TUNJUNGAN
KAJIAN KEBIJAKAN
KAWASAN PERENCANAN DALAM RENCANA TATA RUANG WILAYAH (PERDA 12 TAHUN 2014)
■ KODIROR JALAN TUNJUNGAN - UNIT PENGEMBANGAN (UP) VI TUNJUNGAN
■ RENCANA STRUKTUR RUANG DALAM UP.VI TUNJUNGAN
Kebijakan Arahan
Fungsi Kegiatan Utama
Pusat Lingkungan pada UP VI Tunjungan memiliki fungsi utama: permukiman, pemerintahan, dan perdagangan dan jasa
Struktur Kegiatan Utama
Jenis kegiatan:
1. Perdagangan dan Jasa
- Plasa Tunjungan (merupakan perdagangan eksklusif)
- Pasar Turi (perdagangan grosir) - Pasar Blauran (perdagangan emas) - Pasar Praban (perdagangan sepatu) - Pasar Gemblongan/Kramat gantung
(perdagangan mebel, busa, plastik, dsb) - Pasar Kedungdoro (perdagangan onderdil
kendaraan dan jasa pemasangannya) - WTC (pusat perdagangan ponsel) 2. RTH dan Lapangan Olah Raga:
- Taman / jalur hijau - Lapangan olah raga - Makam
Rencana pusat-pusat pelayanan kota dan struktur kegiatan utama Kota Surabaya didukung oleh beberapa fungsi utama kota dengan arahan sebagai berikut:
a. Perdagangan
Kawasan pusat kota juga diarahkan bagi kegiatan perdagangan yang mempunyai spesifikasi tertentu sesuai dengan kecenderungan yang terjadi, misalnya perdagangan barang eksklusif di Jl.Tunjungan, perdagangan emas di Jl.Blauran, dsb. Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa diarahkan untuk kegiatan perdagangan dan jasa yang tidak berpotensi sebagai bangkitan lalu lintas.
b. Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau dalam bentuk tempat bermain anak-anak, taman, lapangan olah raga, dan makam yang ada, dipertahankan keberadaannya dan lebih meningkatkan kualitasnya.
■ RENCANA POLA RUANG
Kawasan perdagangan dan jasa dikembangkan berdasarkan jenis perdagangan dan jasa serta skala pelayanan. Jenis pelayanan perdagangan dan jasa meliputi pasar tradisional, pusat perbelanjaan, toko/pasar modern dan kawasan perdagangan khusus. Skala pelayanan perdagangan dan jasa, meliputi skala pelayanan nasional dan internasional, regional dan kota, UP dan lingkungan:1. Pengembangan pasar tradisional tersebar di seluruh wilayah Kota Surabaya dan di arahkan pada pusat-pusat permukiman kota;
2. Pengembangan pusat perbelanjaan meliputi :
Pengembangan pada masing – masing pusat UP;
Pengembangan di kawasan Segiempat Emas Tunjungan dan Segidelapan Darmo;
Pengembangan toko modern meliputi: perbelanjaan tingkat unit lingkungan yang tersebar di seluruh wilayah;
3. Pengembangan kawasan perdagangan khusus, meliputi :
kawasan perdagangan elektronik di pasar Genteng;
kawasan perdagangan grosir di Pasar Turi;
kawasan perdagangan sepatu di koridor Praban;
kawasan perdagangan meubel di koridor Kramat Gantung dan Gemblongan;
kawasan perdagangan emas di koridor Blauran;
pasar bunga di Kecamatan Genteng, Wonocolo;
pasar ikan hias di Tegalsari;
4. Pengembangan perdagangan dan jasa yang menyatu dengan prasarana transport, meliputi :
Pengembangan perdagangan dan jasa menyatu dengan stasiun KA;
Pengembangan perdagangan dan jasa menyatu dengan terminal;
Pengembangan perdagangan dan jasa skala internasional dan nasional dilakukan secara terintegrasi melalui pengembangan Segiempat Emas Surabaya yang meliputi UP VI Tunjungan yaitu di kawasan Basuki Rahmat, Embong Malang, Blauran, Praban, Bubutan, Pahlawan, Pasar Turi, Kapas Krampung, Tunjungan;
Pengembangan perdagangan dan jasa skala UP dan lingkungan tersebar pada setiap pusat UP dan pusat lingkungan perumahan.
