• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. YASA WAHANA TIRTA SAMUDERA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PT. YASA WAHANA TIRTA SAMUDERA "

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT. YASA WAHANA TIRTA SAMUDERA

M.TARMIZI.B 1103191135

POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS BENGKALIS – RIAU

2021/2022

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Segala Puji Dan Syukur Penulis Panjatkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Yang Telah Memberikan Rahmat Dan Karunia-Nya Sehingga Penulis Dapat Menyelesaikan Kerja Praktik Satu Di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera Dan Dapat Menyusun Laporan Resmi Kerja Praktik Lapangan Ini Dengan Baik Guna Memenuhi Kelengkapan Bukti Belajar Selama Di Tempat Kerja Praktik. Laporan Kerja Praktek Lapangan Ini Dapat Disusun Dengan Baik Berkat Bantuan Dari Pihak Pihak Yang Telah Memberikan Bimbingan Dan Dukungan Sebagai Bahan Masukan Untuk Penulis. Oleh Karena Itu Pada Kesempatan Ini Penulis Mengucapkan Terima Kasib Kepada ·

1) Bapak Afriantoni, S.T., M.T. Selaku Ketua Prodi D3 Teknik Perkapalan Pohteknik.Negeri Bengkalis

2) Bapak Muhammad Helmi, S.T.. M.T Selaku Ketua Prodi D3 Teknik Perkapalan Pohteknik Negeri Bengkalis

3) Bapak Ikhsan. S.T.,M.T. Selaku Koordinator Kerja Praktik D3 Teknik Perkapalan Pohteknik Negeri Bengkalis.

4) Bapak Budi Santoso Selaku Pembimbing Kerja Praktek.

5) Bapak Musthofa Selaku Direktur Dan PT. Yasa Wahana Tirta Samudera Yang Telah Mengizinkan Kami KP Di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera.

6) Bapak Mamek Selaku Supervisor Kerja Praktek .

7) Bapak Herdhita Agus Retnanto Selaku Pembunbing Kerja Praktik Lapangan.

8) Bapak Arifin, Bapak Ipan, Bapak Septian,Bapak Effendi, Bapak Dans, Bapak Adit, Bapak Agus, Bapak Novia, Bapak Didi, Bapak Wisnu.

Mbak Gita Dan Segenap Staff Dan Karyawan PT Yasa Wahana Tirta

(4)

Samudera yang telah membantu memberikan ilmu dan informasi selama kerja praktek.

9)Keluarga kami yang selalu memberikan dukungan baik moral, spiritual dan finansial untuk kehidupan kami sehari - hari di Semarang.

Penulis Mengakui Bahwa Masih Banyak Sekali Kekurangan Yang Dalam Laporan Ini, Oleh Karcna Itu Penuhs Sangat Menghargai Sebuah Saran Dan Kritik Yang Bersifat Membangun Dan Pembaca Yang Mana Penults Juga Berharap Japoran Ini Dapat Menjadi Sumber Ilmu Bagi Siapapun Kelak

(5)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PROFIL PERUSAHAAN

1.1. Sejarah Umum Perusahaan ... 1

1.2. Sejarah dan Perkembangan PT YWTS ... 3

1.3. Visi & Misi Perusahaan ... 3

1.3.1. Visi ... 3

1.3.2. Misi ... 3

1.4. Struktur Organisasi Perusahaan ... 4

1.4.1. Dapartemen PE ( Planning and Engineering ) ... 5

1.4.2. Departemen Produksi ... 5

1.4.3. Departemen F.S.Q (Facility, Safety & Quality)... 5

1.5. Fasilitas & Sarana Galangan ... 7

1.5.1. Fasilitas Docking ... 7

1.5.2. Maintenance ... 14

BAB II DISKRIPSI KEGIATAN SELAMA KP

2.1. Minggu Pertama... 19

2.2. Minggu Kedua ... 34

2.3. Minggu Ketiga ... 42

2.4. Minggu Keempat ... 49

2.5. Minggu Kelima ... 51

2.6. Minggu Keenam ... 52

2.7. Minggu Ketujuh ... 54

(6)

2.8. Minggu Kedelapan ... 68

BAB III PEMBAHASAN TINJUAN KHUSUS

3.1. Pengertian pengukuran clearance ... 69

3.2. Clearance antara poros propeller (bearing) ... 70

3.3. Clearance antara pintle poros daun kemudi. ... 70

3.4. Clearance antara poros daun kemudi ... 70

3.5. Cara Pengukuran Clearance. ... 71

3.6. Clearance Poros Propeller. ... 73

BAB IV PENUTUP

4.1.Kesimpulan ... 75

4.2.Saran ... 75

(7)

BAB I

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1.1. Sejarah Umum Perusahaan

PT Samudera Indonesia Tangguh (Persero) adalah perusahaan induk dari kelompok usaha Samudera Indonesia yang berdiri sejak 1964. Awal mula perusahaan dimulai dari tahun1950an dengan bisnis keagenan kapal yang dirintis oleh pendiri perusahaan, Bapak Soedarpo Sastrosatomo. Berbekal pengalaman sebagai perusahaan pelayaran tersebut, Perseroan mengembangkan kegiatan usahanya ke berbagai industri terkait. Salah satunya adalah PT Yasa Wahana Tirta Samudera (Samudera Shipyard) Saat ini kegiatan usaha Perseroan meliputi delapan bidang jasa sebagai berikut:

 Samudera Agency

 Samudera Stevedoring

 Samudera Shipping

 Samudera Logistic

 Samudera Salvage

 Samudera Shipyard

 Samudera Property

 Samudera Termina

Adapun untuk hirarki PT Samudera Indonesia Tangguh (Persero) dapat di lihat di lampiran.

(8)

Pada tahun 1956, INSTEL mengakuisisi Stroohoeden Veem, perusahaan bongkar muat kapal dan pergudangan terbesar di Surabaya pada saat itu. Stroohoeden Veem kemudian diubah namanya menjadi PT Sinar Harapan Veem Indonesia (SHVI). Pada tanggal 13 November 1964, Soedarpo menggabungkan ISTA, INSTEL, dan SHVI untuk membentuk perusahaan ini dengan nama PT Perusahaan Pelayaran Samudera “Samudera Indonesia”. Pada tahun 1967, perusahaan ini mulai menyediakan layanan perkapalan antar pulau. Pada tahun 1975, perusahaan ini mendirikan anak usaha yang bergerak di bidang angkutan darat, dengan armada sebanyak 100 truk. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai menyediakan jasa proyek logistik.

Pada tahun 1986, perusahaan ini mendirikan anak usaha yang bergerak di bisnis bongkar muat kapal. Pada tahun 1990, perusahaan ini mulai menyediakan jasa pengapalan pengumpan peti kemas. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai mengoperasikan depo peti kemas. Pada tahun 1992, perusahaan ini mendirikan unit bisnis pergudangan. Setahun kemudian, perusahaan ini mendirikan Samudera Shipping Line di Singapura, yang lalu melantai di Bursa Saham Singapura pada tahun 1997. Pada tahun 1999, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.

Pada tahun 2003, perusahaan ini mendirikan unit bisnis pusat distribusi dan memulai skema bangun guna serah terhadap Dermaga Serbaguna Nusantara. Pada tahun 2005, perusahaan ini mulai menyediakan jasa transportasi gas alam cair. Pada tahun 2010, perusahaan ini mendirikan Pusat Logistik Samudera di Belawan dan mulai mengoperasikan Terminal Peti Kemas Palaran di Samarinda. Setahun kemudian, perusahaan ini mendirikan Pusat Logistik Samudera di Jakarta Utara. Pada tahun 2018, perusahaan ini mulai menyediakan jasa penyimpanan dingin. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai menyediakan jasa pengawakan kapal pesiar dan mendirikan Pusat Pelatihan Logistik dan Maritim. Pada tahun 2020, perusahaan ini mulai menyediakan jasa angkutan darat di Malaysia.

(9)

1.2. Sejarah dan Perkembangan PT Yasa Wahana Tirta Samudera

PT Yasa Wahana Tirta Samudera (YASA WAHANA TIRTA SAMUDERA) didirikan pada tahun 1976 di Semarang tepatnya di kawasan pelabuhan Tanjung Emas. Pada awalnya, PT YASA WAHANA TIRTA SAMUDERA didirikan untuk memenuhi kebutuhan reparasi kapal-kapal milik PT Samudera Indonesia dengan nama PT Samudera Indonesia Unit Perbengkelan.

Di tahun 1977, perusahaan ini sudah memiki fasilitas galangan seperti workshop, slipway, dan building berth dan lain sebagainya dan akhirnya perusahaan ini dapat bergerak pada pembangunan kapal baru (building), perbaikan kapal (repairing), dan perbaikan alat mekanis kelautan sehingga perusahaan dijadikan 1 nama perusahaan baru PT Yasa Wahana Tirta Samudera.

