RE-DESAIN PASAR TRADISIONAL ALOK DI KABUPATEN SIKKA
DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR
MARTINO YUANDRI SETU RAJA 5180911207
ARSITEKTUR
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
7. ANALISIS KEBUTUHAN & BESARAN RUANG 8. ANALISIS HUBUNGAN RUANG
1. LATAR BELAKANG
2. PENDEKATAN PERANCANGAN 3. METODE PERANCANGAN 4. LOKASI PERANCANGAN 5. ANALISIS TAPAK
6. ANALISIS PENGGUNA & AKTIFITAS
11. ANALISIS STRUKTUR 12. ANALISISUTILITAS
9. ANALISIS GUBAHAN MASSA 6. ANALISIS ZONASI
13. PENERAPAN KONSEP
Keberadaan pasar tradisional di Indonesia bukan semata urusan ekonomi, namun mencakup isi ruang dan relasi sosial, warisan dan budaya.
Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya (Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 53/M-DAG/PER/12/2008).
Kabupaten Sikka memiliki berbagai jenis pasar salah satunya yaitu Pasar Tradisional Alok yang terletak di jalan Litbang. Pasar ini merupakan pasar tradisional tertua di Kota Maumere yang sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti sandang, pangan, dan papan.
NO KECAMATAN PASAR TRADISIONAL RESMI DARURAT
1. Alok Pasar Alok
Pasar Senja Kabor Tuanggeo 2. Alok Timur
Pasar Maumere Pasar Senja Wairotang
-
3. Kewapante Pasar Wairkoja -
4. Waigete Pasar Waigete Runut,Holak &
Watudiran 5. Talibura Pasar Talibura
Boganatar , Wailamung &
Nebe
6. Waiblama Pasar Tanarawa -
NO KECAMATAN PASAR TRADISIONAL RESMI DARURAT
1. Bola Pasar Bola Natakoli
2. Paga PPI Paga & Pasar Woloweo
Renggarasi &
Ghera
3. Mego Pasar Lekebai Wolosaga
4. Palue Pasar Palue Pasar Tuanggeo 5. Talibura Pasar Talibura
Boganatar , Wailamung &
Nebe
6. Lela Pasar Lela -
Sumber : Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sikka
LATAR BELAKANG
Dinas Perdagangan dan jasa Kabupaten Sikka, 2020-2023
Pasar Tradisional terdiri dari 16 Unit yang dikelolah oleh pemerintah, sedangkan selebihnya secara swadaya dikelolah oleh masyarakat setempat.
Berdasarkan data Dinas Perindag Kabupaten Sikka mengenai jumlah pedagang Pasar Tradisional Alok pada tahun 2019 sebanyak 3.566 dengan laju
pertumbuhan penduduk 0,54%,
Pasar Tradisional Alok memilki Pedagang Tetap yang sudah menempati beberapa kios-kios, los ikan pedagang daging, pedagang sayur dan buah-
buahan sebanyak 649 pedagang. Akan tetapi pedagang pasar alok akan meningkat dua kali lipat ketika hari raya pasar berlangsung yaitu bertepatan di hari Selasa, sehingga menimbulakan penumpukan pedagang dan para pedagang
lebih memilih menjual di area pinggir jalan. Jam oprasional pada Pasar alok mulai dari pukul 07:00 pagi Sampai pukul 20:00 malam dan pasar Alok
Merupakan Jenis Pasar Tipe B.
Hasil Wawancara Kepala Pengelola Pasar Alok dan Survey Lapangan
PENDEKATAN PERANCANGAN
Pengambilan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular juga berdasarkan dengan sejalannya visi misi dari daerah Kabupaten sikka yaitu “Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Sikka yang Bersatu , berkeadilan sehat, cerdas dan bermartabat dengan berbasis pada latar belakang Sejarah dan budaya melalui system pemerintahan yang baik dan bersih”. Sehingga dapat disimpulkan menjadi suatu objek bangunan Arsitektural yang mampu memenuhi kebutuhan
masyarakat di Kabupaten Sikka dalam bentuk Pasar Tradisional.
