RETENSIO PLASENTA
KELAS C3 S1 KEBIDANAN DAN
PROFESI BIDAN
Anggota Kelompok
NIM.
238140092 NIM.
238140093 NIM.
238140094 NIM.
238140095 NIM.
238140096 NIM.
238140096
1.Nadia Nafis
2.Nailur Rohmah
3.Nazilatul Maulinda
4.Ni Wayan Ekayani
5.Ning Ayu Wahyuni
6.Tantri Maharani
Definisi Retensio Plasenta
Retensio plasenta
adala
\tertahannya atau belum lahirnya h
plasenta hingga atau melebihi waktu
30 menit setelah bayi lahir.
Etiologi Retensio Plasenta
1. Manajemen aktif kala III yang salah
2. Inersia his (tidak adekuat)
3. Bentuk dan ukuran plasenta.
4. Abnormalitas
perlekatan plasenta pada miometrium
5. Kelainan rahim: uterus sub septus dan dan uterus
bicornis.
1. Usia
2. Jarak persalinan 3. Anemia
4. Persalinan preterm
5. Riwayat manual plasenta/
pembedahan uterus/abortus
6. Destruksi endometrium (endometriosis, infeksi
lain)
Faktor Predisposisi Retensio
Plasenta
Tanda Gejala Retensio Plasenta
1.Tali pusat putus akibat traksi berlebihan 14
2.Inverio uteri akibat tarikan
3.Perdarahan lanjutan
1.Plasenta belum lahir 30 menit setelah anak lahir
2.Ada perdarahan
3.Kontraksi uterus baik
4.Pada eksplorasi jalan lahir tidak ada robekan
Tanda pasti Tanda penyerta
Plasenta Acreta
Retensio Plasenta Berdasar Jenis Plasenta
Plasenta Increta
Plasenta
Percreta
Jenis Retensio Plasenta
1) Plasenta adhesive Implantasi yang kuat dari jonjot korion plasenta sehingga menyebabkan kegagalan mekanisme separasi fisiologis.
2) Plasenta akreta Implantasi jonjot korion plasenta hingga memasuki sebagian lapisan miometrium.
3) Plasenta inkreta Implantasi jonjot korion plasenta hingga mencapai/ memasuki miometrium
4) Plasenta perkreta Implantasi jonjot korion plasenta menembus lapisan otot hingga mencapai lapisan serosa dinding uterus.
5) Plasenta inkarserata Tertahanya plasenta di
dalam kavum uteri disebabkan oleh kontriksi
ostium uteri.
Pencegahan Retensio Plasenta
1. Pemberian obat uterotonika yang tepat
2. Rangsangan puting susu
3. M A K III yang tepat
1.Resusitasi (pemberian oksigen 100%).
Pemasangan IV- line RL
2.Monitor jantung, nadi. tekanan darah dan saturasi oksigen. (Transfusi darah apabila diperlukan)
3.Oxytocin drips 20 IU dalam 500 ml larutan RLatau NaCl 0.9% sampai uterus berkontraksi.
4.Plasenta coba dilahirkan dengan Brandt Andrews, jika berhasil lanjutkan dengan drips oksitosin untuk mempertahankan uterus.
5.Jika plasenta tidak lepas dicoba dengan tindakan manual plasenta.
6.Jika tindakan manual plasenta tidak memungkinkan, lakukan kuretase.
7.Pemberian antibiotika pencegahan infeksi.