• Tidak ada hasil yang ditemukan

RAFI RAHMAD ILAHI Manajemen 2021.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "RAFI RAHMAD ILAHI Manajemen 2021.pdf"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS CAPACITY BUILDING SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG OPERASI PT.PLN (PERSERO) ULPLTG/MG DURI

Analysisbuilding Capacity Of Human Resources In The Field Of Operations At Pt.Pln (Persero) ULPLTG/MG Duri

SKRIPSI

Oleh

Nama : Rafi Rahmad Ilahi

NIM 1761201086

Jurusan : Manajemen Sumber Daya Manusia

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS LANCANG KUNING PEKANBARU

2021

(2)
(3)

ANALISISCAPACITY BUILDING SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG OPERASI PT.PLN (PERSERO)

ULPLTG/MG DURI

Oleh :

Rafi Rahmad Ilahi ABSTRAK

Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Untuk mengetahui bagaimana capacity buildingSumber daya Manusia Di Bidang Operasi PT.PLN (Persero) ULPLTG/MG Duri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa data dengan metode deskriptif kualitatif, yaitu data yang didapat dari instansi dikelompokkan kemudian disusun menurut sub pembahasan lalu disajikan dalam bentuk tabel serta ditelaah dan diperbandingkan dengan teori yang mendukung pembahasan.

Untuk dimensi pengetahuan dengan 5 indikator yakni pengetahuan umum, pengetahuan teknis, pekerjaan dan organisais, konsep dan metode serta pengetahuan diri. Dari lima indikator ini konsep dan metode memiliki skor atau bobot tertinggi yakni 3,97 sementara itu pengetahuan umum dan pengetahuan diri memiliki skor bobot terendah yakni 3,37. sementara itu secara rata-rata skor untuk dimensi pengetahuan 3,58 yang secara umum sudah tergolong baik. Dimensi kemampuan ini dengan 6 indiaktor penelitian yakni pengambilan keputusan, komunikasi, perencanaan, pengontrolan, penanganan konflik, dan pikiran intuitif.

Dari 6 indikator ini indiaktor pengambilan keputusan memiliki skor bobot tertinggi yakni 3,67 dan indikator penanganan konflik memiliki skor bobot terendah 3,10. sementara itu rata-rata skor bobot untuk dimensi kemampuan 3,33 yang masih berkategori kurang baik. Dimensi tujuan dengan 4 indikator yakni orientasi tindakan, kepercayaan diri, tanggung jawab dan norma dan etik. Dengan 4 indiaktor ini indikator tanggung jawab memiliki skor bobot tertinggi yakni 4,00.

sementara itu orientasi tindakan memiliki skor bobot terendah yakni 3,57 serta rata-rata skor bobot untuk dimensi ini adalah 3,78 yang tergolong sudah baik.

Kata kunci : capacity building

i

(4)

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian

Energi listrik adalah bentuk energi yang paling efektif, paling mudah dan paling efisien dalam cara penggunaannya. Energi listrik dapat diproduksi dengan berbagai cara dari sumber awal yang berbeda-beda, yaitu air, minyak, gas, batubara, angin, cahaya matahari, panas bumi, dan lain-lain (Tumiran, 2002).

Dinamika bisnis ketenagalistrikan Indonesia saat ini sangatlah ketat selain isu strategis dari program pemerintah dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan,PT. PLN (Persero) sebagai perusahaan BUMN di Indonesia yang bertugas menyuplai serta mengatur pasokan listrik. Perusahaan ini pun merupakan satu-satunya perusahaan milik pemerintah yang melayani jasa kelistrikan, oleh sebab itu mempunyai hak monopoli terhadap penjualan listrik di Indonesia yang mengacu berdasarkan Undang-undang 30 Tahun 2009 Tentang ketenagalistrikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 133) yang selanjutnya disebut dengan Undang-undang ketenagalistrikan. Dengan adanya hak monopoli tersebut, maka PT. PLN (Persero) memiliki jumlah konsumen yang sangat banyak yang terdiri atas perumahan, gedung, perkantoran, serta industri-industri. PLN memiliki target untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas total mencapai 35.000 Megawatt (MW) di seluruh Indonesia. Isu strategis lainnya ialah persaingan harga jual listrik di saat pemerintah membatasi harga jual listrik ke masyarakat, dan harga bahan bakar pembangkit yang