PT Yasa Wahana Tirta Samudera memiliki target 90 kapal docking dan repairing per tahun untuk jenis kapal tunda dan tongkang. Sebagian diantaranya adalah function modification, piping and construction. Hingga sekarang PT Yasa Wahana Tirta tidak hanya memiliki keahlian dalam bidang reparasi teknis ataupun keahlian personil namun juga mampu menjamin kepuasan pelanggan dengan mengacu pada standar operational prosedur yang sudah menerapkan ISO 9001 dan ISO 14001 sesuai dengan class dan regulasi yang ada. Selain itu juga diterapkan pula OHSAS 18001 untuk Safety Management System.

1.3. Visi & Misi Perusahaan 1.3.1. Visi :

“Menjadi perusahaan galangan kapal yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar global”

1.3.2. Misi :

1. Menjadikan perusahaan adalah partner yang baik terhadap galangan internal maupun eksternal dan menciptakan karyawan yang memiliki keahlian di bidang industri perkapalan untuk pembangunan, perbaikan & konversi kapal.

(10)

2. Bertekad untuk menjadi perusahaan jasa pemeliharaan, pembangunan dan konversi kapal yang memegang teguh komitmen untuk memberikan kualitas dan nilai tambah bagi stakeholder.

3. Perusahaan selalu meningkatkan kualitas dan ahklah sumberdaya manusia guna menunjang kinerja perusahaan yang diikuti dengan efisiensi di segala bidang untuk mencapai keuntungan maksimal yang bermanfaat bagi kesejahteraan karyawan dan pengembangan perusahaan.

4. Memiliki dan memberikan kontribusi dalam pembangunan bagi kemajuan perekonomian untuk bangsa dan negara.

5. Menjamin kehidupan yang lebih baik dan rasa aman dalam bekerja melalui perhatian penuh pada keselamatan dan kesehatan kerja serta berupaya untuk menghasilkan pekerjaan yang ramah lingkungan.

1.4. Struktur Organisasi Perusahaan

Secara umum, struktur organisasi PT Yasa Wahana Tirta Samudera adalah sebagai berikut ;

Gambar 1.3. Struktur organisasi perusahaan Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(11)

1.4.1. Dapartemen PE ( Planning and Engineering )

Departemen P.E dipimpin oleh Bapak Ipan Rudiansyah. Departemen ini merupakan salah satu dari tiga departemen yang berada di bawah Kadiv Operasional pada struktur PT.YWTS. Departemen ini memiliki 4 subdivisi yaitu,PPC (Planning Production Control).

 Subdivisi Engineering

 Subdivisi Procurement

 Subdivisi Production Plan Control (PPC)

 Subdivisi Progress-Report 1.4.2. Departemen Produksi

Departemen Produksi merupakan salah satu dari tiga departemen yang berada di bawah Kadiv Operasional pada struktur PT. YWTS. Departemen ini dikepalai oleh manajer yaitu Bapak Jufri. Di bawah Manajer Produksi terdapat PIC yang bertanggung jawab atas masing- masing pekerjaan dan Pimpinan Proyek yang bertanggung jawab atas proyek yang terdiri antara 6 sampai 7 orang. Departemen Produksi bertanggung jawab mengenai pembangunan kapal baru dan perbaikan yang harus dilakukan pada kapal seperti memperbaiki ataupun mengganti bagian yang performanya sudah menurn dan harus diganti sesuai dengan persetujuan Owner, Galangan, serta BKI (Class). Departemen ini juga memiliki 3 subdivisi yaitu,

 Subdivisi Konstruksi,Perpipaan, dan Painting

 Subdivisi Mekanik & Elektrik

1.4.3. Departemen F.S.Q (Facility, Safety & Quality)

Departemen Facility and Safety Quality atau yang biasa disingkat dengan FSQ juga merupakan salah satu dari tiga departemen yang berada di bawah Kadiv Operasional pada struktur PT.YWTS. Departemen ini memiliki 3 subdivisi yaitu,

(12)

 Subdivisi Facility

Subdivisi faciility merupakan sebuah subdivisi dari departemen FSQ yang memiliki tanggung jawab pada kelengkapan dan perawatan fasilitas galangan.

Subdivisi ini membawahi Supervisi Docking dan Supervisi Maintenance. Fasilitas utama, fasilitas pendukung dan fassilitas kantor. Fasilitas utama seperti pompa dock, pintu dock, kompresor, air bag, winch, slipway, graving dock, alat las dan fasilitas galangan lainnya. Failitas terpenting pada diantara fasilitas utama adalah winch pada slipway sedangkan pada graving dock adalah pada tingkat kekedapan pintu dan pompa HRD Umumdocknya. Untuk itu subdivisi ini harus memastikan kesiapan setiap fasilitas yang digunakan. Manajer subdivisi ini adalah Bapak Hendro.

 Subdivisi Safety

Subdivisi safety merupakan sebuah subdivisi dari departemen FSQ yang memiliki tanggung jawab untuk menjamin keselamatan dan keamanan di area galangan. Manajer subdivisi ini adalah Ibu Gita.

 Subdivisi Quality

Subdivisi quality merupakan sebuah subdivisi dari departemen FSQ yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan semua material, proses pekerjaan dan hasil pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) galangan dan juga memastikan kualitas keseluruhan PT.YWTS. Manajer subdivisi ini adalah Bapak Laksono Prabowo. Maintenance terbagi menjadi 3 , yaitu preventif korektif dan breakdown, jadi preventif itu maintenance secara berkala, kolektif itu hasil dari maintenance preventif dan breakdown sebagai lanjutan dari kedua maintenance sebelumnya berperan sebagai proses yang paling kritis. Maintenance yang paling modern adalah predictive maintenance. Maintenance tersebut sebagai proses perencanaan maintenance yang akan dilakukan yang tentunya menjadi awal dari ketiga maintenance tersebut.

(13)

1.5. Fasilitas & Sarana Galangan

Fasilitas dan sarana yang dimiliki PT Yasa Wahana Tirta Samudera memiliki peran yang sangat penting karena dapat menunjang jalannya kegiatan aktivitas galangan. Fasilitas dan sarana yang terdapat di PT Yasa Wahana Tirta Samudera terbagi menjadi 3, yaitu docking, maintenance dan operator. Adapun layout fasilitas galangan seperti berikut :

Gambar 1.4. Area PT. Yasa Wahana Tirta Samudera Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera .5.1. Fasilitas Docking

Fasilitas utama PT Yasa Wahana Tirta Samudera adalah docking area.

Docking area merupakan tempat kapal, tongkang, ataupun bangunan baru diletakan dan juga saat dilakukan kegiatan berupa reparasi, perawatan atau pembuatan bangunan baru. Ada berbagai macam jenis docking, salah satunya adalah slipway yang digunakan oleh PT Yasa Wahana Tirta Samudera. Ada 5 slipway yang diurut berdasarkan huruf abjad A, B, C, D, E. Lalu ada juga fasilitas berupa building berth dan floating area.

Slipway A, B, C

Yaitu slipway yang menggunakan cradle atau kereta untuk menaikkan dan menurunkan kapal. Ukuran Slipway A dan C 23m x 7m dengan GT maksimal 250,

(14)

dan Slipway B dengan ukuran 32m x 9m dengan GT maksimal 350.

Gambar 1.5. Slipway A, B, C Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Slipway D,E

Yaitu slipway yang menggunakan airbag untuk membantu menaikkan dan menurunkan kapal. Dengan ukuran untuk Slipway D 93m x 25m dengan maksimal kapal 1200 T, sedangkan Slipway E memiliki Ukuran 64m x 20m dengan maksimal kapan 700 T. Ukuran airbag 1x12m; 1,5x12m; 1,8x12m; 1,8x20m.

Gambar 1.6. Slipway D Slipway E Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Floating Area

Yaitu area diatas permukan laut yang berfungsi untuk tempat reparasi atau perawatan kapal yang tidak perlu naik ke slipway.

D E

(15)

Winch

Winch merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menarik kapal ke atas daratan pada slipway yang digerakkan oleh motor hidrolis. Tali pada winch nantinya akan diikatkan pada kapal dan winch tersebut akan memutar dengan gerakan motor.

Gambar 1.7 winch

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Crane

YWTS mempunyai fasilitas yang mendukung dan mempermudah perkerjaan crane yang di miliki ada lima unit dan berkapasitas 25T,5T,5T,10T,25T dalam tipe yang ada di PT .YWTS mobil ada dua unit mengunakan roda ada dua unit dan satu crane tetap.

Gambar 1.8.Crane 25 Ton

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(16)

Graving dock

Graving dock merupakan fasilitas galangan PT.YWTS untuk digunakan kapal untuk berlabuh selain slipway. Sistem pada graving dock tidak dengan menaikkan kapal ke daratan, namun dengan memasukkan kapal ke dalam graving dock, lalu menutup graving dock dan menyurutkan air yang ada di dalamnya.

Dengan ini dapat dilakukan inspeksi maupun perbaikan pada lambung kapal layaknya pada slipway. PT.YWTS memiliki 1 graving dock yang terletak di lingkungan unit 2. Graving dock tersebut memiliki kemampuan menampung kapal dengan 8000 DWT dengan dimensi graving dock dengan panjang 110 meter, lebar 20 meter dan kedalaman 7 meter.

