• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU RETORIKA DA’I DALAM DAKWAH ISLAM (Studi di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "ILMU RETORIKA DA’I DALAM DAKWAH ISLAM (Studi di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara "

Copied!
198
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi: ILMU RETORIKA DA'I DALAM PERAWATAN ISLAM DI DESA BRAJA FAJAR KECAMATAN WAY JEPARA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan dan bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan retorika dalam Dakwah Islam di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur.

Latar Belakang Masalah

Untuk mentransformasikan materi dakwah, para da’i terlebih dahulu harus memiliki dan menguasai Ilmu Retorika sebelum memulai dakwah dengan metode ceramah. Secara umum retorika para da’i di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur sudah baik karena ada beberapa da’i yang dalam menyampaikan pesan dakwahnya sudah cukup menguasai Ilmu Retorika sehingga pesan dainya baik. dipahami.

Pertanyaan Penelitian

Penggunaan Retorika Da’i dalam Dakwah Islam di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur. Oleh karena itu, para da'i di desa Braja Fajar sangat membutuhkan pengetahuan retorika untuk menghindari kesalahpahaman antar mad'u dalam memahami dan mengartikan maksud dari tuturan para da'i. Selain itu, da’i juga menggunakan bahasa yang tepat sasaran dan sesuai dengan mad’u, sehingga mad’u di desa Braja Fajar dapat lebih mudah memahami materi atau pesan dakwah yang ia sampaikan. menyampaikan.

Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan mad'u di Desa Braja Fajar tentang bagaimana da'i menyampaikan materi dakwah dan bagaimana caranya. Da'i di Desa Braja Fajar menggunakan kata-kata yang efektif dan tepat sasaran dalam menjelaskan materi dakwah. Ketika da'i berdakwah di Desa Braja Fajar, beliau bertutur kata atau berbicara dengan sopan agar mad'u malu padanya.

Dari penjelasan tersebut, tidak menutup kemungkinan para da'i di desa Brajë Fajar menjadi panutan di masyarakat. Sebagian besar da'i di desa Brajë Fajar sudah menghidupkan materi dakwahnya, namun ada juga da'i yang kurang inspirasi terhadap materi dakwah yang diberikan. Berbeda dengan para daiu di desa Brajë Fajar yang dalam menyampaikan atau menjelaskan materi dakwahnya menggunakan penjelasan yang menurut mad'u sebenarnya adalah penjelasan.

Para mubaligh di desa Braja Fajar pandai dalam memilih materi dakwah karena sebagian besar materi dakwahnya bisa berkaitan dengan mad'u di desa Braja Fajar. Kedekatan da'i dengan masyarakat desa Braja Fajar berpengaruh positif terhadap kegiatan dakwah di desa Braja Fajar. Penceramah di desa Braja Fajar menggunakan bahasa yang sesuai agar masyarakat di desa Braja Fajar dapat memahami materi dakwah yang disampaikannya.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh penulis, maka penulis memberikan beberapa saran bagi mubaligh di Desa Braja Fajar sebagai berikut: 1.

Tabel 1: Tabel Perbatasan Desa Braja Fajar.
Tabel 1: Tabel Perbatasan Desa Braja Fajar.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Yang Relevan

LANDASAN TEORI

Pengertian Retorika

Sejarah dan Perkembangan Retorika

Di bawah ini adalah uraian tentang perkembangan retorika dari zaman Yunani Kuno hingga sekarang dan perkembangan retorika di Indonesia. Para pemimpin Inggris dengan hati-hati mempelajari retorika dan berlatih secara intensif dalam seni berbicara.

Tujuan Retorika

Selain dikembangkan sebagai ilmu komunikasi, retorika juga diajarkan di pesantren, seperti pelatihan pidato dan khutbah. Retorika juga merupakan pernyataan untuk menyampaikan pesan yang diinginkan, yang berasal dari pendengar dan pembaca.29 Oleh karena itu, tujuan sebenarnya dari retorika adalah untuk membuktikan tujuan percakapan, atau mengungkapkan buktinya.

Fungsi Retorika

Retorika juga merupakan pernyataan untuk menyampaikan pesan yang diinginkan yang berasal dari pendengar dan pembaca. Retorika penting agar apa yang dikatakan didengar, didengar untuk dipahami, dipahami untuk disetujui, disetujui untuk diterima, diterima untuk dijalani dan hidup untuk mengubah perilaku.

Pembagian Retorika

Pada bagian ini, lebih banyak perhatian diberikan pada pengembangan teknik pernapasan, teknik berbicara, konstruksi suara, teknik membaca dan bercerita.

