KARAKTERISTIK DIODA DAN KAPASITOR
(Laporan Praktikum Elektronika Geofisika)Oleh
Rafael Hance Geraldo 2315051003
LABORATORIUM INSTRUMEN GEOFISIKA JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG 2024
i
Judul Praktikum : Karakteristik Dioda dan Kapasitor Tanggal Praktikum : 15 oktober 2024
Tempat Praktikum : Laboratorium Instrumen Geofisika
Nama : Rafael Hance Geraldo
NPM : 2315051003
Fakultas : Teknik
Jurusan : Teknik Geofisika Kelompok : III (Tiga) A Genap
Bandar Lampung, 22 Oktober 2024 Mengetahui,
Asisten
Malikha Maharani NPM. 2215051002
ii
KARAKTERISTIK DIODA DAN KAPASITOR
Oleh
Rafael Hance Geraldo
ABSTRAK
Praktikum elektronika geofisika kali ini dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2024 pada pukul 17.00 WIB sampai dengan selesai, di laksanakan di Laboratorium Instrumentasi Geofisika. Praktikum kali ini praktikan dijelaskan tentang dioda dan kapasitor yang digunakan untuk penyearah, dioda berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya serta Kapasitor sering digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk filter, penyimpanan energi, dan pengaturan frekuensi dalam rangkaian elektronik. Dapat menganalisis nilai pada dioda bias forward dan reverse serta dioda 2V7 dan 4V7 yang telah dilakukan pada tugas pendahuluan. Praktikum kali ini bertujuan agar menjelaskan karakteristik dasar dioda dan kapasitor, mengukur forward biased dan reverse biased pada dioda serta fungsi regulator pada dioda zener serta mengaplikasikan dioda dan kapasitor sebagai penyearah. Dioda adalah suatu perangkat elektronik yang berfungsi sebagai penyearah arus dari anoda ke katoda. Dioda ada variasi khusus dioda semikonduktor yaitu dioda zener yang dirancang untuk bekerja pada daerah breakdown. Dalam pengaplikasian dengan menggunakan kapasitor yaitu komponen elektronik yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dalam medan listrik antara dua konduktor. Setelah dilakukan pengukuran didapatkan hasil berupa nilai Vs, I, bias forward dan reverse serta dioda tipe 2V7.
iii DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ... i
ABSTRAK ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv
DAFTAR TABEL ... v
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan... 1
II. TEORI DASAR III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan ... 7
3.2 Diagram Alir... 8
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil ... 9
4.2 Pembahasan ... 9 V. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
iv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Modul Praktikum ... 7
Gambar 2. Komponen Elektronika ... 7
Gambar 3. Laptop ... 7
Gambar 4. Alat Tulis ... 7
Gambar 5. Diagram Alir ... 8
v
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 1. Hasil Perhitungan Manual ... 10 Tabel 2. Hasil Perhitungan Langsung ... 11
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Elektronika geofisika merupakan ilmu gabungan dari elektronikan dan ilmu geofisika yang digunakan untuk menganalisis, memahami data geofisika dan mengumpulkan data-data geofisika. Elektronika geofisika selalu melibatkan pemantauan sebuah fenomena tentang pengukuran geofisika, mendeteksi bahan tertentu pemodelan data, eksplorasi sumber daya alam, dan masih banyak lagi. Memahami penggunaan alat ini untuk alat ukur elektronika dan untuk memastikan keselamatan, efisiensi, kualitas ukur yang akan digunakan.
Dioda merupakan komponen elektronika yang digunakan untuk penyearah arus yaitu dari anoda ke katoda. Alat ini sangat penting dalam rangkaian elektronika karena sifatnya yang dapat menghantarkan arus pada panjar maju (forward bias) dan menghambat arus pada panjar mundur (reverse bias). Dan kapasitor merupakan kompenen elektronika yang mampu menyimpan muatan listrik arus listrik di dalam medan listrik sampai batas waktu tertentu dengan cara mengumpulkan ketidak seimbangan internal dari muatan arus listrik.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik dasar dioda dan kapasitor 2. Mahasiswa mampu mengukur forward biased dan reverse biased pada
diode serta fungsi regulator pada diode zener
3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan dioda dan kapasitor sebagai penyearah.