Gambar 1.9 Graving dock

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Perlengkapan dok

Keel Blok

Ganjal ini terbuat dari kayu lunak pada bagian paling atas, bagian tengah terbuat dari kayu balok, dan bagian paling bawah tersebut dari beton cor. Ganjal ini sebagai tempat dudukan kapal harus duduk diatas block tersebut segaris dengan plat lunas kapal. Untuk lebih mengarti dengan penjelasan di atas dapat dilihat pada Gambar dibawah ini dan dijelaskan juga dengan keterangan dari dari bagian-bagian yang terdapat pada Gambar tersebut.

(17)

Gambar 1.10 Keel Blok

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera Keterangan Gambar :

1. Kayu lunak 2. Balok kayu keras 3. Beton cor

4. Tempat pengikat tali 5. Landasan

Pemasangan kayu lunak pada bagian atas bertujuan untuk mengimbangi apabila ada perbedaan tinggi pada keel block yang lain, sehingga apabila kapal duduk diatasnya beban yang diterima oleh ganjal dapat merata.

Side Blok

Side block ini dibuat sama dengan keel block, dan berfungsi sebagai penyangga badan kapal baik dikiri maupun dikanan. Hanya saja pada side blok ini lapisanya lebih banyak dan pada dari pada keel block pada bagian kayu lunak dibuat agak miring, tujuannya untuk menyesuaikan bentuk lambung dari kapal-kapal yang akan masuk. Untuk lebih mengerti dengan penjelasan di atas dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.

Keel Blok

(18)

Gambar 1.11 Side Blok

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera Keterangan gambar

1. Kayu lunak 5. Tempat tali

2. Balok kayu tirus 6. Landasan 3. Balok kayu

4. Beton cor

Pompa Utama

Pompa disini merupakan tenaga utama dimana dengan pompa ini air yang berada di dalam graving dock dikeluarkan, sehingga kapal dapat duduk pada ganjal yang telah disediakan.

Keuntungan Dan Kerugian Graving Dock

a. Keuntungan dari graving dock dibanding floating dock adalah : 1) Lebih aman dibanding dengan sistem floating dock.

2) Biaya pemeliharaan lebih kecil.

3) Umur pemakaian lebih lama.

4) Peralatan dan perlengkapannya lebih sedikit.

b. Kerugian graving dock dibanding dengan floating dock yaitu : 1) Biaya pembuatannya mahal.

2) Keadaan tanahnya harus betul-betul baik.

3) Merupakan bangunan tetap yang tidak dapat dipindahkan Side Blok

(19)

Ruang Pengeringan Pasir

ruang pengeringan pasir yang di gunakan sebagai tempat pasir sandblasting agar terhindar dari hujan dan berdimensi panjang 4 meter lebar 3,5 meter dan tinggi 2.5 meter nantinya pasir ini akan digunakan untuk melakukan sandblast pada kapal yang akan melakukan reparasi, Ruangan pasir ini memiliki perlatan pendukung seperti, skop, goni, oven untuk proses pengeringan pasir dan lain-lain.

Gambar 1.12 ruang pengeringan pasir Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Airbag

Airbag merupakan bantalan udara yang digunakan untuk memudahkan kapal bergerak di daratan dan berdiameter 1,5 & 2 meter berdimensi panjang 5 meter 1,5 kapasitas beban 125.65 tons dan 2 berkapasitas beban 188.44 tons sebelum akhirnya diletakkan pada stop block.

Gambar 1.13. Airbag

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(20)

Stop Block

Stop Block merupakan alat penyangga yang digunakan untuk tempat peletakkan kapal ketika saat di daratan dimensi tinggi 0,8 meter untuk proses reparasi. Peletakkannya didasarkan pada docking plan yang dimiliki kapal dan letak gading kapal.

Gambar 1.14. Stop Block

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

1.5.2. Maintenance

Kantor

Kantor yang digunakan untuk segala kegiatan administrasi yang bersangkutan dengan galangan dan serta tempat pengurusan dokumen dokumen penting lain nya.

Gambar 1.15. Kantor YWTS Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera Blok Stop

(21)

Workshop

Berisi alat – alat berat mesin bubut,mesin frais,sekrap,bor dan mempunyai dimensi ruangan panjang 10 meter dan lebar 8 meter ruangan ini biasanya digunakan untuk tempat kegiatan perbaikan komponen kapal yang mengalami kerusakan contoh nya perbaikan as propeller yang tidak senter adapun gambar sebagai berikut:

Gambar1.16. Workshop YWTS Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Gudang Material

Untuk menyimpan alat perlengkapaan sistem propulusi untuk menyuplai materai kapal yang di perlukan oleh subcon, dimensi ruangan panjang 10 meter dan lebar 8 meter antara lain gambarnya sebagai berikut:

Gambar 1.17.Gudang Material

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(22)

CNC

Mesin CNC (Computer Numerical Control) adalah sebuah mesin yang digunakan dalam Industri Manufaktur untuk menghasilkan komponen untuk Sektor Teknik dalam jumlah besar dengan cepat. maka komputer akan dengan mudah mengontrol peralatan mesin dalam memotong.

Gambar 1.18. Workshop CNC Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Trafo Las

Dalam teknik pengelasan dengan menggunakan travo las ini, dapat dibedakan menjadi dua jenis sumber listriknya ada beberapa travo las di PT.YWTS :SMAW : 100 unit ,FCAW : 29 uniT,SAW : 2 unit yaitu diantaranya :

Mesin las yang sumber listriknya dengan menggunakan generator / genset.

Mesin las yang sumber listriknya dari transformator / instalasi listrik.

Gambar 1.19.Travo las

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(23)

Genset

Genset 260kva untuk membantu lsitrik yang disuplay PLN menghasilkan 300 Ampere 760kva untuk menggantikan listrik PLN jika sewaktu-waktu listrik PLN mati dan menghasilkan 1000 ampere.

Gambar 1.20 Genset

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Tangki Kompressor

digunakan untuk menanpung anging yang akan di gunakan untuk proses sablasting dan ,pengisian air bag dan juga pengecatan, dll, dengan kapasitas maksimal 10 bar

Gambar 1.21 .kompesor

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(24)

Forklift

Forklift adalah salah satu jenis truk yang dapat digunakan untuk mengangkat, menurunkan, serta memindahkan barang yang berat dari tempat pertama ke tempat lainnya.Kendaraan ini digunakan untuk mengangkat benda yang terlalu berat atau sulit untuk diangkat sendiri oleh manusia. Kendaraan berat ini bisa digunakan baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan.Bongkar muat barang di gudang, ekspedisi, pabrik, supermarket, dan pelabuhan biasanya membutuhkan bantuan kendaraan pengangkut yang satu ini.

Gambar 1.22.forklif 3 Ton

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(25)

BAB II

DISKRIPSI KEGIATAN SELAMA KERJA PRAKTEK

PT.Yasa Wahana Tirta Samudera (YASA WAHANA TIRTA SAMUDERA) ini adalah galangan kapal bangunan baru dan reparasi kapal, pada peraturan klasifikasi indonesia kapal yang telah berlayar dengan waktu tertentu harus menjalani reparasi kapal walaupun kapal pada saat berlayar masih dalam kondisi aman, Selama menjalani kerja praktek di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera sangat banyak pengalaman baru yang saya pelajari seperti pada bangunan baru dan reparasi kapal.

Kegiatan harian selama kerja praktek di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera semarang dimulai pada tanggal 01 November – 31 Desember 2021. Berikut daftar kegiatan harian selama kerja praktek di PT. Yasa Wahana Tirta SamuderaSemarang sebagai berikut:

2.1 Minggu Pertama

1. Senin 01 November 2021

Saya hadir di PT.YWTS pada jam 08.00 wib. Dan sebelum memasuki area galangan kami di cek suhu tubuh oleh satpam Kemudian saya dan teman suruh menunggu sampai jam 08.30 wib kedatangan Bapak Mamek Budi Setiawan dan Ibu Amalia Gita Insani yang akan memberi arahan mengenai peraturan yang wajib di patuhi sekitar K3L dan safety apabila berada di luar ruangan yaitu sebagai berikut :

 Wearpack

 Sepatu safety

 Helm

 Masker

(26)

Kemudian saya dan teman-teman lakukan di suruh untuk menghadap pak Herdita selaku pembimbing lapangan kami untuk melakukan breafing untuk kegiatan yang akan di capai dalam kegiatan kerja praktek selama 2 bulan,serta di ajak keliling area galangan untuk mengetahui apa aja fasilitas galangan, dan serta kami melakukan survey kapal yang masuk ke area galangan YWTS Unit I yaitu kapal munic V kami melihat kegitan replating yang berlangsung di kapal itu yaitu fit up plat yang berada di sebelah starboard dan port side adapun OS kapal munic V yaitu pak Usman gambar kapal munic V sebagai berikut.

Gambar 2.1 kapal Munic V

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 2. Selasa 02 November 2021

Saya dan temen-temen hadir pada hari selasa jam 08.00 di PT. YWTS unit II untuk melakukan survey lapangan di unit II kami melihat kapal tongkang sandidewa 26 ada kegiatan replating di graving dock adapun gambar kapal tongkang sandidewa 26 dalam hal ini kami mengambil gambar nya saat kapal itu berada diarea galangan unit I YWTS adapun OS kapal tongkang tersebut ialah pak Yohanes dan tangan kanan nya pak Sumardi gambar kapal tongkang Sandidewa 26 sebagai berikut.