Lepo Gete adalah sebuah bangunan rumah yang menjadi tempat tinggal bagi raja-raja Sikka. Bangunan ini memiliki struktur rumah panggung
dengan ketinggian kaki-kaki tiang pendukung mencapai 3 meter, Panjang 20 meter, dan lebar 15 meter.
Daerah Kabupaten Sikka juga terdapat berbagai macam ragam motif kain tenun yang mempunyai makna karena memiliki nilai filosofi dan
estetika yang tinggi perlambang dari status sosial dan budaya serta memiliki nilai ekonomi.
KANTOR BUPATI KABUPATEN SIKKA KANTOR DPRD KABUPATEN SIKKA
RSU Dr TC Hillers Maumere - Sikka, Nusa Tenggara Timur
Menurut Tjok (2014) dalam (Songko, 2021) Neo-Vernacular adalah suatu penerapan elemen arsitektur yang telah ada, baik fisik (bentuk, konstruksi) maupun non fisik (konsep, filosofi, tata ruang) dengan tujuan melestarikan unsur-unsur lokal yang telah terbentuk secara empiris oleh sebuah tradisi yang kemudian
sedikit atau banyaknya mengalami pembaruan menuju suatu karya yang lebih modern atau maju tanpamengesampingkan nilai-nilai tradisional setempat.
METODE PERANCANGAN
Lokasi Perancangan Redesain Pasar Terletak di Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Berdasarkan rencana fungsi struktur tata ruang bagian wilayah Kabupaten Sikka tahun 2012 sampai 2023 maka wilayah kecamatan Alok memiliki fungsi utama sebagai pusat, Perdagangan, Perniagaan dan Jasa Sosial, serta Fungsi Penunjang berupa Rekreasi, Perhotelan, Pemerintah Kabupaten Sikka, Permukiman dan
Hutan Kota / Taman Kota.
Informasi mengenai lokasi perancangan Pasar Tradisional Alok :
❑ Lokasi : Pasar Tradisional Alok, Maumere.
❑ Tata guna lahan : Kecamatan Alok (Kawasan Pusat Kota).
❑ Luas Lahan : 40.706 m² / 4 Ha.
❑ Lebar Jalan Primer : 8 m, - Jl. Litbang.
❑ Lebar Jalan Sekunder : 6 m, - Jl. Wolomarang.
LOKASI PERANCANGAN
Regulasi Site Perancangan Pasar Tradisional Alok :
❑ Koefisien Dasar Bangunan (KDB) : 60%
❑ Koefisien Dasar Bangunan (KDB) ; 60%
❑ Ketinggian Lantai Bangunan (KLB) : 4 Lantai
❑ Garis Sempadan Bangunan (GSB) ; 3 Meter
❑ Garis Sempadan Jalan (GSJ) ; 8 Meter
❑ Ruang Terbuka Hijau (RTH) : 20%
Kondisi Tapak Pada Pasar Tradisional Alok
ANALISIS TAPAK
Lokasi perancangan berada di Kabupaten Sikka, Kecamatan Alok, Kelurahan Kota Uneng-Kota Maumere (Jl. Litbang). Kecamatan Alok merupakan kawasan pusat kota
dan permukiman di Kabupaten Sikka memiliki aksesibilitas serta fasilitas penunjang yang tersedia dengan baik.
Terdapat beberapa fasilitas publik di sekitar lokasi perancangan Pasar Tradisional yang dapat menunjang kebutuhan dan pengguna baik bagi masyarakat lokal maupun non
lokal yang ingin datang berkunjung di Pasar Tradisional Alok. Fasilitas-fasilitas di sekitar lokasi perancangan di harapkan dapat memberi dampak positif pada pasar.
