Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
P U T U S A N
NOMOR: 16/G/2022/PTUN.SMD.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada peradilan tingkat pertama, dengan acara biasa yang pemeriksaannya dilakukan secara elektronik melalui Sistem Informasi Pengadilan (e-Court), telah menjatuhkan Putusan sebagaimana tersebut di bawah ini, dalam sengketa antara:
DEWAN PIMPINAN DAERAH PARTAI GOLONGAN KARYA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR,tempat kedudukan di Samarinda Jalan Mulawarman Nomor 03 Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, dalam hal ini diwakili oleh Pengurusnya:
1. Nama : Rudy Mas’ud, S.E., M.E.
Kewarganegaraan : Indonesia.
Tempat Tinggal : Jalan Tebet Utara I, No 24, RT 001, RW 002, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Pekerjaan : Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur.
2. Nama : Muhammad Husni Fahruddin,S. Hut., S.H., M.H.
Kewarganegaraan : Indonesia.
Tempat Tinggal : Jalan Niaga, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pekerjaan : Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam hal ini keduanya bertindak dalam jabatannya tersebut, Untuk dan atas nama Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Kalimantan Timur atau disingkat DPD Partai Golkar Prov. Kaltim, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
Karya Nomor: SKEP-28/DPP/GOLKAR/KALTIM/V/2020, Tentang Pengesahan Komposisi Dan Personalia Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Kalimantan Timur Masa Bakti 2020-2025 (Hasil Musda) tanggal 22 Mei 2020. Dalam hal ini memberikan kuasa kepada:
1. SAUT MARISI PURBA, S.H., M.H.;
2. LASILA, S.H.;
3. NAJAMUDDIN,S.H., CLA.
4. FAJRIANNUR,S.H., CLA.
5. MUHAMMAD IHSAN HIDAYATULLAH, S.H.
Kesemuanya Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum pada Badan Hukum dan Hak Azasi Manusia (BANKUMHAM) DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur, berkantor di Sekretariat DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Mulawarman Nomor: 03, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, domisili Elektronik: [email protected], [email protected], berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 24 Maret 2022, untuk selanjutnya di sebut sebagai PENGGUGAT;
MELAWAN
WALIKOTA SAMARINDA,tempat kedudukan di Gedung Balaikota Jalan Kusuma Bangsa, Nomor 82 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur;
Dalam hal ini memberikan kuasa kepada:
1. Dr. H. M. RIDWAN TASA, M.M.
2. EKO SUPRAYETNO, S.Sos.
3. ASRAN YUNISRAN, S.E.,S.H.
4. IKE NATALIA DAHLIANA, S.H.
5. TRISNA DEWI, S.H.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
6. ELIA JESIKA MENING, S.H.
7. ZULKIFLI DJEBAR, S.H.
8. YULI KUSTIANINGSIH, S.H.
Semuanya berkewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Aparatur Sipil Negara pada Pemerintah Daerah Kota Samarinda, beralamat kantor di Lantai II Gedung Balai Kota Samarinda Jalan Kesuma Bangsa, Nomor 82 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor: 180/004/HUK-KS/III/2022 Tanggal 31 Maret 2022, domisili Elektronik:
[email protected], untuk selanjutnya di sebut sebagai TERGUGAT;
Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda tersebut :
Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Nomor: 16/PEN-DIS/2022/PTUN.SMD tanggal 28 Maret 2022 Tentang Lolos Dismissal Proses dan Pemeriksaan Perkara dengan Acara Biasa;
Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Nomor : 16/PEN-MH/2022/PTUN.SMD tanggal 28 Maret 2022 tentang Penunjukkan Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara;
Telah membaca Surat Penetapan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor: 16/PEN-PPJS/2022/PTUN.SMD tanggal 28 Maret 2022 tentang Penunjukkan Panitera Pengganti dan Juru Sita Pengganti;
Telah membaca Penetapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Nomor : 16/PEN-PP/2022/PTUN.SMD tanggal 29 Maret 2022 tentang Hari Pemeriksaan Persiapan perkara;
Telah membaca Penetapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Nomor: 16/PEN-HS/2022/PTUN.SMD tanggal 19 April 2022 tentang Penetapan Hari Sidang Pertama terbuka untuk umum perkara;
Telah membaca berkas-berkas yang berkaitan dengan perkara tersebut;
Telah mendengarkan keterangan dari pihak Penggugat dan Tergugat maupun saksi yang diajukan oleh Para Pihak;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
TENTANG DUDUKNYA SENGKETA
Menimbang bahwa Penggugat telah mengajukan Gugatan tertanggal 25 Maret 2022, yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda pada tanggal 28 Maret 2022 dengan Register perkara Nomor:
16/G/2022/PTUN.SMD dan diperbaiki pada tanggal 19 April 2022, dengan mengemukakan dalil-dalil sebagai berikut:
I. Objek Sengketa :
Surat Walikota Samarinda Nomor: 030/8016/300.02 tertanggal 29 Desember 2021, Perihal: Jawaban terhadap Surat DPD Partai Golkar Nomor:
175/DPD/GOLKAR/KT/XI/2021, Selanjutnya disebut juga objek Sengketa;
II. Upaya Administratif dan Tenggang Waktu Pengajuan Gugatan;
Bahwa mengenai tenggang waktu dalam mengajukan gugatan, yaitu sebagaimana diatur dalam Pasal 55 UU PTUN, ditegaskan sebagai berikut;
“Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara.”
Bahwa Objek Sengketa diterbitkan oleh Tergugat pada tanggal 29 Desember 2021 dan diterima oleh Penggugat pada tanggal 30 Desember 2021, dan Penggugat telah mengajukan keberatan atau tanggapan atas Surat Permintaan tahapan atas proses penjualan tanah dan bangunan objek sengketa tersebut dengan surat tertanggal 14 Maret 2022. Dan keberatan tersebut diterima oleh Tergugat tanggal 14 Maret 2022, namun setelah lewat waktu 10 hari sejak keberatan tersebut diterima tidak ada tindak lanjut dari Tergugat.
