• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PROSIDING"

Copied!
191
0
0

Teks penuh

Selamat datang pada Seminar Nasional bertema “Penguatan Implementasi Kurikulum 2013” ​​yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Manabu Sato (profesor di Universitas Gakushuin, profesor emeritus di Universitas Tokyo), yang mempromosikan pembelajaran pembelajaran berdasarkan visi, filosofi, dan sistem kegiatan yang jelas.

Mengamati tindakan siswa yang mengkhawatirkan sekaligus menyenangkan. Misalnya mengamati siswa dari sudut pandang disabilitas perkembangan. Selain itu, terdapat juga siswa yang memiliki rasa percaya diri dan motivasi belajar yang rendah.

Misalnya siswa yang menyerah, tidak mau belajar, siswa yang bosan karena tidak tahu cara menyelesaikan masalah, siswa yang mengganggu lingkungan sekitar, dan lain-lain. Apalagi teknik mengajar guru, seperti cara menggunakan bahan ajar, cara mendengarkan perkataan siswa, perhatian terhadap siswa, dan lain sebagainya, merupakan hal-hal yang harus dipahami oleh semua guru dan merupakan sifat yang sama pentingnya dengan keahlian dalam diri masing-masing. bidang pengetahuan.

MEMAHAMI SITUASI NYATA DI PENDIDIKAN DASAR Peranan yang Disarankan Kepada LPTK

Guru peserta pelatihan hanya mendapat nilai pada soal bilangan yang diterapkan dan mendapat nilai lebih tinggi daripada siswa pada perhitungan keliling. Berdasarkan penelitian eksploratif tersebut di atas, sangat diperlukan adanya penelitian klinis untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar.

PENDIDIKAN DASAR

DALAM KONTEKS PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013

Kompetensi inti (KI) bukanlah gambaran kompetensi yang bersifat kategoris, melainkan interaktif dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (kognitif dan psikomotorik) yang perlu dipelajari siswa pada suatu jenjang sekolah, tingkatan, dan mata pelajaran. Kompetensi tersebut dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas, yang dijabarkan lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran.

LESSON STUDY BERBASIS COLLABORATIVE LEARNING SEBAGAI MODEL PEMANTAPAN KUALITAS PENDIDIKAN

DI SEKOLAH DASAR

  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan mandiri masing-masing siswa
  • Kerja keras dalam belajar dan rasa ingin tahu yang kuat untuk memecahkan
  • Menambah keberanian dan percaya diri siswa dalam berpendapat atau
  • Kreatif dalam membangun dan menambah pengetahuan dan pengalaman
  • Menumbuhkan rasa peduli dan toleransi dengan sesamanya, dan lain-lain

STUDI PENDIDIKAN BERBASIS PEMBELAJARAN KOOPERATIF SEBAGAI MODEL PEMBANGUNAN KUALITAS PENDIDIKAN. memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dan menjamin hak belajar setiap siswa. 2) 'Guru tidak mengajar, mereka belajar'. Dalam pembelajaran berbasis pembelajaran kolaboratif, guru saling mendengarkan, saling belajar dengan rekan pengajar lainnya, bahkan belajar dari proses belajar siswa.

AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION

RME)

Siswa lebih mudah memahami suatu konsep matematika dengan adanya alat

PARADIGMA BARU PPKN DALAM MEMBANGUN KARAKTER

Internalisasi nilai-nilai karakter bangsa dalam kegiatan pembelajaran dapat dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk karakter yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan adalah PKn.

Gambar 1.  Komponen Karakter  Dari  berbagai  pengertian  di  atas,  dapat  disimpulkan  bahwa  pendidikan  karakter  adalah  merupakan  sebuah  proses  yang  membantu
Gambar 1. Komponen Karakter Dari berbagai pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah merupakan sebuah proses yang membantu

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PETA BUTA BERBASIS PUZZLE MULTIMEDIA

BAGI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV

Indonesia map puzzle (salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi pemetaan di sekolah dasar dengan menggunakan alat peraga murah).