5. Pengembangan kawasan perdagangan dan jasa dilakukan melalui :
mengembangkan kawasan perdagangan dan jasa secara terpadu termasuk penyediaan lahan bagi pedagang informal maupun dan kawasan budidaya lainnya;
mengembangkan kawasan perdagangan terpadu dengan pemenuhan kewajiban pengembang/pelaksana dalam penyediaan: prasarana lingkungan, utilitas umum, Ruang Terbuka Hijau, pedagang informal dan fasilitas sosial;
mengembangkan pusat perbelanjaan yang terpadu dengan pusat jasa, melalui konsep wisata belanja;
melakukan revitalisasi Pasar Tradisional sebagai salah satu potensi perdagangan Kota Surabaya;
mengembangkan perdagangan dan jasa di sepanjang jalan baru dengan sistem blok yaitu pada jalan arteri primer, arteri sekunder dan jalan kolektor primer; dan
Pengaturan mengenai penempatan toko modern dan penyediaan prasarana lingkungan, utilitas umum, Ruang Terbuka Hijau, pedagang informal dan fasilitas sosial pada kawasan perdagangan terpadu akan diatur dalam peraturan tersendiri.
1. Kawasan Strategis Ekonomi
Kawasan strategis ekonomi di UP Tunjungan terletak di Kawasan Segi Empat Emas Tunjungan dan Sekitarnya. Merupakan kawasan CBD yang dalam perkembanganya mulai mengalami penurunan vitalitas karena tidak harmonisnya kegiatan satu dan lainnya dikawasan tersebut. Pada beberapa sisi kawasan Segiempat Emas Tunjungan sebagai contoh Jalan Tunjungan tingkat intensitas kegiatan komersial cenderung menurun dari setiap waktunya dan terksesan koridor tersebut tidak lagi hidup. Disisi lain perkampungan didalamnya juga menghambat pengembangan konsep superblok di Segi Empat Emas Tunjungan.
Strategi didalam pengelolaan dan pengembangan kawasan ini adalah dengan mengembangkan pusat perdagangan yang sekaligus dapat berfungsi sebagai wisata belanja.
2. Kawasan Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya
Bangunan dan lingkungan pada kawasan Darmo-Diponegoro serta kawasan kampung lama Tunjungan di Kecamatan Tegalsari berada di Unit Pengembangan VI Tunjungan. Kawasan ini pada awalnya merupakan kawasan permukiman penduduk pada masa berjayanya Kerajaan Surabaya atau yang biasa disebut Kraton Surabaya. Kawasan Kampung lama yang masih bertahan hingga kini meliputi Kampung Kraton, Kampung Kepatihan, Perkampungan Jalan Praban, Kawasan Baliwerti, Kawasan Tumenggungan, perkampungan Keputran, Kawasan Lawang Seketheng/Jagalan Pandean, Kawasan perkampungan Kawatan, Perkampungan Simokerto, Perkampungan Peneleh dan Kawasan Perkampungan Darmo.
Strategi di dalam pengelolaan dan pengembangan perkampungan lama ini berupa penetapan sebagai kawasan dan lingkungan cagar budaya, didukung dengan program revitalisasi kampung dengan upaya-upaya teknis terkait.
■ KAWASAN STRATEGIS
UP VI TUNJUNGAN:
‘Mewujudkan pengembangan kawasan sebagai pusat perdagangan dan jasa skala nasional dan internasional, pusat pemerintahan dan kawasan permukiman yang berkarakter’.