Bahwa gugatan a quo diajukan masih dalam tenggang waktu yang ditentukan sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia No.
5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan undang-undang No. 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan terakhir diubah dengan Undang-undang No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (selanjutnya dapat disebut UU PTUN), dan Penggugat telah menempuh uapaya keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
ayat (1) Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan Setelah Menempuh Upaya Administrasi. Oleh karena gugatan ini diajukan masih dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak saat di terimanya atau diterbitkannya Keputusan yang menjadi objek sengketa, maka secara hukum gugatan Penggugat masih memenuhi tenggang waktu yang ditentukan oleh peraturan perundang – undangan yang berlaku;
III. Kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara Mengadili Objek Sengketa:
Bahwa Objek Sengketa yang diterbitkan oleh Tergugat merupakan Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 1 angka 9 UU PTUN yang menyatakan bahwa :
“Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata”
Dengan merujuk pada ketentuan Pasal 1 angka 9 UU PTUN tersebut di atas, surat keputusan Tergugat tersebut memenuhi sebagai objek sengketa, dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Objek Sengketa merupakan penetapan tertulis, yaitu bukan saja karena Objek Sengketa yang diterbitkan oleh Tergugat dikeluarkan dalam bentuk tertulis, namun terutama karena sudah jelas isi (materinya), sebagai berikut:
a. Bahwa Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan Objek Sengketa tertera jelas yakni Tergugat selaku Walikota Samarinda;
b. Bahwa Objek Sengketa berisi tindakan Hukum Tata Usaha Negara yaitu tentang Perintah Pembeliaan Tanah dan Bangunan Kantor Sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda;
c. Objek Sengketa tersebut telah ditujukan terhadap Penggugat yaitu DPD Partai GOLKAR Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda;
2. Objek Sengketa dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara.
Dalam hal ini Tergugat adalah merupakan Badan atau Pejabat yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
melaksanakan urusan Pemerintahan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku (vide Pasal 1 Butir 8 UU PTUN), yaitu sebagai Walikota Samarinda;
3. Objek Sengketa merupakan tindakan hukum Tata Usaha Negara yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bahwa dalam menerbitkan Objek Sengketa, Tergugat telah mendasarkan Objek Sengketa pada aturan-aturan yang bersumber pada suatu ketentuan - ketentuan atau perundang-undangan;
4. Objek Sengketa bersifat kongkrit, individual, dan final. Bahwa Objek Sengketa tersebut termasuk sebagai objek sengketa yang bersifat kongkrit, individual, dan final serta menimbulkan akibat hukum terhadap Penggugat, sebagai berikut :
a. Bersifat konkret
Artinya objek yang diputuskan/ ditetapkan dalam objek Sengketa dari Tergugat itu tidak abstrak, tetapi berwujud, tertentu atau dapat ditentukan, yaitu dalam sengketa ini berupa Surat Perintah Pengosongan;
b. Bersifat Individual
Artinya Objek Sengketa yang diterbitkan oleh Tergugat tidak ditujukan untuk umum, tetapi yang dituju adalah Penggugat, yaitu objek sengketa tersebut akan menghilangkan hak pemakaian Penggugat atas Ex Bangunan Kantor DPD Partai GOLKAR Provinsi Kalimantan Timur;
c. Bersifat Final
Bersifat final, Artinya sudah definitif dan karenanya dapat menimbulkan akibat hukum, yakni berlaku sejak diperintahkan dan tidak ada upaya hukum banding adminitratif, selain keberatan administratif. Upaya keberatan sudah Penggugat tempuh namun tetap dipaksakan untuk dikosongkan dan permintaan untuk prose pembelian tanah dan bangunan Kantor Sekretriat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kalimantan Timur;
d. Objek Sengketa menimbulkan akibat hukum
Dalam hal ini Objek Sengketa telah menimbulkan akibat hukum, artinya menimbulkan suatu perubahan hubungan hukum dari yang telah ada
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
menjadi tidak ada, yaitu Objek Sengketa menyebabkan hilangnya hak Penggugat menggunakan Ex Gedung / bangunan Kantor Sekretriat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kalimantan Timur, dengan adanya objek Sengketa hak pemakaian tersebut menjadi hilang;
IV. Kepentingan Penggugat Sangat Dirugikan :
Bahwa langkah Penggugat mengajukan gugatan ini di dasarkan pada ketentuan Pasal 53 ayat (1), UU PTUN yang menetapkan bahwa:
“Seseorang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwewenang berisi tuntunan agar keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau rehabilitasi.”
Untuk itu Penggugat sangat berkepentingan dalam perkara ini, terutama untuk melindungi hak-hak Penggugat yang dilindungi oleh hukum dari tindakan Tergugat yang telah menerbitkan Objek Sengketa tersebut, Tergugat telah menghilangkan hak Penggugat untuk menggunakan Kantor Sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di Jalan Mulawarman No 03 Kota Samarinda, bangunan tersebut Penggugat bangun sendiri dan tempati sejak tahun 1977.