II. TEORI DASAR
Resistor atau tahanan adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur kuat arus yang mengalir. Lambang untuk Resistor dengan huruf R, nilainya dinyatakan dengan cincin-cincin berwarna dalam Ohm (Ω). Pada teknik listrik dan elektronika terdapat dua macam resistor yang sering digunakan yaitu resistor tetap dan resistor variabel (Jaelani, 2019).
Resistor adalah komponen dasar elektronika yang sering dipakai orang. Resistor digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian.
Resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Dari hukum ohm diketahui hambatan berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm. Tipe resistor yangumum adalah berbentuk tabung dengan dua kaki tembaga di kedua kakinya (Ruri, 2013)
Dioda adalah piranti elektronik yang hanya dapat melewatkan arus dalam satu arah saja. Karena itu, dioda dapat dimanfaatkan sebagai penyearah arus listrik, yaitu piranti elektronik yang mengubah arus atau tegangan bolak-balik menjadi tegangan yang searah (Herdiansah et al., 2021).
Dioda dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika.Diode sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau material yang digunakan serta parameter ( Khair et al., 2020).
3
Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multimeter secara umum, sedangkan pada perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga orang yang menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (ampere), V (volt), dan O (ohm). Multimeter dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu multimeter analog dan digital (Harahap & Rosa, 2022).
Multimeter sering digunakan oleh teknisi dalam melakukan pengukuran tegangan listrik. Namun saat menggunakan multimeter, teknisi membagi fokusnya menjadi dua arah yaitu hasil pengukuran yang tertampil pada multimeter dan pada peralatan listrik yang diukur. Multimeter merupakan salah alat ukur elektronik yang digunakan untuk mengetahui ukuran tegangan listrik. Namun tidak jarang teknisi kesulitan untuk melakukan pengukuran tegangan, karena harus membagi fokus antara alat yang diukur dengan tampilan hasil pengukuran pada multimeter (Kadir, et al., 2021).
Prototboard merupakan papan yang berisi lobang dan sambungan yang disusun sedemikian rupa yang digunakan untuk membuat rangkaian elektronik tanpa perlu menyolder. Tanpa protoboard tidak dapat menyambung jadi harus menyambung kaki-kaki yang ada pada komponen dengan kabel atau menyoldernya ke atas PCB.
Untuk kebutuhan pembuatan prototype atau belajar arduino hal tersebut tidak efisien. Protoboard merupakan board yang digunakan untuk membuat rangkaian elektronik tanpa harus merepotkan pengguna. Biasanya papan ini digunakan untuk membuat rangkaian elektronik sementara untuk tujuan uji coba atau prototype.
Protoboard disebut juga dengan project board adalah dasar kontruksi sebuah sirkuit elektronik yang merupakan bagian prototype dari suatu rangkaian elektronik yang belum disolder sehingga dapat dirubah skema atau pengantian komponen (Orlando dan Chandra, 2022).
Breadboard banyak digunakan untuk merangkai komponen, karena dengan men-
4
gunakan breadboard, pembuatan prototype tidak memerlukan proses menyolder.
Karena sifatnya yang solderless alias tidak memerlukan solder sehingga dapat digunakan kembali dan dengan demikian sangat cocok digunakan pada tahapan proses pembuatan prototype serta membantu dalam berkreasi dalam desain sirkuit elektronika. Berbagai sistem elektronik dapat di modelkan dengan menggunakan breadboard, mulai dari sirkuit analog dan digital kecil sampai membuat unit pengolahan terpusat (CPU) (Wagyana, 2019)
Power supply adalah suatu alat elektronika yang berfungsi sebagai pemberi (supply) sumber daya (power) untuk bagian lain. power supply memanfaat kantransformator konvesional atau linier untuk mengambil sumber tegangan dari AC kemudian menyalurkan daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya, dengan frekuensi yang sama. Untuk mengurangi rugi daya pada pengaturan tegangan output power supply linier dapat diatasi dengan mode switching atau Switch Mode Power Supply (SMPS). SMPS adalah power supply yang dapat menjaga kestabilan tegangan dan arus listrik meskipun terjadi perubahaan atau variasi pada beban atau sumber listrik (tegangan dan arus input) dan didesain memiliki efisiensi daya yang baik (Fitriani, 2020).