(27)

Gambar 2.2 kapal tongkang Sandidewa 26 Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 3. Rabu 03 November 2021

Saya dan teman-teman hadir pada pukul 08.00 ke YWTS unit II kemudian kami langsung menghadap kepada Bapak Herdita setelah itu Bapak Herdita memerintahkan kami untuk bertemu dengan Bapak Agus di kantor unit I untuk membantu Bapak Agus dalam pembuatan gambar Red Drawing dengan mengunakan aplikasi AUTOCAD projek gambar nya adalah kapal Tugboat Molu adapun ukuran utama kapal Panjang 50 meter dan di kasi batas 3 hari untuk menyelesaikan gambar tersebut dan mengunakan fasilitas kantor dengan dua metode yang berbeda yaitu dengan mengukur secara manual mengunakan mistar baja atau di kenal dengan pengaris dan di buat di aplikasi Autocad yang cara kedua mengunakan di berikan file pdf lalu di ukur mengunakan dimensi di aplikasi Autocad dan di buat gambar sesuai bentuk yang ada di Pdf tersebut. dalam pembuatan gambar ini hal atau metode yang di ajarkan oleh Bapak Agus tersebut adalah metode yang baru saya ketahui karena di tempat kuliah beda dengan di lapangan di kuliah pembuatan kapal itu di kasi data utama kapal baru di buat sesuai perhitungan yang telah di cari sebelumnya hal ini di pertimbangkan agar kapal yang di desain tersebut seimbang dan memakai aturan yang berlaku. adapun gambar Redrawing nya dapat di lihat di lampiran.

(28)

4. kamis 04 November 2021

Saya hadir pada jam 08.00 wib kemudian saya dan teman – teman langsung ke bagian Marketing berjumpa pak Ricky untuk belajar Bussiness Process

A. Bussiness Process

Bussines Process atau alur bisnis merupakan alur terjadinya suatu pekerjaan dari awal pencarian customer hingga proses pembayaran atas pekerjaan yang dilakukan. Alur bisnis menunjukan setiap pekerjaan dari elemen yang terlibat, di PT YASA WAHANA TIRTA SAMUDERA.alur bisnis tersebut terdapat kegiatan/pekerjaan yang dilakukan oleh setiap elemen yang ada. Setiap panah hitam menunjukan pekerjaan yang dilakukan secara langsung baikuntuk ataupun oleh elemen tersebut. Panah biru menunjukan pekerjaan tambahan yang mungkin akan terjadi dalam sebuah pekerjaan dan panah oranye menunjukan proses pembayaran yang akan dilakukan. Berikut setiap pekerjaan yang ada dalam alur bisnis PT Yasa Wahana Tirta Samudera.

 .Pemesanan Docking Space – ACC Penawaran Awal (Pelanggan

& Marketing).

- Pelanggan melakukan pemesanan Docking Space ke Pihak Galangan via Email, Telepon dll (atau sebaliknya).

- Pihak Galangan memberikan konfirmasi ketersediaan Dock Space - Galangan mengajukan Penawaran Harga & Repair List kepada Pelanggan.

- Pelanggan & Galangan melakukan negosiasi terhadap harga yang akan disepakati

- Pelanggan & Galangan bersepakat atas hasil negosiasi dari harga penawaran awal, dalam tahap ini pihak pelanggan mengirimkan bukti ACC Quotation.

 Distribusi Repair List (Marketing ke PPC).

- Marketing mendistribusikan dokumen Repair List yang telah disepakati

(29)

olehPelanggan ke Piahk PPC.

 Penyusunan & Distribusi IPP ( PPC ke Seluruh Dept & Sub Dept).

- Pihak PPC melakukan penyusunan Dokumen IPP (Instruksi PelaksanaanProyek) dari Repair List diterima dari Marketing.

- IPP Distribusikan ke seluruh Departemen & Sub Departemen di Galangan.

 Distribusi ACC Quotation (Marketing ke Keuangan).

- Setelah terbit IPP, maka Pihak Marketing mendistribusikan ACC Quotation ke Pihak Keuangan sebagai dasar penagihan Uang Muka Jasa Pengedokan.

 Survei Pengedokan & Arrival Meeting (Produksi &Owner/Perwakilannya).

- Sebelum proses perbaikan dilakukan, maka diawali dengan proses Survei Pengedokan & Arrival Meeting antara Pihak Produksi (Layek) dengan Owner/Perwakilannya).

- Hal ini dilakukan untuk memastikan cakupan Item Pekerjaan di Repair List & Item Pekerjaan Tambahan.

 Permohonan Survei (Owner ke Class)

- Pihak Owner melakukan Permohonan Survei ke Class.

 Survei (Class & QC).

- Pelaksanaan Survei Class, dilakukan untuk memastikan kesesuain item Repair List dengan item peraturan Class.

 Memorandum Final (Owner ke Produksi/Layek).

- Setelah terbit Memorandum, pihak Owner biasanya melakukan negosiasi terhadap item – item yang ada dalam Memorandum tsb.

 Permohonan Pekerjaan Tambah (Dept Produksi/Layek ke Sub DeptPPC).

- Setelah menerima Memorandum final & Hasil Survei, maka Layek menyusun Daftar Pekerjaan Tambah.

(30)

 Distribusi Daftar Permohonan Pekerjaan Tambah (PPC ke Marketing).

- Pihak melakukan pendataan Daftar Permohonan Pekerjaan Tambah &

Mendistribusikannnya ke Dept Marketing untuk dilakukan proses Persetujuan oleh Pelanggan.

 Tahapan Penawaran Biaya, Negosiasi & Persetujuan Daftar PekerjaanTambah (Marketing ke Pelanggan).

- Pihak Marketing menyusun penawaran Biaya dari Daftar Pekerjaan Tambah dari Dept PPC.

- Pihak Marketing mengajukan Penawaran Biaya Pekerjaan Tambah ke Pelanggan.

- Pihak Marketing & Pelanggan melakukan proses Negosiasi Biaya.

- Pelanggan menyepakati Biaya Perkerjaan Tambah.

 ACC Pekerjaan Tambah (Marketing ke PPC).

- Pihak Marketing mendistribusikan ACC Pekerjaan Tambah ke Sub Dept PPC.

 Distribusi ACC Pekerjaan Tambah (Marketing ke PPC).

- Pihak PPC melakukan pendataan & distribusi ACC Pekerjaan Tambah keSeluruh Dept Di Galangan.

 Penunjukan Sub Con Harian (Layek ke SubCon Harian).

- Pihak Produksi/Layek menunjuk SubCon harian tertentu untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan kapal (Pokok/Tambah).

 Pengajuan & Persetujuan Permintaan Material Produksi (SubCon Harian

& Layek).

- SubCon Harian tertentu mengajukan Permintaan Material kepada Layek.

- Layek menyetujui pengajuan Permintaan Matearial oleh SubCon.

 Pengeluaran Material oleh Gudang (SubCon Harian & Gudang) – ADA

(31)

MATERIAL

- SubCon Harian tertentu mengajukan Permintaan Material via ACC Bon Pengeluaran Material ke Gudang.

- Gudang menyerahkan Material sesuai Jumlah Material pada Bon.

 Permohonan Pengadaan Barang oleh Layek Terkait – TIDAK ADA MATERIAL.

- Layek Mengajukan Bon Permintaan Barang (via SIAGA).

 Release Bon Permintaan Barang oleh Gudang (Gudang ke Pengadaan).

- Gudang melakukan peninjauan terhadap stok gudang atas Bon Permintaan Barang yang ada, kemudian Staff Gudang melakukan Release Bon PermintaanBarang untuk kemudian di Proses menjadi PO.

 Request Penawaran – Penerbitan Invoice oleh Supplier (Pengadaan &

Supplier).

- Pihak Pengadaan mengajukan permintaan penawaran ke pihak Supplier.

- Pihak Supplier mengajukan Penawaran ke Pihak Pengadaan.

- Penunjukan Supplier & Penerbitan Purchase Order dari Pengadaan ke Supplier.

- Penerbitan Invoice (+Faktur Pajak) dari Supplier ke Pengadaan.

 Distribusi PO & Invoice (Pengadaan ke Keuangan).

- Sub Dept Pengadaan mendistribusikan PO & Invoice ke Dept Keuangan sebagai dasar Pembayaran Pembelian Material Produksi.

 Bukti Terima & Pembayaran Invoice Supplier (Keuangan ke Supplier).

- Pihak Keuangan mengirimkan bukti Terima Invoice Supplier.

- Pihak Keuangan melakukan pembayaran atas Invoice yang masuk dari Supplier.

(32)

 Pengiriman atas Pembelian Material (Supplier ke Gudang).

- Supplier mengirimkan Material ke Gudang.

 Pengecekan Kedatangan Material Produksi (Gudang & Pengadaan ke Supplier).

- Pihak Gudang bersama dengan Pihak Pengadaan melakukan pengecekan terhadap kesesuaian antara Barang dengan Purchase Order serta Delivery Order.