Analisis mikro adalah proses analisis tapak dan lingkungan untuk menyusun skenario/prinsip peerancangan yang dapat merespon kondisi lahan dan lingkungan sekitar Dan juga sebagai masukan dalam merumuskan ide/konsep perancangan. Analisis tapak mencakup analisis regulasi, topografi, matahari, view, angin, sirkulasi, analisis kebisingan, curah hujan
dan drainase,
Penetapan KDB untuk suatu kawasan yang terdiri atas beberapa kaveling/persil dapat dilakukan berdasarkan pada perbandingan total luas bangunan terhadap total luas kawasan dengan tetap mempertimbangkan peruntukan atau fungsi kawasan dan daya
dukung lingkungan.
Berdasarkan data yang sudah ada perancangan Pasar Tradisional Alok di Kabupaten Sikka akan mengikuti regulasi yang sudah ada yaitu koefisien dasar bangunan (KDB)
60%, koefisien dasar hijau (RTH) 30%, garis sempadan bangunan (GSB) minimal 5 meter, dan koefisien lantai bangunan (KLB) maksimal 4 lantai.
Potensi
Area esksisting site merupakan kawasan pusat kota, sehingga selain memilki pasar tradisional dan di sekitar kawasan tersebut juga terdapat beberapa fasilitas perkantoran serta padat pemukiman penduduk dan yang Sudah terbangun yang memiliki beberapa area zona penjualan dan memiliki contour dengan elevasi yang hampir sama dengan area sekitar site.
Masalah
Berdasarkan data di atas, lokasi sitememilki beberapa zona penjualan yang tidak begitu beraturan dan masih ada beberapa lahan kosong sehingga menimbulkan beberapa pedagang liar yang memanfaatkan lahan kosong untuk berjualan dan Terkait mengenai akses dari area parkir ke bangunan satu dan bangunan tidak ada sehingga menimbulkan banyak pedagang yang lebih memilih berjualan di emperan jalan.
Potensi
Bedasarkan catatan Stasiun Meteorologi Maumere tercatat, suhu tertinggi pada tahun 2023 adalah 36,80 ⁰C dan terendah adalah 19,80 ⁰C. Rata-rata suhu berkisar antara 26 dan 29 ⁰C.
Masalah
Sinar matahari dapat masuk ke lokasi site dikarenakan di sekitar site terdapat bangunan tinggi, rata-rata ketinggian bangunan hanya berkisar satu sampai dua lantai.
Data
Berdasarkan pada karakteristik neo vernakular pada poin energy efficiency bahwa Bangunan Neo-vernakular dirancang untuk mengkonsumsi energi seminimal mungkin dengan mengadopsi strategi desain pasif yang di sesuaikan dengan kondisi iklim setempat serta orientasi bangunan ditentukan untuk pemanfaatan aliran angin dan pergerakan matahari didalam tapak. (Yamini R.
dan Santosh T. 2020).
Analisis
Hembusan angin yang berasal dari arah Selatan (Lahan Kosong) yang melawati
jalan wairklau membawa polusi dari kendaraan yang lewat sehingga dapat
mengganggu kenyamanan didalam site dan Berdasarkan (BMKG, 2021)
kecepatan angin di Kota Maumere berada di rata-rata 10 km/jam sampai 20
km/jam.
PEMBAGIAN ZONA
Menyediakan beberapa bangunan yang di khususkan untuk pedagang liar Dan Membuat akses yang cukup nyaman untuk para pengunjung yang ingin datang berbelaja di pasar alok.
Jadi KDB luas yang harus dibangun adalah 60% x 40.706 m² : 24.423 m² Berdasarkan fungsinya, bangunan dapat dibagi menjadi 5 zonasi yaitu :
❖ Zonasi kegiatan Pasar Basah.
❖ Zonasi kegiatan Pasar Kering.
❖ Zonasi kantor Pengelola dan Area Servis.