Power supply merupakan perangkat keras yang memiliki kemampuan untuk menyuplai tegangan atau tegangan listrik secara langsung dari sumber tegangan listrik ke perangkat elektronik lainnya. Power supply memiliki input dari tegangan yang berarus alternating current (AC) dan mengubahnya menjadi direct current (DC) yang nantinya akan digunakan untuk mensuplai peralatan elektronik yang membutuhkan arus searah. Ada dua jenis power supply yaitu power supply linear dan power supply switching. Power Supply Unit ( PSU ), berfungsi sebagai pengkonversi dan penyalur energi listrik dari outlet sumber ( misalnya listrik PLN ) ke bentuk energi listrik yang dapat digunakan untuk menjalankan komponen- komponen komputer yang berada di dalam casing. Biasanya, PSU ini diletakkan di bagian belakang casing (Enny, 2019).
5
Operational amplifier (OP-AMP) adalah komponen aktif yang berfungsi melakukan operasi matematis pada tegangan listrik, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pengintegralan, penurunan, serta sebagai pembanding (komparator). OP-AMP banyak digunakan dalam rangkaian analog listrik, misalnya sebagai penguat tegangan, penjumlahan dua sumber tegangan, dan penguat selisih antara dua tegangan. Cara kerja OP-AMP sebagai komparator adalah dengan memberikan tegangan masukan (Vin) melalui pin 2, sementara pin 3 berfungsi sebagai tegangan referensi (Vref). Jika Vin kurang dari Vref, maka output (melalui pin 6) adalah 0, sedangkan jika Vin lebih besar dari Vref, outputnya akan sama dengan Vcc. Salah satu aplikasi dari OP-AMP adalah digunakan sebagai indikator level tegangan pada baterai (Pauzan, 2019).
Operational Amplimifer atau disingkat menjadi Op-Amp ini merupakan bentuk IC Linear yang bekerja sebagai penguat sinyal listrik. Op-Amp mempunyai 2 input (masukan) inverting dan non-inverting dan satu terminal output (keluaran). Struktur dari Op-Amp terdiri dari beberapa dioda, transistor ,kapasitor dan resistor yang terintegrasi menghasilkan Gaon (penguatan) pada frekuensi yang luas atau disebut juga penguat operasional. Pada Op-Amp terdapat sifat-sifat ideal yaitu perbedaan tegangan data input (Vdm) = 0, arus input Op-Amp (la) + 0, penguat lingkar terbuka (AVOL) tak terhingga, hambatan keluaran lingkar terbuka nol, hambatan masukan lingkar terbuka tak terhingga, dan lebar pita (bandwidth) tak terhingga atau f tak terhingga (Gita dkk.,2022).
Osiloskop merupakan perangkat alat ukur elektronika yang memegang peranan penting dalam perkembangan teknologi, karena untuk dapat menciptakan suatu perangkat elektronika dibutuhkan suatu perangkat alat ukur yang dapat digunakan untuk menganalisis sifat-sifat setiap komponen sehingga perangkat elektronika yang dibuat akan sesuai dengan tujuan pembuatannya. Osiloskop merupakan alat alat ukur elektronik yang berfungsi untuk memproyeksikan bentuk signal, baik signak analog maupun digital. Sinyal-sinyal yang diamati dapat dilihat, diukur, dihitung dan dianalisis sesuai kebutuhan. Osiloskop biasanya digunakan untuk mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain amplitudo
6
sinyal, osiloskop dapat menunjukkan distorsi, waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa, periode, atau waktu naik) dan waktu relatif dari dua sinyal terkait.
Fungsi dari Osiloskop sendiri antara lain Untuk menganalisis gelombang dan fenomena lain dalam rangkaian elektronika, Dapat melihat amplitudo tegangan, periode, frekuensi dari sinyal yang tidak diketahui, Mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran, Mengukur keadaan perubahan aliran (phase) dari sinyal input, Mengukur tegangan AC/DC dan menghitung frekuensi (Navaro
& Sarwito, dkk).
Osiloskop adalah salah satu alat ukur besaran listrik yang dapat memproyeksikan atau menampilkan bentuk tegangan listrik terhadap perubahan waktu. Secara umum osiloskop dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu; osiloskop analog dan osiloskop digital. Berdasarkan prinsip kerja keduanya sama-sama menerima sinyal input yang berupa tegangan listrik kemudian menampilkannya kesebuah display, namun bagaimana proses pengubahan sinyal input tersebut agar dapat ditampilkan kedalam display keduanya berbeda. Pada osiloskop analog sinyal input yang masuk hanya melewati bagian vertikal dan langsung dikondisikan kedalam sistem display, sementara itu osiloskop digital harus melalui proses pengubahan sinyal ke kode- kode biner, penyimpanan dalam memori dan proses rekontruksi bentuk gelombang kesistem display (Wira dkk, 2017).