Tabel 1.  Sekolah Dasar Ujicoba Media   Nama Sekolah  Alamat  Kecamatan  Status  SD 2 Padokan  Padokan  Kasihan  SD Inti  SD Ngrukeman  Ngrukeman  Kasihan  SD Inti  SD Kasihan  Tamantirto  Kasihan  SD Imbas  SD Muh
Tabel 1. Sekolah Dasar Ujicoba Media Nama Sekolah Alamat Kecamatan Status SD 2 Padokan Padokan Kasihan SD Inti SD Ngrukeman Ngrukeman Kasihan SD Inti SD Kasihan Tamantirto Kasihan SD Imbas SD Muh

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENURUT STMAHASISWAR NATIONAL COUNCIL OF THEACHERS OF MATHEMATICS (NCTM);

UPAYA MEMPERSIAPKAN CALON DOSEN SD DALAM MENGAJAR MATEMATIKA YANG MENYENANGKAN

Ketika mengajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya memberikan tugas yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi (membangun) matematika di kepala mereka. Guru juga harus menggunakan informasi tentang apa yang dipahami siswa untuk meninjau dan menyesuaikan rencana jangka pendek dan jangka panjang mereka, tugas yang mereka pilih, dan pendekatan yang mereka ambil untuk menciptakan wacana kelas.

PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS KARAKTER DALAM KURIKULUM 2013

Menentukan Tema: Ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu

Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat pada setiap mata pelajaran, dilanjutkan dengan penentuan tema yang sesuai. Menetapkan terlebih dahulu tema-tema yang berkaitan dengan integrasi, dilanjutkan dengan identifikasi kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran lainnya, tema ditentukan oleh guru dan ditentukan oleh siswa.

Menetapkan Jaringan Tema: Membuat jaringan tema yaitu menghubungkan

Hal ini penting untuk menjaga keutuhan dan kesinambungan antar topik yang akan dipelajari siswa pada waktu berikutnya. Melakukan identifikasi dan analisis terhadap setiap standar kompetensi, kompetensi inti, dan indikator sesuai topik masing-masing, sehingga seluruh standar kompetensi, kompetensi inti, dan indikator terdistribusi secara menyeluruh.

Penyusunan Silabus: Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap

Pembuatan “rencana evaluasi harus mengacu pada indikator setiap kompetensi dasar dan hasil belajar mata pelajaran yang berbeda”. Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan diintegrasikan, kelas, semester dan alokasi waktu/jumlah jam pertemuan).

KEBIJAKAN KURIKULUM 2013 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DI TINGKAT SEKOLAH DASAR

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melihat sejauh mana implikasi kebijakan kurikulum 2013 terhadap pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. Dalam teori ini terungkap bahwa anak pada tingkat sekolah dasar atau sekolah dasar mempunyai potensi kompetensi untuk belajar bahasa.

Perkembangan Kurikulum di Indonesia

Lebih lanjut terungkap bahwa anak akan mempelajari bahasa kedua dengan lebih efektif karena terdapat mekanisme dalam sistem otaknya yang berhubungan dengan kemampuan penguasaan bahasa pertama (L1) seperti yang ditulis oleh. Vygotsy dalam (Cameron: 2001) sebagai berikut: Anak dapat mempelajari bahasa kedua dengan lebih efektif karena otaknya masih mampu menggunakan mekanisme yang mendukung pemerolehan bahasa pertamanya. Teori ini dikenal juga dengan Teori Pendekatan Natural, dimana salah satu cara untuk memperkuat penguasaan bahasa kedua adalah dengan menguasai bahasa kedua dengan menggunakan bahasa tersebut dalam proses komunikasi.

KELOMPOK B

Bahasa daerah sebagai muatan lokal dapat diajarkan secara terpadu dengan mata pelajaran Seni dan Kerajinan atau diajarkan secara terpisah apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Total waktu mengajar setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan siswa.

Alasan Pengembangan Kurikulum

Selain itu, UN SMP dan SMA masih menempatkan Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam UN. Beberapa faktor yang selanjutnya mempengaruhi kebijakan kurikulum 2013 terhadap penghapusan pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar mungkin masih perlu dikaji dan dianalisis kembali.

PENILAIAN OTENTIK DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Sujati Prodi PGSD UNY

Penilaian autentik sering kali dikontraskan dengan penilaian yang menggunakan standar tes berbasis norma, pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, atau jawaban singkat. Penilaian otentik menggunakan pendekatan pengukuran yang mengacu pada kriteria untuk menentukan hasil prestasi siswa.

