Makassar, 27 November 2019
Kepada Yth,
Ketua Pengadilan Negeri Makassar
Cq. Mediator Pengadilan Negeri Makassar dalam Perkara Nomor 311/Pdt.G/2019/PN.Mks
Di Makassar
Perihal: Resume Mediasi dari Pihak Tergugat Dengan Hormat,
Perkenankan saya, Hj. A. Bonita Latief Usman, beralamat di Borong raya Prima griya panakkukang Blok A/18 Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar yang saat ini menjadi Tergugat dalam Perkara Nomor 311/Pdt.G/2019/PN.Mks., pada Pengadilan Negeri Makassar, dengan ini, melalui surat ini membuat resume Mediasi kepada Para Penggugat.
JALANNYA MEDIASI
Penawaran dari penggugat di Ruang Mediasi Pengadilan Negeri Makassar pada hari Rabu, tanggal 20 November 2019 yang disampaikan melalui kuasa hukumnya menyatakan :
1. Bahwa penggugat menginginkan dari pihak tergugat I untuk membuat pernyataan permohonan maaf melalui Media surat kabar Fajar dan Tribun timur,
2. Bahwa penggugat meminta tergugat I membayar uang pengganti kerugian sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) terhadap Penggugat karena merasa dirugikan atas apa yang dilakukan tergugat I
Jawaban tergugat I
1. Bahwa saya tidak bisa melakukan apa yang diminta oleh Pihak Penggugat karena tidak ada hubungannya dengan perkara yang saat ini disidangkan
2. Bahwa saya juga tidak bisa mengganti apa yang menjadi kerugian dari pihak penggugat karena menurut saya nilai tersebut tidak jelas sumbernya
Terhadap mediasi diluar pengadilan
1. Bahwa pada dasarnya Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan yang 1
dimana mendorong para pihak yang berperkara dapat menyelesaikan perkara yang dihadapinya dengan damai;
2. Bahwa dalam perkara yang dihadapi Tergugat ini, kami berusaha melakukan mediasi diluar pengadilan tepatnya di Mama Cafe pada hari minggu 24 November 2019 yang di hadiri oleh saya sendiri, kuasa hukum saya dan kuasa hukum dari Penggugat.
3. Oleh karena itu, setelah berdiskusi dengan kuasa hukum saya, dan kita berdiskusi kembali pada hari itu. maka dari pihak saya selaku Tergugat I ingin menempuh serta menyelesaikan secara damai persoalan ini dengan mengadakan pertemuan kembali, akan tetapi dari pihak Penggugat tetap dengan penawarannya di pengadilan pada hari rabu, 20 November 2019 dan tidak ada solusi karena yang hadir pada saat kita mediasi di luar pengadilan hanya kuasa hukum dari penggugat saja yang hadir.
Bahwa terhadap apa yang ditawarkan dari penggugat, sejujurnya tidak menjadi solusi dari permsalahan ini, dan sesungguhnya hanya akan menjadi beban terhadap saya sendiri jika harus memenuhi apa yang yang di tawarkan. Maka dengan segala hormat, melalui kuasa hukum saya, saya tidak keberatan jika permasalahan ini diselesaikan melalui mekanisme pengadilan yang mana menurut Tergugat akan memakan waktu yang cukup panjang hingga bertahun tahun lamanya sampai ada putusan tetap dalam perkara ini. Sekian dan terima kasih.
Hormat Saya,
Hj. A. Bonita Latief Usman
2