III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah
Gambar 1. Modul Praktikum. Gambar 2. Komponen Elektronika.
Gambar 3. Laptop Gambar 4. Alat Tulis.
8
3.2 Diagram Alir
Adapun langkah-langkah dalam melakukan praktikum dapat dilihat pada diagram alir berikut :
Mulai
Selesai
Gambar 4. Diagram Alir
Mengerjakan tugas pendahuluan Bab III dan Menyiapkan Alat dan Bahan
Kirchoff
Mencatat nilai tegangan input dan beban arus pada rangkaian 3.6 dari 0-12 V dengan int 2 V Menyusun rangkaian sesuai dengan contoh
rangkaian pada gambar 3.4, 3.5, dan 3,6
Mengukur arus pada gambar rangkaian 3.4 dan 3.5 serta mengukur tegangan dan beban arus pada
gambar rangkaian 3.6
Di dapatakan hasil nila arus, tegangan dan beban arus
Mencatat nilai arus pada rangakaian 3.4 dan 3.5 mulai dari tegangan 1-5 Vdengan int 1 V
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Hasil pada praktikum kali ini adalah terlampir di Pembahasan 4.2 Pembahasan
Praktikum elektronika geofisika dengan topik pembahasan Karakteristik Dioda dan Kapasitor. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Oktober2024 di Ruang Laboratorium Instrumentasi Geofisika Gedung Teknik Geofisika Universitas Lampung. Sebelum dilaksanakannya praktikum, praktikan diberi tugas untuk mengerjakan tugas pendahuluan terlebih dahulu. Praktikum kali ini membahas tentang karakteristik diode dan kapasitor. Praktikum kali ini bertujuan agar menjelaskan karakteristik dasar dioda dan kapasitor, mengukur forward biased dan reverse biased pada dioda serta fungsi regulator pada dioda zener serta mengaplikasikan dioda dan kapasitor sebagai penyearah. Dioda adalah suatu perangkat elektronik yang berfungsi sebagai penyearah arus dari anoda ke katoda.
Alat ini sangat penting pada rangkaian elektronik karena memungkinkan arus mengalir pada bias maju dan menekan arus pada bias balik. Pengujian dioda dapat dilakukan dengan menggunakan multimeter. Setelah mengetahui mengenai dioda praktikan diberikan arahan untuk membuat rangkaian seperti gambar 3.4, 3.5 dan 3.6 yang masing-masing rangkaian memiliki dioda. Dalam Menyusun rangkaian dengan diukur dengan menggunakan multimeter untuk mengetahui nilai resistor lalu setelah rangkaian selesai dipasang sesuai gambar dimodul dan arahan asdos selanjutnya dilakukan pengukuran untuk mencari nilai Vs, I, bias forward dan reverse serta nilai dioda tipe 2V7 dengan menggunakan power supply, lalu catat hasil yang keluar pada multimeter.
10
Hasil perhitungan manual dan pengukuran langsung pada dioda menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Pada Dioda , perhitungan manual menunjukkan arus yang meningkat secara eksponensial sesuai dengan teori dioda, namun hasil pengukuran langsung menunjukkan arus yang lebih tinggi, terutama pada tegangan atau ketidakakuratan alat ukur. Pada dioda reverse, perhitungan manual menunjukkan arus yang kecil dan konstan, sesuai dengan karakteristik reverse bias.
Namun, pengukuran langsung menunjukkan arus reverse yang jauh lebih besar, yang mungkin disebabkan oleh kualitas dioda yang kurang baik atau pengaruh tegangan breakdown yang lebih rendah dari perkiraan.
Tabel 1. Hasil Perhitungan Manual
11
Tabel 2. Hasil Perhitungan Langsung
Sementara itu, pada pengukuran tegangan dan arus di 2V7, perhitungan manual menunjukkan nilai tegangan yang stabil di sekitar 2,7V, namun pengukuran langsung menunjukkan tegangan yang jauh lebih rendah dan arus yang tetap kecil.