PEMBELAJARAN TEMATIK Kelas IV tema 1 sub tema 3 yang menyenangkan MENGGUNAKAN MEDIA BALON MISTERI

  • Memahami pengetahuan factual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentangdirinya, makhluk ciptaan
  • Menyajikan pengetahuan factual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
  • KOMPETENSI DASAR
    • Merangkum hasil pengamatan danmenceritakan manusia, perubahan dankeberlanjutan dalam waktu pada masapraaksara, Hindu Buddha, Islam dalamaspek pemerintah,
    • Menceritakan cerita terkait situs-situs budaya baik benda maupun tak benda di Indonesia dengan menggunakan bahasa daerah
    • Menggali informasi dari teks ulasanbuku tentang nilai peninggalan sejarahdan perkembangan Hindu-Budha diIndonesia dengan bantuan guru danteman dalam
  • INDIKATOR
    • Menemukan perbedaanpada masa praaksara dan masa aksara
    • Menuangkan fakta-fakta penting dari masa praaksara, masa Hindu-Buddha,dan masa Islam
    • Berkreasi membuat cerita sederhana tentang situs-situs budaya dengan menggunakan bahasa daerah
    • Menuliskan kembali bahan bacaan dengan menggunakan kata-katasendiri dengan menemukan
    • Setelah membaca teks, siswa mampu menceritakan kembali isi bacaan dengan menggunakan kata-katanya sendiri dengan benar
    • Dengan menggunakan bahasa daerah, siswa mampu menulis cerita sederhana tentang beberapa situs budaya dengan benar
    • Dengan membaca teks, siswa mampu menemukan perbedaan antara masa
  • MATERI

3.6.Memahami cerita terkait situs budaya baik berwujud maupun tidak berwujud di Indonesia dengan menggunakan bahasa daerah. Dengan menggunakan bahasa daerah, siswa mampu menulis cerita sederhana tentang beberapa situs budaya dengan benar.

SENI BUDAYA DAN PRAKARYA

Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terletak di Kampung Pulo, Kecamatan Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Candi ini juga pertama kali ditemukan di Tatar Sunda dan merupakan satu-satunya candi Hindu di sana yang dibangun pada abad ke-8.

MENCERITAKAN TENTANG CANDI DI INDONESIA DENGAN BAHASA JAWA Candi Borobudur yaiku panggonan kanggo srana ibadah wong Budha.Panggonane ana ing

Kini kita tahu bahwa candi merupakan warisan budaya yang sangat berharga karena keberadaannya dapat menceritakan tentang kehidupan masa lalu.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

PENDEKATAN & METODE Pendekatan : Scientific

KEGIATAN PEMBELAJARAN

  • Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan
  • Melakukan komunikasi tentang kehadiran siswa
  • Guru mengaitkan materi yang sebelumnya dengan yang akan diberikan melalui gambar yang ditayangkan dalam papan
  • Guru mengaitkan materi yang sebelumnya dengan yang akan diberikan melalui gambar yang ditayangkan dalam papan

Inti 1. Siswa melakukan pengamatan pada buku tentang gambar manusia purba dan salah satu siswa di suruh untuk

  • Siswa lain menyimak bacaan tersebut di atas
  • Guru mengajak siswa untuk menemukan hal-hal yang menjelaskan kehidupan manusia purbadan menulisnya
  • Guru melakukan tanya jawab tentang bagaimana cara mencari makan manusia purba tersebut.Mengapa hidupnya
  • Menyuruh beberapa siswa untuk menceritakan kembali dengan bahasa sendiri tentang cara mencari makan orang
  • Hasil ringkasan diperlihatkan kepada teman sebelah untuk saling dikomentari (, apa yang kurang sesuai)
  • Siswa mengamati gambar dan membaca teks tentang tiga candi di Indonesia yang tertera padabuku siswa.ema 3
  • Siswa menuliskan kembali bacaan tentang ketiga candi dalam bahasa daerah. Selanjutnya siswa membacakan hasilnya

