• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

N/A
N/A
Naufal Rafif

Academic year: 2024

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KOTA JAKARTA TIMUR

SMK Bina Nusa Mandiri

Jl. Penganten ali

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) BIMBINGAN KLASIKAL

SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2023/2024

Komponen : Layanan Dasar

Bidang Layanan : Sosial

Topik / Tema Layanan : Manusia Tidak Bisa Hidup Sendiri

Kelas / Semester : 11 / Gasal

Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Tujuan Layanan

1. Peserta didik/konseli memahami bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri

2. Peserta didik/konseli dapat memahami karakteristik manusia sebagai makhluk sosial

3. Peserta didik/konseli dapat melaksanakan peran/kedudukannya manusia sebagai makhluk sosial B. Metode, Alat dan Media

1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab

2. Alat / Media : LCD, Power Point tentang Pentingnya Manusia Tidak Bisa Hidup Sendiri C. Langkah-langkah Kegiatan Layanan

1. Tahap Awal/Pendahuluan

1.1. Memberikan salam/sapaan yang semangat dengan penuh keakraban kepada peserta didik, kemudian mengajak peserta didik untuk mengawali kegiatan dengan berdo’a.

1.2. Guru BK memberikan pengantar singkat tentang tujuan layanan Bimbingan dan Konseling 1.3. Membina hubungan baik dengan peserta didik dengan menanyakan kabar, membuat suasana

penuh semangat dengan melakukan ice breaking. (Mencaikan kebekuan di kelas) 2. Tahap Int

2.1. Peserta didik memperhatikan materi layanan pada beberapa slide ppt yang sudah disiapkan 2.2. Setelah itu, peserta didik memperhatikan, mengamati tampilan video yang terkait dengan

“Hidup Pasti Membutuhkan Bantuan Orang Lain” atau “Peduli Terhadap Sesama”

2.3. Guru BK mengajak curah pendapat dan tanya jawab setelah peserta didik melihat tayangan video tersebut.

2.4. Peserta didik memperhatikan penjelasan materi yang diberikan serta Guru BK mengajak peserta didik berdialog interaktif tentang materi yang disampaikan.

2.5. Peserta didik diminat untuk membaca kisah inspiratif “ Kisah Seorang Pengantin ”, dengan penuh semangat dan antusias serta penuh penghayatan

2.6. Peserta didik mencari makna atau poin belajar dari kisah tersebut, kemudian Guru BK minta beberapa peserta didik untuk menyampaikan makna atau poin belajar dari kisah tersebut.

3. Tahap Penutup

3.1. Guru BK mengajak peserta didik melakukan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan

3.2. Guru BK mengajak peserta didik untuk saling membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari 3.3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang dan mengakhiri kegiatan dengan

berdoa dan salam D. Evaluasi

1. Evaluasi Proses : Guru BK memperhatikan proses layanan serta melakukan refleksi dari kegiatan layanan klasikal tersebut menggunakan lembar observasi

2. Evaluasi Hasil : Peserta didik mengisi angket evaluasi setelah mengikuti kegiatan layanan klasikal, antara lain: suasana yang dirasakan, pentingnya topik yang dibahas, cara penyampaiannya. (bisa melalui link google form

Mengetahui Bogor, Juli 2023

Kepala Sekolah SMP Negeri 15 Bogor Guru BK

(2)

Darmaswara, MM Dra. Atik Setiabudi,MSi NIP. 196909111994121002 NIP. 196710051997022001

1. URAIAN MATERI

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

Pengertan Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Secara kodrat, manusia merupakan makhluk monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensinya kemanusiaannya. Seseorang memiliki sikap sosial apabila ia memperhatikan atau berbuat baik terhadap orang lain.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sikap sosial merupakan beberapa tindakan menuju kebaikan terhadap sesamanya. Selain itu, Manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial karena pada diri manusia ada dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan mencari kawan. Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain, sering kali didasarkan kepentingan dan persamaan ciri. Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial dengan beberapa alasan, yaitu:

1. Ada dorongan untuk berinteraksi.

2. Manusia tunduk pada aturan norma sosial.

3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan satu sama lain.

4. Potensi manusia akan benar-benar berkembang apabila ia hidup ditengah-tengah manusia.

Pengertian Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya.

Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial menurut para Ahli:

Menurut KBBI : Makhluk sosial adalah manusia yang berhubungan timbal balik dengan manusia lain.

Menurut Elly M. Setiadi : Makhluk social adalah makhluk yang didalam hidupnya tidak bias melepaskan diri dari pengaruh orang lain.

Menurut Dr. Johannes Garang : Makhluk social adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri

Karakteristk Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:

1. Dorongan untuk makan

2. Dorongan untuk mempertahankan diri

3. Dorongan untuk melangsungkan jenis

Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial.

Ciri-ciri Manusia Sebagai Mahkluk Sosial : Suka bergaul

Suka bekerja sama

(3)

Hidup berkelompok

Memiliki kepedulian terhadap orang lain Tidak bisa hidup sendiri

Ciri- ciri Manusia Sebagai Mahkluk Sosial yang Bermoral .

Manusia memiliki toleransi dan kepedulian terhadap orang lain ketika bersosialisasi.

Contoh perilaku manusia sebagai mahkluk sosial yang bermoral:

Bergotong-royong membersihkan desa.

Mengunjungi orang sakit

Fungsi dan Tugas Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki fungsi dan tugas yang harus diembannya. Baik dalam masyarakat maupun kemasyarakatan

Manusia sebagai makhluk sosial juga mengemban tugas dan fungsi dalam keluarga sebagai lingkungam sosial terkecil.

Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial.

Berbuat baik kepada kedua orang tua.

Hubungan sosial yang pertama bagi seorang manusia begitu lahir kedunia adalah dengan orang tuanya.

Oleh karena itu pertama kali seseorang dibebani kewajiban adalah berlaku baik dan berbakti kepada kedua orang tua, sebagai kewajiban nomor dua setelah kewajiban berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menghormati ibu bapak merupakan perintah/ajaran agama yang memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab pergaulan yang baik dalam rumah tangga/keluarga dapat menciptakan kondisi baik dalam pergaulan masyarakat. Sebaliknya sikap tidak menghormati kedua orang tua akan menimbulkan aib dan penilaian tidak simpatik dari anggota masyarakat, bahkan dalam ajaran agama sikap tersebut termasuk kategori “dosa besar”.

Berbuat baik kepada sesama manusia.

Dalam pandangan agama dan kepercayaan apapun didunia ini memandang sikap tolong menolong sesama anggota masyarakat merupakan perbuatan yang terpuji. Tolong menolong sesama makhluk adalah sudah naluripada setiap manusia, sebab dalam perkembangannya hidup manusia selalu ditolong oleh pihak lain. Perbedaan status sosial dan perbedaan profesi anggota masyarakat mengakibatkan tolong menolong diantara berjalan alami. Misalnya : menjahit pakaian, mencukur rambut, membangun rumah dan lain-lain. Pekerjaan dan jasa membutuhkan pertolongan pihak lain yang ahli sesuai dngan profesinya masing-masing. Dengan demikian sikap tolong menolong merupakan bentuk pengabdian kepada sesama manusia yangdilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanpa pamrih, semata-mata mengharap ridho Tuhan Yang Maha Esa. Selain tolong menolong, semua agama juga mengajarkan agar sesama manusia saling menyayangi, saling mengasihi, saling menghormati dan saling menghargai. Dan menghindari ucapan-ucapan buruk kepada siapapun, karena ucapan buruk dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian. Jika berlarut-larut akan menjurus kepada pertumpahan darah.

(4)

2. KEGIATAN (ACTIVITY) PESERTA DIDIK

NAMA KEGIATAN : KISAH SEORANG PENGANTIN

Asal kisah ini yaitu dari seorang pengantin pria yang berusaha untuk menolong dan menyelamatkan anak yang terjatuh di sebuah kolam. Kondisi pengantin pria tersebut ketika menyelamatkan sang anak tentunya

sudah rapi serta siap untuk melangsungkan acara pernikahannya. Penampilan pengantin yang sudah rapi tentunya harus dijaga dengan baik sampai acara pernikahannya selesai. Namun, kita tidak pernah tahu jika