1

(5)

2

cenderung tidak menguntungkan, PLN dituntut mampu memenuhi kebutuhan listrik dengan harga yang terjangkau. Sektor bisnis Pembangkit listrik memiliki pemasok diantaranya Indonesia Power, PJB, dan IPP (Independent Power Plant), semuanya bersaing untuk memberikan harga terendah, kesiapan dan keandalan operasi dari mesin pembangkit.

Setiap tahunnya kebutuhan akan listrik di Indonesia terus meningkat, sebagai akibat dari peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat diiringi juga oleh perkembangan industri di Indonesia. Sementara PT. PLN (Persero) memiliki keterbatasan dalam memenuhi peningkatan akan kebutuhan listrik tersebut.

Namun tentunya PT. PLN (Persero) terus-menerus tetap melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik secara bertahap keseluruh pelosok negeri. Beberapa usaha telah dilakukan seperti memanfaatkan berbagai energi alternatif untuk dapat menghasilkan pasokan listrik yang cukup.

Sekarang ini setiap perusahaan dituntut agar selalu meningkatkan produktivitas pelayanannya, untuk itu PT.PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan produktivitas pelayanannya dalam penyediaan listrik. Melihat banyaknya keluhan-keluhan dari pelanggan mengenai pelayanan listrik selama ini.

Begitu pula dengan PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Gas / Mesin Gas Duri yang memiliki 1 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas, & Unit Pembangkit Tenaga Mesin Gas dan beberapa pembangkit listrik milik swasta diantaranya PLTG PT.PJB, PLTMG PT. NAVIGAT, dan PLTG PT.MPP BATAM yang merupakan penyedia jasa dalam pelayanan Supply tenaga listrik yang beroperasi langsung dibawah PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan

(6)

3

Sumatera Bagian Utara dan di komandokan dalam pengaturan untuk Start - Stop unit, menaikkan atau menurunkan beban serta tegangan langsung oleh PT. PLN (PERSERO) Unit Pengatur Beban (UPB) yang berlokasi di Sumatera Barat yang bertugas mengatur seluruh jadwal pengoperasian ataupun pemeliharaan pembangkitan interkoneksi di beberapa daerah yang mencakup lingkungan kerja.

Maka dari itu PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Gas / Mesin Gas Duri merupakan pusat listrik pembangkit yang di komandokan langsung oleh UPB sehingga jumlah tenaga listrik (MWH) yang di bangkitkan dan disalurkan kepada pelanggan sangat berpengaruh dari instruksi yang di berikan oleh UPB sehingga berapapun beban yang di minta dari UPB maka PT.

PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Gas / Mesin Gas Duri harus dapat memberikan sesuai intruksi yang di berikan. Maka dari itu performa unit pembangkit sangat berpengaruh terhadap pola pengoperasian yang di berikan oleh UPB.

Saat ini seluruh kota dan hampir seluruh desa di Indonesia terpenuhi kebutuhan listriknya, kecuali desa-desa terpencil. Kebutuhan listrik saat ini benar- benar dapat digolongkan sebagai salah satu kebutuhan dasar, apalagi di kota, karena tanpa listrik dalam kegiatan ekonomi secara keseluruhan terganggu bahkan sebagian lumpuh (Setyawan, 2008). Kelompok rumah tangga merupakan kelompok konsumen yang paling berperan terhadap permintaan listrik. Nababan (2008) sudah melakukan beberapa pertimbangan, yaitu : (1) konsumen terbesarpelanggan listrik masih di dominasi oleh kelompok rumah tangga, (2) Komsumsi energi listrik pelanggan rumah tangga termasuk dalam kelompok

(7)

4

pemakai terbesar, (3) sasaran program elektrifikasi adalah rumah tangga, (4) pelanggan rumah tangga pada umumnya menggunakan alat-alat listrik lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya.

PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Gas / Mesin Gas Duri memiliki target kinerja Unit per semester nya yang salah satu di antaranya yaitu Jumlah KWH yang di bangkitkan. Terkait target kinerja unit tersebut sangat berpengaruh dari kinerja SDM unit yang dimana sangat berpengaruh dari peran Operator unit yang bertugas dalam kesehariannya.

PT. PLN (Persero) ULPLTG/MG DURI memiliki target kinerja operasi terkait jumlah kwh pembangkit yang di hasilkan tiap bulannya. Dimana sesuai dengan perkembangan perekonomian di Indonesia sangat memepengaruhi jumlah target kinerja yang di minta oleh perusahaan. Dimana suatu kehandalan dari pembangkit dan peran SDM unit sangat berpengaruh terhadap pencapaian target kinerja tersebut. Berikut jumlah target KWH Pembangkit PT.PLN (Persero) ULPLTG/MG DURI tahun 2016-2020.

Tabel 1.1

Target KWH Pembangkit PT.PLN (Persero) ULPLTG/MG DURI Tahun 2016-2020

KOLEKTIF DATA TAHUNAN

LAPORAN PENGUSAHAAN UNIT LAYANAN PLTG/MG DURI PT PLN (PERSERO) UPDK PEKANBARU

No. Dok. Halaman 1 dari 1

TAHUN 2016 2017 2018 2019 2020 TOTAL

TARGET PRODUKSI (kWh)

UNIT I 80.355.120 56.355.120 68.355.120 68.355.120 80.355.120 353.775.600 UNIT 2 80.355.120 56.355.120 68.355.120 68.355.120 80.355.120 353.775.600 UNIT 3 80.355.120 56.355.120 68.355.120 68.355.120 80.355.120 353.775.600 UNIT 4 80.355.120 56.355.120 68.355.120 68.355.120 80.355.120 353.775.600 UNIT 5 80.355.120 56.355.120 68.355.120 68.355.120 80.355.120 353.775.600 UNIT 6 80.355.120 56.355.120 68.355.120 68.355.120 80.355.120 353.775.600 UNIT 7 80.355.120 56.355.120 68.355.120 68.355.120 80.355.120 353.775.600 TOTAL TARGET PRODUKSI (kWh) 562 . 485 . 840 394 . 485 . 840 478 . 485 . 840 478 . 485 . 840 562 . 485 . 840 2.476.429.200

Sumber : PT.PLN (Persero) ULPLTG/MG DURI

(8)

5

Dari data diatas dapat di lihat bahwa jumlah target kinerja operasi unit terkait jumlah KWH bangkit yang harus di bangkitkan dari unit PLTMG selalu naik pada tiap semesternya (6 bulan).Berikut di sampaikan pencapaian jumlah KWH Pembangkit PT.PLN (Persero) ULPLTG/MG DURI tahun 2016-2020.

Tabel 1.2

Pencapaian jumlah KWH Pembangkit PT.PLN (Persero) ULPLTG/MG DURI

tahun 2016-2020

Sumber : PT.PLN (Persero) ULPLTG/MG DURI

Dari data di atas dapat di ketahui bahwa jumlah pencapaian dari target kinerja terkait jumlah KWH pembangkit unit PLTMG duri. Berdasarkan data tersebut dapat di ketahui bahwa pola operasi dan pengaturan unit yang beroperasi sesuai instruksi dari UPB sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan operasi unit PLTMG duri dalam proses pencapaian target KWH bangkit.

Target kinerja pencapaian jumlah KWH yang di bangkitkan yaitu berpengaruh dari total daya mampu unit pembangkit per unitnya yang beroperasi sehingga menghasilkan jumlah pemakaian listrik yang dapat di supply langsung

(9)

6

kepada masyarakat. Dalam pencapaian jumlah KWH yang di hasilkan sangat berpengaruh dari instruksi yang di berikan oleh UPB kepada Pembangkit PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Gas / Mesin Gas Duri. Selain itu petugas operator yang bertugas juga memiliki peran utama dalam menaikkan atau menurunkan beban unit pe,bangkit yang di instruksikan oleh UPB.