Tehnik Retorika

Dakwah

  • Pengertian Dakwah Islam
  • Dasar Hukum Dakwah Islam
  • Tujuan Dakwah
  • Materi Dakwah
  • Macam-macam Dakwah
  • Kode Etik dan Rambu-rambu Dakwah
  • Retorika Dakwah

Dengan menguasai materi hadits, seorang da'i memiliki fasilitas untuk melaksanakan perintah dakwah.59 Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa materi dakwah adalah pesan-pesan dakwah yang mengungkapkan ajaran Islam. tentang Islam yang harus disampaikan kepada mad'u oleh da'i. Di sisi lain, berteman dengan pelaku maksiat dikhawatirkan akan merusak integritas dakwah di masyarakat.

Posisi Ilmu Retorika dalam Dakwah Islam

Kata-kata yang berat dan tegas dalam komunikasi dakwah ialah apabila penyampai perlu berat dan tegas dalam menyampaikan mesej dakwahnya. Dari satu segi, kata-kata itu mengandungi nilai kebenaran (firman Allah SWT terdapat dalam Al-Quran yang agung), tidak ada keraguan tentangnya dan tidak boleh dipengaruhi oleh apa-apa. Dalam memperingati hari-hari penting Islam, kuliah atau pengajian biasanya diadakan untuk menyampaikan ajaran Islam kepada khalayak.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa retorika dakwah adalah keterampilan menyampaikan ajaran Islam secara lisan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada umat Islam, sehingga mereka mudah menerima seruan dakwah Islam. Dengan kata lain, retorika dakwah dapat diartikan sebagai pidato atau ceramah yang mengandung pesan dakwah, yaitu ajakan ke jalan Allah (sabili rabbi).

METODE PENELITIAN

Sumber Data

  • Sumber Data Primer
  • Sumber Data Sekunder

Sumber data primer, yaitu data yang dikumpulkan, diolah dan disajikan oleh peneliti dari sumber pertama. Sumber primer yaitu pertama karena penulis menggunakan metode wawancara dalam pengumpulan data maka sumber datanya adalah responden yaitu mad'u di Desa Braja Fajar untuk mendapatkan data cara penyampaiannya. Kedua, karena penulis menggunakan metode observasi dalam pengumpulan datanya, maka sumber datanya adalah keluarga besar Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur.

Sumber data sekunder, yaitu bahan atau data yang melengkapi atau mendukung sumber data primer. Merupakan data yang meliputi dokumen resmi, buku-buku, hasil penelitian berupa laporan, catatan harian, majalah, surat kabar, surat kabar, internet dan sebagainya yang berkaitan dengan Ilmu Retorika dalam Dakwah Islam.

Teknik Pengumpulan Data

  • Observasi
  • Interview (wawancara)
  • Dokumentasi

Teknik observasi yang akan penulis gunakan adalah observasi partisipan yaitu observasi kegiatan dakwah di desa Braja Fajar, dimana peneliti aktif selama kurang lebih satu setengah bulan dan mengikuti kegiatan dakwah tersebut. Pengamatan dilakukan pada saat kegiatan dakwah atau pengajian rutin berlangsung di desa Braja Fajar. Wawancara adalah proses memperoleh informasi untuk kepentingan penelitian dengan cara tanya jawab secara tatap muka antara penanya dan informan atau yang diwawancarai, dengan atau menggunakan pedoman wawancara, di mana penanya dan informan terlibat dalam kehidupan sosial selama beberapa waktu. waktu yang relatif lama. lama.

Wawancara merupakan kegiatan pengumpulan data primer yang datang langsung dari responden (yaitu mad'u di desa Braja Fajar) untuk memperoleh data bagaimana da'i menyampaikan pesan dakwah dan memahami materi mad'u, dengan menggunakan teknik sampling. Oleh karena itu, penulis mengambil sampel sebanyak 8 orang mad'u di desa Braja Fajar yang sering mengikuti kegiatan dakwah. Jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara terbimbing, yaitu wawancara yang berlangsung sesuai dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan, yang dimaksudkan untuk memperoleh data yang akurat dan tidak menyimpang dari topik yang sedang dibahas.

Dalam hal ini akan dilakukan wawancara untuk mengecek ulang penerapan ilmu retorika yang dilakukan oleh da'i. Dokumentasi adalah pencarian data, mengenai kondisi atau variabel berupa dokumen resmi, catatan harian, foto kegiatan dakwah dan sebagainya. Dokumen yang diperlukan dalam penelitian ini berupa profil Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur, foto-foto kegiatan dakwah di Desa Braja Fajar dan kegiatan terkait lainnya.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

Pendakwah di Kampung Braja Fajar juga menggunakan kata-kata yang menarik dengan humor bercampur baur yang dapat menarik perhatian mad’u di Kampung Braja Fajar agar mad’u tidak bosan 104. Alhamdulillah para da’i di Kampung Braja Fajar dalam berdakwah. jelas kata-katanya kerana perkara itu diterangkan dengan sangat jelas dari awal hingga akhir, penerangannya juga amat mudah untuk kita fahami.” 105. Selama ini pendakwah di Kampung Braja Fajar tidak pernah mendengar ada orang yang mengutip pahala apabila mereka menderma. 'tidak berdakwah, mereka berdakwah dengan ikhlas tanpa mengharapkan apa-apa daripada Mad'u.