❖ Zonasi kegiatan Penjualan Perabotan dan Pakaian.
❖ Zonasi fasilitar Penunjang.
Besaran kawasan disesuaikan dengan regulasi dengan KDB 60%, KDH 30%, GSB 5 meter, dan KLB 4 lantai. Pembagian zona KDB pada site berdasarkan pola tata masa yang memiliki fungsi berbeda-beda.
Penggunaan shading untuk mengurangi pancaran sinar matahari yang masuk kedalam bangunan secara berlebihan, Penataan massa bangunan di buat terpisah agar sinar matahari dapat mengenai setiap gubahan massa bangunan dan Pemanfaatan sinar matahari sebagai pencahayaan alami agar meminimalisir konsumsi energi.
Pemanfaatan hembusan angin sebagai
penghawaan alami agar meminimalisir
konsumsi energi dengan menggunakan
bukan dan ventilasi udara, Penataan masa
bangunan yang terpisah-pisah untuk
membuat hembusan angin menyebar di
dalam site dan Penambahan vegetasi
pada area yang berbatasan dengan jalan
utama untuk menyaring udara yang
masuk ke dalam site.
Data
Sirkulasi keluar dan masuk pada tapak sebelumnya terkendala oleh tingkat kemacetan yang tinggi perempatan sisi timur tapak.
Masalah
Tapak di dominasi oleh rumput liar dan semak-semak sehingga tidak ada sirkulasi untuk pejalan kaki pada bagian pada area tapak bagian timur. Untuk menunjang kelancaran sirkulasi perlu adanya sistem sirkulasi yang baik dan Sirkulasi Jalan yang berada di dalam bangunan baik di gunakan oleh kendaraan sangatlah sempit sehingga mempersulit pengguna jalan untuk lewat.
Dengan demikian sirkulasi yang terjadi di dalam Pasar Tradisional Alok meliputi sirkulasi kendaraan.
manusia dan barang. Untuk memenuhi kriteria di atas maka pola sirkulasi yang sesuai adalah pola grid. Los akan ditempatkan berjajar dan saling berhadapan kemudian akan dihubungkan dengan jalan linier. Sirkulasi yang terjadi dalam site terdiri dari:
Skema Sirkulasi Manusia
Skema Sirkulasi Kendaraan
Skema Sirkulasi Kendaraan Bongkar Muat Barang
ANALISIS PENGGUNA DAN AKTIFITAS
NO JENIS
PENGGUNA FASILITAS JENIS AKTIFITAS
1 Pedagang
Ruko, kios,
· Menyiapkan barang dagangan Transaksi jual-beli Area los, Parkiran kendaraaan
Toilet, Atm center dan koperasi · Menggunakan fasilitas umum di Area pasar Alok 2 Pembeli
Ruko, kios, dan Area los · Melakukan tawar menawar Transaksi beli-jual Parkir, toilet, bank · Menggunakan fasilitas umum di Area pasar Alok
3 Kuli
Area Loading Dock · Mengangkut barang bongkar muat
Toilet-Atm center dan koperasi · Menggunakan fasilitas umum di Area pasar Alok Ruko, kios, dan Area los · Menata barang dagangan pasar
4 Kepala Pasar Alok
Ruangan Kepala · Mengontrol kegiatan operasional pasar
Ruangan Rapat · Memberi tugas kepada para petugas Pasar alok
5
Staf
Ruangan Kerja dan Ruangan
Rapat · Mendata aktivitas perdagangan Mengelola keuangan hasil retribusi pasar administrasi,
Staf lapangan/
Juru pungut retribusi 6 Staf Pasar
Ruang Tamu · Pelayanan keluhan pedagang dan pembeli Ruang Rapat · Diskusi atau rapat
7 Petugas kebersihan TPS,bank sampah · Membersihkan sampah Mengangkut sampah 8 Petugas keamanan Pos satpam · Menjaga dan mengawasi pasar
9 Petugas Parkir Area Parkir · Menjaga dan mengawasi kendaraan
· Menata dan mengatur parkiran
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG
NO JENIS KELOMPOK PELAKU KEGIATAN KEBUTUHAN RUANG
1. Kelompok kegiatan utama Pedagang dan Pengunjung
• Menuju Ke setiap zona Penjual.