V. Fakta dan alasan yang mendasari diajukannya Gugatan:
1. Bahwa Penggugat adalah Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai GOLONGAN KARYA Provinsi Kalimantan Timur, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai GOLONGAN KARYA Nomor : SKEP-28/DPP/GOLKAR/KALTIM/V/2020, Tentang Pengesahan Komposisi Dan Personalia Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Kalimantan Timur Masa Bhakti 2020 – 2025 (hasil Musda), tanggal 22 Mei 2020;
2. Bahwa Penggugat adalah pemilik sah Bangunan/Gedung KANTOR DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim yang berkedudukan di Jalan Mulawarman Nomor 03, RT. 07 Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, dengan luas 950 M2(Sembilan Ratus Lima Puluh Meter Persegi) dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Utara : Tanah Hak;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
Sebelah Selatan : Jalan Mulawarman;
Sebelah Barat : Tanah Hak;
Sebelah Timur : Tanah Hak;
3. Bahwa Penggugat adalah pihak yang Membangun Bangunan Gedung Kantor Sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim yang terletak di Jalan Mulawarman No. 03 RT. 07, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda dan digunakan oleh Penggugat untuk kegiatan kesekretariatan dan kepengurusan organisasi, kegiatan politik, sosial dan keagamaan, atau dapat dikatakan merupakan kegiatan yang bersifat untuk kepentingan umum;
4. Bahwa Penggugat dalam hal ini DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim pertama kalinya terbentuk kepengurusan pada tahun 1977, dengan Ketua DPD Partai GOLKAR Kaltim yang bernama HR. Pramono seorang perwira Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang sekarang di kenal sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpangkat Kolonel dengan periodesasi atau masa bakti kepengurusan DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim tahun 1977 - 1983, saat itu, Kantor Sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim telah berada di sebuah lahan kosong bekas peninggalan Cina di Jalan Mulawarman Nomor 3 Kota Samarinda, yang awal mulanya saat itu dibawah pengawasan TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang dulu dikenal dengan sebutan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan oleh ABRI diserahkan kepada Golkar untuk dikuasai, dibangun, digunakan, dan dimanfaatkan oleh DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim untuk kegiatan organisasi partai politik dan kepentingan umum lainnya;
5. Berdasarkan Surat Undangan Audiensi Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Timur yang di tujukan kepada Ketua DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim pada Hari Senin Tanggal 12 Juli 2021 bertempat di Aula Serbaguna Kanwil BPN Provinsi Kaltim yang dihadiri Kakanwil BPN Kaltim Istanto Nurhidayat beserta jajaran dijelaskan bahwa mengenai tanah di Kantor Sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim, pernah masuk di BPN Kaltim Surat Permohonan Sekretaris Daerah Kota Samarinda Asmuni Alie, yang mengajukan Hak Pakai dipergunakan untuk Kantor
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
Sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim. Disini jelas diperuntukkan bagi Sekretariat Golkar Tk. I Kaltim;
6. Bahwa pembangunan Bangunan Gedung Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur di bangun atas dana Partai Golkar dan atau/ swadaya dari kader Partai GOLKAR secara sukarela dan mandiri, jauh hari sebelum diterbitkannya sertifikat Hak Pakai Nomor : 122 tahun 1998 yakni sejak pertama kali ditempati atau dikuasi DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim pada tahun 1977 sampai dengan sekarang DPD Partai GOLKAR Prov. Kaltim terus membangun, merenovasi dan memperluas bangunan kantor;
7. Bahwa Pembangunan Kantor/Sekretariat Partai Golkar Kaltim dibangun secara sah demi hukum karena legalitasnya berdasarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Samarinda Tanggal 4 Juli 1994 Nomor 156/G-4/DTK- KOMAS/Pr.B/VII/1994 yang ditandatangani oleh Walikota Drs. H.A. Waris Husain, memberikan ijin kepada DPD Tingkat I GOLKAR Kaltim sebagai Pemegang Ijin;
8. Bahwa kemudian Perluasan dan Renovasi Pembangunan Kantor/Sekretariat Partai Golkar Kaltim kembali dilanjutkan dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) berdasarkan Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Samarinda Tanggal 6 Maret 1995 Nomor 585/G- 4/DTK-KOMAS/Pr.B/III/1995 yang ditandatangani oleh Walikota Drs. H.A.
Waris Husain, memberikan ijin kepada DPD GOLKAR Tk. I Alamat Jalan Mulawarman Samarinda sebagai Pemegang Ijin;
9. Bahwa PT. Sena Menunggal Sejahtera dengan kuasa usaha atas nama Aransyah dengan Akta Pendirian Nomor 32 Tanggal 21 Oktober 1989 Notaris Abdul Wahab, S.H. NPWP nomor: 1.466.947.7-722 adalah Kontraktor Bahwa PT. Sena Manunggal Sejahtera dengan Kuasa Usaha atas nama Ir. Mustaf Proyek Pembangunan Gedung GOLKAR DPD Tk. I Kaltim Jalan Mulawarman Samarinda berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Pemborongan Pekerjaan Perluasan dan Renovasi Kantor DPD GOLKAR Tingkat I Kalimantan Timur di Samarinda dan Surat Penawaran
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
Nomor 11/SMS/II/1994 kepada DPD GOLKAR Tk. I Kaltim tertanggal 14 Pebruari 1994;
10.Bahwa penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan Bangunan Gedung Kantor Sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Katim oleh Penggugat tersebut sejak tahun 1977 sampai dengan tahun 2021 atau kurang lebih selama 44 (empat puluh empat) tahun, dan telah beberapa kali dilakukan pembangunan awal bangunan gedung, perluasan bangunan Gedung dan renovasi bangunan Gedung oleh Penggugat;
