PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Target Luaran
TINJAUAN PUSTAKA
- Studi Kerusakan Pantai
- Gelombang
- Bangunan Pengaman Pantai
- Pergerakan
- Formulasi Analisis Pergerakan dari Aspek Geometrik
- Daya Dukung Tanah
- Konsolidasi Tanah
Pemecah gelombang adalah suatu struktur yang dirancang untuk melindungi daerah atau garis pantai di belakangnya dari serangan gelombang. Gelombang disalurkan melalui dinding batuan atau gelombang batuan yang miring sehingga energi gelombang dapat dihamburkan secara gravitasi. Dalam kajian lapisan pelindung pemecah gelombang dengan bentuk tetrapod, heksapod dan modifikasi bentuk kubus, digunakan pemecah gelombang sisi miring.
Pemecah gelombang terendam dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu pemecah gelombang karang yang stabil secara dinamis, pemecah gelombang jambul rendah yang stabil secara statis, dan pemecah gelombang terendam yang stabil secara statis (van der Meer, 1991). Pemecah gelombang terendam (submerged breakwater) adalah pemecah gelombang terendam yang tinggi ambang awal ditetapkan di bawah muka air tenang (SWL). Untuk memperoleh hasil yang efektif, sebaiknya pemecah gelombang ini dipasang pada lokasi yang air lautnya sedang surut.
Fungsi utama pemecah gelombang terendam adalah untuk mereduksi energi gelombang yang datang ke pantai melalui mekanisme pemecahan gelombang, disipasi, gesekan dan pemantulan gelombang. Pemecah gelombang digunakan untuk melindungi perairan pelabuhan dari gangguan gelombang agar aman untuk tempat berlabuhnya kapal dan kegiatan pelabuhan lainnya. Saat ini desain breakwater sendiri berkembang pesat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada.
Ada beberapa jenis pemecah gelombang, antara lain pemecah gelombang batu, pemecah gelombang dinding, dan pemecah gelombang konstruksi khusus. Sebagian besar pelabuhan di Indonesia menggunakan pemecah gelombang miring karena bagian atas bangunannya rendah, kerusakan terjadi secara bertahap dan murah dibandingkan jenis pemecah gelombang lainnya (Kramadibrata, 2002). Pemecah gelombang samping miring biasanya terbuat dari tumpukan batu alam yang dilindungi oleh lapisan pelindung berupa batu besar atau beton dengan bentuk tertentu.
Biasanya batu samping gelombang lateral diletakkan dalam beberapa lapisan, dimana lapisan terluar (lapisan pelindung) terdiri dari batu-batu besar, dan semakin dalam maka ukurannya semakin kecil. Analisis daya dukung tanah mempelajari kemampuan tanah dalam menopang beban struktur yang ditempatkan diatasnya. Pengujian lapangan untuk mengetahui kuat dukung tanah dapat dilakukan dengan cara (boring) sampling, probe atau SPT (Standard Penetration Test).
METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian
- Bagan Alir Penelitian
- Data Teknis dan Alat Penelitian
- Bahan primer
- Bahan sekunder
- Perangkat Keras
- Perangkat Lunak
- Pengumpulan Data
- Teknik Pengambilan Data Primer
- Pengukuran terestris pergerakan
- Pengukuran dimensi bangunan pengaman pantai
- Teknik Pengambilan Data Gelombang Pantai Morosari
- Teknik Pengambilan Data Sekunder
- Pengolahan Data
- Tahap Awal Pengolahan Data Pergerakan
- Hitungan besar pergerakan horizontal dan vertikal
- Tahap Pengolahan Data Gelombang
- Analisis Data
- Analisis pergerakan terhadap pergerakan horizontal dan vertikal
- Analisis data pasang surut
- Analisis data konsolidasi tanah
- Analisis kapasitas daya dukung tanah
Data daya dukung dan konsolidasi tanah yaitu berupa dimensi bangunan penjaga pantai yang diukur menggunakan TopCon Type Total Station yang diukur pada bulan Desember 2016. Data pasang surut digunakan untuk menentukan HHWL, MHWL, LWL dan MSL yang digunakan dalam perencanaan dimensi bangunan penjaga pantai. Data pasang surut yang digunakan berasal dari penelitian yang dilakukan Hawati dan Ondara pada tahun 2016 di stasiun pasang surut Morodemak.