• Melihat-lihat Barang Dagangan.
• Aktifitas tawar menawar barang dengan Pedagang.
• Hall.
• Los basah.
• Los kering.
• Warung Sembako.
• R. pemotongan
• Hewan.
• Ruang Cold Storage.
• Toilet umum.
• Area Loading Dock 2. Kelompok kegiatan Penunjang Pedagang, Pengunjung dan
Pengelola
• Kegiatan Makan dan Minum.
• Area untuk Beristirahat.
• Kegiatan ibadah.
• ATM Center.
• Food Court.
• Musholla.
3. Kelompok kegiatan Pengelola Pengelola
• Kegiatan administrasi.
• Kegiatan pengelolaan.
• Kegiatan keamanan.
• Kegiatan perawatan bangunan.
• Pelayanan parkir.
• R.Kepala Pasar
• R. Pengelola Keamanan
• R. Pengelola Kebersihan
• R. Pengelola Parkir dan Retribusi
• R. Administrasi
• Ruang Operasional
• R. Arsip
• R. Staff
• R. Tamu
• R. Rapat
• Gudang
• Pantry
• Toilet
4. Kelompok kegiatan Pelayanan Pedagang, Pengunjung dan Pengelola
• Kegiatan Operasional utilitas bangunan.
• Kegiatan kebersihan dan keamanan.
• R. Trafo dan panel listrik
• R. Genset
• R. Mesin AC
• R. Water tank dan pompa
• R. AHU
ANALISIS BESARAN RUANG
BESARAN RUANG UTAMA/PENJUAL
NO NAMA
RUANGAN
JUMLAH KAPASITAS BESARAN
SAT.
SIRKULASI
SUMBER
LUAS SIFAT
(Unit) (Orang) RUANG 30% m² RUANGAN
1 Hall 1 500 0,75 m² 0,3 NAD 113 PUBLIK
2
Kios, Area Los dan toko
Jumlah Pedagang 684, Prediksi Pedagang tahun 2030 sebesar 720 orang.
Rencana jumlah ruang perbandingan Kios : Los : (Sumber : Hasil Wawancara Dengan Kepala Pasar,2024)
Kios Tyipe A 80 4 12 m² 0,3 NAD 1.152 SEMI PUBLIK
Kios Tyipe B 80
3 9 m² 0,3 NAD 648 SEMI PUBLIK
Los Kering 250
2 8 m² 0,3 NAD 1.200 SEMI PUBLIK
Los Basah 250 2 8 m² 0,3 NAD 1.200 SEMI PUBLIK
Ruko 60 4 40 m² 0,3 NAD 2.880 SEMI PUBLIK
3 R. Pemotong
Hewan 25 10 2 m² 0,3 NAD 150 SEMI PUBLIK
4 R. Cold
Storage 2 10 2,7 m² 0,3 NAD 16 SEMI PUBLIK
5 Tempat Cuci Umum
25 10 0,82 m² 0,3 NAD 62 SEMI PUBLIK
6
Lavatory
Toilet Pria 4 1 3 m² 0,3 NAD 4 PRIVAT
Toilet Wanita 4 1 3 m² 0,3 NAD 4 PRIVAT
TOTAL LUAS 7.427 m²
ANALISIS BESARAN RUANG
BESARAN RUANG PENUNJANGNO NAMA RUANGAN JUMLAH KAPASITAS BESARAN
SAT. SIRKULASI
SUMBER LUAS SIFAT
(Unit) (Orang) RUANG 30% m² RUANGAN
1 ATM Center 4 4 2,15 m² 0,3 NAD 10 PUBLIK
2 Food Court 1 250 1,08 m² 0,3 NAD 81 PUBLIK
3 Musolah
4 20 25 m² 0,3 NAD 600 SEMI
PUBLIK
4 Klinik 4 5 9 m² 0,3 NAD 54 PUBLIK
TOTAL LUAS 745 m²
HUBUNGAN RUANG PENGELOLA HUBUNGAN RUANG UTILITAS
HUBUNGAN RUANG PEDAGANG/PENJUAL
ANALISIS HUBUNGAN RUANG
HUBUNGAN RUANG AREA PARKIR HUBUNGAN RUANG PENUNJANG
HUBUNGAN RUANG PEMBELI/PENGUNJUNG
ANALISIS GUBAHAN MASSA
Berdasarkan pada prinsip arsitektur Neo-vernakular pada poin hubunganlangsung, Analisis tata atur gubahan massa untuk mengetahui pembagian ruang dan pengelompokan ruangan di dalam bangunan, orientasi bangunan, serta sirkulasi pada bangunan.