11.Bahwa yang menjadi keberatan Penggugat terhadap terbitnya surat yang menjadi objek sengketa adalah adanya rencana Tergugat mengambil alih bangunan tersebut tanpa memperhitungkan sama sekali eksistensi DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim yang telah menguasai, menggunakan, dan memanfaatkan untuk aktifitas keorganisasian dan kegiatan sosial lainnya selama kurun waktu kurang lebih 44 (empat puluh empat) tahun, termasuk biaya pembangunan, renovasi dan perluasan bangunan gedung kantor sekretariat Penggugat tersebut. Perlu diketahui, Bangunan Gedung kantor sekretriat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim tersebut dibangun oleh Penggugat yang berasal dari sumbangan tokoh-tokoh partai, kader Partai GOLKAR serta simpatisan Partai GOLKAR, dan sama sekali tidak ada biaya yang dikeluarkan oleh Tergugat dalam pembangunan Bangunan Gedung kantor sekretariat Penggugat tersebut;
12.Bahwa setelah 44 (empat puluh empat) tahun bangunan Gedung kantor sekretariat Penggugat tersebut, tiba-tiba Tergugat mengeluarkan Surat Pengosongan Bangunan tanpa adanya dialog secara Musyawarah Kekeluargaan atau mencari opsi penyelesaian lainnya yang dibenarkan oleh aturan dan ketentuan perundang-undangan. Padahal sesuai perundang-undangan, Tergugat selaku Pembina partai politik di Kota samarinda mengutamakan penyelesaian secara berkeadilan dan musyawarah kekeluargaan (win-win solution);
13.Bahwa bangunan Gedung kantor sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim tersebut saat ini masih sangat Penggugat butuhkan dalam menjalankan roda organisasi partai dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya seperti vaksinasi massal, donor darah, pengajian keagamaan, peringatan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
hari-hari besar negara, peringatan hari-hari besar keagamaan, pembagian sembako untuk masyarakat yang terkena dampak Covid-19, beasiswa bagi pelajar/mahasiswa dan lain sebagainya;
14.Bahwa bangunan Gedung kantor sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim menjadi satu-satunya Kantor Sekretariat Penggugat sehingga pemberitahuan pengosongan bangunan sekretariat DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim dari Tergugat kepada Penggugat tersebut, tanpa memberikan ruang dialog secara musyawarah kekeluargaan untuk menghasilkan opsi-opsi penyelesaian berdasarkan ketentuan dan perundangan-undangan yang berlaku adalah perbuatan melawan hukum;
15.Penggugat menerima surat (objek sengketa) dari Tergugat yang memerintahkan kepada Penggugat untuk membeli bangunan dan mengosongkan bangunan kantor sekretariat Penggugat yang terletak di Jalan Mulawarman No. 03, RT. 07, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, dengan alasan tanah dan bangunan tersebut adalah aset Pemerintah Kota Samarinda / Tergugat serta tanah dan bangunan tersebut akan digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat;
16.Bahwa yang menjadi keberatan Penggugat terhadap terbitnya surat (objek sengketa) adalah adanya rencana Tergugat mengambil alih bangunan tersebut tanpa diperhitungkan sama sekali biaya pembangunan gedung sekretariat Penggugat tersebut dan atau/ membeli bangunan Gedung kantor tersebut. Padahal Gedung kantor sekretriat tersebut dibangun oleh Penggugat hasil dari sumbangan dari tokoh partai, kader partai serta simpatisan partai, dan sama sekali tidak ada biaya yang dikeluarkan oleh Tergugat dalam pembangunan secretariat Penggugat tersebut;
17.Bahwa Penggugat adalah Partai Golkar khususnya DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur, adalah partai kader dan mempunyai kurang lebih ratusan ribu anggota, tergambar dalam pemilu legislatif tahun 2019, mendapat suara pemilih terbesar dengan jumlah kursi terbanyak yang diperoleh Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur di DPRD Provinsi Kalimantan Timur adalah sebanyak 12 kursi;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
18.Bahwa bangunan gedung kantor sekretariat tersebut saat ini masih sangat Penggugat butuhkan dalam menjalankan roda organisasi partai dan menjadi satu-satunya secretariat Penggugat untuk Kota Samarinda.
Perintah pengosongan bangunan sekretriat DPD Paratai GOLKAR Provinsi Kalimantan Timur dari Tergugat kepada Penggugat tersebut, tanpa memberikan solusi dan peyelesaian kompensasi/ganti rugi Gedung Sekretariat Partai Golkar Kaltim milik Penggugat adalah merupakan bentuk kesewenangan penguasa, dan perlakuan yang diskriminatif;
19.Bahwa objek sengketa yang dikeluarkan oleh Tergugat, diterbitkan secara melawan hukum dan / atau telah melanggar Asas –Asas Umum Pemerintahan yang Baik, dengan alasan sebagai berikut:
a. Bahwa Tergugat dalam menetapkan objek sengketa telah melanggar Pasal 76 ayat (1) huruf b Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang pemerintahan Daerah sebagaimana telah dirubah dan ditambah terakhir dengan Undang undang Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang pemerintahan Daerah.
Pasal 76 ayat (1) huruf b UU No. 23 Tahun 2014 menyatakan : Bahwa Kepala Daerah dilarang membuat kebijakan yang merugikan kepentingan umum dan meresahkan sekelompok masyarakat atau mendiskriminasikan warga negara dan/atau golongan masyarakat lain yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
Pengambil alihan dan pengosongan secretariat Penggugat secara paksa oleh Tergugat, merupakan tindakan diskriminatif yang menimbulkan keresahan sekelompok masyarakat, khususnya kader dan simpatisan Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang jumlahnya kurang lebih ratusan ribu orang;
Oleh karena Tergugat dalam menerbitkan objek Sengketa bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, maka objek Sengketa beralasan dinyatakan batal atau tidak sah.
b. Bahwa Tergugat dalam menetapkan objek Sengketa merupakan Penyalahgunaan Wewenang(detournement de pouvoir).
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
Bahwa Tergugat dari segi kewenangan, berwenang mencabut kembali tanah yang pernah diserahkanya sendiri, namun dalam sengketa a quo Tergugat telah mengunakan kewenangannya tidak pada semestinya, yaitu:
(1) Bahwa dalam objek sengketa Tergugat akan mengambil alih bangunan sekretariat Penggugat, padahal nyata-nyata bangunan tersebut adalah dibangun dan didirikan oleh Penggugat sendiri, tidak menggunakan dana Tergugat.
