Resume buku “Guru Masa Kini”
(Nurani Azizah S.Pd_Guru Fisika SMP Islam Athirah Bone)
Pahlawan tanpa tanda jasa adalah predikat abadi yang senantiasa disematkan pada guru.
Namun, predikat tersebut seakan menjadi kutukan yang juga tak kalah abadinya. Predikat dan kutukan yang ter[atri dalam profesi guru, juga memenjarakan pemahaman nahwa guru harus menjaga keabadian cara mendidik siswa dari zaman ke zaman. Buku ini dapat membuat guru tahu bahwa semua keabadian itu tidak pernah ada. Guru masa kini harus terus berbenah demi pendidikan yang lebih baik.
Sudah menjadi kodrat manusia untuk selalu berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya.
Namun, seiring dengan kemujuan zaman, semakin banyak pulalah tuntutan yang menjadi tolok ukur ketercapaian setiap insan. Hal itu juga menimpa sosok dan profesi guru di Indonesia.
Berbagai tuntutan dengan dalih kemajuan teknologi dirasa memberatkan padahal justru dianjurkan demi mempermudah kerja guru dalam menyampaikan pengajaran kepada para siswa di Sekolah.
Esensi pendidikan sebenarnya adalah membangun kepribadian bangsa yang beradab dan mulia. Serta mengembangkan potensi peserta didik yang religius, kreatif dan bertaqwa. Yang pada kahirnya guru yang akan menjadi pelaksana cita-cita bangsa ini. Demi melaksanakan kewajibannya itu, guru harus menyesuaiakan diri dengan zaman, mengubah pola pikirnya yang kuno menjadi modern. Siap tidak siap, kini sudang datang masanya dimana sisa bisa saja mengalahkan gurunya hanya dengan bersenjatakan gawai dan akses internet. Untuk itu, semakin kuatlah alasan yang menyatakan bahwa guru memang harus melek teknologi.
Sebagaimana di zaman dulu, siswa terpukau dengan gurunya yang serba tahu karena memba banyak buku, hari ini siseapun harus terpukau kepada guru yang menguasai berbagai macam teknologi. Tentu saja dengan tiddak mengesampingkan kegiatan membaca. Karena membaca buku bagi seorang guru sudah harus jadi kebiasaan. Selain itu, membaca buku juga merupakan bukti pembeda anatara guru yang dituntut untuk memiliki sikap intelektualitas tinggi dengan para profesional lainnya.
Guru yang baik adalah guru ynag mau menerima perubahan, melakukan pertumbuhan dan perkembangan dalam dunia. Guru adalah garda terdepan yang berperan dalam usaha mencerdaskan anak bangsa. Jika guru tertinggal zaman, bagaimana mungkin guru memainkan perannya. Jika guru tertinggal pendidikan berbasis teknologi maka ada tiga hal yang terjadi yaitu 1. Pembelajaran tidak menarik. Siswa yang sudah terbiasa menatap layar gawai, proyektor dan tampilan dunia maya akan sangat merasa bosan ketika menatap papan tulis yang penuh debu. Dengan menggunakan pantulan proyektor, kita bisa menmapilkan berjuta jenis warna yang diinginkan dengan pilihan sendiri secara praktis dan tidak mengeluarkan banyak biaya
2. pembekalan kepada siswa kurang. Mencerdaskan anak bangsa bukan hanya soal menyampaikan materi yang termaktub di dalam buku. Proses yang terjadi saat pembelajaran menjadi tanggung jawab kita, apakah proses tersebut dapay menunjang masa depan anak atau tidak. Salah satu aspek terpinting dalam pendidikan adalah fleksibel dan mengikuti perkembang zaman, bukan berarti secara membabi buta mengikuti arus tetapi guru harus bersikap kreatif terhadap materi yang dipegangnya. Mengolaborasikan ilmu pengetahuan dan teknologi
3. materi kurang efektif. Apa jadinya jika di abad-21 kita selalu mengaitkan pembelajaran dengan persitiwa yang terjadi di abad-5? Tentu saja siswa akan merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh guru. Hingga akhirnya siswa hanya akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh guru tanpa menyimaknya dengan baik
Ketiga kerugian diatas hanyalah sedikit banyak dampak negatif dari seorang guru yang enggan menggunakan fasilitas teknologi dalam menunjang pembelajaran. Keberhasilan bukanlah berasal dari tingkat kepintaran, kunci keberhasilan adalah kerja keras dan fokus untuk luar biasa. Guru yang baik adalah guru yang mau menerima perubahan, melakukanpertumbuhan dan perkembangan dalam dunia pendidikan.