150 Menit

  • Guru memasang media pembelajaran / gambar dan cerita tentang kehidupan jaman praaksara/ jaman purba yang
  • Siswa mengamati dan membaca keterangan cerita tersebut
  • Siswa menjawab pertanyaan guru
  • Siswa secara kelompok melaksanakan pengamatan pada gambar tersebut dan diajak untuk menemukan jenis-jenis
  • Menuliskan hasil pengamatan dalam bentuk tabel
  • Melaporkan masing-masing kelompok di depan kelas, dan yang lain memberi tanggapan
  • Bertanyajawabtentangmateri yang telahdipelajari
  • Melakukan penilaian hasil belajar 4. Memberi tugas/PR pada siswa
  • Menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan pembelajaran berikutnya
  • SUMBER DAN MEDIA
    • Buku Pegangan Guru halaman 102 - 105 2. Buku Tematik kelas IV untuk anak hal 42
    • Gambar kehidupan manusia jaman praaksara, Hindu Buda dan Kerajaan Islam 4. Gambar candi di Indonesia
  • PENILAIAN
    • Instrumen Penilaian a. Penilaian Proses
    • Penilaian Kinerja 2) Penilaian Produk
    • Esai atau uraian
    • Kegiatan membuat ringkasan kehidupan masyarakat praaksara dinilai dengan daftar periksa. (Bahasa Indonesia)
    • Kegiatan menulis cerita dalam bahasa daerah dinilai dengan daftar periksa. (SBdP)
    • Penilaian sikap (peduli, percaya diri, dan rasa ingin tahu)
    • Tulislah secara singkat dengan bahasa sendiri tentang sejarah dan kehidupan orang jaman praaksara / jaman purba !
    • Jawablah dengan jelas pertanyaan di bawah ini !
  • Sebutkan 3 jenis peristiwa / kejadian-kejadian pada masa praaksara, Hindhu Budha dan Kerajaan Islam !

Siswa secara berkelompok melakukan pengamatan terhadap tokoh-tokoh tersebut dan diajak menemukan jenis-jenis gambar tersebut serta diajak menemukan jenis-jenis peristiwa/peninggalan yang ada pada masa prasejarah, kerajaan Hindu-Budha, dan Islam. Tulislah secara singkat dalam bahasa Anda sendiri tentang sejarah dan kehidupan masyarakat prasejarah/kuno.

PEMANTAPAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MELALUI PENGEMBANGAN PROGRAM AFEKTIF

DALAM BUDAYA SEKOLAH

Penguatan implementasi Kurikulum 2013 melalui pengembangan program afektif dalam budaya sekolah sangat menentukan pembentukan kepribadian siswa seperti prestasi akademik dan prestasi nilai siswa. Program afektif dalam budaya sekolah merupakan penerapan pengajaran afektif, yang pada gilirannya berfungsi sebagai pengembangan keterampilan afektif.

KURIKULUM 2013 DAN PENDIDIKAN KARAKTER

Mengadakan perubaan kurikulum dengan menghadirkan kurikulum 2013

Mata pelajaran Kurikulum 2013 pada kelompok A merupakan mata pelajaran yang lebih menawarkan orientasi kompetensi pada aspek intelektual dan afektif, sedangkan kelompok B merupakan mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotorik. Implementasi Kurikulum 2013 sekilas terlihat lebih sederhana dibandingkan kurikulum sebelumnya, karena pada kenyataannya ada beberapa mata pelajaran yang hilang, khususnya untuk sekolah dasar, seperti mata pelajaran IPA dan IPS.

Gambar 2.  Konsep  Kurikulum Berbasis  Kompetensi
Gambar 2. Konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi

MENUJU PENDIDIKAN RAMAH ANAK

Pendidikan yang menjadikan anak atau peserta didik sebagai subjek bukanlah objek pendidikan yang masih sering kita jumpai selama ini. Konsep ini dinilai cocok dikembangkan di sekolah berdasarkan filosofi pendidikan yang mengedepankan kasih sayang, bukan kekerasan.

PENTINGNYA MODEL VALUE CLARIVICATION TECHNIQUE TIPE PERISAI KEPRIBADIAN DALAM PEMBELAJARAN PKn

-Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Menurut Ahmadi, prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhi dirinya baik dari dalam (faktor internal) maupun dari luar (faktor eksternal) individu. Indikator internal dalam arti prestasi belajar dapat dijadikan sebagai indikator tingkat produktivitas suatu lembaga pendidikan.