KAWASAN PERENCANAAN DALAM PERDA NO.8 TAHUN 2018 TENTANG
RDTR DAN PERATURAN ZONASI KOTA SURABAYA 2018-2038
KAWASAN PERENCANAAN DALAM PERDA NO.8 TAHUN 2018 TENTANG RDTR DAN PERATURAN ZONASI KOTA SURABAYA 2018-2038
RENCANA POLA RUANG
A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 C1 C2 C3 C4 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 D10 D11 D12 E1 E2 E3 E4 E5 E6 E7
Sempadan Sungai PS-2 0.06 0.45 0.64 0.00 0.99 0.73 0.67 0.07 3.62494
Sempadan Kereta Api PS-5 3.06 2.45 3.20 1.33 0.17 2.81 0.53 4.45 1.09 0.47 0.20 3.11 22.87548
Taman dan Lapangan Olahraga RTH-1
0.04 2.78 0.19 0.19 3.30 0.13 0.00 0.62 1.08 0.53 0.20 0.12 0.12 9.30384
Jalur Hijau RTH-2 0.21 0.07 0.11 0.43 0.22 0.23 0.33 0.04 0.02 0.02 0.04 0.24 0.74 0.36 0.57 0.71 0.00 0.02 0.10 0.04 0.11 0.12 0.13 0.07 0.56 0.22 0.54 0.08 6.31727
Makam RTH-3 1.12 6.92 0.05 0.05 0.02 12.40 2.57 4.20 1.32 0.06 0.54 29.24835
Perumahan Kepadatan Tinggi R-2 24.88 8.46 26.70 21.53 22.68 21.86 14.61 40.86 2.93 1.97 12.80 7.80 9.46 34.72 30.53 13.94 25.85 14.57 1.81 4.13 7.26 7.81 15.19 25.29 20.59 2.00 28.57 22.31 17.90 4.23 4.53 20.66 518.42063
Perumahan Kepadatan Sedang R-3 8.93 4.27 0.32 2.20 0.57 16.29372
Perumahan Kepadatan Rendah R-4
1.78 1.77511
Perdagangan dan Jasa Skala Internasional/ Nasiona; K-4
1.06 4.64 2.48 4.21 2.83 9.84 3.90 6.63 4.25 9.63 8.37 12.80 13.24 9.64 23.41 1.23 9.74 127.89291
Perdagangan dan Jasa Skala Regional/ Kota/ UP K-5
9.16 2.52 12.89 14.17 4.90 4.88 6.01 3.87 5.51 14.33 11.20 3.99 20.11 12.54 4.81 7.56 10.84 20.81 5.70 18.90 4.55 1.05 14.13 4.16 5.06 3.97 6.04 7.37 8.75 0.38 15.59 11.28 2.43 279.45391
Perdagangan dan Jasa Skala
Lokal/ Lingkungan K-6 3.75 2.56 1.87 1.55 0.05 4.86 0.09 0.13 0.07 3.11 2.15 1.94 2.42 4.72 5.15 1.46 9.08 0.24 4.73 8.03 15.09 14.26 8.14 95.44189
Perkantoran Perkantoran Pemerintah KT-1 0.04 0.23 0.05 0.53 2.52 4.21 0.02 0.64 0.15 0.03 0.11 0.04 0.09 0.29 2.67 0.09 0.70 3.77 1.65 0.63 0.25 0.17 0.04 0.03 0.05 0.63 0.61 0.29 0.22 20.72679 20.72679
Pendidikan SPU-1 0.67 0.14 0.11 0.71 2.29 1.74 0.34 0.92 0.96 2.82 0.01 0.64 0.36 0.82 2.11 2.14 4.20 0.85 2.60 0.14 0.97 0.19 0.17 0.63 0.29 0.13 0.24 1.35 0.59 4.02 0.20 0.59 0.36 2.12 36.40414
Transportasi SPU-2 15.20 2.19 17.38864
Kesehatan SPU-3 0.03 0.42 0.79 0.15 0.03 0.04 0.87 1.43 0.56 0.13 0.14 0.08 0.13 0.12 0.04 4.14 0.17 9.26252
Olahraga SPU-4 0.47 0.47372
Sosial dan Budaya SPU-5 0.17 0.23 0.03 0.03 0.16 0.06 0.09 1.06 2.59 0.02 4.44848
Peribadatan SPU-6 0.27 0.20 0.18 0.22 0.02 0.04 0.56 0.04 0.29 0.04 0.40 0.03 0.32 0.24 0.29 0.15 0.28 1.98 0.18 0.09 0.11 0.04 0.56 0.34 0.06 0.20 1.49 0.06 0.37 0.18 0.14 0.06 0.32 0.17 0.13 10.04781