- Setelah dinilai sesuai, maka pihak Gudang memberikan Tanda Terima Gudang(Rangkap 3), untuk Gudang, Supplier & Pengadaan.

 Pertanggung-Jawaban Pengadaan Material (Pengadaan ke Keuangan).

- Pihak Pengadaan menyerahkan PO, DO serta BA/Tanda Terima Gudang ke Dept Keuangan sebagai Bukti Pertanggung Jawaban Pengadaan Material.

 Kembali ke Langkah 15 & 16.

 Permohonan & Persetujuan : Peminjaman Alat & Perintah Kerja Alat.

- SubCon mengajukan Permohonan Pinjam Alat & Perintah Kerja Alat kepadaLayek.

- Layek memberikan persetujuan terhadap Permohonan Pinjam Alat &

PerintahKerja Alat.

 SPK Peminjaman Alat & atau Perintah Kerja Alat (Selain CNC &

Workshop)

- SubCon menyerahkan ACC Peminjaman Alat & atau Perintah Kerja Alat(Selain CNC & Workshop) ke Sub Dept Fasilitas.

 Perintah Kerja Alat (Sub Con ke CNC & Workshop).

- SubCon menyerahkan ACC Perintah Kerja Alat ke CNC & Workshop.

(33)

 Negosiasi & Kesepakatan Biaya Jasa Sub Con Harian (PPC & Sub Con Harian).

- SubCon menyerahkan Perintah Kerja, Lembar Opname & Absensi.

- Pada Lembar Opname, Sub Con menyerahkan List Pekerjaan Mingguan(Tanpa disertai Harga).

- Pihak PPC memberikan harga jasas pada tiap List Pekerjaan Sub Con Harian.

- Sub Con Harian & PPC melakukan Negosiasi terhadap Harga Jasa hingga tercapai kesepakatan harga.

 Distribusi Rekap Opname Mingguan (PPC ke Keuangan).

- PPC menyerahkan Data Rekap Opname Mingguan ke Pihak Keuangan yang kemudian akan menjadi Invoice Sub Con Harian.

 Pembayaran Tagihan Sub Con Harian (Keuangan ke Sub Con Harian).

- Dept Keuangan melakukan pembayaran atas Tagihan Rekap Opname Mingguan (SubCon Harian).

 Pengujian Kualitas Pekerjaan SubCon Harian (Produksi ke QC).

- Setelah item pekerjaan selesai dilakukan, maka Dept Produksi menyusun permohonan pengecekan kualitas pekerjaan ke Dept QC.

 Pengujian oleh QC (QC & Produksi).

- Dilakukan Pengujian Internal Kualitas Pekerjaan SubCon oleh QC.

- Approval kualitas pekerjaan oleh QC ke Produksi.

- Jika belum memenuhi standar kualitas, maka pekerjaan harus diperbaiki.

- Namun jika sudah masuk kriteria, Pihak QC menerbitkan Dokumen Hasil Pemeriksaan & Pengujian (HPP).

- Pihak QC mengundang Class, untuk dilakukan pemeriksaan oleh Class.

 Permohonan Inspeksi Class (QC ke Class).

(34)

- QC mengajukan permohonan Inspeksi ke Pihak Class.

 Inspeksi & Approval Class (Class ke QC).

- Pihak Class melakukan Pemeriksaan & Pengujian terhadap item Pengecekan.

- Pihak Class memberikan Hasil Pemeriksaan & Pengujian, antara lain : o Approve

o Re-Inspect

o Re-Inspect by QC.

o Approve with Comment.

- Pihak QC menginformasikan kepada Pihak Produksi terkait Hasil Approval Class.

 Penagihan Jasa Inspeksi oleh Class (Class ke QC).

- Pihak Class menyerahkan Lembar Penagihan (Invoice) ke Pihak Galangan melalui QC.

 Pengecekan Lembar Penagihan Jasa Inspeksi Class (QC ke PPC).

- Pihak QC melakukan pengecekan terkait dengan kesesuain antara Berita Acara Pemeriksaan Class dengan Lembar Penagihan.

- Setelah dinilai sesuai, maka Pihak QC menyerahkan Invoice & BA ke Pihak PPC untuk dilakukan pendataan.

 Tanda Terima Invoice (PPC ke Class).

- Pihak PPC mengirimkan Dokumen Tanda telah Diterimanya Invoice keClass.

 Distribusi Lembar Penagihan Jasa Inspeksi Class (PPC ke Keuangan).

- Pihak PPC mengirimkan Dokumen Invoice disertai BA & Bukti Terima keKeuangan.

 Permohonan Jasa Vendor Khusus (Produksi ke PPC).

(35)

- Pihak Keuangan melakukan pembayaran atas Tagihan Jasa Inspeksi Class.

 Permohonan Jasa Vendor Khusus (Produksi ke PPC).

- Pihak Produksi menyusun permohonan Jasa Vendor Khusus ke Pihak PPC (sesuai dengan Kebutuhan & Repair List).

 .Proses Penunjukan Vendor Khusus (PPC & Vendor Khusus).

- Pihak PPC mengajukan permintaan penawaran ke pihak Vendor Khusus.

- Pihak Vendor khusus mengajukan Penawaran ke Pihak PPC, Negosiasi Penawaran.

- Penunjukan Vendor khusus, yaitu dengan adanya penerbitan dokumen SPK Vendor Khusus (Surat Perintah Kerja).

- Kembali ke Item No. 31 – 39 (Yaitu Pengecekan Kualitas Kerja Vendor Khusus baik oleh QC maupun Class).

- Berita Acara Pekerjaan & Penagihan oleh Vendor Khusus ke Galangan, melalui PPC.

 Distribusi Tagihan Vendor Khusus (PPC ke Keuangan).

- Pihak PPC menyerahkan dokumen Tagihan Vendor ke Keuangan.

 Pembayaran Tagihan Vendor Khusus (Keuangan ke Vendor Khusus).

- Pihak Keuangan melakukan pembayaran atas Tagihan Jasa Vendor Khusus.

 Laporan Progress (PPC ke Owner/Perwakilan).

- Selama proses Repair, Pihak PPC secara rutin menyerahkan LaporanProgress Pekerjaan Pihak Produksi ke Owner/Perwakilan.

 Estimasi Rekap (Marketing ke Keuangan).

- Selama proses Repair, Pihak Marketing menyusun Estimasi Biaya Perbaikan (Estimasi Rekap) sebagai dasar Penagihan selama Progres

(36)

Repair berjalan oleh Pihak Keuangan.

 Penagihan Progres Repair (Keuangan ke Owner).

- Selama proses Repair, Pihak Keuangan melakukan Penagihan terhadap JasaProgres Repair kepada Pihak Owner.

 Distribusi Quality Report – Internal (QC ke PPC).

- Setelah proses Repair & proses Pengecekan Kualitas selesai, Pihak QC menyerahkan dokumen Quality Report ke Pihak PPC untuk dilakukan pendataan.

 Distribusi SK Dock – Internal (Produksi ke PPC).

- Setelah proses Repair & proses Pengecekan Kualitas selesai, Pihak Produksi menyerahkan dokumen SK Dock ke Pihak PPC untuk dilakukan pendataan.

 Distribusi SK Dock & Quality Report (PPC ke Pihak Eksternal Terkait).

- Setelah proses Repair & proses Pengecekan Kualitas selesai, Pihak PPC menyerahkan dokumen SK Dock ke Pihak Eksternal sebagai Bukti Laporan Docking.

 Penerbitan SN (PPC ke Marketing).

- Pihak PPC menerbitkan dokumen SN (Daftar Pekerjaan Total Docking)kepada Pihak Marketing sebagai acuan Penyusunan dokumen LDN.

 Penerbitan, Negosiasi & Persetujuan LDN (Marketing ke Owner).

- Pihak Marketing Menerbitkan LDN kepada pihak Owner, menggunakan SNsebagai dasar acuan.

 Distribusi ACC LDN (Marketing ke Keuangan).

- Pihak Marketing mendistribusikan ACC LDN kepada pihak Keuangan sebagai dasar Penagihan/Pelunasan atas Jasa Docking.

(37)

 Penagihan Biaya Total Docking (Keuangan ke Owner).

- Pihak Marketing melakukan penagihan atas Biaya Total Docking 5. Jumat 05 November 2021

Seperti biasa saya dan teman-teman hadir pada jam 08.00 wib kami langsung menuju kapal tougboat Berkat Barokah ukuran utama kapal 20,64 x7,00x3,00 tahun pembangunan 1997 di samarinda mengunankan mesin Yanmar – 2x650 HP untuk melakukan survey di dalam kamar mesin menjumpai bagian KKM yaitu Bapak Baslero iya menjelaskan mesin yang di gunakan dalam kapal itu ada dua mesin induk merek nyamar dan cara perhitungan sederhana pemakain bahan bakar dan pada bagian anjungan kami di jelaskan oleh pak heri selaku OS kapal tuogboat dan Bapak Muhadi sealku kapten kapal tersebut alat yang ada di anjungan sbb:

- Radar ( jangkauan radar 1-24 mil) - AIS ( mendeteksi lalu lintas laut) - GPS( mendeteksi lokasi /wilayah) - Exosonder( mendeteksi kedalam laut) - Kompas( penunjuk arah)

- FAV/Radio

- Epirb ( mengasi informasi atau panggilan darurat ) - Barometer ( pengukur suhu)

- Clinometer (alat ukur stabilitas)

- Smok detector ( alaram yang yang di tangkap dengan asap) - Naftex ( alat untuk mengetahui berita atau infomasi dari BMKG ) Adapun gambar kapal tougboat berkat barokah yang menaiki docking sliway media rel melakukan percegatan ulang , pengecekan vaulpe seacas dan penambahan indovision untuk TV, adapun gambar kapal tersebut sebagai berikut.