Untuk melihat besarannya produktivitas karyawan Bidang Operasi PT. PLN (Persero) ULPLTG/MG Duri adalah sebagai berikut :

Tabel 1.3

Produktivitas Karyawan Bidang Operasi PT PLN (Persero) ULPPLTG/MG Duri

Tahun Jumlah Karyawan (orang)

Realisasi (Kwh)

Produktivitas Kerja Karyawan

(Kwh)

2016 27 499.792.000 18.510.815

2017 27 573.205.000 21.229.815

2018 29 480.492.000 16.568.690

2019 30 504.861.000 16.828.700

2020 30 468.517.000 15.617.233

Sumber : PT PLN (Persero) ULPPLTG/MG Duri

Dari tabel di atas dapat diketahui produktivitas karyawan selama 5 tahun terakhir cenderung berfluktiatif. Tahun 2016 produktivitas karyawan 18.510.815 Kwh. Tahun 2017 meningkat menjadi 21.229.815 kwh, tahun 2018 menurun menjadi 16.568.690 kwh, tahun 2019 sedikit meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 16.828.700 kwh, dan tahun 2020 menurun 15.617.233 kwh.

(10)

7

Besaran jumlah kwh yang di bangkitkan sangat mempengaruhi pemakaian bahan bakar tiap unit yang beroperasi, dimana besaran perbandingan antara bahan bakar berbanding dengan jumlah kwh yang di bangkitkan sangat mempengaruhi efisiensi suatu pembangkitan. Makin kecil jumlah kwh berdasarkan daya mampu yang dibangkitkan, maka makin besar perbandingan pemakaian bahan bakar yang di gunakan. Dan sebaliknya jika makin besar jumlah kwh yang di bangkitkan berdasarkan daya mampu mesin maka semakin efisien perbandingan antara pemakaian bahan bakar yang di gunakan.

Berdasarkan dari latar belakang diatas terkait Kinerja Operasi Pembangkit PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Gas / Mesin Gas Duri, maka dalam penulisan proposal ini penulis mengambil judul : “ANALISIS CAPACITY BUILDING SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG OPERASI PT.PLN (PERSERO) ULPLTG/MG DURI.”.

Perumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan diatas, maka peneliti membuat rumusan masalah sebagai berikut: bagaimanakah capacity building Sumber daya Manusia Di Bidang Operasi PT.PLN (Persero) ULPLTG/MGDuri ?

Tujuan Dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui bagaimana capacity building Sumber daya Manusia Di Bidang Operasi PT.PLN (Persero) ULPLTG/MG Duri.

(11)

8

Manfaat Penelitian

1. Menambah wawasan dan ilmu baru bagi penulis mengenai peran SDM unit terhadap kinerja operasi PT.PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Gas / Mesin Gas Duri.

2. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan juga wawasan pemikiran untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas kinerja bagi tiap karyawannya.

3. Dapat menjadi referensi dan sumber informasi untuk penelitan bagi para peneliti berikutnya, khususnya bagi peneliti yang mengkaji tentang pengaruh Strategi Capacity Building dalam peningkatan kinerja SDM bagian operasi PT.PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Gas / Mesin Gas Duri di masa yang akan datang.

1. 4 Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan dalam memahami pembahasan proposal ini, penulis menguraikannya menjadi beberapa bab. Dimana masing – masing bab ini merupakan suatu rangkaian yang saling berhubungan, antara lain sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini membahas mengenai latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian.

BAB II : TELAAH PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DANHIPOTESIS Pada bab ini menguraikan tentang telaah pustaka, kerangka pemikiran dan hipotesis.

(12)

9

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini berisikan tentang objek penelitian, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.

BAB IV : GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Bab yang membahas tentang gambaran umum objek penelitian.

Terdiri dari sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan dan aktivitas perusahaan.

BAB V : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berisikan hasil penelitian dan pembahasan yang mencakup dengan variabel yang diteliti.