Lainnya SPU-7 0.43 0.43446
Industri Aneka Industri I-4 0.86 1.26 5.44 0.88 8.42714 8.42714
Pertahanan dan Keamanan KH-1 0.10 2.02 1.39 0.08 0.18 0.75 0.07 0.08 0.07 0.21 0.53 5.48243
Instalasi Utilitas KH-5 0.11 0.43 0.35 0.02 0.91003
6.34 3.09 3.76 7.95 8.37 4.71 8.33 8.13 2.37 5.73 8.32 5.56 4.73 8.30 9.28 4.50 8.17 11.18 16.65 3.44 3.12 8.50 4.01 2.77 8.23 6.03 3.64 3.31 7.71 2.44 4.50 5.51 4.62 4.98 6.09 3.59 10.25 10.05 4.49 242.77103 242.77103
0.38 0.76 1.57 0.15 0.28 1.33 1.96 0.25 0.13 0.15 0.60 0.44 1.13 0.56 0.04 0.08 0.12 0.43 0.39 0.37 0.53 0.41 0.35 0.52 0.67 0.74 0.74 0.10 1.51 0.96 0.26 17.91967 17.91967
1.19 1.92 2.50 0.01 3.20 2.75 1.22 3.20 0.70 1.89 0.31 18.90079 18.90079
46.85 35.86 41.43 46.68 55.94 36.54 39.76 62.23 19.03 23.27 38.16 31.31 36.42 87.53 58.98 31.37 57.55 55.06 68.19 13.25 21.70 43.18 34.81 17.91 43.93 32.68 40.70 30.82 37.47 10.04 40.68 41.85 30.79 18.35 29.54 14.81 46.56 42.37 40.64 1504.24570 1504.24570 Peruntukan Khusus
Jalan Saluran Sungai
Luas Total (Ha) Perdagangan dan
Jasa
Sarana Pelayanan
Umum 78.45977
6.39246 Perlindungan
Setempat 26.50042
44.86946
536.48946
502.78871 Ruang Terbuka
Hijau
Perumahan
Zona Subzona Kode Sub UP VI-A Sub UP VI-B Sub UP VI-C Sub UP VI-D Sub UP VI-E
Luas Total (Ha) Luas Total Sub Zona
Intensitas Bangunan Tinggi di Koridor UP VI Tunjungan Sumber: Hasil Perencanaan 2018
KAWASAN PERENCANAAN DALAM PERDA NO.8 TAHUN 2018 TENTANG RDTR DAN PERATURAN ZONASI KOTA SURABAYA 2018-2038
■ SISTEM JARINGAN PEJALAN KAKI
arahan pengembangan jalur pejalan kaki (pedestrian) di wilayah perencanaan sebaiknya diprioritaskan untuk menghubungkan ikon-ikon kota UP VI Tunjungan di sepanjang jalur yang dilewati oleh AMC dan pada jalan-jalan utama. Secara umum pengembangan jalur pedestrian akan diarahkan pada jalan arteri dan jalan kolektor, sebagai berikut:
Jalan Raya Darmo;
Jalan Urip Sumoharjo;
Jalan Basuki Rahmad;
Jalan Embong Malang;
Jalan Praban;
Jalan Bubutan;
Jalan Pahlawan;
Jalan Tunjungan;
Jalan Gubernur Suryo;
Jalan Panglima Sudirman;
Jalan Pemuda;
■ SISTEM PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
Rencana pengembangan angkutan massal cepat (AMC) di Kota Surabaya nantinya akan ditunjang oleh feeder maupun trunk dari segala penjuru Kota Surabaya. Kendaraan feeder yang dimaksud dapat berupa lyn atau bus. Sebagai kawasan pusat kota, UP VI Tunjungan merupakan persimpangan jalur berbagai macam lyn dan bus yang ada di Kota Surabaya, sehingga dapat menunjang keberadaan konsep AMC tersebut.