Hal ini bisa disebabkan oleh penurunan tegangan dalam rangkaian atau kualitas komponen yang digunakan dalam pengukuran langsung. Secara keseluruhan, perbedaan ini mencerminkan bahwa hasil pengukuran langsung dipengaruhi oleh berbagai faktor praktis yang tidak dipertimbangkan dalam perhitungan manual, seperti resistansi rangkaian, suhu, kualitas komponen, dan ketidakakuratan alat ukur. Perhitungan manual mendekati teori ideal, sementara itu pengukuran langsung mencerminkan kondisi nyata dengan variabel-variabel eksternal yang lebih kompleks.
12
Karakteristik arus tegangan dioda menunjukkan hubungan antara arus yang mengalir dan tegangan dioda. Dalam kondisi maju, arus meningkat secara eksponensial setelah mencapai tegangan maju. Dalam kondisi balik, arus tetap sangat kecil hingga mencapai batas tegangan balik. Dioda memiliki kapasitansi junction, yang dapat mempengaruhi respons frekuensi dioda, terutama dalam aplikasi switching dan RF (radio frequency). Dioda juga menghasilkan noise, terutama dalam kondisi reverse bias, yang dapat mempengaruhi performa sirkuit sensitif. Sedangkan transistor dibagi menjadi tiga terminal utama yaitu Emitor, Basis dan Kolektor dengan jenis Transistor yaitu Bipolar Junction Transistor (BJT) dan Field Effect Transistor (FET). Untuk BJT, transistor NPN memerlukan arus positif pada basis relatif terhadap emitor untuk berfungsi, sementara PNP memerlukan arus negatif. Pada FET, aliran arus diatur oleh tegangan yang diberikan.
Dalam prakteknya, dioda sering digunakan untuk penyearahan arus, di mana arus AC (bolak-balik) diubah menjadi arus DC (searah). Pada saat tegangan AC positif, dioda akan menghantarkan arus, sementara saat tegangan negatif, dioda akan memblokir arus. Dioda juga dapat digunakan dalam aplikasi stabilisasi tegangan, terutama dioda Zener, yang dirancang untuk beroperasi dalam mode balik dan menjaga tegangan keluaran konstan meskipun ada fluktuasi dalam tegangan masukan. Dengan cara ini, dioda memainkan peran penting dalam berbagai rangkaian elektronik, membantu mengatur dan melindungi arus listrik.
Kapasitor merupakan komponen elektronik yang menyimpan energi dalam bentuk medan listrik. Karakteristik utama kapasitor adalah kapasitansi, dan menggambarkan kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan listrik.
Semakin besar nilai kapasitansi, semakin banyak muatan yang dapat disimpan pada tegangan tertentu. Kapasitor juga memiliki batasan tegangan maksimum, dikenal sebagai tegangan nominal, yang jika dilampaui dapat menyebabkan kerusakan. Selain itu, dalam sirkuit AC, impedansi kapasitor berkurang seiring meningkatnya frekuensi, yang memungkinkan arus AC mengalir lebih bebas.
Selain kapasitansi dan tegangan nominal, karakteristik lain yang penting adalah
13
impedansi, yang berkurang seiring meningkatnya frekuensi sinyal AC. Ini berarti kapasitor dapat menghalangi arus DC tetapi membiarkan arus AC mengalir dengan lebih bebas pada frekuensi tinggi.
Tipe kapasitor juga beragam, seperti kapasitor elektrolitik, keramik, dan film, masing-masing dengan aplikasi spesifik sesuai dengan kebutuhan sirkuit.
Kehilangan energi Equivalent Series Resistance (ESR) juga menjadi faktor penting, di mana nilai ESR yang rendah diinginkan untuk efisiensi yang lebih baik. Memahami karakteristik ini sangat penting dalam merancang dan mengimplementasikan sirkuit elektronik yang efektif.
V. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut
1. Dioda adalah komponen semikonduktor yang mengalirkan arus hanya dalam satu arah, dengan forward bias untuk menghantarkan arus dan reverse bias untuk memblokirnya. Dioda sering digunakan sebagai penyearah arus.
Kapasitor, di sisi lain, menyimpan dan melepaskan energi listrik, Dengan kemampuan untuk menjelaskan karakteristik ini dapat mengetahui fungsi dan peran dioda dalam pengendalian arus, serta kapasitor dalam penyimpanan energi.
2. Pengukuran karakteristik dioda dilakukan dengan menghubungkan anoda ke kutub positif dan katoda ke kutub negatif sumber tegangan untuk mengukur bias maju. Arus akan mengalir signifikan ketika tegangan melebihi tegangan ambang batas, mengindikasikan konduktivitas dioda. Sebaliknya, pada bias mundur, sambungan dibalik dan dioda idealnya tidak menghantarkan arus hingga mencapai tegangan breakdown. Adapun fungsi regulator pada dioda zener adalah untuk menjaga tegangan konstan dalam kondisi reverse bias.