KANTOR BUPATI KABUPATEN SIKKA
ANALISIS ZONASI
Pada gubahan massa ini menggunakan konsep pola tata atur radial. Terbagi atas 4 gubahan massa yang terzonasi atas pengelompokan kebutuhan
ruang dan sebagai efisiensi kebutuhan ruangan. Serta sebagai center adalah ruang Pengeloa Pasar Tradisional Alok.
ANALISIS STRUKTUR
STRUKTUR KAKI (SUB STRUCTURE)
Analisis Struktur yang diterapkan pada perancangan Pasar Tradisional Alok menggunakan sistem struktur rangka kaku (rigid frame),
Space Frame pada atap bangunan,dan pondasi menggunakan pondasi tiang pancang. Karena daerah Kota Maumere rawan gempa jadi dibutuhkan sistem struktur yang kekuatan dan kestabilan bangunan
apabila terjadi gaya lateral serta mampu menahan gaya desak tanah. Sistem struktur dibagi menjadi 3 yaitu, sub struckture, super struckture, dan upper struckture.
Pondasi tiang pancang adalah pondasi beton bertulang yang digunakan pada bangunan bertingkat dan berbentang lebar karena dapat menahan beban bangunan yang cukup berat
STRUKTUR BADAN ( SUPER STRUCTURE) STRUKTUR KEPALA (UPPER STRUCTURE)
Pondasi menerus sebagai pendukung struktur kolom bangunan yang memiliki jarak 3 m per kolom. Untuk menahan beban bangunan yang dipukul dari sepanjang dinding bangunan.
Super Structure merupakan bagian struktur bangunan yang letaknya berada di atas permukaan tanah yang memiliki fungsi sebagai penyalur beban beban bangunan baik dari beban hidup maupun beban mati menuju pondasi. Letak strukturini diantara upper structuredanSub Structure
KOLOM DAN BALOK STRUKTUR
PLAT LANTAI
Untuk perencanaan struktur atas (upper struktur) akan menggunakan Sistem struktur rangka space frame sangat cocok digunakan pada bangunan dengan bentangan besar yang menginginkan tidak ada kolom di tengah bangunan.
Silinder Kubah (Barrel Vault)
ANALISIS UTILITAS
ANALISIS ELEKTRIKAL
PANEL SURYA
Area site Merupakan daerah beriklim tropis sehingga memiliki panas matahari cukup tinggi dan dapat di manfaatkan sebagai energi listrik, Pemanfaatan pada matahari ini di fungsikan juga untuk panel surya sebagai sumber alternatif pada bangunan Pasar Tradisional Alok dan pemilihan panel surya juga untuk mengurangi penggunaan listrik yang berbahan dasar minyak bumi.