No. Sistem
J aringan J alan Nama J alan
Eksisting GSP (meter)
1
Arteri Primer
Jalan Demak 35
Jalan Kalibutuh 25
Jalan Kapasari 25
Jalan Kusuma
Bangsa 28
Jalan Kenjeran 30
Jalan Simokerto 25
Jalan Sidotopo Lor 25 Jalan Stasiun
Gubeng 30
Jalan Raya Gubeng 30
Jalan Diponegoro 40
2
Arteri Sekunder
Jalan Panglima
Sudirman 25
Jalan Raya Darmo 35
Jalan Ambengan 20
Jalan Blauran 25
Jalan Genteng Kali 25
Jalan Praban 25
Jalan Kranggan 25
Jalan Bubutan 25
Jalan Kedungdoro 30
Jalan Raya Dupak 40
Jalan Embong
Malang 35
Jalan Gemblongan 20
Jalan Gubernur Suryo
25
Jalan Jagalan 35
Jalan Kalianyar 35
Jalan Basuki
Rahmad 25
Jalan Kapasan 25
Jalan Kramat Gantung
15
Jalan Ngaglik 35
Jalan Pahlawan 20
Jalan Pandegiling 40
Jalan Pasar Besar 40
Jalan Pemuda 20
Jalan Kapas
Krampung 35
Jalan Tidar 25
Jalan Tembaan 40
Jalan Tunjungan 20
Jalan Urip
Sumoharjo 35
■ RENCANA JARINGAN PRASARANA
KAWASAN PERENCANAAN DALAM PERDA NO.8 TAHUN 2018 TENTANG RDTR DAN PERATURAN ZONASI KOTA SURABAYA 2018-2038
■ SISTEM JARINGAN PERKERETAAPIAN
Rencana pengembangan sistem jaringan perkeretaapian di UP VI Tunjungan dijabarkan sebagai berikut:
a. Pengoptimalan jalur kereta api yang sudah ada;
b. Pengembangan jalur perkeretaapian ganda;
c. Pengembangan jalur angkutan massal berbasis rel yang menghubungkan Wonokromo – Tunjungan – Perak;
d. Pengembangan jalur angkutan massal berbasis rel rute
Lidah Kulon – Lontar – HR Muhammad – Joyoboyo –
Wonokromo – Ngagel – Gubeng – Dharmahusada –
UNAIR C – Kertajaya Indah – ITS - Mulyosari –
Kejawan.
KAWASAN PERENCANAAN DALAM PERDA NO.8 TAHUN 2018 TENTANG RDTR DAN PERATURAN ZONASI KOTA SURABAYA 2018-2038
■ RENCANA SUB UP YANG DIPRIORITASKAN PENANGANANNYA
Tema penanganan: perbaikan dan peningkatan kawasan dalam rangka memberi ruang yang cukup bagi keberlangsungan pengembangan pusat perdagangan dan jasa, permukiman, dan pusat pemerintahan yang memperhatikan keberadaan daya dukung infrastruktur kawasan.
1. Penataan kawasan perdagangan dan jasa skala internasional/nasional
penataan intensitas bangunan dan tata bangunan
pengembangan fasilitas pendukung 2. Pengembangan RTH
Pengembangan taman untuk ruang publik
Pengembangan jalur hijau 3. Penataan koridor jalan (AMC)
penataan intensitas bangunan di sekitar jalur AMC;
pengembangan jalur pejalan kaki prioritas di sepanjang koridor AMC;
pengembangan halte/stasiun pada titik-titik yang telah ditentukan; dan
penataan wajah bangunan dan pelengkap jalan.
4. Penataan kawasan perumahan
peningkatan kualitas lingkungan perumahan dengan partisipasi masyarakat;
pengembangan sarana dan prasarana pendukung perumahan; dan
pengembangan aksesibilitas yang menghubungkan perkampungan dengan AMC 5. Penataan kawasan cagar budaya
penataan intensitas bangunan dan tata bangunan;
pemeliharaan bangunan cagar budaya;
mempertahankan keaslian tampilan bangunan; dan
mengendalikan perubahan fungsi bangunan dan kegiatan.
Dalam UP VI Tunjungan penetapan Sub Unit Pengembangan yang diprioritaskan penanganannya yang berfungsi sebagai:
a. Dasar penyusunan RTBL dan rencana teknis pembangunan sektoral;
b. Dasar pertimbangan dalam penyusunan indikasi program prioritas RDTR.
KAWASAN PERENCANAAN DALAM PERDA NO.8 TAHUN 2018 TENTANG RDTR DAN PERATURAN ZONASI KOTA SURABAYA 2018-2038
■ INTENSITAS BANGUNAN
Zona Ketinggia
n
Ketinggia n Maksimu
m
Ketentuan
1 250 m Jalan arteri sekunder di kaki suramadu dan pelabuhan Teluk Lamong
2 200 m Area CBD dan area di simpul dari koridor zona 3-3 yang dilalui MRT atau di simpul koridor zona 2-3
3 150 m Persil yang menghadap jalan arteri sekunder yang dilalui MRT atau area di simpul dari koridor zona 3 & 4, atau zona 4-4
4 100 m Persil yang menghadap jalan kolektor atau area lapis kedua & berikutnya di koridor/simpul zona 150
5 50 m Persil yang menghadap jalan kolektor atau area lapis kedua & berikutnya di koridor zona 100
Di luar
zona 40 m Mengikuti ketentuan dasar dari peraturan zonasi