(38)

Gambar 2.5. Kapal Toughboat Berkat Barokah Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 6. Sabtu 06 November 2021

Seperti biasa saya dan teman-teman hadir pada jam 08.00 wib kami langsung menjumpai Bapak Giri selaku kepala dock master di sini kami di jelaskan tata cara menaikan kapal mengunakan dock sliwpway media air bag dengan melalui beberapa tahap antara lain:

Untuk menaikan kapal

- Langkah awal nya di persiapkan air bag yang berisi angin yang di isi dengan mengunakan kompersor yang bertekanan 10 bar

- Pintu doc mula-mula di pindah kan ke tempat yang tidak menganggu aktivitas di daerah perairan agar kapal yang ingin masuk dock tidak terganggu

- Lalu di kaitkan tali kawat yang terhubung di mesin Derek di sebelah kiri dan kanan kapal agar kapaltersebut dapat di tarik dengan mesin Derek

- Lalu kapal di tarik dan di persiapkan air bag di bagian haluan kapal agar saat di tarik kapaltersebut berada di atas air bag

- Sesuai kan air bag dengan panjang kapal agar air bag tersebut mampu untuk menampu kapal yang berada di atas badan air bag tersebut

(39)

- Apabila kap al sudah di daratan yang berada di air bag maka di persiapkan blok stop yang disusun sesuai dengan gambar kontruksi agar plat yang berada di atas blok stop tidak mengalami deformasi - Lalu air bag tersebut di buang angin nya biar kapal langsung duduk di

blok stop yang di persiapkan dan di atas blok stop harus ada balok kayu agar tidak terjadi nya benturan langsung antara plat dengan plat - Dalam hal ini menaikan kapal Tongkang Sandidewa 26 ukuran utama

panjang 70 meter lebar 13 meter

Gambar 2.6. Menaikan Kapal Tongkang Sandidewa 26 Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 2.2. Minggu Kedua

1. Senin, 08 Novembei 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib berkumpul di ruangan bersama Bapak Herdita selaku pembimbing kerja praktik di PT YWTS melakukan breafing untuk mendiskusi kan kegitan apa yang ingin di lakukan untuk hari ini jadi saya dan teman mengajukan beberapa pendapat untuk mempelajari sandblasting dan juga coating dan Bapak herdita langsung mengarah kan kami ke bagian pengawas sanblating dan juga coating untuk menjumpai Bapak Juari dan Bapak Bayu bersama p Bapak Riyadi selaku pekerja sandblasting dan coating Pada hari ini kami dibimbing untuk mempelajari sandblasting yang di lakukan di kapal sandidewa 12 pemakaian pasir kuarsa 20 ton pasir.

(40)

 Sandblasting

Sandblasting adalah proses penyemprotan abrasive material biasanya berupa pasir silika atau steel grit dengan tekanan tinggi pada suatu permukaan dengan tujuan untuk menghilangkan material kontaminasi seperti karat, cat, garam, oli dll.salah satu standard tingkat kebersihan yang dikeluarkan oleh Swedish Institute for Standards disingkat SIS. Kode Sa disini berarti standard kebersihan Swedish menggunakan Abrasive adapun jarak sandblasting dengan plat kapal itu di PT YWTS berjarak sekitar 40-50 cm.

Tingkat kebersihan sandblasting di PT YWTS biasa ada 3 tingkatan kebersihan nya antara lain:

- Sa 2 (pembersihan bagian luar plat /sekedar belang) - Sa 2.5 (pembersihan bagian sampai dasar / menyeluruh) - Sa 3 (pembersihan Bagian plat terlihat seperti baru)

Gambar 2.7. Sanblating Kapal Tongkang Sandidewa 12 Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 2. Selasa , 09 Novembei 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib langsung ke bagian devisi kontruksi untuk menjumpai pak budi santoso ,pak budi sulitianto dan pak hafizh adin pujanto yang akan membimbing kami untuk memperlajari proses kegiatan repleting pada kapal tongkang sandidewa 26 yang saat itu di lakukan proses repleting .

(41)

Proses repleting mencakup beberapa proses lainnya.

- Marking

Marking adalah suatu proses penandaan plat yang lama menggunakan kapur,pilox dan marker permanen untuk dilakukan kegiatan repleting karena mengalami beberapa hal antara lain, korosi yang melebihi ketentuan, deformasi dan akibat kelalaian ketenagakerjaan manusia dari frame 20-21.

Gambar 2.8 .Marking

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera - Bongkar

Bongkar adalah suatu kegiatan yang dimana dilakukan untuk membongkar plat lama menggunakan blender potong. Hal ini disesuaikan dengan ketentuan rule bki pergantian plat harus 300x300 mm dan berukuran panjang 1 meter dan 0,6 meter plat 12 mm.

Gambar 2.9. Bongkar

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(42)

3. Rabu , 10 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib langsung ke bagian devisi kontruksi untuk menjumpai Bapak Budi Santoso , yang akan membimbing kami untuk memperlajari proses kegiatan repleting pada kapal tongkang sandidewa 26 yang saat itu di lakukan proses repleting.

- Fit up

Fit up adalah suatu kegiatan pemasangan plat baru yang sudah dipotong sesuai dengan ukuran yang dibongkar sebelumnya.

Gambar 2.10.Fit Up

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera - Pengelasan

Pengelasan adalah suatu kegiatan yang dimana menyatukan antara 2 metal material dengan mencairkan elektroda dengan sumber tenaga listrik

Gambar 2.11. Pengelasan

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(43)

4. Kamis , 11 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib langsung ke bagian devisi kontruksi untuk menjumpai Bapak Budi Sulitianto dan Bapak Hafizh Adin Pujanto yang akan membimbing kami untuk mempelajari proses kegiatan repleting pada kapal tongkang sandidewa 26 yang saat itu di lakukan proses repleting . lanjutannya .

- Pengujian

Pengujian adalah kegiatan ini dilakukan untuk memasatikan bahwasannya pengelasan yang telah dilakukan tersebut tidak ada kebocoran bisa dilakukan menggunakan vacuum test dan di awasi oleh QC dan di lakukan beberapa kali pada satu pengelesan agar hasil yang di dapat kan memuaskan dan di lakukan di 3 titik.

Gambar 2.12.Pengujian

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera - Langkah vacuum test

Sediakan air sabun lalu di lakukan penyemprotan ke bagian hasil lasan yang akan di uji mengunakan vacum test dan di letakan bagain ujung vacuum test ke palt yang sudah di las tersebut lalu hidupkan mesin hisap yang daya hisap nya 40-50 apabila lebih dari pada itu maka wadah vacuum test bisa mengalami pecah apabila lasan tersebut bocor maka akan terlihat buih buih yang di hasil kan dari hasil lasan tersebut maka akan di lakukan

(44)

pengelasan ulang hal ini kami di jelaskan oleh bagian vacuum test bersama Bapak Slamat Mulyono.

Gambar 2.13 Mesin Vacuum Test Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 5. Jumat , 12 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib langsung menuju kapal tongkang sandidewa 26 di sana kami menjumpai Bapak Sumadi selaku tangan kanan OS dari Bapak Yohanes yang mengawasi proses pelepasan cangkang zinc anode yang lama mengunakan blender potong kami di jelaskan oleh Bapak Yohanes kegunaan zinc anode sebagai media alat/ umpan untuk pemancing binatang laut untuk di jadikan bahan makanan karena sifat fisik dari zinc anode adalah lunak sehinga binatang lauk memakan zinc anode dari pada plat kapal

. Gambar .2.14. Pemotongan Cangkang Zinc Anode

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(45)

Gambar 2.14. Zinc Anode Yang Sudah Terpasang Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Tipe zink anode yang di gunakan yaitudengan mengunakan anoda zinc alumuniun dengan berat 4.5 kg

6. Sabtu , 13 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib langsung ke bagian devisi kontruksi untuk menjumpai Bapak Riyadi,dibagian sandblasting dan coating. Pada hari ini kami dibimbing untuk mempelajari sandblasting dan coating.

 Coating

Coating adalah sebuah proses penambahan lapisan khusus pada permukaan cat kapal sehingga lapisan baru ini bisa membuat tampilan warna cat pada kapal selalu terlihat baru, mengkilap, tidak kusam, dan lebih sedap dipandang.