(2) Dari surat walikota terdahulu, jelas bahwa yang diserahkan untuk dipergunakan adalah tanah saja, tidak ada bangunan. Dengan pengambil alihan banguan Tergugat tersebut dan dimasukkan menjadi aset Tergugat, merupakan penyalahgunaan wewenang;
c. Bahwa Tergugat dalam menetapkan objek Sengketa telah bertindak sewenang-wenang(willekeur) terhadap Penggugat, dengan alasan :
1. Penggugat sejak tahun 1977 telah memperoleh hak pengelolaan/
pemakaian atas tanah tersebut dari Tergugat dan sampai saat ini masih dibutuhkan dan digunakan sebagaimana fungsi pemberiannya, namun tanpa ada sebab dan alasan hukum yang jelas hak pengelola/pemakaian yang telah diberikan selama hampir 44 tahun tersebut tiba – tiba Tergugat adakan penyegelan dan pengosongan sebelum adanya penyelesaian dengan Penggugat, dan bangunan yang ada di atasnya yang merupakan bangunan yang didirikan Penggugat sendiri juga hendak diambil alih menjadi aset Tergugat;
2. Bahwa dasar Penggugat menempati lahan/Tanah untuk mendirikan Sekretariat Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur di Jalan Mulawarman No. 03 Rt.07, Kalurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda adalah atas dasar;
a. Bahwa pembangunan Gedung Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur di bangun atas dana Partai Golkar dan atau/ swadaya dari kader Partai GOLKAR secara sukarela dan mandiri, jauh hari sebelum diterbitkannya sertifikat Hak Pakai Nomor : 122 tahun 1998 yakni sejak pertama kali
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
ditempati atau dikuasi DPD Partai GOLKAR Provinsi Kaltim pada tahun 1977 sampai dengan sekarang DPD Partai GOLKAR Prov.
Kaltim terus membangun, merenovasi dan memperluas bangunan kantor;
b. Bahwa Pembangunan Kantor/Sekretariat Partai Golkar Kaltim dibangun secara sah demi hukum karena legalitasnya berdasarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Samarinda Tanggal 4 Juli 1994 Nomor 156/G-4/DTK-KOMAS/Pr.B/VII/1994 yang ditandatangani oleh Walikota Drs. H.A. Waris Husain, memberikan ijin kepada DPD Tingkat I GOLKAR Kaltim sebagai Pemegang Ijin;
c. Bahwa kemudian Perluasan dan Renovasi Pembangunan Kantor/Sekretariat Partai Golkar Kaltim kembali dilanjutkan dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) berdasarkan Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Samarinda Tanggal 6 Maret 1995 Nomor 585/G-4/DTK-KOMAS/Pr.B/III/1995 yang ditandatangani oleh Walikota Drs. H.A. Waris Husain, memberikan ijin kepada DPD GOLKAR Tk. I Alamat Jalan Mulawarman Samarinda sebagai Pemegang Ijin;
d. Bahwa PT. Sena Menunggal Sejahtera dengan kuasa usaha atas nama Aransyah dengan Akta Pendirian Nomor 32 Tanggal 21 Oktober 1989 Notaris Abdul Wahab, S.H. NPWP nomor:
1.466.947.7-722 adalah Kontraktor Bahwa PT. Sena Manunggal Sejahtera dengan Kuasa Usaha atas nama Ir. Mustaf Proyek Pembangunan Gedung GOLKAR DPD Tk. I Kaltim Jalan Mulawarman Samarinda berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Pemborongan Pekerjaan Perluasan dan Renovasi Kantor DPD GOLKAR Tingkat I Kalimantan Timur di Samarinda dan Surat Penawaran Nomor 11/SMS/II/1994 kepada DPD GOLKAR Tk. I Kaltim tertanggal 14 Pebruari 1994;
Bahwa oleh karena Tergugat dalam menerbitkan objek Sengketa telah berlaku sewenang wenang kepada Penggugat, maka objek Sengketa beralasan dinyatakan batal atau tidak sah;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
d. Bahwa Tergugat dalam menetapkan objek sengketa telah melanggar Asas Kepastian hukum.
1. Bahwa objek sengketa telah menimbulkan ketidak pastian hukum bagi Penggugat, bahwa Asas Kepastian Hukum adalah asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggara negara. Asas ini menghendaki dihormatinya hak kepemilikan atas suatu objek oleh individu maupun badan hukum;
2. Bahwa Tergugat sudah sepatutnya mempertimbangkan fakta lapangan dan hak-hak hukum Penggugat yang masih berlaku, sebelum menetapkan objek sengketa;
e. Bahwa Tergugat dalam menerbitkan objek sengketa telah melanggar Asas keadilan atau kewajaran :
Bahwa Tergugat dalam menerbitkan objek sengketa tidak pernah meminta penjelasan atau keterangan apalagi pendapat dari Penggugat yang merupakan pihak yang berkepentingan langsung atas hak pemakaian gedung yang dikosongkan tersebut. Tergugat sama sekali tidak memberikan alternatif solusi ganti rugi sebagai akibat dari rencana pengosongan bangunan kantor secretariat Penggugat tersebut;
Dari hal-hal tersebut diatas, bahwa Objek Sengketa selain bertentangan dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku juga bertentangan dengan Asas – Asas Umum Pemerintah Yang Baik, maka terhadap Objek Sengketa patutlah dinyatakan batal atau tidak sah dan oleh karenanya patut pula diperintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Objek Sengketa tersebut.
VI. PERMOHONAN PUTUSAN :
Bahwa berdasarkan uraian dan alasan-alasan sebagaimana tersebut di atas, Penggugat sangat berkepentingan dalam sengketa ini, terutama untuk melindungi hak-hak Penggugat yang diberikan dan dilindungi oleh hukum.
Oleh karena itu, selanjutnya Penggugat mohon kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda C.q Majelis Hakim yang memeriksa dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
mengadili perkara ini agar memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut :
DALAM POKOK PERKARA :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan batal atau tidak sah Surat Tergugat Walikota Samarinda Nomor:
030/8016/300.02 tertanggal 29 Desember 2021, Perihal: Jawaban terhadap Surat DPD Partai Golkar Nomor: 175/DPD/GOLKAR/KT/XI/2021. Yang ditujukan kepada Penggugat;
3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Surat Walikota Samarinda Nomor 030/8016/300.02 tertanggal 29 Desember 2021, Perihal Jawaban terhadap Surat DPD PArtai Golkar Nomor: 175/DPD/GOLKAR/KT/XI/2021. Yang ditujukan kepada Penggugat;
