• Tidak ada hasil yang ditemukan

review politik dalam islam

N/A
N/A
Nadya Rell

Academic year: 2023

Membagikan "review politik dalam islam "

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Politik Dalam Islam

Kelompok 1

(2)

Pendahuluan

01 02

Pengertian politik dan politik dalam islam

Sejarah politik dalam islam

03 04

Contoh politik islam di indonesia

05

Pendidikan politik dalam pandangan islam

Aliran politik dalam islam

(3)

Politik

Politik diartikan :

(pengetahuan) yang berkenaan dengan ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti sistem pemerintahan dan dasar pemerintahan).

Segala urusan atau tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain.

Cara bertindak (dalam menghadapi dan menangani suatu masalah).

(4)

Politik dalam islam

Politik islam adalah pemerintahan yang berbasis pada islam itu sendiri sebagaimana yang pernah diperjuangkan oleh Nabi yaitu negara Madinah.

Fungsi politik dalam islam yaitu untuk membangun

sebuah system pemerintahan dan ketatanegaraan

dibangun dengan berlandaskan pada hukum dan

syari’ah islam.

(5)

Dalam ilmu fiqh, suatu bagian pokok yang membahas mengenai politik yaitu Fiqh al-Siyasah. Fiqh al-Siyasah adalah ilmu tata negara, yang membicarakan tentang

seluk beluk kenegaraan dalam rangka mewujudkan

kemaslahatan umat manusia sesuai dengan syariat.

(6)

3 Tipologi utama

tipologi fundamentalis (intergralistik) : Mencanangkan gagasan persatuan antara agama dan negara dimana didalam keduanya terdapat totalitas utuh yang tidak bisa dipisahkan

tipologi liberal (sekularistik) : memisahkan urusan agama dengan urusan negara

tipologi moderat (substantif) : antara agama atau negara haruslah terdapat hubungan yang bersifat mutual, yakni hubungan timbal balik yang saling mengguntungkan.

(7)

Sejarah politik dalam islam

pada zaman orde baru, warga Indonesia memilih partai PPP yang termasuk salah kiprah sebagai kittah

Nahdlatul Ulama. sebagaimana partai-partai politik islam tradisional, NU mengambil gagasan-gagasan

sunni klasik sebagai rujukan teoritis utama, bukan hanya masa nabi Muhammad SAW dan khulafair Rasyidin

melainkan juga dari masa khalifah Ummayah dan

Abbasiyah.

(8)

Aliran politik dalam islam

Sunni

Mengikuti aliran Rasul dan Para Sahabat

Kepala negara memegang peranan penting dan memiliki kekuasaan yang luas

Syiah

Syiah = pengikut, pendukung, pembela, pencinta, yang semuanya mengarah kepada makna dukungan kepada ide/individu dan kelompok tertentu

Mengikuti aliran Ali ibn Abi Thalib Khawarij

Khawarij adalah orang yang berpaling atau keluar dari pemimpin yang sah secara konstitusional

memiliki jargon la hukma illa Allah dan mendokrin gaya politik khawarij dengan potongan ayat ini

(9)

• Kepemimpinan Berdasarkan Syariah: Pemimpin harus adil, bijaksana, dan mematuhi hukum Islam dalam memerintah.

• Prinsip musyawarah (konsultasi): Kepemimpinan melibatkan konsultasi dengan para ulama dan masyarakat.

• Keadilan Sosial: Islam mendorong keadilan, bantuan kepada fakir miskin, dan perlindungan hak-hak sosial masyarakat (zakat dan sedekah)

• Hak A sasi Manusia: Hak-hak individu seperti hak hidup, kebebasan beragama, dan keadilan dihormati dan dilindungi.

Contoh Penerapan Politik dalam Islam

(10)

• Hak Wanita: Wanita memiliki hak yang sama dengan pria dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik.

• Toleransi Agama: Islam mendorong toleransi terhadap agama-agama lain.

• Hak Minoritas: Minoritas agama memiliki hak untuk beribadah dan hidup dalam kedamaian.

• Perang Justifikasi: Islam mengizinkan perang sebagai tindakan terakhir untuk mempertahankan diri atau melindungi keadilan.

Contoh Penerapan Politik dalam Islam

(11)

Thank

you!

Referensi

Dokumen terkait

dalam Islam, bentuk pemerintahan yang benar adalah adanya pengakuan negara akan kepemimpinan dan kekuasaan Allah dan rasul-Nya yang menurut Al-Qur’an adalah undang-undang

Arkoun dengan tegas membedakan telaah yang dilakukannya di bidang pemi- kiran politik Islam dengan pandangan tra- disi apologetik sebagaimana yang pernah dikemukakan oleh kaum Syiah

Ketiga, mereka pun memandang bahwa negara adalah sebagai lembaga politik yang sama sekali terpisah dari agama, kepala negara karenanya hanya mempunyai

Ada beberapa asumsi dalam model politik ini, asumsi yang pertama menyatakan bahwa kekuasaan terdistribusi secara luas dan merata ke seluruh masyarakatyang

Dengan demikian kekuasaan dan kekuasaan politik dalam arti luas, sebenarnya adalah sebagai ungkapan sifat dasar manusia yang kedua-duanya sama mengalami ambivalensi:

Arkoun dengan tegas membedakan telaah yang dilakukannya di bidang pemi- kiran politik Islam dengan pandangan tra- disi apologetik sebagaimana yang pernah dikemukakan oleh kaum Syiah

• Perbedaannya, pada masa di Makkah Nabi tidak punya kekuasaan politik untuk menyokong kenabiannya, sedang ketika di Madinah ia sebagai kepala “politik” agamanya,

Pada dasarnya hukum dibuat oleh kekuasaan (penguasa politik) untuk mengatur interaksi rakyat dari kaum tersebut, baik interaksi sesama mereka, atau interaksi