• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME TEORI PERKEMBANGAN

N/A
N/A
Dina Asera

Academic year: 2024

Membagikan "RESUME TEORI PERKEMBANGAN "

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA :DINA ASERA NIM:180543635506

RESUME

TEORI PERKEMBANGAN

1.Teori psikonalitik

Teori perkembangan psikoanalitik digagas pertama kali oleh Sigmund Freud yang menekankan pada perkembangan psikoseksual. Di mana perkembangan kepribadian individu dipengaruhi oleh id, ego, dan superego, yang mendorong pada pembentukan mekanisme pertahanan diri.

*Menurut Freud

membagi tahap perkembangan ke dalam 5 tahapan yaitu

1.oral usia 0-24 bulan, di mana kepuasan anak berada pada otoerotik (anak mengisap susu ibunya)s. Pada tahap ini sudah muncul narsisme pada diri anak karena merasa nyaman dari menyusun ibunya dan mengulang tindakan tersebut dengan mengisap jarinya meski tidak lapar. Selain itu, untuk mempertahankan kedekatan dengan ibu, tindakan yang dilakukan anak adalah menggigit dan menangis. Dapat ditegaskan bahwa pada tahap ini kesenangan terbesar anak berada disekitar mulut.

2.anal Tahap anal, usia 2-3 tahun, di mana pelatihan

menggunakan toilet sudah dianggap efektif dilakukan sejak dini pada anak.

Latihan ini mampu menurunkan ketegangan yang terjadi pada anak dan membuatnya mampu melewati tahap ini dengan baik

3.falik Tahap falik, usia 3-6 tahun, di mana pada tahap ini anak-anak, baik laki- laki maupun perempuan, fokus pada alat kelamin. Anak-anak menyadari bahwa manipulasi diri dianggap sebagai kegiatan yang menyenangkan. Pada tahap ini juga mulai muncul rasa tertarik pada anak laki-laki terhadap ibunya dan anak perempuan pada ayahnya.

4.latensi Tahap latensi, usia 6-11 tahun, anak mulai

dapat mengendalikan konflik dengan orang tua yang memiliki jenis kelamin

(2)

yang berbeda dengan dirinya. Pada tahap ini, anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan mulai bersikap lembut pada orang tua dan mengarahkan minat seksual pada pengembangan keterampilan sosial dan intelektual. Anak-anak juga mulai senang berkumpul dengan teman sejenis dan lawan jenis untuk kegiatan sosial atau intelektual.

5.genital Tahap genital, usia lebih dari 11 tahun, pada tahap ini sumber kesenangan seksual individu diperoleh di luar keluarga. Anak-anak mulai mengalami masa pubertas dan berupaya membebaskan diri dari orang tua

*Menurut Erickson

Tokoh selanjutnya dalam psikoanalitik sebagai tokoh kontemporer adalah Erickson, dengan teori psikososial yang menekan pada hubungan timbal balik yang terjadi antara pribadi individu dan kebudayaan. Erickson membagi tahapan perkembangan individu ke dalam 8 tahapan, yaitu :

a. Tahap trust dan mistrust dicirikan sebagai berikut ketidakmampuan seorang ibu memberikan kepuasan pada bayinya, tidak mampu memberikan kehangatan dan kenyamanan menyebabkan si bayi akan mengembangkan rasa tidak percaya dan curiga pada orang lain.

b. Tahap autonomy dan shame, doubt dicirikan sebagai berikut orang tua yang terlalu memberikan batasan pada ruang gerak dan kemandirian anak,

menyebabkan anak mudah menyerah sebab menilai dirinya tidak mampu bertindak sendirian. Akibatnya, dalam masa perkembangan anak akan menjadi pemalu dan ragu-ragu.

c. Tahap initiative dan guilt dicirikan anak berada pada masa dirinya mengalami pola asuh yang salah sehingga menyebabkan anak merasa bersalah, sehingga memilih untuk berdiam diri agar terhindar dari kesalahan.

d. Tahap industry dan interiority dicirikan anak pada masa ini dituntut dapat merasakan keberhasilan. Tuntutan ini dapat mendorong anak untuk

mengembangkan sikap rajin. Namun, jika anak tidak mampu meraih kesuksesan maka anak akan mengembangkan sikap rendah diri.

e. Tahap identity dan identity diffusion dicirikan adanya identitas ego yang kuat, sehingga menjadi kurang toleransi dengan masyarakat disekitarnya.

Apabila individu mengalami kekacauan identitas yang kuat karena mengingkari dirinya di masyarakat maka akan mencari identitas di tempat lain yang mau menerima sebagai bagian kelompok. Namun jika identitas ego dan kekacauan seimbang, maka individu mampu hidup berdasarkan pada norma yang berlaku dimasyarakat terlepas dari kelemahan, ketidakkonsistennya, dan

kekurangannya.

(3)

f. Tahap intimacy dan isolation dicirikan adanya kecenderungan antara isolasi dan keintiman yang harusberjalan seimbang untuk memperoleh nilai positif yaitu cinta. Perasaan cinta ini mampu mengesampingkan bentukperbedaan dan keangkuhan melalui rasa saling membutuhkan.

g. Tahap generativity dan stagnation, self-absorptiondicirikan adanya harapan yang ingin dicapai individu berupa kepedulian.

h. Tahap integrity dan despair dicirikan sebagai tahapan yang sulit dilalui oleh individu karena muncul rasa terasing dari lingkungannya.