Tahapan pengecatan

Pengecatan di kapal biasanya dilakukan melalui tahapan berikut:

- Cat dasar (primer coat)

- Cat tengah (intermediate coat) - Cat akhir (finish coat)

 Primer. Ini merupakan cat dasar. Berguna untuk melapisi bagian yang paling awal (bare metal). Cat ini dapat menjadi dasar cat dan sekaligus anti karat, mempunyai daya lekat yang kuat terhadap lapisan cat berikutnya.

 Anti Corrosion (AC). Sebagaimana namanya, cat ini berfungsi sebagai pencegah korosi. Cat ini tergolong cat primer dari keluarga resin.

(46)

 Anti Fouling (AF). Ini cat anti teritip. Digunakan pada lambung bawah kapal, dari lunas sampai garis air, yaitu bagian yang terus menerus tercelup air laut. Bagian ini sangat sering ditempeli lumut dan teritip

Gambar 2.15. Pengecatan AF Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Gambar 2.16.Alat Ukur Ketebalan Cat (Manual) Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 2.3. Minggu Ketiga.

1. Senin , 15 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib langsung menemui Bapak Tumin selaku penjaga pintu slipway media air bag karena area yang terbatas maka di lakukan modifikasi docking dengan menambah pintu maka dengan cara inilah yang bisa di lakukan agar area docking semakin luas pada hari ini kami mengamati

(47)

penurunan kapal tongkang sandidewa 26 karena udah selesai di reparasi adapun langkah-langkah untuk menurunkan kapal mengunakan docking sliway media air bag sebagai beriikut:

- Langkah pertama yaitu membuka valve tangki pintu docking agar air yang berda di tangki keluar semua nya sehinga pintu akan mengapung

- Lalu di tutup kembali valve tangki sehingga air yang berada di luar tidak dapat masuk ke dalam tangki kembali

- Langkah selanjutnya , pelepasan tongkat atau penyangga pintu dock .

- Persiapan pengisian air bag mengunakan kompresor dengan kapasitas tekanan 10 bar lalu di pindahkan blok stop dan perancak agar saat kapal di turun kan tidak terganggu dengan benda yang lain dan air bag tersebut di susun kan sesuai dengan panjang kapal dan juga lebar kapal sehinga air bag bisa menampung berat kapal dengan merata

- Lau di buka valve untuk memasukan air ke dalam area docking sampai penuh dan di bantu oleh mesin agar air cepat penuh

- Lalu di pindahkan pintu dock ke area yang tidak menganggu aktivitas di perairan yang sempit tersebut dengan cara manual atau di tarik

- Lalu kapal di turunkan mengunakan mesin Derek dan tali kawat dengan perlahan

- Apabila kapal udah di turunkan maka kapal tongkang akan di sambut oleh kapal tunda untuk di tunda menuju ke tempat yang tidak mengahalagi aktivitas perairan yang sempit.

Adapun gambar penurunan kapal sandidewa 26 sebagai berikut :

(48)

Gambar 2.17.Penurunan Kapal Tongkang Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 2. Selasa , 16 November 2021

Saya dan teman teman hadir pada jam 08.00 wib langsung menemui Bapak Herdita untuk membahas pelajaran yang ingin kami capaikan pada saaat kerja praktek pembelajaran sekitar QC, hari ini dapat tanggapan dari pembimbing lapangan kami untuk menjumpai Bapak Novia dan Bapak Yashiruz selaku bagian QC . pada saat itu kami langsung menjumpai Bapak Novia akan tetapi Bapak Novia sedang ada kerjaan jadi kami di arahkan untuk menjumpai Bapak Yashiruz selaku QC kedua. Bersama Bapak Yashiruz kami mempelajari apa tujuan QC tersebut , QC adalah suatu devisi yang menjamin kan qualitas kelayakan kapal untuk melakukan pelayaran .

Seorang Quality Control bertugas menguji produk baik dari segi kualitas dan kuantitas selama proses produksi, yaitu mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan bahan baku menjadi barang setengah jadi hingga hasil akhir produksi untuk memperoleh standar kualitas yang diperlukan.

Tujuan Quality Control mencakup pengendalian kualitas dengan cara monitoring dan uji-tes semua proses produksi yang terlibat dalam produksi suatu produk sesuai standar spesifikasi pabrik atau perusahaan. Tim QC haruslah memastikan semua standar kualitas dipenuhi oleh setiap komponen dari produk atau layanan yang disediakan oleh perusahaan. Dan yang paling penting produk tersebut layak diedarkan di pasaran.

(49)

Quality Control memiliki tugas dan kewenangan yang bervariasai, tergantung pada industri di mana mereka bekerja. Mereka berwewnang untuk menerima atau menolak produk yang akan dipasarkan. Ketika tim QC menemukan cacat pada hasil produksi, mereka berwenang untuk meminta produk yang cacat tersebut ditarik kembali untuk perbaikan.

Sedangkan berikut ini adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh seorang Quality Control:

1. Memantau dan menguji perkembangan semua produk yang diproduksi oleh perusahaan.

2. Memverifikasi kualitas produk

3. Memonitor setiap proses yang terlibat dalam produksi produk.

4. Memastikan kualitas barang produksi sesuai standar agar lulus pemeriksaan.

5. Merekomendasikan pengolahan ulang produk-produk berkualitas rendah.

6. Melakukan dokumentasi inspeksi dan tes yang dilakukan pada produk dari sebuah perusahaan.

7. Membuat analisis catatan sejarah perangkat dan dokumentasi produk sebelumnya untuk referensi di masa mendatang.

8. Membuat Pembukuan Personal QC / QCA

Pada saat proses produksi tentunya staff Quality Control memiliki laporan harian yang digunakan untuk evaluasi perharinya mengenai barang yang akan dikirim dengan mengontrol dan mengisi formulir pelepasan produk, dimana formulir tersebut berisi catatan mengenai tanggal, jam, dan nama staff Quality Control yang menangani pada hari itu dan formulir pelepasan produk tersebut berisikan keterangan kriteria barang atau produk yang akan dikirim yaitu mengenai kondisi barang yang akan dikirim, kesesuaian barang dan kesesuaian jumlah barang. Di dalam keterangan formulir pelepasan produk tersebut maka menghasilkan hasil inspeksi Quality Control pada produk tentang kondisi baik atau tidak baiknya barang yang akan dikirim. Di akhir formulir tersebut ditandatangani yang diketahui oleh manager gudang dan dibuat oleh staff Quality Control.

(50)

3. Rabu , 17 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib dan langsung menemui Bapak Jojok selaku pekerja dock yang kegiatannya mempersiapkan kapal naik dan menurunkan kapal ,apabila sudah dilakukan resparasi. Pada hari ini Bapak Jojo dan pekerja lainnya mempersiapkan penaikan pintu dock yang akan diperbaiki dan dinaikkan ke dock menggunakan dock slipway media rel.ada beberapa tahap yang dilakukan Bapak Jojo dan pekerja lainnya antara lain :

- pertama mempersiapkan gambar kontruksi dock yang digunakan oleh kepala dock master untuk peletakan susunan penataan block stop agar sesuai dengan pintu dock yang akan masuk

- Mempersiapkan chain block 4 buah untuk mengikat bagian kiri dan kanan agar pintu dock tetap seimbang

- Lalu pintu dock ditarik menggunakan mesin Derek dan tali kawat yang terhubung ke dock slipway media rel .

- Apabila pintu sudah berada diatas dock yang tidak terkena air maka dilakukan kegiatan penambahan stop block dibagian sebelah kiri dan kanan pintu dock yang sebelumnya di ikat menggunakan chain block.kegunaannya agar keseimbangan pintu block itu lebih terjaga.

- Kemudian dilakukan pengujian oleh kepala dock master menggunakan palu harmer ,hal ini untuk mengetahui plat yang di pintu dock masih layak atau tidak dipakai.cara pengujian palu test harmer yaitu mengetokkan palu kepada plat yang ingin di uji apabila getaran plat itu semakin tinggi maka plat itu wajib diganti karena mengalam beberapa hal yaitu korosi.

- Pengantian plat dan modifikasi bentuk tangki agar lebih dikit dalam pembuatan tangki dalam bentuk baru dan agar lebih estetika.

- Pintu dock di naikan karena sudah harus di perbaiki karena udah lama tidak di repair dan kontruksi bagian dalam udah tidak layak di gunakan maka itu lah di naik dock.

(51)

Gambar 2.18.Penaikan Pintu Dock Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 4. Kamis , 18 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib dan langsung terjun ke lapangan untuk mengamati proses perbaikan atau proses resparasi pintu dock yang mengalami korosi yang di pimpin oleh kepala dock master mengunakan dock slipway.

- pada hari ini dilakukan kegiatan pembersihan lumpur yang berada dipintu dock saat kegiatan penaikan berlangsung menggunakan mesin robin yang menghisap air laut dan disemprotkan ke pintu dock yang terbalut dengan lumpur.

- Pelepasan air bag yang berada kiri dan kanan pintu dock agar perbaikan tidak terganggu dan pekerjaannya leluasa ,hal ini dikarenakan daya apung pintu dock kurang sehingga dilakukan penambahan air bag agara daya apaung pintu dock tersebut tinggi

- pemotongan plat lama sesuai hasil palu uji yang kemaren .dan pemotongan plat baru yang akan dipasang ke pintu dock tersebut

- dan dilanjutkan dengan pengelasan plat yang baru sesuai dengan ukuran plat yang lama di potong dengan blender potong.