4. Menghukum Tergugat membayar biaya perkara.
Menimbang, bahwa terhadap Gugatan Penggugat tersebut, Tergugat mengajukan Jawabannya melalui Sistim Informasi Pengadilan pada persidangan hari Selasa tanggal, 17 Mei 2022 yang pada pokoknya adalah sebagai berikut:
DALAM EKSEPSI
1. Pengajuan Gugatan Dari Pihak Penggugat Ke Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda Tidak Memenuhi Syarat Dikarenakan Pengajuannya Tanpa Didahului Pengajuan Upaya Administrasi Secara Benar
Bahwa terhadap pengajuan Gugatan A Quo dari Pihak Penggugat dengan ini Pihak Tergugat nyatakan tidak memenuhi syarat untuk dapat diterima, diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda karena Pihak Penggugat tidak pernah mengajukan Upaya Administrasi sebelumnya terhadap penerbitan Objek Sengketa secara benar, sebagaimana yang diatur baik di dalam Ketentuan Pasal 75, 76, 77 dan 78 Undang-Undang Republik Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan maupun dalam Ketentuan Pasal 2 ayat (1) Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan Setelah Menempuh Upaya Administrasi.
Ada pun isi Ketentuan Pasal 75, 76, 77 dan 78 Undang-Undang Republik Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (selanjutnya
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
disebut juga sebagai UU AP), selengkapnya kami kutip secara lengkap sebagai berikut:
Pasal 75
(1) Warga Masyarakat yang dirugikan terhadap Keputusan dan/atau Tindakan dapat mengajukan Upaya Administratif kepada Pejabat Pemerintahan atau Atasan Pejabat yang menetapkan dan/atau melakukan Keputusan dan/atau Tindakan.
(2) Upaya Administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. keberatan; dan b. banding.
(3) Upaya Administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak menunda pelaksanaan Keputusan dan/atau Tindakan, kecuali:
a. ditentukan lain dalam undang-undang; dan b. menimbulkan kerugian yang lebih besar.
(4) Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan wajib segera menyelesaikan Upaya Administratif yang berpotensi membebani keuangan negara.
(5) Pengajuan Upaya Administratif tidak dibebani biaya.
Pasal 76
(1) Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan berwenang menyelesaikan keberatan atas Keputusan dan/atau Tindakan yang ditetapkan dan/atau dilakukan yang diajukan oleh Warga Masyarakat.
(2) Dalam hal Warga Masyarakat tidak menerima atas penyelesaian keberatan oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Warga Masyarakat dapat mengajukan banding kepada Atasan Pejabat.
(3) Dalam hal Warga Masyarakat tidak menerima atas penyelesaian banding oleh Atasan Pejabat, Warga Masyarakat dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan.
(4) Penyelesaian Upaya Administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) berkaitan dengan batal atau tidak sahnya Keputusan dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan tuntutan administratif.
Pasal 77
(1) Keputusan dapat diajukan keberatan dalam waktu paling lama 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak diumumkannya Keputusan tersebut oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan.
(2) Keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan secara tertulis kepada Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan yang menetapkan Keputusan.
(3) Dalam hal keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterima, Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan wajib menetapkan Keputusan sesuai permohonan keberatan.
(4) Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan menyelesaikan keberatan paling lama 10 (sepuluh) hari kerja.
(5) Dalam hal Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan tidak menyelesaikan keberatan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4), keberatan dianggap dikabulkan.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
(6) Keberatan yang dianggap dikabulkan, ditindaklanjuti dengan penetapan Keputusan sesuai dengan permohonan keberatan oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan.
(7) Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan wajib menetapkan Keputusan sesuai dengan permohonan paling lama 5 (lima) hari kerja setelah berakhirnya tenggang waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4).
Pasal 78
(1) Keputusan dapat diajukan banding dalam waktu paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sejak keputusan upaya keberatan diterima.
(2) Banding sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan secara tertulis kepada Atasan Pejabat yang menetapkan Keputusan.
(3) Dalam hal banding sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikabulkan, Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan wajib menetapkan Keputusan sesuai dengan permohonan banding.
(4) Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan menyelesaikan banding paling lama 10 (sepuluh) hari kerja.
(5) Dalam hal Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan tidak menyelesaikan banding dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4), keberatan dianggap dikabulkan.
(6) Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan wajib menetapkan Keputusan sesuai dengan permohonan paling lama 5 (lima) hari kerja setelah berakhirnya tenggang waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4).
Sedangkan isi Ketentuan Pasal 2 ayat (1) Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan Setelah Menempuh Upaya Administrasi, dengan ini kami kutip secara lengkap sebagai berikut:
Pasal 2
“(1) Pengadilan berwenang menerima, memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa administrasi pemerintahan setelah menempuh upaya administrasi”.
Terkait dengan pengajuan Gugatan A Quo, Pihak Penggugat menyatakan bahwa telah diajukan Upaya Administratif sebelumnya berupa pengajuan Surat Keberatan Tertanggal 14 Maret 2022 yang juga diterima oleh Pihak Tergugat pada Tanggal yang sama. Ada pun Surat Keberatan tersebut ditujukan terhadap penerbitan Objek Sengketa berupa Surat Walikota Samarinda Nomor: 030/8016/300.02 yang diterbitkan oleh Pihak Tergugat pada tanggal 29 Desember 2021 dan dinyatakan oleh Pihak Penggugat telah diterima oleh Pihak Penggugat pada tanggal 30 Desember 2021.
Menyikapi Dalil-Dalil Surat Gugatan tersebut, jika dilihat dari Ketentuan Batasan Waktu yang mengatur tentang Upaya Administratif berupa Keberatan sebagaimana di atur dalam Ketentuan Pasal 77 UU AP yang telah dikutip di
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
atas, maka Upaya Administratif dari Pihak Penggugat berupa pengajuan Surat Keberatan tersebut seharusnya diajukan selambat-lambatnya pada tanggal 28 Januari 2022. Hal ini disebabkan karena perhitungan jumlah 21 hari kerja sejak tanggal Objek Sengketa diterima oleh Pihak Penggugat pada tanggal 30 Desember 2021 jatuh pada tanggal 28 Januari 2022 tersebut.