GURU SEBAGAI KUNCI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013

Praktek perubahan kurikulum ditandai dengan tindakan yang dilakukan guru dalam rangka memenuhi syarat perubahan atau penyesuaian kurikulum baru. Dengan berlakunya langkah-langkah baru ini, kami berharap implementasi perubahan kurikulum dapat terwujud.

Pemahaman siswa terhadap materi gunung api disajikan dalam bahan ajar IPBA yang diintegrasikan pada mata pelajaran IPA pada KTSP di sekolah dasar. Secara lebih rinci hal ini dapat dilihat pada standar kompetensi dan kompetensi dasar pada silabus mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Tabel 1.  Sebaran Materi IPBA dalam Mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar
Tabel 1. Sebaran Materi IPBA dalam Mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar

IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR BRUNER SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN

MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA S-1 PGSD

TENTANG KONSEP OPERASI BILANGAN

Pelaksanaan Tindakan II

Dosen kemudian mengajukan pertanyaan, siswa diminta mengerjakan soal tersebut dengan menggunakan media yang telah dibagikan. Setiap siswa diminta mengerjakan 8 soal yang terdiri dari 4 soal perkalian pecahan dan 4 soal pembagian pecahan.

Pembahasan

Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang meningkat pada setiap siklusnya, dari rata-rata pretest 36,46 menjadi 76,13 pada akhir siklus I dan 93,02 pada akhir siklus II serta adanya peningkatan persentase siswa yang tuntas. hasil belajarnya yaitu dari 42% siswa pada akhir siklus I menjadi 96% pada akhir siklus II. Siswa harus mampu menyelesaikan pembelajaran matematika di sekolah dasar dengan menggunakan teori belajar Bruner sebagai pendukung pembelajaran matematika realistik.

KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR SECARA PROFESIONAL DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013

Kompetensi profesional dalam penelitian ini difokuskan pada lima aspek, yaitu: (1) persiapan profesional guru untuk menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir ilmiah yang mendukung mata pelajaran yang diajarkan; (2) SKKD penguasaan mata pelajaran; (3) pengembangan bahan ajar yang diajarkan secara kreatif; (4) pengembangan profesional berkelanjutan; dan (5) pemanfaatan TIK untuk komunikasi dan pengembangan diri. Aspek kompetensi profesional keempat yang diukur dalam penelitian ini adalah pengembangan profesional berkelanjutan untuk melakukan tindakan reflektif.

3,41 Rata-rata skor per aspek 2,96

Dilihat dari kesiapannya, maka guru-guru KKG Gugus II Kecamatan Pakem dengan demikian dinyatakan siap menerapkan pendidikan karakter terhadap kurikulum 2013. Uraian hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penguasaan materi , struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung profesi mata, penguasaan SKKD terhadap mata pelajaran yang diajarkan, pengembangan alat peraga yang diajarkan secara kreatif, pengembangan keprofesian berkelanjutan dan pemanfaatan TIK untuk komunikasi dan pengembangan diri guru berada dalam kategori baik .

Tabel 5.  Skor Pemanfaatan TIK untuk  Berkomunikasi dan Pengembangan Diri  Nomor
Tabel 5. Skor Pemanfaatan TIK untuk Berkomunikasi dan Pengembangan Diri Nomor

MANAJEMEN KELAS BERBASIS SOFT SKILL

PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR

Untuk itu ke depan, untuk menunjang keberhasilan penerapan kurikulum 2013, guru harus memiliki keterampilan pengelolaan kelas yang dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Konsep pengelolaan kelas dalam penerapan kurikulum 2013 dapat diterjemahkan dari prinsip pembelajaran kurikulum dan penugasan guru.