- Perkerjaan ini di lakukan hanya 7 orang sampai pintu dock samapi selesai repair.

(52)

Gambar 2.19.Pemotongan Plat Lama Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 5. Jumat, 19 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib. Saya turun ke lapangan berjumpa Bapak Pendi selaku bagian safety dan di devisi damkar hal ini saya di jelaskan beberapa hal mengenai safety yang pertama apabila ada kapal yang masuk ke dock untuk melakukan reparasi hal utama yang di lakukan bagian safety yaitu pemberian arahan kepda pekerja harus selalu mengunakan APD sesuai standar atau aturan dari PT .YWTS hal ini di lakukan untuk mengantisipssi terjadi nya kecelakaan apabila ada kapal masuk harus di sediakan tangga untuk turun dan naik ke kapal tersebut minimal 2 buah tangga hal ini di gunakan untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak di inginkan contohnya apabila terjadi kebakaran di kapal tersebut maka akses jalan tanggap darurat ada dua akses sehinga mudah akses jalan keluar yang selanjutnya di sediakan pipa hidryan yang terhung ke selang dan nozzle yang di sediakan dari kiri dan kanan area dock sebelah kiri tersedia dua buah dan kanan tersedia dua buah pipa ini di gunakan apabila ada kebakaran jadi pipa hydrant bisa di gunakan untuk mematikan api tersebut apabila apa perbaikan di bagian bottom maka harus di sediakan blower untuk menatralisasi udara yang ada di dalam bottom tersebut karena ruangan yang kedap dan hampa udara dengan adanya blower ini maka perkerja di bagian dalam bottom tersuplai udara yang segar dari luar ruangan tersebut adapun dimensi tangga akses jalur naik dan turun dari kapal panjang 6 meter lebar 0,6 meter dan tinggi pagarnya 0,65 meter

(53)

Gambar 2.20.Tangga Turun

Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 6. Sabtu , 20 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib.saya dan teman teman menjumpai Bapak Herdita selaku pembimbing KP kami melakukan kegiatan breafing hal ini dilakukan untuk merancanakan planning selama kerja praktek yang ingin dicapaikan.lalu Bapak Herdita menginformasikan bahwasannya hari ni ada kapal kargo amarilis indah yang akan masuk di graving dock.lalu Bapak Herdita langsung menyerah kami kepada pimpro Kapal Amarilis Indah yaitu Bapak Imam setelah itu kami langsung menjumpai Bapak Imam dan membagi tugas untuk pembelajaran yang ingin di capaikan kegitan ini saya dapat untuk mempelajari sistem propulusi yang akan di pandu oleh Bapak Beni dan Bapak Agus dan kami bersama Bapak Agus dan Bapak Beni mengamati proses pengeringan air yang ada di graving dock di bagian buritan kapal sekaligus melihat propeller yang di gunakan kapal tersebut, sesudah air nya kering kami langsung turun ke bawah untuk melakukan survey lapangan dengan melihat repair list yang adadan di lanjutkan dengan persiapan perancak yang di gunakan agar mudah melakukan pengecekan clearance pada hari senin nantiperancak di susun atau di dirikan ada empat perancak di bagian kemudi ada dua kiri dan kanan dan bagian propeller dua kiri dan kanan agar setaip bagian yang igin di lakukan pengecekan dapat di optimal kan.

(54)

Gambar 2.21 persiapan perancak Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 2.4. Minggu Ke Empat

1. Senin , 22 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib.saya dan teman teman langsung ke lapangan untuk lanjut mengamati proses pengecekan clearance awalnya di bagian tongkat kemudi hal ini saya amati dengan seksama dan ada satu prihal yang saya jadi pertanyaan kepada pembimbing lapagan saya yaitu mengapa pengecekan clearance harus di lakukan di 4 sisi di bagian tongkat kemudi sedangkan tongkat kemudi hanya berputar 45 derajat lalu pembimbing lapangan saya menjawab karena daya yang di hasil kan oleh main engine dan di suplai kan langsung oleh propelle runtuk mendapat gaya dorong dan di arahkan dengan kemudi secara langsung kemudi itu menahan daya dorogan dri propeeler hal ini yang mengakibatkan harus di lakukan pengecekan 4 sisi dan pengecekan ini mempunyai tujuan kelayakan bantalan apakah bisa digunakan lagi atau tidak dengan aturan class yang di izinkan adapun class yang di pakai dalam pengecekan clearance propeller Kapal Amarilis Indah yaitu class BKI ,ada beberapa komponen yang setiap kapal beda di gunakan dalam shafting arrangement Di Kapal Amarilis yaitu mengunakan stopper sebagai salah satu komponen yang berfungsi menahan bantalan yang ada didalam tersebut agar tidak keluar adapun gambar pengecekan bagian tongkat kemudi sebagai berikut.

(55)

Gambar 2.22 Pengecekan Clearance Tongkat Kemudi Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 2. Selasa , 23 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib.saya dan teman teman langsung ke lapangan untuk lanjut mengamati proses pengecekan clearance dan di lanjutkan pada bagian poros propeller yang awalan nya dengan memotong skrem agar mudah terjangkau dan pengecekan clearance dapat di optimal kan dan sesuai yang di inginkan mengunakan blender potong akan tetapi berbeda dengan kapal amarilis ini tidak di lakukan pemotongan skrem hal ini di karena kan tempat yang ingin di lakukan pengecekan mudah di jangkau tidak perlu di lakukan pemotongan skrem adapum gambar pengecekan clearance pada bagian poros propeller bagian depan dan belakang

.

Gambar 2.23 Pengecekan Clearance Poros Propeller Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

(56)

3. Rabu , 24 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib.saya dan teman teman langsung ke lapangan untuk lanjut mengamati proses pengecekan clearance dan di lanjutkan pada bagian pintel bagian ini terletak di bagian bawah tongkat kemudi yang besangkutan dengan sepatu kemudi hal ini di karena kan kapal amarilis indah tidak mengunakan kemudi gantung adapun gambar pintel kemudi sebagai berikut.

Gambar 2.24 Pengecekan Clearance Pintel Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 4. Kamis , 25 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib.saya dan teman teman langsung ke lapangan untuk lanjut mengamati proses lanjutan kegiatan yang bersangkkutan dengan perbaiakan perawatan mesin kapal termasuk crane Kapal Amarilis Indah hal ini di lakukan agar crane Kapal Amarils dapat di operasikan sesuai ketentuan yang ada hal yang paling mendasar yaitu penurunan rel crane dan mengecek apakan rel tersebut haus atau tidak dan pemberian pelumas pada tali kawat agar tahan lama dan serta pengantian bearing yang berjumlah 12 buah total untuk 4 buah crane adapun gambar perbaiakan rel crane sebagai berikut.

Pintel

(57)

Gambar 2.25 Pebongkaran Rol Crane Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 5. Jumat , 26 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib. Saya dan teman teman menjumpai Bapak Herdita selaku pembimbing KP dan kami di arakan untuk mendalami pembelajaran untuk tinjauan khusus yang di ambil dari setiap mahasiswa hal ini saya menjumpai Bapak Beni kembali untuk mempelari teori mengenai pengecekan clearance yang saya amti bersama Bapak Agus selaku devisi permesinan pengecekan clearance harus di lakukan di empat titik hal ini di lakukan agar yang di dapatkan setelah pengecekan clearance dapat di pertimbangkan dan di pertanggungjawaban dan data yang di hasil kan lebih maksimal kenapa tidak di lakukan pengecekan hanya dengan dua titik aja? Hal ini di karenakan pergerakan dari as propeller itu sendiri berputar 360 darejat dan pengecekan tersebut harus di lakukan 4 titik sedangkan di bagian kemudi kenapa tak di lakukan 2 titik saja? Hal ini di karenakan gaya dorong dari propeller tersebut yang bisa mengakibatkan terjadi nya clearance di bagian depan dan belakang dari titik clearance yang di tentukan.

(58)

Gambar 2.26 Pengecekan Clearance Di 4 Titik Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera 6. Sabtu , 27 November 2021

Saya dan teman- teman hadir pada jam 08.00 wib. Saya dan teman teman menjumpai Bapak Herdita selaku pembimbing KP melanjutkan mendalami pembelajaran untuk tinjauan khusus Sesudahnya data yang di hasilkan dari kegiatan yang saya amati tersebut . saya belajar menghitung batas atau limit dari clearnrance yang di izinkan oleh klass yang dalam kesempatan ini klass yang di pakai tersebut yaitu BKI.

Gambar 2.27 Perhitungan Clearance Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera

Bawah

Kiri Kanan

Atas

Gambar

Gambar 1.4. Area PT. Yasa Wahana Tirta Samudera  Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera  .5.1
Gambar 1.15. Kantor YWTS  Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera Blok Stop
Gambar 1.22.forklif 3 Ton
Gambar 2.2 kapal tongkang Sandidewa 26  Sumber: PT.Yasa Wahana Tirta Samudera  3.  Rabu 03 November 2021
+7

Referensi

Dokumen terkait