tiba-tiba ada sesuatu hal yang tidak terduga terjadi. Misalnya tiba-tiba ada orang lain yang sedang sangat membutuhkan pertolongan apalagi menyangkut nyawanya. Biasanya naluri kemanusiaan akan muncul seperti

pada cerita inspiratif pasangan yang bernama Clayton saat upacara pernikahannya. Tanpa di duga ada seorang anak laki-laki yang terjatuh ke dalam sebuah kolam air di tengah-tengah upacara pemberkatan. Bagi

seorang anak kecil tentunya untuk bisa menyelamatkan dirinya sendiri cukup sulit dilakukan walaupun saat itu ia sudah berusaha keras. Melihat kejadian yang mengejutkan tersebut, sang pengantin pria Clayton langsung menolong anak laki-laki tersebut dengan sigap walaupun ia sedang menjadi seorang pengantin kala itu. Cara satu-satunya yang bisa dilakukan untuk menolong anak laki-laki tersebut yaitu dengan ikut masuk ke kolam tersebut juga. Hingga akhirnya Clayton memutuskan untuk langsung melompat ke kolam untuk segera

menolong anak tersebut. Akhirnya anak tersebut bisa terselamatkan berkat bantuan Clayton. Meskipun sedang menjalani sebuah upacara pernikahan yang penting, Clayton rela basah kuyup demi menyelamatkan

nyawa dari seorang anak kecil. Namun, dengan kejadian ini kita mendapatkan suatu pelajaran berharga.

Bahwa pada saat seseorang ingin menyelamatkan orang lain apalagi berhubungan dengan nyawa, maka jangan pernah ada batasan. Jika pada saat kejadian tersebut Clayton tidak rela basah kuyup dan tidak sigap masuk ke dalam kolam demi sang anak, maka kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya

pada anak tersebut.

Jadi, kisah ini sangat menginspirasi. Ketika hendak menolong anak kecil yang sangat membutuhkan bantuan, sang pengantin tidak lagi memperdulikan tampilannya yang sudah nampak rapi. Sudah tentu penampilan sang pengantin akan rusak setelah masuk ke dalam kolam renang. Seharusnya kita sebagai manusia memang

senantiasa lebih mementingkan sesuatu yang sifatnya darurat. Apalagi jika pemberian pertolongan tersebut berkaitan dengan nyawa seseorang. Meskipun mungkin orang yang sedang sangat memerlukan bantuan

tersebut bukanlah orang yang dikenal.

Satu pelajaran berharga yang bisa kita peroleh dari kisah Clayton yaitu ia masih bisa menumbuhkan naluri kemanusiaannya dalam sebuah acara terpenting dalam hidupnya sekalipun. Walaupun pada akhirnya penampilannya memang rusak dan tidak lagi rapi, namun pengalaman berharga tersebut bisa kita jadikan

sebagai contoh perilaku yang baik Sumber : https://moondoggiesmusic.com/cerita-inspiratif/

Referensi

Dokumen terkait

Pada akhir siklus II (kedua), hasil supervisi akademik dengan melakukan pendampingan guru bimbingan konseling dalam penyusunan rencana pelaksanaan layanan

Pada akhir siklus II (kedua), hasil supervisi akademik dengan melakukan pendampingan guru bimbingan konseling dalam penyusunan rencana pelaksanaan layanan

Evaluasi Proses NO PERNYATAAN YA TIDAK 1 Materi yang disampaikan dalam bimbingan klasikal dibutuhkan peserta didik 2 Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan layanan 3

Lampiran 3 Evaluasi Proses Evaluasi Proses Bimbingan Klasikal Nama : Kelas : Berilah tanda centang  pada kolom jawaban yang tersedia No Pertanyaan Skor 1 2 3 4 1 Saya memahami

PERNYATAAN SKOR 1 Peserta Didik mengikuti kegiatan layanan bimbingan klasikal dari awal sampai akhir layanan dengan baik 1 2 3 4 2 Peserta Didik aktif dalam kegiatan layanan bimbingan

LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN KLASIKAL A Komponen Layanan Dasar B Bidang Layanan Belajar C Jenis Layanan Layanan Informasi D Topik / Tema Layanan Manajemen waktu E Fungsi

Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) Bimbingan Kelompok Semester Ganjil Tahun Pelajaran