Untuk Memenuhi kebutuhan kelistrikan sebagai keperluan Pasar Tradisional Alok Maka Menggunakan beberapa Sumber tenaga listrik yaitu:
PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN)
Penggunaa genset dan PLN sebagai sumber listrik utama apa bila tenaga listrik yang di hasilkan oleh panel surya kurang menampung seluruh kawasan atau panel suryanya bermasalah, Sistem elektrikal pada bangunan ini menggunakan 3 sumber yaitu PLN, genset dan panel surya. Terdapat 5 zona sub panel listrik untuk meminimalisir jika ada kerusakan di zona 1 maka tidak tersalurkan ke zona 2
SKEMA SISTEM PANEL SURYA SKEMA SISTEM GENSET DAN PLN
ANALISIS JARINGAN AIR BERSIH
DOWN FEED SYSTEM
Down Feed System adalah sistem air ditampung dulu di tangki bawah
(ground tank),kemudian dipompakan ke tangki atas
(upper tank)yang biasanya dipasang di atas atap atau di lantai tertinggi bangunan.
Untuk Memenuhi kebutuhan kelistrikan sebagai keperluan Pasar Tradisional Alok Maka Menggunakan beberapa Sumber tenaga listrik yaitu:
SKEMA SISTEM JARINGAN AIR BERSIH ANALISIS UTILITAS
Jaringan air bersih bersumber dari PDAM, sistem jaringan air bersihmenggunakan metode
down feed system. Dengan menggunakan metode down feed systemdapat mengoptimalkan penyaluran air bersih karena mengandalkan dari gaya gravitasi jadi tidak boros pada penggunaan listriknya. Terdapat 5 zona pendistribusian
airbersih untuk memaksimalkan penyaluran air ke seluruh zona.
ANALISIS JARINGAN AIR KOTOR
SKEMA SISTEM JARINGAN AIR KOTOR ANALISIS UTILITAS
ANALISIS JARINGAN DRAINASE
SKEMA SISTEM DRAINASE
Jaringan air kotor dibagi menjadi 5 zona untuk memaksimalkan kelancaran pada saat pembuangan ke riol kota. Dengan pembuangan melalui shaft diteruskan ke bak kontrol menuju septic tank untuk limbah air kotor padat dan langsung ke sumur resapan serta dibuat ke pembuangan air kotor kota (riol kota
Sistem limbah air hujan di bagi menjadi 2 zona pada penampungan terakhir air hujan lalu di pompa dan di alirkan ke landscape dan di dimanfaatkan kembali untuk
penyiraman tanaman pada landscape bangunan sebagai upaya pemanfaatan limbah air hujan.
ANALISIS UTILITAS
ANALISIS PENGHAWAAN
PENGHAWAAN ALAMI
Penghawaan alami memanfaatkan dari sirkulasi angin yang masuk ke dalam bangunan. Dengan menggunakan sistem
cross ventilationagar penghawaan alami dapat merata ke seluruh bangunan.
Pada bangunaan Pasar yang memiliki ukuran besar tentu harus memiliki sistem penghawaan yang baik agar kondisi termal di bangunan tetap memberi rasa nyaman.
