPA 2 SMAN 10 Bogor.
Model pembelajaran berbasis masalah dengan media audiovisual dapat meningkatkan kompetensi Biologi jika penerapan model tersebut dalam proses pembelajaran menimbulkan pencitraan, interaksi dan mediasi. Hasil penilaian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan media audiovisual dapat meningkatkan kompetensi siswa karena adanya perumpamaan, interaksi dan mediasi dalam proses pembelajaran.
Menuju „UNBK‟ yang Berkarakter danBerkualitas melalui Latihan Penyusunan Paket Soal Prediksi dan
Latar Belakang Masalah
- Kajian Teori
- Hasil dan Pembahasan Siklus I
- Kesimpulan
Hasil ujian nasional yang selanjutnya disebut hasil ujian nasional adalah hasil yang diperoleh siswa dari ujian nasional. 129 Ujian Nasional (FN) merupakan kegiatan yang harus menilai pencapaian kompetensi calon secara nasional, dan hasilnya berupa nilai yang disebut nilai FN (Kemdikbud, (2015: 9). Hal ini sangat sejalan dengan upaya mempersiapkan siswa untuk UNBK yang berkarakter dan berkualitas.
Proses pelatihan penyusunan soal prediksi ujian nasional berlangsung pada bulan Februari-Maret 2017 dan pembelajaran UN intensif pada mata pelajaran biologi dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran dua sikap dua jalur yang diamati. dan dihargai untuk sikap spiritual dan sosial. yang muncul dan berkembang pada siswa masing-masing kelompok. Pembelajaran dengan model ini dapat melatih dan membiasakan siswa berdiskusi sekaligus menerapkan karakter/sikap spiritual dan sosial.