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan bab terakhir sekaligus juga bab penutup yang memuat kesimpulan dan saran yang diperlukan untuk kesempurnaan penelitian ini.

(13)

83

RENCANA DAFTAR PUSTAKA

Aditama, Roni Anger. 2020. Pengantar Manajemen "Teori dan Aplikasi".

Malang: Penerbit Tim AE.

Gandara, R. 2013., Capacity Building Dosen pada Jurusan di Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara. Bandung :TIdak diterbitkan

Haryanto, 2014. Pengembangan Kapasitas Kelembagaan (InstitutionalCapacity Development) (Teori dan Aplikasi). Jakarta: AP21 Nasional.

Imam Harjanto. 2016. Pengantar Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu

Keban, Yeremias T. 2018. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik: Konsep, Teori, dan Isu. Yogyakarta: Gava Media

Morissan. 2011. Pengantar Public Relations – Strategi Menjadi Humas Profesional, Tanggerang: Penerbit Ramdina Prakasa

Mubarak, IW. 2015. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Salemba Medika Richard, Darf, L . 2014. Era Baru Manajemen: Edisi Kesembilan. Jakarta:

Salemba Empat.

Satori, Djam’an dan Komariah, Aan. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif.2013.Bandung: Alfabeta.

Sessions, K. .2013. Building the Capacity for Change: the world stands ill prepared to address problems that cut across sectors and boundaries. EPA Journal 19(2):15-19

Siagian, P Sondang. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit: Jakarta, Bumi Aksara.

Sutrisno, Edy, . 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit: Jakarta, Kencana.

Soeprapto, Krisdarto. 2016. Menuju SDM Berdaya. Jakarta: Alex Media Kompatindo

Nofrizal. 2019. Metode Penelitian Dan Praktek SPSS. Pekanbaru: Penerbit Unilak Press.

. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pekanbaru: Penerbit Unilak Press Nurmansyah, 2018. Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia. Pekanbaru:

Penerbit Unilak Press.

(14)

84

Ratnasari, Jenivia Dwi dkk.2013. Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Pada Badan Kepegawaian Daerah. Malang: Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D. Bandung: Alfabeta.

JURNAL

Hardjanto, Imam, (2016) Pembangunan Kapasitas Lokal (Local Capacity Building). Malang: Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.

Christoper Giovani Tarigan, & Arif Nasution. 2014. Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. PLN Cabang Binjai.Jurnal ilmu Administrasi Publik 2 (2): 146-153.

Rizky Novera harmaningrum, Isnaini zain, Kresnayana Yahya. 2012. Analisis Kepuasan PT.PLN Unit Pembangkit Jawa Bali terhadap kinerja PT.PJB dalam pelayana jasa Operation & maintenance di PLTU Rembang.Jurnal sains dan seni ITS vol. 1 ISSN: 2301-928x.

Referensi

Dokumen terkait

(Persero) untuk rnelakukan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan, batubara, dan-. gas dalam

Daya listrik yang terpasang di pusat perbelanjaan Irian Supermarket Kisaran.. disupli dari PLN dan pembangkit listrik sendiri

“ Perencanaan Perawatan Mesin Pada Unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Dengan Metode RCM (Reliability Centered Maintenance) Di PT.PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian

Sedangkan untuk pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) yang juga sedang dikembangkan Perseroan di Sulawesi Selatan, kini sudah mendekati tahap PJBL dengan PT PLN,

• Pemerintah menugaskan kepada PT PLN (Persero) untuk menyelenggarakan pengadaan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara termasuk juga pembangunan

PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera bagian Utara adalah unit usaha PLN yang bergerak dalam kegiatan pembangkitan tenaga listrik dengan menggunakan pembangkit jenis PLTA,

(5) Usulan pengembangan pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan dari PPL kepada PT PLN (Persero) harus dilengkapi dengan kajian

PLN Sub Rayon Teluk Pinang adalah tingginya persentase kerusakan mesin pembangkit tenaga listriknya yang mengakibatkan seringnya terjadi pemadaman bergilir serta tidak adanya tenaga