Dengan demikian maka pengajuan Surat Keberatan Tanggal 14 Maret 2021 dari Pihak Penggugat terhadap Objek Sengketa Tertanggal 29 Desember 2021 dalam GugatanA Quotelah terlambat (daluwarsa) sehingga kiranya tidak dapat diklasifikasikan/dikategorikan sebagai Upaya Administratif (Keberatan) secara benar sebagaimana yang dimaksud dalam Ketentuan Undang-Undang Republik Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Oleh karena itu Gugatan A Quo juga sudah sepantasnya dipertimbangkan tidak memenuhi syarat untuk dapat diajukan dan diperiksa oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda berdasarkan Ketentuan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan Setelah Menempuh Upaya Administrasi.
Berdasarkan hal-hal tersebut maka selanjutnya Pihak Tergugat memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda yang ditunjuk untuk memeriksa dan mengadili Perkara ini untuk memutuskan bahwa Gugatan dari Pihak Penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard).
2. Pihak Penggugat Tidak Mempunyai Kapasitas Untuk Mengajukan Gugatan.
Bahwa untuk dapat bertindak mengajukan gugatan di muka pengadilan, maka suatu pihak harus terlebih dahulu menerangkan atau menunjukkan apa yang menjadi dasar kapasitasnya dalam melakukan Tindakan tersebut.
Selanjutnya apabila pihak yang mengajukan gugatan tersebut merupakan suatu Badan Hukum (non person), maka baik pihak yang memberi kuasa maupun pihak yang mendapatkan kuasanya wajib menerangkan apa yang menjadi dasar kapasitasnya dalam mengajukan gugatan dengan mengatasanamakan kepentingan dari Badan Hukum yang ia wakili tersebut.
Menyikapi hal tersebut maka Pihak Tergugat menilai Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
Ketua dan Sekretarisnya (H. RUDY MAS’UD, SE., ME. & MUHAMMAD HUSNI FAHRUDDIN, S.Hut., SH., MH.) harus terlebih dahulu menunjukkan dasar kapasitasnya dalam menunjuk dan menetapkan Tim Kuasa Hukum untuk mengajukan Gugatan di muka Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda dengan mengatas-namakan tindakannya untuk mewakili Kepentingan PARTAI GOLKAR selaku Badan Hukum.
Eksepsi ini perlu Pihak Tergugat sampaikan karena berdasarkan isi dari AD/ART Partai Golongan Karya Bab XXIV Pasal 48 ayat (1) telah disebutkan secara tegas bahwasanya “Partai GOLKAR sebagai Badan Hukum diwakili oleh Dewan Pimpinan Pusat di dalam dan di luar pengadilan”. Oleh karena itu Tindakan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Ketua dan Sekretarisnya yang bernama H. RUDY MAS’UD, SE., ME. & MUHAMMAD HUSNI FAHRUDDIN, S.Hut., SH., MH. untuk mendaftarkan Gugatan di Muka Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda dengan menyatakan bahwa perbuatannya tersebut untuk mewakili kepentingan PARTAI GOLKAR selaku Badan Hukum adalah tidak benar karena bertentangan dengan isi AD/ART yang telah ditetapkan oleh PARTAI GOLKAR itu sendiri.
Dengan kata lain Tindakan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua dan Sekretarisnya yang bernama H. RUDY MAS’UD, SE., ME. & MUHAMMAD HUSNI FAHRUDDIN, S.Hut., SH., MH. yang telah menunjuk Tim Kuasa Hukum untuk mendaftarkan Gugatan terhadap Objek Sengketa berupa Surat Walikota Samarinda Nomor: 030/8016/300.02 Tanggal 29 Desember 2021 di Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda, untuk mewakili Kepentingan dari Badan Hukum PARTAI GOLKAR berdasarkan Surat Kuasa Khusus Tanggal 24 Maret 2022 adalah perbuatan yang dilakukan tanpa dasar kapasitas karena tidak dilengkapi dengan Surat Pelimpahan Kewenangan dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya sebelumnya yang dinyatakan mempunyai kewenangan untuk melakukan Tindakan tersebut selaku Perwakilan Badan Hukum PARTAI GOLKAR di Muka Pengadilan, sehingga sudah sepatutnya diputuskan untuk dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard).
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
3. Kepentingan Pihak Penggugat Yang Dirugikan Tidak Jelas (Obscuur Libel).
Bahwa dalam dalil Surat Gugatan dari Pihak Penggugat terkait atas Kepentingan Pihak Penggugat yang dirugikan dengan diterbitkannya Objek Sengketa berupa Surat Walikota Samarinda Nomor: 030/8016/300.02 Tanggal 29 Desember 2021, diuraikan oleh Pihak Penggugat pada uraian Angka IV pada Halaman 6 Surat Gugatan bahwasanya karena penerbitan Objek Sengketa tersebut maka Pihak Penggugat telah kehilangan hak untuk menggunakan Kantor Sekretariat DPD Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di Jalan Mulawarman Nomor 03 Kota Samarinda.
Terhadap Dalil Surat Gugatan tersebut dengan ini Pihak Tergugat tanggapi bahwasanya dalil tersebut adalah Dalil Gugatan yang Kabur (Tidak Jelas) karena isi dari Objek Sengketa berupa Surat Walikota Samarinda Nomor: 030/8016/300.02 Tanggal 29 Desember 2021 hanya membahas tentang Penerapan Ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Dalam Surat Walikota Samarinda yang menjadi Objek Sengketa tersebut sama sekali tidak membahas Larangan atau Pengusiran kepada Pihak Penggugat terkait atas pemanfaatan Kantor Sekretariat DPD Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di Jalan Mulawarman Nomor 03 Kota Samarinda, dan/atau Rencana Pengosongan serta Pengambil-alihan Bangunan tersebut yang akan dilakukan oleh Pihak Tergugat.