Gambar 1.  Manajemen Kelas Berbasis Soft Skill di Sekolah Dasar  Pengembangan soft skill sangat berkorelasi
Gambar 1. Manajemen Kelas Berbasis Soft Skill di Sekolah Dasar Pengembangan soft skill sangat berkorelasi

MEMPERSIAPKAN KREATIVITAS CALON GURU SEKOLAH DASAR DALAM MERANCANG PRODUK PEMBELAJARAN MELALUI BRAIN

BASED LEARNING UNTUK IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Kenaikan tingkat kreativitas mahasiswa pada siklus 1 pada

Hasil produk pembelajaran yang bernuansa keSDan pada kategori

Rancangan produk pembelajaran mahasiswa sudah bervariatif

Hal ini juga memberikan tantangan kepada mereka untuk terus meningkatkan desain produk berdasarkan masukan audiens. Dalam hal ini pembuatan makna merupakan aspek kreativitas tertinggi dalam merancang produk pembelajaran bagi siswa.

LESSON STUDY SEBUAH USAHA UNTUK PERBAIKAN PEMBELAJARAN DI KELAS

Oleh karena itu, dalam Lesson Study tidak perlu terburu-buru menargetkan kemampuan akademik (kompetensi) tertentu yang harus dikuasai siswa. Lesson study dapat menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif atau pembelajaran kooperatif, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Tabel 1.  Persamaan dan perbedaan antara Cooperative Learning dengan Collaborative Learning  Cooperative Learning  Collaborative Learning
Tabel 1. Persamaan dan perbedaan antara Cooperative Learning dengan Collaborative Learning Cooperative Learning Collaborative Learning

PENINGKATAN HOTS CALON GURU SD MELALUI PENGGUNAAN DISCREPANT EVENTS

  • Pemberian discrepant events
  • Aktivitas saintifik oleh peserta didik secara berkelompok
  • Menjawab persoalan yang diajukan dari discrepant events
  • Menyusun laporan hasil kerja
  • Mempresentasikan laporan di kelas Secara bergiliran mahasiswa
  • Topik 1 dilakukan oleh 4 kelompok, topik 2 oleh 4 kelompok, dan topik 3
    • Mengumpulkan laporan kepada pengampu
    • Pada pelaksanaan tindakan di siklus I, lembar kerja (LK) tidak
    • Setelah para mahasiswa melakukan aktivitas saintifik, mereka menuliskan
    • Kegiatan presentasi kurang mendalam
    • Dosen membentuk kelas menjadi 11 kelompok
    • Dosen menyajikan 2 topik: perambatan panas secara radiasi dan gravitasi bumi
    • Dosen menentukan 2 kelompok sebagai pemandu dengan cara undian
    • Dosen menjelaskan tugas pemandu
    • Dosen memberikan pertanyaan pancingan sebagai bahan mahasiswa
    • Mahasiswa menyusun de
    • Mahasiswa menyusun LK berdasarkan topik yang diterima
    • Mahasiswa memperbaiki LK, bila perlu dengan bantuan dosen di luar
    • Mahasiswa melaksanakan aktivitas saintifik yaitu menemukan jawaban
    • Berdasarkan aktivitas saintifik yang dilakukan, mahasiswa menuliskan
    • Dengan perubahan yang dilakukan pada siklus II ini yaitu melakukan uji coba LK sebelum
    • Dengan adanya pemandu, pengontrolan jalannya aktivitas saintifik lebih tertata. Bimbingan yang
    • Presentasi dilakukan oleh kelompok yang melakukan praktikum, dan dilanjutkan

Oleh karena itu, penelitian ini akan memodifikasi kegiatan ilmiah dengan menggunakan kejadian anomali dalam penerapannya. Tindakan tersebut adalah dengan menerapkan pemanfaatan peristiwa anomali (anomali) dalam kegiatan ilmiah untuk mempelajari konsep dasar ilmu pengetahuan alam.

Tabel 1.  Hasil Analisis Data Siklus I
Tabel 1. Hasil Analisis Data Siklus I

Gambar

Gambar 1.  Komponen Karakter  Dari  berbagai  pengertian  di  atas,  dapat  disimpulkan  bahwa  pendidikan  karakter  adalah  merupakan  sebuah  proses  yang  membantu
Tabel 1.  Struktur Kurikulum SD  MATA PELAJARAN
Gambar 1.  Desain Penelitian
Tabel 6.  Rekap uji signifikansi dari keempat SD Mitra Penelitian   Nama Sekolah  Sign
+7

Referensi

Dokumen terkait

Based on the research findings, the researcher found the results as follows; 1 there are two kinds of learning objectives, namely general learning objectives and specific learning