• Tidak ada hasil yang ditemukan

Resume PMI Orde Baru - Rifa Fadlan

N/A
N/A
Fadlan Muhammad

Academic year: 2024

Membagikan "Resume PMI Orde Baru - Rifa Fadlan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Nama: Rifa Fadlan Muhammad Ihsan Mata Kuliah: PMI

Dosen Pengampu: Muhamad Eko Sucipto, MIRKH

Tugas Resume Dengan Judul:

Perkembangan Masyarakat Indonesia Pada Masa Orde Baru

Orde baru adalah sebutan bagi masa pemerintah Indonesia pada masa Presiden Soeharto. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru berlangsung dari tahun 1968 hingga 1998.

Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meski hal ini dibarengi praktek korupsi yang merajalela di negara ini, begitu juga dengan kesenjangan antara rakyat kaya dan misikin pun semkin melebar.

Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Sehingga dari sisi politik nya DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat dengan Cendana. Hal ini mengakibatkan Aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat.

Selama masa pemerintahan Soeharto, kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Rupiah jatuh, Inflasi meningkat tajam, dan

(2)

perpindahan modal dipercepat. Para demonstran, yang awalnya dipimpin para mahasiswa, meminta pengunduran diri Soeharto. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas, Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden, B. J. Habibie, untuk menjadi presiden ketiga Indonesia. Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru, untuk kemudian digantikan "Era Reformasi".

Soeharto merupakan orang yang sangat berperan penting dalam mempertahankan berdirinya pemerintahan Orde Baru. Untuk membuat Orde Baru terus berdiri Soeharto terus menarik simpati rakyat dengan berbagai cara seperti dengan media yaitu media pembangunan. Melalui media Soeharto terus menutupi kejahatan Orde Baru dan memberitakan kebaikan serta pembangunan ekonomi Orde Baru saja. Dalam memimpin pemerintahan Soeharto mencari orang yang bisa diajak bekerja sama untuk mempertahankan kekuasaannya. Salah satu yang dilakukan oleh Soeharto adalah menciptakan tiga kekuatan yaitu ABRI, Birokrasi dan Golkar. Dan dalam perkembangannya Soeharto bertemu dengan Harmoko dan mempercayai Harmoko menjadi Menteri Penerangan bahkan sampai tiga periode, menjadi Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR/MPR.

Harmoko merupakan salah satu orang yang berperan penting pada masa Orde Baru karena turut serta dalam memberikan pemikiran dan menentukan kebijakan politik pada saat itu. Untuk mengetahui peran Harmoko pada masa Orde Baru penulis akan mengkaji melalui analisis biografi sehingga dapat terlihat bagaimana Harmoko mampu menjadi orang yang berperan penting dalam perpolitikan Indonesia pada masa Orde Baru. Melalui analisis biografi yang membedah perjalanan hidup Harmoko, penulis akan memaparkan perjalanan hidup Harmoko karena dengan melihat perkembangan yang terjadi pada diri Harmoko dapat terlihat bagaimana Harmoko bisa menjadi orang penting pada masa Orde Baru. Perkembangan hidup Harmoko dipengaruhi oleh dirinya sendiri baik melalui minat maupun bakat yang dimilikinya, dari keluarga, maupun dari lingkungan yang mampu membentuk Harmoko menjadi pribadi yang utuh.

(3)

Harmoko memulai karirnya dari mejadi kolektor koran, wartawan, penanggung jawab pemimpin redaksi, hingga pemilik surat kabar. Harmoko mulai diperhitungkan dalam dunia jurnalis saat Harmoko memiliki surat kabar Pos Kota yang memiliki oplah terbesar saat itu. Karir Harmoko terus berkembang hingga Harmoko menjadi Ketua PWI Pusat. Saat menjadi Ketua PWI Harmoko bertemu dengan Soeharto dan diminta untuk menjabat sebagai pemimpin Departemen Penerangan. Hasil sosialisasi dalam dunia politik itu tidak sia-sia dalam tempo singkat karier politik Harmoko melesat. Setelah lima tahun menjadi pengurus DPP Golkar, dan anggota DPR, Harmoko mendapat kepercayaan besar dari Presiden untuk menjadi Menteri Penerangan. Dan beberapa hari setelah penunjukan Harmoko tersebut, ia dilantik secara resmi dan di siarkan di TVRI. Harmoko dilantik menjadi Menteri Penerangan tanggal 23 Maret 1983, ia berkewajiban melaksanakan Ketetapan MPR No.II/MPR/1983 yaitu Garis-Garis Besar Haluan Negara sebagai pola pembangunganan.