Atas dasar itu maka Pihak Tergugat memohon kepada memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda yang ditunjuk untuk memeriksasa dan mengadili Perkara ini untuk memutuskan bahwa Gugatan dari Pihak Penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard) dengan pertimbangan bahwasanya Surat Gugatan yang disusun oleh Pihak Penggugat sangat kabur alias tidak jelas (obscuur libel) karena tidak dapat menjelaskan hal material yang selanjutnya akan diperiksa oleh Majelis Hakim berupa Faktor ada tidaknya Kerugian yang dialami oleh Pihak Penggugat yang disebabkan karena penerbitan Objek Sengketa oleh Pihak Tergugat.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 22 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
DALAM POKOK PERKARA
1. Bahwa kami memohon uraian DALAM EKSEPSI di atas agar dapat dianggap terulang dan termuat kembali secara utuh dalam uraian DALAM POKOK PERKARA ini. Selanjutnya Pihak Tergugat menyatakan tetap menolak dengan tegas seluruh Dalil–Dalil Gugatan dari Pihak Penggugat, kecuali secara nyata dan tegas diakui kebenarannya oleh Pihak Tergugat. Begitu pula apabila ada Materi Jawaban dalam uraian DALAM POKOK PERKARA ini yang mengandung Uraian Eksepsi, maka mohon hal tersebut dianggap sebagai bagian dari uraian DALAM EKSEPSI yang disampaikan oleh Pihak Tergugat.
2. Terkait Objek Sengketa dalam bentuk Surat Keputusan Tata Usaha Negara berupa “Surat Walikota Samarinda Nomor: 030/8016/300.02 Tanggal 29 Desember 2021 Perihal: Jawaban Terhadap Surat DPD Partai Golkar Nomor 175/DPD/GOLKAR/KT/XI/2021” yang ditunjuk oleh Pihak Penggugat dalam Surat Gugatannya, dengan ini diakui memang benar pernah diterbitkan oleh Walikota Samarinda/Pihak Tergugat selaku Pejabat Tata Usaha Negara dan Surat tersebut memang benar adanya telah ditujukan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur (Pihak Penggugat).
3. Ada pun latar belakang beserta alasan dari diterbitkannya Surat yang menjadi Objek Sengketa tersebut oleh Walikota Samarinda (Pihak Tergugat) adalah karena Pihak Tergugat hendak membalas Surat yang disampaikan sebelumnya oleh Pihak Penggugat berupa Surat dengan Nomor:
175/DPD/GOLKAR/KT/XI/2021 Tanggal 22 November 2021 Perihal:
Permohonan Informasi Taksiran Nilai Wajar Harga Tanah Bangunan Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur.
4. Bahwa sebagaimana yang telah Pihak Tergugat uraikan sebelumnya pada Bagian Eksepsi Gugatan Tidak Jelas (Obscuur Libel), dengan ini Pihak Tergugat tegaskan kembali bahwasanya Objek Sengketa berupa Surat Walikota Samarinda Nomor: 030/8016/300.02 Tanggal 29 Desember 2021 hanya membahas tentang Penerapan Ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, dan sama sekali tidak membahas atau menyinggung tentang Larangan atau Pengusiran kepada
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 23 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
Pihak Penggugat terkait atas pemanfaatan Kantor Sekretariat DPD Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di Jalan Mulawarman Nomor 03 Kota Samarinda, dan/atau Rencana Pengosongan serta Pengambil-alihan Bangunan tersebut yang akan dilakukan oleh Pihak Tergugat.
5. Jika ingin ditilik lebih jauh lagi pada isi Surat Penggugat dengan Nomor:
175/DPD/GOLKAR/KT/XI/2021 Tanggal 22 November 2021 Perihal:
Permohonan Informasi Taksiran Nilai Wajar Harga Tanah Bangunan Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang menjadi latar belakang atau alasan diterbitkannya Surat Walikota yang menjadi Objek Sengketa dalam GugatanA Quo, maka Pihak Tergugat juga tidak menemukan satu pun bagian yang membahas atau menyinggung tentang Sikap Keberatan atau Penolakan yang disampaikan oleh Pihak Penggugat kepada Pihak Tergugat terkait adanya Larangan atau Pengusiran dari Pihak Tergugat kepada Pihak Penggugat terkait atas pemanfaatan Kantor Sekretariat DPD Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di Jalan Mulawarman Nomor 03 Kota Samarinda dan/atau Rencana Pengosongan dan Pengambil-alihan Bangunan tersebut yang akan dilakukan oleh Pihak Tergugat.
6. Bahwa dalam satu bagian dari isi Surat Penggugat dengan Nomor:
175/DPD/GOLKAR/KT/XI/2021 Tanggal 22 November 2021 Perihal:
Permohonan Informasi Taksiran Nilai Wajar Harga Tanah Bangunan Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur tersebut, hanya dapat ditemukan Keterangan bahwasanya Surat Pihak Penggugat tersebut dikirimkan kepada Pihak Tergugat guna menjawab Surat dari Pihak Tergugat sebelumnya dengan Nomor: 030/1973/300.02 Tanggal 3 November 2021 Perihal: Prosedur Pemindahtanganan Barang Milik Daerah (BMD).
7. Selanjutnya jika ditilik Kembali jauh ke belakang sebelum Objek Sengketa diterbitkan, pada isi Surat Pihak Tergugat dengan Nomor: 030/1973/300.02 Tanggal 3 November 2021 Perihal: Prosedur Pemindahtanganan Barang Milik Daerah (BMD) tersebut maka dapat ditemukan isinya sebagian besar hanya menjelaskan tentang prosedur pemindahtanganan Barang Milik Daerah sebagaimana yang diatur dalam Ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 24 dari 45 Halaman Perkara Nomor: 16/G/2022/PTUN.SMD.
Pengelolaan Barang Milik Daerah. Hal ini disampaikan oleh Pihak Tergugat kepada Pihak Penggugat mengingat adanya keinginan dari Pihak Penggugat yang berminat untuk membeli Tanah dan Bangunan yang terletak di Jalan Mulawarman Nomor 03 Kota Samarinda yang sampai saat ini masih dipergunakan oleh