2.Teori Behavioristik

Landasan bagi teori perkembangan behavioristik pada dasarnya menyatakan bahwa kita dapat melakukan studi ilmiah hanya terhadp aspek yang dapat diamati dan diukur secara langsung. Dari tradisi perilaku muncul keyakinan bahwa perkembangan merupakan perilaku teramati yang dapat dipelajari melalui pengalaman di lingkungan. Tokoh yang terkenal pada teori

perkembangan behavioristik yaitu B.F. Skinner yang melakukan penelitian pengkondisian operan dengan objek burung merpati, ia juga fokus bahwa perkembangan terdiri dari pola perubahan perilaku yang diakibatkan oleh pemberian penghargaan dan hukuman. Tokoh selanjutnya yaitu Ivan Pavlov yang melakukan penelitian pengkondisian klasik dengan objek anjing,

pengkondisian klasik disebut juga pengkondisian respon karena tingkah laku dipelajari dengan memanfaatkan hubungan stimulus-respon yang bersifat refleks bawaan.

contoh

apabila seorang anak melakukan sesuatu, kemudian ibunya memberikan senyuman dan pujian pada anaknya tersebut, maka kecenderungan anak itu untuk mengulangi perilaku yang sama akan lebih besar, dibandingkan ibunya yang tidak memberikan senyuman dan memberikan komentar yang menyatakan tidak setuju.

3.teori kognitif

Teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget menyatakan bahwa individu selama masa perkembangannya akan mengalami perubahan-perubahan dalam struktur kognitifnya. Perubahan menjadi lebih terorganisasi dan struktur kognitif yang dicapai selalu berdasarkan struktur dari tahap sebelumnya. Ada 3 aspek utama yang dikemukakan oleh Piaget dalam teori perkembangan kognitif

(4)

yaitu struktur, isi, dan fungsi. Ketiga aspek tersebut menggambarkan proses perkembangan kognitif inidividu. Pada aspek fungsi terdapat 2 proses yaitu organisasi dan adaptasi. Kedua proses pada aspek fungsi ini, menjelaskan skema pertama perkembangan kognitif individu hingga mencapai proses penyesuaian yang saling melengkapi melalui asimilasi dan akomodasi.

Piaget membagi empat tahapan perkembangan kognitif yaitu:

a.Tahap sensorimotor (usia 0-2 tahun): pada tahap ini individu menyusun pemahaman tentang dunia. Kemudian mengkoordinasikannya dengan

pengalaman-pengalaman yang diperolehnya dari melihat dan mendengar (sesuai tingkatan motorik fisik). Pada tahapan pertama ini, individu dalam memahami sesuatu yang berada dari luar dirinya melalui gerakan, suara, tindakan yang dapat diamati atau dirasakan oleh alat indera. Pada akhir tahapan, ketika usia 2 tahun individu mempunyai pola sensorimotor yang kompleks dan mulai

mengoperasikannya dengan simbol-simbol.

b. Tahap praoperasional (usia 2-7 tahun): pada tahap ini individu mulai menggunakan kata dan perilaku untuk menggambarkan dunia.

c. Tahap operasional konkrit (usia 7-11 tahun): pada tahap ini individu individu mulai mampu berpikir logis (menggantikan pemikiran intuitif) mengenai

peristiwa-peristiwa yang bersifat konkret. Individu telah menghilangkan ciri-ciri animism dan articalisme. Individu juga sudah mampu membedakan benda yang sama namun dalam keadaan yang berbeda.

d. Tahap operasional formal (usia 11 tahun ke atas): tahap ini terjadi pada individu usia 11 tahun sampai dewasa awal. Individu mampu melewati dunia nyata yang terintegrasi dari pengalaman-pengalaman konkrit.

Tokoh selanjutnya dalam teori perkembangan kognitif adalah Vygotsky.

Perkembangan kognitif menurut Vygotsky erat kaitannya dengan masukan atau bantuan dari orang lain. Zona proksimal atau yang disingkat dengan ZPD

merupakan salah satu konsep yang dipaparkan oleh Vygotsky. ZPD menyatakan bahwa perkembangan kognitif anak saat ini merupakan tingkat pengetahuan awal yang sudah dikuasai, sehingga memungkinkan sekali akan terjadi pembelajaran bermakna. Menurut Vygotsky tingkat perkembangan ZPD ada empat tahapan yaitu more dependence to others stage, less dependence external assistance stage, internalization and automatization stage, dan de-automatization stage.

contoh, bayi yang baru lahir dapat menghisap, menggenggam, dan melihat. Hal ini merupakan skema yang digunakan pada kognitif bayi untuk mengenal dunia

Referensi

Dokumen terkait

• Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja perempuan dan.. perubahan suara pada

Dari sekian banyak tokoh pendidik anak, hanya Montessori yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk anak- anak. Montessori memandang anak usia prasekolah / TK sebagai suatu

Pada masa ini individu mulai meninggalkan peran sebagai anak-anak dan berusaha mengembangkan diri sebagai individu yang unik dan tidak tergantung pada orang tua. Fokus

Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra, secara

Sebaliknya, anak perempuan yang tidak mengalami gambaran klasik seringkali tidak terdiagnosis sampai akhir masa anak atau saat remaja dengan keluhan perawakan pendek dan/atau

Hasil penelitian untuk hubungan antara peran orang tua dengan kesiapan anak menghadapi masa pubertas (terhadap perubahan fisik) menunjukkan bahwa 57,4% orang tua

Hasil penelitian ini menunjukkan perkembangan sosial anak usia dini pada masa pembelajaran daring mengalami perubahan dan diperlukan peran orang tua dalam mengembangkan sosial dengan

dilakukan di SDN 2 Reco, Kertek, Wonosobo didapatkan hasil, untuk hubungan antara peran orang tua dengan kesiapan anak menghadapi masa pubertas menunjukkan bahwa orang tua mempunyai