Pada hakikatnya Orde Baru merupakan tatanan seluruh kehidupan rakyat, bangsa dan negara yang diletakkan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 atau sebagai koreksi terhadap penyelewengan penyelewengan yang terjadi pada masa lalu Tritura mengungkapkan keinginan rakyat yang mendalam untuk melaksanakan kehidupan bernegara sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Jawaban dari tuntutan itu terdapat pada 3 ketetapan sebagai berikut :

A. Pengukuhan tindakan pengemban Supersemar yang membubarkan PKI dan ormasnya

B. Pelarangan paham dan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme di Indonesia C. Pelurusan kembali tertib konstitusional berdasarkan Pancasila dan tertib hukum Pada tanggal 3 Pebruari 1967 DPR-GR yang menganjurkan kepada Soeharto untuk melaksanakan Sidang Istimewa, sehingga pada 20 Pebruari 1967 Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto.

(4)

Setelah berhasil memulihkan keamanan kemudian pemerintah melaksanakan pembangunan Nasional jangka pendek dan jangka panjang melalui Pelita yang tidak terlepas dari Trilogi Pembangunan, yaitu sadalah sebagai berikut.

1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju pada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat

2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup timggi

3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis Pelaksanaan pembangunan tidak akan berjalan lancar tanpa ada pemerataan pembangunan yang menetapkan 8 jalur pemerataan, yakni: Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, hususnya sandang, pangan dan perumahan.

4. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan 5. Pemerataan pembagian pendapatan

6. Pemerataan kesempatan kerja 7. Pemerataan berusaha

8. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita

9. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air 10. Pemeratan kesempatan memperoleh keadilan.

Sejak Orde Baru berkuasa telah banyak perubahan yang dicapai oleh bangsa Indonesia, langkah yang dilakukannya adalah menciptakan stabilitas ekonomi politik. Tujuan perjuangannya adalah menegakkan tata kehidupan negara yang didasarkan atas kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945.

Kabinet yang pertamakali dibentuk adalah Kabinet AMPERA dengan tugas menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional yang disebut DWI DHARMA KABINET AMPERA. Adapun programnya antara lain :

(5)

A. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama sandang dan pangan B. Melaksanakan Pemilu

C. Melaksanakan Politik Luar Negeri yang Bebas dan Aktif

D. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk.

Keempat program ini disebut dengan Catur Karya Kabinet Ampera.

Referensi

Dokumen terkait

• PANCASILA PADA MASA REFORMASI TIDAKLAH JAUH BERBEDA DENGAN PANCASILA PADA MASA ORDE BARU DAN ORDE LAMA, YAITU TETAP ADA TANTANGAN YANG HARUS DI

Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno.

Pada masa Orde Baru, politik luar negeri Indonesia dikembalikan lagi pada politik bebas aktif sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini merupakan pelaksanaan dari

PARTISIPASI POLITIK Pola Perilaku Pemilih Pemilu Masa Orde Baru dan Reformasi.

Dari teori tersebut maka jelaslah dalam kasus ini ketika pada masa pemerintah Orde Baru, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang undang-undang asas tunggal atas

Pendidikan pada Pemerintahan Masa Orde Baru Perubahan pendidikan dari masa ke masa mengalami peningktan yang sangat baik pada Orde Baru juga perubahan itu terlihat mulai dari

Orde Baru mengembangkan pola "money politics" untuk mendapatkan loyalitas elite

Musik Iwan Fals sebagai metode perlawanan terhadap kondisi sosial politik pada masa Orde Baru yang sarat akan pembatasan dan