Untuk memenuhi kebutuhan ini maka Sistem penghawaan pada bangunan menggunakan 2 sistem yaitu : PENGHAWAAN BUATAN
Penghawaan buatan menggunakan AC VRV untuk memaksimalkan penghawaan ruangan atau kenyaman termal. Penggunaan AC VRV untuk menghemat biaya listrik kedepannya. Dalam satu
outdoorunit VRV dapat menghasilkan sampai 64 unit
indoor, Penempatan AC VRV hanya terdapatpada area Zona pengelola seperti Ruangan Kepala Pengelola, Ruangan Meeting dan di ruangan Kantor Pengelola
SKEMA SISTEM PENGHAWAAN ALAMI SKEMA PENGHAWAAN BUATAN
SKEMA CROSS VENTILATION
PENERAPAN KONSEP
KONSEP TRANSFORMASI GUBAHAN
PENERAPAN KONSEP
KONSEP LANSCPAPE
Konsep landscape Bangunan Pasar Tradisional Alok di Kabupaten Sikka adalah terpusat mengarah ke dalam site guna view ke dalam site. Serta
memiliki konektivitas terhadap ruang dalam dan ruang luar sebagai syarat untuk arsitektur neo vernacular. Terdapat elemen hardscape, bluescape dan softscape sebagai penyeimbang pada landscape yang
menggunakan beberapa material local
KONSEP STRUKTUR
Konsep struktur menggunakan struktur rangka kaku pada upper structure yang terdiri atas kolom dan balok beton komposit dan struktur atap space frame material baja konvensional dan atap datar beton bertulang. Serta
menggunakan pondasi tiang pancang sebagai penyalur beban ke tanah
PENERAPAN KONSEP
KONSEP FASAD BANGUNAN
Konsep fasad yang digunakan adalah fasad-fasad yang bersifat terbuka dan tidak masif, sehingga mendukung konsep bangunan sebagai naungan, dan memungkinkan penghawaan alami masuk ke bangunan.
Penerapan pada fasad bangunan akan mengambil motif kain tenun sikka yang di terapkan pada secondary skin pada fasad bangunan
KONSEP TATA MASSA
Penerapan konsep tata massa bangunan ini di rancang dengan pembagian zona yaitu zona pasar basah, zona pengelola pasar dan zona pasar kering
dalam site dengan pola terpusat , sehingga mempermudah Masyarakat
yang ingin datang berbelanja.
KONSEP AIR BERSIH DAN AIR KOTOR
Konsep air bersih dan air kotor dibagi menjadi 4 zona dari gubahan massa yang ada. Guna memaksimalkan pasokan air ke dalam bangunan.
Pada air bersih menggunakan metode down feed system yaitu air mengalir mengandalkan gaya gravitasi bumi sehingga dapat
penghematan penggunaan listrik. Untuk air kotor dari shaft ke septic tank atau sumur resapan dan dibuat ke pembuangan terakhir reol kota
KONSEP ELEKTRIKAL
Konsep elektrikal pada bangunan ini terbagi menjadi 4 zona untuk zona utama pada ruang me dan untuk zona lainnya adalah pembagi atau sub
panel. Dengan pembagian zona ini efektif jika terjadi kerusakan pada salah satu zona. Dengan sumber listrik utama PLN dan cadangnya
genset, serta panel surya untuk energi alternatif
PENERAPAN KONSEP
KONSEP AIR BERSIH DAN AIR KOTOR
PENERAPAN KONSEP
KESIMPULAN UMUM Sesuai kondisi Pasar Tradisional Alok saat ini, Redesain merupakan solusi kongkrit demi menjaga dan memaksimalkan tujuan dan fungsi bangunan tersebut. Hal ini melekat pada citra pasar tradisional yang dianggap kumuh, kotor, becek, semrawut dan tidak tertata dengan baik, sementara tingkat permintaan konsumen terhadap hasil komoditi dan kebutuhan pokok semakin meningkat.
KESIMPULAN KHUSUS
Redesain Pasar Tradisional Alok Kabupaten Sikka dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular memperhatikan:
a) Kondisi eksisting site sehingga memberikan kemudahan aksesibilitas dan mobilitas ke dan dari bangunan.
b) Menentukan kebutuhan ruang, besaran ruang, pola hubungan antar sesuai pengelompokan jenis kegiatan serta struktur dan konstruksi mapupun material yang cocok sesuai konsep yangditerapkan.
c) Menentukan Bentuk dan penampilan bangunan dengan pendekatan arsitektur Neo Vernakuler .
Merencanakan dan mengatur system utilitas dan kelengkapan dalam bangunan Pasar Tradisional Alok