Da’i di Desa Braja Fajar dalam berdakwah mampu mempengaruhi dan meyakinkan mad’u terhadap materi atau pesan dakwah yang disampaikannya sehingga dapat memberikan sumbangsih ilmu dan pengetahuan mad’u di Desa Braja Fajar. 146 Observasi, Kegiatan Dakwah di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur, Tanggal 31 Maret 2018. Ceramah Ba'da Sholat Tarawih di setiap masjid dan mushola di Desa Braja Fajar.

Teknis Analisa Data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah berdirinya Desa Braja Fajar

Desa Braja Fajar merupakan desa yang dibuka Dinas Transmigrasi pada tahun 1961 dan 1963, berasal dari Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Agung di Bali dengan jumlah 175 KK, hingga saat ini Desa Braja Fajar telah berkembang menjadi 609 KK dengan jumlah penduduk 2.021 orang terdiri dari: 1.007 laki-laki dan perempuan: 1.014 jiwa.98.

Tabel 2: Tabel Pembagian Dusun Desa Braja Fajar
Tabel 2: Tabel Pembagian Dusun Desa Braja Fajar

Sejarah Pemerintahan Desa Braja Fajar

Pada tahun 1975 sampai dengan tahun 1977 Desa Braja Fajar dipimpin oleh Pj. Kepala Desa Braja Fajar yaitu Bpk. Samirejo dan sekretaris desanya, Bpk. Nuryasan. f. Tahun 1977 sampai dengan tahun 1999 Desa Braja Fajar dipimpin oleh Kepala Desa Bpk. Nuryasan, sebagai hasil pemilihan Kepala Desa Braja Fajar dan Bapak. Supriyanto, sekretaris desa, karena sebelum masa jabatannya berakhir, Bpk. Supriyanto meninggal dunia dan digantikan oleh Bpk. Abdul Jawad. Pada tahun 1999 sampai dengan tahun 2011 Desa Braja Fajar dipimpin oleh Bpk. Gupuh dari hasil pemilihan Kepala Desa Braja Fajar dan Bapak. Suparno sebagai sekretaris desa.

Di bawah Bpk. Kepemimpinan Gupuh, perayaan hari jadi Desa Braja Fajar yang pertama kali diadakan pada tanggal 27 November berlangsung sangat meriah, dan perayaan tersebut berlanjut hingga saat ini, bahkan semakin meriah diisi dengan berbagai kegiatan. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Desa Braja Fajar bahwa setiap tanggal 27 November diadakan Jubilee atau Jubileum Desa Braja Fajar untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Desa Braja Fajar selalu mendapatkan 5K yaitu Kesehatan, Keselamatan, Kedamaian, kedamaian dan kemakmuran. Pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 Desa Braja Fajar dipimpin oleh Bpk. Sodik Safi'I dari hasil pemilihan Kepala Desa Braja Fajar dan Bpk. Sekretaris Desa Suparno.

Pada tahun 2017 hingga saat ini Desa Braja Fajar dikelola oleh Bpk. Lasimin dari hasil pemilihan Kepala Desa Braja Fajar, dan Bpk. Suparno tetap sebagai sekretaris desa. Agama Sekitar 76% penduduk Desa Braja Fajar beragama Islam dan sisanya beragama Kristen/Katolik dan Hindu Bali. Desa Braja Fajar memiliki lembaga dan lembaga tersendiri di Desa Braja Fajar Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur. Dibentuk oleh Pemerintah Desa Braja Fajar dan atas inisiatif masyarakat Desa Braja Fajar sendiri untuk memajukan Desa Braja Fajar.

Tabel 4: Tabel Jumlah Penduduk Desa Braja Fajar Berdasarkan Agama.
Tabel 4: Tabel Jumlah Penduduk Desa Braja Fajar Berdasarkan Agama.

Struktur Organisasi Desa Braja Fajar

Visi dan Misi Desa Braja Fajar

Perbatasan Desa Braja Fajar

Pembagian Dusun Desa Braja Fajar

Pembagian RW Desa Braja Fajar

Jumlah Penduduk Desa Braja Fajar Berdasarkan Agama

Gambar

Tabel 1: Tabel Perbatasan Desa Braja Fajar.
Tabel 3: Tabel Pembagian RW Desa Braja Fajar Sumber: Arsip Desa
Tabel 2: Tabel Pembagian Dusun Desa Braja Fajar
Tabel 4: Tabel Jumlah Penduduk Desa Braja Fajar Berdasarkan Agama.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kewirausahaan dan kreativitas berpengaruh terhadap keberhasilan usaha pada Sentra Pembuatan Keripik Singkong di Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur Berdasarkan analisis