3. Dioda berfungsi sebagai penyearah dengan mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) dengan mengalirkan arus dalam satu arah. Kemudian Kapasitor digunakan untuk menyaring komponen ripple dari tegangan DC yang dihasilkan sehingga, menghasilkan tegangan DC yang lebih halus dan stabil. Kombinasi dioda dan kapasitor ini banyak digunakan dalam power supply untuk mengubah tegangan AC menjadi DC yang digunakan oleh berbagai perangkat elektronik.
DAFTAR PUSTAKA
Enny. (2016). Optimalisasi Penggunaan Alat Praktikum Power Supply Switching dengan Menggunakan Topologi Half Bridge Konverter Sebagai Alat Bantu Praktikum Elektronika Analog. METANA. 12(1), 1-8.
Fitriani, I. M. (2020). Kinerja topologi flayback pada SMPS(Switch Mode Power Supply). JUPITER (Jurnal Pendidikan Teknik Elektro) 5(2), 31-43.
Gita, A, Hani, N. Makna, A, K., Muhammad, S., Muntaha, H., Vina, F. (2022).
Analisis Rangkaian Komparator dengan Variasi IC Op-Amp yang tersedia pada Circuit Wizard. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro. 7(3), 2549- 3701.
Harahap, Muhammad Paisal & Rosa, Indra., (2022). Perancangan Avr Digital Sebagai Penstabil Tegangan dan Sistem Proteksi Menggunakan Trafo Toroid Berbasis Atmega 8. Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Komputer, Jurnal Universitas Harapan Medan. 3(7), 56-58.
Herdiansah, A., Borman, R. I., & Maylinda, S. (2021). Sistem Informasi Monitoring dan Reporting Quality Control Proses Laminating Berbasis Web Framework Laravel. Jurnal Tekno Kompak, 15(2), 13.
Jaelani, I., (2019). Rancang Bangun Rumah Pintar Otomatis Berbasis Sensor Suhu, Sensor Cahaya, dan Sensor Hujan. E-Journal Teknik Elektro dan Komputer. 5(1), 1-10.
Kadir, S. A., Yuniarti, Astriana, & Hasim, I. A. (2021). Kacamata Cerdas untuk Melihat Hasil Pengukuran Tegangan Berbasis Mikrokontroler. Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro dan Informatika (SNTEI) , 300-304.
Kadir, S. A., Yuniarti, Astriana, & Hasim, I. A. (2021). Kacamata Cerdas untuk Melihat Hasil Pengukuran Tegangan Berbasis Mikrokontroler. Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro dan Informatika (SNTEI) , 300-304.
Khair M,. Mirna M., Isminarti., Fauziah. 2020. Rancangan Bangun Media Pembelajaran Praktikum Piranti Elektronika Untuk Memahami Karakteristik Dioda. Mechatronica Journal in Professional and Entrepreneur, 2(1) , 17-18.
Orlando, E., & Chandra, Y. (2022). Penerapan Metode Prototype Dalam Membuat Alat Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno.
TEKINFO. 23(2), 9-23.
Pauzan, M. (2019). Rancangan alat indikator level tegangan baterai berbasis operational amplifier (OP-AMP). Teknokom, 2(1), 11-16.
Ruri. (2013). Sistem Keamanan Ruangan Menggunakan Sensor Passive Infra Red (PIR) Dilengkapi Kontrol Penerangan pada Ruangan Berbasis Mikrokontroller ATMEGA 8535 dan Real Time Clock DS1307. Jurnal Teknologi Informasi & Pendidikan. 1(3), 34-38.
Wagyana, A. (2019). Prototipe Modul Praktik untuk Pengembangan Aplikasi Internet of Things (IoT). Jurnal Ilmiah Setrum. 238-247.
Wira, A., Poekoel, V. C., & Wuwung, J. O. (2017). Osiloskop Portable Digital Berbasis AVR ATmega644. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, 6(1), 15- 26.
LAMPIRAN
Lampiran 1.Plagiarism Abstrak
Lampiran 2. Plagiarism Pendahuluan
Lampiran 3. Plagiarism Pembahasan.
Lampiran 4. Prosen Menghitung Rangkaian