Dalam penelitian ini dilakukan dua sesi pengumpulan data primer yaitu pengukuran titik dan dimensi fasilitas keselamatan pantai dengan menggunakan total station. Jarak yang digunakan dalam penelitian ini adalah jarak horizontal, pengukuran jarak dilakukan sebanyak 8 kali untuk setiap jarak titik. Beach shelter pertama dibangun pada tahun 2013 (Gedung 1), sedangkan beach shelter kedua dibangun pada tahun 2011 (Gedung 2).
Pemilihan bangunan dimaksudkan untuk mencerminkan sejauh mana pergerakan yang terjadi pada bangunan pelindung pantai yang dibangun pada tahun 2011 dan 2013. Penentuan posisi titik kendali yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan kondisi sekitar dimana titik kendali tersebut berada. . Data pasang surut yang digunakan berasal dari hasil pengolahan data menggunakan software MIKE 21 dengan menggunakan titik koordinat pada lokasi breakwater.
Tahap pengolahan data dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pertama pengolahan data untuk menghitung ukuran dan arah pergerakan bangunan pelindung pantai. Tahap kedua adalah pengolahan data untuk menghitung ketahanan bumi pada bangunan pengaman pantai di Pantai Morosari Kabupaten Demak Jawa Tengah. Data tersebut digunakan sebagai data masukan untuk melakukan analisis gerak horizontal dan vertikal sesuai Persamaan 2.1.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu metode penelitian yang menggunakan data berupa angka-angka, bersifat sistematis dan analisis datanya menggunakan statistik atau model. Hasil akhir dari pengolahan data gelombang tersebut adalah memberikan gambaran perambatan gelombang di Pantai Morosari Demak, Jawa Tengah. Analisis data pada penelitian ini terdiri dari 4 tahap analisis, yaitu analisis pertama pergerakan horizontal dan vertikal bangunan pengaman pantai, analisis kedua yaitu analisis data pasang surut, analisis ketiga yaitu analisis konsolidasi dasar laut, dan analisis keempat, yaitu analisis. terhadap daya dukung/stabilitas tanah.
Analisis gerak horizontal dan vertikal dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95% (masih mengakomodasi kesalahan sistematik dengan nilai yang sangat kecil pada instrumen), untuk mengetahui apakah pergerakan titik yang terjadi benar-benar disebabkan oleh gerak (Ulinnuha, 2015). Selanjutnya persamaan Terzaghi yang digunakan dalam penelitian ini adalah persamaan tanah dengan keruntuhan geser lokal dan daya dukung pondasi persegi panjang (BxL).
BIAYA DA JADWAL PENELITIAN
Anggaran Biaya
Jadwal Penelitian
Apriyanti, D, 2015, Analisis Pergerakan Aspek Geometri 3D Pada Titik Kendali Pemantauan Bendungan Sermo, Skripsi, Pascasarjana Jurusan Teknik Geomatika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Haris, 2007, Optimalisasi geometri jaring pemantauan pergerakan massa tanah pada kilometer 15,9 saluran utama Kalibawang periode pengukuran Maret-April 2007, Skripsi, Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hilmiyati, U, 2015, Analisis Pergerakan Aspek Geometri Ruas Mentawai Akibat Gempa Tektonik 10 Juli 2013, Skripsi, Pascasarjana Jurusan Teknik Geomatika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Puspitasari, A, E, 2007, Optimasi geometri grid GPS (studi kasus di Gunung Kidul), Skripsi, Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Soedarmo G. Widjajanti, N, dan Heliani, S , 2005, Geodetic Net Alignment, Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Data primer dan sekunder (menggunakan Arc.Gis 10.1 dan Auto CAD untuk mengetahui pergerakan tanah, dimensi bangunan, daya dukung tanah dan konsolidasi tanah.
Semua data yang saya isi dan cantumkan pada biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Maka biodata ini saya buat untuk memenuhi salah satu syarat pengajuan Tugas Penelitian Dosen anggaran tahun 2018. Jadi biodata ini sebenarnya saya buat untuk memenuhi salah satu syarat pengajuan Tugas Penelitian Dosen anggaran tahun 2018.